p-Index From 2021 - 2026
8.716
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERILAKU SISWA SEKOLAH DASAR DI ERA GLOBALISASI Yunita Andriyani; Muh Husen Arifin; Yona Wahyuningsih
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v6i2.4677

Abstract

Dengan berkembangan jaman pada saat ini gadget yang sudah menjadi konsumsi sehari-hari bisa menjadi senjata makan tuan bagi generasi anak-anak. PSehingga tujuan dari penulisan ini adalah menganalisi dampak dengatif gadget di era globaslisasi ini bagi anak-anak di umur-umur sekolah dasar. Artikel ini mengkaji berbagai jurnal dan sumber yang berhubungan dengan tema penelitian yang di jelaskan diatas. Model yang di jelaskn untuk menjelaskan artikel ini adalh deskriptif dengan meriew berbagai jurnal dan buku. Di erra saat ini akhirnya banyak yang mendapati hasil bahwa gadget lebih banyak di gunakna oleh anak-anak untuk bermain game, menonton, dan bukan nya belajar atau mencari hal-hal baru yang berdampak positif bagi anak-anak. Sehingga banyak peneliti yang menganggap bahwa peran dari Orang Tua dan Guru jadi sangat penting, karena guru dan orang tua menajdi orang dewasa yang bisa memberikan ketat khususnya orang tua mengenai bagaimana seorang anak bisa mengoptimalkan penggunaan gadget di usia sekolah dasar. With the development of today's era, gadgets that have become daily consumption can become the master's weapon for the generation of children. So the purpose of this paper is to analyze the positive impact of gadgets in this era of globalization for children of elementary school age. This article examines various journals and sources related to the research themes described above. The model described to explain this article is descriptive by reviewing various journals and books. In the current era, many finally find the result that children use gadgets more for playing games, watching, and not studying or looking for new things that have a positive impact on children. So many researchers think that the role of parents and teachers is very important, because teachers and parents become adults who can provide strict guidance, especially parents, on how a child can optimize the use of gadgets at elementary school age.
Pembelajaran IPS Melalui Pemanfaatan Potensi Wilayah di Pesisir Muh. Husen Arifin; Idrus Affandi; Enok Maryani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.035 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4243

Abstract

Potensi wilayah pesisir di Indonesia dalam aspek kualitas dan kuantitasnya sangat beragam, hal tersebut menjadi peluang dan tantangan dalam memanfaatkannya sebagai media pembelajaran IPS di sekolah dasar. Peluang dari potensi wilayah pesisir terbentuknya pemahaman tentang proses pengelolaan masyarakat pesisir yang belum optimal baik dalam perekonomian maupun pendidikan. Adapun tantangannya keberlanjutan dari pelaksanaan pengelolaan yang diperlukan dalam jangka panjang. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan potensi kawasan pesisir dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Dalam mengetahui pemanfaatan potensi wilayah pesisir ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan kajian pustaka dan wawancara kepada guru sekolah dasar. Hasil penelitian ini menyajikan bahwa pembelajaran IPS di masa pandemi covid-19 ini dapat dilakukan dengan menggunakan potensi wilayah pesisir sebagai media pembelajaran. Peserta didik dapat menggunakan media sosial sebagai informasi hasil pembelajaran dan mengoptimalkannya dengan menampilkan produk masyarakat di wilayah pesisir di Kabupaten Pangandaran.
Pengembangan Alat Seismograf Sederhana Sebagai Media Pembelajaran Materi IPS di SD Nur Alawiyah; Tuti Istianti; Muh. Husen Arifin
Journal Civics and Social Studies Vol 5, No 2 (2021): Volume 5 No 2 Tahun 2021
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v5i2.1449

Abstract

Learning media is one of the essential components in the world of education. In its use, learning media is used to explain and convey information related to the learning that is being carried out. Learning media helps teachers to be able to attract students' attention when learning. The cause of this is to take a look at the impact of using simple seismograph learning media on the impact of Indonesia's geographical location in elementary school. Social studies learning in this elementary school needs an update so that when delivering material it does not only use the lecture method which results in making students bored and not involved when learning. Therefore, researchers made this research so that teachers can always develop a renewal, namely by developing learning media in the form of a simple designed seismograph. The results of this study can be concluded by developing a simple seismograph tool as a learning medium for social studies material in elementary schools about the impact of Indonesia's geographical location on the sample material taken, namely earthquakes. It can be stated that in the use and manufacture of this simple seismograph tool, it is able to make students involved in learning, make students curious when studying and can motivate students to learn actively. Its simple construction is an added value in the development of this learning media because it is suitable for use for elementary school children.Keywords: Learning Media, Seismograph Tools, Social Studies Material, Geographical Impact
Penerapan Model Pembelajaran Demi Terwujudnya Peningkatan Kesadaran Peserta Didik Mengenai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Aulia Nisa Asyani; Siti Fatimah; Muh Husen Arifin; Tuti Istiani
Journal Civics and Social Studies Vol 5, No 2 (2021): Volume 5 No 2 Tahun 2021
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v5i2.1434

