Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBANGUN KESADARAN HUKUM DAN ANTI KORUPSI MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN PRAKTIK AKUNTANSI YANG AKUNTABEL Panjaitan, Agape Anjumarito; Putri, Diah Tri Utami; Hanum, Fauziah; Sthefany, Gloria; Simbolon, Jose Andrian; Lumbantobing, Lyla Riani; Pane, Maria Grace; Wulandari, Tria; Ramadhan, Taufiq
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.46005

Abstract

Korupsi salah satu masalah utama yang menghambat pembangunan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Untuk mengatasi persoalan ini, diperlukan pendekatan yang tidak hanya bersifat penindakan hukum, tetapi juga pencegahan melalui pendidikan dan sistem pengelolaan keuangan yang transparan. Laporan ini membahas bagaimana Pendidikan Kewarganegaraan dan praktik akuntansi yang akuntabel dapat bersinergi dalam membangun kesadaran hukum dan budaya antikorupsi di Indonesia. Pendidikan Kewarganegaraan berperan dalam menanamkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap hukum dan bangsa, sedangkan praktik akuntansi yang dijalankan secara profesional dan etis menjadi alat penting dalam mencegah manipulasi laporan keuangan dan mendeteksi penyimpangan sejak dini. Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap skandal korupsi tambang timah senilai Rp271 triliun, yang menunjukkan bagaimana lemahnya sistem akuntabilitas dapat menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi antara pendidikan karakter melalui PKn dan penerapan sistem akuntansi yang transparan dapat menciptakan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab. Dengan membentuk generasi yang sadar hukum dan menjunjung etika profesi, upaya pencegahan korupsi dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Stop Bullying Atas Nama Senioritas Michela, Michela; Simangunsong, Tresia; Saragih, Hesti Maya Sari; Hutagalung, Ningsih; Hutajulu, Gissa Poala Pratiwi; Ramadhan, Taufiq
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v2i1.5825

Abstract

Bullying in the name of seniority has become a critical issue in educational and professional environments. This paper explores how seniority is often misused to justify abusive behavior, resulting in severe mental health impacts on victims, including anxiety, depression, and low self-esteem. Various studies indicate that bullying under the guise of seniority perpetuates a toxic culture of dominance and submission, affecting academic performance and workplace productivity. To address this issue, educators, counselors, and institutional leaders must implement preventive measures and foster a respectful environment. By analyzing existing literature, this paper suggests strategies based on Pancasila values to create a more inclusive and supportive atmosphere. Raising awareness and promoting proactive interventions are essential to stopping bullying in the name of seniority and ensuring a safer, more dignified environment for everyone.
Pelanggaran Etika Dalam Media Sosial Sipayung, Dea Enjelina; Lahagu, Halima; Pasaribu, Natalia; Manalu, Sabrina; Toruan, Suryawati Lumban; Sihombing, Thesa Febrianti; Ramadhan, Taufiq
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v2i1.5851

Abstract

Media sosial menjadi sarana utama untuk berinteraksi dengan orang lain di era modern berkat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Namun, kemudahan berkomunikasi melalui media sosial juga memungkinkan pelanggar etika seperti hoaks, ujaran kebencian, pencemaran nama baik, dan pelanggaran privasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan berbagai jenis pelanggaran etika yang terjadi dalam media sosial serta menganalisis faktor-faktor yang menyebabkannya dan bagaimana hal itu berdampak baik pada masyarakat maupun individu. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi media sosial populer Indonesia dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya literasi digital, kurangnya regulasi, dan minimnya kesadaran etika pengguna adalah faktor yang sering menyebabkan pelanggaran etika. Oleh karena itu, banyak pihak harus berpartisipasi secara aktif untuk membangun etika bermedia sosial yang baik dan bertanggung jawab.
Analisis Tantangan Integritas Akademik dalam Etika Pancasila terhadap Kualitas Pembelajaran di FBS UNIMED Liani, Irma; Mustika, Cahaya; Nasution, Chairunnisa; Idris, Shayka Anisa; Simaremare, Greace; Tambunan, Rosmayani; Ramadhan, Taufiq
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v2i1.5809

