Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Transforming the Role of Guidance Counselors as Anti-Bullying Agents through Case-Based Learning (3C3R) Basic Service Training Yosef Yosef; Khadijah Lubis; Alrefi Alrefi; Nur Wisma; Anisa Siti Nurjanah; Muhammad Bagas Putra Pratama; Ramadhan Ramadhan
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i1.8128

Abstract

Indonesia, as a multicultural country, faces a major challenge in preventing bullying practices rooted in cultural differences in educational environments. With the spread of bullying practices in Indonesia, guidance and counseling teachers (BK) need to be equipped with the understanding and skills to provide services to students, including basic case-based services. This activity was carried out at SMAN South Sumatra, attended by 23 BK teachers who are members of MGBK SMA Kota Palembang. The activity was carried out in October to November 2025 in a hybrid manner. The activity was conducted using discussion, practice, case-based learning, and assignment methods, where participants were trained to create cases and solve them using 3C3R. The activity began with a pretest, followed by material delivery, practice, mentoring, and ended with a posttest. The output of this training is the preparation of RPL and  multicultural bullying case which will be applied to basic services.  The analysis of pretest and posttest data showed an N-Gain coefficient of 0.85, which is in the high category. This indicates an increase in the understanding and skills of guidance counselors in implementing basic case-based services to enhance students' multicultural awareness. This training was effective in improving the competence of guidance counselors as agents of multicultural bullying prevention and supporting the creation of an inclusive and harmonious school environment.Transformasi Peran Guru BK sebagai Agen Antibullying melalui Pelatihan Layanan Dasar Berbasis Case-Based Learning (3C3R)ABSTRAKIndonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan besar dalam mencegah praktik bullying yang berakar dari perbedaan budaya di lingkungan pendidikan. Semakin meluasnya praktik bullying di Indonesia, guru bimbingan dan konseling (BK) perlu dibekali pemahaman dan kemampuan untuk memberi layanan kepada siswa termasuk layanan dasar berbasis kasus. Kegiatan ini dilakukan di SMAN Sumatera Selatan yang diikuti oleh 23 guru BK dan merupakan anggota MGBK SMA Kota Palembang. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2025 secara hybrid. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode diskusi, praktik, case based learning, dan penugasan, dimana peserta dilatih untuk membuat kasus dan menyelesaikan kasus tersebut menggunakan 3C3R. kegiatan diawali dengan pengisian pretest, pemberian materi, praktik, pendampingan dan diakhiri dengan pengisian posttest. Output dari pelatihan ini berupa penyusunan 1 RPL dan 1 Kasus bullying multikultural yang akan diterapkan pada layanan dasar. Hasil analisis data pretest dan posttest menunjukkan nilai koefisien N-Gain sebesar 0,85 dan berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru BK sebagai agen pencegahan bullying multikultural dan mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang inklusif dan harmonis. Kata Kunci :Layanan Dasar; Case Based Learning; Guru BK; Bullying Multikultural; Pendidikan Multikultural
Analisis Manajemen Waktu Belajar Siswa Ditinjau dari Jenis Kelamin Yesi Amelinda; Dania Hasanah; Nova Tri Wulan Wahyu Ningsih; Suci Dinaria; Ramadhan Ramadhan; Yusuf Hartono; Khadijah Lubis
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026): Mei: CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/cendekia.v6i2.8958

Abstract

Education is a fundamental element in an individual's life that aims to optimize human potential across cognitive, affective, and psychomotor domains. This research is motivated by the importance of students' ability to manage their study time effectively to support optimal learning outcomes. The purpose of this study is to describe and compare students' study time management based on gender. This study used a descriptive comparative method, with a sample of several eighth-grade students at Islamic Boarding School X. Data were collected using a Likert scale instrument, then analyzed using descriptive techniques and an independent-samples t-test using the (Jeffreys’s Amazing Statistics Program) JASP application. The results indicate that several students are able to manage their study time well. Furthermore, no significant differences were found between male and female students in managing their study time. These findings indicate that the ability to manage study time is relatively even and is not influenced by gender.
ANALISIS SELF-CONTROL BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA SISWA SMA NEGERI 10 PALEMBANG Tastiara; Nurul Alifah; Nadia; Berlian Cahyani; Dea Kartika Utami; Adinda Dwi Cahyani; Ully Arta Silitonga; Yusuf Hartono; Khadijah Lubis; Anisa Siti Nurjanah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47006

