p-Index From 2021 - 2026
28.728
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen Khazanah Theologia
Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Komunitas Rohani menuju Gereja Lokal melalui Praktik Pemuridan: Sebuah Studi Teologi Praktis Tanhadi, Billy Pebrio; Arifianto, Yonatan Alex; Boiliu, Esti Regina
Jurnal Lentera Nusantara Vol 5, No 1 (2025): Lentera Nusantara: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v5i1.428

Abstract

The transformation of spiritual communities into local churches is a strategic challenge in the development of the church today, particularly in forming congregations that are mature in faith and active in ministry. Many spiritual communities experience obstacles in transferring spiritual experiences in a structured manner, resulting in uneven growth in the faith of their members. In addition, technological advances and social changes demand more adaptive, contextual, and congregation-oriented discipleship methods. Various phenomena show that planned and mentoring-based discipleship practices can encourage spiritual growth among members and strengthen community bonds. This study aims to analyse how discipleship practices can transform spiritual communities into mature, resilient, and sustainable local churches. The method used is practical theological study with a qualitative approach through analysis of theological literature, pastoral practices, and the experiences of spiritual communities. The results reveal that systematic discipleship increases individual faith maturity, strengthens spiritual culture, and prepares spiritual communities to become local churches. Mentoring practices, applied Bible teaching, and effective Christian leadership are key factors in the success of this transformation. The integration of contextual strategies and the use of digital technology also expand congregational involvement and increase the effectiveness of discipleship. Thus, discipleship can serve as a strategic tool in building an inclusive, adaptive, and sustainable local church.AbstrakTransformasi komunitas rohani menuju gereja lokal merupakan tantangan strategis dalam perkembangan gereja masa kini, khususnya dalam membentuk jemaat yang matang secara iman dan aktif dalam pelayanan. Banyak komunitas rohani mengalami kendala dalam mengalihkan pengalaman spiritual secara terstruktur, sehingga pertumbuhan iman anggotanya menjadi tidak merata. Selain itu, kemajuan teknologi dan perubahan sosial menuntut hadirnya metode pemuridan yang lebih adaptif, kontekstual, dan sesuai kebutuhan jemaat. Berbagai fenomena menunjukkan bahwa praktik pemuridan yang terencana dan berbasis mentoring mampu mendorong pertumbuhan spiritual anggota serta memperkuat ikatan komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana praktik pemuridan dapat mentransformasi komunitas rohani menjadi gereja lokal yang dewasa iman, tangguh, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi teologi praktis dengan pendekatan kualitatif melalui analisis literatur teologis, praktik pastoral, serta pengalaman komunitas rohani. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pemuridan yang sistematis meningkatkan kedewasaan iman individu, memperkokoh budaya spiritual, dan mempersiapkan komunitas rohani menjadi gereja lokal. Praktik mentoring, pengajaran Alkitab yang aplikatif, serta kepemimpinan Kristen yang efektif menjadi faktor utama keberhasilan transformasi tersebut. Integrasi strategi yang kontekstual dan penggunaan teknologi digital turut memperluas keterlibatan jemaat serta meningkatkan efektivitas pemuridan Novelty penelitian ini terletak pada pemetaan pemuridan sebagai mekanisme transisional, bukan sekadar program rohani yang menjembatani relasi komunitas cair menuju institusionalisasi gereja lokal yang berkelanjutan.
Relevansi Kebangkitan Kristus Dalam Memperkuat Iman Di Era Digital: Perspektif Teologi Dan Apologetika Budiana, Benniardi Andreas; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i2.160

Abstract

Kebangkitan Kristus menjadi fondasi utama iman Kristen, namun di era digital kebenaran ini semakin sering dipertanyakan melalui arus informasi yang cepat, skeptisisme budaya, dan maraknya narasi yang merelatifkan fakta historis iman. Masyrakat digital yang terbiasa dengan arus informasi instan dan pluralitas pandangan, kerap mempertanyakan kembali fondasi historis serta signifikansi praktis dari keyakinan mereka. Penelitian kualitatif berbasis studi pustaka ini berupaya menjawab tantangan tersebut dengan menelaah kembali relevansi kebangkitan Kristus. Hasil pembahasan menegaskan bahwa kebangkitan Kristus tidak hanya dapat dipertanggungjawabkan sebagai peristiwa sejarah melalui argumen apologetis yang kokoh, tetapi juga berfungsi sebagai sumber utama yang memberikan kepastian iman, dasar pengharapan, dan kekuatan untuk hidup baru yang bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebangkitan Kristus menawarkan sebuah respons yang kuat bagi kebutuhan generasi digital: sebuah iman yang berakar pada fakta yang dapat diuji sekaligus berbuah dalam pengalaman spiritual yang sesungguhnya. Singkatnya, kebangkitan Kristus menyediakan respons komprehensif, menjadi jangkar intelektual sekaligus daya dorong spiritual vital di era disrupsi.
Degradasi Moral Dan Perilakunya Pada Generasi Muda: Tantangan Serta Solusi Dari Perspektif Pendidikan Agama Kristen Adu, Esterina Yunita; Arifianto, Yonatan Alex
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v5i2.160

Abstract

Perilaku degradasi moral kerapkali terjadi pada generasi muda, penyebabnya beragam dan  dapat dipicu oleh berbagai faktor. Faktor penyebab terjadinya degradasi moral bisa terjadi dari dalam maupun dari luar. Tentunya dengan adanya degradasi moral ini, menjadi tantangan tersendiri yang cukup krusial. Pendidikan Agama Kristen yang di terapkan harapannya menjadi solusi bagi perilaku degradasi yang sedang terjadi pada kaum muda Indonesia sekarang ini.  Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab degradasi moral pada generasi muda serta mengevaluasi peran Pendidikan Agama Kristen sebagai solusi pembentukan kembali moralitas dengan dukungan berbagai lingkungan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif serta pendekatan studi literature, penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Pendidikan agama Kristen dapat menjadi solusi yang dapat mengatasi perilaku degradasi moral pada generasi muda. Tentunya dengan dukungan berbagai peran, seperti di dalam lingkungan keluarga, sekolah, gereja serta masyarakat, yang di harapkan dapat membersamai penanaman moralitas kepada kaum muda saat ini. Pendidikan Agama Kristen juga dapat memperkuat pondasi dari generasi muda agar tertanam sikap, perilaku dan tingkah laku yang mencerminkan kaum muda Kristen yang bermoral. 
Amanat Agung dalam Bayang-bayang Disinformasi: Strategi Gereja Menghadirkan Kebenaran Injil di Era Post-Truth Sumual, Elisa Nimbo; Arifianto, Yonatan Alex
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 9 No 2: November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v9i2.561

Abstract

In the post-truth era, the abundance of conflicting news and hoaxes often overshadows objective truth, as personal opinions and subjective values predominate. Even relativity determines truth, leading to widespread disinformation in digital and social spaces. The Church, as the recipient of the Great Commission, currently faces challenges in communicating the Gospel in its pure form. This challenge is due to the presence of biased and manipulative information that distorts the truth. The inability of some Christians to distinguish between theological truth and false narratives has weakened the Church's witness. The purpose of this study is to formulate theological and practical strategies for the Church in communicating the Great Commission authentically amid the truth crisis. Using a descriptive qualitative method with a literature review approach, it can be concluded that an understanding of the essence of the Great Commission in theology, as well as knowledge of the post-truth crisis and the church's challenges in proclaiming the truth, are crucial. It is hoped that the results will not hinder the actualization of the Great Commission as a mandate to proclaim truth amid the post-truth crisis and that the church will develop strategies to address disinformation in its mission to proclaim truth in a world darkened by disinformation.   Abstrak Banyaknya berita simpang siur dan hoak di era post-truth, kebenaran objektif sering kali tersingkir oleh opini dan nilai subjektif pribadi manusia.  Bahkan adanya relativitas juga menentukan kebenaran sehingga menimbulkan disinformasi yang meluas dalam ruang digital dan sosial. Gereja sebagai penerima mandat dari Amanat Agung dewasa ini menghadapi problem dalam menyampaikan Injil secara murni. Sebab adanya informasi yang bias dan manipulatif terkait kebenaran yang dinarasikan. Ketidakmampuan sebagian umat Kristen dalam membedakan antara kebenaran teologis dan narasi palsu telah melemahkan daya kesaksian gereja. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan strategi teologis dan praktis bagi gereja dalam mengkomunikasikan Amanat Agung secara otentik di tengah krisis kebenaran. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa peran pemahaman akan hakikat Amanat Agung dalam teologis dan juga pengetahuan akan Krisis di era post-truth dan tantangan gereja dalam mewartakan kebenaran. Diharapkan tidak menghalangi untuk mengaktualisasikan mandat Amanat Agung sebagai mandat pewartaan kebenaran di tengah krisis post-truth dan juga adanya strategi gereja menghadapi disinformasi dalam misi pewartaan dalam dunia yang gelap oleh disinformasi.    
Peran Orang Tua dalam membentuk Karakter Kristus dalam Diri Anak di Era Digital Kalensang, Priscilla Cantia; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 6, No 2 (2025): EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership - December 2025
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v6i2.288

