Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Bullying dan Literasi Kesehatan Mental dengan Status Kesehatan Mental Remaja pada Sekolah Boarding di Banda Aceh Hanis, Nonong; Marthoenis; Maidar; Abdullah, Asnawi; Saputra, Irwan
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 14 No. 2 (2021): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO menjelaskan bahwa fenomena baru yang mempengaruhi kesehatan mental remaja pada saat ini adalah maraknya kasus bullying baik disekolah maupun diluar lingkungan sekolah yang mengakibatkan beberapa kejadian tekanan mental emosional yang berat, dan beberapa kasus bullying di Indonesia belakangan berakibat sangat fatal bagi penderitaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa kuat bullying akan berhubungan dengan kesehatan mental anak remaja ketika anak remaja tersebut memiliki literasi kesehatan mental yang baik. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional, responden berjumlah 759 siswa yang berasal dari 4 sekolah boarding yang berada di Kota Banda Aceh, yaitu SMAN 10 Fajar Harapan, SMAN 2 Banda Aceh, SMAN 9 Banda Aceh, dan SMAKON Aceh. Hasil analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda menunjukkan bahwa bullying dan literasi kesehatan adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental anak. Selain itu, terdapat beberapa faktor lain yang berhubungan dengan kesehatan mental anak, yaitu sosial ekonomi (p=0,004; OR=1,48), kepribadian (p=0,001; OR=2,37), sikap (p=0,010; OR=3,01), lingkungan sekolah (p=0,032; OR=2,40). Dari analisis multivariat didapatkan bahwa faktor dengan hubungan paling besar terhadap kesehatan mental adalah perilaku bullying dengan OR=5,776. Selanjutnya faktor-faktor yang secara signifikan memiliki hubungan paling besar terhadap kesehatan mental anak adalah literasi kesehatan mental dengan p-value 0,001, dan kepribadian dengan p-value 0.001.
Hubungan Perilaku Merokok dengan Tingkat Kesehatan Mental Emosional pada Siswa di Banda Aceh Kurnia, Reza; Marthoenis, Marthoenis; Maidar, Maidar; Usrina, Nora
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 2 (2020): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental merupakan penyakit yang mempengaruhi kognisi, emosi dan kontrol terhadap perilaku. Prevalensi gangguan mental emosional di Indonesia yang berusia ≥15 tahun sebanyak 9,8%. Perilaku merokok menjadi salah faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan mental. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan tingkat kesehatan mental emosional pada siswa di Kota Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa laki-laki berusia 15-18 tahun yang berada di wilayah Kota Banda Aceh yang berjumlah 531 siswa. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifkan antara perilaku merokok setiap hari dengan kesehatan mental emosinal siswa di Banda Aceh (p-value=0,000). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kesehatan mental emosional yaitu merokok setiap hari (OR=3,69; 95% CI: 2,14 – 6,39; p-value=0,000). Faktor lain yang juga berhubungan dengan kesehatan mental emosional yaitu umur dan kelas. Perlu adanya kebijakan untuk larangan merokok dan penyuluhan terkait bahaya merokok bagi kesehatan mental emosional.
Kecanduan Smartphone pada Mahasiswa; Kontribusi Karakterikstik Demografi dan Status Psikososial Jauhari, Julianti; Ismail, Nizam; Marthoenis, Marthoenis; Abdullah, Asnawi
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 2 (2020): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan smartphone khususnya dikalangan mahasiswa yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan kecanduan. Banyak faktor yang diduga berperan dalam mempengaruhi kecanduan smartphone pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan status psikososial terhadap kecanduan smartphone pada mahasiswa. Hasil penelitian ini bermanfaat secara teortis untuk kajian ilmiah dan secara praktis untuk mengurangi dan melakukan pencegahan kecanduan smartphone pada mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik, dengan pendekatan cross sectinal study. Pengumpulan data menggunakan instrumen baku yang dilakukan secara online. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh, yang berjumlah 2.004 orang. Data dianalisis secara univariat, bivariat (Pearson Chi-Square Test) dan multivariat (Logistic Regression dengan metode Stepwise). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan ayah (p-value: 0,016; OR: 0,93) dan self esteem (p-value: 0,0001; OR: 17,4) merupakan prediktor yang paling dominan mempengaruhi kecanduan smartphone pada mahasiswa. Hasil analisis multivariat untuk keseluruhan variabel penelitian diketahui bahwa self esteem merupakan prediktor paling dominan yang mempengaruhi kecanduan smartphone. Self esteem yang rendah berkontribusi sebesar 19 kali terhadap kecanduan smartphone. Diharapkan kepada mahasiswa agar meningkatkan kepercayaan diri dan juga kepada orang tua untuk meningkatkan perhatian dan kontrol penggunaan smartphone serta kepada dosen dan pengelola pendidikan untuk membuat aturan penggunaan smartphone di kampus.
Determinants of Parental Rejection in Implementing Immunization in Children Post Covid-19 Fitriani, Henni; Ichwansyah, Fachmi; Abdullah, Asnawi; Marthoenis, Marthoenis; Rani, Hafnidar A
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6607

Abstract

Complete basic immunization coverage in Pidie Regency, Aceh Province, is still very low after the COVID-19 pandemic, which has increased the risk of diseases that can be prevented. This study analyzes the determinants of parental refusal to implement complete basic immunization in children aged 0–2 years. The study used a mixed methods approach with a cross-sectional design for quantitative and in-depth interviews for qualitative. A quantitative sample of 270 respondents was selected using the cluster random sampling method, while qualitative informants were selected using purposive sampling. The analysis showed that the number of children, attitudes, family support, health worker behavior, the role of community and religious leaders, and exposure to information was significantly related to immunization refusal (p <0.05). Qualitative findings revealed that the issue of halal-haram vaccines and the influence of local traditions were the main obstacles. The factors of the number of children (OR=3.47), attitudes (OR=0.19), family support (OR=0.16), and exposure to information (OR=0.24) were the dominant determinants.
Analysis of Determinants of Bullying Tendencies among Urban and Rural Adolescents Mushaddiq, Muhammad; Abdullah, Asnawi; Fahdhienie, Farrah; Marthoenis, Marthoenis; Zakaria, Radhiah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6772

Abstract

Bullying is a serious issue that threatens adolescent mental health and shows a high prevalence in Indonesia. This behavior is influenced by various internal and external factors, yet few studies have comprehensively compared bullying tendencies between adolescents in urban and rural settings. Objective: This study aims to analyze the main determinants influencing bullying tendencies among adolescents aged 12–15 years and to examine interregional differences. A quantitative approach with a cross-sectional design was used. A total of 167 students were selected through cluster random sampling from SMP Negeri 1 Banda Aceh and MTsN 6 Montasik. Data were analyzed using logistic regression and multinomial logistic regression tests. The results showed that parenting style, gender, and self-esteem were significantly associated with bullying tendencies. Authoritarian parenting showed the highest influence (Odds Ratio [OR] = 13.78; p = 0.001), followed by permissive parenting (OR = 6.15; p = 0.043), and self-esteem (OR = 8.81; p = 0.001). Gender also contributed, with males having a higher tendency to engage in bullying than females (OR = 2.54; p = 0.085). In contrast, ethnicity, socioeconomic status, nutritional status (BMI), social skills and popularity, and academic achievement showed no statistically significant associations. The study also found that students in MTsN 6 Montasik (rural area) had higher bullying behavior (25.61%) compared to those in SMP Negeri 1 Banda Aceh (urban area) at 12.94%. These findings affirm the importance of appropriate parenting, healthy self-esteem, and sensitivity to gender differences as key elements in bullying prevention efforts.
Pengaruh adverse childhood experiences terhadap kecemasan pada siswa SMA di Kota Banda Aceh Novita, Novita; Abdullah, Asnawi; Marthoenis, Marthoenis
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.1154

Abstract

Background: Adolescent mental health is a strategic issue in public health development in Indonesia. One factor proven to have a strong association with anxiety disorders is adverse childhood experiences (ACEs). ACEs are negative experiences experienced by someone in childhood before the age of 18. This issue is important to address in educational settings because it can impact students' mental and academic well-being. Purpose: To analyze the influence of adverse childhood experiences on anxiety in high school students. Method: This quantitative study, with a cross-sectional design, was conducted from January to February 2025 in Banda Aceh City, with high school students as subjects. The sample was selected using stratified random sampling, resulting in 310 respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate Chi-square tests. Results: Statistical analysis showed that ACEs had the most dominant influence on student anxiety (OR=52.16; 95% CI=9.22–295.24; p=0.0001). Other related factors were school environment (OR=4.28; p=0.0001), academic load (OR=2.24; p=0.012), and coping strategies (OR=2.22; p=0.0001). Multivariate analysis showed that individuals with high-risk adverse childhood experiences (ACEs) and family adaptation had a 35-fold higher risk of experiencing panic-level anxiety (pseudo-R2=0.1544), while individuals with a moderately supportive school environment had a 21-fold higher risk of experiencing panic-level anxiety (pseudo-R2=0.2191). Conclusion: Adverse childhood experiences (ACEs) were significantly associated with anxiety levels in high school students. The most dominant factor associated with student anxiety was high-risk ACEs, followed by a less supportive school environment and ineffective coping strategies. Suggestion: The results of this study are expected to be the basis for formulating promotive and preventive policies for adolescent mental health in the school environment, as well as being a reference for local governments and educational institutions in developing school-based counseling and psychosocial intervention programs.   Keywords: Adverse Childhood Experiences; Anxiety; High School Students; Mental Health.   Pendahuluan: Kesehatan mental remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia. Salah satu faktor yang terbukti memiliki hubungan kuat dengan gangguan kecemasan adalah adverse childhood experiences (ACEs). ACEs merupakan pengalaman negatif yang dialami seseorang di masa kanak-kanak sebelum usia 18 tahun. Masalah ini penting ditangani di lingkungan pendidikan karena dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan akademik siswa. Tujuan:  Untuk menganalisis pengaruh adverse childhood experiences terhadap kecemasan pada siswa SMA. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, dilakukan pada bulan Januari-Februari 2025 di wilayah Kota Banda Aceh dengan subjek penelitian siswa SMA. Sampel dipilih dengan stratified random sampling dan mendapatkan 310 responden. Analisis data menggunakan univariate dan bivariat Chi-square. Hasil: Analisis statistik menunjukkan bahwa ACEs memiliki pengaruh paling dominan terhadap kecemasan siswa (OR=52.16; 95% CI=9.22–295.24; p=0.0001). Faktor lain yang berhubungan adalah lingkungan sekolah (OR=4.28; p=0.0001), beban akademik (OR=2.24; p=0.012), dan strategi coping (OR=2.22; p=0.0001). Berdasarkan analisis multivariat menunjukkan bahwa pada adaptasi diri dan keluarga adverse childhood experiences (ACEs) risiko tinggi berpeluang 35 kali mengalami kecemasan tingkat panik (nilai pseudo R2=0.1544), sedangkan adaptasi lingkungan sekolah yang cukup mendukung berpeluang 21 kali mengalami kecemasan tingkat panik (nilai pseudo R2=0.2191). Simpulan: Adverse Childhood Experiences (ACEs) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan pada siswa SMA. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kecemasan siswa adalah ACEs risiko tinggi, diikuti oleh lingkungan sekolah yang kurang mendukung serta strategi coping yang tidak efektif. Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan promotif dan preventif kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah, serta menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan instansi pendidikan dalam mengembangkan program konseling dan intervensi psikososial berbasis sekolah.   Kata Kunci: Adverse Childhood Experiences; Kecemasan; Kesehatan Mental; Siswa.
Determinants of Nurse Case Manager Role Function in Aceh Province General Hospitals Juanda, Andri; Kamil, Hajjul; Marthoenis, Marthoenis
Advances In Social Humanities Research Vol. 3 No. 8 (2025): Advances In Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v3i8.457

Abstract

The role of nurse case managers at Aceh Province General Hospitals is still developing and requires improvement, especially in cross-sector coordination and providing more intensive training for healthcare workers. This study aims to identify the determinants related to the role function of nurse case managers at Aceh Province General Hospitals. The study employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 61 nurse case managers working at type B public hospitals in Aceh Province. Data were collected using a questionnaire developed by the researcher based on relevant literature. Data analysis was conducted descriptively and inferentially using the chi-square test and binary logistic regression. The results showed that perceptions of self-skills and knowledge, as well as the role within the managed care organization, are significantly associated with the role function of nurse case managers. The perception of self-skills and knowledge was identified as the most influential factor. It is recommended that nurse case managers enhance their self-perception of skills and knowledge to improve their role effectiveness in hospitals.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN BEBAN KERJA MENTAL PERAWAT DENGAN STRES KERJA DI RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN ACEH UTARA Ardianti, Riski Dian; Marthoenis, Marthoenis; Kamil, Hajjul
Jurnal Sains Riset Vol 15, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v15i2.3367

Abstract

Stres kerja terjadi sebagai akibat dari interaksi antara karyawan dan pekerjaan mereka. Hal ini ditandai dengan perubahan yang memaksa karyawan untuk menyimpang dari fungsi normal mereka. Banyak faktor seperti tanggung jawab, pekerjaan luar, dan individu yang menyebabkan stres, dan berdampak pada layanan kesehatan, khususnya di rumah sakit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik dan beban kerja mental dengan stres kerja perawat di Ruang Rawat Inap di Rumah Sakit Cut Meutia, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian deskriptif analitik ini dilakukan dengan metode cross-sectional dan teknik convenience sampling diadopsi untuk memilih 147 perawat sebagai sampel. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) dan Work Stress Questionnaire (WSQ). Analisis data menggunakan Chi-Square dan hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia (p = 0,008), pendapatan (p = 0,010), pengalaman (p = 0,000), dan beban kerja (p = 0,001) dengan stres kerja. Lebih lanjut, stres kerja perawat tidak berhubungan dengan jenis kelamin (p = 0,764), pendidikan (p = 0,348), dan pencapaian kompetensi (p = 0,251). Regresi logistik menunjukkan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan terjadinya stres kerja adalah pengalaman kerja (p 0,000, OR: 76,758). Berdasarkan hasil tersebut, manajemen kerja perawat yang sesuai dengan kemampuan fisik dan mental direkomendasikan untuk meningkatkan pelayanan mereka di rumah sakit.
Analisis faktor tentang psychological distress pada tenaga kesehatan Novianti, Hernia; Ichwansyah, Fahmi; Marthoenis, Marthoenis; Abdullah, Asnawi; Zakaria, Radiah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1115

Abstract

Background: Healthcare workers face various challenges in carrying out their duties, which can impact their psychological condition. Work pressure, demands for professionalism, and situations in the healthcare service environment can affect their mental well-being. This condition requires attention, as it may influence the quality of care provided. Purpose: To analyze the factors associated with psychological distress among healthcare workers. Method: This quantitative study employed a cross-sectional design. The research was conducted in January in Central Aceh District. A total of 300 healthcare workers—including nurses, midwives, environmental health workers, and epidemiologists—participated in this study. The sampling technique used was cluster random sampling. Data were collected using a questionnaire distributed via Google Form. Data analysis was carried out using univariate, bivariate, and multivariate approaches through logistic regression and multiple logistic regression test. Results: Statistical analysis showed that low social support (OR = 10.07; p = 0.037), heavy workload (OR = 30.16; p = 0.0001), severe work fatigue (OR = 159.5; p = 0.0001), shorter duration of work (OR = 10.69; p = 0.0001), and the midwife profession (OR = 3.38; p = 0.007) were significantly associated with psychological distress. The most influential factors were severe work fatigue (AOR = 51.84; p = 0.040), longer duration of work (AOR = 59.83; p = 0.0001), and the profession of nurse (AOR = 8.12; p = 0.031) and midwife (AOR = 9.43; p = 0.031). Conclusion: The variables of social support, workload, work fatigue, length of service, and profession were significantly associated with psychological distress among healthcare workers.   Keywords: Healthcare Workers; Psychological Distress; Workload.   Pendahuluan: Tenaga kesehatan menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugasnya yang dapat berdampak pada kondisi psikologis tenaga kesehatan. Tekanan kerja, tuntutan profesionalisme, dan situasi di lingkungan pelayanan kesehatan dapat memengaruhi kesejahteraan mental tenaga kesehatan. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian, karena dapat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Tujuan: Untuk menganailis faktor yang berhubungan dengan psychological distress pada tenaga kesehatan. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari di Kabupaten Aceh Tengah. Sebanyak 300 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat, bidan, tenaga kesehatan lingkungan, dan epidemiologi menjadi partisipan dalam penelitian ini. Pemilihan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan angket yang disebarkan melalui Google Form. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik dan regresi logistik berganda. Hasil: Analisis statistik menunjukkan bahwa dukungan sosial rendah (OR = 10,07; p = 0,037), beban kerja berat (OR = 30,16; p = 0,0001), kelelahan kerja berat (OR = 159,5; p = 0,0001), masa kerja baru (OR = 10,69; p = 0,0001), dan profesi bidan (OR = 3,38; p = 0,007) memiliki hubungan yang signifikan dengan psychological distress. Faktor yang paling berpengaruh adalah kelelahan kerja berat (AOR = 51,84; p = 0,040), masa kerja lama (AOR = 59,83; p = 0,0001), serta profesi perawat (AOR = 8,12; p = 0,031) dan bidan (AOR = 9,43; p = 0,031). Simpulan: Variabel dukungan sosial, beban kerja, kelelahan kerja, masa kerja, dan profesi memiliki hubungan yang signifikan dengan psychological distress pada tenaga kesehatan.   Kata Kunci: Beban Kerja; Psychological Distress; Tenaga Kesehatan.
Differences in Knowledge, Attitudes, Actions, and Sources of Information on Adolescent Reproductive Health Delvia Basri, Mira; Maulana, T; Sofia, Sofia; Marthoenis, M.; Mawarpury, Marty
Journal of World Science Vol. 2 No. 5 (2023): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v2i3.258

Abstract

Adolescence is a critical period during which a person lays the foundation for his reproductive life. Teenagers in pesantren and schools have different environments, so that will affect their knowledge. This study aims to determine and analyze differences in knowledge, attitudes, behaviours, and sources of adolescent reproductive health information between high school girls and young women who stay in Islamic boarding schools in Banda Aceh City. This type of research is comparative with a cross-sectional design. The population is all young women from class X and XI Islamic boarding schools and 330 young women from Banda Aceh City High School and Babun Najah Islamic Boarding School. The sample is the total population. The results of the study obtained differences in knowledge, attitudes, behaviours, and sources of adolescent reproductive health information between high school girls and young women in pesantren. The level of knowledge, attitudes, and sources of information affect reproductive health behaviour/actions. Information source variables are the most influential variables on reproductive health behaviours/actions. This study concludes that knowledge and sources of information are higher in high school children than in pesantren. In contrast, actions/behaviours in high school children are lower than in pesantren.
Co-Authors 'Aisy, Rohadatul AA Sudharmawan, AA Aaqib, Muhammad Amaylia Oehadian Arafat, S.M Yasir Ardianti, Riski Dian Arinda Siti Fathia Aripin Ahmad, Aripin Aryandi Darwis Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Asnawi Asniar Asniar Aulia, Nia Aulina Adamy Aulina Adamy Aulina Adamy Bai, Ancy Chandrababu Mercy Banerjee, Indrajit Basri Aramico, Basri Chairurrijal Chairurrijal Chowdhury, Mohammad Rocky Khan Cut Husna Darmawati Delita Prihatni Delvia Basri, Mira desri maulizani Dwi Indah Iswanti Elly Wardhani Ellyani Ellyani, Ellyani Elmeida Effendy Endang Mutiawati Rahayuningsih* Eva Nandawati Fahmi Ichwansyah Fahmi Ichwansyah Farah Dineva.R Farrah Fahdhienie Fatmawati Fatmawati Febrina Rizky Finaul Asyura Habibillah, Isra Yusri Yanti Hafnidar A. Rani Hajjul Kamil Hanis, Nonong Hayhoe, Richard Henni Fitriani Hermansyah Hermansyah Hermansyah Hermansyah Hidayat, Melania Hizir Sofyan Husain, Syed Shajee Hussain, Remsha I Gusti Bagus Wiksuana Ichwansyah, Fachmi Iman Murahman Indra Jaya Irwan Saputra Irwan Saputra1 Ismail, Nizam Iswa, Ramadhansyah Purnomo Jannah, Syarifah Rauzatul Jauhari, Julianti Jones, Frenky Juanda, Andri Kabir, Russell Khan, Muhammad Feroz Khotijah, Alfreda Amelia Liana, Leni M. Fuad Maidar Maidar Maidar Maidar Maidar Maidar, Maidar Marlina Marlina Marlina Martina Martina Martunis - Marty Mawarpury Maulana, T Maulana, Teuku Maulida, Hayatul Maulidayani, Maulidayani Mawaddah, Husnul Mersiana, Lusi Meutia Zahara Milza Oka Yussar Mohammadnezhad, Masoud Mohd. Ichsan Mudatsir Muhammad Fadhil Muhammad Muhammad Mulud, Zamzaliza Abdul Munazar Munazar Murni, Mayang Mushaddiq, Muhammad Muzdalifah Muzdalifah N. Nurjanah Nabila, Alifia Ni Luh Ari Yusasrini Nisa, Nurul Hafizatun Nofita Yulandari Nora Usrina Novianti, Hernia Novita Novita Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurlela, Lela Nurliana Nurul Aini Nurul Fajri Parsa, Ali Davod Parvin, Sauda Putri Maina Putri, Rosalia Radhiah Zakaria Rahmadiana, Rahmadiana Rahmatillah, Irhamni Rahmi Izzati Rahmi, Alfiatur Reza Kurnia Riski Muhammad Riza Sofia RR. Ella Evrita Hestiandari Rudi Alfiandi Said Devi Elvin Said Usman Said Usman Said Usman Said Usman Saputra, Irwan Saputra, Irwan Sari, Dianis Wulan Sathian, Brijesh Siti Helmyati Sitio, Roma Sivasubramanian, Madhini Sofia Sofia Sofia Sofia, Sofia Sri Jumiati, Sri Sri Warsini Suhermawan, Suhermawan Suyani Suyani, Suyani Suyoso Suyoso Syed, Haniya Zehra Tahlil, Teuku Taufik Taufik Teuku Andi Syahputra Teuku Tahlil Usman, Said Vinnakota, Divya Yanti, Cut Aini Fauzi Yoga Yuniadi Yulia, Cut Yulia, Mirna Yusuf, Nazira Zahra, Zulfa Zakaria, Radhiah Zakaria, Radiah