p-Index From 2021 - 2026
15.177
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS HUBUNGAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN DBD DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS WASUPONDA Khairani, Nurul Fitri; Adam, Arlin; Sanuddin, Sudirman; Zamli, Zamli
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1556

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang di tularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, terutama Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Nyamuk ini cepat berkembang dan menyebabkan hampir 390 juta orang terinfeksi setiap tahunnya. Demam berdarah dengue memiliki gejala serupa dengan demam dengue namun demam berdarah dengue memiliki gejala lain seperti nyeri ulu hati terus menerus, pendarahan pada hidung, mulut, gusi, dan ada memar pada kulit vektor. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku terhadap kejadian DBD. Metode: penelitian ini menggunakan metode cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di wilayah kerja UPTD puskesmas wasuponda yang positif DBD dan yang tidak DBD total yang berjumlah 63 orang, Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan komputer program statistik (SPSS). Hasil: Analisis univariat mencari distribusi frekuensi, analisis bivariat didapatkan tidak ada hubungan pengetahuan dengan kejadian DBD (p=,265), selanjutnya tidak ada hubungan sikap dengan kejadian DBD (p=,056). Selanjutnya ada hubungan tindakan dengan kejadian DBD (p=,000). Kesimpulan: tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kejadian DBD, selanjutnya ada hubungan antara tindakan dengan kejadian DBD.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DI PUSKESMAS SULI KABUPATEN LUWU Radiansyah; Adam, Arlin; Sainuddin, Sudirman; Zamli
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 3 No. 1 (2024): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/fqkmwa80

Abstract

Implementasi program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dalam meningkatkan Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA) selama ini masih jauh dari harapan yang berdampak pada angka kematian ibu dan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi Implementasi Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA) Di Puskesmas Suli Kabupaten Luwu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan diambil dengan teknik snowball sampling dengan informan sebanyak 4 orang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, observasi. Teknik analisa data kualitatif menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verification. Uji keabsahan data dimana peneliti menggunakan trianggulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa komunikasi Bantuan Program Operasional Kesehatan (BOK) dalam meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak dimana petugas membuat rancangan program terlebih dahulu dan fokus terhadap materi yang akan disampaikan kepada masyarakat dan menggunakan media seperti flip chart, LCD, sebaran kertas. Sumber daya pendukung dimana petugas yang kompeten di bidang kesehatan ibu dan anak dan didukung dengan tokoh masyarakat sebagai cara untuk mempermudah berkomunikasi dengan masyarakat. Sikap petugas merasa senang menerima insentif dan semakin rajin untuk mengemban tugasnya untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak dan yang berhak menerima dana insentif adalah petugas kesehatan yang terlibat dalam kegiatan BOK. Struktur birokrasi sudah memiliki dasar yang kuat dalam hal kegiatan BOK, sedangkan fungsi antar instansi dengan puskesmas ibu sudah sesuai dalam hal peningkatan kesehatan ibu dan anak. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa implementasi program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang tepat maka dapat dalam meningkatkan Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA).
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PADA ANAK YANG MENGALAMI STUNTING Raya Senolinggi, Theresia; Alim, Andi; Zamli
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 3 No. 1 (2024): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/2r6n3871

