Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Psikologi Sosial pada Lansia Y Yulisetyaningrum; Umi Faridah; Dewi Hartinah; Iwan Sulis Setiawan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.154 KB)

Abstract

Lanjut usia adalah bagian dari proses tumbuhkembang. Manusia tidak secara tiba – tiba menjadi tua, tetapiberkembang dari bayi, anak – anak, dewasa dan akhirnya menjaditua. Hal ini normal, dengan perubahan fisik dan tingkah laku yangdapat di ramalkan yang terjadi pada semua orang pada saat merekamencapai usia tahap perkembangan kronologis tertentu (Azizah,2011).Perkembangan penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesiamenarik diamati. Dari tahun ke tahun jumlahnya cenderungmeningkat. Kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat(KESRA) melaporkan, jika tahun 1980 usia harapan hidup (UHH)52,2 tahun dan jumlah lansia 7.998.543 orang (5,54%) maka padatahun 2006 menjadi 19 juta orang (8,90%) dan UHH juga meningkat(66,2 tahun). Pada tahun 2010 penduduk lansia mencapai 23,9 jutaatau 9,77% dan UHH sekitar 67,4 tahun. Sepuluh tahun kemudianatau pada 2020 perkiraan penduduk lansia di Indonesia mencapai28,8 juta atau 11,34% dengan UHH sekitar 71,1 tahun(Kusumowardani, 2014).Lansia akan merasa lebih aman apabilahidup ditengah-tengah keluarga yang penuh dengan dukunganemosional. Keluarga mempunyai fungsi psikologis yaitu memberikankasih sayang dan rasa aman, memberikan anggota keluarga,membina keluarga. Pemenuhan kebutuhan kebutuhan perhatianpendewasaan kepribadian anggota keluarga, memberikan identitasfungsi alektif keluarga merupakan tempat lansia (Nugroho, 2007).Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungandukungan keluarga dengan psikologi sosial pada Lansia. Metode:Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian korelasional.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatancross sectional. Adapun populasi pada penelitian ini sebanyak 110lansia di desa Surodadi (Bidan, 2016). Sample yang digunakandalam penelitian ini sebanyak 52 orang lansia. Alat ukur yangdigunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Jenis analisabivariate yang digunakan adalah Spearman Rank. Hasil: Kesimpulandalam penelitian ini adalah ada Hubungan Dukungan Keluargadengan Psikologi Sosial Lansia di Desa Surodadi Tahun 2017dengan ρ value sebesar 0,001 (α < 0,05) dengan tingkat korelasisedang (0,535). Semoga keluarga yang mempunyai lansia dapatmemberikan perhatian lebih dan kasih sayang pada lansia agarpsikologi sosial pada lansia baik.
HUBUNGAN MENONTON TELEVISI DAN BERMAIN GAME ONLINE YANG MENGANDUNG TAYANGAN KEKERASAN DENGAN PERILAKU AGRESIVE PADA HUBUNGAN MENONTON TELEVISI DAN BERMAIN GAME ONLINE YANG MENGANDUNG TAYANGAN KEKERASAN DENGAN PERILAKU AGRESIVE PADA ANAK USIA SEKOLAH DI M Umi Faridah; Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Indanah Indanah; Yuke Liza Fitri Dhadila
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.257 KB)

Abstract

Background: Increasing cases of aggressive behavior in school throughout the year 2010 was 21.6 % (YKAI. 5-10% of school-age children to behave aggressively. (Anggraeni, 2011) Objective: To explore the relationship between watching television and playing online games with aggressive behavior in MI Muhammadiyah 02 Kudus 2016 Method: analytical correlation. Cross sectional method, a sample 133 respondents out of 199 students in grade 1-6 with stratified random sampling technique with a questionnaire measuring instrument. Test research relationships using Chi Square Results: The study of the relationship between television viewing to aggressive behavior in MI Muhammadiyah Kudus 02 shows the correlation is very weak, (p.value: 0.015; α: 0.05; r: 0.262). The relationship between playing online games with aggressive behavior in MI Muhammadiyah Kudus 02 shows the strength of weak correlation (p.value; 0024; α = 0.05; r: 0.231 Conclusion: There was a significant correlation between television viewing to aggressive behavior of children of school age in MI Muhammadiyah Kudus 02). There is a correlation between playing online games with aggressive behavior of children of school age in 02 MI Muhammadiyah Kudus
Hubungan Penggunaan Smartphone dengan Fungsi Penglihatan pada Anak Sekolah di SDN Margomulyo Tayu Pati Indah Puspitasari; I Indanah; Umi Faridah; Imam Saefudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.227 KB)

Abstract

Penggunaan gadget pada masa sekarang ini, tidak hanya digunakan oleh orang dewasa, namun juga anak-anak. Penggunaan gadget pada anak-anak sering kali digunakan untuk bermain games, membaca email, chatting dan nonton video. Membiarkan mata berinteraksi dengan gadget terlalu lama dalam jangka panjang akan menimbulkan risiko mata minus, dampak lainnya kelelahan mata, pandangan kabur hingga sakit kepala yang muncul saat asik menggunakan gadget dan lupa untuk beristirahat. Selain itu mata juga akan jarang berkedip, hal inilah yang menyebabkan masalah mata kering. Kelainan ketajaman penglihatan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada anak usia sekolah.. Semakin maraknya anak-anak sekolah yang menggunakan gadget memungkinkan untuk berlama-lama menggunakan gadget tanpa menghiraukan dampak yang akan terjadi terhadap kesehatannya terutama kesehatan mata. Maka tujuan penelitian ini menelaah hubungan penggunaan Smartphone dengan fungsi penglihatan pada anak sekolah di SDN Margomulyo Tayu Pati. Metode penelitian denganstudi korelasi, Pendekatan waktu penelitian yang digunakan yaitu cross sectional, dengan total sampel adalah 56 anak sekolah di SDN Margomulyo Tayu Pati kelas 5 dan 6. Hasil penelitian, menunjukkan Fisher’s Exact Test yaitu sebesar 0,082. Karena nilai sig > 0,05 maka Ho diterima, yang berati tidak ada hubungan antara penggunaan Smartphone dengan fungsi penglihatan pada anak sekolah di SDN Margomulyo Tayu-Pati. Kesimpulannya, ketajaman penglihatan seseorang tidak hanya dapat diukur dari lama penggunaan gadget yang dialaminya. Banyak faktor lainnya yang kemungkinan lebih besar mempengaruhi ketajaman penglihatan seseorang termasuk anak-anak.
Peningkatan Kemampuan Interaksi Sosial pada Anak Tunagrahita melalui Pemberian Terapi Spiritual Emotonal Freedom Technique (SEFT) Nazwita, Aulia Meisya; Mashithoh, Anny Rosiana; Faridah, Umi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak tunagrahita sering mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial dikarenakan keterbatasan intelektual dan kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial. Terapi SEFT merupakan suatu metode yang menggabungkan teknik tapping pada titik-titik energi tubuh dengan afirmasi positif dan pendekatan spiritual untuk mengurangi rasa takut dalam berinteraksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) terhadap interaksi sosial pada anak tunagrahita di SLB N X. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Penelitian ini dilaksanakan di SLB X pada bulan Februari 2025, jumlah sampel sebanyak 38 dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria inklusi; anak tunagrahita dengan diagnosis ringan sampai berat, anak yang mengalami gangguan interaksi sosial, berusia 7-15 tahun dan kriteria eksklusi; anak tunagrahita memiliki gangguan psikologis. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi interaksi sosial sebelum dan sesudah terapi SEFT. Intervensi yang diberikan berupa terapi SEFT yang dilakukan selama 4 sesi dengan jadwal 1 sesi 1 kali pertemuan dengan durasi setiap sesi 15-20 menit. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Paired t-Test, hasil menunjukkan p=0,001 yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) terhadap interaksi sosial pada anak tunagrahita di SLB N X.
Asuhan Keperawatan pada Ny. A dengan Diagnosa Subarachnoid Hemorrhage ec. Cerebral Aneurysm Rupture di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Oktavian, Ozzy Putri; Faridah, Umi; Purnomo, Muhammad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subarachnoid Hemorrhage merupakan kondisi kegawatdaruratan neurologis yang di tandai adanya perdarahan pada ruang subarachnoid yang disebabkan oleh rupture aneurisma serebral. Sebanyak 6,6 juta orang mengalami kematian akibat penyakit serebrovaskular di seluruh dunia dan 3,3 juta orang meninggal karena stroke iskemik, 2,9 juta meninggal karena perdarahan intraserebral, dan 0,4 juta meninggal disebabkan perdarahan subarachnoid. SAH memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi, serta memerlukan penanganan segera dan tepat. Penyakit ini sering muncul secara mendadak dengan gejala khas berupa nyeri kepala hebat mendadak yang disebut sebagai "the worst headache of my life", disertai penurunan kesadaran, mual, muntah, hingga kejang. Studi kasus bertujuan memberikan gambaran mengenai asuhan keperawatan pada Ny. A yang dirawat di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dengan diagnosa Subarachnoid Hemorrhage akibat rupture aneurisma serebral. Pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Beberapa masalah keperawatan yang ditemukan yaitu penurunan perfusi serebral, risiko tinggi terjadinya perdarahan ulang, risiko tinggi vasospasme, dan gangguan pola napas. Penatalaksanaan keperawatan difokuskan pada stabilisasi kondisi neurologis pasien, pemantauan tanda-tanda vital, pemberian terapi sesuai instruksi medis, serta edukasi keluarga pasien mengenai kondisi dan perawatan lanjutan. Hasil dari asuhan keperawatan menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien secara bertahap dengan stabilisasi tanda vital dan kesadaran. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan kasus SAH, serta meningkatkan kewaspadaan perawat terhadap komplikasi yang dapat terjadi.
Asuhan Keperawatan pada Ny. P dengan Diagnosa Medis Sirosis Hepatis di Ruang Fresia 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Apriliani, Santina; Faridah, Umi; Purnomo, Muhammad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sirosis hepatis adalah penyakit hati kronis yang ditandai dengan fibrosis luas dan pembentukan nodul regeneratif yang dapat menyebabkan disfungsi hati. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Di Indonesia, sirosis hepatis sering disebabkan oleh infeksi hepatitis B dan C. Di Ruang Fresia 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada kasus sirosis hepatis didapatkan jumlah klien yang menderita pada 5 bulan terakhir yaitu dari bulan juni-oktober 2019 sebanyak 35 orang dari 450 klien, kasus sirosis hepatis cukup tinggi sekitar, dengan komplikasi seperti perdarahan saluran cerna, asites, dan gangguan koagulasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada Ny. P dengan diagnosis medis sirosis hepatis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi rekam medis pasien. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ny. P mengatakan tidak nafsu makan, lemas, saat dikaji pasien belum makan dikarenakan puasa tetapi minum sedikit-sedikit, membran mukosa kering dan pucat, terpasang selang NGT, berat badan 45kg, tinggi badan 150cm, aktivitas pasien dibantu keluaganya, hemoglobin 9.7. Diagnosa yang muncul defisit nutrisi diharapkan status nutrisi membaik dilakukan manajemen nutrisi masalah teratasi sebagian, dan intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan masalah teratasi. Kesimpulan: Asuhan keperawatan yang tepat berperan penting dalam meningkatkan status nutrisi dan kualitas hidup pasien dengan sirosis hepatis. Perawat memiliki peran utama dalam memberikan edukasi dan intervensi keperawatan yang efektif guna mencegah komplikasi lebih lanjut.
Asuhan Keperawatan pada Tn. A dengan post OP Laparotomi atas Indikasi Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST) di Ruang Kana RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Anggraeni, Shania; Hidayah, Noor; Faridah, Umi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastrointestinal stromal tumor (GIST) merupakan tumor ganas langka yang berasal dari sel interstisial Cajal (ICC), atau sel pacu jantung pada saluran pencernaan. Jika tidak ditangani, GIST dapat menyebabkan komplikasi serius seperti perdarahan, obstruksi, dan metastasis. Pada pasien Tn. A dilakukan tindakan operasi laparotomi, mengakibatkan pasien mengeluh nyeri hebat pasca operasi dengan skala 6. Memberikan asuhan keperawatan secara holistik agar dapat menilai efektivitas intervensi yang diberikan pada pasien GIST. Metode meliputi pengkajian yang dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, data penunjang, serta studi dokumentasi. Analisis data, membandingkan data dengan nilai normal dan mengelompokkannya berdasarkan pola kebutuhan dasar manusia, yang akan mendapatkan beberapa diagnosa keperawatan. Asuhan keperawatan berdasarkan pendekatan teori Virginia Henderson, serta menggunakan standar proses keperawatan PPNI yaitu SDKI, SLKI, dan SIKI. Dirumuskan empat diagnosa keperawatan sesuai dengan kondisi pasien. Intervensi keperawatan telah disusun berdasarkan teori asuhan keperawatan pada pasien dengan GIST mengacu pada SLKI 2022 dan SIKI 2018 oleh PPNI. Implementasi keperawatan dilakukan selama tiga hari pada 28, 29, 30 Oktober 2024. Intervensi yang telah disusun dapat tercapai dengan baik karena pasien kooperatif. Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan tujuan dan kriteria hasil yang telah disusun. Hasil evaluasi hari pertama dan kedua, belum sepenuhnya tercapai tujuan. Pada hari ketiga, diagnosa keempat mencapai tujuan sehingga masalah teratasi dan intervensi dihentikan. Dapat disimpulkan bahwa pasien memerlukan pemantauan ketat terhadap kondisi hemodinamik, manajemen nyeri yang adekuat, serta pencegahan komplikasi pasca operasi seperti infeksi, dan gangguan penyembuhan luka.
