p-Index From 2021 - 2026
26.675
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika Khazanah Theologia The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia Khazanah Theologia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen
Claim Missing Document
Check
Articles

Makna Hidup Adalah Kristus Berdasarkan Filipi 1 : 21 Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir; Yonatan Alex Arifianto
CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol. 1 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injil Bhakti Caraka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46348/car.v1i2.26

Abstract

AbstractThe meaning of life is an important element in mental health and the functions of human life. A person may experiences despair and lost the certainty of life when he does not have meaning, purpose and value of life. The meaning of Paul's life based on Philippians 1: 20-21 shows only to the person of Christ. Christ became the beginning of his life. The encounter that brought repentance and life under the guidance of the Holy Spirit became the basis of the meaning of Paul's life. With descriptive qualitative methods and analyzing the text of the verse, provide information on the purpose of writing and provide an understanding that Christ must be the center of the life of believers. Longing to glorify Christ, and prioritizing life for Christ, not feel ashamed to preach the gospel and realize that death in God is a profitable thing are the guidance in living a life focused on God.  AbstrakMakna hidup merupakan elemen penting dalam kesejahteraan atau kesehatan mental dan fungsi hidup manusia. Seseorang mengalami putus asa dan tidak memiliki kepastian hidup di saat tidak mempunyai makna, tujuan dan nilai hidup. Makna hidup Paulus berdasarkan Filipi 1:20-21 menunjukkan hanya kepada pribadi Kristus. Kristus menjadi awal dari kehidupannya  setelah  perjumpaan yang membawa pertobatan serta hidup dalam pimpinan Roh Kudus menjadi dasar dari makna hidup Paulus. Dengan metode kualitatif deskriptif dan menganalisa teks ayat tersebut, dapat memberikan informasi tujuan penulisan serta memberi pemahaman bahwa Kristus harus menjadi pusat kehidupan orang percaya. Kerinduan memuliakan Kristus, dan memprioritaskan hidup bagi Kristus, serta tidak merasa malu memberitakan Injil dan menyadari bahwa kematian dalam Tuhan adalah hal yang menguntungkan. Maka hal itu menjadi pegangan dalam menjalani hidup fokus kepada Tuhan.
Peran Pendidikan Etika Kristen dalam Media Sosial di Era Disrupsi Mesirawati Waruwu; Yonatan Alex Arifianto; Aji Suseno
Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.111 KB) | DOI: 10.52489/jupak.v1i1.5

Abstract

The limitless development of social media, its meaning and function have begun to shift, no longer as a means of establishing relationships, communication, but at the stage of losing the role of ethics and morals, even disputes have occurred triggered by debates from communicating in social media. The purpose of this study is to describe the role of Christian ethics education in relation to the impact of social media development in the era of disruption. Using descriptive qualitative methods with literature literature can find solutions for believers in facing moral decadence due to social media abuse by knowing the era of disruption and ethical challenges from the wrong use of social media can affect moral decadence so that Christian ethics education on a biblical basis can bring modern humans. Believers in particular have become bright in social media and their use in accordance with Christian faith in this era of disruption.
Peran Guru PAK sebagai Teladan dalam Meningkatkan Kerohanian dan Karakter Peserta Didik Reni Triposa; Yonatan Alex Arifianto; Yudi Hendrilia
Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.133 KB) | DOI: 10.52489/jupak.v2i1.24

Abstract

The state of the age and its development so rapidly influencing the world become a challenge for students and especially teachers in giving roles and tasks to education especially Christian education. But the role of the teacher in writing that uses library research with a qualitative descriptive approach is expected to improve human resources and bring students to grow in spirituality and character that can build a nation through a person who is strong in relying on God. The Role of Teachers Christian religious education as a role model in enhancing the spirituality and character of learners must be a priority in learning as a form of implying affective values. Teachers as role models in improving the spirituality and character of students, the teacher in this study was asked to have the first responsibility in carrying out the tasks, roles and responsibilities of teachers of Christian religious education. Then the teacher must realize that the Christian Religious Education teacher is an exemplary leader. And then the Master works closely with the church and family to bring about an increase in spirituality and character. And finally the Master must be led by the Holy Spirit.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pendidikan Etis-Teologis Mengatasi Dekadensi Moral di Tengah Era Disrupsi Yonatan Alex Arifianto
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v6i1.84