Abstract

Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan kesehatan yang pada dasarnya adalah bagian yang taj terpisahkan dari pembangunan nasional secara keseliruhan. Anak balita, anak usia sekolah, dan ibu hamil merupakan kelompok rawan gizi yang sangat perlu mendapat perhatian khusus karena dampak negatif yang ditimbulkan apabila menderita kekurangan gizi salah satunya adalah stunting yang merupakan ganguan pertumbuhan anak secara linier akibat adannya kekurangan asupan zat gizi secara kronis. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian lapangan, pendekatan deskriptif dan dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Infomran terdiri dari 2 Orang yang merupakan Kepala Bidang kesehatan masyarakat dan juga seorang Nutrisionist yang merupakan pemegang program Gizi di salah satu puskesmas tertinggi stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan sasaran, sosialisasi, tujuan dan juga pemantauan saling berkaitan di dalam pelaksanaan program pemberian makanan ini. Berdasarkan hasil yang diperoleh, ditemukan tidak adanya kesesuaian dengan tujuan utama program, yang muncul karena berbagai faktor, diantaranya Pola Asuh, PHBS, jarak tempuh yang cukup jauh saat pengambilan PMT, jangka waktu program yang cukup lama, serta biaya yang dikeluarkan untu transportasi ke tempat tujuan. Adapun saran dari peneliti adalah sebagai berikut: Anggaran untuk penanganan stunting sebisa mungkin semakin di tingkatkan, mengingat jumlah stunting yang terus bertambah. Petugas gizi semakin giat dalam melaakukan penyuluhan-penyuluhan stunting. Pemerintah lebih memfokuskan perhatian terhadap anak yang bermasalah dalam status gizinya.
PENYEBARLUASAN INFORMASI KESEHATAN (PENYULUHAN) DENGAN MEMBERDAYAKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG ADA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BASAAN TAHUN 2025 Saputri Stiawati; Zamli
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v1i2.1178

Abstract

Kesehatan masyarakat adalah elemen krusial dalam pembangunan suatu bangsa yang memerlukan perhatian yang mendalam, terutama di daerah dengan akses informasi kesehatan yang minim. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat di area kerja UPTD Puskesmas Basaan melalui penyuluhan kesehatan yang melibatkan pemberdayaan sumber daya manusia lokal. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan dilakukan secara partisipatif, dengan melibatkan remaja, kader kesehatan, dan petugas kantin gereja sebagai agen penyuluh yang telah mendapatkan pelatihan sebelumnya. Penyuluhan dilaksanakan di berbagai lokasi strategis seperti posyandu remaja dan tempat umum, dengan materi yang mencakup bahaya pergaulan bebas, rabies, dan demam berdarah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai isu kesehatan, partisipasi aktif dari warga, serta terbentuknya jaringan relawan penyuluh lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat promosi dan pencegahan kesehatan di tingkat komunitas. Program ini diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Optimalisasi Peran Kader KB Dalam Edukasi KB Pascasalin Asdewi Asdewi; Zamli Zamli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2731

Abstract

Latar Belakang: Keluarga Berencana (KB) pascasalin berperan penting dalam menurunkan angka kehamilan yang tidak direncanakan serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Di Kabupaten Banggai Laut, cakupan kontrasepsi pascasalin masih rendah akibat keterbatasan pengetahuan ibu dan rendahnya kompetensi kader dalam memberikan edukasi. Tujuan: Meningkatkan kapasitas kader KB dalam memberikan penyuluhan kontrasepsi pascasalin serta memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 20–22 Juli 2025 di Kecamatan Banggai, melibatkan 25 kader KB, 5 penyuluh lapangan (PKB/PLKB), 20 ibu anak usia dini, dan 4 ibu pascasalin. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan kader, penyuluhan komunitas, dan edukasi interpersonal di ruang nifas dengan pendekatan edukatif-partisipatif serta pendampingan lapangan. Hasil: Pengetahuan kader tentang KB pascasalin meningkat dari 28% menjadi 92%, sedangkan kemampuan menjelaskan jenis kontrasepsi meningkat dari 24% menjadi 88%. Edukasi kepada ibu sasaran meningkatkan pemahaman mereka dari 30% menjadi 85%. Pembahasan: Peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader menunjukkan efektivitas pelatihan berbasis komunitas yang disertai pendampingan intensif. Kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antara kader, institusi kesehatan, dan perguruan tinggi dalam mendukung program nasional KB pascasalin. Kesimpulan: Pelatihan komunitas dan pendampingan intensif terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kader dan kesadaran masyarakat mengenai kontrasepsi pascasalin, serta dapat menjadi model intervensi yang direplikasi di wilayah lain.
Analisis health belief model dalam keputusan penggunaan pengobatan komplementer dan alternatif pada pasien kanker payudara: A systematic literature review Obert, Hendra Augustian; Zamli, Zamli
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.2050