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the differences in self-control based on gender among students of SMA Negeri 10 Palembang. Self-control refers to an individual’s ability to regulate behavior, emotions, and decision-making in accordance with prevailing norms, which plays an important role in adolescent development. This research employed a quantitative approach with a comparative design. The sample consisted of 63 students, including 28 males and 35 females. Data were collected using a self-control questionnaire based on a Likert scale covering behavioral control, cognitive control, and decision control aspects. The data were analyzed using an independent samples t-test with a significance level of 0.05, along with descriptive analysis. The results showed that there was no significant difference in self-control between male and female students, with a significance value of 0.505 (p > 0.05). Descriptively, male students had a slightly higher mean score than female students; however, the difference was not statistically significant. Therefore, gender does not influence the level of students’ self-control. This study suggests that future research should consider other factors such as family environment, education, and counseling interventions in influencing self-control. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kontrol diri berdasarkan jenis kelamin pada siswa SMA Negeri 10 Palembang. Kontrol diri merupakan kemampuan individu dalam mengatur perilaku, emosi, dan pengambilan keputusan sesuai dengan norma yang berlaku, yang berperan penting dalam perkembangan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 63 siswa yang terdiri dari 28 laki-laki dan 35 perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kontrol diri berbasis skala Likert yang mencakup aspek kontrol perilaku, kontrol kognitif, dan kontrol keputusan. Data dianalisis menggunakan uji independent samples t-test dengan taraf signifikansi 0,05 serta analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kontrol diri siswa laki-laki dan perempuan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,505 (p > 0,05). Secara deskriptif, rata-rata kontrol diri siswa laki-laki sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan, namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik. Dengan demikian, jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap tingkat kontrol diri siswa. Penelitian ini menyarankan agar penelitian selanjutnya mempertimbangkan faktor lain seperti lingkungan keluarga, pendidikan, dan intervensi bimbingan konseling dalam memengaruhi kontrol diri.
Profil Kepercayaan Diri Penyandang Disabilitas Tunarungu Di Kota Palembang Aisyah; Khadijah Lubis
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 7 No 1 (2026): Volume 7 Nomor 1: Mei 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v7i1.4803

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek psikologis yang penting dalam perkembangan individu, karena berpengaruh terhadap kemampuan dalam berinteraksi sosial, mengikuti proses pembelajaran, serta mengembangkan potensi diri. Pada siswa tunarungu, keterbatasan dalam komunikasi dapat menjadi hambatan yang memengaruhi pembentukan kepercayaan diri, sehingga mereka cenderung mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri dan berpartisipasi secara aktif di lingkungan sosial maupun akademik. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana gambaran kepercayaan diri siswa tunarungu agar dapat diberikan dukungan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kepercayaan diri siswa tunarungu di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 siswa tunarungu yang diambil dengan teknik stratified sampling. Instrumen penelitian berupa angket kepercayaan diri yang disusun berdasarkan aspek kepercayaan diri menurut Lauster, yaitu keyakinan terhadap kemampuan diri, optimis, objektif, tanggung jawab, serta rasional dan realistis, dengan uji validitas menggunakan korelasi Pearson Product Moment (r hitung > r tabel = 0,361) dan uji reliabilitas dengan Cronbach's Alpha menghasilkan nilai 0,805, yang menandakan instrumen sangat reliabel. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dengan perhitungan persentase dan kategorisasi berdasarkan nilai mean dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri siswa tunarungu di Kota Palembang berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 61,25%, kategori tinggi sebesar 21,25%, dan kategori rendah sebesar 17,50%. Berdasarkan aspek yang diukur, seluruh aspek kepercayaan diri juga berada pada kategori sedang, dengan aspek rasional dan realistis memiliki persentase tertinggi sebesar 71,25%, sedangkan aspek keyakinan terhadap kemampuan diri memiliki persentase lebih rendah sebesar 62,50%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepercayaan diri siswa tunarungu di Kota Palembang berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa siswa telah memiliki kepercayaan diri yang cukup baik, namun belum berkembang secara optimal dan masih dipengaruhi oleh situasi tertentu. Oleh karena itu, diperlukan konselor, dukungan dari lingkungan sekolah, keluarga, dan teman sebaya untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa secara lebih optimal.
HUBUNGAN RESILIENSI AKADEMIK DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA AKTIF BERORGANISASI BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS SRIWIJAYA Nabila Ade Putri; Khadijah Lubis
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2026): Vol 9, No 1 Januari 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i1.28822

