p-Index From 2021 - 2026
26.675
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika Khazanah Theologia The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia Khazanah Theologia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen
Claim Missing Document
Check
Articles

Profesional Guru Pendidkan Agama Kristen dalam Kepemimpinan Kristen Saturnina Elisa; Wulan Agung; Yonatan Alex Arifianto
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 3, No 1 (2022): MEI- 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v3i1.37

Abstract

Memberikan suatu pengertian mengenai Profesional guru kepemimpinan pendidikan agama Kristen bagi setiap guru pendidikan agama Kristen, dalam meningkatkan suatu keberhasilan dari tujuan pendidikan agama Kristen dengan menghadapi suatu hambatan atau tantangan bagi guru sehingga hasilnya para murid dapat mengimplementasikannya nilai-nilai Kristen dalam kehidupan sehari-hari mereka baik dilingkungan keluarga maupan ditengah-tengah masyarakat. Melalui profesional guru kepemimpinan pendidkan agama Kristen, dengan metode kualitatif deskriptif peneliti menganalisis dengan studi pustaka untuk dapat memberikan suatu pemahaman mengenai Profesional guru kepemimpinan pendidikan agama Kristen agar guru dapat menerapkan dan menghasilkan suatu keberhasilan dalam pendidikan Kristen.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Misi Kristen: Upaya Aktualisasi Amanat Agung Meliani Konda Betu; Yonatan Alex Arifianto
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 5, No 1: Pebruari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2163.675 KB) | DOI: 10.53827/lz.v5i1.79

Abstract

As a Christian religious educator, you have a very important role in the process of increasing the spirituality of students who continue to have faith in Jesus. Moreover, it also educates students to preach the good news. However, the fact is that most teachers of Christian Religious Education have not fulfilled their responsibilities as teachers who have the task of preaching or carrying out the mandate of the Great Commission. In this case, the writer uses descriptive qualitative method with a literature study approach, with the following conclusions. The role of Christian Religious Education teachers in the mission should be one of the main goals in shaping or providing direction to students about their faith and spiritual growth. A Christian Religious Education teacher must also have a personal relationship with the Lord Jesus, because with a relationship with God, every teaching given to students can also be understood and understood by them and also, they can implement it in the lives of students in their lives. The growth of students' faith is a very important element in their lives, where through the growth of faith students can become blessings and witnesses through their lives. AbstrakSebagai pendidik agama Kristen memiliki peran yang sangat penting dalam proses untuk meningkatkan spritualitas naradidik yang berlanjut pada iman kepada Yesus. Terlebih juga mendidik muridnya untuk untuk memberitakan kabar baik. Namun faktanya kebanyakan guru Pendidikan Agama Kristen belum memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang guru yang memiliki tugas dalam memberitakan atau menjalankan mandat amanat agung. Dalam hal ini penulis menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literatur, dengan kesimpulan sebagai berikut, Peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam misi harus menjadi salah satu tujuan utamanya dalam membentuk ataupun memberikan arahan kepada para peserta didik tentang pertumbuhan iman dan kerohanian mereka. Seorang guru Pendidikan Agama Kristen juga harus memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus, karena dengan adanya hubungan dengan Tuhan maka setiap ajaran yang diberikan kepada para peserta didi juga dapat dimengerti dan dipahami oleh mereka dan juga mereka dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan para peserta didik dalam kehidupannya. Pertumbuhan iman para peserta didik merupakan unsur yang sangat penting dalam kehidupannya, dimana lewat pertumbuhan iman maka peserta didik dapat menjadi berkat dan saksi lewat kehidupannya.
Studi Teologis Kata “Pikirkanlah Perkara Yang Di Atas” Menurut Kolose 3:1-3 Dan Aplikasinya Bagi Orang Percaya Paulus Kunto Baskoro; Yonatan Alex Arifianto
KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 1 (2022): Kamasean: Jurnal Teologi Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kamasean.v3i1.73

Abstract

This paper aims to find the practical theological meaning contained in Colossians 3:1-3 regarding "set your minds on things above" which can be applied in the life of every believer. This aim departs from the concern that many believers have followed Jesus for a long time, but the quality of their faith is still not optimal. This is because they focus more on temporal matters of the world, while on the other hand, putting aside things that are eternal and useful for faith and life. To achieve this aim, the researcher uses qualitative research with the descriptive method, based on a literature search to elaborate on the theological meaning of "set your minds on things above" according to Colossians 3:1-3. This research resulted in the findings that thinking about the above matters means directing thoughts and understanding to things related to God and all His truths that can be applied in the lives of believers, namely regarding the truth about God's work in creating and maintaining, promises salvation is given, and a complete understanding of worship. Abstrak: Tulisan ini bertujuan menemukan makna teologis praktis yang terkandung dalam Kolose 3:1-3 mengenai “pikirkanlah perkara yang di atas” yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan setiap orang percaya. Tujuan ini beranjak dari keprihatinan bahwa banyak orang percaya yang sudah lama mengikut Yesus, namun kualitas imannya masih tidak maksimal. Hal ini disebabkan karena mereka lebih berfokus kepada perkara-perkara dunia yang sementara sedangkan di sisi lain mengesampingkan hal-hal yang bersifat kekal dan berguna bagi iman dan kehidupan. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptifnya, berdasarkan penelusuran pustaka untuk mengelaborasikan makna teologis dari “Pikirkanlah Perkara Yang di Atas” Menurut Kolose 3:1-3. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa memikirkan perkara di atas berarti mengarahkan pikiran, pemikiran, dan pemahaman kepada hal-hal yang berkaitan dengan Allah dan segala kebenaran-Nya yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan orang percaya, yaitu mengenai kebenaran tentang karya Allah dalam mencipta dan memelihara, janji keselamatan yang diberikan, dan pemahaman yang utuh mengenai ibadah.
Generasi yang Unggul dalam Iman, Ilmu, dan Pengabdian di Era Industri 4.0 Andrias Pujiono; Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 5, No 1: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/diegesis.v5i1.143

Abstract

Industrial era 4.0 contains challenges and opportunities. But behind this condition, there are believers, including Christian Religious Education (PAK) teachers and pastors who are stuttering about technology. Instead of studying or catching up, many scholars hide behind their age, limited facilities, and other factors. But in fact, it is mostly caused by a reluctance to learn. In fact, in order to meet the needs of this era, superior humans are needed. These advantages include skills or optimal conditions in faith, knowledge, and devotion. The qualitative descriptive method is the approach used in this article. This article aims to describe the meaning of the superior generation in the industrial era 4.0 and how to achieve it. In the conclusion, it is explained that a superior person will develop faith, and knowledge and try to make a greater contribution to the Christian faith community and society at large. Being such a person in the era of the industrial revolution 4.0 is increasingly easy to achieve through the use of technology and a new basic mindset, namely: a growth mindset. Reluctance to grow to become a superior person is unfair behavior. Individuals who stagnate will sink into laziness or a reluctance to learn and change. Personal excellence never stops the process, and it will have a significant impact on the world. AbstrakEra industri 4.0 memuat tantangan dan kesempatan. Namun, balik kondisi itu terdapat umat percaya, termasuk guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan pendeta yang gagap terhadap teknologi. Alih-alih belajar atau mengejar ketertinggalan, banyak sarjana yang bersembunyi dibalik faktor umur, terbatasnya fasilitas dan faktor lainnya. Namun, hal itu lebih banyak disebabkan oleh keengganan untuk belajar. Padahal agar dapat memenuhi kebutuhan era ini, dibutuhkan manusia unggul. Keunggulan tersebut meliputi kecakapan atau kondisi optimal dalam iman, ilmu dan pengabdian. Metode deskriptif kualitatif merupakan pendekatan yang dipergunakan dalam artikel ini. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan makna generasi unggul di era industri 4.0 dan bagaimana cara mencapainya. Dalam kesimpulan dipaparkan bahwa pribadi unggul akan mengembangkan iman, ilmu dan berusaha memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap komunitas iman Kristen dan masyarakat luas. Menjadi pribadi yang demikian di era revolusi industri 4.0 semakin mudah tergapai melalui pemanfaatan teknologi dan sebuah dasar pola pikir baru yaitu: mindset tumbuh. Sikap enggan bertumbuh untuk menjadi pribadi yang unggul adalah tindakan tidak adil; sebaliknya, yang malas dan enggan belajar akan menjadi mandek atau mengalami kemandekan. Pribadi yang unggul tidak pernah berhenti berproses dan hal itu akan memberi dampak signifikan bagi dunia.
Membangun Paradigma Tentang Misi sebagai Landasan dan Motivasi untuk mengaktualisasi Amanat Agung Yonatan Alex Arifianto; Wulan Agung; Setya Budi Tamtomo
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 2 (2020): Nopember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.592 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i2.13