Abstract

Background: The high prevalence of breast cancer and the complexity of side effects of conventional treatments have led many patients to turn to complementary and alternative medicine. This decision is often influenced by cultural factors, myths, and complex health perceptions. Purpose: To analyze the health belief model in decision-making regarding the use of complementary and alternative medicine in breast cancer patients. Method: This systematic literature review followed the Public Reviews and Meta-Analyses Extension (PRISMA) guidelines for 22 selected articles from 2014–2025. Data were analyzed using narrative synthesis based on the constructs of the health belief model. Results: The study findings indicate that perceived barriers to medical care are dominated by fear of mastectomy and the myth that surgery worsens cancer. In contrast, the perceived benefits of complementary and alternative medicine are high because they are perceived as natural, safe, and proven to improve quality of life. Family cues to action are a key determinant of treatment decisions. Furthermore, modifying factors such as disease duration significantly contribute to medical fatigue, which encourages the use of complementary and alternative medicine. Conclusion: The health belief model effectively explains the shift in patient behavior toward alternative medicine. Integration of cultural approaches and effective communication in oncology services is necessary to bridge the perception gap between patients and medical personnel.   Keywords: Breast Cancer; Complementary Medicine; Health Belief Model.   Pendahuluan: Tingginya prevalensi kanker payudara dan kompleksitas efek samping pengobatan konvensional mendorong banyak pasien beralih ke pengobatan komplementer dan complementary and alternative medicine. Keputusan ini sering dipengaruhi oleh faktor budaya, mitos, dan persepsi kesehatan yang kompleks. Tujuan: Untuk menganalisis health belief model dalam keputusan penggunaan pengobatan komplementer dan alternatif pada pasien kanker payudara. Metode: Penelitian systematic literature review mengikuti pedoman reviews and meta-analyses extension (PRISMA) terhadap 22 artikel terpilih periode 2014–2025. Data dianalisis menggunakan sintesis naratif berdasarkan konstruksi health belief model. Hasil: Temuan dalam penelitian ini menunjukkan, bahwa perceived barriers terhadap medis didominasi oleh ketakutan akan mastektomi dan mitos bahwa operasi memperburuk kanker. Sebaliknya, perceived benefits terhadap complementary and alternative medicine tinggi karena dianggap alami, aman, dan terbukti meningkatkan kualitas hidup. Cues to action dari keluarga menjadi penentu utama keputusan berobat. Selain itu, modifying factors berupa lamanya menderita penyakit secara signifikan memicu kejenuhan medis yang mendorong penggunaan complementary and alternative medicine. Simpulan: Health belief model efektif menjelaskan pergeseran perilaku pasien ke pengobatan alternatif. Diperlukan integrasi pendekatan budaya dan komunikasi efektif dalam layanan onkologi untuk menjembatani kesenjangan persepsi antara pasien dan tenaga medis.   Kata Kunci: Health Belief Model; Kanker Payudara; Pengobatan Komplementer.
Analisis hambatan perilaku pencegahan gangguan pendengaran nelayan pesisir: Sebuah tinjauan sistematis dan sintesis kritis Hanis, Iin Fatimah; Zamli, Zamli
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.2051

