p-Index From 2021 - 2026
29.635
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen Khazanah Theologia
Claim Missing Document
Check
Articles

Landasan Teologis Pendidikan Kristen dalam Perjanjian Baru dan Relevansinya bagi Pendidikan Kristen Masa Kini Paulus Purwoto; Hardi Budiyana; Yonatan Alex Arifianto
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 3, No 1: Juni 2020
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.14 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v3i1.38

Abstract

Christian education, which is the implementation of the mandate of the 1945 Constitution, and the National Education System Law, has a strong theological foundation in the New Testament. This study aims to present the theological foundation of Christian education in the New Testament to be implemented in Christian education today. This study uses the literature method with a descriptive qualitative approach, where the researcher tries to answer the research problem by looking for literature sources that correlate with the research problem. These sources are textbooks, both physical books and e-books, and journals. The conclusion of this study is that there is a strong theological foundation in the New Testament, including in the example of the Lord Jesus the Great Teacher, in the practice of the apostle Paul's ministry and the life of the early church with a focus on education to shape character. This is relevant to be applied in Christian education today to become Christ-centric education, education as an agent of the Great mandate, a contextual Christian education approach that aims as a medium for the formation of Christ's character.AbstrakPendidikan  Kristen yang merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan UU Sisdiknas memiliki landasan teologis yang kuat dalam Perjanjian Baru. Penelitian ini bertujuan untuk menampilkan landasan teologis pendidikan Kristen dalam Perjanjian Baru untuk diimplementasikan pada pendidikan Kristen masa kini. Penelitian ini menggunakan metode pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana  peneliti  berusaha menjawab permasalahan penelitian dengan mencari sumber-sumber literatur yang berkorelasi dengan masalah penelitian. Sumber-sumber tersebut adalah buku teks, baik buku fisik maupun e-books, dan jurnal. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat landasan teologis yang kuat dalam perjanjian Baru diantaranya terdapat dalam teladan Tuhan Yesus Sang Guru Agung, dalam praktik pelayanan rasul Paulus dan kehidupan jemaat mula-mula dengan fokus pendidikan untuk membentuk karakter. Hal tersebut relevan untuk diterapkan dalam pendidikan Kristen masa kini menjadi pendidikan yang Kristusentris, pendidikan sebagai agen amanat Agung, pendekatan pendidikan Kristen yang kontekstual yang bermuara sebagai media pembentukan Karakter Kristus
Implikasi Total Quality Marriage bagi Pendidikan Kristiani dalam Keluarga Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati; Yonatan Alex Arifianto
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 2, No 2: Desember 2019
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.29 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v2i2.101

Abstract

Pernikahan yang berkualitas total haruslah disengaja dan diusahakan oleh suami istri Kristen secara terus menerus sejak awal pernikahan. Dalam kehidupan pribadi dan pernikahan yang berkualitas total atau holistik sebenarnya juga diperlukan manajemen diri dan manajemen pernikahan yang benar. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam manajemen seperti perencanaan, pelaksanaan, pengecekan dan perbaikan sangat relevan diterapkan guna mencapai pernikahan yang berkualitas holistik.Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, dengan mengumpulkan fenomena pernikahan yang terjadi sampai saat ini kualitasnya dan pendapat para pakar pernikahan dan keluarga serta konsep pernikahan yang Alkitabiah menjadi muatan isi kajian penelitian ini. Hasil penelitian merekomendasikan empat hal yang perlu diterapkan agar pernikahan mencapai kualitas total, yaitu: Pertama, Menjadikan Kristus Sebagai Kehidupan Suami Istri Kristen. Kedua, Menjalani Kehidupan Suami Istri Yang Konsisten Beriman Kepada Kristus. Ketiga, Kehidupan Suami Istri Yang Terus Dibangun di Atas Kristus. Keempat, Kehidupan Suami Istri Yang Terus Bertambah Teguh dalam Iman.
Implikasi Legasi Pendidikan dalam Matius 28:18-20 bagi Gereja Masa Kini Yakub Hendrawan Perangin Angin; Yonatan Alex Arifianto; Tri Astuti Yeniretnowati
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.837 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v4i2.90