Abstract

The problem of students in dealing with moral decadence in socializing in the technological era is very risky and can clash spiritually. This problem will be a threat if the role of Christian religious education teachers does not maximize in seeking Biblical learning. Through descriptive qualitative methods, it can be concluded that teachers as educators in Ethical-Theological to overcome moral decadence in this period of disruption must be a priority for teachers and parents to work together in suppressing moral decadence. So what the teacher does is the first to know the nature of moral decadence and challenges in the era of disruption. So that it can provide solutions for students. Both teachers taught Christian ethical values from a biblical perspective as the basis for norms of life that are taught and applied in everyday life. And thirdly, Christian religious education teachers as role models in life wherever they are, especially in the virtual or digital world, this will have an impact on changes in students who see and imitate the teacher's attitude in the real and digital world community. Abstrak Persoalan peserta didik dalam menghadapi dekadensi moral dalam pergaulan di era teknologi sangat riskan dapat membenturkan kerohanian. Persoalan tersebut akan menjadi ancaman bila peran guru pendidikan agama Kristen tidak memaksimalkan dalam mengupayakan pembelajaran sesuai Alkitabiah. Melalui metode kualitatif deskritif dapat disimpulkan bahwa guru sebagai pendidik dalam Etis-Teologis untuk mengatasi dekadensi moral pada masa disrupsi ini harus menjadi prioritas guru dan orang tua untuk bekerja sama dalam menekan dekadensi moral. Maka yang dilakukan guru adalah yang pertama mengetahui hakikat dekadensi moral dan tantangan di era disrupsi. Sehingga dapat memberi solusi bagi peserta didik. Kedua guru mengajarkan nilai etika Kristen dalam persepektif Alkitab sebagai landasan norma kehidupan yang diajarkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Dan yang ketiga Guru pendidikan Agama Kristen sebagai teladan dalam kehidupan dimanapun berada terlebih di dunia maya atau digital maka hal ini akan berdampak bagi perubahan peserta didik yang melihat dan meneladani sikap guru dalam berkomunitas didunia nyata maupun digital.
Model dan Strategi Pembelajaran Yesus berdasarkan Injil Sinoptik dan Implementasinya bagi Guru Pendidikan Agama Kristen Yonatan Alex Arifianto; Hardi Budiyana; Paulus Purwoto
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2021): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.278 KB) | DOI: 10.54170/harati.v1i1.23

Abstract

The success of Christian religious education can be observed from the joint corporation between Christian religious education teachers and students and maximizing the teaching which is the goal. Therefore, the role of the teacher in building models and learning strategies for Jesus based on the synoptic Gospels can be applied in the learning process. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that teachers and all church leaders are expected to be able to convey the value of the Jesus Learning model and strategy for the congregation and students. Because the learning carried out by Jesus in developing spiritual values ​​and can be implemented is what is expected to be maximized in the teaching carried out. Because this is based first on the importance of Christian education, for the congregation's spirituality and for students who continue to aim and focus on Jesus as an example in learning. So that it can bring the role of Christian religious education teachers in learning to explore in studies in the Synoptic Gospels to obtain a Jesus Learning model. Keberhasilan pendidikan agama Kristen dapat dicermati dari koorporasi bersama antara guru Pendidikan Agama Kristen dan peserta didik serta memaksimalkan pengajaran yang yang menjadi tujuan tersebut. Oleh karena itu peran guru dalam membangun model dan strategi pembelajaran Yesus berdasarkan Injil sinoptik dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka maka didapatkan kesimpulan bahwa Guru dan seluruh pimpinan gereja sangat diharapkan dapat menyampaikan nilai dari model dan strategi pembelajaran Yesus bagi para jemaat maupun peserta didik. Sebab pembelajaran yang dilakukan oleh Yesus dalam mengembangkan nilai kerohanian serta dapat di implementasikan menjadi hal yang sangat diharapkan dapat dimaksimalkan dalam pengajaran yang dilakukan. Karena hal tersebut didasari pertama pentingnya pendidikan Kristen, bagi spiritual jemaat maupun peserta didik yang tetap mengarah dan berfokus kepada Yesus sebagai teladan dalam pembelajaran. Sehingga dapat membawa peran guru pendidikan agama Kristen dalam pembelajaran dapat mengeksplore dalam kajian dalam Injil sinoptik untuk didapatkan model Pembelajaran Yesus.
Pendidikan Anak Usia Dini dalam Keluarga Kristen Sebagai Upaya Menghadapi Pengaruh Sekularisme Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto; Andreas Fernando; Reni Triposa
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 7, No 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v7i1.660