Abstract

Backgoround: Behavioral barriers to hearing loss prevention among coastal fishers in Palopo are an increasingly pressing issue requiring a systematic review due to the high occupational noise exposure experienced by this group and its long-term consequences on hearing health, occupational safety, and quality of life. Various studies have shown that fishers and maritime industry workers are at high risk of developing noise-induced hearing loss (NIHL) due to exposure to high-intensity and repeated noise from ship engines, fishing gear, and the challenging acoustic dynamics of the maritime work environment. Purpose: To identify and synthesize behavioral barriers to hearing loss prevention among coastal fishers. Method: This study was designed as a systematic review with critical synthesis that integrates cross-study findings on risk perceptions, behavioral barriers, and hearing loss prevention efforts among coastal fishers, following the study selection and analysis framework described in the available references. The research design followed a query transformation stage that formulated the primary research focus into several search questions, such as noise risk perceptions, factors influencing prevention behavior, barriers to hearing protection use, and the success and limitations of educational interventions. Results: Low risk perception, discomfort of protective equipment, unsupportive social norms, and limited organizational structures are key factors hindering preventive behavior. Furthermore, educational interventions reportedly increase knowledge but do not always directly influence behavioral change without adequate tools and policies. Conclusion: This study confirms that preventing hearing loss among fishers requires a multidimensional approach encompassing individual, social, cultural, and organizational factors. This research makes an important contribution to broadening our understanding of the dynamics of preventive behavior in the context of maritime communities and provides a basis for developing more effective and contextualized hearing protection interventions and policies.   Keywords: Fishermen; Hearing Loss; Preventive Behavior.   Pendahuluan: Hambatan perilaku pencegahan gangguan pendengaran pada nelayan pesisir Palopo merupakan isu yang semakin mendesak untuk ditelaah secara sistematis karena tingginya paparan kebisingan kerja yang dialami kelompok ini dan konsekuensi jangka panjang yang ditimbulkannya terhadap kesehatan pendengaran, keselamatan kerja, serta kualitas hidup. Berbagai studi telah menunjukkan, bahwa nelayan dan pekerja industri maritim berada pada risiko signifikan untuk mengalami noise-induced hearing loss (NIHL) akibat paparan kebisingan intensitas tinggi dan berulang dari mesin perahu, alat tangkap, dan lingkungan kerja laut yang dinamika akustiknya sangat menantang. Tujuan: Untuk mengidentifikasi dan mensintesis hambatan perilaku pencegahan gangguan pendengaran pada nelayan pesisir. Metode: Penelitian ini dirancang sebagai tinjauan sistematis dengan sintesis kritis yang mengintegrasikan temuan lintas studi mengenai persepsi risiko, hambatan perilaku, dan upaya pencegahan gangguan pendengaran pada nelayan pesisir, sesuai kerangka seleksi dan analisis studi yang telah dijelaskan dalam referensi yang tersedia. Desain penelitian ini mengikuti tahapan transformasi kueri yang memformulasikan fokus utama penelitian menjadi beberapa pertanyaan pencarian, seperti persepsi risiko terhadap kebisingan, faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan, hambatan penggunaan alat pelindung pendengaran, serta keberhasilan dan keterbatasan intervensi pendidikan. Hasil: Persepsi risiko yang rendah, ketidaknyamanan alat pelindung, norma sosial yang tidak mendukung, serta keterbatasan struktur organisasi menjadi faktor utama yang menghambat perilaku pencegahan. Selain itu, intervensi pendidikan dilaporkan meningkatkan pengetahuan tetapi tidak selalu berpengaruh langsung terhadap perubahan perilaku tanpa dukungan alat dan kebijakan yang memadai. Simpulan: Penelitian menegaskan bahwa pencegahan gangguan pendengaran pada nelayan memerlukan pendekatan multidimensional yang mencakup faktor individual, sosial, budaya, dan organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperluas pemahaman mengenai dinamika perilaku pencegahan dalam konteks komunitas maritim serta menyediakan dasar bagi pengembangan intervensi dan kebijakan perlindungan pendengaran yang lebih efektif dan kontekstual.   Kata Kunci: Gangguan Pendengaran; Nelayan; Perilaku Pencegahan.
Pemanfaatan nilai kearifan lokal siri’ na pesse’ dalam pencegahan stigma remaja ODHIV: A systematic literature review Jamil, Bidasari; Zamli, Zamli
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.2077

Abstract

Background: Stigma against adolescents living with Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a multidimensional problem that significantly impacts mental health, social relationships, and treatment adherence. This stigma is formed through a social construction process influenced by cultural values ​​of honor and shame, and reinforced by the dynamics of interactions on social media. Purpose: To review various literature on the use of local wisdom values ​​(siri' na pesse') in preventing stigma among adolescents living with HIV. Method: A systematic literature review (SLR) of national and international journal articles was conducted based on topic suitability, use of a theoretical framework, cultural relevance, and validity of the DOI. The data extraction process was conducted using a matrix that included study characteristics, research methods, theoretical foundations, forms of stigma, the role of cultural values, types of interventions, and their relevance to local wisdom values. Results: People living with HIV experience stigma in the form of internalized, embodied, perceived, and anticipated stigma. This stigma contributes to mental health disorders, decreased social relationships, and non-adherence to treatment. Cultural values ​​regarding honor and shame, as well as the use of social media, play a role in shaping and reproducing stigma across various communities. Identified interventions include family-based, school-based, community-based, culture-based, and digital approaches. Conclusion: The findings of this study provide a conceptual foundation for developing an intervention model to prevent stigma against people living with HIV (PLHIV) based on Siri' na Pesse' cultural values, specifically in the local context of Palopo City. Suggestion: Longitudinal studies are needed to evaluate the effectiveness of culture-based interventions in reducing long-term stigma. Future research should also explore the perspectives of health workers and teachers as key actors in shaping adolescent social norms.   Keywords: Adolescents; Local Wisdom Values; People Living with Human Immunodeficiency Virus (PLHIV).   Pendahuluan: Stigma terhadap remaja Orang Dengan Human Immunodeficiency Virus (ODHIV) merupakan permasalahan multidimensional yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental, relasi sosial, serta kepatuhan pengobatan. Stigma tersebut terbentuk melalui proses konstruksi sosial yang dipengaruhi oleh nilai budaya kehormatan dan rasa malu, serta diperkuat oleh dinamika interaksi di media sosial. Tujuan: Untuk mengkaji berbagai literatur tentang pemanfaatan nilai kearifan lokal siri’ na pesse’ dalam pencegahan stigma remaja ODHIV. Metode: Penelitian systematic literature review (SLR) terhadap artikel jurnal nasional dan internasional yang diseleksi berdasarkan kesesuaian topik, penggunaan kerangka teori, relevansi budaya, serta validitas DOI. Proses ekstraksi data dilakukan menggunakan matriks yang mencakup karakteristik studi, metode penelitian, landasan teori, bentuk stigma, peran nilai budaya, jenis intervensi, dan relevansinya dengan nilai kearifan lokal. Hasil: Menunjukkan bahwa ODHIV mengalami stigma dalam bentuk internal, enacted, perceived, dan anticipated stigma. Stigma tersebut berkontribusi terhadap gangguan kesehatan mental, penurunan kualitas hubungan sosial, serta ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Nilai budaya kehormatan dan rasa malu, serta penggunaan media sosial, berperan dalam membentuk dan mereproduksi stigma dalam berbagai komunitas. Intervensi yang diidentifikasi meliputi pendekatan berbasis keluarga, sekolah, komunitas, budaya, dan digital. Simpulan: Temuan penelitian ini memberikan landasan konseptual bagi pengembangan model intervensi pencegahan stigma ODHIV berbasis nilai budaya Siri’ na Pesse’, khususnya dalam konteks lokal Kota Palopo. Saran: Diperlukan studi longitudinal untuk mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis budaya dalam mengurangi stigma jangka panjang. Penelitian selanjutnya juga perlu menggali perspektif tenaga kesehatan dan guru sebagai aktor penting dalam membentuk norma sosial remaja.   Kata Kunci: Nilai Kearifan Lokal; Orang Dengan Human Immunodeficiency Virus (ODHIV); Remaja.
Analisis Pelaksanaan Program Kesehatan Ibu dan Anak di Kota Tomohon Hitler Benny Hendrik Purba; Andi Alim; Zamli Zamli; Ekafadly Yusuf
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.16709

Abstract

ABSTRACT The success of the implementation of the maternal and child health program is assessed based on the main indicators, namely the maternal mortality rate, infant mortality rate, and neonatal mortality rate. Based on the 2020 Population Census, the Maternal Mortality Rate in Indonesia is 189 per 100,000 live births, the Infant Mortality Rate is 17 per 1,000 live births, and the Neonatal Mortality Rate is 11.7 per 1,000 live births. The purpose of this research is to obtain in-depth information about the implementation of the maternal and child health program in Tomohon City. The research method is observational with a qualitative design, with data collection conducted using in-depth interview techniques and document observation. The research results show that in maternal health services, there are still activities that have not been recorded and reported in the recording and reporting documents according to the guidelines at the health office and health centers due to the absence of a reporting format and achievement targets. Keywords: Analysis, Of Maternal and Child Health, Programs  ABSTRAK Keberhasilan pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak dinilai dari indikator utama yaitu angka kematian ibu, angka kematian bayi dan angka kematian neonatal. Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2020 Angka Kematian Ibu di Indonesia adalah 189 per 100.000 kelahiran hidup, Angka Kematian Bayi sebesar 17 per 1.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Neonatal sebesar 11,7 per 1.000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi secara mendalam tentang pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak di Kota Tomohon. Metode penelitian adalah observasional dengan desain kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan dengan teknik indepth interview (wawancara mendalam) dan observasi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelayanan kesehatan ibu hamil masih terdapat kegiatan yang belum tercatat dan terlapor dalam dokumen pencatatan dan pelaporan sesuai pedoman di dinas kesehatan dan puskesmas karena belum adanya format laporan dan target capaian. Kata Kunci: Analisis, Program Kesehatan, Ibu dan Anak
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Pencegahan Covid-19 pada Siswa SMAN 7 Luwu Timur Tahun 2021: Relationship between Knowledge and Attitude with Covid-19 Prevention Measures for Students of SMAN 7 East Luwu in 2021 Nilawati Uly; Resty Ryadinency; Izhak; Zamli; Sinta Hikma
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2683

Abstract

Latar Belakang: Virus corona atau covid-19 muncul pertama kali di Wuhan 2019 yang merupakan ibu kota Provinsi Hubei, China. Virus corona diidentifikasi memiliki homolog dengan Middle East Respiratory Syndrome (MERSCoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) Tindakan pencegahan dan mitigasi merupakan kunci penerapan di pelayanan kesehatan dan masyarakat Pengetahuan tentang pencegahan penyakit covid-19 merupakan hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan peningkatan jumlah kasus penyakit covid-19 yang terlalu cepat. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan covid-19 pada siswa SMAN 7 Luwu Timur tahun 2021. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SMAN 7 Luwu Timur tahun 2021. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengunakan rumus lemeshow dengan teknik stratified proportional sampling, didapatkan 163 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan computer program Microsoft Exel dan program statistik SPSS versi 20. Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi freskuensi, analisis bivariat dengan uji Chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan tindakan pencegahan covid-19 (p=,003) dan hubungan sikap dengan tindakan pencegahan covid-19 (p=,019). Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan covid-19 pada siswa SMAN 7 Luwu Timur tahun 2021
Co-Authors A. Rizki Amelia ABDUL MANAF Abdul Rahman Achmad R. Muttaqien Al-Maidin Adestia Dahlan Agus, Rezki Aprianti Agussalim , Agussalim Ahmad.R.Mutaqqien Almaidin Al Maidin, Achmad R Muttaqien Al-Maidin, Achmad R.Mutaqien Allo, Yety Bato Payung Andi Alim, Andi Arikalang, Aprillya Arlin Adam, Arlin Arman Arman Arni Arni Asdewi Asdewi Asmita, Ita Asmuliati, Diana Awatiful Azza Azniah Syam B, Sudirman Bahsoan , Salma Blisartama, Sarniaty Chandra M, Freddy Chandra, Freddy Danduru, Darmayadi Dewi, Resky Karnita Dwiana, Ester Ekafadly Jusuf Ekafadly Yusuf ekawati, ris Endiyonarsi, Endiyonarsi Endriaty, Endriaty Ernawati Ernawati Ernita Eva, Nur Fadli, Fadli fatimah Fatimah Fatmawati, Fatmawati Ferida Battiling Firawati Firawati Fitrahningsih, Fitrahningsih Haddase, Hasriadi Hafsah Hafsah Hanafi, Sitti Hamsiar Handayani, Anna Hanis, Iin Fatimah Hasriana Hasriana, Hasriana Herman Febrianus Langkamuda Hikma, Nurul Hitler Benny Hendrik Purba Ilyas, Muh Ilyas, Muh. Imelda Naolin Indra Dewi Ishaq Iskandar Iskandar, Ishaq Iskandar, Muhammad Ishaq Islami, Rifka Augina Isna Arista Izhak Jamil, Bidasari Jumriani, Jumriani Justiani, Justiani Kaderia, Husmil Kala, Hesriana Kandou, Fricilia M W Kartono, Faradhillah Kartono Kasman Kasman Kaunang, Diane Rineke Khairani, Nurul Fitri Kowaas, Intan Novita Laise, Sri Miniarti ledia, Ida Leida, Ida Lewa, Eka Dharmawati Londok, Inggrit Fredrika Vira M. Ishaq Iskandar Ma'rufi, Ma'rufi Maidin, Achmad R. Muttaqien Al Makbul, Sulastri Maqfirah Maqfirah, Maqfirah mariyati mariyati Marni Marni Maya Rante Allo Ma’rufi Ma’rufi, Ma’rufi Meilani Meilani, Meilani Menga, Maria Kurni Minggu , Irvan Susyanto Montolalu, Freddy Chandra Muhamad Nor Mudhofar Muhammad Azwar Muhammad Ilyas Muliati Muliati, Muliati Napitu, Dewi Rosmaida Natsir, Nursanita Nethanelia Pokko, Jenny Nggekan , Desmon A Ningrum, Sri Hutami Ayu Nirmala Wardhani Muhajji Nopianto Nopianto Nordianiwati, Nordianiwati Nurdin Nurdin Nurhasibah, Nurhasibah Nurma Nurrahmat Nurrahmat Nuruniyah Nuruniyah Obert, Hendra Augustian Onim, Florence Pakasi, Ainy Meiril Palando, Lisa Sulistiana Daeng Palungan, Dwi Jusrini Pasapan , Yasri Pasaribu, Handara Graha Poluan , Lodewyk Norman Nover Poluan , Octavia Lady Ollyvia Purnama, Sarti Widya Putri, Putu Chrisdayanti Suada Qamarya, Nurul Radiansyah Radjana, Wa Ode Hasriani Rahma Ayu Kinanti Rahmah, Lestari Rahmawati , Rahmawati Ramisa, Ramisa Raya Senolinggi, Theresia Resky, Nurhayati Resty Ryadinency Reza Wahyu Dwiansyah Ririn Idayanti Ritmala Roja, Vionni Winich Sensia Rosita Rosita Rosnida, Rosnida Rosyida, Muslihatin Khuril Rotasouw, Aswad ruf, Ma’ rufi, Ma’ Ruhwandi, Ruhwandi Rusmini Kinas Sabrina, Riska Saenuddin, Saenuddin Sainuddin, Sudirman Salkamal, Salkamal Sanuddin, Sudirman Saputri Stiawati Satriani Satriani Seriyanti, Seriyanti Sinta Hikma Sirenden, Intan Solombuku, Deslince Sosiawan, Insan Stevi Yanti Nopita Sari Sudirman Sudirman Sudirman Sanuddin Suhardin, Mien Asrha Sukma, Novian Tri Sukmawati Sukmawati SULISTIYANI SULISTIYANI Sumbung, Agustina Sumolang, Suzana Martini Sunandi, Irwan Suwandi N Syahruni Mursaha Syam, Asriah Syamsuddin -, Syamsuddin Taroreh, Inggritd Tenge, Warni Tevri, Paula Tonglo, Ruhama Utami Uli, Nilawaty Uly, Nilawati uly, Nilawaty Uzair, Uzair Viranti, Viranti Walewangko, Alfriando Wongkar, Ersian Rani Gratia Wulandari, Alda Yaenuri, Petrus Yeltiani Sombolinggi Yenni . Yuliana Yulce Howay Yusniati Yusniati Yusuf, Ekafadly zainuddin, sudirman