Claim Missing Document
Check
Articles

Bridging worlds: an integrative framework for deep learning and ethnoscience in elementary IPAS education I Ketut Dipayana; I Made Ari Winangun; I Ketut Suparya
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1201200

Abstract

Elementary education in Indonesia continues to grapple with pervasive rote memorization practices in IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial/science and social studies) instruction that result in students' superficial conceptual understanding. This integrative literature review examined how the integration of deep learning pedagogy and ethnoscience perspectives functions as conceptual bridges for meaningful IPAS comprehension. Following Whittemore and Knafl's (2022) methodology, 42 empirical studies published between 2018 and 2025 were synthesized from Scopus, ERIC, Google Scholar, Garuda, and SINTA databases. Consistently reported across studies, three transformative mechanisms were identified: (1) cognitive anchoring through culturally familiar local phenomena such as subak irrigation systems (evidenced in 28 of 42 studies), (2) dialogic knowledge co-construction grounded in Tri Hita Karana philosophy (19 studies), and (3) metacognitive awareness development through reflective inquiry (15 studies). The resulting integrative framework offers theoretically grounded pathways for designing IPAS instruction that promotes conceptual change rather than factual accumulation, supporting Kurikulum Merdeka implementation.
Meningkatkan literasi kewargaan melalui komik digital berbasis kearifan lokal: sebuah tinjauan sistematis terhadap efektivitas, mekanisme, dan tantangan implementasi di sekolah dasar Luh Suartini; Ni Putu Candra Prastya Dewi; I Ketut Suparya
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202300

Abstract

Literasi kewargaan merupakan kompetensi fundamental yang perlu dikembangkan sejak jenjang pendidikan dasar melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila, namun sering terkendala oleh minimnya media pembelajaran inovatif yang kontekstual dengan pengalaman siswa. Penelitian systematic literature review (SLR) ini bertujuan menganalisis efektivitas media komik digital bermuatan kearifan lokal dalam meningkatkan literasi kewargaan siswa sekolah dasar. Tinjauan sistematis dilakukan terhadap 25 artikel dari enam basis data (Google Scholar, ERIC, Scopus, ScienceDirect, Portal Garuda, DOAJ) yang memenuhi kriteria inklusi periode 2015–2025. Studi yang direview mencakup variasi desain penelitian kuasi-eksperimen dan Research & Development (R&D) dengan heterogenitas sampel dan instrumen yang tinggi. Akibat heterogenitas tersebut, analisis data dilakukan secara sintesis naratif, bukan meta-analisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa media komik digital secara konsisten efektif meningkatkan pemahaman konsep kewargaan (N-gain 0,49–0,61; p <0,05) dan karakter gotong royong (peningkatan 20,7–23,3%; p <0,01) melalui tiga mekanisme: visualisasi konkret nilai Pancasila, narasi kontekstual berbasis kearifan lokal (sambatan, mapalus, subak), serta aktivitas reflektif pasca-membaca. Dominasi model pengembangan ADDIE (73%) mengindikasikan kebutuhan kerangka sistematis dengan evaluasi formatif terintegrasi. Faktor pendukung utama adalah antusiasme siswa terhadap media visual-digital dan mandat Kurikulum Merdeka untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila, sedangkan penghambat utama adalah keterbatasan akses perangkat digital di daerah 3T. Temuan ini mengimplikasikan bahwa integrasi kearifan lokal dalam komik digital merupakan strategi pedagogis efektif untuk menjembatani konsep abstrak Pancasila dengan pengalaman konkret siswa.
Tiga peran metode eksperimen sederhana dalam membangun keterampilan proses sains siswa sekolah dasar I Kadek Mertayasa; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202400

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran metode eksperimen sederhana dalam pengembangan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar melalui systematic literature review (SLR) berbasis protokol PRISMA 2020. Penelitian ini merupakan SLR dengan pendekatan sintesis tematik kualitatif, bukan meta-analisis. Oleh karena itu, tidak dilakukan penggabungan effect size statistik lintas studi atau uji heterogenitas. Temuan disajikan sebagai pola konseptual dan kecenderungan empiris yang muncul secara konsisten dalam literatur yang dianalisis. Melalui analisis tematik terhadap 63 artikel jurnal internasional terbitan 2016–2025 dari database Scopus, Web of Science, dan ERIC, penelitian mengungkap tiga peran utama metode eksperimen sederhana: (1) sebagai pengaktif pengetahuan awal siswa melalui observasi langsung fenomena konkret (didukung oleh 47 dari 63 studi); (2) sebagai fasilitator pengorganisasian informasi melalui aktivitas klasifikasi berbasis manipulasi objek nyata (didukung oleh 39 studi); dan (3) sebagai pemicu komunikasi ilmiah ketika secara eksplisit disertai platform praktik seperti presentasi atau penulisan laporan (didukung oleh 22 studi). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi sangat bergantung pada konteks relevan, peran guru sebagai fasilitator, dan ketersediaan sumber daya yang memadai. Temuan ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan desain pembelajaran sains yang secara intensional mengaitkan eksperimen sederhana dengan pengalaman belajar bermakna untuk membangun keterampilan proses sains yang berkelanjutan.
Efektivitas penggunaan komik sains dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar: sebuah tinjauan sistematis Komang Suparmini; Ni Nyoman Lisna Handayani; I Ketut Suparya
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1203400