Abstract

The development of the digital era presents great opportunities for children to acquire knowledge, creativity, and broad interaction, but at the same time poses challenges in the form of exposure to negative content, moral degradation, and a decline in spirituality. This condition demands a strategic role from families, especially parents, as the primary educators in shaping Christ-like character in children from an early age. This study aims to analyse the role of parents in shaping the character of Christ in children in the digital age and the challenges faced. The research method used is qualitative with a literature study approach from various sources of theology, education, and contemporary studies related to the digital age. The conclusion of this study is that the digital age has a major impact on children, making the formation of Christ-like character urgent and essential for them to hold on to the values of love, loyalty, and integrity. In this case, the role of parents is very important as primary educators who guide, exemplify, and direct children to grow in Christ-like character amid the challenges of the times.AbstrakPerkembangan era digital menghadirkan peluang besar bagi anak-anak untuk memperoleh pengetahuan, kreativitas, serta interaksi yang luas, namun sekaligus menimbulkan tantangan berupa paparan konten negatif, degradasi moral, dan penurunan spiritualitas. Kondisi ini menuntut adanya peran strategis dari keluarga, khususnya orang tua, sebagai pendidik utama dalam membentuk karakter Kristus pada anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam membentuk karakter Kristus anak di era digital serta tantangan yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dari berbagai sumber literatur teologi, pendidikan, dan kajian kontemporer terkait era digital. Adapun kesimpulan penelitian ini bahwa di era digital membawa dampak besar bagi anak-anak sehingga pembentukan karakter Kristus menjadi hal yang mendesak dan esensial agar mereka tetap berpegang pada nilai kasih, kesetiaan, dan integritas. Dalam hal ini, peran orang tua sangat penting sebagai pendidik utama yang membimbing, meneladani, dan mengarahkan anak untuk bertumbuh dalam karakter Kristus di tengah tantangan zaman.
Transformasi Kepemimpinan Gereja Kontemporer: Integrasi Teologi dan Nilai Kristen dalam Misiologi Rares, Irwan Revianto; Suseno, Aji; Arifianto, Yonatan Alex
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 10, No 2 (2025): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Desember 2025
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v10i2.411

Abstract

The phenomenon of contemporary church leadership transformation shows a shift from a hierarchical leadership pattern to a more participatory, collaborative, and contextual model, in line with the demands of globalisation, technological advances, and the increasingly complex socio-cultural dynamics of congregations. This study aims to explore how the integration of theology and Christian values can strengthen church missiology in the context of modern leadership. The research method used is a descriptive qualitative approach through literature study, which concludes that Christian leadership theory remains relevant in the contemporary context when rooted in Christian values as an ethical and spiritual foundation. The transformation of church leadership structures in the digital age requires an adaptive and collaborative approach without neglecting theological principles. The integration of theology and Christian values in missiological strategies strengthens the direction of church ministry so that it remains contextual, sustainable, and oriented towards authentic faith formation and social impact. Whereby, the transformation of contemporary church leadership not only requires adaptation to external changes, but must also maintain theological foundations and Christian values as the main footing in missiology. AbstrakFenomena transformasi kepemimpinan gereja kontemporer menunjukkan adanya pergeseran pola kepemimpinan yang sebelumnya bersifat hierarkis menuju model yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan kontekstual, seiring dengan tuntutan globalisasi, kemajuan teknologi, serta dinamika sosial budaya jemaat yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi teologi dan nilai-nilai Kristen dapat memperkuat misiologi gereja dalam konteks kepemimpinan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dapat disimpulkan bahwa teori kepemimpinan Kristen tetap relevan dalam konteks kontemporer ketika berakar pada nilai-nilai Kristen sebagai fondasi etis dan spiritual. Transformasi struktur kepemimpinan gereja di era digital menuntut pendekatan adaptif dan kolaboratif tanpa mengabaikan prinsip teologis. Integrasi teologi dan nilai Kristen dalam strategi misiologi memperkuat arah pelayanan gereja agar tetap kontekstual, berkelanjutan, serta berorientasi pada pembentukan iman dan dampak sosial yang autentik. Dimana, transformasi kepemimpinan gereja kontemporer tidak hanya memerlukan adaptasi terhadap perubahan eksternal, tetapi juga harus mempertahankan fondasi teologi dan nilai Kristen sebagai pijakan utama dalam misiologi.
Tanggung Jawab Penginjilan Bagi orang Percaya: Sebuah Refleksi Teologis 1 Korintus 9: 16-17 Ita Lintarwati; Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 5 No. 1: Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v5i1.164

Abstract

Evangelism is the duty of every human being because, according to God's plan, all human beings need to be returned to their original design, namely to eternity. However, at present, the meaning of evangelism is experiencing bias and decline in its actualization because the mission of evangelism is used to boast. This study aims to describe and analyze the theological study of evangelism according to the narrative text of 1 Corinthians 9:16-17, and from this study, it is found that in carrying out evangelism, the most important needs are self-denial and a willing heart. Because without self-denial, the mission of evangelism will lead to self-aggrandizement and fulfillment of self-interest. AbstrakPenginjilan merupakan tugas setiap umat manusia karena sesuai rencana Allah, semua manusia perlu dikembalikan kepada rancangan semula yaitu kepada kekekalan. Namun saat ini, makna penginjilan mengalami bias dan kemerosotan dalam aktualisasinya sebab tugas penginjilan justru dijadikan sarana untuk memegahkan diri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisa kajian teologis penginjilan sesuai narasi teks 1 Korintus 9:16-17 dan dari kajian tersebut ditemukan bahwa dalam menunaikan penginjilan, kebutuhan paling utama adalah penyangkalan diri dan kerelaan hati. Sebab tanpa penyangkalan diri tugas penginjilan akan mengarahkan pada kemegahan diri dan pemenuhan kepentingan diri sendiri.  
KONSTRUKSI POLA HIDUP ORANG KRISTEN BERDASARKAN 1 PETRUS 4:7-11 DI ERA DIGITAL Telaumbanua, Agus Arda Setiawan; Arifianto, Yonatan Alex
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.217

Abstract

Perkembangan era digital telah mengubah secara drastis cara hidup manusia, termasuk dalam aspek spiritualitas orang percaya. Transformasi ini menuntut respons teologis yang kontekstual agar umat Kristen tetap hidup selaras dengan firman Tuhan. Artikel ini bertujuan untuk mengkonstruksi pemahaman teologis mengenai cara hidup orang Kristen berdasarkan 1 Petrus 4:7-11 dalam konteks digital. Dengan pendekatan kualitatif studi pustaka, penelitian ini mengidentifikasi tiga prinsip utama yang digariskan oleh Petrus, yakni: hidup dalam penguasaan diri, hidup dalam kasih, dan hidup memuliakan Allah dengan karunia. Ketiga prinsip ini memiliki relevansi tinggi terhadap tantangan etika dan spiritualitas di tengah disrupsi teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan diri menjadi dasar kehidupan doa dan kewaspadaan rohani di tengah distraksi digital; kasih menjadi nilai etis yang menuntun relasi digital umat; dan karunia digunakan secara bertanggung jawab untuk membangun tubuh Kristus melalui pelayanan digital yang bermakna. Dengan demikian, surat 1 Petrus memberikan kerangka teologis dan praktis bagi umat Kristen untuk hidup sebagai terang di tengah dunia digital yang kompleks.
KETIKA LAYAR MENGGANTIKAN MIMBAR: FIRMAN DALAM BAYANG-BAYANG TEKNOLOGI Yehezkiel, Reinhard; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.256