Abstract

Academic stress is a significant issue among university students, especially those involved in organizational activities due to the dual burden of academic and organizational responsibilities. This study highlights the importance of academic resilience as an adaptive capability to cope with academic stress. Using a quantitative correlational approach, data were gathered through questionnaires distributed to 65 students of the Guidance and Counseling Study Program at Universitas Sriwijaya, selected using proportional stratified random sampling. The results of the Pearson correlation analysis revealed a significant negative relationship between academic resilience and academic stress. Students with higher resilience tend to experience lower levels of academic stress. These findings underline the crucial role of resilience-building in maintaining students’ mental health and academic success under dual pressures.
TINGKAT KEPEDULIAN SOSIAL PESERTA DIDIK DALAM KEGIATAN BELAJAR KELOMPOK: STUDI DESKRIPTIF PADA SISWA SMP X DAN SMA Y DI INDRALAYA Avrila Aura Sayyidhina; Nayma Alia Putri; Indah Permata Sari; Nabila Dwi Putri; Ajeng Chandra Prameswari; Yusuf Hartono; Khadijah Lubis
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13572

Abstract

Developing students’ social awareness in group learning activities is crucial, especially for students at Junior High School X and Senior High School Y who are undergoing social and emotional development. However, there are still students who are not very active in collaborating, do not value their peers’ opinions, and tend to be individualistic in the group learning process. This study aims to describe the level of social awareness among students at Junior High School X and Senior High School Y in Indralaya during group learning activities. The study employed a quantitative approach using a descriptive method. The sample consisted of 60 students, comprising 31 students from Junior High School X and 29 students from Senior High School Y. Sampling was conducted using cluster random sampling. Data were collected through the distribution of a questionnaire using a Likert scale consisting of 35 statements. The research instrument was tested for validity and reliability using IBM SPSS Statistics, yielding a Cronbach’s Alpha of 0.853, indicating that the instrument has high reliability. The data were analyzed using descriptive statistics, including percentage calculations and categorization of scores. The results of the study indicate that the level of social concern among junior high and high school students generally falls into the moderate category. Among students at Junior High School X, the moderate category accounted for 81%, while among high school students, it was 72%. Additionally, students at High School Y had a higher percentage in the high category compared to students at Junior High School X. These findings suggest that students’ social concern still needs to be improved through.
Co-Authors Abdurrahman Abdurrahman Adinda Dwi Cahyani Agung, Naifah Safa Zafira Agustin, Abelia Aisyah Ajeng Chandra Prameswari Ajmalia, Yurida Alfaroji, Muhammad Arif Alrefi Alrefi Alrefi, Alrefi Amanda, Tasa Octavelia Ananta, Syahira Hayu Anisa Siti Nurjanah Anisa Siti Nurjanah Annisa, Salsabila Nur AR, Silvia Avrila Aura Sayyidhina Awaliah, Salsabila Berlian Cahyani Cung, Vinny Daharnis Daharnis Dania Hasanah Dea Kartika Utami Dermawan, Nisrina Sarah Dwi Ramadhani, Salsyadila Dwita, Adel Karen Fahmi, Muh Febiurbaini, Nurmaya Febri Wandha Putra Ferdiansyah, Muhammad Aldy Fitri Kurnia Hafarinto, Bagus Indah Permata Sari Jannah, Anisa Raudhatul Jannah, Anisa Roudhatul Jihan Alisah, Marsha Juniarti Juniarti Khairunnas Rajab Khanafiah, Melly Kunalan Kuriaya Manalu, Daud Alfizar Parulian Marlini, Leny Meidiansyah, Rifki Minarsi, Minarsi Mufatihah, Zahra Mufatihah Muhammad Bagas Putra Pratama Muhammad Luthfi Fauzan Mutiara, Nia Bening Nabila Nabila Ade Putri Nabila Dwi Putri Nadia Nadya, Izzati Nayma Alia Putri Nopa Romadalia, Riski Nova Tri Wulan Wahyu Ningsih Novirson, Rizki Nur Wisma Nurdiani, Aisyah Nurfarida Deliani Nurul Alifah Patrisia, Salsabila Pinesya, Arisca Pratama, Nanda Putra Puriani, Risma Anita Puspa Sari, Puspa Putri Nabila, Annisa Putri Putri, Putri Putri Rahmawati Putri, Mariyana Eka Putri, Nimas Dahlia Rahmania, Yuliana Ramadhan Ramadhan Ramadhan Ramadhan Rani Mega Putri Ratna Sari Dewi Ria Hayati, Ria Rika Kurniawati Rozzaqyah, Fadhlina Silfia Hanani Suci Dinaria Sucipto, Sigit Dwi Suryani, Yuni Dwi Syawaluddin Syawaluddin Tanjung, Romi Fajar Tastiara Tesa Amilia Putri Tryas Amanda Putri Ully Arta Silitonga Umardi, Qarsela Tiara Wisma, Nur Yesi Amelinda Yosef Yosef Yusuf Hartono