Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS YURIDIS KEABSAHAN PERJANJIAN KREDIT BANK OLEH NASABAH YANG DENGAN OBJEK HARTA BERSAMA DALAM PERKAWINAN Nopiana Mozin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i1.99

Abstract

The discussion related to bank credit problems cannot be denied that there are urgent matters that can be considered disturbing for the bank as a creditor, one of which is related to the impact of divorce which certainly causes problems in terms of implementing the credit agreement system made. In several previous studies, it was found that after a divorce, customers face unfavorable financial conditions, so in the end they experience problem loans because the object of credit is joint property. Spouses who have divorced and are entitled to gono-gini property, often have disputes about this. However, the wishes of each party are usually contrary to the laws applicable to the divided gono-gini property. The purpose of this study is to analyze the juridical joint property with the marriage Agreement and analyze the validity of Bank Credit Agreements by customers who are bound by marital Status with the object of joint property.
Complaint-Based Offenses In Sexual Offenses Under The National Criminal Code: Implications For Victim Protection Sandi Yoga Pradana; Sri Rahayu Lestari Pade; Juhari; Nining Suningra; Nopiana Mozin
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.9919

Abstract

The reform of Indonesia’s national criminal law through the enactment of Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code (KUHP) introduces significant changes in the regulation of criminal offenses, particularly within the domain of morality-related crimes. One of the most notable developments is the reclassification of certain offenses into complaint-based crimes, which were previously treated as ordinary offenses. This policy shift is grounded in the intention to better respect individual privacy, human dignity, and the autonomy of victims in deciding whether a case should proceed through legal channels. At the same time, it reflects the state’s effort to limit excessive intervention in the private sphere of citizens. Nevertheless, the implementation of complaint-based offenses in morality-related crimes presents a number of challenges. In practice, this mechanism may hinder victims’ access to justice due to various factors, including social pressure, stigma, unequal power relations, and economic dependence on the perpetrator. This study aims to comprehensively examine the concept of complaint-based offenses in morality crimes under the new Criminal Code and to analyze its implications for victim protection. This research employs a normative legal method using both statutory and conceptual approaches, supported by primary and secondary legal materials. The findings indicate that while complaint-based offenses provide victims with greater control over legal proceedings, they also pose risks of injustice, particularly for vulnerable groups such as women. Therefore, strengthening legal policies, improving victim assistance mechanisms, and adopting a more victim-oriented approach are essential to achieving substantive justice.
PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA KALANGAN REMAJA Miranda Nihe; Ludfia A. Supu; Nopiana Mozin
Civic Education Law and Humaniora : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 2 No 1 May 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/celara.v2i1.27250

Abstract

 Di lingkungan kampus universitas negeri Gorontalo, kecamatan kota tengah  kota gorontalo, provinsi  Gorontalo ada beberapa kalangan anak muda  yang belum mampu mengimplemantasikan perilaku nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dan tidak memahami makna dari nilai-nilai tersebut yang menyebabkan  banyak kalangan remaja yang belum bisa menghargai perbedaan  satu sama  lain yang timbulnya sikap  rasisme terhadap individu ataupun  kelompok  sehingga terjadinya pertikaian antara satu dengan yang yang lain karna tidak adanya penanaman nilai-nilai Pancasila pada kalangan remaja tersebut. berdasarkan masalah di atas peneliti melakukan sosialisasi terhadap kalangan remaja di lingkungan kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo, mencakup : (1). Melakukan koordinasi dengan kalangan remaja, (2). Melakukan identifikasi atas masalah perilaku anak muda di kota gorontalo, tepatnya di kota tengah, kota gorontalo, provinsi gorontalo, (3). Melakukan sosialisasi di kalangan remaja, (4). Mempersiapkan sarana dan fasilitas pendukung kegiatan, dan (5). Pelaksanaan kegiatan. Penulis ingin mengatahui bagaimana cara para pengajar melakukan penerapan nilai nilai pancasila pada peserta didik  sebagai asas dan idiolagi kita masyarakat Indonesia, penerapan nilai nilai pancasila ini sebagai hal wajib untuk sebgaimana semua peserta didik  harus paham dan hapal apa yang terkandung.dalam 5 sila Pancasila.
Pemberian Edukasi Hukum Terhadap Kekerasan Seksual di Lingkungan Jurusan Ilmu Hukum Kemasyarakatan umar rahman; Firmansyah Efendi; Nopiana Mozin
Civic Education Law and Humaniora : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 2 No 2 November 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/celara.v2i2.27263

Abstract

Mahasiswa di Jurusan Ilmu Hukum dan Kemasyarakatan menjadi objek utama dalam pelaksanaan edukasi hukum terkait kekerasan seksual. Kekerasan seksual adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, menyerang dan/atau tindakan lainnya, terhadap tubuh yang terkait dengan nafsu perkelaminan, hasrat seksual seseorang, dan/atau fungsi reproduksi, secara paksa, bertentangan dengan kehendak seseorang, dan/atau tindakan lain yang menyebabkan seseorang itu tidak mampu memberikan persetujuan dalam keadaan bebas karena ketimpangan relasi kuasa, relasi gender dan/atau sebab lain, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan atau kesengsaraan terhadap secara fisik, psikis, seksual, kerugian secara ekonomi, sosial, budaya, dan/atau politik. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian yang diselenggarakan di Gedung Bersama Fakultas Ilmu Sosial, Jurusan Ilmu Hukum Kemasyarakatan : (1) Melakukan koordinasi dengan birokrasi jurusan Ilmu Hukum Kemasyarakatan (2) Melakukan identifikasi atas masalah perilaku yang mungkin terjadi kepada mahasiswa terkait persoalan kekerasan seksual di lingkungan jurusan Ilmu Hukum Kemasyarkatan. Berdasarkan judul diatas, maka saya sebagai narasumber melakukan sosialisasi terhadap mahasiswa dan mahasiswi digedung belajar fakultas ilmu sosial, Kelurahan dulalowo, Kabupaten kota timur dengan tujuan untuk: (1) Menurunnya tingkat kasus kekerasan seksual (2) Mahasiswa paham akan delik terkait kekerasan seksual (3) Terhindar dari kekerasan seksual. (4) Memberi Sosialisasi tentang Pemberian Edukasi Hukum Terhadap Kekerasan Seksual di Lingkungan Jurusan Ilmu Hukum Kemasyarakatan.
PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN SAPI SEBAGAI SOLUSI SOSIAL DAN LINGKUNGAN DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT Albar Balfaqih Djafara; Nopiana Mozin; Lucyane Djaafar
Civic Education Law and Humaniora : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 3 No 1 May 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/celara.v3i1.32549

Abstract

This field activity focuses on the utilization of cow dung waste as a social and environmental solution through the production of solid organic fertilizers. Held on April 16, 2025 at the Mootoduwo agricultural and Rural Self-Help Training Center (P4S) in Huluduotamo Village, this activity involved all members of Class A of the S1 agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture, Gorontalo State University and lecturers for citizenship courses. The stages of activities include the preparation and collection of materials (cow dung, rice bran, granulated sugar, EmA11), grinding cow dung using special machines, mixing and composting of materials , regular monitoring and stirring every 3-4 days, and finally, ripening and packaging of fertilizers. The method used is the delivery of material directly in the field, practicum production of organic fertilizers, and group discussions. The results showed success in producing solid organic fertilizer of good quality, characterized by dark brownish color, brittle texture, and no pungent odor after fermentation. The utilization of this waste not only contributes to improving the quality of the environment and soil fertility, but also provides a positive social and economic impact for rural communities through job creation and increased income in line with civic values. 
PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN SAPI SEBAGAI SOLUSI SOSIAL DAN LINGKUNGAN DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT Nabil Tanango; Nopiana Mozin; Lucyane Djaafar
Civic Education Law and Humaniora : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 3 No 2 November 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/celara.v3i2.36452

Abstract

This community service activity aims to educate Kabila villagers about the use of household organic waste through the cultivation of magot (Black Soldier Fly) as an environmentally friendly and economically valuable animal feed. This Program was held on October 26, 2025 by students of the Animal Husbandry Department of Gorontalo State University with lecturers in citizenship courses and involved 45 participants from the local community. The methods used include counseling, demonstration of how to make magot media using natural ingredients (such as papaya leaves, moringa leaves, Bran, and rice washing water), and participatory practices. The results of the activity showed a successful production of 3.5 kilograms of quality magot with a cultivation success rate of 85%. The Magot was then distributed to 30 heads of farmer families as an alternative high-protein feed. The conclusion of this activity is that magot cultivation is a practical and economical solution for organic waste management while improving community skills in providing independent animal feed in line with civic values.   
PENERAPAN PROGRAM REMAJA SEHAT TANPA TEKANAN MELALUI EDUKASI KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN DI SMA NEGERI 2 KOTA GORONTALO Lucyane Djaafar; Nopiana Mozin
Civic Education Law and Humaniora : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 3 No 2 November 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/celara.v3i2.36802

Abstract

Kesehatan remaja merupakan aspek penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, terutama pada masa sekolah menengah yang ditandai dengan tingginya tekanan akademik dan sosial. Namun, pendidikan kesehatan di sekolah masih cenderung berfokus pada aspek fisik dan kurang menekankan kesehatan mental serta manajemen stres. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan siswa SMA Negeri 2 Kota Gorontalo dalam menjaga kesehatan fisik dan mental melalui program “Remaja Sehat Tanpa Tekanan”. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi edukasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan dasar. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan. Edukasi kesehatan mencakup pola hidup sehat, kesehatan mental, pengenalan stres, dan strategi koping adaptif, sedangkan pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, indeks massa tubuh, denyut nadi, dan observasi kondisi umum siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep kesehatan secara holistik, meningkatnya keterbukaan dalam membahas isu kesehatan mental, serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan stres. Pemeriksaan kesehatan dasar berperan sebagai sarana deteksi dini dan media pembelajaran konkret bagi siswa untuk mengenali kondisi kesehatannya. Integrasi edukasi dan pemeriksaan kesehatan terbukti saling menguatkan dalam menyampaikan pesan promotif dan preventif. Program ini memberikan manfaat langsung bagi siswa dan sekolah serta berpotensi mendukung penguatan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan keberlanjutan pendidikan kesehatan remaja berbasis sekolah.
Dekriminalisasi Dan Rekriminalisasi Dalam KUHP Baru: Analisis Terhadap Prinsip Ultimum Remedium: Decriminalization and Recriminalization in the New Criminal Code: An Analysis of the Ultimum Remedium Principle Eko Budi Sariyono; Makkah HM; Iwan Rasiwan; Johannes Triestanto; Nopiana Mozin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena dekriminalisasi dan rekriminalisasi yang terjadi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru Indonesia serta keterkaitannya dengan prinsip ultimum remedium. KUHP Baru yang mulai berlaku pada awal 2026 membawa sejumlah perubahan signifikan dalam hukum pidana nasional, termasuk penghapusan beberapa delik lama yang dianggap tidak relevan dengan nilai sosial modern dan pengaturan pidana baru untuk mengantisipasi tantangan hukum kontemporer. Penelitian ini memfokuskan pada bagaimana KUHP Baru menegaskan bahwa pidana merupakan upaya terakhir (ultimum remedium) yang diterapkan setelah mekanisme non-penal, seperti sanksi administratif, penyelesaian restoratif, atau mediasi, dinilai tidak memadai untuk menangani suatu perbuatan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan studi pustaka terhadap KUHP Baru, literatur hukum nasional, serta artikel ilmiah yang membahas prinsip ultimum remedium dan reformasi KUHP. Analisis dilakukan dengan pendekatan konseptual dan komparatif untuk menelaah keseimbangan antara dekriminalisasi perbuatan yang tidak membahayakan masyarakat dan rek­ri­mi­na­li­sa­si delik baru yang dianggap penting bagi kepentingan publik, keadilan sosial, dan perlindungan hak asasi manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa KUHP Baru berupaya menjaga keseimbangan antara pembatasan over-kriminalisasi dan pemenuhan kebutuhan hukum yang dinamis, sekaligus menegaskan bahwa pidana harus digunakan secara proporsional dan selektif. Dinamika antara penghapusan delik kuno dan pengaturan delik baru ini memberikan implikasi signifikan terhadap penerapan prinsip ultimum remedium, menuntut aparat penegak hukum untuk lebih cermat dalam memilih langkah pidana sebagai upaya terakhir.
Co-Authors Agustinus Moonti Al Hamid, Saleh Albar Balfaqih Djafara Andi Wahyuddin Nur Anna Veronica Pont Arif Paria Musta Aris mawanti Puputo Ariyanto Nggilu Asmun W Wantu Ayik Christina Efata Bela Syafitri Husain Buheli, Wahyudin Christina Bagenda Daud, Karim Deny Djafar, Lucyane Dotutinggi, Sandri J Eko Budi Sariyono Eko Satria Fadhlillah, Muhammad Rizqi Faradina Mokodongan Fauzia Rahma P. Amay Firmansyah Efendi Imelda, Yunita Iswan Harun Iwan Rasiwan Jamaludin Jamaludin Jasmin Noho Johannes Triestanto Juhari Kalijunjung Hasibuan Karolus Charlaes Bego Kasuma, Moh. Randi S. Klaudia I. Marhum, Novia LDjaafar, Lucyane Lucyane Djaafar Lucyane Djafaar Ludfia A. Supu Mahmud, Ramli Maisara Sunge Makkah HM Manopo, Sri Yolanda Mbuinga, Yudha Meirin Inaku Miranda Nihe Nabil Tanango Najamudin Najamudin Ngiu, Zulaecha Nining Suningra Nur Ismi Pulogu Nur, AL hiday Nurliska Y. Hentu Ongomai, Sa’ban S. Pakaya, Gustiranda Pangestu, Ilham Aji Rahman, Riski Rahmola, Aldi Rasid Yunus, Rasid Rauf A. Hatu Rendi R Toma Riadi Asra Rahmad Rio Monoarfa Risha Ibrahim Risha Safitri Ibrahimr Roni Lukum Rusli, Puput Riana Samuji Sandi Yoga Pradana Sastro M Wantu Sastro M. Wantu Sastro M. Wantu Siti Hardianti Siti Indra Monoarfa Sri Rahayu Lestari Pade Stelvia Wemly Noya Sukarman Kamuli Susetyo, Danny Trisno Syarianti S. Kaco Thorik, Achmad Udin Hamim Umar Rahman Verawati Arnol Wahyudin Mahmud Waluyo, Dadi Yasmirah Mandasari Saragih Yuli Adhani Yulianis Safrinadiya Rahman Yusni Pakaya Yusuf, Yurinda Zulkarnain S