Abstract

Integritas akademik merupakan prinsip dasar dalam pendidikan tinggi yang menekankan kejujuran, etika, dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dalam menjaga integritas akademik, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelanggaran akademik, hukum yang mengatur, serta mengeksplorasi peran nilai-nilai Pancasila dalam membangun budaya akademik yang berintegritas di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara untuk mengidentifikasi pola pelanggaran dan faktor penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jasa joki tugas mahasiswa merupakan bentuk pelanggaran paling mendesak yang perlu segera ditangani karena tingkat urgensi dan pertumbuhannya yang tinggi. Selain itu, plagiarisme dan penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pengerjaan tugas juga masih menjadi tantangan, terutama bagi mahasiswa semester awal. Faktor utama yang mendorong pelanggaran akademik meliputi tekanan akademik, kurang pengawasan dosen, serta rendahnya kesadaran mahasiswa akan dampak negatif kecurangan akademik. Dari perspektif Pancasila, internalisasi nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan diperlukan untuk membangun budaya akademik yang lebih berintegritas.
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PRINSIP ASAS KECERMATAN PADA PUTUSAN NOMOR: 123/G/2019/PTUN-BDG Tri Kesuma, Fajar; Adriani, Natasya; Simanjorang, Bartolomeus; Ramadhan, Taufiq
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.1884-1891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan asas kecermatan dalam Putusan Nomor: 123/G/2019/PTUN-BDG. Asas kecermatan merupakan prinsip penting dalam hukum administrasi negara yang mengharuskan setiap pejabat administrasi untuk bertindak hati-hati, cermat, serta mempertimbangkan seluruh aspek yang relevan sebelum mengambil suatu keputusan. Dalam kasus ini, Bupati Cirebon mengeluarkan keputusan pemberhentian tidak hormat terhadap seorang pegawai negeri sipil, yang kemudian dibatalkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung karena dianggap tidak memenuhi asas kecermatan. Penelitian ini menggunakan metode normatif empiris, dengan jenis data yang meliputi data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan oleh peneliti yaitu melalui studi kepustakaan (library research), dengan menelaah berbagai literatur dan dokumen hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asas kecermatan dalam putusan PTUN Bandung tersebut berpengaruh terhadap keabsahan keputusan tata usaha negara yang digugat serta memiliki implikasi terhadap kepastian hukum bagi para pihak yang berperkara. Temuan ini memberikan pemahaman lebih lanjut tentang pentingnya asas kecermatan dalam praktik peradilan tata usaha negara di Indonesia.
Pengaruh Karakteristik Pekerjaan Dan Komitmen Organisasi Terhadap Organizational Citizenzhip Behavior Pada Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Aceh Syamsuddin, Nurfiani; Susanti, Susanti; Ramadhan, Taufiq
Jurnal Akuntansi, Manajemen, Bisnis dan Teknologi Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Akuntansi, Manajemen, Bisnis dan Teknologi - Edisi Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mahaputra Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.46 KB) | DOI: 10.56870/ambitek.v2i2.56

Abstract

Human Resources (HR) is the main driving factor in an organization because the existence of an organization also depends on the humans involved behind it. Organizational Citizenship Behavior (OCB) is an employee voluntary behavior that is not directly related to rewards, but contributes to organizational effectiveness. Problems about low organizational citizenship behavior can occur in an organization. This study aims to determine the effect of job characteristics and organizational commitment on organizational citizenship behavior at the Aceh Provincial Transportation Office. The population of this study were all employees at the Aceh Provincial Transportation Service Office as many as 264 people and the sampling technique used the slovin technique in order to obtain 72 employees. The model used in this study is multiple linear regression analysis. The results of the study indicate that job characteristics and organizational commitment simultaneously and partially have a significant effect on organizational citizenship behavior at the Aceh Provincial Transportation Office. The value of the correlation coefficient (R) of 0.723 means that organizational citizenship behavior at the Aceh Provincial Transportation Service Office has a close and positive relationship with job characteristics and organizational commitment of 72.3%. While the coefficient of determination (R2) is 0.523, meaning that any changes in the dependent variable, namely organizational citizenship behavior at the Aceh Provincial Transportation Service Office, can be explained by changes in the job characteristics variable (X1) and organizational commitment (X2) of 0.523 or 52.3% and the remaining 47.7% is explained by other variables outside of this research, for example compensation, promotion, work environment, work motivation, organizational culture, work discipline and others.
Tinjauan Hukum dan HAM Terkait Tembak Mati Pelaku Begal (Menyoroti Pernyataan Wali Kota Medan “Tembak Mati Begal”) Siahaan, Alvando; Syafitri, Aura Mutasyifa; Tarigan, Calvin Mahaga; Salsabila, Cinta; Manotas, Heri; Anhar, Ina; Zalukhu, Nobel Arta; Ramadhan, Taufiq
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 2, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v2i1.4032

