Claim Missing Document
Check
Articles

CONTEXTUALIZATION OF ISLAMIC EDUCATION VALUES IN THE USE OF THE WORD CHICKEN IN BANJAR PROVERBS Mubarok, Ahmad; Isnendes, Retty; Kurniawan, Eri
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 04 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v13i04.7006

Abstract

Background: This research is motivated by the rich cultural heritage of the Banjar community and the significance of proverbs as a medium for imparting moral and educational values. Understanding the Islamic values embedded in these proverbs enhances the appreciation of local wisdom and education. Purpose: This study aims to reveal the values of Islamic education contained in the use of the chicken lexicon in the Banjar proverb and explain the function of the Banjar proverb as a medium for Islamic value education in the Banjar community. Method: The research method used is a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected from two main books that document Banjar proverbs, namely Peribahasa Banjar Urang Banjar’ and  ‘Kamus Peribahasa Banjar’. The analysis was carried out by matching and interpreting 196 Banjar proverbs using the chicken lexicon, as well as interviews with cultural and literary sources of Banjar. Result: The results of the study show that Banjar proverbs that use the chicken lexicon contain various Islamic educational values, such as the value of faith (tawakal), sharia value (professionalism), and the value of morality (courage, compassion, humility, insight, hard work, and tolerance). Conclusion: The conclusion of this study is that the Banjar proverb with chicken lexicon is able to convey the values of Islamic education in a relevant and contextual way, strengthen cultural identity, and help shape the character of society based on Islamic teachings. The suggestion for further research is to explore more deeply the use of other animal lexicons in Banjar proverbs and their relationship to Islamic educational values.
Gangguan Berbicara Gagap Pada Remaja AR Studi Kasus: Kajian Psikolinguistik Andriana, Andi Rina; Mubarok, Ahmad; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i1.11786

Abstract

 Kemampuan berbicara remaja yang mengalami gangguan berbicara gagap mengakibatkan sulitnya mengekspresikan pikirannya melalui tuturan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk bahasa remaja penderita gangguan berbicara gagap dan faktor penyebabnya.  Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan berupa studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian berupa kata, frasa, klausa dan kalimat. Sumber data berasal dari tuturan remaja AR di Kota Sangatta yang memiliki gangguan berbicara gagap dan informan yang merupakan orang terdekatnya. Pengumpulan data diperoleh dari hasil teknik simak libat cakap, teknik dasar sadap, rekam, dan wawancara. Teknik analisisnya terdiri dari 4 tahap yakni tahap transkripsi, reduksi, identifikasi bentuk bahasa dan faktor penyebabnya serta penarikan simpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan beberapa bentuk bahasa yang diperoleh dari tuturan remaja AR, yakni bentuk pengulangan berupa bunyi, suku kata, kata, dan frasa. Kemudian perpanjangan berupa penyebutan bunyi huruf, penyisipan/penambahan, penjedaan serta berbicara yang berbelit. Adapun faktor yang menjadi penyebab remaja AR mengalami gangguan berbicara gagap terdiri dari faktor psikologis berupa penyesuaian terhadap lingkungan baru sehingga menyebabkan ketegangan dan kecemasan serta faktor sosiologis berupa lingkungan. Demikian dapat diketahui faktor penyebab gagap remaja AR lebih banyak disebabkan karena faktor psikologis, sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis gagap yang  diderita adalah gagap sementara atau ringan.
Peningkatan Ekonomi Keluarga melalui Pelatihan Bisnis Jamu Tradisional dengan Pendekatan PAR dan Capacity Building di Mojogebang Cahyani, Diah; Ridha, Mokhammad; Huda, Khasbulloh; Mubarok, Ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i1.1254

Abstract

Limited business and management skills hinder family economic development in Mojogebang Village, Kemlagi District, Mojokerto Regency. This study aims to enhance the economic capacity of housewives through training in traditional herbal medicine (jamu) production and marketing using the Participatory Action Research (PAR) and Capacity Building approaches. The program was conducted from November 18 to December 23, 2024, involving 100 out of 987 local housewives. The training covered jamu production techniques, business management, and digital marketing strategies to expand market access. The results showed a significant improvement in participants' skills, increased marketing networks, and the sustainability of jamu-based businesses. This study highlights the effectiveness of locally tailored training in enhancing small business competitiveness and empowering women economically. The findings have implications for community-based economic development policies and heritage-based business strategies in the digital era.ABSTRAKKeterbatasan keterampilan bisnis dan manajemen usaha menghambat pengembangan ekonomi keluarga di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi ibu rumah tangga melalui pelatihan produksi dan pemasaran jamu tradisional dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Capacity Building. Program ini berlangsung dari 18 November hingga 23 Desember 2024, melibatkan 100 peserta dari 987 ibu rumah tangga setempat. Pelatihan mencakup praktik pembuatan jamu, manajemen usaha, serta strategi pemasaran digital untuk memperluas akses pasar. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta, pertumbuhan jaringan pemasaran, dan keberlanjutan usaha berbasis jamu. Studi ini menyoroti efektivitas pelatihan berbasis kebutuhan lokal dalam meningkatkan daya saing usaha kecil dan memberdayakan perempuan secara ekonomi. Temuan ini berimplikasi pada kebijakan pengembangan ekonomi komunitas dan strategi bisnis berbasis warisan budaya di era digital.
Visual Imagery in the Novel Kun Fakayun and Dan, Dialah Dia by Andi Bombang Mubarok, Ahmad; Teguh Supriyanto; Mukh Doyin
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): (April 2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Two novels by Adi Bombang titled Kun Fayakun and Dan, Dialah Dia are very strong in telling stories with visual imagery. The problem of how the author Andi Bombang presents visual imagery in his two novels will be discussed in this study. The study of imagery in novels will provide enrichment for the training of techniques for building novel language. The approach used in this study is a stylistic approach using Leech's theory. The data of this study is the use of majas in two religious novels Kun Fayakun and Dan, Dialah Dia is the dominant one to present visual imagery. The results of the study show that the visual imagery in these two novels is present in the form of personification and hyperbole. The function of imagery in these two novels is not only to beautify the language, but also to strengthen the themes, create an atmosphere, and reveal the conflicts that exist in the story. The meaning of imagery in these two novels is also closely related to the moral message and life values that the author wants to convey. This study found that the use of visual imagery in both novels by Adi Bombang is very effective in depicting the character's mood, reinforcing major themes such as life and spirituality, and revealing inner conflicts in the narrative. In addition, the figurative language techniques used, such as personification and hyperbole, not only beautify the language but also provide emotional depth to the story. This research provides benefits for society, and the development of science, especially readers and literary reviewers, in understanding the power of language in depicting emotional and spiritual realities through visual imagery. In terms of scientific development, this study enriches the discourse of stylistic theory, especially in understanding how visual imagery can be applied in literature to enrich the reader's experience and deepen understanding of universal life themes.
Toponimi Nama-Nama Desa di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur Kajian: Antropolinguistik Tambunan, Nicholaus Manuturi; Mubarok, Ahmad; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i2.19057

Abstract

Nama daerah atau wilayah tidak boleh dibuat sembarangan karena setiap nama memiliki sejarah dan budaya yang unik yang pernah digunakan oleh orang- orang yang tinggal di sana. Penamaan tempat tertentu mungkin berubah dari waktu ke waktu, dan hal ini biasanya disebabkan oleh perubahan dari waktu ke waktu dalam kegiatan sosial dan keadaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal muasal penamaan dari suatu wilayah. Ilmu yang digunakan dalam mengkaji penelitian adalah antropolinguistik. Dalam penelitian ini wilayah spesifik yang akan dikaji adalah Desa yang terdapat di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian etnografi, yang mendeskripsikan tentang budaya, praktik sosial, dan interaksi manusia dalam konteks alami. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yakni suatu penelitian yang bertujuan menerangkan suatu fenomena sosial atau suatu peristiwa, dan dalam analisisnya dibantu dengan menggunakan teori toponimi kemudian dikaji dengan ilmu antropolinguistik. Data yang digunakan merupakan hasil tuturan dari wawancara narasumber dibeberapa desa di Kecamatan Sangatta. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga aspek yang mendasari penamaan nama-nama desa di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan aspek tersebut adalah aspek kebudayaan yang mencakup desa Sangatta utara, Teluk Lingga, Sangatta Selatan, Sangkima dan Sangkima lama, aspek kedua yaitu aspek kemasyarakatan yang mencakup desa Singa Gembara dan Singa Geweh, dan terakhir aspek perwujudan lingkungan alam yang mencakup desa Sangatta Utara, Teluk Lingga, Sangatta Selatan, Sangkima Lama, dan Swarga Bara. Kata Kunci: toponimi, antropolinguistik, sangatta utara, sangatta selatan
Slot Time Policy and Dual-Use Coordination: Managing Training Flight Operations at Banyuwangi Airport Mubarok, Ahmad; Wardana, Miko Andi; Prasetyo, Kukuh Tri
Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Vol. 7, No. 2 (June 2025)
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/infeb.v7i2.1159

Abstract

Regional airports increasingly face operational challenges as they accommodate both commercial aviation and pilot training activities within limited infrastructure and airspace. Banyuwangi Airport in East Java, Indonesia, represents a dual-use facility that has adopted a time-based slot allocation system to manage growing traffic from airlines and aviation academies. This study analyzes the structure and effectiveness of the airport’s slot time policy using a qualitative-descriptive approach based entirely on secondary data, including policy documents, operational manuals, and scholarly literature. The findings show that while the policy provides functional time segmentation-allocating daytime hours for commercial operations and nighttime for training-it lacks formal regulatory support and is executed through manual, informal coordination. These limitations are compounded by infrastructural constraints such as a single runway, limited apron capacity, and the absence of digital scheduling tools. Additionally, relegating flight training to nighttime hours compromises the quality of visual flight instruction. The study concludes that although the existing policy reduces immediate operational conflict, it is not sustainable in its current form. Strengthening the policy through regulatory formalization, infrastructure enhancement, and digital slot coordination platforms is essential for ensuring both operational efficiency and the long-term viability of Indonesia’s aviation training sector.
Slot Time Policy and Dual-Use Coordination: Managing Training Flight Operations at Banyuwangi Airport Mubarok, Ahmad; Wardana, Miko Andi; Prasetyo, Kukuh Tri
Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Vol. 7, No. 2 (June 2025)
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/infeb.v7i2.1159

Abstract

Regional airports increasingly face operational challenges as they accommodate both commercial aviation and pilot training activities within limited infrastructure and airspace. Banyuwangi Airport in East Java, Indonesia, represents a dual-use facility that has adopted a time-based slot allocation system to manage growing traffic from airlines and aviation academies. This study analyzes the structure and effectiveness of the airport’s slot time policy using a qualitative-descriptive approach based entirely on secondary data, including policy documents, operational manuals, and scholarly literature. The findings show that while the policy provides functional time segmentation-allocating daytime hours for commercial operations and nighttime for training-it lacks formal regulatory support and is executed through manual, informal coordination. These limitations are compounded by infrastructural constraints such as a single runway, limited apron capacity, and the absence of digital scheduling tools. Additionally, relegating flight training to nighttime hours compromises the quality of visual flight instruction. The study concludes that although the existing policy reduces immediate operational conflict, it is not sustainable in its current form. Strengthening the policy through regulatory formalization, infrastructure enhancement, and digital slot coordination platforms is essential for ensuring both operational efficiency and the long-term viability of Indonesia’s aviation training sector.
Pengaruh Budaya Kerja, Kompetensi dan Sumber Daya Organisasi terhadap Keterlibatan Kerja Karyawan PT. Surabaya Autocomp Indonesia Mojokerto Ghozali, Ghozali; Mubarok, Ahmad; Hidayat, Rahmat; Abduh, Faizal
Bisman (Bisnis dan Manajemen): The Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Majapahit, Jawa Timur, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/bisman.v8i2.3958

