Claim Missing Document
Check
Articles

Solidaritas Sosial Dayak Bahau dalam Roman Legenda Lubang Undan Karya Johansyah Balham Kajian Sosiologi Sastra Faishal, Muhammad Faris Agus; Hanum, Irma Surayya; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.7875

Abstract

Solidaritas sosial adalah perasaan atau ungkapan dalam sebuah kelompok yang dibentuk oleh kepentingan, aturan, dan kepercayaan bersama. Solidaritas sosial dibagi menjadi dua, yaitu solidaritas sosial organik dan mekanik. Perbedaan solidaritas sosial mekanik dan organik dapat dilihat dari sistem kerja, kepadatan dinamis, hukum refresif dan restitutif, normal dan patologis, serta keadilan.       Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Data berupa kata, frasa, atau kalimat, dan sumber data dalam penelitian ini adalah sebuah roman Legenda Lubang Undan Karya Johansyah Balham. Menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik baca dan catat, data dianalisis menggunakan metode penafsiran melalui unsur intrinsik roman berdasarkan teori-teori solidaritas sosial Emile Durkheim.       Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku Bahau di dalam roman Legenda Lubang Undan karya Johansyah Balham mempunyai bentuk solidaritas sosial mekanik, yaitu bersatu karena semua orang adalah generalis. Ikatan di antara orang-orang ialah karena mereka terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang mirip dan mempunyai tanggung jawab yang mirip. Suku Bahau mempunyai (a) tanggung jawab yang mirip yaitu mata pencaharian mereka adalah berladang, berburu, dan mencari sumber daya alam di dalam hutan; (b) hukum refresif yaitu hukum yang harus dipatuhi oleh masyarakat; (d) mereka memiliki moralitas yang kuat mengenai baik dan tidak baik melalui panutan mereka dari seseorang yang disebut kepala adat; (e) keadilan yang dipersatukan karena memiliki pengalaman yang sama yaitu adanya upacara kematian yang diurus bersama-sama, pesta panen, dan juga upacara pernikahan. Solidaritas organik suku Bahau adalah (a) kepadatan dinamis, yaitu terjadinya peningkatan pertumbuhan penduduk dan munculnya pembagian kerja dalam masyarakat. 
STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MENOLAK AYAH KARYA ASHADI SIREGAR KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Ani, Nur Fitri; Kiftiawati, Kiftiawati; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7745

Abstract

Novel Menolak Ayah dijadikan objek penelitian ini karena novel tersebut menggambarkan realitas hidup seorang anak dengan menyelipkan kondisi Indonesia pada masa pergolakan antara pemerintah pusat dan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita, struktur kepribadian, dan faktor yang memengaruhi tokoh utama. Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan kalimat dan kata, sedangkan sumber data penelitian dari novel Ashadi Siregar yang berjudul Menolak Ayah. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Hasil analisis menunjukkan tokoh utama bernama Tondinihuta. Alurnya merupakan alur sebab akibat. Latar terjadi di Danau Toba, Jakarta, dan hutan. Waktu yang terjadi antara tahun 1950—1960-an. Latar sosial terdapat adat suku Batak, sosial militer, dan suasana ibu kota, Jakarta. Dorongan id dalam diri Tondi terjadi saat Tondi dan ibunya ditelantarkan oleh sang ayah. Respons ego pada diri Tondi ialah dengan menolak kehadiran sang ayah. Superego dalam diri Tondi mampu mengendalikan rasa benci ke hal yang positif. Tondi tidak melampiaskan kebenciannya untuk membalas ayahnya dalam bentuk kekerasan. Terdapat keseimbangan antara id, ego, dan superego yang dialami oleh Tondi. Meskipun terdapat satu keinginan yang Tondi tidak bisa tahan, yaitu keinginannya untuk memuaskan nafsu birahi. Superego berusaha untuk menuntun ego agar melaksanakan keinginan id berdasarkan konsep idealnya sehingga ketegangan yang ada dalam diri Tondi dapat terpenuhi. Faktor internal yang memengaruhi Tondi berupa keinginan kuat untuk mengubah perekonomian dirinya dan ibunya menjadi lebih baik. Faktor eksternal, yaitu ekonomi, keretakan keluarga, perang, atasannya, dan Jakarta Kata Kunci: struktur kepribadian, tokoh utama, novel, psikoanalisis Sigmund Freud.
Makna Ujaran dalam Prosesi Mag'nikakan Adat Bajau di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau: Kajian Antropolinguistik Yanti, Misra; Wahyuni, Ian; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i1.7696

Abstract

Objek penelitian ini menjadi salah satu budaya suku Bajau yang memiliki kekhasan. Dalam prosesinya memperlihatkan citra budaya dan bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna ujaran dan nilai-nilai budaya dalam prosesi mag’nikakan adat Bajau di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau, dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes dan nilai-nilai budaya Sibarani. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari masyarakat suku Bajau yang berada di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data penelitian yang digunakan analisis deskriptif dengan metode padan dan teknik pilah unsur penentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna ujaran denotasi pada prosesi mag’nikakan mengandung pengetahuan, kepercayaan, tradisi, kesenian, adat istiadat, dan tingkah laku masyarakat suku Bajau. Makna konotasi dalam ujaran mengandung makna berdasarkan perasaan atau emosi dari pembaca, dan mitos-mitos yang mengambarkan situasi masyarakat suku Bajau yang tetap menjalankan aturan, tata cara, dan struktur yang disepakati bersama. Nilai-nilai budaya yang terkandung ada tiga, yaitu pertama kebudayaan ekspresi yang meliputi keyakinan, intuisi, dan imajinasi kolektif. Kedua, kebudayaan tradisi yang meliputi nilai religi, adat istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan. Ketiga, kebudayaan fisik berupa hasil karya budaya.Kata kunci: antropolinguistik, makna ujaran, prosesi mag’nikakan.
PENYIMPANGAN KEPRIBADIAN TOKOH MATARI DALAM NOVEL MISTERI PATUNG GARAM KARYA RUWI MEITA : KAJIAN PSIKOANALISIS Annisa, Annisa; Sari, Norma Atika; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6252

Abstract

Fokus dalam penelitian ini adalah analisis terhadap struktur kepribadian tokoh utama dalam novel Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita dengan menggunakan teori Sigmund Freud dan psikologi abnormal. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur cerita, struktur kepribadian, dan faktor penyebab penyimpangan pada tokoh Matari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kata dan kutipan, sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah novel Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita. Teknik pengumpulan data ialah teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan membuat simpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, struktur cerita dalam novel Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita terdiri atas alur, tokoh, dan latar. Alur dalam novel ini adalah maju. Tokoh utama dalam penelitian ini adalah Kiri Lamari dan tokoh mayor adalah Matari. Secara garis besar latar tempat dalam novel ini berada di kota Surabaya, Yogyakarta, dan Bojonegoro. Waktu penceritaan yang ada dalam novel ini terjadi pada kehidupan moderen masa kini. Latar sosial yang tergambar adalah lingkungan menengah ke atas. Kedua, struktur kepribadian tokoh Matari didominasi oleh struktur id daripada ego dan superego. Tidak adanya keseimbangan antara id, ego, dan superego pada tokoh Matari membuatnya memiliki perilaku menyimpang seperti melakukan pembunuhan berantai dengan cara yang sadis untuk memenuhi dorongan kepribadian id-nya. Perilaku menyimpang dan sadis ini terjadi karena faktor biologis, psikososial, dan sosiokutural.Kata Kunci: penyimpangan, psikoanalisis, struktur cerita, kepribadian, Sigmund Freud.
Hierarki Kebutuhan Tokoh Utama dalam Novel Represi Karya Fakhrisina Amalia: Kajian Psikologi Sastra Abraham Maslow Nurwahidah, Anisa; Wahyuni, Ian; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.11104

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis hierarki kebutuhan tokoh utama dalam novel Represi (2018). Hierarki kebutuhan merupakan susunan kebutuhan bertingkat yang tersusun berdasarkan kebutuhan terendah hingga tertinggi. Tujuan penelitian ini ialah untuk: (1) mendeskripsikan fakta cerita dalam novel Represi karya Fakhrisina Amalia; (2) mendeskripsikan hierarki kebutuhan tokoh utama dalam novel Represi karya Fakhrisina Amalia. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan ialah kata, frasa, kalimat, dan wacana yang terdapat dalam novel Represi, sumber datanya ialah novel Represi karya Fakhrisina Amalia. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca dan catat serta teknik analisis data, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori pendukung yang digunakan ialah teori fakta cerita Robert Stanton dan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Hasil dari penelitian ini, tokoh utama dalam novel Represi ialah Anna. Novel ini menggunakan alur campuran, latar tempat yang digunakan ialah Kota Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis hierarki kebutuhan pada tokoh utama, Anna memiliki lima kebutuhan manusia seperti dalam teori hierarki kebutuhan, yakni (1) kebutuhan fisiologis dipenuhi melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi serta beristirahat yang cukup; (2) kebutuhan rasa aman melalui kepedulian orang tua dan sahabat-sahabatnya; (3) kebutuhan rasa cinta dan rasa memiliki dari Saka yang mencintainya; (4) kebutuhan harga diri dari pujian yang diberikan oleh Nabila saat sesi konsultasi serta; (5) kebutuhan aktualisasi diri dengan menerima masalah dan meyakini adanya pilihan hidup. Dengan terpenuhinya kelima hierarki kebutuhan tersebut maka Anna telah mencapai aktualisasi diri continued freshness of appreciation atau mensyukuri segala hal yang terjadi dalam hidupnya.
Co-Authors Abduh, Faizal Adinda, Wiwik Amalia, Aam Andriana, Andi Rina Ani, Nur Fitri Annisa Annisa Anwar Ibrahim Triyoga Ardian, Dede Asari, Andi Ashriana, Ahfi Nova Asmayawati, Asmayawati Cahyaningrat, Dewi Daniel Dewantoro Rumani Desi Kusumawati, Desi Diah Cahyani Eri Kurniawan Evi Gusliana Faishal, Muhammad Faris Agus Fajrin, Noer Ghozali, Ghozali Gideon, John Wesley Gustini Wulandari Hadi Prayitno Hadi Prayitno, Hadi Hammad, Jehad A.H Handayani, Dwi Asih Hanif Ramadhan, Muhamad Hanum, Gilang Kartika Hanum, Irma Surayya Hari Kurniawanto Hariadi, Setyo Hariri, Ahmad Hariyati, Tri Oktavi Hastuti, Poppy Meilana Dian Hernita Pasongli Hidayat, Amat Huda, Khasbulloh Inayah Inayah Irwana, Irwana Jakfar Janah, Samrotul Jonathan Irene Sartika Dewi Max Jundi, Rachmatullah Junedi, Beni Kiftiawati, Kiftiawati Laili, Mahsiani Mina Larasati, Khoirunnisa Latifa, Latifa Lilis, Lilis Lina, Ester Maya Rahayu, Maya Muharomah, Dewi Robiatun Mukh Doyin Mursyid Irfan Muzrifah, Risa Amalia Nasitoh, Jamiatun NETTI KARIANI MENDOFA Novi Yendra Nuraeny, Eny Nurwahidah, Anisa Oktania, Sella Permatasari, Rizki Dwi Prasetyo, Kukuh Tri Puji Yulianty PURWANTI PURWANTI Putra2, Riki Wanda Putri, Fira Rahmadania Eka Putri, Sri Astika Rahayu, Famala Eka Sanhadi Rahayu, Maulina Rahayu, Sari Rahmat Hidayat Ramadhan, Muhamad Hanif Ramdanil Mubarok Ratna Agustina, Ratna Ratuningtyas, Alis Retty Isnendes Ridha, Mokhammad Riyanti, Lilies Esthi  Rosyati, Eti Sabani, Nurus Samsiyah, Samsiyah Sari, Norma Atika Septiana, Anita Setiawan, Ariyono Setiawati, Lisa Setyo, Demmy Sigita, Dwi Sembe Singgih Daru Kuncara Siswadhi, Tamara Maharani SITI KHOLIFAH Sohri Ramadhan Alfikri Sudirman, Eka Pratiwi Sunardi Sutikno, Frendy Syeh Al Ngarifin Tambunan, Nicholaus Manuturi Teguh Supriyanto Tirtanto, Jadon Pieter Elia Tjahjadi, Djaja Sukma Tri Leksono Vina Karina Putri Wahyuni, Ian Wardana, Miko Andi Wibowo, Untung Lestari Yanti, Misra Yassir Fadhilah, Muchammad Yofi Irvan Vivian Yofi Irvan Vivian, Yofi Irvan Yuda, Fardan Zeda Achmadi Yuniawati, Nuni Yusriansyah, Eka Zamruddin, Mardliya Pratiwi Zulkarnain, Ahnis