p-Index From 2021 - 2026
12.11
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Publikasi Pendidikan Edutech: Jurnal Teknologi Pendidikan Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Record and Library Journal Edulib JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Jurnal Penelitian Pendidikan Publication Library and Information Science Produktif : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknologi Informasi DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi PEDAGOGIA JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Mimbar Ilmu Jurnal EDUTECH Undiksha Journal on Education Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Jurnal Pembelajaran Inovatif Info Bibliotheca: Jurnal perpustakaan dan ilmu Informasi Al-Mudarris : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Unilib: Jurnal Perpustakaan Informatio: Journal of Library and Information Science Literatify : Trends in Library Development LibTech : Library and Information Science Journal TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Al-Ma`mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Tadwin: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini Hipkin Journal of Educational Research Akademika Jurnal Teknologi Pendidikan BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Lembaran Ilmu Kependidikan Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Al Maktabah Jurnal kajian Ilmu dan Perpustakaan Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) DEDIKASI: Community Service Reports Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Curricula: Journal of Curriculum Development Inovasi Kurikulum Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda)
Claim Missing Document
Check
Articles

Developing an interactive folktale-based digital learning application integrating the SQ4R strategy to enhance elementary students’ reading comprehension and narrative writing N. Yuniar Rizki Siti Amalia; Angga Hadiapurwa; Rina Heryani
Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/jasme.v6i3.1427

Abstract

Background: Elementary students frequently encounter difficulties in reading comprehension and narrative writing due to the limited availability of interactive digital learning resources that integrate structured literacy strategies with culturally relevant content. Aims: This study aimed to develop an interactive folktale-based digital learning application integrating the SQ4R (Survey, Question, Read, Recite, Record, and Review) strategy and to evaluate its feasibility and effectiveness in enhancing fourth-grade students’ reading comprehension and narrative writing. Method: A Design and Development approach employing the ADDIE model was adopted. The application was implemented with fourth-grade students from five elementary schools in Sumedang Regency, Indonesia, through one limited trial and four broader field trials. Data were collected using expert validation sheets, reading comprehension and narrative writing tests, and teacher and student response questionnaires. Data were analyzed using the Shapiro–Wilk test, paired-sample t-test or Wilcoxon signed-rank test, and normalized gain (N-Gain). Results: The application achieved a very feasible rating across the material, language, and media aspects. Reading comprehension demonstrated moderate improvement with N-Gain values ranging from 0.51 to 0.55, while narrative writing achieved N-Gain values between 0.48 and 0.55. Significant improvements (p < 0.001) were consistently observed across all participating schools. In addition, both teachers and students provided highly positive evaluations regarding the usability, attractiveness, and instructional value of the application. Conclusion: The developed application provides an effective technology-enhanced literacy learning environment by integrating local folktales with the SQ4R strategy to simultaneously improve reading comprehension and narrative writing. These findings demonstrate the potential of culturally responsive digital learning to support meaningful and integrated literacy instruction in elementary education.
Analysis effectiveness of online learning during the COVID-19 pandemic Yudis Ghifari; Diva Aulia Amanda; Angga Hadiapurwa
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 1 No. 2 (2022): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v1i2.48796

Abstract

The COVID-19 pandemic has forced all countries to implement distance learning and distance restrictions to break the chain of transmission. This article researches the effectiveness of online learning during the Covid-19 pandemic and its impact on student's ability to participate in learning. The research was conducted using a survey method with a quantitative approach. The subjects of this study were active students of the Education Technology study program at the Indonesian Education University class of 2018-2020. The survey data was analyzed by measuring the variables determined using numbers and then analyzed with the applicable statistical procedures. The results showed that online learning was considered less effective because the learning materials were not delivered properly to students. This causes students not to understand the task at hand. Another point that shows the ineffectiveness of online learning is that many issues occur during online learning sessions, for example, internet connection issues, limited interaction, lack of literacy skills, and lack of motivation and productivity of students in its implementation. The level of effectiveness of online learning still can increase if the issues that occur are minimized. Student learning motivation needs to be improved so that the effectiveness of online learning can also increase.   Abstrak Adanya pandemi COVID-19 memaksa seluruh negara untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dan harus melakukan pembatasan jarak agar memutus rantai penyebaran. Artikel ini bertujuan untuk meneliti keefektifan pembelajaran daring yang dilakukan pada masa pandemi COVID-19 dan dampaknya terhadap kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa aktif program studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia angkatan tahun 2018-2020. Analisis data survei yang diperoleh dilakukan dengan cara mengukur variabel yang telah ditentukan menggunakan angka untuk kemudian dianalisis dengan prosedur statistik yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran daring dinilai kurang efektif karena materi pembelajaran tidak tersampaikan dengan baik terhadap peserta didik. Hal ini menyebabkan peserta didik kurang paham dengan tugas yang dimiliki. Hal lain yang menunjukan ketidak efektifan pembelajaran daring adalah banyaknya hambatan saat pembelajaran daring, misalnya gangguan koneksi, keterbatasan interaksi, kurangnya kemampuan literasi, serta kurangnya motivasi dan produktivitas peserta didik dalam pelaksanaannya. Tingkat keefektifan pembelajaran daring masih memiliki kemungkinan untuk mengalami peningkatan jika kendala yang terjadi dapat diminimalisasi. Motivasi belajar mahasiswa perlu ditingkatkan agar efektivitas pembelajaran daring juga dapat meningkat. Kata Kunci: Efektivitas pembelajaran; pandemi COVID-19; pembelajaran daring 
Merdeka Belajar Kampus Mengajar (MBKM) curriculum evaluation Referen Piliano; Rosa Choerunnisa; Muhammad Sultan Alvaro; Shalita Aura Pranadinata; Angga Hadiapurwa; Ridha Pratama Rusli
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 2 No. 1 (2023): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v2i1.52033

Abstract

Curriculum evaluation is an essential aspect in assessing the application of the curriculum in learning, with the development of the MBKM curriculum making learning changes in every tertiary institution. So, it is necessary to have a study related to evaluating the MBKM curriculum. The purpose of this research is to be able to examine the impacts and problems found in the MBKM curriculum. The approach used is qualitative with library study data collection. This study's results show that a positive and good response is received in evaluating the MBKM curriculum. MBKM is considered to be able to develop students' abilities. One of the developing abilities is the self-quality possessed by students. Even so, there are still some things that need to be improved. So far, the problem is that evaluations are mainly carried out summatively. For this reason, it is hoped that there will be improvements related to the MBKM curriculum and assessments using both summative and formative methods because they complement each other.   Abstrak Evaluasi kurikulum menjadi salah satu aspek penting dalam menilai penerapan kurikulum dalam pembelajaran, dengan perkembangan kurikulum MBKM membuat pembelajaran mengalami perubahan di setiap perguruan tinggi. Sehingga diperlukan adanya kajian berkaitan dengan evaluasi kurikulum MBKM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengkaji dampak serta permasalahan yang ditemukan pada kurikulum MBKM. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam evaluasi kurikulum MBKM mendapatkan respon yang positif serta baik. MBKM dinilai dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa. Kemampuan yang berkembang juga salah satunya adalah kualitas diri yang dimiliki oleh mahasiswa. Meskipun begitu masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Sejauh ini permasalahan yang dihadapi adalah bahwa evaluasi masih banyak dilaksanakan secara sumatif. Untuk itu ke depannya diharapkan terdapat perbaikan kembali berkaitan dengan kurikulum MBKM serta penilaian dengan menggunakan kedua metode yaitu sumatif dan formatif, karena kedua penilaian tersebut saling melengkapi. Kata Kunci: evaluasi kurikulum; kurikulum; MBKM; Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Optimizing marketing learning evaluation: Gamification with CIPP model at SMKN 1 Bandung Dini Haryanti; Ayuni Hanifatunnisa; Zaki Mubarak; Angga Hadiapurwa
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 2 No. 2 (2023): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v2i2.63765

Abstract

In this digital era, education is experiencing rapid growth, especially in the diversity of evaluations given to students, one of which is through gamification. This article explores optimizing learning evaluation through gamification in the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model in marketing education at SMKN 1 Bandung. The method used is descriptive quantitative research. Data collection is done through questionnaires and interviews. The data sources and subjects in this study are educators in the marketing subject at SMKN 1 Bandung and students majoring in Online Business and Marketing at SMKN 1 Bandung, with the object being the evaluation of marketing learning with the implementation of gamification in the CIPP model. The results of this study indicate that the learning evaluation process with gamification is well-received by students at SMKN 1 Bandung. Applying gamification in learning evaluation using the CIPP model enhances students' learning outcomes and creates a responsive, adaptive, and collaborative learning environment.   Abstrak Di era yang serba digital ini, pendidikan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, khususnya pada bagian evaluasi yang diberikan kepada siswa kini beraneka ragam, yang mana salah satunya adalah melalui gamifikasi. Tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana optimalisasi evaluasi pembelajaran melalui gamifikasi dalam model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dalam pembelajaran pemasaran di SMKN 1 Bandung. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Adapun sumber data sekaligus subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah pendidik pada mata pelajaran pemasaran di SMKN 1 Bandung dan peserta didik jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran di SMKN 1 Bandung dengan objek berupa evaluasi pembelajaran pemasaran dengan penerapan gamifikasi pada model CIPP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Proses evaluasi pembelajaran dengan gamfikasi diterima dengan baik oleh para peserta didik di SMKN 1 Bandung. Penerapan gamifikasi dalam evaluasi pembelajaran dengan model CIPP bukan hanya meningkatkan hasil belajar peserta didik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang responsif, adaptif, dan kolaboratif.   Kata Kunci: CIPP; evaluasi; gamifikasi; pembelajaran pemasaran 
Courses design based on perspective human-centered learning design Taopik Barkah; Asep Herry Hernawan; Angga Hadiapurwa
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 3 No. 2 (2024): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v3i2.66567

Abstract

This article aims to investigate and analyze course design based on a human-centered learning design perspective. In the modern educational era, effective course design requires an approach that understands the needs and characteristics of learners. The design of human-centered learning places learners at the center of the subject, acknowledging their diversity in learning styles, backgrounds, and individual needs. This research was conducted using the scientific literature review method to find data on the flow and recommendation model that can be applied in the development of courses or training with human-centered learning design. The results of this literature review provide insight into the principles of human-centered learning design and provide practical guidance for teachers, curriculum designers, and education practitioners in designing effective and impactful learning experiences. By understanding and applying this approach, it is expected that the development of learning design, both course development, learning materials, modules, and learning media can be more relevant, and interesting, and make a significant contribution to the development of the learning needs of today's students.   Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki dan menganalisis desain kursus berdasarkan perspektif desain pembelajaran yang berpusat pada manusia. Dalam era pendidikan modern, desain kursus yang efektif memerlukan pendekatan yang memahami kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Desain pembelajaran yang berpusat pada manusia menempatkan peserta didik sebagai subjek utama, mengakui keberagaman mereka dalam gaya belajar, latar belakang, dan kebutuhan individual. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kajian literatur ilmiah untuk mencari data mengenai alur dan model rekomendasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan kursus atau pelatihan dengan desain pembelajaran yang berpusat pada manusia. Hasil kajian literatur ini memberikan wawasan tentang prinsip-prinsip desain pembelajaran yang berpusat pada manusia dan memberikan panduan praktis bagi para pengajar, desainer kurikulum, dan praktisi pendidikan dalam merancang pengalaman pembelajaran yang efektif dan berdampak positif. Dengan memahami dan menerapkan pendekatan ini, diharapkan pengembangan desain pembelajaran baik itu pengembangan kursus, bahan ajar materi, modul, dan media pembelajaran agar dapat menjadi lebih relevan, menarik, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan kebutuhan belajar pelajar saat ini. Kata Kunci: berpusat pada manusia; desain berpikir; desain pembelajaran
Analysis challenges and solutions in developing accounting resources for vocational schools Salwa Salsabila; Elva Hanov Rais Satianingsih; Khansa Aulia Syahidah; Angga Hadiapurwa
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.77053

Abstract

Good learning tools will optimally support the implementation of the curriculum to improve education quality and student learning outcomes. Vocational education has an important role in preparing students to enter the workforce, with accounting as one of the key competencies that requires relevant and up-to-date learning tools. However, there are significant challenges in the preparation of learning tools, including the lack of alignment between the curriculum and industry needs and limited resources that result in students feeling less connected to the teaching materials. This study aims to describe the problems and solutions in developing accounting learning tools in vocational schools and their impact on the effectiveness of the student learning process. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques used interviews and observations. The results showed several problems in preparing learning tools, including the lack of training for teachers, which makes it difficult for teachers to adjust, and the lack of supporting infrastructure. Solutions that can be done are developing technology-based learning tools, conducting regular training, discussions, and evaluations.   Abstrak Perangkat pembelajaran yang baik akan mendukung pelaksanaan kurikulum secara optimal untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan capaian pembelajaran peserta didik. Pendidikan kejuruan memiliki peran penting dalam mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja, dengan akuntansi sebagai salah satu kompetensi utama yang membutuhkan perangkat pembelajaran yang relevan dan mutakhir. Namun, terdapat tantangan besar dalam penyusunan perangkat pembelajaran, termasuk kurangnya keselarasan antara kurikulum dan kebutuhan industri, serta keterbatasan sumber daya yang mengakibatkan peserta didik merasa kurang terhubung dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan permasalahan dan solusi dalam menyusun perangkat pembelajaran akuntansi di SMK serta dampaknya pada efektivitas proses belajar peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa permasalahan dalam menyusun perangkat pembelajaran diantaranya kurangnya pelatihan bagi guru sehingga guru sulit menyesuaikan dan kurangnya sarana prasarana yang mendukung. Solusi yang dapat dilakukan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis teknologi, melakukan pelatihan, diskusi, dan evaluasi secara berkala. Kata Kunci: pengembangan kurikulum; perangkat pembelajaran; proses belajar peserta didik
Pemanfaatan big data dalam lingkup pendidikan Ghany Al-Fikri Hergiansa; Shelma Santa Widuri; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol. 17 No. 2 (2020): Inovasi Kurikulum, August 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v17i2.42928

Abstract

The development of technology in the world of education is increasing. One of the technological developments that are often used in the world of education, one of which is Big Data. A librarian named Fremont Rider who came from the United States at Westleyan University in 1944 had estimated that the volume of university collections in the United States would not reach 200 million copies in 2040. In the end, he raised several issues regarding the use of large amounts of data, capacity in storage, and also the need to analyze data. In further developments, namely in 1949 a mathematician from the United States named Claude Shannon. Shannon is known as an information theorist, Shannon has also succeeded in conducting research on items with examples of photographic data and punch cards. The research that has been successfully carried out by Shanon can be seen that the largest item is The Library of Congress which has a size of 100 larger than data bits. Big Data was first mentioned in 1997 by Michael Cox who is a researcher and colleagues in an article entitled Application-controlled demand paging for out-of-core visualization.   Abstrak Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan semakin meningkat. Salah satu perkembangan teknologi yang mulai sering digunakan dalam dunia pendidikan salah satunya adalah Big Data. Seorang pustakawan bernama Fremont Rider yang berasal dari Amerika Serikat tepatnya di Wesleyan University pada tahun 1944 telah memperkirakan bahwa volume koleksi universitas di Amerika Serikat tidak akan mencapai 200 juta kopi pada tahun 2040 mendatang. Pada akhirnya, ia memaparkan beberapa isu tentang penggunaan data yang cukup besar, kapasitas dalam penyimpanan, dan juga kebutuhan untuk menganalisis data. Pada perkembangan selanjutnya, yaitu pada tahun 1949 seorang ahli matematika dari Amerika Serikat bernama Claude Shannon. Shannon diketahui sebagai ahli teori informasi, Shannon juga berhasil melakukan riset terhadap item-item dengan contoh data fotografi dan punch cards. Penelitian yang telah berhasil dilakukan oleh Shannon bisa dilihat adalah sebuah item paling besar yaitu The Library of Congress yang mempunyai ukuran 100 triliun lebih besar dari bit data. Big Data disebutkan kali pertama mulai tahun 1997 oleh Michael Cox yang merupakan peneliti dan rekannya di dalam sebuah artikel berjudul Application-controlled demand paging for out-of-core visualization. Kata kunci: Big Data; Pendidikan; Teknologi
Efektivitas penggunaan kuis interaktif berbasis video conference terhadap pemahaman materi pada mahasiswa Muhammad Raffy Maulana Gumelar; Ghea Putri Dwiyanti; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol. 18 No. 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.36211

Abstract

Penyebaran virus Covid-19 masih terus berlangsung sehingga pembelajaran jarak jauh masih tetap diberlakukan. Salah satu metode yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi yaitu Video Conference. Selama menggunakan Video Conference, terdapat berbagai persoalan yang dinilai tidak efektif dalam segi kualitas pemahaman materi, di mana banyak mahasiswa yang merasa bosan selama pembelajaran berlangsung, serta proses pembelajaran yang tidak interaktif karena kurangnya interaksi antara pendidik dengan peserta didik, sehingga mengakibatkan rendahnya tingkat pemahaman pada mahasiswa. Dalam upaya menciptakan proses pembelajaran yang optimal dibutuhkan metode yang tidak membosankan, terdapat interaktivitas yang baik, serta dapat meningkatkan pemahaman. Maka dari itu, penulis tertarik untuk mengembangkan penelitian mengenai efektivitas penggunaan kuis interaktif berbasis Video Conference terhadap pemahaman materi pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Subjek penelitiannya yaitu mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan angkatan 2020 sebanyak 31 sampel, dan peneliti menggunakan teknik uji analisis korelasi Rank Spearman. Hasil koefisien korelasi yang diperoleh yakni sebesar 0,482 yang terkategori cukup kuat. Angka tersebut menunjukkan terdapat pengaruh antara penggunaan kuis interaktif berbasis Video Conference terhadap pemahaman materi pada mahasiswa. Kuis interaktif dinilai sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan, menarik, dan mempermudah dalam menyampaikan materi, sehingga metode ini sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman pada mahasiswa.  
Gerbang Maca: Strategi inovatif dalam pengembangan layanan Disarpus sebagai sumber belajar masyarakat Kab. Indramayu Eka Rahmawati; Angga Hadiapurwa; Anindya Putri Maharani; Hafsah Nugraha
Inovasi Kurikulum Vol. 19 No. 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44049

Abstract

Gerbang Maca atau “Gerakan Pengembangan Indramayu Membaca” merupakan serangkaian upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama dengan masyarakat untuk meningkatkan dan mengembangkan minat, kegemaran serta budaya baca, dalam rangka mewujudkan generasi yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji terkait Gerbang Maca, kegiatan yang terdapat di dalamnya, serta dampak dari penerapan program Gerbang Maca, sehingga menggambarkan perpustakaan sebagai sumber belajar bagi masyarakat khususnya masyarakat Indramayu. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan (field observation). Penelitian dilakukan dengan melakukan observasi virtual pada media sosial Instagram Disarpus Kab. Indramayu serta artikel dari jurnal yang merujuk pada strategi inovasi perpustakaan. Pada analisis yang dilakukan didapat hasil bahwa program yang dilakukan oleh Disarpus Kab. Indramayu dimaksudkan untuk membentuk karakter masyarakatnya dengan menggunakan inovasi yang bervariatif, sehingga beberapa sub program yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Beberapa program, seperti program Pelibatan Masyarakat, Perpustakaan Keliling dan Kunjungan Pemustaka Anak Usia Dini dijadikan strategi inovatif untuk membangun Kabupaten Indramayu yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing, juga menjadikan perpustakaan sebagai sumber belajar bagi masyarakat.
Balancing control and freedom: conditional autonomy in curriculum management in an Islamic private school in Indonesia Khairil Azhar; Mohammad Ali; Eero Ropo; Dinn Wahyudin; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75491

Abstract

This study examines the complexities of teacher autonomy in curriculum management at a private Islamic school in Indonesia, positioned within an educational environment shaped, to a certain extent, by Indonesia's shifting educational policies—oscillating between centralization and decentralization—and various religious frameworks. Through qualitative analysis of data obtained from focused group discussions involving teachers and school management, this research reveals how teacher autonomy is both supported and constrained by institutional policies, religious values, and resource availability. The main finding of this study is the emergence of a conditional autonomy model, where teachers exercise a negotiated form of autonomy within certain boundaries. On one hand, teachers’ autonomy is influenced by national educational policies, institutional frameworks, and cultural-religious norms, indicating that this autonomy is conditional rather than absolute. On the other hand, due to practical field needs, teachers make adjustments in designing curriculum content, applying various teaching methods and strategies, and adapting teaching and assessment methods based on student conditions and time availability. These dynamics are influenced by factors such as school and foundation policies, educational supervision, resource availability, and teacher creativity. This study highlights unique challenges within the Indonesian context, where teacher autonomy in curriculum management requires a deeper, context-specific approach. A balance is needed between the demands for innovation and flexibility and the support and control mechanisms that do not restrict the space for the growth of teacher agency.   Abstrak Studi ini mengkaji kompleksitas otonomi guru dalam pengelolaan kurikulum di sebuah sekolah Islam swasta di Indonesia, yang diposisikan sebagai satu lingkungan pendidikan yang sampai taraf tertentu terbentuk oleh ragam kebijakan pendidikan di Indonesia yang bergerak seperti pendulum—sentralistik-desentralistik—serta faktor berbagai kerangka keagamaan. Melalui analisis kualitatif atas data yang diperoleh dari diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion), yang melibatkan guru-guru dan manajemen sekolah, penelitian ini mengungkapkan bagaimana otonomi guru didukung sekaligus dibatasi oleh kebijakan institusi, nilai-nilai agama, dan ketersediaan sumber daya. Temuan utama dari studi ini adalah munculnya suatu model conditional autonomy (otonomi kondisional), di mana para guru menerapkan otonomi yang dinegosiasikan dalam batas-batas tertentu. Di satu sisi, otonomi para guru tidak terlepas dari pengaruh kebijakan pendidikan nasional, kerangka institusi, dan norma budaya-religius, yang menunjukkan bahwa otonomi tersebut bukanlah mutlak melainkan bersyarat. Namun, di sisi lain, karena kebutuhan praktikal di lapangan, para guru melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam merancang isi kurikulum, menerapkan berbagai metode dan strategi pengajaran, serta menyesuaikan metode pengajaran dan penilaian berdasarkan kondisi siswa dan ketersediaan waktu. Dinamika ini sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebijakan sekolah dan yayasan, supervisi pendidikan, ketersediaan sumber daya, dan kreativitas guru. Studi ini menunjukkan tantangan unik dalam konteks Indonesia, di mana otonomi guru dalam pengelolaan kurikulum memerlukan pendekatan yang lebih mendalam dan konteks-spesifik, di mana perlu keseimbangan antara kebutuhan akan inovasi dan fleksibilitas dengan mekanisme dukungan dan kontrol yang tidak menyempitkan ruang bagi pertumbuhan agency guru. Kata Kunci: agensi guru, kerangka keagamaan, manajemen kurikulum, otonomi guru, otonomi kondisional, otonomi kurikulum, sekolah Islam swasta
Co-Authors - Sapriya Aah Ahmad Syahid, Aah Ahmad Adiva Khafifati Alfitriani, Nabila Alya Hafizza Amanda Devika Hakim Amani, Nisrina Amir Fiqih Anandita Rifa Mutia Anggun Apriliani Zahra Rosyiddin Anindya Putri Maharani Anindya Putri Maharani Anisa, Desy Ardiansah Ardiansah Arya, Ghaitsa Zahira Asep Herry Hernawan Atep Sujana Awalia Latifa Mayda Ikrimah Ayuni Hanifatunnisa Budi Santoso Budi Setiawan Celline Putriana Oktaviandi Syeira Dadi Mulyadi Dalilah Aliyah Zuhrah Dananir Hasna Azzahra Dara Aulia Herman Della Amelia Devira Nurhaliza Zein Diemas Arya Komara Diemas Arya Komara Diemas Arya Komara Dimas Saputra Dini Haryanti Dinn Wahyudin, Dinn Diva Aulia Amanda Doddy Rusmono, Doddy Eero Ropo Eero Ropo Efendi, Erika Erviana Eka Rahmawati Eka Rahmawati Eka Siti Aulia Elva Hanov Rais Satianingsih Emi Emilia Emi Emilia Fajrina, Farahdiba Farah Gholiyah Farhan Noorfansyah Sucahyo Fatih Aulia Rahman Fauzi, Luqman Fiqih, Amir Firdausy, Rachmelya Salsabila Fithri Nurlaelasari Fitriyani Fitriyani Fitriyani, F. Galih Dwi Novianto Gema Rullyana Ghany Al-Fikri Hergiansa Ghany Al-Fikri Hergiansa Ghea Putri Dwiyanti Hada Hidayat Margana Hafsah Nugraha Hafsah Nugraha Hana Silvana Hana Silvana Harahap, Noviandi Haura Qurrata Ayunina Herlina Herlina Heryani, Rina Ihsan, Helli Ikanubun, Lucia Ekawati Ikrimah, Awalia Latifa Mayda Indriyani Rachman Joelene, Eileen Nicole Johan, Riche Cynthia Khaerunnisa Syafitri, Nanda Khairil Azhar Khansa Aulia Syahidah Khoerunnisa, Lutfi Kodama Yaoyi Komara, Diemas Arya Laksmi dewi Laksmi Dewi, Laksmi Lien Halimah Linda Setiawati Linda Setiawati Linda Setiawati Listiana, Annisa Lutfi Khoerunnisa Luthfi Nur Hakim Maula, Wisheila Ayunisa Mega Fitria Yulianti Mellinia, Annisa Mohammad Ali Mohammad Ali Muhamad Iqbal Zea Ul Haque Muhamad Oka Augusta Muhammad Azhar Fachrezi Muhammad Raffy Maulana Gumelar Muhammad Subhan Zaenul Rofi Muhammad Sultan Alvaro Muhammad Syukri Yazid Muzakki Mumtaz Ali Ridha Al Munawar N. Yuniar Rizki Siti Amalia Nanda Khaerunnisa Nanda Khaerunnisa Syafitri Nayla Ikhsani Azyan Nisrina Amani Noverista, Dinda Ivanny Novi Safitri Novian, Rayhan Musa Nurchalia, Lintang Putri Nurin Salma Ramdani Nurohmah, Mutia Nurul umrotullatifah Permata, Alvin Tessar Pratama, Yolanda Lusiana Purnomo Purnomo Putri Riani Putrisolichat, Shafa Nurul Azmi Rachmelya Salsabila Firdausy Rahman, Fatih Aulia Ramadhan Nadhif Firdaus Rani Supartini Referen Piliano Ridha Pratama Rusli Ridha Pratama Rusli Rina Heryani Rina Heryani Rina Heryani Ropo, Eero Rosa Choerunnisa Rosyiddin, Anggun Apriliani Zahra Roziya Abu Rudi Susilana, Rudi Rusli, Ridha Pratama Rusman Rusman Saidatul Akmar Ismail Salma Rheina Yuniar Salwa Salsabila Sasqia Mawardah Rahmadiani Shalita Aura Pranadinata Shelma Santa Widuri Shelma Santa Widuri Sipayung, Amy Theresia Stephanie Aurelia Suci Yanti Ramadhan Suci Yanti Ramadhan Suhardini, Dini Sulis Indriani Susanti Agustina, Susanti Syafitri, Nanda Khaerunnisa Taopik Barkah Tessar Permata, Alvin Tiara Mulqie Anindhitya Tuti Alawiyah Uyu Wahyudin Wahda Putri Aulia Wahyu Sopandi Wulandari, Yayu Yanti Ramadhan, Suci Yayu Wulandari Yudis Ghifari Yuningsih, Endah Kurnia Zaki Mubarak Zenita Listia Handayani