Abstract

Believers and churches have the wrong mindset towards the basic concepts of missiology that will result in not maximally preaching the good news to others. This wrong paradigm needs to be reduced as part of the motivation to evangelize. The author describes by using a descriptive qualitative approach, this research can be started by describing the mission in the values and basis of the Bible, then providing an understanding of the importance of reducing wrong paradigms and providing the concept of mission in Bible truth so that believers can actualize the mission with the right spirit and motivation. Since there is no excuse not to go on a mission, the gospel must be preached. Therefore, believers can be in God's mission through everything that is built into the correct paradigm of missiology. Orang percaya dan gereja  memiliki mindset  yang salah terhadap konsep dasar misiologi akan mengakibatkan tidak maksimalnya pemberitaan kabar baik bagi orang lain. Paradigma yang salah tersebut perlu direduksi sebagai bagian motivasi untuk menginjil. penulis mendeskripsikan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif penelitian ini dapat dimulai dengan mendeskripsikan misi dalam nilai dan dasar Alkitab selanjutnya memberikan pemahaman begitu pentingnya mereduksi paradigma yang salah dan memberikan konsep misi dalam kebenaran Alkitab sehuingga orang percaya dapat mengaktualisasi misi dengan semangat dan motivasi yang benar. Karena tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan misi, injil harus diberitakan. Maka itu orang percaya dapat berada dalam misinya Tuhan melalui setiap apa yang dibangun dalam paradigma yang benar tentang misiologi.
Tinjauan Teologis Peran Gembala dalam Aktualisasi Misi Berdasarkan 2 Timotius 4:1-2 Gideon Rusli; Yonatan Alex Arifianto
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.155 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v2i1.26

Abstract

Peran gembala dalam memberitakan Injil harus menjadi contoh dan teladan bagi jemaatnya. Namun banyak yang tidak menyadari bahwa peran penginjilan adalah bagian terpenting dari pertumbuhan gereja. Menggunakan metode kualitatif deskritif dalam pendekatan studi literatur dan kajian eksegesa maka  tinjauan Teologis peran gembala dalam aktualisasi misi berdasarkan 2 Timotius 4:1-2 harus didasarkan kepada pengertian yang benar akan adanya hakikat misi dan aktualisasinya, dengan mengerti terhadap analisi teks dari eksegese 2 Timotius 4 :1-2, yang mana hal tersebut dapat memberikan konsep dalamkajian teologis bahwa gembala yang pertama, gembala dalam memberitakan Injil harus memberitakan Firman Sebagai bagian dari Penyataan Allah dan tugas kerajaanNya. Kedua gembala mengerti akan esensi berita adalah Firman  Allah. Ketiga maka gembala harus bersiap sedia disegala keadaan dan waktu dan yang terakhir gembala harus bersikap dalam Kebenaran dalam mengahadapi orang yang belum mengenal Yesus. sehingga peran gembala dapat menjadi dampak dan berkat bila tanggung jawab tersebut dikerjakan dengan benar. 
Resiliensi Iman Kristen dalam Refleksi Kehidupan Habakuk Andreas Fernando; Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 3, No 2: Juni 2022
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55884/thron.v3i2.36

Abstract

The ministry and life of the prophet Habakkuk occurred in difficult times, but these conditions shaped the solidity of his faith in God. The prophet Habakkuk's response to the current situation can be a reflection and an example for God's people who live in today's era. This study aims to describe Habakkuk's experience of faith and provide his reflection on God's people so that they can have faith resilience when facing difficult situations and injustices in life. Qualitative methods are used in this study with a literature study approach and narrative excavation in the book of Habakkuk. The study yielded an understanding that all the problems, crushes, and burdens of life's questions actually led the prophet Habakkuk to seek and find God so that he obtained answers to questions, strength, guidance, and strength of faith from Him. This pattern can be applied in the lives of believers when faced with difficult situations and injustice through five steps of strengthening faith. First, open communication with God through the expression of the heart. Second, diligently waiting for God's answer by transforming the perspective from a human perspective to God's perspective. Third, to be His witness so that through the life experiences they go through, they can bring themselves and others to know God better. Fourth, patiently waiting for God's time for His help and acts of justice through prayer and thanksgiving. Fifth. Faith resilience will be formed when believers depend on God - rely on Him completely and make Him a source of strength.  AbstrakPelayanan dan kehidupan nabi Habakuk terjadi dalam masa yang sulit, namun justru kondisi itu membentuk kekokohan imannya di dalam Tuhan. Respons nabi Habakuk atas keadaan yang terjadi dapat menjadi refleksi dan teladan bagi umat Tuhan yang hidup di zaman ini. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan pengalaman iman Habakuk dan memberikan refleksinya bagi umat Tuhan agar dapat memiliki resiliensi iman ketika menghadapi situasi sulit dan ketidakadilan dalam hidup ini. Metode kualitatif dipergunakan dalam kajian ini dengan pendekatan studi pustaka dan penggalian narasi pada kitab Habakuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segala persoalan, himpitan dan beban pertanyaan kehidupan justru membawa nabi Habakuk mencari dan menemukan Tuhan sehingga diperolehnya jawaban pertanyaan, kekuatan, tuntunan dan kekuatan iman dariNya. Pola ini dapat diterapkan dalam kehidupan orang percaya ketika menghadapi situasi sulit dan ketidakadilan melalui lima langkah penguatan iman. Pertama, membuka komunikasi dengan Tuhan melalui ungkapan hati. Kedua, transformasi cara pandang dari perspektif manusia kepada perspektif Tuhan. Ketiga, menjadi saksiNya agar melalui pengalaman kehidupan yang dilalui dapat membawa diri dan orang lain lebih mengenal Tuhan. Keempat, bersabar menantikan waktu Tuhan atas pertolongan dan tindakan keadilanNya melalui doa dan ucapan syukur. Kelima, resiliensi iman akan terbentuk tatkala umat percaya bergantung kepada Tuhan-mengandalkanNya secara penuh dan menjadikanNya sumber kekuatan. 
Manifestasi Amanat Agung Tuhan Yesus dalam Kehidupan Virtual Remaja Kristen Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto
Alucio Dei Vol 6 No 2 (2022): Alucio Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v6i2.6

Abstract

Amanat Agung Tuhan mengandung inti perintah untuk menjadikan semua bangsa menjadi segambar dan serupa denganNya. Ruang virtual menjadi wahana yang strategis bagi kaum remaja dalam merealisasikan amanat agung tersebut di era modern ini. Ruang virtual akan mengalirkan ajaran Tuhan ke seluruh dunia secara cepat dan berdampak kuat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dengan tema yang relevan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan secara rinci tindakan konkrit para remaja dalam melaksanakan aktualisasi amanat agung Tuhan melalui ruang virtual dan berbagai dampaknya.Hasil penelitian mencatat dua prinsip dalam melaksanakan amanat agung yaitu pertama, kesediaan memuridkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum memuridkan orang lain. Kedua, membantu orang lain menjadi murid Kristus dan menjadi teladan. Tindakan konkrit prinsip pertama adalah: satu, membekali diri dengan menggali pengetahuan tentang kebenaran firman Tuhan. Dua, memupuk kasih kepada Tuhan dan sesama melalui ruang virtual. Tiga, menampilkan diri sebagai representasi Tuhan dalam ruang virtual melalui kekudusan perkataan, tulisan, dan tindakan. Tindakan konkrit prinsip kedua: satu, senantiasa aktif sebagai saksi Tuhan di ruang virtual. Dua, mampu menyalurkan semangat, pola pikir dan kehidupan yang positif bagi lingkungan dunia virtual. Tiga, aktif membuat dan membagikan konten-konten mengenai ajaran Tuhan Yesus melalui berbagai platform yang ada. Empat, menempatkan media virtual sebagai ruang untuk Tuhan semata, bukan untuk tujuan ekspresi diri dan pemenuhan kebutuhan duniawi. Lima, membangun komunitas remaja virtual untuk dapat menyebarkan ajaran Tuhan Yesus ke seluruh dunia. Implikasi yang akan terbangun antara lain; satu, nilai-nilai Kekristenan akan dikenal dan menjadi identitas yang kuat. Dua, kebenaran Tuhan Yesus akan terkonfirmasi jelas dalam ruang virtual. Tiga, firman Tuhan akan diberitakan sampai ujung dunia. Empat, akan terbangun budaya Kekristenan dalam ruang virtual demi terwujudnya budaya bangsa. Lima, terlahir generasi muda yang takut akan Tuhan di muka bumi ini.
Penerapan Strategi Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alkitab Edwin Edwin; Yonatan Alex Arifianto
Metanoia Vol 4 No 2 (2022): Metanoia Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v4i2.1

Abstract

Strategi pembelajaran merupakan suatu cara atau pendekatan yang akan digunakan oleh pendidik dalam memilih kegiatan selama proses pembelajaran. Strategi pembelajaran penting untuk diterapkan dalam proses pembelajaran supaya siswa sendiri dapat memperoleh hasil belajar yang sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal. Hal ini dilakukan sebagai pola yang sudah ditetapkan oleh pendidik sebelum memberikan pelajaran dengan mkasud supaya siswa mendapatkan hasil yang maksimal selama proses kegiatan belajar. Hasilnya dapat berupa, siswa yang mampu menguasai materi pembelajaran yang telah disampaikan guru, dari pihak guru sendiri ada kepuasan batin dari hasil pencapaian siswa tersebut, dan adanya dorongan dari guru untuk mengajar, tanpa merasa lelah dan tertekan sampai akhirnya guru mengakhiri pembelajaran yang ada di dalam kelas. Dalam pembahasan ini penulis membahas tentang penerapan strategi pembelajaran mata pelajaran ilmu pengetahuan alkitab pada perserta didik. Adapun penelitian yang dilakukan dalam pembahasan ini adalah penelitian dengan menggunakan metode kualitatif deskritif, dengan pendekatan studi literature. Berdasarkan tujuan dan hasil penelitian seperti telah diuraikan di atas, maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut.Pertama, penerapan strategi pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alkitab dapat meningkatkan aktivitas siswa dari katgori cukup aktif menjadi sangat aktif atau sangat tinggi. Kedua, penerapan model kooperatif dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alkitab dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari katgori cukup menjadi katagori sangat baik. Ketiga, penerapan model kooperatif pada pembelajaran dapat meningkatkan respons siswa ke katagori sangat positif.
STRATEGI PEMBELAJARAN DARING GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Neni Viani; Yonatan Alex Arifianto; Andrias Pujiono
Metanoia Vol 4 No 2 (2022): Metanoia Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v4i2.73

Abstract

Abstrak: Strategi pembelajaran daring merupakan rancangan pembelajaran berbasis online yang memamfaatkan teknologi atau multimedia dalam kegiatan pembelajarannya. Pembelajaran daring ini berlangsung dengan adanya pandemi virus covid-19 yang terjadi dan menerapkan kebijakan pemerintah untuk menangani virus covid-19 ini dengan adanya pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan media teknologi yang juga berkembang dengan pesat saat ini. Maka dari itulah sebagai pendidik harus mampu memamfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran sesuai perkembangan zaman saat ini, tidak terkecuali pendidik atau guru Pendidikan agama Kristen, selain menyampaikan materi ajar pendidik Kristen juga harus memiliki strategi dalam pembelajarannya apalagi pembelajaran secara daring yang harus dilaksanakan sesuai dengan kebijakan pemerintah, banyak media teknologi yang bisa dimamfaatkan dan dikembangkan. Seorang guru harus kreatif, inovatif dan inspiratif. Penulis menggunakan metode penelitian kulitatif dan metode deskriptif dengan melakukan studi Pustaka terhadap penelitian ini. Jadi, strategi pembelajaran daring guru Pendidikan agama Kristen di masa pandemic covid-19 adalah memamfaatkan teknologi yang ada atau multimedia untuk lebih lagi kreatif, inovatif dan inspiratif dalam kegiatan belajar mengajar agar lebih kreatif dan lebih efektif. Kata kunci: Strategi Pembelajaran daring; Guru Pendidikan Agama Kristen; Masa Pandemi Covid-19
Co-Authors Abel, Angela Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Aji Suseno Aji Suseno Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Desi Ratnasari Desi Wasari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Yohana Fajar Rejoice Leny Simatupang Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Simon Simon Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tampenawas, Alfons Renaldo Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi