cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 1 Documents
Search results for , issue "902-909" : 1 Documents clear
Implementasi Ta'zir dalam Peningkatan Kedisiplinan Shalat Jama'ah Santri Putri di Pondok Pesantren Al-Basyariyah 2 Bandung Hayati; Nan Rahminawati; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education 902-909
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25931

Abstract

Abstract. Congregational prayer discipline is a fundamental aspect of student life in Islamic boarding schools (pesantren). In practice, however, violations of congregational prayer regulations still occur, so pesantren apply ta’zir, an educational sanction, as a means of guidance. This study examines the forms of ta’zir applied, how ta’zir is implemented, and the supporting and inhibiting factors of ta’zir implementation in improving the congregational prayer discipline of female students at Al-Basyariyah 2 Islamic Boarding School, Bandung. A qualitative approach with a descriptive method was used. Data were collected through observation, interviews, and documentation with the head of the worship division, worship-division administrators, and female students, then analyzed using the Miles and Huberman model and validated through source and technique triangulation. The results show that the forms of ta’zir applied include islahul mubasyir (verbal reprimand), standing, talaran (memorization), tandzif (cleaning), and the use of violation boards and headscarves, given proportionally according to the type and frequency of violation. Implementation proceeds through supervision, violation recording, a student disciplinary forum, and graduated sanctions. Supporting factors include structured supervision, clear written rules, administrators’ consistency, and a culture of mutual reminders among students, while inhibiting factors include a limited number of administrators and students’ psychological adjustment. Ta’zir is concluded to function as an educational instrument that builds discipline, responsibility, and awareness among female students in performing congregational prayer. Keywords: Ta’zir, Congregational Prayer Discipline, Islamic Boarding School. Abstrak. Kedisiplinan shalat jama’ah merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan santri di pondok pesantren. Namun dalam praktiknya masih ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan shalat jama’ah sehingga pesantren menerapkan ta’zir, yaitu sanksi yang bersifat mendidik, sebagai salah satu bentuk pembinaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk ta’zir yang diterapkan, implementasi ta’zir, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi ta’zir dalam peningkatan kedisiplinan shalat jama’ah santri putri di Pondok Pesantren Al-Basyariyah 2 Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap ustadzah koordinator bagian ibadah, pengurus bagian ibadah, dan santri putri, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ta’zir yang diterapkan meliputi islahul mubasyir (teguran), berdiri, talaran (hafalan), tandzif (bersih-bersih), serta penggunaan papan dan kerudung pelanggaran yang diberikan secara proporsional sesuai jenis dan frekuensi pelanggaran. Implementasi ta’zir dilaksanakan melalui tahap pengawasan, pencatatan pelanggaran, forum mahkamah santri, dan pelaksanaan sanksi secara bertahap. Faktor pendukung meliputi pengawasan yang terstruktur, aturan tertulis yang jelas, konsistensi pengurus, serta budaya saling mengingatkan antarsantri, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan jumlah pengurus dan dinamika psikologis santri dalam masa adaptasi. Dapat disimpulkan bahwa ta’zir berfungsi sebagai instrumen pendidikan yang membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran santri putri dalam melaksanakan shalat jama’ah. Kata Kunci: Ta’zir, Kedisiplinan Shalat Jama’ah, Pondok Pesantren.

Page 1 of 1 | Total Record : 1