Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI PENCEGAHAN BULLYING PADA ANAK USIA DINI DI TPA TIARA KELURAHAN KEDALEMAN CILEGON Hidayat, Amat; Mubarok, Ahmad; Janah, Samrotul; Amalia, Aam; Kusumawati, Desi; Rosyati, Eti; Inayah, Inayah; Nasitoh, Jamiatun; Samsiyah, Samsiyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.26070

Abstract

Bullying merupakan masalah yang serius bagi anak-anak, karena bullying dapat memberikan efek negatif bagi anak yang menjadi korban bullying seperti rendahnya harga diri, kecemasan yang berlebihan dan depresi. Pada usia dini menjadi salah satu periode yang mendasar dalam mencegah dan menghentikan bullying. Banyak penelitian terbaru menunjukkan bahwa bullying terjadi pada anak usia dini. Jenis-jenis bullying pada anak usia dini adalah fisik, verbal dan relasional. Sebagai guru dalam pendidikan anak usia dini hendaknya memberikan lingkungan yang aman dan nyaman pada anak dalam mencegah bullying saat ini. Tujuan dari peninjauan ini adalah untuk menyajikan bukti empiris tentang bullying pada anak usia dini, karakteristik anak yang terlibat dalam bullying, impilikasi guru dalam mencegah bullying, dan program pencegahan bullying pada anak usia dini.
Evaluation of the Competency and Skills Needs for Seaplane Maintenance in Pilot Education at the Indonesian Pilot Academy Banyuwangi Prayitno, Hadi; Sunardi; Mubarok, Ahmad; Setyo, Demmy; Hariadi, Setyo
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v26i2.49470

Abstract

This research assesses the competency and skill requirements for Seaplane aircraft maintenance in the pilot education program at the Indonesian Pilot Academy Banyuwangi. Utilizing qualitative methods, including in-depth interviews and direct observation, the study involves students and teachers in the pilot education program. Analysis reveals crucial competencies for students, encompassing a profound understanding of Seaplane aircraft systems, adept problem-solving during operations, and the capacity for quick and precise decision-making. Special skills, such as adaptability to complex working conditions and meticulousness in maintenance procedures, are also deemed essential. The research identifies alignment between the academy's curriculum and Seaplane aircraft maintenance needs, yet highlights specific areas requiring enhancement. The study recommends strengthening the curriculum and teaching methods to better address competency and skill needs. Implementing these recommendations is anticipated to elevate the quality of graduates, ensuring they are well-equipped to meet the challenges of Seaplane aircraft maintenance in the aviation industry.
Kolaborasi asimetris antara negara dan masyarakat adat dalam perlindungan warisan budaya takbenda di Kutai Barat Vivian, Yofi Irvan; Mubarok, Ahmad
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v11i0.22672

Abstract

Program perlindungan Warisan Budaya Takbenda (HTN) di Indonesia terus mengungkap asimetri antara negara dan masyarakat adat. Studi ini mengkaji perlindungan HTN di Kutai Barat. Negara diwakili oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, sementara masyarakat Dayak Benuaq mendefinisikan masyarakat adat. Pendekatan etnografi kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa kolaborasi pada dasarnya bersifat asimetris. Negara cenderung mendominasi melalui mekanisme administratif yang kaku, dokumentasi, dan kebijakan birokrasi, sementara masyarakat adat berupaya melestarikan warisan mereka melalui praktik-praktik organik. Meskipun negara bergantung pada masyarakat adat untuk melindungi HTN, masyarakat ini seringkali menjadi sasaran eksploitasi budaya dengan dalih perlindungan HTN. Asimetri ini menimbulkan beberapa polemik, termasuk klaim keaslian, persaingan antardaerah, dan terbatasnya partisipasi masyarakat adat dalam perumusan kebijakan. Studi ini menyoroti bahwa masih terdapat ruang yang cukup besar untuk negosiasi dan dialog antara negara dan masyarakat adat. Dinyatakan bahwa penguatan lembaga-lembaga Pribumi, desentralisasi pengambilan keputusan, dan pengakuan otoritas budaya lokal merupakan langkah-langkah penting menuju terciptanya kerangka kerja yang lebih adil dan berkelanjutan untuk menjaga ICH. 
EKSPRESI VERBAL DOSEN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS MULAWARMAN TERHADAP KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR-KAMPUS MERDEKA Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i4.11536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ekspresi verbal dan persepsi melalui kajian linguistik. Subjek penelitian ini adalah ekspresi verbal dan persepsi dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman terkait program pemerintah Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif.Penelitian kuantitatif akan dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada dosen-dosen PNS baru yang berhubungan dengan konsep merdeka belajar-kampus merdeka. Pertanyaan yang disampaikan dalam kuesioner dirancang sedemikian rupa untuk menggali pengetahuan dosen tentang kampus merdeka. Terdapat 18 orang dosen dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Sebagian besar dari mereka mengetahui program tersebut dan memberikan respon yang positif terhadapnya. Ekspresi verbal yang muncul mayoritas cenderung positif, hanya sedikit yang cenderung negatif.Persepsi dosen-dosen Fakultas Ilmu Budaya juga bervariasi dalam menanggapi program ini, namun sebagian besar dari mereka memiliki pandangan positif terhadap program yang digaungkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
ADVERBIAL SARANA DALAM BAHASA BANJAR KUALA Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.10813

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) tipe realisasi adverbial sarana dalam Bahasa Banjar Kuala (BBK) dan (2) Kehadiran adverbial sarana dalam Kuala Banjarnese Language. Data penelitian ini adalah kalimat yang di dalamnya terdapat adverbial. Data penelitian berupa frasa dan klausa dalam BBK digunakan oleh masyarakat Banjar. Sumber data penelitian adalah tuturan atau bahasa lisan dari penutur asli BBK. Penelitian menggunakan teknik wawancara, teknik bercerita, dan teknik studi dokumenter. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah daftar kalimat yang mengandung adverbia, daftar kalimat dan cerita rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Adverbial sarana merupakan bagian dari beberapa jenis Adverbial.Adverbial Sarana dalam klausa atau kalimat dapat direalisasi dengan frase berpreposisi lawan dengan sumbu nomina atau frase nomina tak bernyawa dan klausa. Secara semantis, nomina sumbu frase itu menyatakan alat, wahana, bahan, dan peranti. pada jenis kata atau frasa lain, tidak  teridentifikasi Adverbial sarana. (2) Adverbial sarana dalam BBK sama dengan Adverbial Sarana dalam BI yang mana tidak ditemukan predikat yang mewajibkan kehadiran Adverbial Sarana, baik sebagai alat, wahana, bahan, ataupun peranti.
Solidaritas Sosial Dayak Bahau dalam Roman Legenda Lubang Undan Karya Johansyah Balham Kajian Sosiologi Sastra Faishal, Muhammad Faris Agus; Hanum, Irma Surayya; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.7875

Abstract

Solidaritas sosial adalah perasaan atau ungkapan dalam sebuah kelompok yang dibentuk oleh kepentingan, aturan, dan kepercayaan bersama. Solidaritas sosial dibagi menjadi dua, yaitu solidaritas sosial organik dan mekanik. Perbedaan solidaritas sosial mekanik dan organik dapat dilihat dari sistem kerja, kepadatan dinamis, hukum refresif dan restitutif, normal dan patologis, serta keadilan.       Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Data berupa kata, frasa, atau kalimat, dan sumber data dalam penelitian ini adalah sebuah roman Legenda Lubang Undan Karya Johansyah Balham. Menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik baca dan catat, data dianalisis menggunakan metode penafsiran melalui unsur intrinsik roman berdasarkan teori-teori solidaritas sosial Emile Durkheim.       Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku Bahau di dalam roman Legenda Lubang Undan karya Johansyah Balham mempunyai bentuk solidaritas sosial mekanik, yaitu bersatu karena semua orang adalah generalis. Ikatan di antara orang-orang ialah karena mereka terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang mirip dan mempunyai tanggung jawab yang mirip. Suku Bahau mempunyai (a) tanggung jawab yang mirip yaitu mata pencaharian mereka adalah berladang, berburu, dan mencari sumber daya alam di dalam hutan; (b) hukum refresif yaitu hukum yang harus dipatuhi oleh masyarakat; (d) mereka memiliki moralitas yang kuat mengenai baik dan tidak baik melalui panutan mereka dari seseorang yang disebut kepala adat; (e) keadilan yang dipersatukan karena memiliki pengalaman yang sama yaitu adanya upacara kematian yang diurus bersama-sama, pesta panen, dan juga upacara pernikahan. Solidaritas organik suku Bahau adalah (a) kepadatan dinamis, yaitu terjadinya peningkatan pertumbuhan penduduk dan munculnya pembagian kerja dalam masyarakat. 
STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MENOLAK AYAH KARYA ASHADI SIREGAR KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Ani, Nur Fitri; Kiftiawati, Kiftiawati; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7745

Abstract

Novel Menolak Ayah dijadikan objek penelitian ini karena novel tersebut menggambarkan realitas hidup seorang anak dengan menyelipkan kondisi Indonesia pada masa pergolakan antara pemerintah pusat dan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita, struktur kepribadian, dan faktor yang memengaruhi tokoh utama. Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan kalimat dan kata, sedangkan sumber data penelitian dari novel Ashadi Siregar yang berjudul Menolak Ayah. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Hasil analisis menunjukkan tokoh utama bernama Tondinihuta. Alurnya merupakan alur sebab akibat. Latar terjadi di Danau Toba, Jakarta, dan hutan. Waktu yang terjadi antara tahun 1950—1960-an. Latar sosial terdapat adat suku Batak, sosial militer, dan suasana ibu kota, Jakarta. Dorongan id dalam diri Tondi terjadi saat Tondi dan ibunya ditelantarkan oleh sang ayah. Respons ego pada diri Tondi ialah dengan menolak kehadiran sang ayah. Superego dalam diri Tondi mampu mengendalikan rasa benci ke hal yang positif. Tondi tidak melampiaskan kebenciannya untuk membalas ayahnya dalam bentuk kekerasan. Terdapat keseimbangan antara id, ego, dan superego yang dialami oleh Tondi. Meskipun terdapat satu keinginan yang Tondi tidak bisa tahan, yaitu keinginannya untuk memuaskan nafsu birahi. Superego berusaha untuk menuntun ego agar melaksanakan keinginan id berdasarkan konsep idealnya sehingga ketegangan yang ada dalam diri Tondi dapat terpenuhi. Faktor internal yang memengaruhi Tondi berupa keinginan kuat untuk mengubah perekonomian dirinya dan ibunya menjadi lebih baik. Faktor eksternal, yaitu ekonomi, keretakan keluarga, perang, atasannya, dan Jakarta Kata Kunci: struktur kepribadian, tokoh utama, novel, psikoanalisis Sigmund Freud.
Makna Ujaran dalam Prosesi Mag'nikakan Adat Bajau di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau: Kajian Antropolinguistik Yanti, Misra; Wahyuni, Ian; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i1.7696

Abstract

Objek penelitian ini menjadi salah satu budaya suku Bajau yang memiliki kekhasan. Dalam prosesinya memperlihatkan citra budaya dan bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna ujaran dan nilai-nilai budaya dalam prosesi mag’nikakan adat Bajau di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau, dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes dan nilai-nilai budaya Sibarani. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari masyarakat suku Bajau yang berada di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data penelitian yang digunakan analisis deskriptif dengan metode padan dan teknik pilah unsur penentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna ujaran denotasi pada prosesi mag’nikakan mengandung pengetahuan, kepercayaan, tradisi, kesenian, adat istiadat, dan tingkah laku masyarakat suku Bajau. Makna konotasi dalam ujaran mengandung makna berdasarkan perasaan atau emosi dari pembaca, dan mitos-mitos yang mengambarkan situasi masyarakat suku Bajau yang tetap menjalankan aturan, tata cara, dan struktur yang disepakati bersama. Nilai-nilai budaya yang terkandung ada tiga, yaitu pertama kebudayaan ekspresi yang meliputi keyakinan, intuisi, dan imajinasi kolektif. Kedua, kebudayaan tradisi yang meliputi nilai religi, adat istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan. Ketiga, kebudayaan fisik berupa hasil karya budaya.Kata kunci: antropolinguistik, makna ujaran, prosesi mag’nikakan.
PENYIMPANGAN KEPRIBADIAN TOKOH MATARI DALAM NOVEL MISTERI PATUNG GARAM KARYA RUWI MEITA : KAJIAN PSIKOANALISIS Annisa, Annisa; Sari, Norma Atika; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6252

Abstract

Fokus dalam penelitian ini adalah analisis terhadap struktur kepribadian tokoh utama dalam novel Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita dengan menggunakan teori Sigmund Freud dan psikologi abnormal. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur cerita, struktur kepribadian, dan faktor penyebab penyimpangan pada tokoh Matari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kata dan kutipan, sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah novel Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita. Teknik pengumpulan data ialah teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan membuat simpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, struktur cerita dalam novel Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita terdiri atas alur, tokoh, dan latar. Alur dalam novel ini adalah maju. Tokoh utama dalam penelitian ini adalah Kiri Lamari dan tokoh mayor adalah Matari. Secara garis besar latar tempat dalam novel ini berada di kota Surabaya, Yogyakarta, dan Bojonegoro. Waktu penceritaan yang ada dalam novel ini terjadi pada kehidupan moderen masa kini. Latar sosial yang tergambar adalah lingkungan menengah ke atas. Kedua, struktur kepribadian tokoh Matari didominasi oleh struktur id daripada ego dan superego. Tidak adanya keseimbangan antara id, ego, dan superego pada tokoh Matari membuatnya memiliki perilaku menyimpang seperti melakukan pembunuhan berantai dengan cara yang sadis untuk memenuhi dorongan kepribadian id-nya. Perilaku menyimpang dan sadis ini terjadi karena faktor biologis, psikososial, dan sosiokutural.Kata Kunci: penyimpangan, psikoanalisis, struktur cerita, kepribadian, Sigmund Freud.
Hierarki Kebutuhan Tokoh Utama dalam Novel Represi Karya Fakhrisina Amalia: Kajian Psikologi Sastra Abraham Maslow Nurwahidah, Anisa; Wahyuni, Ian; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.11104

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis hierarki kebutuhan tokoh utama dalam novel Represi (2018). Hierarki kebutuhan merupakan susunan kebutuhan bertingkat yang tersusun berdasarkan kebutuhan terendah hingga tertinggi. Tujuan penelitian ini ialah untuk: (1) mendeskripsikan fakta cerita dalam novel Represi karya Fakhrisina Amalia; (2) mendeskripsikan hierarki kebutuhan tokoh utama dalam novel Represi karya Fakhrisina Amalia. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan ialah kata, frasa, kalimat, dan wacana yang terdapat dalam novel Represi, sumber datanya ialah novel Represi karya Fakhrisina Amalia. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca dan catat serta teknik analisis data, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori pendukung yang digunakan ialah teori fakta cerita Robert Stanton dan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Hasil dari penelitian ini, tokoh utama dalam novel Represi ialah Anna. Novel ini menggunakan alur campuran, latar tempat yang digunakan ialah Kota Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis hierarki kebutuhan pada tokoh utama, Anna memiliki lima kebutuhan manusia seperti dalam teori hierarki kebutuhan, yakni (1) kebutuhan fisiologis dipenuhi melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi serta beristirahat yang cukup; (2) kebutuhan rasa aman melalui kepedulian orang tua dan sahabat-sahabatnya; (3) kebutuhan rasa cinta dan rasa memiliki dari Saka yang mencintainya; (4) kebutuhan harga diri dari pujian yang diberikan oleh Nabila saat sesi konsultasi serta; (5) kebutuhan aktualisasi diri dengan menerima masalah dan meyakini adanya pilihan hidup. Dengan terpenuhinya kelima hierarki kebutuhan tersebut maka Anna telah mencapai aktualisasi diri continued freshness of appreciation atau mensyukuri segala hal yang terjadi dalam hidupnya.
Co-Authors Abduh, Faizal Amalia, Aam Andriana, Andi Rina Ani, Nur Fitri Annisa Annisa Anwar Ibrahim Triyoga Ashriana, Ahfi Nova Asmayawati, Asmayawati Cahyaningrat, Dewi Daniel Dewantoro Rumani Desi Kusumawati, Desi Diah Cahyani Eri Kurniawan Evi Gusliana Faishal, Muhammad Faris Agus Fajrin, Noer Gideon, John Wesley Gustini Wulandari Hadi Prayitno Hadi Prayitno, Hadi Hammad, Jehad A.H Handayani, Dwi Asih Hanif Ramadhan, Muhamad Hanum, Gilang Kartika Hanum, Irma Surayya Hariadi, Setyo Hariri, Ahmad Hariyati, Tri Oktavi Hastuti, Poppy Meilana Dian Hernita Pasongli Hidayat, Amat Huda, Khasbulloh Inayah Inayah Irwana, Irwana Jakfar Janah, Samrotul Jundi, Rachmatullah Kiftiawati, Kiftiawati Laili, Mahsiani Mina Larasati, Khoirunnisa Latifa, Latifa Lilis, Lilis Lina, Ester Maya Rahayu, Maya Muharomah, Dewi Robiatun Mukh Doyin Mursyid Irfan Muzrifah, Risa Amalia Nabilla, Elsa Rosania Nasitoh, Jamiatun NETTI KARIANI MENDOFA Novi Yendra Nuraeny, Eny Nurfitriani, Nur Nurwahidah, Anisa Permatasari, Rizki Dwi Prasetyo, Kukuh Tri Puji Yulianty PURWANTI PURWANTI Putri, Fira Rahmadania Eka Putri, Sri Astika Rahayu, Maulina Rahayu, Sari Rahmat Hidayat Ramadhan, Muhamad Hanif Ramdanil Mubarok Ratna Agustina, Ratna Retty Isnendes Ridha, Mokhammad Rosyati, Eti Sabani, Nurus Samsiyah, Samsiyah Sari, Norma Atika Septiana, Anita Setiawan, Ariyono Setiawati, Lisa Setyo, Demmy Sigita, Dwi Sembe Singgih Daru Kuncara Siswadhi, Tamara Maharani SITI KHOLIFAH Sudirman, Eka Pratiwi Sunardi Sutikno, Frendy Syeh Al Ngarifin Tambunan, Nicholaus Manuturi Teguh Supriyanto Tirtanto, Jadon Pieter Elia Tjahjadi, Djaja Sukma Tri Leksono Vina Karina Putri Wahyuni, Ian Wardana, Miko Andi Wibowo, Untung Lestari Yanti, Misra Yassir Fadhilah, Muchammad Yofi Irvan Vivian Yofi Irvan Vivian, Yofi Irvan Yuda, Fardan Zeda Achmadi Yuniawati, Nuni Yusriansyah, Eka Zamruddin, Mardliya Pratiwi Zulkarnain, Ahnis