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara umat Kristen berinteraksi dengan Firman Tuhan, dari pengalaman audial dan komunal di ruang fisik menuju pengalaman visual yang terfragmentasi di layar digital, sehingga memunculkan persoalan teologis terkait otoritas mimbar, kedalaman spiritual, dan pemaknaan Firman yang kini dipengaruhi oleh algoritma serta pola konsumsi konten modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis implikasi teologis dari pergeseran penyampaian dan penerimaan Firman Tuhan dari mimbar fisik menuju media digital. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa mediasi layar dalam penyampaian Firman Tuhan menghadirkan tantangan serius terhadap pengalaman iman yang transenden, relasional, dan sakramental, karena interaksi melalui media digital berisiko mereduksi kedalaman spiritual menjadi konsumsi konten visual semata. Di sisi lain, teknologi digital membuka peluang untuk menjangkau jemaat lebih luas, memperkaya penyampaian pesan, dan menawarkan fleksibilitas interaksi, khususnya bagi generasi muda. Dengan pendekatan seimbang yang menjaga integritas teologis dan memperkuat persekutuan fisik maupun virtual, media digital dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan dan kualitas pengalaman iman tanpa mengorbankan kedalaman spiritual.
Juru Bahasa Isyarat dalam Gereja untuk Mendukung Inklusi Worek, Natalia Yevonne; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v5i2.392

Abstract

Abstract: Church services in Indonesia still face challenges in providing equal access to communication for deaf congregations, mainly because worship services are generally verbal and are not yet fully supported by alternative means of communication. These limitations often marginalise deaf friends from the full liturgical experience, resulting in their participation not being as optimal as that of other congregants. This situation demonstrates that the need for truly inclusive services is increasingly urgent for churches to address and implement. The growing use of sign language interpreters in various churches indicates an initial awareness of this issue, but it is not yet fully supported by comprehensive research. This study aims to analyse the role of sign language interpreters in strengthening liturgical inclusion for deaf congregations in church settings. The research method used is a descriptive qualitative study, which concludes that the presence of sign language interpreters not only facilitates understanding of worship but also strengthens deaf congregations' sense of belonging to the church community. Other findings indicate that integrating interpreters into the liturgical service structure significantly improves the quality of spiritual communication. This study emphasises the importance of the church's commitment to promoting inclusive and equitable services for all congregations. Abstrak: Pelayanan gereja di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menyediakan akses komunikasi yang setara bagi jemaat tuli, terutama karena ibadah umumnya berbasis verbal dan belum sepenuhnya didukung oleh sarana komunikasi alternatif. Keterbatasan ini menyebabkan teman tuli sering terpinggirkan dari pengalaman liturgis yang utuh, sehingga partisipasi mereka tidak seoptimal jemaat lainnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan pelayanan yang benar-benar inklusif semakin mendesak untuk diperhatikan dan diimplementasikan oleh gereja. Fenomena meningkatnya penggunaan juru bahasa isyarat di berbagai gereja menunjukkan adanya kesadaran awal, namun belum seluruhnya didukung oleh penelitian yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran juru bahasa isyarat dalam memperkuat inklusi liturgis bagi jemaat tuli di lingkungan gereja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif, maka dapat disimpulkan bahwa  keberadaan juru bahasa isyarat tidak hanya memfasilitasi pemahaman ibadah, tetapi juga memperkuat rasa memiliki jemaat tuli terhadap komunitas gerejawi. Temuan lain menunjukkan bahwa integrasi penerjemah ke dalam struktur pelayanan liturgi meningkatkan kualitas komunikasi spiritual secara signifikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya komitmen gereja dalam memajukan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh umat.
Co-Authors Abel, Angela Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Aji Suseno Aji Suseno Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiana, Benniardi Andreas Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Desi Ratnasari Desi Wasari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalensang, Priscilla Cantia Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Momongan, Jefri Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Meliska Putri Rahayu, Yohana Fajar Rares, Irwan Revianto Rejoice Leny Simatupang Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Simon Simon Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tampenawas, Alfons Renaldo Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Tanhadi, Billy Pebrio Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Worek, Natalia Yevonne Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yehezkiel, Reinhard Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi