Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Kurikulum Cinta Dengan Pendekatan Deep Learning Di Adi Widyalaya Rsi Markandeya Suparya, I Ketut; Budi Wijaya, Komang Wisnu; Jaya Negara, Gede Agus; Wira Dharma, I Wayan
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.416

Abstract

Pendidikan agama Hindu menghadapi tantangan untuk mengintegrasikan nilai-nilai ajaran dharma dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Salah satu inovasi adalah implementasi Kurikulum Cinta, yang menanamkan cinta kepada Tuhan, sesama, lingkungan, dan bangsa, serta relevan dengan konsep Tri Hita Karana dan Tri Kaya Parisudha. Namun, hasil observasi di Adi Widyalaya Rsi Markandya Taro Gianyar menunjukkan rendahnya pemahaman guru terhadap Kurikulum Cinta (10%) dan Deep Learning (20%), serta belum adanya perangkat ajar berbasis kedua konsep tersebut. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif, kontekstual, dan reflektif-transformatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas guru, 100% mampu menyusun RPP dan LKPD, 85% berhasil membuat media digital, serta terjadi peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan terjadi peningkatan hasil beajar siswa. Program ini telah berhasil menghasilkan model perangkat ajar berbasis kurikulum cinta perspektif Hindu dengan pendekatan deep learning yang mampu mendukung transformasi pendidikan agama Hindu yang kontekstual dan berkelanjutan.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran IPAS Berbasis Buku Cerita Bergambar Bermuatan Prinsip Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar Yudha Pradana, I Gde Andika; Winangun, I Made Ari; Suparya, I Ketut
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i1.5248

Abstract

Learning Natural and Social Sciences (IPAS) in elementary schools requires deep and contextual conceptual understanding. However, classroom practices remain dominated by teacher-centered approaches and conventional learning media, which contribute to low student learning outcomes. This study aims to analyze the needs for developing IPAS learning media in the form of illustrated storybooks integrated with deep learning principles. The study employed a research and development approach focusing on the needs analysis stage and used a descriptive method combining qualitative and quantitative data. The research subjects were fourth-grade teachers and students from six elementary schools in Cluster 7, Tabanan District. Data were collected through classroom observations, teacher interviews, student questionnaires on learning media needs, and document analysis of student learning outcomes. The results show that IPAS instruction is still dominated by lecture-based methods with limited use of visual and contextual media. Quantitatively, only 32% of students achieved the Minimum Learning Achievement Criteria, with an average score of 61.7, particularly indicating difficulties in tasks requiring conceptual understanding and contextual application. Both teachers and students expressed a strong need for visually rich and contextual story-based learning media that are easy to use and relevant to students’ daily lives. These findings position needs analysis as a critical empirical foundation for developing IPAS learning media in the form of illustrated storybooks integrated with deep learning principles, an area that has received limited attention in previous studies. Therefore, the development of such media is considered a crucial pedagogical step to support more meaningful, reflective, and student-centered IPAS learning in elementary schools.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Buku Suplemen Menulis Deskriptif Berbasis Observasi Lingkungan Pada Siswa Sekolah Dasar Ari Utami, Luh Ketut; Suparya, I Ketut; Handayani, Ni Nyoman Lisna
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i1.5254

Abstract

This study aims to analyze the need for developing a supplementary book for descriptive writing based on environmental observation for elementary school students. The problem underlying this study is the low quality of students’ descriptive writing, particularly in terms of content development, text organization, and the use of concrete descriptive vocabulary. This research employed a research and development approach with a focus on the needs analysis and preliminary study stage. The study was conducted with sixth-grade students from an elementary school cluster in Tabanan District, involving 72 students and 4 classroom teachers. Data were collected through document analysis of students’ written work, classroom observations, teacher interviews, and a student needs analysis questionnaire. The findings indicate that most students have not achieved mastery in content and language aspects, while descriptive writing instruction in the classroom is still dominated by textbook-based approaches without systematic environmental observation activities. In addition, both teachers and students expressed the need for supplementary teaching materials that can guide the writing process in a structured and contextual manner. The scientific contribution of this study lies in positioning needs analysis as an empirical foundation for designing a descriptive writing supplementary book grounded in the local environmental context and aligned with experience-based learning principles within the Merdeka Curriculum framework.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS 5 SD NEGERI 3 BONGAN I Gde Andika Yudha Pradana; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.940

Abstract

Pendekatan pembelajaran mendalam merupakan strategi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa dengan menekankan eksplorasi, analisis kritis, dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan pembelajaran mendalam dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas 5 SD Negeri 3 Bongan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman konsep dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Guru menggunakan strategi yang mendorong berpikir kritis, seperti diskusi berbasis pertanyaan tingkat tinggi dan kerja kelompok berbasis pemecahan masalah. Namun, terdapat beberapa kendala dalam implementasi, seperti keterbatasan sumber belajar dan kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran yang menuntut analisis mendalam. Oleh karena itu, diperlukan dukungan lebih lanjut dalam hal pengembangan profesional guru dan penyediaan sarana pembelajaran yang lebih memadai. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif di sekolah dasar serta memperkuat pentingnya penerapan pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
IPAS MELALUI METODE STORYTELLING UNTUK MEMBENTUK KESADARAN SOSIAL DAN LINGKUNGAN SISWA KELAS 4 SD NO. 2 TUBAN Mahardika, I Gede Agus; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui metode storytelling guna membentuk kesadaran sosial dan lingkungan siswa kelas 4 SD No. 2 Tuban. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa storytelling secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperdalam pemahaman mereka terhadap konsep IPAS, serta menanamkan nilai-nilai karakter terkait kepedulian sosial dan lingkungan. Siswa menjadi lebih reflektif dan kritis dalam mengaitkan isi cerita dengan fenomena di sekitar mereka. Selain itu, wawancara dengan guru dan siswa mengungkapkan bahwa metode ini meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya storytelling sebagai strategi inovatif dalam pendidikan karakter. Guru disarankan untuk mengintegrasikan metode ini dalam pembelajaran IPAS dengan mempertimbangkan relevansi cerita terhadap konteks sosial dan lingkungan siswa. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengukur dampak storytelling pada jenjang pendidikan dan mata pelajaran lainnya.
INOVASI PEMBELAJARAN IPAS BERBASIS OUTDOOR LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN PENGALAMAN BELAJAR SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 MENGESTA Utami, Luh Ketut Ari; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.942

Abstract

Sosial (IPAS) berbasis outdoor learning dalam meningkatkan keterlibatan dan pengalaman belajar siswa kelas VI di SD Negeri 2 Mengesta. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode outdoor learning mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Siswa lebih aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan mengeksplorasi lingkungan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Selain itu, pengalaman belajar siswa menjadi lebih bermakna karena mereka dapat melihat langsung fenomena yang dipelajari di kelas. Pembelajaran berbasis pengalaman ini juga berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa. Studi ini merekomendasikan penerapan outdoor learning sebagai strategi inovatif dalam pembelajaran IPAS untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
PERAN PENDEKATAN SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY (SETS) DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK ME NINGKATKAN KESADARAN LINGKUNGAN SISWA KELAS 6 SD NEGERI 2 BUWIT Sugiani, Ni Kadek Ari; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.943

Abstract

Pendekatan Science, Environment, Technology, and Society (SETS) merupakan strategi pembelajaran yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan isu-isu lingkungan, perkembangan teknologi, dan dampaknya terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan pendekatan SETS dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk meningkatkan kesadaran lingkungan siswa kelas 6 SD Negeri 2 Buwit. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan SETS mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep lingkungan, mendorong partisipasi aktif dalam pembelajaran, serta menumbuhkan perilaku ramah lingkungan, seperti memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pendekatan SETS dalam pembelajaran IPAS dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk kesadaran lingkungan siswa sejak dini. Oleh karena itu, diharapkan para pendidik dapat mengimplementasikan pendekatan ini secara lebih luas dalam kurikulum sekolah dasar guna mendukung pendidikan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT-BASED LEARNING) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPAS SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 PANGKUNG KARUNG Tistari, Ni Komang Sri Wahyu; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.944

Abstract

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) merupakan model pembelajaran inovatif yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam penyelesaian proyek yang autentik dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi PjBL dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), menganalisis dampaknya terhadap pemahaman konsep siswa, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam penerapannya di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus di SD Negeri 1 Pangkung Karung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL mampu meningkatkan pemahaman konsep IPAS siswa secara signifikan, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, serta memperkuat kolaborasi antar siswa. Tantangan utama dalam implementasi PjBL meliputi kesiapan guru, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan akan waktu yang lebih fleksibel dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, rekomendasi penelitian ini menekankan pada pentingnya pelatihan bagi guru, penyediaan sarana pembelajaran yang mendukung, serta fleksibilitas dalam penyusunan kurikulum guna mengoptimalkan efektivitas PjBL dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
DAMPAK PEMBELAJARAN IPAS BERBASIS LITERASI DIGITAL TER- HADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PROBLEM SOLVING SISWA KELAS 4 SD NEGERI 1 NYAMBU Nurtini, Ni Luh Putu; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.945

Abstract

Pembelajaran berbasis literasi digital telah menjadi pendekatan inovatif dalam dunia pendidikan, terutama dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis literasi digital terhadap kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa kelas 4 SD Negeri 1 Nyambu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dalam pembelajaran IPAS mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat kemampuan analitis mereka dalam memahami permasalahan, serta mendorong mereka untuk mengembangkan solusi yang lebih kreatif dan sistematis. Selain itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif, sehingga siswa lebih termotivasi dalam menyelesaikan tugas akademik mereka. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital bukan hanya alat bantu pembelajaran, tetapi juga strategi yang efektif dalam membentuk pola pikir kritis dan kemampuan problem solving yang lebih baik bagi siswa sekolah dasar.
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VI SDN 3 GUBUG PADA MATA PELAJARAN IPAS Dewi, Ni Nyoman Dian Trisna; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.947

Abstract

Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning/PBL) telah terbukti sebagai pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi PBL dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah siswa kelas VI SDN 3 Gubug pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, keterampilan berpikir kritis dan kreatif, serta kerja sama dalam tim. Selain itu, siswa juga menunjukkan pemahaman konsep yang lebih mendalam dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Namun, beberapa tantangan dalam implementasi PBL mencakup kebutuhan waktu yang lebih panjang serta perlunya pelatihan bagi guru dalam mengelola pembelajaran berbasis masalah secara efektif. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk sekolah dan tenaga pendidik, sangat diperlukan agar PBL dapat diterapkan secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa PBL merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta keterampilan berpikir siswa di tingkat sekolah dasar.
Co-Authors A. A. Pt. Suari Adi Nugraha Tristaningrat, Made Ari Utami, Luh Ketut Ari Winangun, I Made Ariawan, I Kadek Wira Ariyana, Komang Sesara Artini, Ni Wayan Sani Arya Wiradnyana, I Gede Arya Yudaparmita, Gusti Ngurah Aryani, Ni Luh Kade Dwi Asri, I G A Agung Sri Ayu Winiati, Ni Kadek Budi Wijaya, Komang Wisnu Budiarsa, Bagus Bayu Candra Prastya Dewi, Ni Putu Dewi, Desak Kade Puspita Dewi, Ni Luh Putu Karina Dewi, Ni Nyoman Dian Trisna Dharma, I Wayan Wira Dipayana, I Ketut Eka Sastrika Ayu, Putu Gusti Ngurah Arya Yudaparmita Heny Nirmayani, Luh I Gde Andika Yudha Pradana I Gede Arya Wiradnyana I Gede Dodik Sanjiartha I Gede Rika Suardita I Gede Yuda Permana I Kadek Sutrisna I Ketut Ngurah Ardiawan I Komang Edi Santosa I Komang Surantika I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Ari Winangun I Made Yoga Parwata I Nengah Juliawan I Nengah Suastika I Nyoman Ariyoga I Putu Dede Mahendra I Putu Oktap Indrawan I Putu Suardipa I Wayan Darmayoga I Wayan Eka Mahardika, I Wayan Eka I Wayan Lasmawan I Wayan Suastra Ida Arsani Dewi, Putu Ida Bagus Putu Arnyana Jaya Negara, Gede Agus Kadek Hengki Primayana . Komang Agus Budhi Arya Pramana Komang Puteri Yadnya Diari Komang Suparmini Komang Trisna Mahartini Kurniawati, Ni Nyoman kusumawati, Yeni Angumasanita Luh Putu Sherly Arima Devi Made Ari Susmilawati Made Ariwimarsi, Gusti Ayu Made Suardika Jaya Made Suriadi Mahardika, I Gede Agus Mahartini, Komang Trisna Maryani, Ni Komang Ana Negara, Gede Agus Jaya Ni Luh Gede Sri Susanthi Ni Luh Ika Windayani Ni Made Dwijayanti Ni Nyoman Lisna Handayani Ni Putu Gina Widaswara Ni Putu Meldania Bestari Ni Putu Ratnawati Ni Putu Sri Utami Ni Putu Widiastuti Ni Wayan Juli Artini Ni Wayan Risna Dewi Ni Wayan Suniasih Novitayanti, Ni Wayan Nurtini, Ni Luh Putu Pancaria, I Nyoman Pancaria, Nyoman Paramitha, I Dewa Ayu Agung Pertiwi, Uina Polih, Ni Komang Sri Purwati, Ni Made Ari Putu Ayu Widiari Suseni Putu Sanjaya Putu Subawa Putu Yuli Krisniati Putu Yulia Angga Dewi Ratnadi, Ni Wayan Risaldy, Kadek Amertha Rustiawan, Gede Saifudin Zuhri Samvara, Nana Sanjaya, Putu Sastrawan, Gede Yudik Subawa I Putu Subawa, I Putu Subawa, Putu Sudarmi, Made Yanthi Sudiarsana, I Gusti Putu Sudiatmika, Ketut Sugiani, Ni Kadek Ari Sukanti, Ni Wayan Erni Surya Adnyana, Komang Suryadnyani, Ni Ny. Sri Suryaninsih, Komang Suryatini, Ni Luh Gede Suryawan, I G Agung Jaya Sutawan, Made Sutiawan, I Gede Nyoman Tampayana, I Putu Terianita, Made Sutrisna Maha Tistari, Ni Komang Sri Wahyu Tristaningrat, Made Adi Nugraha Utami, Luh Ketut Ari Wahyu Wiguna, I Komang Wartayasa, I Ketut wati, ni nyoman kurnia Wena Putu Wena, Putu Widiastini, Komang Nita Widyantari, Luh Desy Wira Dharma, I Wayan Wiradana, Made Wiradnyana, I Gede Arya Wiratama, Kadek Agus Wistari, Gusti Ayu Putu Alit Yudha Pradana, I Gde Andika Yulia Angga Dewi, Putu Yuliartini, Ni Made