Abstract

Discipleship can be said to have been known for a very long time in the Christian community, but in practice today not many people have professed to believe in Jesus Christ as Savior and His Lord is involved in the discipleship process even to have the desire to make disciples of other believers. This is the problem facing the church as a believer in Christ today. The writing of this journal is intended to direct the perspective of believers who are called Christians because they believe in what has been taught and imitated by Jesus Christ by reviewing the Great Commission which was bequeathed by the Lord Jesus to His disciples. The method in writing this journal is a qualitative method with a library approach. The conclusion of this writing is the importance of remembering the legacy of the Great Commission that Christ has taught and modeled and how all Christians are called to pass it down continuously to the next generations of believers. AbstrakPemuridan dapat dikatakan sudah sangat lama dikenal dalam komunitas Kristen, namun pada praktiknya saat ini tidak banyak orang yang sudah mengaku percaya kepada Yesus Kristus sebagai juruselamat dan Tuhan-nya terlibat dalam proses pemuridan bahkan untuk memiliki kerinduan memuridkan orang percaya lainnya pun tidak. Inilah persoalan yang dihadapi gereja sebagai orang percaya kepada Kristus saat ini. Penulisan jurnal ini ditujukan untuk mengarahkan perspektif orang percaya yang disebut orang Kristen karena percaya kepada apa yang sudah diajarkan dan diteladankan oleh Yesus Kristus dengan mengupas kembali Amanat Agung yang diwariskan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya. Metode dalam penulisan jurnal ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Kesimpulan dari hasil penulisan ini adalah pentingnya mengingat kembali warisan Amanat Agung yang sudah Kristus ajaarkan dan teladankan dan bagaimana semua orang Kristen terpanggil untuk mewariskannya kembali terus menerus ke generasi-generasi orang percaya selanjutnya. 
Deskripsi Kode Etik Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Perspektif Alkitabiah: Sebagai Keteladan Akademik dan Karakter Nara Didik Desi Ratnasari; Reni Triposa; Yonatan Alex Arifianto
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 2, No 2: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2335.102 KB) | DOI: 10.53547/rdj.v2i2.152

Abstract

The code of ethics in the Biblical perspective for teacher’s Christian religious education is an important part of actualizing education. Because the code of ethics brings teachers to be able to understand the students well. Christian education, which is still lacking in the application of ethics for teachers, is a challenge in itself. The purpose of this study is to provide understanding to teachers of Christian religious education so that in the learning process provide a good example for students. This research uses qualitative methods.  The result of the research is that teachers before educating must be equipped with truth values that are in accordance with God's word. Being a teacher is not only a teacher but as a guide to the character of students to be a character that is pleasing before the Lord Jesus. Christian teachers before educating must properly learn the teacher's code of ethics in accordance with the biblical perspective. When Christian teachers have understood the correct code of ethics, in every teaching and guidance done to the students can go well in accordance with the truth of God's word.Keywords: biblical; teachers; character; code of ethics; studentsAbstrakKode etik dalam perspektif Alkitab bagi guru Pendidikan agama Kristen menjadi bagian penting dalam mengaktualisasikan pendidikan. Sebab kode etik tersebut membawa guru mampu memahami nara didik dengan baik. Pendidikan Agama Kristen yang masih kurang dalam penerapan etika bagi guru menjadi tantangan tersendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan pemahaman kepada guru Pendidikan agama Kristen agar dalam proses pembelajaran memberikan keteladan yang baik bagi nara didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian adalah guru sebelum mendidik harus dibekali dengan nilai-nilai kebenaran yang sesuai dengan Firman Tuhan. Menjadi guru bukan hanya sebagai pengajar tetapi sebagai pembimbing karakter siswa-siswi menjadi karakter yang berkenan di hadapan Tuhan Yesus. Guru agama Kristen sebelum mendidik harus memperlajari dengan baik kode etik guru sesuai dengan prespektif Alkitabiah. Ketika guru agama Kristen sudah memahami kode etik yang benar maka dalam setiap pengajaran dan pembimbingan yang dilakukan kepada para murid dapat berjalan dengan baik sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.Kata kunci: alkitabiah; guru; karakter; kode etik; murid
Gereja dan Segregasi Digital Sesuai Narasi Teks 2 Petrus 1:1-11 Andreas Joswanto; Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto; Simon Simon
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.303

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mendorong segregasi sosial yang semula terjadi dalam dunia nyata, berkembang pesat pada ranah dunia maya sebagai segregasi digital. Adanya ekstensi dari dunia nyata kepada dunia maya menjadikan penanganan atas dampak dari segregasi digital sangat penting dilakukan. Tujuan dari kajian ini adalah mendeskripsikan tentang segregasi digital yang saat ini terjadi dan dampaknya. Kajian ini   menawarkan tahapan penting dan langkah-langkah praktis bagi gereja dalam upaya membina jemaat  menghadapi dampak segregasi digital yang kian marak. Kajian ini disusun menggunakan metode kualitatif dan dilakukan melalui pendekatan studi literatur. Kajian  menyimpulkan  bahwa dari hasil analisa terhadap narasi teks 2 Petrus 1:1-11 didapatkan tujuh tahapan bagi gereja dalam upaya  menyiapkan jemaat untuk menghadapi dampak segregasi digital. Tahapan tersebut dapat diaktualisasikan oleh gereja berupa pendampingan dalam komunitas sel, penyusunan program-program yang relevan, membangun keteladanan karakter Kristus dalam kepemimpinan  dan mendesain budaya Kristiani yang diimplementasikan dalam kehidupan bergereja.
Peran Gereja terhadap Pendidikan Seksualitas pada Remaja Kristen Okris Pitay; Yonatan Alex Arifianto
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 1 (2022): Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.571 KB) | DOI: 10.55967/manthano.v1i1.2

Abstract

Abstract: The case of unfavorable life for teenagers in premarital sex is very worrying at this time. This is due to many factors which in this article are examined that adolescents are vulnerable to misinformation about sex. Because a lot of free sex nowadays is done by teenagers who don't understand about sex education. The purpose of this research is that through sex education the church's youth can provide understandable information according to the needs of the youth, through sex education it can also provide broad insights for youth about sexual behavior and its consequences.   The author uses a literature review with a descriptive method where the author explores information about sex education for Christian youth which can be concluded that the church needs to hold certain activities that build youth spirituality in addition to youth and youth worship or certain seminars that can build youth growth according to with the Bible and the teachings of Jesus.Abstrak: Kasus hidup tidak berkenan anak remaja dalam sex pranikah sangatlah mengkuatirkan saat ini. Hal itu disebabkan banyak faktor yang dalam artikel ini dikaji bahwa remaja rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Karena banyak di masa remajaelakukan seks bebas di lakukan oleh kalangan remaja yang tidak mengerti tentang pendidikan seks tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah melalui pendidikan seks remaja gereja dapat memberikan informasi yang dapat dimengerti sesuai dengan kebutuhan para remaja, melalui pendidikan seks juga bisa memberikan wawasan yang luas untuk para remaja tentang perilaku seksual dan akibatnya.   Penulis menggunakan kajian pustaka dengan metode deskriptif di mana penulis menggali informasi tentang pendidikan seks pada remaja Kristen yang mana dapat disimpulkan bahwa gereja perlu mengadakan kegiatan-kegaiatan yang membangun kerohanian remaja misalnya mengadakan konseling anatara pemuda atau ibadah pemuda dan remaja atau seminar-seminar tertentu yang bisa membangun pertumbuhan remaja sesuai dengan Alkitab dan ajaran Yesus.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga sebagai Upaya Mereduksi Perilaku Kekerasan terhadap Anak Bulanda Agata; Yonatan Alex Arifianto; Yahya yahya
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.406 KB) | DOI: 10.55967/manthano.v1i2.20

Abstract

Abstract: Education for the family is a part that has no boundaries, education in this family is like our worship with the Lord Jesus Christ, which we exalt, glorify and even worship without limits and which are not seen from space, pleace and time. In fact, education in churches and schools has its limits, while Christian education in the family or household is a real education where this education is given to children, with one goal being to act as a motivator for children to turn to God, with the other goal of PAK towards families being as a train the cohesiveness of a family, especially both parents when educating their children, so that children can see the harmony in their family, children can fell that in their family there is warmth when both parents educate children with all sincerity, full of love and love, there the child will be able to see the existence of family harmony in seeking God, and on the other hand both parents will also be able to see the development of the child, and more importantly for both parents must be able to set an example and good example for their children.Abstrak: Pendidikan dalam keluarga adalah bagian yang tidak ada batasanya, pendidikan dalam keluarga ini seperti ibadah kita dengan Tuhan Yesus Kristus yang kita tinggikan, agungkan bahkan yang sering kali disembah yang tanpa batas dan yang tidak dilihat dari ruang, tempat serta waktu. Malahan pendidikan yang ada digereja dan sekolah ada batasannya, sedangkan pendidikan Kristen didalam keluarga atau rumah tangga adalah pendidikan yang real adanya dimana pendidikan ini diberikan kepada anak, dengan satu tujuannya adalah sebagai penggerak untuk anak-anak terhadap Tuhan, dengan tujuan PAK lainnya terhadap keluarga adalah sebagai melatih kompaknya sebuah keluarga terutama kedua orang tua ketika mendidik anak-anaknya, sehingga anak-anak dapat melihat adanya keharmonisan didalam keluarganya, anak-anak dapat merasakan bahwa dalam keluarganya ada kehangatan pada saat kedua orang tua mendidik anak dengan segala ketulusan hati, penuh cinta dan kasih sayang, disitu anak akan dapat melihat adanya keharmonisan keluarga dalam mencari Tuhan, serta disisi lain kedua orang tua juga akan dapat melihat pekembangan anak, dan yang lebih penting bagi kedua orang tua harus bisa memberi contoh dan teladan yang baik, untuk anak-anaknya.
Tanggung Jawab Penginjilan Bagi orang Percaya: Sebuah Refleksi Teologis 1 Korintus 9: 16-17 Ita Lintarwati; Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 5, No 1: Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v5i1.164

Abstract

Evangelism is the duty of every human being because, according to God's plan, all human beings need to be returned to their original design, namely to eternity. However, at present, the meaning of evangelism is experiencing bias and decline in its actualization because the mission of evangelism is used to boast. This study aims to describe and analyze the theological study of evangelism according to the narrative text of 1 Corinthians 9:16-17, and from this study, it is found that in carrying out evangelism, the most important needs are self-denial and a willing heart. Because without self-denial, the mission of evangelism will lead to self-aggrandizement and fulfillment of self-interest. AbstrakPenginjilan merupakan tugas setiap umat manusia karena sesuai rencana Allah, semua manusia perlu dikembalikan kepada rancangan semula yaitu kepada kekekalan. Namun saat ini, makna penginjilan mengalami bias dan kemerosotan dalam aktualisasinya sebab tugas penginjilan justru dijadikan sarana untuk memegahkan diri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisa kajian teologis penginjilan sesuai narasi teks 1 Korintus 9:16-17 dan dari kajian tersebut ditemukan bahwa dalam menunaikan penginjilan, kebutuhan paling utama adalah penyangkalan diri dan kerelaan hati. Sebab tanpa penyangkalan diri tugas penginjilan akan mengarahkan pada kemegahan diri dan pemenuhan kepentingan diri sendiri.  
Kerukunan di Ruang Publik Digital dalam Bingkai Iman Kristen: Upaya Mereduksi Politik Identitas Ita Lintarwati; Yonatan Alex Arifianto; Simon Simon
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 1: Agustus 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i1.117