Abstract

Abstract. Education for early childhood in the family is important and criticalally to be carried out in the midst of the secularism dominance. This paper aimed to examine the important role of the Christian family in early childhood education in order to prevent the negative influence of secularism. Through a literature study, this study showed that early childhood education cannot simply be given to educational institutions or churches. The family is actually the most effective place for education for children at an early age. In addition, family who is responsible for carrying out early childhood education is at the same time carrying out the Great Commission of the Lord Jesus.Abstrak. Pendidikan untuk usia dini dalam keluarga menjadi hal penting dan genting untuk dilaksanakan di tengah-tengah dominasi paham sekularisme. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji peran penting keluarga Kristen dalam pendidikan anak usia dini dalam rangka membendung pengaruh negatif paham sekularisme. Melalui studi pustaka, kajian ini menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini tidak bisa begitu saja diserahkan kepada lembaga pendidikan ataupun gereja. Keluarga justru menjadi tempat pendidikan yang paling efektif bagi anak pada usia dini. Selain itu, keluarga yang bertanggung jawab menjalankan pendidikan anak usia dini adalah sekaligus telah menjalankan Amanat Agung Tuhan Yesus.
Pertumbuhan Rohani Berdasarkan 1 Petrus 2:1-4 dan Aplikasinya dalam Kehidupan Orang Percaya Joseph Christ Santo; Yonatan Alex Arifianto
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i1.212

Abstract

Dalam kekristenan, pertumbuhan rohani menjadi prioritas para pemimpin gereja orang percaya maupun para pelayan. Pertumbuhan rohani tidak lepas dari tantangan, dan hal itu merupakan ujian kualitas iman dalam menghadapi tantangan. Harapan dari pertumbuhan rohani adalah orang Kristen yang dengan imannya mampu menghadapi dan mengatasi tantangan yang dihadapi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pertumbuhan rohani berdasarkan 1 Petrus 2:1-4, dan harapan yang dapat dicapai bila pertumbuhan rohani iman Kristen ini diaplikasikan dalam hidup orang percaya. Peneliti menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa orang-orang percaya dan pemimpin gereja harus memahami bahwa indikasi pertumbuhan rohani berdasarkan surat 1 Petrus 2:1- 4 adalah hidup dalam kesucian, rasa haus dan lapar akan firman Tuhan, dan hidup bergantung kepada Tuhan dalam persekutuan. Agar pertumbuhan rohani teraplikasi dalam kehidupan orang percaya diperlukan keterlibatan gembala dan warga jemaat sebagai pengajar pertumbuhan rohani.
Kompetensi Profesional Guru dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Neni Viani; Yonatan Alex Arifianto
Angelion Vol 3, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v3i1.250

Abstract

Kompetensi profesional guru merupakan kemampuan seorang guru dalam proses belajar mengajar. Kompetensi profesional guru juga membutuhkan keahlian yang benar-benar yang dimiliki oleh seorang guru profesional. Proses pembelajaran Agama Kristen kompetensi professional seorang guru juga sangat dibutuhkan apalagi pada zaman yang semakin berkembang saat ini. Seorang pendidik Agama Kristen juga haruslah memiliki kepribadian yang baik sehigga dapat menjadi teladan bagi para peserta didiknya sebagimana meneladani Yesus Kristus. Bukan hanya memiliki kepribadian baik saja tetapi spiritualitasnya juga haruslah benar-benar dimiliki oleh seorang pengajar Agama Kristen. Sebagai pendidik Agama Kristen yang diajarkan haruslah berpusat pada Alkitab yang menjadi dasar materi dalam pembelajaran sehingga apa yang akan disampaikan sesuai dengan ajaran Kristen yang berpusat pada Alkitab. Penulis menggunakan metode penelitian kulitatif dan metode deskriptif dengan melakukan studi Pustaka terhadap penelitian ini. Jadi, kompetensi professional guru dalam proses pembelajaran PAK adalah usaha seorang guru yang harus memiliki kemampuan, keterampilan, dan keahlian dalam pembelajaran PAK yang harus berpusat pada Alkitab.
Pendidikan Multikultural Dalam Membangun Integrasi Nasional Rejoice Leny Simatupang; Yonatan Alex Arifianto
Matheteuo: Religious Studies Vol. 2 No. 1 (2022): June
Publisher : Institut Agama Kristen negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/m.v2i1.95

Abstract

The many threats to national integration both from within and from outside must be immediately addressed by the government and also the Indonesian people. The problems that became one of the divisions were religious blasphemy and hate speech by several individuals who did not pay attention to and care about one group or another individual. The purpose of this paper is to find out the extent to which the government seeks national integration within the Indonesian state which is written using a qualitative descriptive method  which is to describe the existing phenomenon and then describe it into a description, and which is the basis for writing this article and then begins by knowing the urgency of multicultural education as a barrier to the threat of national integration, then continues with the views of experts regarding the creation of harmonious national integration, its relationship with multicultural education, and ends by knowing what are the contributions of the Indonesian government in thwarting the existing threats. Then the result of this discussion is that it is known that the government seeks multicultural education in the fields of defense and security, politics, economy, and also socio-culture, because in carrying out their respective roles they must be based on a sense of tolerance, togetherness for the creation of Indonesian unity which has been fought for by the fighters. Indonesia's independence in 1945 and is also based on the ideology of Pancasila and Bhineka Tunggal Ika. With a sense of togetherness and tolerance among religious, ethnic, cultural, linguistic people, as well as various views and understandings of threats to the integration or national unity of Indonesia, it will not be a problem because of the formation of harmony in the life of the nation, state and language.  
Strategi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Menerapkan Model Pembelajaran PAKEM Felia Limbong; Yonatan Alex Arifianto
TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.698 KB) | DOI: 10.53674/teleios.v2i1.41

Abstract

Abstract: In the continuity of teaching and learning activities, it is adjusted to the learning model that has been designed by the previous teacher. However, in practice the learning model applied by the teacher remains the same at every meeting so as to create a bored atmosphere for students, students' interest in learning becomes less and there is no forum for students to channel their potential and abilities. Meanwhile, a quality and quality education system depends on learning activities that take place in a challenging and interesting way for students. In response to this, it is necessary to have a variety of classroom management strategies by applying the PAKEM model. This study aims to examine how the strategy of PAK teachers in implementing the PAKEM model. The study used a descriptive qualitative approach with a literature review. Then, the results of this study, that the strategy of PAK teachers in applying the PAKEM model in learning Christian Religious Education can be done by designing learning activities that imitate Jesus' strategy in teaching and also by designing learning activities that involve students as a whole and can encourage students to play an active role. in participating in learning and can give a good impression to students and also to develop the potential in students.Keyword: PAK Teacher Strategy, PAKEM Model, Christian Religious EducationAbstrak: Dalam keberlangsungan kegiatan belajar mengajar disesuaikan dengan model pembelajaran yang telah di rancang oleh guru sebelumnya. Namun, dalam pelaksanaannya model pembelajaran yang diterapkan oleh guru tetap sama pada setiap pertemuan sehingga menciptakan suasana yang bosan bagi siswa, minat siswa dalam belajar menjadi kurang dan tidak adanya wadah bagi siswa dalam menyalurkan potensi dan kemampuannya. Sementara, sistem pendidikan yang bermutu dan berkualitas tergantung pada kegiatan pembelajaran yang berlangsung dengan menantang dan menarik bagi siswa. Dalam menanggapi hal ini, diperlukan adanya strategi pengelolaan kelas yang bervariasi dengan menerapkan model PAKEM. Penelitian ini bertujuan dalam mengkaji bagaimana strategi guru PAK dalam menerapkan model PAKEM. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tinjaun pustaka. Kemudian, hasil dari penelitian ini, bahwa strategi guru PAK dalam menerapkan model PAKEM dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dapat dilakukan dengan merancang kegiatan pembelajaran yang meneladani strategi Yesus dalam mengajar dan juga dengan merancang kegiatan pembelajaran yang melibatkan siswa secara utuh serta dapat mendorong siswa untuk berperan aktif dalam mengikuti pembelajaran dan dapat memberi kesan yang baik bagi siswa dan juga untuk mengembangkan potensi-potensi dalam dirinya siswa.Kata Kunci: Strategi Guru PAK, Model PAKEM, Pendidikan Agama Kristen
Co-Authors Abel, Angela Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Aji Suseno Aji Suseno Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Desi Ratnasari Desi Wasari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Yohana Fajar Rejoice Leny Simatupang Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Simon Simon Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tampenawas, Alfons Renaldo Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi