Claim Missing Document
Check
Articles

STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MENOLAK AYAH KARYA ASHADI SIREGAR KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Ani, Nur Fitri; Kiftiawati, Kiftiawati; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7745

Abstract

Novel Menolak Ayah dijadikan objek penelitian ini karena novel tersebut menggambarkan realitas hidup seorang anak dengan menyelipkan kondisi Indonesia pada masa pergolakan antara pemerintah pusat dan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita, struktur kepribadian, dan faktor yang memengaruhi tokoh utama. Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan kalimat dan kata, sedangkan sumber data penelitian dari novel Ashadi Siregar yang berjudul Menolak Ayah. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Hasil analisis menunjukkan tokoh utama bernama Tondinihuta. Alurnya merupakan alur sebab akibat. Latar terjadi di Danau Toba, Jakarta, dan hutan. Waktu yang terjadi antara tahun 1950—1960-an. Latar sosial terdapat adat suku Batak, sosial militer, dan suasana ibu kota, Jakarta. Dorongan id dalam diri Tondi terjadi saat Tondi dan ibunya ditelantarkan oleh sang ayah. Respons ego pada diri Tondi ialah dengan menolak kehadiran sang ayah. Superego dalam diri Tondi mampu mengendalikan rasa benci ke hal yang positif. Tondi tidak melampiaskan kebenciannya untuk membalas ayahnya dalam bentuk kekerasan. Terdapat keseimbangan antara id, ego, dan superego yang dialami oleh Tondi. Meskipun terdapat satu keinginan yang Tondi tidak bisa tahan, yaitu keinginannya untuk memuaskan nafsu birahi. Superego berusaha untuk menuntun ego agar melaksanakan keinginan id berdasarkan konsep idealnya sehingga ketegangan yang ada dalam diri Tondi dapat terpenuhi. Faktor internal yang memengaruhi Tondi berupa keinginan kuat untuk mengubah perekonomian dirinya dan ibunya menjadi lebih baik. Faktor eksternal, yaitu ekonomi, keretakan keluarga, perang, atasannya, dan Jakarta Kata Kunci: struktur kepribadian, tokoh utama, novel, psikoanalisis Sigmund Freud.
Makna Ujaran dalam Prosesi Mag'nikakan Adat Bajau di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau: Kajian Antropolinguistik Yanti, Misra; Wahyuni, Ian; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i1.7696

Abstract

Objek penelitian ini menjadi salah satu budaya suku Bajau yang memiliki kekhasan. Dalam prosesinya memperlihatkan citra budaya dan bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna ujaran dan nilai-nilai budaya dalam prosesi mag’nikakan adat Bajau di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau, dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes dan nilai-nilai budaya Sibarani. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari masyarakat suku Bajau yang berada di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data penelitian yang digunakan analisis deskriptif dengan metode padan dan teknik pilah unsur penentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna ujaran denotasi pada prosesi mag’nikakan mengandung pengetahuan, kepercayaan, tradisi, kesenian, adat istiadat, dan tingkah laku masyarakat suku Bajau. Makna konotasi dalam ujaran mengandung makna berdasarkan perasaan atau emosi dari pembaca, dan mitos-mitos yang mengambarkan situasi masyarakat suku Bajau yang tetap menjalankan aturan, tata cara, dan struktur yang disepakati bersama. Nilai-nilai budaya yang terkandung ada tiga, yaitu pertama kebudayaan ekspresi yang meliputi keyakinan, intuisi, dan imajinasi kolektif. Kedua, kebudayaan tradisi yang meliputi nilai religi, adat istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan. Ketiga, kebudayaan fisik berupa hasil karya budaya.Kata kunci: antropolinguistik, makna ujaran, prosesi mag’nikakan.
PENYIMPANGAN KEPRIBADIAN TOKOH MATARI DALAM NOVEL MISTERI PATUNG GARAM KARYA RUWI MEITA : KAJIAN PSIKOANALISIS Annisa, Annisa; Sari, Norma Atika; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6252

Abstract

Fokus dalam penelitian ini adalah analisis terhadap struktur kepribadian tokoh utama dalam novel Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita dengan menggunakan teori Sigmund Freud dan psikologi abnormal. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur cerita, struktur kepribadian, dan faktor penyebab penyimpangan pada tokoh Matari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kata dan kutipan, sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah novel Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita. Teknik pengumpulan data ialah teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan membuat simpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, struktur cerita dalam novel Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita terdiri atas alur, tokoh, dan latar. Alur dalam novel ini adalah maju. Tokoh utama dalam penelitian ini adalah Kiri Lamari dan tokoh mayor adalah Matari. Secara garis besar latar tempat dalam novel ini berada di kota Surabaya, Yogyakarta, dan Bojonegoro. Waktu penceritaan yang ada dalam novel ini terjadi pada kehidupan moderen masa kini. Latar sosial yang tergambar adalah lingkungan menengah ke atas. Kedua, struktur kepribadian tokoh Matari didominasi oleh struktur id daripada ego dan superego. Tidak adanya keseimbangan antara id, ego, dan superego pada tokoh Matari membuatnya memiliki perilaku menyimpang seperti melakukan pembunuhan berantai dengan cara yang sadis untuk memenuhi dorongan kepribadian id-nya. Perilaku menyimpang dan sadis ini terjadi karena faktor biologis, psikososial, dan sosiokutural.Kata Kunci: penyimpangan, psikoanalisis, struktur cerita, kepribadian, Sigmund Freud.
Hierarki Kebutuhan Tokoh Utama dalam Novel Represi Karya Fakhrisina Amalia: Kajian Psikologi Sastra Abraham Maslow Nurwahidah, Anisa; Wahyuni, Ian; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.11104

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis hierarki kebutuhan tokoh utama dalam novel Represi (2018). Hierarki kebutuhan merupakan susunan kebutuhan bertingkat yang tersusun berdasarkan kebutuhan terendah hingga tertinggi. Tujuan penelitian ini ialah untuk: (1) mendeskripsikan fakta cerita dalam novel Represi karya Fakhrisina Amalia; (2) mendeskripsikan hierarki kebutuhan tokoh utama dalam novel Represi karya Fakhrisina Amalia. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan ialah kata, frasa, kalimat, dan wacana yang terdapat dalam novel Represi, sumber datanya ialah novel Represi karya Fakhrisina Amalia. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca dan catat serta teknik analisis data, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori pendukung yang digunakan ialah teori fakta cerita Robert Stanton dan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Hasil dari penelitian ini, tokoh utama dalam novel Represi ialah Anna. Novel ini menggunakan alur campuran, latar tempat yang digunakan ialah Kota Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis hierarki kebutuhan pada tokoh utama, Anna memiliki lima kebutuhan manusia seperti dalam teori hierarki kebutuhan, yakni (1) kebutuhan fisiologis dipenuhi melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi serta beristirahat yang cukup; (2) kebutuhan rasa aman melalui kepedulian orang tua dan sahabat-sahabatnya; (3) kebutuhan rasa cinta dan rasa memiliki dari Saka yang mencintainya; (4) kebutuhan harga diri dari pujian yang diberikan oleh Nabila saat sesi konsultasi serta; (5) kebutuhan aktualisasi diri dengan menerima masalah dan meyakini adanya pilihan hidup. Dengan terpenuhinya kelima hierarki kebutuhan tersebut maka Anna telah mencapai aktualisasi diri continued freshness of appreciation atau mensyukuri segala hal yang terjadi dalam hidupnya.
BAHASA DAN IDENTITAS: SEBUAH ANALISIS FILSAFAT BAHASA DALAM KONTEKS MULTIKULTURAL Mubarok, Ahmad; Baehaqie, Imam; Yuniawan, Tommi
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.519-529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara bahasa dan identitas dalam konteks masyarakat multikultural. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan studi literatur dan wawancara mendalam dengan individu dari latar belakang budaya yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas yang kuat. Temuan ini menyoroti pentingnya pemahaman tentang bahasa dalam pembentukan identitas individu dan kolektif, serta dampaknya terhadap interaksi sosial dalam masyarakat yang beragam. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana bahasa dapat memperkuat atau mengikis identitas dalam konteks multikultural.
Analisis Penggunaan Media Assemblr Edu Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VB SDN Serang 03 Nabilla, Elsa Rosania; Hidayat, Amat; Mubarok, Ahmad
Edukasi: Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Vol 17 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/edukasi.v17i2.14736

Abstract

This research is motivated by the need for innovative learning media that can address the challenges of 21st-century learning, particularly in making learning engaging, meaningful, and contextual. This research employed a descriptive qualitative methodology that employed observation, interviews, and documentation to collect data. The results showed that the use of Assemblr Edu had a positive impact on students' learning progress in several aspects, namely cognitive, affective, and psychomotor. Features such as 3D visualization and Augmented Reality (AR) in this application facilitated students' understanding of science material, improved memory, and made the learning process more enjoyable and less boring. Students also demonstrated a high enthusiasm for learning, were interested in creating their own learning aids, and were able to overcome technical problems that arose. In addition, Assemblr Edu's clear and uncluttered visual design made students feel comfortable while learning. The conclusion of this study indicates that Assemblr Edu is suitable for use as a learning medium in elementary schools. This tool is able to create a deep learning experience because Assemblr Edu media can make learning more enjoyable (joyful) and meaningful (meaningful). This media also has a real impact in encouraging changes in digital learning that can be adapted to the needs and characteristics of today's students.
ANALISIS SEMIOTIKA: ROLAND BARTHES DALAM IKLAN K-NATURAL WHITE BRIGHTENING BODY WASH VERSI AGATHA CHELSEA Nurfitriani, Nur; Wahyuni, Ian; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.10732

Abstract

K- Natural White merupakan produk yang berasal dari bahan Korea, yang berinovasi memberikan standar kecantikan ideal Korea bagi wanita Indonesia. Penelitian ini membahas tentang makna tanda semiotika dalam iklan produk kecantikan K-Natural White. Tujuan penelitian mendeskripsikan makna tanda denotasi, konotasi, dan mitos yang membentuk pemaknaan kecantikan wanita Indonesia berdasarkan standar ideal Korea. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif deskriptif dan termasuk jenis penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data berupa teknik dasar metode agih dan padan. Data penelitian berupa kata, frase, klausa, dan kalimat iklan.Sumber data tiga jenis iklan K-Natural White yakni (1) Cotton Flower; (2) Magnolia Berkilau; dan (3) Lidah Buaya. Hasil penelitian secara umum, yakni (1) Denotasi iklan K-natural white yaitu kecantikan menjadi persoalan wanita yang digambarkan dengan kulit lembut, wangi, dan segar. (2) Konotasi berupa makna kecantikankwang skin (kulit cerah Korea) yang dijadikan standar kecantikan wanita Indonesia sebagai kecantikan luar diri. (3) Mitos kecantikan iklan K-Natural White, yaitu menghadirkan tanda yang membentuk kesadaran palsu berupa keyakinan bahwa bahan alami Korea dapat mencerahkan kulit wanita Indonesia.Kata Kunci: Semiotika, denotasi, konotasi, mitos, dan iklan
Penamaan alat menangkap ikan pada masyarakat Kutai di Muara Kaman: kajian antropolinguistik Yahya, Ahmad; Mubarok, Ahmad; Gunawan, Sindy Alicia
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 10, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v10i1.19021

Abstract

Muara Kaman merupakan salah satu daerah yang dialiri oleh Sungai Mahakam. Beberapa masyarakat Muara Kaman berprofesi sebagai nelayan oleh sebab itu peneliti tertarik untuk meneliti penamaan alat menangkap ikan yang digunakan masyarakat Kutai di Muara Kaman. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana bentuk, makna dan fungsi serta nilai budaya pada penamaan alat menangkap ikan pada masyarakat Kutai di Muara Kaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa tuturan tentang alat menangkap ikan dalam masyarakat Kutai di Muara Kaman. Penelitian ini dilaksanakan pada 14 Mei 2024-17 Mei 2024 yang berlokasi di Muara Kaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam penelitian penamaan alat menangkap ikan pada masyarakat Kutai di Muara Kaman terdapat 12 data nama alat menangkap ikan pada masyarakat Kutai di Muara Kaman. 12 data tersebut terdapat empat pola yang muncul yakni Nama Alat (NA), Nama alat dan Nama ikan (NA+NI), Nama Alat dan Tempat (NA+T), Nama Alat, Nama Ikan, dan ukuran ikan (NA+NI+UI). Terdapat dua fungsi yakni fungsi estetik dan fungsi informasional dalam penamaan alat menangkap ikan pada masyarakat Kutai di Muara Kaman serta nilai budaya yaitu nilai kesejahteraan, nilai kerja keras, nilai disiplin, nilai pelestarian dan kreativitas budaya, dan nilai peduli lingkungan. Kata kunci: antropolinguistik, alat menangkap ikan, muara kaman
STRATEGI EFISIENSI BIAYA OPERASIONAL PADA PESAWAT LATIH CESSNA 172 SP: STUDI KASUS DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI Rochmad Setiawan; Setiawan, Rochmad; Iswahyudi, Prasetyo; Mubarok, Ahmad; Fadila, Imam
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 7 No. 3 (2025): Manajemen : Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rf4xdf17

Abstract

Institusi pendidikan penerbangan di Indonesia yang beroperasi sebagai Badan Layanan Umum (BLU) harus mencapai kinerja operasional dan keuangan yang berkelanjutan. Salah satu hambatan utama adalah biaya operasional yang besar pada pesawat latih bermesin piston, seperti Cessna 172 SP. Biaya ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga bahan bakar, upah instruktur, dan pengeluaran untuk perawatan. Studi ini dirancang untuk mengembangkan model optimasi biaya operasional dengan memanfaatkan data operasional historis dari Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda dan simulasi biaya, variabel teknis (RPM, aliran bahan bakar, waktu terbang) dan variabel ekonomi (harga bahan bakar, biaya instruktur) dianalisis. Hasilnya, model ini menemukan bahwa RPM 2400 adalah profil operasional yang paling efisien, menawarkan potensi penghematan biaya sebesar 5% hingga 12% per sortie dibandingkan konfigurasi RPM lainnya. Analisis sensitivitas juga mengkonfirmasi bahwa volatilitas harga bahan bakar merupakan pendorong biaya paling dominan, diikuti oleh upah instruktur, sedangkan biaya perawatan tergolong tidak sensitif. Temuan ini memiliki implikasi strategis yang penting. Optimalisasi kecepatan jelajah berbasis model biaya dapat menekan beban operasional dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang. Selain itu, penelitian ini memberikan landasan untuk menyusun strategi manajemen armada, pengendalian biaya, dan perencanaan keuangan yang lebih efektif di sektor pendidikan penerbangan. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada literatur manajemen biaya di bidang aviasi sekaligus menawarkan solusi praktis untuk pengelola institusi layanan publik.
Co-Authors Abduh, Faizal Adinda, Wiwik Ahmad Yahya Amalia, Aam Andriana, Andi Rina Ani, Nur Fitri Annisa Annisa Anwar Ibrahim Triyoga Ardian, Dede Ashriana, Ahfi Nova Asmayawati, Asmayawati Cahyaningrat, Dewi Daniel Dewantoro Rumani Desi Kusumawati, Desi Diah Cahyani Eri Kurniawan Evi Gusliana Fadila, Imam Faishal, Muhammad Faris Agus Fajrin, Noer Ghozali, Ghozali Gideon, John Wesley Gustini Wulandari Hadi Prayitno Hadi Prayitno, Hadi Hammad, Jehad A.H Handayani, Dwi Asih Hanif Ramadhan, Muhamad Hanum, Gilang Kartika Hanum, Irma Surayya Hariadi, Setyo Hariri, Ahmad Hariyati, Tri Oktavi Hastuti, Poppy Meilana Dian Hernita Pasongli Hidayat, Amat Huda, Khasbulloh Imam Baehaqie Inayah Inayah Irwana, Irwana iswahyudi, Prasetyo Jakfar Janah, Samrotul Jonathan Irene Sartika Dewi Max Jundi, Rachmatullah Junedi, Beni Kiftiawati, Kiftiawati Laili, Mahsiani Mina Larasati, Khoirunnisa Latifa, Latifa Lilis, Lilis Lina, Ester Maya Rahayu, Maya Muharomah, Dewi Robiatun Mukh Doyin Mursyid Irfan Muzrifah, Risa Amalia Nabilla, Elsa Rosania Nasitoh, Jamiatun NETTI KARIANI MENDOFA Novi Yendra Nuraeny, Eny Nurfitriani, Nur Nurwahidah, Anisa Oktania, Sella Permatasari, Rizki Dwi Prasetyo, Kukuh Tri Puji Yulianty PURWANTI PURWANTI Putra2, Riki Wanda Putri, Fira Rahmadania Eka Putri, Sri Astika Rahayu, Famala Eka Sanhadi Rahayu, Maulina Rahayu, Sari Rahmat Hidayat Ramadhan, Muhamad Hanif Ramdanil Mubarok Ratna Agustina, Ratna Retty Isnendes Ridha, Mokhammad Rochmad Setiawan Rosyati, Eti Sabani, Nurus Samsiyah, Samsiyah Sari, Norma Atika Septiana, Anita Setiawan, Ariyono Setiawan, Rochmad Setiawati, Lisa Setyo, Demmy Sigita, Dwi Sembe Sindy Alicia Gunawan Singgih Daru Kuncara Siswadhi, Tamara Maharani SITI KHOLIFAH Sohri Ramadhan Alfikri Sudirman, Eka Pratiwi Sunardi Sutikno, Frendy Syeh Al Ngarifin Tambunan, Nicholaus Manuturi Teguh Supriyanto Tirtanto, Jadon Pieter Elia Tjahjadi, Djaja Sukma Tommi Yuniawan Tri Leksono Vina Karina Putri Wahyuni, Ian Wardana, Miko Andi Wibowo, Untung Lestari Yanti, Misra Yassir Fadhilah, Muchammad Yofi Irvan Vivian Yofi Irvan Vivian, Yofi Irvan Yuda, Fardan Zeda Achmadi Yuniawati, Nuni Yusriansyah, Eka Zamruddin, Mardliya Pratiwi Zulkarnain, Ahnis