Abstract

Pernyataan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, yang menyerukan kebijakan "tembak mati begal" memunculkan perdebatan besar mengenai penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM). Artikel ini mengkaji implikasi hukum dan HAM dari pernyataan tersebut, dengan fokus pada dampaknya terhadap kebijakan penegakan hukum di Indonesia. Melalui pendekatan deskriptif dan analisis konten berita serta reaksi publik, artikel ini mengeksplorasi dampak pernyataan tersebut terhadap prinsip-prinsip HAM, prosedur hukum, serta respon masyarakat dan pihak terkait. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana kebijakan ekstrem dapat mempengaruhi implementasi hukum dan perlindungan HAM dalam konteks sosial-politik Indonesia.
Krisis Integritas Penegak Hukum Dalam Jalannya Penegakan Hukum (Menyoroti Kasus Narkoba Teddy Minahasa) Handoyo, Dwi; Manik, Krisdayanti; Batubara, Mahdiyana Aisyah; Silaban, Marchiana Ivo; Silitonga, Mela Yanna; Nurlita, Nurlita; Putri, Rita Ivanka Pratama; Naibaho, Thalia Cornelia Angelica; Ramadhan, Taufiq
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 2, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v2i1.4080

Abstract

Kasus narkoba yang melibatkan Inspektur Jenderal Polisi Teddy Minahasa adalah salah satu skandal polisi terbesar dalam sejarah. Penelitian ini memeriksa peristiwa tersebut secara kronologis, membahas pasal-pasal hukum yang dilanggar, hukuman yang dijatuhkan, dan bagaimana hal itu berdampak pada pendidikan kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis untuk memberikan gambaran lengkap tentang kasus ini dan bagaimana peristiwa tersebut mencerminkan krisis moralitas dan integritas di kalangan penegak hukum.
Implementasi Pendidikan Pancasila sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Bullying di Sekolah Manik, Pero Saputra; Simanungkalit, Junika; Panjaitan, Dahlya; Sitinjak, Prischila; Siregar, Dhea Anisa; Ariyani, Ririn Dhea; Rahmadani, Herlisa Pitri; Ramadhan, Taufiq
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan bentuk kekerasan fisik dan psikologis yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak buruk pada perkembangan psikologis anak. Nilai-nilai Pancasila, terutama nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, penting diterapkan dalam pendidikan untuk mencegah bullying. Guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa dan mengatasi perilaku bullying dengan memberikan contoh dan pembinaan yang baik. Artikel ini menyoroti pentingnya implementas pendidikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi insiden bullying di sekolah. Bullying merupakan bentuk kekerasan fisik dan psikologis yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak buruk pada perkembangan psikologis anak. Perilaku bullying terbagi kedalam beberapa bentuk, dengan tingkatan yang beda. Bentuk-bentuk bullying tersebut diantaranya yaitu berupa fisik, verbal, dan nonverbal atau tidak langsung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang dikumpilkan melalui studi literatur dengan bacaan jurnal-jurnal, kajian pustaka relevan, membaca dan mencatat serta mengelolah bahan penelitian terdahulu. Pengumpulan data juga diambil dari penelitian terdahulu yang telah dikaji dari jurnal-jurnal relevan terakreditasi. Nilai-nilai Pancasila, terutama nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, penting diterapkan dalam pendidikan untuk mencegah bullying. Guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa dan mengatasi perilaku bullying dengan memberikan contoh dan pembinaan yang baik. Artikel ini menyoroti pentingnya implementasi pendidikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi insiden bullying di sekolah.
Patronase Politik dalam Konsep Kewarganegaraan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan Prayetno, Prayetno; Pinem, Windawati; Iqbal, Muhammad; Ramadhan, Taufiq
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.44552

Abstract

AbstractThis study aims to see political patronage in the concept of citizenship in the Ar-Raudlatul Hasanah Medan pesantren. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah is one of the modern pesantren that has kiai as an important figure. However, the relationship between kiai and santri tends to be emotional, cultural, and forms patronage. Kiai is a patron who has power and influence. While santri is a client group that has a sami'na wa atho'na attitude. This patronage is not only in religious matters but also in political matters. Referring to the concept of citizenship, the patronage established between Kiai and Santri is considered contrary to democratic principles. This is because the political behaviour of students is still influenced by kiai figures. The research method used is descriptive qualitative with an ethnographic approach. Primary data is deep interviews. While secondary data is sourced from books and journals. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and FGDs. While the data validation technique uses the triangulation method. The results of the study found that political patronage in the Ponpes Ar-Raudlatul Hasanah took the form of half-hearted political patronage. The obedience of santri to kiai is limited to religious matters only, not in political matters.-------------------AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat patronase politik dalam konsep kewarganegaraan di pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah merupakan salah satu pesantren modern yang memiliki kiai sebagai figur penting. Akan tetapi hubungan yang terjalin antara kiai dan santri cenderung bersifat emosional kultural dan membentuk patronase. Kiai merupakan patron yang memiliki power dan pengaruh. Sedangkan santri adalah kelompok client yang memiliki sikap sami™na wa atho™na. Patronase ini tidak hanya dalam urusan agama saja, melainkan juga dalam persoalan politik. Merujuk pada konsep kewarganegaraan, patronase yang terjalin antara kiai dan santri dianggap berlawanan dengan prinsip demokrasi. Hal ini dikarenakan perilaku politik santri masih dipengaruhi oleh figure kiai. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Data primer berupa deep interview. Sedangkan data sekunder bersumber dari buku dan jurnal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan FGD. Sedangkan teknik validasi data menggunakan metode triangulasi. Adapun hasil penelitian ditemukan bahwa patronase politik di ponpes Ar-Raudlatul Hasanah berbentuk patronase politik setengah hati. Kepatuhan santri kepada kiai terbatas hanya dalam persoalan agama saja tidak dalam urusan politik.
Co-Authors Adnes Saragih, Yuli Adriani, Natasya Agnes Irene Silitonga Agustina, Mawar Ahmad Zahro Ahmad, Midun Aisyah, Neri Amanda, Elza Amelia, Ribi Anhar, Ina Ansori, Mohammad Ar, Jefri Ardila, Dinda Maulida Ariyani, Ririn Dhea Arkan, Syaukani Ali Arpani, Putri Ayu Rulyani Azhizah, Nurul Barus, Deo Agung Haganta Barus, Febriani Br Barus, Rory Jelika Rani Br Batu, Dewi Pika Lbn Batubara, Abdinur Batubara, Mahdiyana Aisyah Bayu Arif Mahendra Devi, Sri Rahayu Dewi Wulandari Diniyah, Naziah Durin, Ramzi Eko Ganis Sukoharsono Fadhilah, Ulul Azmi Febriana Febriana, Febriana Fithri Muliawati Gabriella, Alfyiona Gea, Mayland Ginting, Geby Theresa Grace, Teovilla Greace, Desy Habib Ismail, Habib Halimatun Sakdiah, Halimatun Halimatus Sa'diyah Handoyo, Dwi Hanum, Fauziah Harahap, Sanjaya Hascarjani, Haura Rifqa Hidayat Hidayat Hikmawan Syahputra Hutagalung, Ningsih Hutajulu, Gissa Poala Pratiwi Idris, Shayka Anisa Intan Siringo Ringo, Putri Jauhara, Ghina Kabatiah, Maryatun Kana Saputra S Khoirunnisa, Fauzia Khotimah, Umi Khusnul khusnul khotimah Khusnul Khotimah, Umi Lahagu, Halima Laia, Andika Latifiana, Nabila Adiesty Putri Liani, Irma Lilik Purwanti Lumbantobing, Lyla Riani Malau, Sentia Br Malik, Naufal Shidqi Manalu, Sabrina Manik, Krisdayanti Manik, Pero Saputra Manotas, Heri Manurung, Depi Yohana Manurung, Elisa Margareth Simarmata, Anne Maria Kristina, Maria Maulana, Muhamad Ridho Meilany, Latifah Hanum Michela, Michela Muhammad Iqbal Munawar, Sofyan Mustika, Cahaya Nababan, Limra Nadiyah Nadiyah Naibaho, Thalia Cornelia Angelica Nasution, Chairunnisa Nasution, Putri Wulandari Nasution, Rosa Sari Amalia Novena Yety Lindawati, Novena Yety Nur Majdina Nurlita, Nurlita Nurwiyanti, Dyah Kartika P, Chyntia Angel Valentina Pane, Maria Grace Panjaitan, Agape Anjumarito Panjaitan, Anisali Panjaitan, Dahlya Parhusip, Wantryni Pasaribu, Anjelina Pasaribu, Natalia Pinem, Windawati Prananda, Nadya Pratama Depari, Samuel Pratama, Zahari Gilang Prayetno Prayetno Prayetno Pulungan, Anggiat Batara Nauli Purba, Helga Irene Purba, Nasywa Yasmin Purba, Stela Tri Yuni Purba, Yohana L Purwandari, Betty Putra, Mulhady Putri, Alika Putri, Diah Tri Utami Putri, Rita Ivanka Pratama Putri, Wichita Azzahra Sheika Rachman, Fazli Rahmadani, Herlisa Pitri Rajagukguk, Grace Putri Johana Rambe, Fadil Azury Farega Rangkuti, Nastiar Saputra Ridho, Ainur Ringo, Valentina Rentauli Br Siringo Rizal, Balqis Rochman, Kholilur Salsabila, Cinta Sanusi Hasibuan, Rizal Saragih, Anggi Lorenta Br. Saragih, Hesti Maya Sari Saragih, Mujahid Widian Sarah Sitompul, Yunike Sari, Amalia Vita Sembiring, Febiola Siahaan, Alvando Siahaan, Parlaungan Gabriel Siahaan, Sarah Agustin Siboro, Santiana Siburian, Jojor Bonatua Sidabutar, Eirene Dahlia Sihite, Yolanda Dealova Sihombing, Thesa Febrianti Sihotang, Agustin Pratama Sihotang, Magdalena Mori Silaban, Marchiana Ivo Silaen, Lastiar Silitonga, Jenia Silitonga, Mela Yanna Simajuntak, Fresthy Flora Simamora, Yohana Tirta Widia Swari Simangunsong, Tresia Simanjorang, Bartolomeus Simanullang, Tessa Lonika Simanungkalit, Junika Simaremare, Greace Simatupang, Yuliana Simbolon, Jose Andrian Sinaga, Esabella Sinaga, Lia Damayanti Sinaga, Putri Agresia Sinaga, Stefani Damayanti Sipayung, Dea Enjelina Siregar, Dhea Anisa Siregar, Gabriel Josua Saputra Siregar, Rio Manuel Matthew Siregar, Tri Oktavia Siringoringo, Johanes Michael Sitanggang, Jelita Yulianti Br Sitinjak, Prischila Sitompul, Astrid Sitompul, Ken Wiliam Situmorang, Agtrimas Sthefany, Gloria Suci Frisnoiry Suharta, Suharta Susanti Susanti Susilowati Susilowati Syafitri, Aura Mutasyifa Syahfitri, Aulia Syamsuddin, Nurfiani Tambunan, Rosmayani Tarigan, Calvin Mahaga Taufik Tiur Malasari Siregar, Tiur Malasari Tohang, Lestari Br Toruan, Suryawati Lumban Tri Kesuma, Fajar Tria Wulandari Umayra, Umayra Yety Lindawati, Novena Yolanda, Lola Zaenal Arifin Zalukhu, Nobel Arta