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya kerja, kompetensi dan sumber daya organisasi secara signifikan dan simultan terhadap keterlibatan kerja pegawai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan didukung data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Sampel dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh dikenal juga dengan istilah sensus dan skala yang digunakan adalah skala likert. Peneliti menggunakan fornula Slovin dengan jumlah sampel adalah 82 responden dari karyawan PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI) Mojokerto. Alat analisis yang digunakan adalah SPSS 25. Hasil dari penelitian ini menunjukan variabel budaya kerja, kompetensi, dan sumber daya organisasi secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI). Penelitian ini menunjukkan beberapa temuan, yaitu (1) budaya kerja berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan kerja pegawai pada PT Surabaya Autocomp Indonesia Mojokerto, (2) kompetensi berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan kerja pegawai pada PT Surabaya Autocomp Indonesia Mojokerto, (3) sumber daya organisasi berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan kerja pegawai PT Surabaya Autocomp Indonesia Mojokerto, (4) budaya kerja, kompetensi, dan sumber daya organisasi berpengaruh signifikan secara simultan terhadap keterlibatan kerja pegawai PT Surabaya Autocomp Indonesia Mojokerto.
Nilai Moral Dalam Cerpen Percakapan Singkat Tentang Cinta Karya Yetti A.KA: Kajian Resepsi Sastra Permatasari, Rizki Dwi; Yusriansyah, Eka; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.21692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respons pembaca terhadap cerpen Percakapan Singkat Tentang Cinta karya Yetti A.KA dengan menggunakan pendekatan resepsi sastra. Fokus penelitian adalah bagaimana pembaca memaknai fakta cerita yang terdiri dari karakter, alur, dan latar, serta bagaimana mereka menangkap nilai moral yang tersirat dalam cerpen. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara terhadap sepuluh responden dari mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Mulawarman. Responden dipilih karena dinilai memiliki latar belakang yang mendukung untuk memahami makna karya sastra secara mendalam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca memberikan tanggapan yang beragam namun konsisten terhadap karakter Lasinta dan Big yang dinilai kompleks, realistis, dan emosional. Alur campuran yang digunakan dalam cerita dinilai memperkuat suasana reflektif dan kontemplatif. Latar lingkungan sekitar yang digunakan turut mempertegas nuansa emosional dan konflik relasional dalam cerita. Adapun nilai moral yang ditangkap pembaca meliputi pentingnya komunikasi, kejujuran emosional, penerimaan, dan kedewasaan dalam menyikapi perpisahan.Penelitian ini menegaskan bahwa makna karya sastra bersifat terbuka dan sangat dipengaruhi oleh horizon harapan pembaca. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pembaca berperan aktif dalam membentuk makna karya sastra berdasarkan pengalaman dan cara pandang mereka sendiri.
Integrasi Kompetensi Pelaut dalam Kurikulum Pendidikan Penerbangan: Studi Kasus Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi Ardian, Dede; Putra2, Riki Wanda; Prasetyo, Kukuh Tri; Mubarok, Ahmad
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 9 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i9.8642

Abstract

This study examines the influence of the integration of seafarers' competencies on the performance of aviation education by adapting the curriculum as a mediating variable at the Indonesian Aviation Academy Banyuwangi. The study uses an explanatory quantitative approach with structural equation modeling analysis based on Partial Least Squares (PLS-SEM). Data collection was carried out through a questionnaire of 95 respondents consisting of cadets, instructors, and industry practitioners. The data was analyzed using SmartPLS 4 software to test the validity, reliability, and hypothetical relationships. The results of the study prove that the integration of seafarers' competencies has a significant effect on curriculum adaptation (β = 0.635; p < 0.01) and flight education performance (β = 0.274; p < 0.01). Curriculum adaptation also had a significant effect on the performance of aviation education (β = 0.615; p < 0.01) and acted as an effective partial mediator. The research model was able to explain the variation in flight education performance by 74.2% (R² = 0.742) with a substantive predictive relevance (Q² = 0.439). The integration of seafarers' competencies has been proven to improve the performance of aviation education directly or indirectly through curriculum adaptation. These findings recommend an interdisciplinary approach in the development of aviation vocational education curriculum through cross-sectoral competency integration.
Co-Authors Abduh, Faizal Adinda, Wiwik Ahmad Yahya Amalia, Aam Andriana, Andi Rina Ani, Nur Fitri Annisa Annisa Anwar Ibrahim Triyoga Ardian, Dede Ashriana, Ahfi Nova Asmayawati, Asmayawati Cahyaningrat, Dewi Daniel Dewantoro Rumani Desi Kusumawati, Desi Diah Cahyani Eri Kurniawan Evi Gusliana Faishal, Muhammad Faris Agus Fajrin, Noer Ghozali, Ghozali Gideon, John Wesley Gustini Wulandari Hadi Prayitno Hadi Prayitno, Hadi Hammad, Jehad A.H Handayani, Dwi Asih Hanif Ramadhan, Muhamad Hanum, Gilang Kartika Hanum, Irma Surayya Hariadi, Setyo Hariri, Ahmad Hariyati, Tri Oktavi Hastuti, Poppy Meilana Dian Hernita Pasongli Hidayat, Amat Huda, Khasbulloh Imam Baehaqie Inayah Inayah Irwana, Irwana Jakfar Janah, Samrotul Jonathan Irene Sartika Dewi Max Jundi, Rachmatullah Junedi, Beni Kiftiawati, Kiftiawati Laili, Mahsiani Mina Larasati, Khoirunnisa Latifa, Latifa Lilis, Lilis Lina, Ester Maya Rahayu, Maya Muharomah, Dewi Robiatun Mukh Doyin Mursyid Irfan Muzrifah, Risa Amalia Nabilla, Elsa Rosania Nasitoh, Jamiatun NETTI KARIANI MENDOFA Novi Yendra Nuraeny, Eny Nurfitriani, Nur Nurwahidah, Anisa Oktania, Sella Permatasari, Rizki Dwi Prasetyo, Kukuh Tri Puji Yulianty PURWANTI PURWANTI Putra2, Riki Wanda Putri, Fira Rahmadania Eka Putri, Sri Astika Rahayu, Famala Eka Sanhadi Rahayu, Maulina Rahayu, Sari Rahmat Hidayat Ramadhan, Muhamad Hanif Ramdanil Mubarok Ratna Agustina, Ratna Retty Isnendes Ridha, Mokhammad Rosyati, Eti Sabani, Nurus Samsiyah, Samsiyah Sari, Norma Atika Septiana, Anita Setiawan, Ariyono Setiawati, Lisa Setyo, Demmy Sigita, Dwi Sembe Sindy Alicia Gunawan Singgih Daru Kuncara Siswadhi, Tamara Maharani SITI KHOLIFAH Sohri Ramadhan Alfikri Sudirman, Eka Pratiwi Sunardi Sutikno, Frendy Syeh Al Ngarifin Tambunan, Nicholaus Manuturi Teguh Supriyanto Tirtanto, Jadon Pieter Elia Tjahjadi, Djaja Sukma Tommi Yuniawan Tri Leksono Vina Karina Putri Wahyuni, Ian Wardana, Miko Andi Wibowo, Untung Lestari Yanti, Misra Yassir Fadhilah, Muchammad Yofi Irvan Vivian Yofi Irvan Vivian, Yofi Irvan Yuda, Fardan Zeda Achmadi Yuniawati, Nuni Yusriansyah, Eka Zamruddin, Mardliya Pratiwi Zulkarnain, Ahnis