Abstract

The background of this research is related to the development of human resources through social sciences which must be introduced to students from an early age. Of course, in the introduction of social studies, teachers must use learning models so that teaching and learning activities can be achieved in accordance with learning objectives. The formulation of the problem in this research article is how does a teacher deliver learning related to social studies?. In addition, what learning models can teachers use in teaching social studies? The purpose of this study is so that readers can understand various learning models that can be used in increasing students' understanding of the Proclamation of Indonesian Independence. This study uses qualitative research methods that use data types in the form of results from journal literature, books, and other scientific works as a reference for writing research. The results of this study indicate that there are several learning models that can be used by educators in teaching and learning activities about the Proclamation of Indonesian Independence. Keywords: Learning Model, Social Studies, Human Resources, Proclamation of Indonesian Independence
Pengaruh Kemajuan Teknologi Komunikasi Terhadap Perkembangan Sosial Anak Putri Nur Anggraeni; Syafa Herdiani; Tin Rustini; Muh. Husen Arifin
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 14 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jpips.v14i1.4743

Abstract

The increasing use of technology today makes the world of technology more sophisticated. The development of technology today is inseparable from the development of communication technology, communication that used to take a long time to be delivered, now with technology everything becomes very fast and as if there is no distance. The existence of rapidly developing technology can make changes in patterns of social interaction in people's lives. Advances in technology that were originally created to provide convenience for human activities can lead to new alienation, such as the waning of a sense of solidarity, togetherness and friendship. This is caused by misuse of technology and communication, excessive use of technology without thinking about its impact, such as the vulnerability of estrangement between humans or lack of direct communication due to excessive use, one of which can also affect social development in children
PELATIHAN DIGITAL MARKETING DENGAN PEMANFAATAN APLIKASI BAGI PELAKU UMKM KABUPATEN PANGANDARAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Tin Rustini; Muh. Husen Arifin; Tuti Istianti; Yona Wahyuningsih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.4670

Abstract

Prospek UMKM di Kabupaten Pangandaran sangat potensial. Digitalisasi UMKM menjadi salah satu langkah aktual dalam memberdayakan seluruh pelaku UMKM. Sulitnya mempromosikan produk dengan baik dan tepat menjadi kendala dan belum mampu menarik minat pembeli pada produk-produk UMKM di Kabupaten Pangandaran. Karenanya, pelaku UMKM perlu mendapatkan dorongan berbasis pelatihan yang dapat meningkatkan motivasi dan upayanya menghasilkan produk-produk berkualitas. Metode dalam pengabdian ini dilakukan dengan proses pelaksanaan berbasis tindakan dengan sosialisasi, pelatihan, praktikum, monitoring, dan evaluasi. Berdasarkan pengabdian ini, hasil yang didapatkan adalah pelaku UMKM di Kabupaten Pangandaran dapat memanfaatkan digitalisasi produknya melalui aplikasi Canva. Praktik melalui media Instagram dan marketplace bagi pelaku UMKM. Kelemahan dari digitalisasi produk UMKM ini terbatasnya budget untuk kuota internet dalam mempromosikan produk-produknya. Berdasarkan praktiknya, pelaku UMKM secara signfikan mendapatkan manfaat dan dapat dilaksanakan secara mandiri untuk menjual produk-produk secara digital.
OPTIMALISASI CREATIVEPRENEURSHIP UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA Tuti Istianti; Muh. Husen Arifin; Tin Rustini; Yona Wahyuningsih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.4673

Abstract

Creativepreneurship menjadi peluang bagi mahasiswa untuk meningkatkan motivasi berwirausahanya. Kewirausahaan kreatif merupakan inovasi yang dapat dimanfaatkan bersamaan pada masa perkuliahan. Namun keluhan atas tak tersedianya waktu belajar berwirausaha karena banyaknya aktivitas menyebabkan hilangnya motivasi mahasiswa untuk berwirausaha. Metode pengabdian ini berbasis tindakan, melalui pelatihan, pembinaan, dan diseminasi. Hasil dari pengabdian ini mahasiswa dapat mengoptimalkan diri untuk mengikuti pelatihan creativepreneurship berbasis project. Mahasiswa dapat meningkatkan motivasi berwirausaha dengan mengikuti pelbagai banyak kegiatan kewirausahaan dan aktif berwirausaha di marketplace dengan kreatif.
Menumbuhkan Rasa Nasionalisme dan Patriotisme Pada Anak Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran IPS Gina Amalia; Auliadi Auliadi; Tin Rustini; Muh. Husen Arifin
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 3 No 1 (2022): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v3i1.3485

Abstract

Many Indonesian citizens, including elementary school children, have been carried out by external developments due to increasing technological growth. They forget that the true identity of an Indonesian citizen is to love his own country. Therefore, more is needed to improve nationalism in Indonesia, which starts as early as at Sd through ips study. The education materials given are about Indonesia's independence process. At the first meeting before class, children are taught to pray before and after learning to create a religious consciousness so that children realize that in the Indonesian state, there is a variety of religions and a growing love for the Indonesian state. Additionally, there are methods given during learning that are contextual teaching and learning (TCL) and higher order thinking skill (hots). Contextual teaching and learning (TCL) is a system that links learning materials to daily life, such as taking the possible values of Indonesia's independence from hard work, cooperation, and foremost nationalism and patriotism. Then, there is called higher order thinking skill (hots) which is the method of discussion students perform about taking a meaning from the Indonesian independence event. With such a method, it will add to the student's knowledge and love of the country. In addition, students become proficient at thinking critical of the learning materials. As a result of this writing was the invention of several methods and ways that a teacher can promote nationalism in elementary school students by studying ips related materials for Indonesia's independence process. Not only teachers but parents also contribute greatly to the efforts of increasing nationalistic values in their children
Implementasi Nilai Sosial di Sekolah Dasar pada Siswa Kelas Awal dalam Upaya Membangun Karakter Anak Bangsa Desi Nursyifa Ramdhani; Syifa Dilla Khansa; Muh. Husen Arifin; Tin Rustini
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 3 No 1 (2022): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v3i1.3508

Abstract

Proses pembentukan karakter anak bangsa melalui nilai-nilai sosial dan mengimplementasikannya agar siswa berperilaku baik dan tidak merugikan diri sendiri dari kegiatan yang menyimpang, sehingga anak dapat berperilaku sesuai dengan nilai-nilai sosial. Pelaksanaan nilai-nilai sosial dengan menanamkan nilai toleransi, nilai kejujuran, nilai kerjasama, nilai menghargai, nilai keadilan, nilai kemandirian. Dengan membangun nilai-nilai tersebut dapat berdampak pada perilaku sosial siswa. Disisi lain pendidikan memiliki permasalahan yang terjadi pada siswa seperti malas sekolah, hal ini mengikis proses pembelajaran yang tidak akan berjalan dengan baik, kemudian bullying terhadap teman, hal ini siswa yang mengalami bullying berdampak pada diri mereka sendiri seperti tidak percaya diri, merasa tidak punya teman, sampai tidak mau sekolah. Dan malas mengerjakan tugas dimana siswa mengutamakan bermain gadget seperti keadaan pendidikan saat ini. Dalam menerapkan nilai-nilai sosial, siswa dapat menggunakan strategi pembelajaran kooperatif dimana siswa ditekankan untuk bekerja sama dalam kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih.
Menanamkan Sikap Mencintai Budaya Lokal di Era Globalisasi pada Anak SD Denis Desfriyati; Arfi Purnama Nur Indah; Tin Rustini; Muhammad Husen Arifin
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v3i1.3939

Abstract

Di era globalisasi, karakter yang muncul pada anak SD yaitu anak-anak cenderung dipengaruhi oleh globalisasi. Hal ini dapat ditunjukkan dengan pola perilaku anak SD yang menunjukkan merosotnya nilai-nilai karakter dalam tiap individu. Misalnya seperti kurang sopan santun, mencontek saat ujian, kurangnya kepekaan sosial dan lain sebagainya. Metode yang digunakan untuk tulisan ini bersifat deskriptif kualitatif dan studi literatur. Serta dilakukan juga metode studi kepustakaan yang dilakukan yaitu  dengan cara mengumpulkan data dengan membaca dan menelaah literatur yang telah ditemukan oleh peneliti lain yang berhubungan dengan topik dan masalah yang berhubungan dengan permasalahan yang berkaitan dengan topic “Menanamkan Sikap Mencintai Budaya Lokal di Era Globalisasi Pada Anak SD”. Ditengah maraknya arus perkembangan zaman yang masuk ke Indonesia, Seiring dengan kemajuannya zaman kebudayaan lokal yang ada disuatu daerah mulai dilupakan. Kesadaran masyarat untuk mau menjaga kebudayaan yang mereka miliki masih terbilang minim. Karena anak-anak pada zaman sekarang ini lebih tertarik dengan budaya asing yang sudah masuk ke wilayah yang dimilikinya, karena budaya asing yang masuk tersebut lebih bersifat prakris dan sesuai dengan perkembangan zaman yang sedang trend.  
Co-Authors Adhari, Putri Amelia Aditia, Ilham Maulana Afifah Ekaprasetya, Sahma Nada Ai Lisnawati Aina Ansa Zulfa Aisy, Zulfa Ishmah Rahadatul Alwasi, Farina Trias Andara, Sefhiana Ani, Neng Arfi Purnama Nur Indah Artirestu, Iqbal Resa Aulia Nisa Asyani Aulia Nisa Asyani Auliadi Auliadi Awaliyah, Chica Azi Miftah Rizqi Azzahra, Dea Belva Saskia Permana Cantika K, Salwa Denis Desfriyati Desi Nursyifa Ramdhani Deti Rostika Dewi, Dinie Anggraeni Dewi, Larasati Dewi, Maharani Sartika Dhafi Khanesa Dhias Salma Dinarti, Novi Suci Dwitami, Dena Endah Parawangsa Enok Maryani Evi Maylitha Fadhilah, Elsa Aulia Fatimah, Siti Febby Nur Adhari Fikasari, Reny Nur Firda Yunianti Fuadah, Intan Samrotul Fuziani, Indi Ghina, Hikmatul Gina Amalia Gina Nur Puadah Gita Ramadia Gita Ramadia Gumilar, Dinda Amelia Hanny Nur Alifia Hendriyana Hendriyana Hikmah, Shofi Nurul Hopipiah, Hesti Idrus Affandi Iga Ghufrani Juniarti Ilham Maulana Aditia Insani, Galuh Nur Iqbal Resa Artirestu Irawati Nuraeni Istianti, Tuti Khaerunisa, Ines Kholisah, Nur Kiranti, Nandia Komariah Komariah Melani Khalimatu Sa’diyah Melia Nurkhalisa Mevi Tasya Mevlevi Mujahidah, Idah Mustika Khoirunnisa Kholillah Muthia Aprianti Nabilla Nur Fauziah Nadiah, Leni Nandia Kiranti Novi Suci Dinarti Nur Alawiyah Nur Alawiyah Nur Laeli Asyahidah Nurohmah, Widianti Oktaviana, Dinda Parawangsa, Endah Permana, Belva Saskia Putri Amelia Adhari Putri Nur Anggraeni Putri, Annisa Laela Putri, Frysca Amanda Randita Lestari Resnawati, Panni Reygita, Haldini Ridha Haifarashin Rika Hanipah Rina Rahayu, Rina Riski Ananda Rizqi, Azi Miftah Rohmatilahi, Levy Sahma Nada Afifah Ekaprasetya Salsabila, Shalwa Rizkya Salsabila, Suzahra Salsabilla Amartya Putri Saputri, Shalaisa Sari, Lala Karmila Sa’diyah, Melani Khalimatu Selvi Novitasari Shalwa Rizkya Salsabila SITI FATIMAH Sofian Abdulatif Susan Sri Nurani Susan sri Nurani Sutini, Tin Syafa Herdiani Syafitri, Mutia Ade Syifa Dilla Khansa Syva Lestiyani Dewi Tin Rustini Tin Rustini Tin Rustini Tin Rustini, Tin Triska Rindiana Tsania, Aura Rizky Tuti Istiani Wahyuni, Dianisa Wati, Talitha Arista Yeyen Sormin Yona Wahyuningsih, Yona Yosep, Zahra Audyna Yosi Mediana Lestari Yunita Andriyani Yunus Abidin Yusuf Tri Herlambang, Yusuf Tri Zilfa Amalia Tsany