Abstrak. Kemampuan menulis huruf hijaiyah merupakan salah satu kompetensi dasar dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menjadi landasan pembelajaran Al-Qur'an. Namun, peserta didik tunagrahita memiliki keterbatasan intelektual yang menyebabkan proses pembelajaran memerlukan pendekatan yang lebih konkret, sederhana, dan sesuai dengan karakteristik belajarnya. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah media visual karena mampu menyajikan informasi secara menarik, mudah dipahami, dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi media visual dalam pembelajaran PAI untuk meningkatkan kemampuan menulis huruf hijaiyah pada anak tunagrahita di SLB BC Bina Widya Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merancang pembelajaran dengan menyesuaikan kurikulum terhadap kemampuan peserta didik. Proses pembelajaran memanfaatkan berbagai media visual berupa flashcard, worksheet, poster, dan media interaktif yang digunakan secara bertahap dan berulang. Hasil evaluasi memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan peserta didik dalam mengenali serta menulis huruf hijaiyah. Faktor pendukung implementasi meliputi kompetensi guru, ketersediaan media pembelajaran, dan dukungan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan daya ingat peserta didik, perbedaan kemampuan individu, dan kurangnya pendampingan belajar di rumah. Dengan demikian, penggunaan media visual terbukti mampu mendukung proses pembelajaran PAI yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik tunagrahita. Abstract. The ability to write Hijaiyah letters is one of the fundamental competencies in Islamic Religious Education (IRE), as it serves as the basis for learning the Qur'an. However, students with intellectual disabilities experience cognitive limitations that make conventional learning methods less effective. Therefore, visual media are considered an appropriate learning alternative because they provide concrete, attractive, and repetitive learning experiences suited to students' characteristics. This study aims to describe the planning, implementation, evaluation, and supporting and inhibiting factors of using visual media in Islamic Religious Education to improve the ability to write Hijaiyah letters among students with intellectual disabilities at SLB BC Bina Widya, West Bandung Regency. This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that learning planning was conducted by adapting the curriculum to students' individual abilities. The implementation utilized various visual media, including flashcards, worksheets, posters, and interactive learning media, applied through gradual practice and repetition. Evaluation results indicated improvements in students' ability to recognize and write Hijaiyah letters. Supporting factors included teachers' competence, the availability of learning media, and institutional support, while the main obstacles were students' limited memory, differences in individual abilities, and insufficient parental assistance at home. The study concludes that visual media facilitate more effective, engaging, and adaptive Islamic Religious Education learning for students with intellectual disabilities.