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar sering menghadapi tantangan dalam menyampaikan konsep abstrak kepada siswa usia 6–12 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan komik sains terhadap hasil pembelajaran IPAS melalui tinjauan literatur sistematis. Metode penelitian mengadopsi kerangka kerja PRISMA, menelusuri database Scopus, Google Scholar, dan ERIC pada rentang tahun 2015–2024. Dari 500 artikel awal, proses seleksi ketat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menghasilkan 44 studi empiris untuk dianalisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa komik sains memberikan kontribusi positif terhadap hasil pembelajaran IPAS, dengan ukuran dampak (effect size) bervariasi dari sedang (Cohen's d = 0,644) hingga sangat besar (Cohen's d = 1,726). Temuan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi sains, keterampilan berpikir kritis, dan motivasi siswa, khususnya pada siswa kelas 3–6 SD. Format digital dan cetak sama-sama efektif apabila diperkaya dengan elemen interaktif dan bimbingan guru terstruktur. Namun, implementasi menghadapi hambatan berupa akses teknologi dan kesiapan guru. Disimpulkan bahwa komik sains merupakan media efektif untuk pembelajaran IPAS, namun memerlukan integrasi kurikulum yang hati-hati dan validasi konten yang ketat.
Penguatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Kurikulum Cinta dengan Pendekatan Deep Learning Suparya, I Ketut; Wijaya, Komang Wisnu Budi; Negara, Gede Agus Jaya; Dharma, I Wayan Wira
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.37751

Abstract

Kurikulum Cinta hadir sebagai inovasi pembelajaran yang menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama, lingkungan, dan bangsa, yang sejalan dengan filosofi Agama Hindu. Minimnya integrasi kurikulum cinta dan deep learning dalam praktik pembelajaran mencerminkan kesenjangan antara idealitas kurikulum dengan realitas di kelas. Observasi di Utama Widyalaya Astika Dharma  menunjukkan ketiadaan perangkat pembelajaran berbasis kedua konsep tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis Kurikulum Cinta yang terintegrasi dengan nilai-nilai Tri Hita Karana dan Tri Kaya Parisudha melalui pendekatan deep learning. Program pengabdian ini menerapkan pendekatan partisipatif, kontekstual, dan reflektif-transformatif melalui lima tahapan: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan: 100% guru mampu menyusun RPP dan LKPD, 85% berhasil mengembangkan media digital, partisipasi siswa meningkat dari 60% menjadi 88%, dan hasil belajar meningkat dari 64 menjadi 82. Program ini berhasil menghasilkan model perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum Cinta perspektif Hindu dengan pendekatan deep learning yang mendukung transformasi pendidikan agama Hindu secara kontekstual dan berkelanjutan
Local Culture-Oriented Pop Up Book Media to Improve IPAS Learning Outcomes of Grade III Elementary School Students Tampayana, I Putu; Sanjaya, Putu; Suparya, I Ketut
Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The limited use of engaging concrete media has contributed to students’ low learning outcomes. Therefore, the aim of this study is to implement Pop-Up Book media oriented toward local culture to improve the IPAS learning outcomes of Grade III elementary school students. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically the Nonequivalent Control Group Design Posttest Only, which involved two groups, namely the experimental class and the control class. The research population consisted of all Grade III students at SD Negeri Gugus VIII Mengwi. The research sample was selected through random sampling, with SD Negeri 1 Mengwi serving as the experimental class, which received the treatment of using Pop Up Book media oriented toward Balinese local culture in IPAS learning, while SDN 2 Werdi Bhuwana served as the control class, which used conventional learning without such media. The research instrument was a learning outcomes test that had been declared valid and reliable. The analysis was conducted through prerequisite tests in the form of normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using the independent t-test to determine the difference in learning outcomes between the experimental and control classes. The independent t-test hypothesis test yielded a 2-tailed significance value of 0.000 < 0.05, indicating that there is a significant effect of Pop Up Book media oriented toward Balinese local culture on the IPAS learning outcomes of Grade III elementary school students. In conclusion, Pop Up Book media oriented toward Balinese local
PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL MEMBAWA INOVASI UNTUK KEMAJUAN SISWA Rustiawan, Gede; I Ketut Suparya; Komang Trisna Mahartini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.38260

Abstract

This study examines the impact of education in the digital era on students’ development. The rise of digital technology has introduced various innovations in the field of education, but it also raises questions about whether these advancements truly provide tangible benefits for students or merely create an illusion of progress. The main objective of this research is to explore how digital technology influences the quality of education, changes in teaching methods, and its effects on student achievement. The study employs a literature review method by analyzing various academic sources, including articles, journals, and publications related to the topic. The findings reveal that while digital technology can enrich students’ learning experiences and broaden their access to educational resources, there are also challenges such as digital inequality, dependence on technology, and the potential loss of social interaction in the learning process. Therefore, achieving sustainable educational progress requires the wise and balanced use of technology alongside teaching approaches that support students’ holistic development. Collaboration among educators, the government, and the community is essential to ensure that digital innovation truly brings meaningful and lasting benefits to the future of education.
PENGEMBANGAN MEDIA MONOPOLI CERDAS UNTUK MATEMATIKA KELAS V MATERI PERBANDINGAN DI SD NEGERI 1 KAMPUNG ANYAR Tancredy Ari Saputra; I Made Suweta; I Ketut Suparya
Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 mengubah cara belajar menjadi daring, banyak siswa kesulitan karena minimnya perangkat, menurunkan minat belajar, dan berpotensi mempengaruhi pemahaman serta hasil belajar. Pengembangan media pembelajaran monopoli cerdas dianggap penting guna menghasilkan peningkatan minat belajar siswa. Rumusan permasalahan utama adalah mengenai validitas dan kepraktisan media tersebut.  Tujuan dari penelitian ini adalah guna mengetahui validitas dan kepraktisan media pembelajaran yang dikembangkan untuk digunakan dalam pelajaran terkhusus pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menerapkan model ADDIE untuk langkah-langkahnya. Dalam penelitian ini terdapar subjek penelitian yakni media pembelajaran monopoli cerdas yang telah diuji validitasnya. Teknik pengumpulan data yang dipakai meliputi observasi, wawancara, serta penggunaan angket. Data-data yang didapatkan kemudian diolah menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian memperlihatkan bahwa media pembelajaran monopoli cerdas memiliki nilai validitas tinggi, yaitu 0,93 untuk validitas isi materi dan 0,94 untuk validitas media pembelajaran. Uji kepraktisan juga menunjukkan nilai rata-rata 3,57, menandakan bahwa media pembelajaran ini sangat praktis. Validasi yang dilakukan dengan melibatkan pakar materi dan pakar media pembelajaran menghasilkan nilai bahwa media ini memiliki kualitas "tinggi". Siswa juga memberikan penilaian "sangat tinggi" terhadap media ini.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Ni Luh Safna Dewi; I Ketut Suparya; Kadek Hengki Primayana
Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD Vol. 5 No. 1 (2025): Widyajaya
Publisher : Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikasi terhadap hasil belajar IPAS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Audio Visual dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Adapun yang menjadi populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IV Negeri Gugus II Kecamatan Kubutambahan sebanyak 236 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan hasil belajar IPAS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem based learning berbantuan media audio visual dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPAS antara siswa yag dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Audio Visual dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus II Kecamatan Kubutambahan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERATIF BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL BALI PADA MATERI PERKALIAN BILANGAN CACAH KELAS IV SEKOLAH DASAR Kadek Devi Kariani; I Made Sedana; I Ketut Suparya
Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD Vol. 5 No. 2 (2025): Widyajaya
Publisher : Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran matematika adalah minimnya penggunaan media pembelajaran interaktif. Penerapan dan pemahaman mengenai kearifan lokal Bali juga jarang dilaksanakan di lingkungan sekolah peserta didik. Oleh karena itu, pembuatan media pembelajaran yang mengorientasikan kearifan lokal Bali menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun serta menganalisis validitas dan kepraktisan media pembelajaran interaktif berorientasi kearifan lokal pada materi perkalian bilangan cacah. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, tetapi terbatas pada tahap implementasi. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang ahli instrumen, 9 orang ahli produk, serta 2 orang guru dan 6 orang peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Petandakan untuk penilaian praktikalitas. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD Liveworksheet berorientasi kearifan lokal memiliki validitas sangat tinggi, dengan skor 0,94 dari ahli materi, 0,96 dari ahli media, dan 0,95 dari ahli bahasa. Pada tahap uji kepraktisan, guru memberikan penilaian sebesar 95% dan peserta didik sebesar 96,67%, keduanya masuk dalam kategori sangat baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berorientasi kearifan lokal Bali sangat valid dan sangat praktis untuk pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Co-Authors A. A. Pt. Suari Adi Nugraha Tristaningrat, Made Ari Winangun, I Made Ariyana, Komang Sesara Arya Wiradnyana, I Gede Arya Yudaparmita, Gusti Ngurah Asri, I G A Agung Sri Bagus Bayu Budiarsa Candra Prastya Dewi, Ni Putu Desak Kade Puspita Dewi Dharma, I Wayan Wira Eka Sastrika Ayu, Putu Gede Agus Jaya Negara Gusti Ayu Made Ariwimarsi Gusti Ayu Putu Alit Wistari Gusti Ngurah Arya Yudaparmita Heny Nirmayani, Luh I Dewa Ayu Agung Paramitha I G Agung Jaya Suryawan I Gde Andika Yudha Pradana I Gde Andika Yudha Pradana I Gede Agus Mahardika I Gede Arya Wiradnyana I Gede Arya Wiradnyana I Gede Dodik Sanjiartha I Gede Nyoman Sutiawan I Gede Rika Suardita I Gede Yuda Permana I Gusti Putu Sudiarsana I Kadek Mertayasa I Kadek Sutrisna I Kadek Wira Ariawan I Ketut Dipayana I Ketut Dipayana I Ketut Ngurah Ardiawan I Ketut Ngurah Ardiawan I Komang Edi Santosa I Komang Surantika I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Adi Nugraha Tristaningrat I Made Ari Winangun I Made Ari Winangun I Made Ari Winangun I Made Ariasa Giri I Made Putrayasa I Made Sedana I Made Suweta I Made Yoga Parwata I Nengah Juliawan I Nengah Suastika I Nyoman Ariyoga I Nyoman Budiarsana I Putu Dede Mahendra I Putu Oktap Indrawan I Putu Suardipa I Wayan Darmayoga I Wayan Eka Mahardika I Wayan Lasmawan I Wayan Suastra I Wayan Wira Dharma Ida Arsani Dewi, Putu Ida Bagus Putu Arnyana Kadek Cindya Dina Putri Kadek Devi Kariani Kadek Hengki Primayana Kadek Hengki Primayana . Kadek Joni Lesmana Putra Ketut Sudiatmika Komang Agus Budhi Arya Pramana Komang Puteri Yadnya Diari Komang Suparmini Komang Suparmini Komang Suryaninsih Komang Trisna Mahartini Komang Trisna Mahartini Kurniawati, Ni Nyoman Luh Desy Widyantari Luh Ketut Ari Utami Luh Ketut Ari Utami Luh Putu Sherly Arima Devi Luh Putu Surya Dewi Luh Suartini Made Adi Nugraha Tristaningrat Made Ari Susmilawati Made Suardika Jaya Made Suriadi Made Sutawan Made Sutrisna Maha Terianita Made Wiradana Made Yanthi Sudarmi Maryani, Ni Komang Ana Nana Samvara Negara, Gede Agus Jaya Ni Kadek Ari Sugiani Ni Kadek Ayu Dewi Sukartini Ni Kadek Ayu Winiati Ni Komang Sri Polih Ni Komang Sri Polih Ni Komang Sri Wahyu Tistari Ni Luh Gede Sri Susanthi Ni Luh Gede Suryatini Ni Luh Ika Windayani Ni Luh Kade Dwi Aryani Ni Luh Putu Karina Dewi Ni Luh Putu Nurtini Ni Luh Safna Dewi Ni Made Ari Purwati Ni Made Dwijayanti Ni Made Yuliartini Ni Ny. Sri Suryadnyani Ni Nyoman Dian Trisna Dewi Ni Nyoman Kurnia Wati Ni Nyoman Kurnia Wati Ni Nyoman Lisna Handayani Ni Putu Candra Prastya Dewi Ni Putu Gina Widaswara Ni Putu Meldania Bestari Ni Putu Ratnawati Ni Putu Sri Utami Ni Putu Widiastuti Ni Wayan Erni Sukanti Ni Wayan Juli Artini Ni Wayan Novitayanti Ni Wayan Ratnadi Ni Wayan Risna Dewi Ni Wayan Sani Artini Ni Wayan Suniasih Nyoman Pancaria Pancaria, I Nyoman Putu Ayu Widiari Suseni Putu Epita Sari Putu Sanjaya Putu Sanjaya Putu Sanjaya Putu Subawa Putu Yuli Krisniati Putu Yulia Angga Dewi Risaldy, Kadek Amertha Rustiawan, Gede Saifudin Zuhri Sanjaya, Putu Sastrawan, Gede Yudik Subawa I Putu Subawa, I Putu Subawa, Putu Surya Adnyana, Komang Tampayana, I Putu Tancredy Ari Saputra Uina Pertiwi Wahyu Wiguna, I Komang Wartayasa, I Ketut Wena Putu Wena, Putu Widiastini, Komang Nita Wiratama, Kadek Agus Yeni Angumasanita kusumawati Yulia Angga Dewi, Putu