Claim Missing Document
Check
Articles

Improving Critical Thinking Ability of Elementary School Students in Science Learning through Scientific Learning Model based on Tri Kaya Parisudha I Ketut Suparya; Wartayasa, I Ketut; Ariyana, Komang Sesara
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v9i2.91818

Abstract

Good critical thinking skills are absolutely necessary to form quality human beings according to global developments in the 21st century. In this regard, the purpose of this study is to describe the differences in critical thinking skills in grade V elementary school students between students who follow the scientific learning model based on tri kaya parisudha and students who follow learning with scientific models in science learning. This research is a quasi-experimental research, in this study involving two class groups, namely the experimental group and the control group. The experimental design used in this research is pretest-posttest nonequivalent control group design. Hypothesis testing was carried out with an uncorrelated t test using the N gain score. The results showed that there was a significant difference in the critical thinking skills of students who were taught using a scientific learning model based on tri kaya parisudha with students who were taught with a scientific learning model. This is evidenced from the calculation results obtained that the statistical value of F = 6.621 with a significance level smaller than 0.05. In other words, learning with a scientific model based on tri kaya parisudha is very effective for improving students' critical thinking skills.
Toward global scientific literacy: Evaluating primary science education in Indonesia’s Merdeka and Cambridge curricula Wijaya, I Komang Wisnu Budi; Parwata, I Made Yoga; Indrawan, I Putu Oktap; Suparya, I Ketut
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 6 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v6i2.4988

Abstract

In response to global demands for 21st-century competencies, Indonesia has implemented the Merdeka Curriculum, while many internationalised schools adopt the Cambridge Curriculum. Both aim to foster scientific literacy but differ in philosophical foundations, curriculum structure, and pedagogical design. This study aims to compare the implementation of science education in these two curricula at SD Tunjung Sari, an SPK (Satuan Pendidikan Kerjasama) school in Bali, to identify their respective strengths and inform future curriculum integration. Employing a qualitative design, data were collected through document analysis, semi-structured interviews, and classroom observations. The study focused on four key components: learning objectives, content, instruction, and assessment, using Miles and Huberman’s interactive model. Findings indicate that the Merdeka Curriculum emphasises holistic development and contextual learning through project-based and Science–Technology–Society (STS) approaches. At the same time, the Cambridge Curriculum promotes inquiry-based learning with a structured, internationally benchmarked sequence. Although both curricula align with PISA’s scientific literacy domains, they differ in content scope and delivery. The study recommends a hybrid model that integrates global standards with local values to enhance science education in diverse contexts. This can support policymakers and educators in designing future-ready curricula that are both globally competitive and culturally rooted.
Pelatihan dan Pendampingan Menjadi Guru yang Inovatif Pada Era Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Nusa Penida Pancaria, I Nyoman; Yulia Angga Dewi, Putu; Suparya, I Ketut; Adi Nugraha Tristaningrat, Made; Surya Adnyana, Komang; Suardipa, I Putu; Kurniawati, Ni Nyoman; Ardiawan, I Ketut Ngurah; Arya Yudaparmita, Gusti Ngurah; Candra Prastya Dewi, Ni Putu; Heny Nirmayani, Luh; Hengki Primayana, Kadek; Ari Winangun, I Made; Wahyu Wiguna, I Komang; Eka Sastrika Ayu, Putu; Arya Wiradnyana, I Gede; Ida Arsani Dewi, Putu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 1 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i1.3011

Abstract

Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah fokus pada materi esensial sehingga pembelajaran lebih mendalam, waktu lebih banyak untuk pengembangan kompetensi dan karakter melalui belajar kelompok seputar konteks nyata (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Capaian pembelajaran per fase dan jam pelajaran yang fleksibel mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan pelajar dan kondisi satuan pendidikan. Modul ajar dalam konteks Kurikulum Merdeka merupakan bahan pembelajaran yang dirancang secara sistematis dan komprehensif untuk mendukung implementasi kurikulum yang berfokus pada pengembangan kompetensi peserta didik. Modul ajar Kurikulum Merdeka menekankan pada pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning). Peserta didik dihadapkan pada situasi atau masalah nyata yang harus dipecahkan melalui kegiatan proyek atau penyelidikan. Pendampingan ini akan membantu guru dalam mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi, serta memberikan umpan balik yang konstruktif untuk perbaikan pembelajaran di masa depan. Peserta dalam kegiatan pelatihan ini berjumlah 25 orang yang berasal dari beberapa sekolah dasar di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
KKN MAHASISWA: EDUKASI LINGKUNGAN SEHAT DAN POJOK BELAJAR BAGI MASYARAKAT DESA PEJARAKAN KECAMATAN GEROKGAK Sastrawan, Gede Yudik; Wiratama, Kadek Agus; Risaldy, Kadek Amertha; Widiastini, Komang Nita; I Ketut, Suparya
Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jckkn.v2i1.3493

Abstract

Desa Pejarakan terletak di dataran rendah. Mayoritas penduduknya menggantungkan kehidupan mereka pada sektor pertanian, sektor peternakan, sektor perdagangan, jasa, dan sektor lainnya seperti pegawai negeri dan karyawan swasta. Untuk itu dilaksanakan kegiatan pendampingan antara lain: sosialisasi dan edukasi pemilahan sampah, kerja bakti, dan pendampingan pojok belajar. Tahapan-tahapan pelaksanaan dilakukan melalui observasi (pengamatan) dan wawancara. Dari hasil Observasi dan wawancara yang telah mahasiswa KKN lakukan terdapat beberapa permasalahan yang perlu direalisasikan sehingga dapat menjadi bahan program kerja mahasiswa KKN di Desa Pejarakan. Pelaksanaan program kerja yang pertama mengenai sosialisasi dan edukasi pemilahan sampah terlaksana dengan baik. Hasil dari kegiatan program kerja sosialisasi dan edukasi pemilahan yaitu masyarakat desa Pejarakan mengetahui berbagai macam-macam jenis sampah melalui edukasi, pemamfaatan sampah yang dijadikan daur ulang berbagai macam jenis produk seperti halnya sampah organic dijadikan pupuk untuk tanaman dan ecoenzim (produk yang dijadikan pembersih, obat kumur maupun pupuk tanaman). Pelaksanaan program kerja yang kedua mengenai kerja bakti terlaksana dengan baik. Pelaksanaan program kerja yang ketiga mengenai pojok belajar yang terlaksana sangat baik. Hasil dari program kerja pojok belajar yaitu, terjalinnya hubungan antara mahasiswa pelaksana kelompok belajar dengan anak-anak yang terjalin sangat baik dan harmonis selama mengikuti kegiatan pembelajaran.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN MEDIA EDMODO Suparya, I Ketut
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v7i1.63

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi mahasiswa melalui model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media edmodo, 2) untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media edomodo, 3) untuk mendeskripsikan respon mahasiswa terkait penerapan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media edomodo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian ini seluruh mahasiswa semester IV program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja sebanyak 20 orang mahasiswa. Obyek penelitian adalah motivasi belajar mahasiswa dan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran IPA SD. Metode analisis dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) terjadi peningkatkan motivasi belajar mahasiswa dari 66,27% pada siklus I menjadi 82,25% pada siklus II, atau peningkatan sebesar 15,98% berada pada kategori baik, 2) terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dari 69,50% pada siklus I menjadi 84,40% pada sisklus II atau peningkatan sebesar 15% berada pada kategori baik, 3) persentase rerata respon mahasiswa terhadap proses pembelajaran sebesar 80,10% berada pada kategori baik.
RENDAHNYA LITERASI SAINS: FAKTOR PENYEBAB DAN ALTERNATIF SOLUSINYA Suparya, I Ketut; I Wayan Suastra; Putu Arnyana, Ida Bagus
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v9i1.580