Abstract

Christianity which is synonymous with love can be provoked communication conflicts in the digital space that lead to wider conflicts. The attitude and values of identity politics are fertile in this country. Therefore, the description of harmony within the framework of the Christian faith becomes the guideline and basis for believers to reduce identity politics. Using descriptive qualitative research methods with a literature study approach, it can be concluded that harmony within the framework of Christian faith in the digital public space: an effort to reduce identity politics is the responsibility of believers where believers understand the importance of the impact of identity politics and the disintegration of the Nation that occurs. Furthermore, believers can also practice the values and attitudes of nature and the value of Harmony as part of the attitude of faith and actions that are actualized in every sphere of life. Of course, in the digital public space where this space becomes an arena for identity conflicts. Finally, believers have an important role to continue to be a blessing as light bearers in the digital world.  AbstrakKekristenan yang identik dengan kasih dapat terpancing dalam konflik komunikasi di ruang digital yang mengarah pada konflik yang lebih luas. Hal itu adanya sikap dan nilai politik identitas yang subur di negara ini. Oleh sebab itu deskrisif kerukunan dalam bingkai iman Kristen menjadi pedoman dan dasar bagi orang percaya untuk mereduksi politik identitas. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka maka dapat disimpulkan bahwa kerukunan dalam bingkai iman Kristen dalam ruang publik digital: upaya mereduksi politik identitas sebagai tanggung jawab orang percaya dimana orang percaya memahami pentingnya dampak politik identitas dan disintegrasi Bangsa yang terjadi. Selanjutnya orang percaya juga dapat mengamalkan nilai dan sikap dari hakikat dan nilai Kerukunan sebagai bagian sikap imana dan perbuatan yang diaktualisasikan di setiap ranah kehidupan. Tentunya dalam ruang publik digital dimana ruang ini menjadi ajang konflik identitas. Terakhir orang percaya memiliki peran penting untuk terus menjadi berkat sebagai pembawa terang dalam dunia digital.  
Aktualisasi Pancasila dalam PAK: Penguatan Bela Negara dan Jati diri Bangsa Menghadapi Superioritas dan Fundamentalisme atas Nama Agama Tan Lie Lie; Yonatan Alex Arifianto; Reni Triposa
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 4, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v4i2.249

Abstract

Persoalan deskriminasi dan intoleransi yang diakibatkan pemahaman agama di ruang publik tidak memprioritaskan kebersamaan. Bahkan faham fundamentalisme yang mencoba memengaruhi anak bangsa untuk keluar dari marwah hidup yang pluralisme, sebagai ancaman yang nyata bagi generasi kedepannya. Peran penting dalam mereduksi superioritas agama  melalui aktulisasi pancasila menjadi tujuan dalam penelitian ini. Mengunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka dapat menjawab aktualisasi pancasila bagi kekristenan menjadikan umat Kristen sadar pentingnya menjaga jati diri bangsa dengan prioritas bela negara  melawan perkembangan superioritas dan fundamentalisme mengatasnamakan agama. Kesimpulan dari hasil pembahasan artikel ini adalah aktualisasi Pancasila dalam PAK: sebagai penguatan terhadap bela Negara dan sebagai Jati diri Bangsa dalam menghadapi Superioritas dan Fundametalisme atas Nama Agama. Diperlukan pemahaman bahwa Pancasila merupakan dasar hukum yang harus diterapkan bagi kehidupan bermasyarakat.  Untuk itu sebagai bagian dari makluk sosial dan beragama, Kekristenan dalam peran pendidikan agama Kristen turut membela bangsa dan negaranya dari berbagai ancaman termasuk sesama anak bangsa yang menginginkan perubahan ideologi negara.  Kekristenan juga dapat memprioritaskan bela negara dan pentingnya jati diri Bangsa sebagai bagian dari kerinduan Yesus bagi umatNya untuk menjadi terang dan garam. Maka diperlukan  sinergi Pancasila dan PAK sebagai upaya mereduksi  superiotas dan  fundamentalisme agama. Sehingga penelitian ini dapat memberikan wawasan dan sikap yang mengedepankan jati diri bangsa dan bela negara dalam bermasyarakat sebagai bagian mereduksi superioritas atas nama agama dan fundamentalisme.
Co-Authors Abel, Angela Adi Sujaka Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Agus Arda Setiawan Telaumbanua Aji Suseno Aji Suseno Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiana, Benniardi Andreas Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Desi Ratnasari Desi Wasari Desi Wisari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa Nimbo Sumual Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jepina Jepina Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalensang, Priscilla Cantia Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Momongan, Jefri Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Meliska Putri Rahayu, Yohana Fajar Rares, Irwan Revianto Rejoice Leny Simatupang Richardo Nainggolan Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Simon Simon Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Stephen, Raymond Hessel Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tampenawas, Alfons Renaldo Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Tanhadi, Billy Pebrio Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Worek, Natalia Yevonne Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yehezkiel, Reinhard Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi