This Author published in this journals
All Journal PROSIDING SEMINAR KIMIA Jurnal Riset Gizi Jurnal Zarah Darussalam Nutrition Journal SEJ (Science Education Journal) Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Argipa (Arsip gizi dan Pangan) Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Jurnal Kesehatan JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang JCER (Journal of Chemistry Education Research) JURNAL PENDIDIKAN MIPA PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN Jurnal Paedagogy Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Journal of Educational Chemistry (JEC) Bivalen: Chemical Studies Journal Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Edible : Jedb Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Jurnal Pustaka Mitra : Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Journal Of Safety and Health Indonesian Journal of Community Services Cel Jurnal Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Gizi dan Kesehatan Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Jurnal Sistem Informasi dan Informatika Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Jurnal Riset Gizi Jurnal Riset Gizi IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education Jurnal Kesehatan Qamarul Huda
Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship of Breakfast and Nutritional Status of High School Students in Palembang City Siregar, Afriyana; Hartati, Yuli; Telisa, Imelda; Krisnasary, Arie
jitek Vol 11 No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jitek.v11i2.1442

Abstract

This study was conducted in Palembang from June to August 2023, using descriptive analysis methods and a cross-sectional design. The research subjects were high school students from 3 schools, selected using a simple random sampling technique with a sample size of 50 students. Data about breakfast patterns in the form of breakfast habits, energy intake, and breakfast macronutrients were collected using questionnaires and 3 x 24-hour recall forms. Nutritional status was measured by measuring body weight and height to find nutritional status based on BMI/U and categorized based on the Minister of Health's Regulation on Children's Anthropometric Standards 2020. Data were analyzed using the chi-square statistical test. The research results showed that almost half of the students' breakfast energy intake was in the normal category (48%). Nearly half of the students' breakfast protein intake was in the more category (42%). Almost half of the students' breakfast fat intake was in the normal category (48%). Most students' breakfast carbohydrate intake was deficient (52%), and most students' nutritional status was normal (60%). A relationship exists between energy and fat intake at breakfast and students' nutritional status. Although protein and carbohydrate intake varies, this research provides critical insight into the factors that influence the well-being of high school students. Suggestions from this research can be used as a reference for developing more efficient nutrition intervention programs in schools to improve the health and welfare of adolescent students.
Nutrition Education Using E-Booklet Against Hemoglobin Levels of Young Women Podojoyo, Podojoyo; Syafira, Adillah; Hartati, Yuli; Kusumawaty, Ira
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 1 (2023): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i1.565

Abstract

Anemia in adolescent girls is characterized by Hb levels < 12 g / dl. Anemia is influenced by various factors including nutritional intake, and knowledge. Anemia results in learning concentration, fatigue, to decreased learning achievement. One of them overcomes this problem by giving Fe supplements and nutrition education. The purpose of this study was to determine the relationship between nutrition education using e-booklets on hemoglobin levels in adolescent girls. The design of this study was a Quasi-Experiment with a comparison group. The study was divided into the treatment group and the comparison group. Providing nutrition education using e-booklets and Fe supplements for 3 weeks in the treatment group. The number of respondents was 36 in the treatment group and the comparison in the comparison group. The results of the t-dependent test showed an average difference in the two groups with a p-value of  0.05. The average hemoglobin level of the treatment group was 0.411 g / dl and the comparison group was 0.2 g / dl. The results of the t-independent test showed no difference in the average hemoglobin levels of the treatment group with a comparison group with a p-value of  0.05. The average difference in hemoglobin levels in the treatment group with the comparison group was 0.211 g / dl. Fe supplements and nutrition education with e-booklets can increase Hb levels.
PENGARUH PEMBERIAN BOLU KUKUS HATI AYAM TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL ANEMIA Hartati, Yuli; Kurnia, Merlin; Eliza; Weisdania, Nathasa
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Gizi Masyarakat Indoneisa
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v12i2.27698