Abstract

Pola pikir dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar sepatutnya dimulai dari pendidik untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar. Berkaitan dengan hal tersebut, tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui penyebab rendahnya literasi sains siswa sekolah dasar, 2) untuk mendeskripsikan alternatif solusi peningkatan literasi sains siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa studi kepustakaan. Hasil dari analisis yang dilakukan didapatkan bahwa faktor penyebab rendahnya literasi sains siswa adalah: a) penggunaan buku ajar yang belum tepat, b) miskonsepsi siswa, c) pembelajaran yang tidak kontekstual, d) rendahnya kemampuan membaca, e) lingkungan dan iklim belajar, f) infrastruktur sekolah, g) sumber daya manusia, h) manajemen sekolah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemangku kebijakan dalam proses perbaikan literasi sains siswa untuk menjawab tantangan dari survey PISA dan TIMSS, begitu pun pada peningkatan hasil belajar IPA siswa. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah sebagai solusi dalam meningkatkan hasil belajar IPA antara lain sebagai berikut: a) gerakan literasi sekolah, b) memberikan dana bantuan operasional sekolah, c) transformasi kepemimpinan sekolah, d) meningkatkan kompetensi guru, e) memperbaiki kurikulum, f) memperbaiki buku ajar, g) mengadakan asesmen kompetensi minimum, h) penggunaan platform digital.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery learning Berbantuan Google Sites pada Pembelajaran IPAS Terhadap Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar I Gede Rika Suardita; I Ketut Suparya; I Putu Suardipa; I Ketut Ngurah Ardiawan
IJPSE Indonesian Journal of Primary Science Education Vol 6 No 1 (2025): IJPSE
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ijpse.v6i1.9869

Abstract

This study examines the low level of science literacy among students, which is due to teacher-centered science education dominated by lecture methods, a lack of student motivation and engagement, and a lack of student focus during learning. This study examines the effect of the Discovery learning model, assisted by Google Sites, on science education and its impact on the science literacy of fifth-grade students. The study employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group. The study population consisted of 232 fifth-grade students from SDN Gugus 1 in Buleleng District. Through a lottery, the sample was randomly selected, with SDN 2 Anturan selected as the experimental group of 34 students and SDN 3 Kalibukbuk selected as the control group of 33 students. Data were collected through essay tests. Additionally, data was collected through documentation. The tests were then validated for validity, reliability, and difficulty level. Descriptive and inferential statistics (t-test) were used for data analysis. The results of the analysis showed that the calculated t-value was greater than the critical t-value (34.522 > 1.669), indicating a significant difference in science literacy between the two groups. Therefore, there was a significant difference in science literacy among IPAS students who were taught using the discovery learning model with Google Sites compared to those who were not.
IMPLEMENTASI MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS AKSARA BALI DI PANTI ASUHAN YAYASAN DANA PUNIA SINGARAJA A. A. Pt. Suari; Made Suardika Jaya; Komang Puteri Yadnya Diari; I Nengah Juliawan; I Ketut Suparya; I Putu Suardipa; I Nyoman Ariyoga
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widya Mahadi Vol. 6 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : LP3M Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/widyamahadi.v6i1.5816

Abstract

This community service project was conducted to enhance the reading and writing skills of Balinese script among students at Yayasan Dana Punia Singaraja, who have limited access to structured and interactive learning resources. The Teams Games Tournament (TGT) model was selected for its ability to integrate collaborative learning with academic competition, thereby increasing learners’ engagement and motivation. The program consisted of several stages, including initial needs assessment, pre-test administration, implementation of the TGT model supported by digital learning media, guided practice sessions, and a post-test evaluation. The results indicate a notable improvement in participants’ ability to recognize, read, and write Balinese script, as reflected in the increased scores between the pre-test and post-test, alongside positive responses to the game-based learning activities. These findings demonstrate that the TGT model is effective for Balinese script instruction, particularly within heterogeneous learning groups. This program provides a valuable reference for educators and social institutions seeking to develop more adaptive, engaging, and sustainable learning strategies for the preservation and revitalization of Balinese script.
Dari representasi ke praktik: kerangka konseptual integrasi komik edukatif dan diskusi deliberatif untuk sikap demokratis siswa sekolah dasar Made Ari Susmilawati; Gusti Ngurah Arya Yudaparmita; I Ketut Suparya
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1199400

Abstract

Pembentukan sikap demokratis pada usia sekolah dasar merupakan fondasi penting bagi demokrasi substantif, namun pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) sering kali terjebak pada orientasi kognitif semata. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual integrasi komik edukatif dan diskusi deliberatif untuk mengembangkan sikap demokratis siswa kelas V Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan analisis sintesis konseptual terhadap 68 artikel jurnal internasional terbitan 2016–2024 yang diambil dari database Scopus, Web of Science, dan ERIC. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara representasi nilai demokrasi dan praktik deliberatif dalam literatur existing. Kerangka konseptual yang dihasilkan terdiri dari empat lapisan desain operasional: naratif konflik demokratis autentik, representasi visual-semiotik nilai, dialogis melalui pertanyaan pemandu, dan partisipatif melalui struktur diskusi terpandu. Simpulan penelitian ini adalah komik edukatif berfungsi sebagai boundary object yang menghubungkan representasi simbolik nilai dengan praktik sosial, sehingga memerlukan desain media yang secara intensional merekayasa pengalaman afektif dan perilaku demokratis.
Menjembatani kesenjangan pemahaman kontekstual: analisis kebutuhan pengembangan literasi sains berbasis fenomena alam lokal di sekolah dasar I Made Putrayasa; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1200900

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesenjangan pemahaman kontekstual siswa sekolah dasar dan menganalisis kebutuhan pengembangan literasi sains berbasis fenomena alam lokal melalui systematic literature review (SLR). Mengikuti protokol PRISMA, analisis kritis dilakukan terhadap 78 artikel jurnal internasional terbitan 2016–2025 dari database Scopus, Web of Science, dan ERIC. Penelitian mengungkap paradoks prestasi global: sintesis data menunjukkan siswa memperoleh skor kognitif sains rata-rata 70–80 (skala 0–100), namun pemahaman kontekstual mereka hanya berkisar 65–78. Kesenjangan ini disebabkan oleh tiga faktor struktural: (1) dominasi pembelajaran teacher-centered yang mengabaikan situated learning; (2) ketidakrelevanan media pembelajaran dengan konteks lokal; dan (3) minimnya integrasi fenomena alam sebagai sumber belajar autentik. Analisis kebutuhan mengungkap urgensi pengembangan media berbasis fenomena lokal dengan empat karakteristik esensial hasil sintesis: (a) integrasi fenomena lokal autentik sebagai konteks pembelajaran; (b) desain yang memandu alur kognitif progresif dari observasi ke refleksi ekologis; (c) format portabel yang dapat digunakan di luar kelas; dan (d) integrasi kearifan lokal sebagai kerangka nilai. Temuan ini mengindikasikan bahwa buku saku literasi sains berbasis fenomena alam lokal merupakan solusi strategis untuk menjembatani kesenjangan pemahaman kontekstual sekaligus merealisasikan semangat Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran yang relevan dan bermakna.
Co-Authors A. A. Pt. Suari Adi Nugraha Tristaningrat, Made Ari Winangun, I Made Ariyana, Komang Sesara Arya Wiradnyana, I Gede Arya Yudaparmita, Gusti Ngurah Asri, I G A Agung Sri Bagus Bayu Budiarsa Candra Prastya Dewi, Ni Putu Desak Kade Puspita Dewi Dharma, I Wayan Wira Eka Sastrika Ayu, Putu Gede Agus Jaya Negara Gusti Ayu Made Ariwimarsi Gusti Ayu Putu Alit Wistari Gusti Ngurah Arya Yudaparmita Heny Nirmayani, Luh I Dewa Ayu Agung Paramitha I G Agung Jaya Suryawan I Gde Andika Yudha Pradana I Gde Andika Yudha Pradana I Gede Agus Mahardika I Gede Arya Wiradnyana I Gede Arya Wiradnyana I Gede Dodik Sanjiartha I Gede Nyoman Sutiawan I Gede Rika Suardita I Gede Yuda Permana I Gusti Putu Sudiarsana I Kadek Mertayasa I Kadek Sutrisna I Kadek Wira Ariawan I Ketut Dipayana I Ketut Dipayana I Ketut Ngurah Ardiawan I Ketut Ngurah Ardiawan I Komang Edi Santosa I Komang Surantika I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Adi Nugraha Tristaningrat I Made Ari Winangun I Made Ari Winangun I Made Ari Winangun I Made Ariasa Giri I Made Putrayasa I Made Sedana I Made Suweta I Made Yoga Parwata I Nengah Juliawan I Nengah Suastika I Nyoman Ariyoga I Nyoman Budiarsana I Putu Dede Mahendra I Putu Oktap Indrawan I Putu Suardipa I Wayan Darmayoga I Wayan Eka Mahardika I Wayan Lasmawan I Wayan Suastra I Wayan Wira Dharma Ida Arsani Dewi, Putu Ida Bagus Putu Arnyana Kadek Cindya Dina Putri Kadek Devi Kariani Kadek Hengki Primayana Kadek Hengki Primayana . Kadek Joni Lesmana Putra Ketut Sudiatmika Komang Agus Budhi Arya Pramana Komang Puteri Yadnya Diari Komang Suparmini Komang Suparmini Komang Suryaninsih Komang Trisna Mahartini Komang Trisna Mahartini Kurniawati, Ni Nyoman Luh Desy Widyantari Luh Ketut Ari Utami Luh Ketut Ari Utami Luh Putu Sherly Arima Devi Luh Putu Surya Dewi Luh Suartini Made Adi Nugraha Tristaningrat Made Ari Susmilawati Made Suardika Jaya Made Suriadi Made Sutawan Made Sutrisna Maha Terianita Made Wiradana Made Yanthi Sudarmi Maryani, Ni Komang Ana Nana Samvara Negara, Gede Agus Jaya Ni Kadek Ari Sugiani Ni Kadek Ayu Dewi Sukartini Ni Kadek Ayu Winiati Ni Komang Sri Polih Ni Komang Sri Polih Ni Komang Sri Wahyu Tistari Ni Luh Gede Sri Susanthi Ni Luh Gede Suryatini Ni Luh Ika Windayani Ni Luh Kade Dwi Aryani Ni Luh Putu Karina Dewi Ni Luh Putu Nurtini Ni Luh Safna Dewi Ni Made Ari Purwati Ni Made Dwijayanti Ni Made Yuliartini Ni Ny. Sri Suryadnyani Ni Nyoman Dian Trisna Dewi Ni Nyoman Kurnia Wati Ni Nyoman Kurnia Wati Ni Nyoman Lisna Handayani Ni Putu Candra Prastya Dewi Ni Putu Gina Widaswara Ni Putu Meldania Bestari Ni Putu Ratnawati Ni Putu Sri Utami Ni Putu Widiastuti Ni Wayan Erni Sukanti Ni Wayan Juli Artini Ni Wayan Novitayanti Ni Wayan Ratnadi Ni Wayan Risna Dewi Ni Wayan Sani Artini Ni Wayan Suniasih Nyoman Pancaria Pancaria, I Nyoman Putu Ayu Widiari Suseni Putu Epita Sari Putu Sanjaya Putu Sanjaya Putu Sanjaya Putu Subawa Putu Yuli Krisniati Putu Yulia Angga Dewi Risaldy, Kadek Amertha Rustiawan, Gede Saifudin Zuhri Sanjaya, Putu Sastrawan, Gede Yudik Subawa I Putu Subawa, I Putu Subawa, Putu Surya Adnyana, Komang Tampayana, I Putu Tancredy Ari Saputra Uina Pertiwi Wahyu Wiguna, I Komang Wartayasa, I Ketut Wena Putu Wena, Putu Widiastini, Komang Nita Wiratama, Kadek Agus Yeni Angumasanita kusumawati Yulia Angga Dewi, Putu