p-Index From 2021 - 2026
10.141
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Peternakan JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN Jurnal Social Economic of Agriculture Jurnal Sains Peternakan JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis) DINAMIKA Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Buletin Penelitian Sosek Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Jurnal Sains dan Teknologi Pangan JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU JURNAL PengaMAS Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Musamus Journal of Agribusiness Musamus Journal of Livestock Science Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences PETERPAN (Jurnal Peternakan Terapan) Jurnal Dedikasi Buletin Peternakan Tropis (Bulletin of Tropical Animal Science) Indonesian Journal of Animal Agricultural Science (IJAAS) Jurnal Peternakan Lokal Anjoro : International Journal of Agriculture and Business Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Jurnal Ilmiah AgriSains Jurnal Ilmiah Penyuluhan dan Pengembangan Masyarakat Jurnal Pengabdian Nusantara (JPN) AGRIEKSTENSIA Journal of Agriculture and Animal Science JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Chalaza Journal of Animal Husbandry BAKIRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat PekaBuana : Jurnal Ilmiah Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Jurnal Pengabdian Masyarakat Jakadimas Peternakan Abdi Masyarakat (PETAMAS) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JAPIMAS) JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : JURNAL PengaMAS

Pemberdayaan Peternak Ayam Kampung Sebagai Sumber Pendapatan di Era New Normal Covid-19 di Kelurahan Lalodati Kecamatan Puuwatu Kota Kendari Musram Abadi; La Ode Nafiu; Restu Libriani; Asma Bio Kimestri
JURNAL PengaMAS Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/.v4i3.2393

Abstract

Pangan yang berupa produk peternakan terutama daging dan telur merupakan komoditas pangan hewani yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan di Kota Kendari. Komoditas unggas khususnya ayam kampung mempunyai prospek pasar yang sangat baik karena didukung oleh karakteristik produk unggas berupa daging dan telur yang disukai oleh masyarakat Kota Kendari. Komoditas ini merupakan pendorong utama penyediaan protein hewani nasional maupun Kota Kendari, sehingga prospek yang cukup baik ini harus dimanfaatkan peternak melalui pemanfaatan sumberdaya secara lebih optimal melalui model pemberdayaan.Pengaruh Covid-19 menyebabkan hilangnya pendapatan secara luas, kemampuan dan daya beli masyarakat menurun dan lebih sedikit konsumen yang mampu membeli produk bernilai tinggi, termasuk produk ayam kampung. Menyikapi terjadinya wabah virus Corona, terjadi pembatasan interaksi dan pergerakan masyarakat khususnya peternak dan konsumen ayam kampung, memberikan peluang sekaligus tantangan pentingnya bertransformasi memperkuat modernisasi peternakan ayam kampung secara mandiri dan berkelanjutan.Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan pendapatan peternak ayam kampung di Kelurahan Lalodati Kecamatan Puuwatu Kota Kendari ditengah pandemi Covid-19, diperlukan langkah-langkah dan strategi baik jangka panjang maupun jangka pendek dengan memberdayakan kelompok peternak ayam kampung, maka target yang dicapai setelah pelaksanaan program PKMI adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peternak tentang: (1) konsep seleksi ternak ayam kampung, (2)  pembuatan dan penggunaan mesin tetas, (3) metode Inseminasi Buatan (IB), (4) formulasi pakan ayam kampung. Pelaksanaan program PKM-I ini dibagi dalam 2 tahap, yaitu: (1) Kegiatan non fisik meliputi: penyuluhan, pelatihan dan bimbingan teknis (pendampingan) sebagai media transfer informasi pengetahuan dan teknologi; (2) Kegiatan fisik melalui: pengadaan alat/bahan, demontrasi pembuatan dan penggunaan mesin tetas, Inseminasi Buatan (IB), dan formulasi ransum.Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui Skim Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKM-I) UHO dengan pendekatan penyuluhan dan bimbingan teknis pada kelompok peternak pembudidaya ayam kampung di Kelurahan Lalodati Kecamatan Puwaatu Kota Kendari dapat ditarik kesimpulan bahwa penyuluhan tentang manajemen pemeliharaan, manajemen sanitasi dan kesehatan ternak serta sistem pemuliaan ternak ayam kampung dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi peternak pembudidaya ayam kampung dan Bimbingan teknis penyusunan pakan fermentasi, manajemen penetasan, pembuatan mesin tetas dan inseminasi buatan dapat meningkatkan keterampilan peternak pembudidaya ayam kampung di Kelurahan Lalodati Kecamatan Puwaatu Kota KendariKata kunci: Ayam Kampung, Covid-19, Pemberdayaan Peternak
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DESA LAMBAGI MELALUI KOMBINASI USAHA TERNAK KAMBING DAN TANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN KONAWE SELATAN natsir sandiah; Harapin Hafid; Rusli Badaruddin; Musram Abadi
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1442

Abstract

Kecamatan Kolono Timur secara geografis terletak di bagian timur Kabupaten Konawe Selatan dan merupakan wilayah potensial sebagai pengembangan komoditas pertanian palawija dan peternakan. Jarak tempuh Desa Lambangi Kecamatan Kolono Timur dengan Ibu Kota Kabupaten ± 7 km, dan berjarak sekitar 75 km dari Kampus Universitas Halu Oleo di Kota Kendari. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak kambing adalah bertani palawija, hortikultura, dan perkebunan kakao serta kelapa dalam yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak. Selain kondisi topografi, keadaan iklim juga sangat mendukung daerah ini untuk pengembangan berbagai komoditi pertanian dan peternakan kambing. Selama tahun 2016 di Kecamatan Kolono Timur menunjukkan bahwa komoditas kelapa dari sub sektor perkebunan menempati produksi tertinggi, yaitu mencapai 1318 ton. Sedangkan tanaman pangan untuk komoditas jagung menempati posisi pertama dalam produksi 96 kwintal dan produktivitas mencapai 2 kwintal/ha dengan luas panen mencapai 48 ha. Jenis ternak yang dipelihara masyarakat di Kecamatan Kolono Timur meliputi ternak besar (sapi), ternak kecil (kambing), serta unggas. Populasi ternak kambing pada tahun 2016 berdasarkan data yang ada di kantor kecamatan hanya sekitar 288 ekor.Hasil yang telah dicapai pada kegiatan ini, yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman kelompok tani-ternak dalam pengembangan keberlanjutan usahanya dengan pemanfaatan hijauan pakan ternak berupa rumput odot dan pakan limbah pertanian (jerami jagung), peningkatan pengetahuan peternak tentang cara pembuatan kandang kambing yang ideal dan mengetahui manfaat pembuatan kandang serta cara pemenfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos dan introduksi pupuk kompos pada tanaman holtikultura yang diusahakan secara bersama-sama dengan ternak kambing yang dilakukan dengan pembuatan kebun demplot sistem pertanian terpadu. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan peternak tentang pembuatan pakan fermentasi hijauan dan pembuatan pakan pellet unggas (ayam kampung).
PENGAWETAN HIJAUAN MAKANAN TERNAK DAN PENGOLAHAN SISA HASIL PERTANIAN SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK DI KABUPATEN KONAWE SELATAN MELALUI PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TERINTEGRASI KULIAH KERJA NYATA- TEMATIK (KKN-TEMATIK) Ali Bain; La Ode Nafiu; Nur Santi Asminaya; Achmad Selamet Aku; Widhi Kurniawan; Firman Nasiu; Musram Abadi; Hamdan Has
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1439

Abstract

Kecamatan Mowila dan Wolasi menjadi dua kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki posisi strategis, sebagai penyangga kebutuhan Kota Kendari, karena memiliki potensi peternakan dan pertanian yang dapat diandalkan. Kedua kecamatan ini memiliki keunikan dalam hal produktivitas sebagai lumbung pangan yang baik di Kabupaten Konawe Selatan.  Sistem pemeliharaan ternak di Kecamatan Mowila dan Wolasi masih intensif terbatas, sudah banyak peternak yang menggunakan kandang tetapi masih ada yang hanya menggunakan sistem ditambatkan. Dalam hal pemberian pakan, peternak umumnya mengandalkan bahan pakan berupa rumput alam yang melimpah pada musim hujan dan sedikit pada musim kemarau yang mengakibatkan ternak mengalami kekurangan pakan pada musim kemarau.  Penerapan teknologi pengawetan pakan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk menyediakan pakan ternak pada musim kering.  Selain itu, para petani umumnya hanya memanfaatkan produk utama pertanian tetapi belum memanfaatkan sisa hasil pertanian seperti jerami (batang dan daun) dari sisa  pertanian mereka, umumnya jerami dibiarkan menumpuk kemudian dibakar. Padahal, limbah pertanian dapat digunakan sebagai pakan ternak tetapi hanya sedikit dari petani yang memanfaakan limbah pertaniaannya sebagai pakan ternak dengan alasan kurang disukai oleh ternak.  Pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-TEMATIK) di dua kecamatan ini dilaksanakan sebagai implementasi pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan civitas akademika Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo yang bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi masyarakat dalam hal mengembangkan kegiatan pertanian dan peternakan yang sedang dijalankan.  Pengenalan beberapa teknologi sederhana seperti metode pengawetan pakan hijauan dan pengolahan limbah pertanian menjadi fokus kegiatan pengabdian ini dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan peternak dalam memanfaatkan sumber-sumber bahan pakan local yang potensial untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak yang optimal.
PENINGKATAN NILAI TAMBAH USAHA PETERNAKAN SAPI MELALUI PERBAIKAN KUALITAS PAKAN DAN PRODUKSI PUPUK ORGANIK DI KECAMATAN LADONGI KABUPATEN KOLAKA TIMUR Rahim Aka; Arsad Sani; Musram Abadi; Rusli Badaruddin; Syamsudin Syamsudin; Putu Nara Kusuma Prasanjaya; Nuraini Nuraini
JURNAL PengaMAS Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v1i1.764

Abstract

Kecamatan Ladongi secara geografis terletak dibagian timur Ibu KotaKabupaten Kolaka Timur dan merupakan wilayah potensial sentra pengembangankomoditas pertanian dan peternakan. Jarak tempuh Kecamatan Landongi dengan IbuKota Kabupaten ±10 km, dan berjarak sekitar 110 km dari Kampus Universitas HaluOleo di Kota Kendari. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali adalahbertani palawija dan hortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak. Matapencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali adalah bertani palawija danhortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak. Masing-masing kelompoktani-ternak ini beranggotakan 5-7 orang yang bergerak di bidang usaha pertanian danpeternakan. Selain kondisi topografi, keadaan iklim juga sangat mendukung daerah iniuntuk pengembangan berbagai komoditi pertanian dan peternakan sapi potong. Selamatahun 2016 di Kecamatan Ladongi menunjukkan bahwa komoditas kakao dari sub sektorperkebunan menempati produksi tertinggi, yaitu mencapai 33.807,55 ton. Sedangkantanaman pangan untuk komoditas padi menempati posisi pertama dalam produksi, yaitu96.288 ton. Jenis ternak yang dikembangkan di Kecamatan Ladongi meliputi ternakbesar (sapi), ternak kecil (kambing dan babi), serta unggas. Jumlah ternak sapi diKecamatan Ladongi sebanyak 2.124 ekor.Hasil yang telah dicapai pada kegiatan KKN-PPM ini, yaitu adanya peningkatanpengetahuan dan pemahaman kelompok mitra dalam mengembangkan keberlanjutanusahanya dengan pemanfaatan hijauan pakan ternak berupa hijauan rumput gajah danpakan limbah pertanian (jerami padi), peningkatan pengetahuan peternak tentang carapembuatan kandang yang ideal dan mengetahui manfaat pembuatan kandang sertapemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos dan introduksi pupuk kompospada tanaman hortikultura yang diusahakan secara bersama-sama dengan ternak sapiyang dilakukan melalui pembuatan demplot sistem pertanian terpadu. Selain itu pula,telah teradi peningkatan pendapatan yang diperoleh peternakan dari hasil penjualanpupuk kompos dan peningkatan pendapatan petani hortikultura melalui peningkatanproduksi dari introduksi pupuk kompos yang telah dibuat.
PEMBERDAYAAN PETERNAK MELALUI BIMBINGAN TEKNIS SELEKSI BIBIT SAPI BALI PADA KAWASAN SENTRA BIBIT SAPI BALI DI KABUPATEN KONAWE SELATAN La Ode Nafiu; Achmad Slamet Aku; Musram Abadi; Deki Zulkarnain
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i2.1876

Abstract

ABSTRAKPopulasi sapi bali di Kabupaten Konawe Selatan rahun 2017 berjumlah 67.746 ekor (BPS Konawe Selatan, 2018) atau sekitar 18,27% dari total 370.772 ekor dan merupakan daerah dengan populasi sapi potong tertinggi di Sulawesi Tenggara (BPS Sulawesi Tenggara, 2018). Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan yang ditemukan oleh tim pelaksana kegiatan kemudian dibahas bersama dengan masyarakat peternak, maka disepakati beberapa permasalahan prioritas untuk dilakukan perbaikan sebagai berikut: (1) Kurangnya pengetahuan dan pemahaman peternak tentang konsep seleksi ternak bibit; (2) Kurangnya pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memilih ternak bibit jantan maupun betina berdasarkan sifat kuantitatifnya serta memenuhi standar baku mutu yang baik; (3) Kurangnya pengetahuan dan pemahaman peternak dalam mengembangbiakkan (Breeding) ternak bibit hasil seleksi; (4) Kurangnya pengetahuan dan keterampilan peternak mengenai tatalaksana pemeliharaan ternak bibit; (5) Kurangnya pengetahuan dan pemahaman peternak terhadap manajemen pemberian pakan ternak bibit; (7) Kurangnya pengetahuan peternak mengenai analisis ekonomi dan kelayakan usaha pembibitan ternak masih sangat terbatas sehingga usaha yang dilakukan elum berorientasi agribisnis; (8) Kurangnya pengetahuan peternak mengenai sistem dan model serta pola usaha pembibitan sapi bali. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman peternak tentang pentingnya seleksi bibit sapi bali perlu dilakukan agar peternak termotivasi untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Adapun hasil kegiatan yang terlaksana di Desa Wonua Morini Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan meliputi: Penyuluhan potensi pengembangan dan konsep seleksi serta tatalaksana pemeliharaan ternak bibit sapi Bali mampu meningkatkan pengetahuan peternak dalam mengembangan usaha ternak sapi Bali; Bimbingan teknis metode seleksi dan penamaman hijauan pakan unggul serta pengawetan hijauan pakan ternak mampu menambah keterampilan peternak dalam memanfaatkan sumber-sumber pakan konsetrat lokal; Bimbingan teknis pemanfaatan sumber pakan konsentrat lokal sebagai pakan penguat seperti ampas sagu dan ampas tahu telah dimanfaatkan oleh; Pencegahan dan penanganan penyakit ternak dalam rangka meningkatkan produktivitas ternak sapi Bali yang ada, sehingga ternak sapi Bali yang dipelihara oleh peternak dapat berkembang dan menjadi sumber pendapatan rumahtangga peternak. Kata kunci: sapi bali, pemuliaan, seleksi
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN BIMBINGAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM BANGKOK DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETERNAK Musram Abadi; La Ode Saidi; Rahim Aka; La Ode Nafiu; Rusli Badaruddin; Hamdan Has; Hairil A Hadini; Amiluddin Indi; Putu Nara Kusuma Prasanjaya
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1452

Abstract

Sindangkasih merupakan salah satu desa penempatan transmigrasi pertama di Sulawesi Tenggara sejak tahun 1968 asal Jawa Barat  yang berada di wilayah Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali dan ayam buras (bukan ras) adalah bertani palawija dan hortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak diantaranya Kelompok Ternak Parahiyangan. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, maka sejak  tahun  2015  peternak  setempat  mulai  membudidayakan  ayam  buras  dari keturunan Ayam Bangkok yang pertumbuhannya dirasakan relatif  lebih baik, dibandingkan ayam kampung biasa, sehingga ayam Bangkok dibudidayakan untuk tujuan wirausaha yang berorientasi bisnis.Namun demikian,  beberapa  kendala  yang  menjadi  keluhan  peternak  mitra untuk pengembangan dan keberlanjutan usaha adalah organisasi kelompok yang belum berjalan dengan baik serta pemahaman teknik budidaya ayam Bangkok juga belum optimal, hanya mengandalkan cara pengeraman alami, kondisi fasilitas kandang relatif sederhana dan dibuat seadanya. Kebersihan dan sanitasi kandang tidak diperhatikan dengan baik, karena feses ayam berserakan dalam kandang dan tidak ada upaya pengolahan lanjut menjadi pupuk organik. Kelompok mitra belum memahami cara memformulasi ransum sebagai upaya diversifikasi beragam jenis pakan yang memenuhi standar baku mutu seperti penyediaan pakan secara mandiri  (pellet).  Pemasaran  ayam  hanya  dijual  di  pasar-pasar  tradisional  dengan jumlah yang relatif terbatas.Berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok mitra maka target yang ingin dicapai setelah pelaksanaan program PKM adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak tentang: (1) manajemen kelompok; (2) teknik budidaya ayam Bangkok; (3) pembuatan kandang yang memenuhi syarat teknis dan kesehatan; (4) penggunaan mesin tetas; (5) penggunaan probiotik, vaksin dan pengobatan ayam yang sakit; (6) pembuatan pellet secara mandiri menggunakan mesin tepat guna; (7) pembuatan pupuk organik; (8) promosi produk melalui media cetak seperti poster, dan leaflet; (9) perluasan pasar melalui pasar moderen (swalayan) dan warung makan sebagai konsumen potensial.Berdasarkan hasil kegiatan pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada Kelompok Ternak Ayam Bangkok Parahiyangan di Desa Sindangkasih Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan melalui penyuluhan dan bimbingan teknis, diharapkan memberikan manfaat terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak ayam Bangkok dengan memanfaatkan teknologi tepat guna serta perbaikan sistem pemeliharaan secara intensif  guna meningkatkan pendapatan keluarga peternak ayam Bangkok.
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PAKAN AMONIASI JERAMI PADI SEBAGAI PAKAN TERNAK KERBAU DI DESA WUURA DAN DESA WONUA MONAPA KECAMATAN MOWILA KABUPATEN KONAWE SELATAN Abadi, Musram
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i2.6938