Abstract

Latar Belakang: Ibu hamil yaitu salah satu kelompok yang rawan dengan masalah gizi, karena terjadi peningkatan kebutuhan kurang pada ibu hamil dan terjadi gangguan pertumbuhan pada janin. Salah satu kondisi berbahaya yang dialami ibu hamil adalah anemia. Anemia pada kehamilan jika keadaan kadar hemoglobin dibawah 11 g/dl pada masa awal kehamilan.. Anemia pada kehamilan dapat berakibat buruk, baik pada ibu maupun pada janin. Bahaya anemia terhadap kehamilan dapat terjadi abortus, persalinan prematuritas dan mudah terjadi infeksi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian bolu kukus hati ayam dengan substitusi tepung kacang hijau dan ubi jalar terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia di Puskesmas Sukarami. Metode: Penelitian ini terdiri dari 2 tahapan yang dilakukan yang pertama yaitu Pembuatan produk pangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial yang kedua Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen. Uji statistik yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Populasi pada penelitin ini adalah seluruh ibu hamil anemia di wilayah kerja Puskesmas Sukarami. Hasil: Hasil uji daya terima menunjukkan formula bolu kukus yang disukai panelis dari semua aspek adalah formula 2. Hasil uji statistik t-independent perbedaan selisih rata-rata hemoglobin ibu hamil kelompok perlakuan meningkat sebesar 2,42 gram/dl dan pada kelompok pembanding meningkat sebesar 1,30 dengan nilai p=0,000. Kesimpulan: Dalam penelitian ada pengaruh pemberian bolu kukus terhadap hemoglobin pada ibu hamil anemia di Puskesmas Sukarami Palembang.
Gambaran Besar Porsi, Asupan Zat Gizi terhadap Status Gizi Mahasiswa di Asrama Hartati, Yuli; Yulianto, Yulianto; Wijaya, Kharis; Imelda, Imelda
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 2 No 3 (2023): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v2i3.657

Abstract

Besar porsi makanan adalah besarnya porsi bahan makanan per sajian pada tiap kali makan. Besar porsi akan berpengaruh langsung tehadap nilai gizi yang terkandung dalam suatu makanan, serta nantinya akan mempengaruhi status gizi. Berdasarkan Riskesdas tahun 2010 secara nasional masalah gizi pada penduduk dewasa di atas 18 tahun adalah 12,6 persen kurus, dan 21,7 persen gabungan kategori berat badan lebih (Berat badan lebih) dan obese. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran besar porsi, asupan zat gizi terhadap status gizi pada mahasiswa. Penelitian ini bersifat Deskriptif dengan rancangan Cross sectional. Jumlah sampel 41 orang, dilakukan dengan cara proportionate strafiied random sampling. Responden berjenis kelamin laki-laki dengan rentan usia 19-22 tahun. Sebagian besar responden memiliki status gizi normal 90,2%. Asupan zat gizi diketahui bahwa 92,7% asupan energi kurang, 95,1% asupan protein kurang, 100% asupan lemak kurang, 63,8% asupan karbohidrat baik. Didapatkan 87,8% porsi nasi kurang, 97,6% porsi lauk hewani baik, 100% porsi lauk nabati, sayur dan buah kurang. Asupan zat gizi terhadap status gizi diketahui kategori asupan kurang baik dengan status gizi kurus sebanyak (5,3%) untuk asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat. Besar porsi terhadap status gizi diketahui gizi kategori porsi kurang baik dengan status gizi kurus sebanyak (5,3%) pada porsi nasi, lauk nabati, sayur dan buah.
Sistem Penyimpanan Bahan Makanan Segar dan Kering di RS Pusri Palembang Berdasarkan Suhu Penyimpanan Sihite, Nathasa; Antisa, Putri Salsabila; Sriwiyanti, Sriwiyanti; Hartati, Yuli; Rotua, Manuntun
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 3 No 1 (2024): Pusat Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v3i1.708

Abstract

Maintenance of hospital food is a crucial set of tasks encompassing various facets such as menu planning, determining food requirements, budgeting, procurement, reception, storage, food processing, distribution, documentation, reporting, and evaluation. This study aims to provide a descriptive overview of the storage system for both fresh and dry food ingredients at Pulri Palembang Hospital's Nutrition Facility, assessing whether it aligns with established hospital nutrition guidelines. The methodology employed in this research involves descriptive analysis, offering a comprehensive portrayal of the food storage system with a focus on storage temperature. Findings indicate that while the storage system for dry and fresh food items at the Pusri Palembang Clinic's Nutrition Facilities largely adheres to storage standards, certain aspects, particularly concerning the storage temperature of dry food items, fall short of meeting the PGRS standard criteria. For instance, the recommended temperature range is between 19 and 21 °C, whereas the average temperature for dry storage at the Pusri Clinic is approximately 23 °C. Additionally, the survey results reveal a lack of periodic monitoring of maximum temperature controls. This study underscores the importance of implementing regular checks to monitor the temperature of dry food items. Despite dry food's relative resilience to spoilage, maintaining optimal quality necessitates temperature control within the recommended range of 19 to 21 °C.
Daya Terima Crackers Hati Ayam dan Mocaf sebagai Selingan Tinggi Fe Rosita, Ida; Hartati, Yuli; Eliza, Eliza
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v3i2.724

Abstract

Anemia adalah salah satu masalah mikronutrien yang sedang berlangsung di Indonesia, terutama terjadi pada wanita. Memberikan makanan selingan tinggi Fe adalah salah satu cara untuk mencegah masalah anemia. Secara umum crackers dibuat dari tepung terigu, ragi, margarin dan garam. Untuk meningkatkan kandungan zat besi pada crackers dapat digunakan bahan pengganti seperti hati ayam dan tepung mocaf. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui formulasi terbaik, daya terima didasarkan pada sifat organoleptic serta kandungan zat besi crackers tepung hati ayam dan tepung mocaf sebagai makanan olahan sumber zat besi. Bahan yang dipakai dalam pembuatan crackers tepung hati ayam dan tepung mocaf sebagai selingan tinggi Fe antara lain: tepung mocaf, tepung hati ayam, margarin, garam, susu bubuk, gula, ragi instan, air dan baking powder. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digununakan pada penelitian ini untuk eksperimen. Sistem tabulasi dan Kruskall Wallis adalah metode pengolahan data yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi crackers tepung hati ayam dan tepung mocaf yang dipilih adalah F3, dan kandungan zat besinya sebesar 10,89 mg per 100 g. Berdasarkan hasil uji Kruskall Wallis, ada perbedaan warna yang nyata antar crackers (p?0,05), namun tidak ada perbedaan nyata pada aroma, tekstur, dan rasa (p>0,05).
POTENSI IKAN LELE (CLARIAS GARIEPINUS) DAN LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) SEBAGAI FORMULA ENTERAL DIABETES MELLITUS Hartati, Yuli; Erian, Chika; Telisa, Imelda; Meilina, Ayu; Podojoyo, Podojoyo; Faridi, Ahmad
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/argipa.v8i2.11902

Abstract

Diabetes Mellitus is a non-communicable disease whose incidence rate is still quite high in Indonesia. Currently, the availability of enteral diabetes mellitus formulas derived from local food is still small. Meanwhile, the price of commercial enteral formula is quite expensive. Whereas local food has the potential as anti-diabetic and anti-hyperglycemia. Pumpkin and catfish are local food ingredients that have the potential to be alternative enteral formulas for people with diabetes mellitus. Yellow pumpkin contains antioxidants that play a role in reducing blood sugar. Catfish as a source of energy and protein needed by diabetes mellitus patients. The purpose of this study was to determine the acceptability of enteral diabetes mellitus formula based on pumpkin flour and catfish meal. This study used a quasi-experimental, with a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) trial design by making 3 diabetes mellitus formulas. The acceptability of the three formulations obtained an average ranking score in Formula 1 of 2.32, Formula 2 of 1.73, and Formula 3 of 1.93. The results of the proximate analysis of Formula 1 had carbohydrate content of 64.85%, protein of 16.50%, dietary fiber of 4.69%, ash of 4.32%, water 4.53%, total energy 413.60 kcal/100g, energy from fat 88.20 kcal/100g and total fat content 9.80%. Enteral formula based on pumpkin and catfish flour has the potential as enteral food for Diabetes Mellitus patient.
Perbedaan Perubahan Berat Badan Anak Gizi Kurang pada Siswa Sekolah Dasar yang Mendapatkan Clarhiz Cookies dengan Original Cookies Juliantri, Marcella; Siregar, Afriyana; Sartono, Sartono; Telisa, Imelda; Hartati, Yuli
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.9003

Abstract

Latar Belakang : Gizi kurang merupakan salah satu penyakit tidak menular. Keadaan gizi kurang pada anak dapat dilihat jika nilai z-score yang diperoleh adalah -3 s/d -2 SD. Keadaan gizi kurang pada anak-anak akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebab itu, anak gizi kurang memiliki keterbatasan untuk belajar dan bekerja serta bersikap dibanding dengan anak normal. Prevalensi wasting pada anak usia 5-12 tahun berdasarkan Indeks IMT/U di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 10,8 % terdiri dari 4,4 % sangat kurus dan 6,4 % kurus.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perubahan berat badan anak gizi kurang pada siswa sekolah dasar yang mendapatkan clarhiz cookies dengan original cookies.Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment (eksperimen semu) dengan desain penelitian pretest posttest with two group. Sampel berjumah 60 anak gizi kurang yang dibagi dua kelompok yaitu perlakuan yang mendapatkan clarhiz cookies dan kelompok pembanding yang mendapatkan original cookies dengan menggunakan metode proporsional strarified quota sampling.Hasil : Hasil analisis data menggunakan paired sample t-test dengan selisih rata-rata kenaikan berat badan kelompok perlakuan 0,62 kg (p-value =0,000) dan kelompok pembanding 0,18 kg (p-value =0,000). Sedangkan hasil independent sample t-test adalah p-value =0,000.Kesimpulan : ada perbedaan pemberian clarhiz cookies dengan original cookies terhadap perubahan berat badan anak gizi kurang pada siswa sekolah dasar.
PENGARUH PENDAMPINGAN PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN DI SMA NEGERI 19 PALEMBANG Nurfiana, Intri; Podojoyo, Podojoyo; Hartati, Yuli
Darussalam Nutrition Journal Vol. 8 No. 1 (2024): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v8i1.8493

Abstract

Latar belakang: Salah satu masalah kesehatan yang dialami oleh remaja di Indonesia adalah kekurangan mikronutrien, khususnya anemia defisiensi besi. Pada tahun 2018, persentase anemia pada kelompok umur 15-24 tahun meningkat menjadi 32%. Anemia dapat dicegah dengan memberikan TTD. Edukasi dan pendampingan pemberian tablet TTD dapat meningkatkan kadar Hb. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dan pendampingan pemberian TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin remaja putri di SMA Negeri 19 Palembang. Metode: Jenis penelitian quasy eksperimental, desain one grup pretest and posttes. Intervensi berupa edukasi dan pemberian tablet TTD selama 4 minggu. Jumlah sampel sebesar 37 responden, dihitung menggunakan rumus Lameshow, Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data kadar hemoglobin di ukur dengan cara mengambil darah kapiler menggunakan alat hemoglobinmeter (easy touch GCHB). Data asupan zat gizi yakni energi, protein, lemak, karbohidrat, Fe dan vitamin C diperoleh dengan menggunakan food recall 24 jam. Analisis data menggunakan uji dependent t-test untuk melihat pengaruh perlakuan pendampingan pemberian TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 11,378 g/dl dan rata-rata kadar hemoglobin setelah intervensi sebesar 11,932 g/dl, terdapat perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi, kenaikan rata-rata kadar hemoglobin responden sebesar 0,55 g/dl dengan (p=0,000). Terdapat pengaruh intervensi pendampingan pemberian TTD dan edukasi terhadap asupan Fe, Vitamin C, energi, karbohidrat, lemak, protein (p value = 0,000).  Simpulan: Pendampingan pemberian tablet tambah darah berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin dan asupan remaja putri di SMA Negeri 19 Palembang.
Pemodelan Determinan Regresi Linear Berganda Faktor Terkait Vaksinasi Covid-19 Di Kecamatan Sekayu Hartati, Yuli; Mercylia, Santa; Noviyanti, Leni
Journal Safety and Healthty Vol 2 No 2 (2025): Journal Of Safety and Health
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/josh.v2i2.629

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Penyakit menular yang menjadi pandemi di dunia pada tahun 2021 adalah Coronavirus Disease 2019 (COVID19). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), coronavirus adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Pada manusia, virus ini diketahui menyebabkan infeksi saluran pernapasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat melakukan Vaksinasi Covid-19 untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu pengumpulan data dilakukan sekali saja. Faktor yang paling berhubungan dengan kepatuhan vaksinasi covid 19 berdasarkan kekuatan hubungan (OR) dari terbesar ke terkecil adalah sikap (OR = 0,040), pekerjaan (OR = 0,012), perilaku (OR = 0,001) dan pengetahuan tentang Covid-19 (OR = 0,000). Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok usia dewasa paling mungkin menerima vaksinasi Covid-19. Proses pengambilan keputusan sangat didasarkan pada kemampuan kognitif yang baik yang dapat diperoleh dengan mencapai tingkat pendidikan yang tinggi. Dalam penelitian ini status responden yang bekerja lebih banyak menerima vaksinasi Covid-19, dibandingkan dengan yang tidak bekerja. setiap keluarga berfungsi sebagai pengantar masyarakat yang lebih besar, dan sebagai penghubung antara individu dan struktur sosial yang lebih besar. Pengetahuan memegang peranan penting dalam menentukan perilaku secara keseluruhan karena pengetahuan akan membentuk keyakinan yang kemudian dalam mempersepsikan realitas, memberikan landasan dalam pengambilan keputusan dan menentukan perilaku terhadap objek. sehingga akan mempengaruhi perilaku seseorang. Tingkat pendidikan, agama, dan riwayat vaksinasi COVID-19 memengaruhi pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat tentang vaksin COVID-19.
Co-Authors Anggi Hadi Wijaya Afriani, Lesy Aldiansyah Antisa, Putri Salsabila Chatarina Umbul Wahyuni Clara Theresia Dania, Uci Dhilla, Anzar Farisda Eddy Susanto Effendi, Eduan Eka Purnamasari, Sintya Eliza Eliza Eliza Erian, Chika Fadilah Syifa, Msy Farah Erika Faridi, Ahmad Febry, Muhammad FIKA MINATA WATHAN Fitri Nur Rahmadani Fitriani, Apriza Friantini, Tri Gunadi Widi Nurcahyo Hajrah Hajrah, Hajrah Handayani, Sri Haripamilu, Arief Dwi Setyo Harnita Hasbiah Hasbiah, Hasbiah Ida Rosita Iis Intan Widiyowati Inayah, Anjana Faniliska Indriyani, Merry Ipriadi Ipriadi, Ipriadi Irwandi Juliantri, Marcella Krisnasary, Arie Kurnia, Merlin Lestari, Sintia Ayu Lisnawati Maghfirah, Nurul Maharani, Risma Mardiana Mardiana Marganingtyas, Arinda Maria, Nova Marlyn, Dwi Tantri MASRUHIM, MUHAMMAD AMIR Mawarni, Imelda Meilina, Ayu Meivi Putri, Adinda Mercylia, Santa Minarti Minarti Minata, Fika Miranda, Esti Mukhamad Nurhadi, Mukhamad Natasya Sinaga, Hilga Nathasa Weisdania Sihite Nazarena, Yunita nely intan sari Nilawati, Nurul Salasa Noraji, Wa Sri Mega Novelia, Anita Noviyanti, Leni Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nurdin, Nugi Nurfiana, Intri Nurhidayati Nurhidayati Nurlaili Nursilawati, Nursilawati Pintaka Kusumaningtyas Podojoyo, Podojoyo Purnama, Fajriah Purnamasari, Fajriah Putra, Riko Andrian Rahmadani, Agung Ramadhani, Ni Shafa Khalishah Salsabila Ramadhani, Vidhea Anisa Resti Wahyuni, Laras Rina Mardiana Riskan Qadar, Riskan Rotua, Manuntun Sabrina Sabrina Sadiq, Ahmad Salasa Nilawati, Nurul Sarjon Defit Sartono Sartono Sartono, Sartono Sihite, Nathasa Siregar, Afriyana Siregar, Apriyana Siswati, Julia Siti Maisaroh Sonlimar mangunsong Sri Lestari Sri Utami Sriwiyanti, Sriwiyanti Susyani, Susyani Syafira, Adillah Syafira, Irmaina Telisa, Imelda Terati, Terati Tomi Hidayat, Tomi Trivena, Isabella Usman Utari, Sri Veronica, Winda Vino Pratiwi, Dinda WAHYUNI, ANISA Wahyuni, Laras Resti Wardana, Ali Weisdania, Nathasa Widasari, Dyah Esti Widyowati, Iis Intan Wijaya, Kharis Yenni Kurniawati yenti, elvi Yulianti, Ayu Dwi Yulianto Yulianto Yuni Fatisa Zahwa Maharani, Aulia