Abstract

Beternak kerbau menjadi daya tarik bagi masyarakat Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan. Namun terdapat kendala, salah satu dari kendala dalam pengembangan usaha peternakan kerbau yaitu ketersediaan bahan baku pakan yang berkualitas dan biaya pakan yang mahal. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan pembuatan pakan amoniasi jerami padi. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Wuura dan Desa Wonua Monapa Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan. Pelaksanaan program dilakukan dalam bentuk Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Penyuluhan  kepada kelompok ternak kerbau dengan solusi kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok ternak kerbau Desa Wuura dan Desa Wonua Monapa di Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan. Adapun materi pelatihan pada program pengabdian ini, yaitu Bimbingan teknis pembuatan pakan amoniasi jerami padi sebagai pakan ternak kerbau. Tahapan pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu (i) Persiapan alat dan bahan, (ii) bimbingan teknis pembuatan pakan amoniasi jerami padi sebagai pakan ternak kerbau, (iii) bimbingan teknis pembuatan pakan amoniasi jerami padi sebagai pakan ternak kerbau, dan (iv) evaluasi dan Monotoring. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan hasil yang telah dicapai pada Program pengabdian pada kelompok peternak kerbau di Desa Wuura dan Desa Wonua Monapa Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan memberikan dampak positif terhadap peternak dan kelompok ternak kerbau. Pelatihan dalam bentuk Bimtek dan penyuluhan ini juga melatih peternak dalam mengolah dan membuat pakan pakan amoniase jerami padi sebagai pakan ternak kerbau mereka. Kegiatan ini juga mengurangi ketergantungan peternakan pada pakan pabrikan dengan lebih memanfaatkan bahan yang ada disekitar
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PAKAN AMONIASI JERAMI PADI SEBAGAI PAKAN TERNAK KERBAU DI DESA WUURA DAN DESA WONUA MONAPA KECAMATAN MOWILA KABUPATEN KONAWE SELATAN Abadi, Musram
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i2.6938

Abstract

Beternak kerbau menjadi daya tarik bagi masyarakat Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan. Namun terdapat kendala, salah satu dari kendala dalam pengembangan usaha peternakan kerbau yaitu ketersediaan bahan baku pakan yang berkualitas dan biaya pakan yang mahal. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan pembuatan pakan amoniasi jerami padi. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Wuura dan Desa Wonua Monapa Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan. Pelaksanaan program dilakukan dalam bentuk Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Penyuluhan  kepada kelompok ternak kerbau dengan solusi kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok ternak kerbau Desa Wuura dan Desa Wonua Monapa di Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan. Adapun materi pelatihan pada program pengabdian ini, yaitu Bimbingan teknis pembuatan pakan amoniasi jerami padi sebagai pakan ternak kerbau. Tahapan pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu (i) Persiapan alat dan bahan, (ii) bimbingan teknis pembuatan pakan amoniasi jerami padi sebagai pakan ternak kerbau, (iii) bimbingan teknis pembuatan pakan amoniasi jerami padi sebagai pakan ternak kerbau, dan (iv) evaluasi dan Monotoring. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan hasil yang telah dicapai pada Program pengabdian pada kelompok peternak kerbau di Desa Wuura dan Desa Wonua Monapa Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan memberikan dampak positif terhadap peternak dan kelompok ternak kerbau. Pelatihan dalam bentuk Bimtek dan penyuluhan ini juga melatih peternak dalam mengolah dan membuat pakan pakan amoniase jerami padi sebagai pakan ternak kerbau mereka. Kegiatan ini juga mengurangi ketergantungan peternakan pada pakan pabrikan dengan lebih memanfaatkan bahan yang ada disekitar
Co-Authors . Fatmawati . Rahman Abdul Madiki Abdul Rizal Abdul Rizal Abdul Rizal, Abdul Afyudi, Bobby Ahmad Fajar Albasri Albasri Alfiansyah Alfiansyah Alifariki, La Ode Amiluddin Indi Amiludin Indi Aminur Aminur Andi Murlina Tasse Andini Sulfitrana Aprianto . Aprianto Aprianto Aprianto Aprianto Arif, Laode Kasno Arman Faslih ARMAN FASLIH, ARMAN AS Aku, AS Asma Bio Kimestri Asma Bio Kimestri Azhar Bafadal Azhari, Sri Ayu Basri, Al Dedu, La Ode Arfan Deki Zulkarnain Dewi S, Rachmita Dian Agustina Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Firda Solehati Firman Nasiu Firman Nasiu Firman Nasiu Firmanto, Firmanto Fitrianingsih Fitrianingsih Fitrianingsih Fitrianingsih Fitrinaingsih, Fitrinaingsih Fuji Astuty Auza G Gerhana G. Gerhana Gandri, La Gerhana Gerhana Gerhana, Gerhana Hadi Sudarmo Hadi Sudarmo Hairil A Hadini Hairil Adzulyatno Hadini Hamdan Has Harapin Hafid H. Hartina Batoa Hasani, Umar Ode Hasbullah Syaf Hasbullah Syaf Haslini, Haslini Helpan Ergianto Patuna Herwan Herwan Hijrawati Hijrawati Hijrawati Hijrawati, Hijrawati Ibadu Rahman Indarsyih, Yusna Indrayati Galugu Ismawati Ismawati Isnaeni, Purnaning Dhian Jabuddin, La Ode Jaya Jaya Jayadisastra, Yoenita Jufri Karim Kamri, Syamsul Kimestry, Asma Bio Kundarita, Kundarita La Harudin La Mpia La Ode Alwi La Ode Arsad Sani La Ode Arsad Sani La Ode Kasno Arif La Ode Kasno Arif, La Ode Kasno La Ode Muhamad Munadi La Ode Nafiu La Ode Sahaba La Ode Saidi Lukman Yunus Lukman Yunus, Lukman Manginsi, Wa Ode Jumiarni Mardianto Mardianto Marfina, Yuyun Marsuki Iswandi Moh. Saparun Muh Asril Nofran Runtu Muh. Rusdin Muhamad Ikra Muhammad Amrullah Pagala Muhammad Azhar saleh Muhammad Zakaria Umar Muhammad Zakaria Umar, Muhammad Zakaria Munirwan Zani, Munirwan Natsir Sandiah Ningsih, Sitti Rahmiati Nur Asni Nur Santy Asminaya Nuraini Nuraini Nurdian, Nurdian Nurmala Nurmala Pary, Dandi Patuna, Helpan Ergianto Putri, Anindyaningrum Zainal Putu Nara Kusuma Prasanjaya R Marsuki Iswandi, R Marsuki Raden Rinova Sisworo Restu Libriani Rezky, Muhammad Rina Astarika, Rina Rusli Badaruddin Saediman, Haji Safitri Safitri Sahara Sahara Saparun, Moh. Saputra, Dedy A. Sarman Sarman Sartina, Sartina Setiawati, Indra Rahayu Sitti Aida Adha Taridala Sitti Aida Taridala Solehati, Firda Surahmanto Sutiani Syaf , Hasbullah Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsudin Syamsudin TAKDIR SAILI Tamrin Tamrin Taufik, Yani Vit Neru Satrah W. Kurniawan Wa Laili Salido Wahyudin Wati, Inra Yamin Yaddi Yunus, Lukman