Asuhan Keperawatan pada Seorang Laki-Laki dengan Neuritis Optik Bilateral Khoiriyah, Ririn; Hidayah, Noor; Faridah, Umi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neuritis optik merupakan inflamasi nervus optik terkait penyakit demielinasi disebabkan oleh infeksi, trauma, insufisiensi vaskular, metastasis, toxin atau idiopatik yang dapat menurunkan penglihatan pada satu atau kedua mata disertai rasa nyeri. Laporan asuhan keperawatan tersebut bertujuan untuk mengurangi peradangan pada saraf optik, meminimalkan kerusakan saraf, dan membantu pasien memulihkan penglihatan. Dalam asuhan keperwatan ini mengguanakan metodi wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi. kasus ini melaporkan dengan pengkajian sebuah kasus seorang pria berusia 56 tahun dibawa ke RSUP hasan sadikin bandung dengan keluhan penglihatan kanan kiri kabur. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit apapun dan telah menjalani Pemeriksaan darah lengkap didapatkan hemoglobin 15.5g/dL, hematokrit 33.2%, leukosit 13.2 103/?L, MCV 237fl dan MCH 29.3 pg. ANA profile test menunjukkan borderline systemic sclerosis diffuse and limited form. Pemeriksaan MRI didapatkan massa sinonasal dengan perluasan pada sebagian lobus temporalis kanan serta aspek posterior cavum orbitalis kanan kiri yang tampak menekan ujung distal nervus optikus kanan kiri dan chiasma optikum. serta menggunakan standar proses keperawatan PPNI yaitu SDKI memiliki 3 diagnosa yakni Defisi perawatan diri, gangguan mobilisasi fisik dan resiko jatuh sedangkan SLKI peningkatan 3 diagnosa tersebut dan SIKI memiliki 3 intervensi dari diagnosa tersebut yakni dukungan perawatan diri, dukungan mobilisasi, dan pencegahan jatuh. Neuritik optik bilateral ditegakkan menjadi diagnosis kerja pada kasus ini. Selanjutnya pasien di rawat inap dan diberikan terapi kortikosteroid berupa injeksi methylprednisolone 250 mg/6 jam selama 3 hari.dalam penjelsan tersebut dapat di simpulkan dengan singkat optik neurtis sering terjadi pada kalangan orang dewasa, juga memiliki resiko tinggi jika tidak di tangani yaitu kebutaan secara permanen. dalam pemeriksaan optik neuritis ada 2 pemeriksaan yakni VEP dan MRI, dalam asuhan keperawtan di atas menggunakan pemeriksaan MRI karna adanya faktor infeksi di mata pasien. Adapun saran buat pasien yaitu karna pasien bekerja di bangunan jadi lebih di utamakan mengggunakan penutup mata dan setiap habis kerja melakukan pembersihan di mata agar debu-debunya hilang. saran untuk perawatnya agar lebih mengutamakan atau membantu pasien agar pasien tidak ketergantungan dan dapat melakukan kegiatan walaupun memiliki keterbatasan penglihatan.
Asuhan Keperawatan pada Ny. O dengan Kasus Stroke Infark di Ruang Fresia II RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Billujainiddani, Nouval; Hidayah, Noor; Faridah, Umi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke infark merupakan penyakit yang terjadi akibat penyumbatan atau pendarahan pada otak. Stroke infrak menduduki angka kematian tertinggi sebesar 51% diseluruh dunia, salah satunya disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Perlu adanya asuhan keperawatan berkualitas pada pasien Stroke Infrak. Mampu memberikan asuhan keperawatan pada Ny. O dengan kasus stroke infark di ruang Fresia 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Kasus ini menggunakan metode proses keperawatan meliputi wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pendokumentasian, studi kepusutakaan. Dari pengkajian terhadap klien didapatkan 3 diagnosa yaitu pola napas tidak efektif, gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri Setelah dilakukan Asuhan Keperawatan sesuai intervensi dengan baik dan sebagian masalah dapat teratasi sepenuhnya. Dalam melakukan asuhan keperawatan ini kerja sama yang baik dengan pasien dan tim medis diperlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan.
Asuhan Keperawatan pada Tn. H dengan Diagnosa Space Occupying Lession (SOL) di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Wibowo, Ega Bagus; Faridah, Umi; Purnomo, Muhammad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SOL (Space Occupying Lession) atau pembentukan tumor otak terjadi akibat proliferasi sel yang tidak terkendali, baik dari jaringan otak itu sendiri maupun dari selaputnya (meninges). Pertumbuhan ini dapat diklasifikasikan sebagai jinak atau ganas, dan kehadirannya dapat memicu berbagai gejala. kematian pada sel di jaringan otak. Menurut data dari The Global Cancer Observatory ada sebanyak 296,851 kasus kematian di dunia yang disebabkan karena tumor atau kanker otak. Hal ini dapat memerlukan penanganan segera terhadap pasien dengan tumor otak untuk menekan angka mortalitas. Memperoleh gambaran nyata penatalaksanaan asuhan keperawatan pada Ny.L dengan Space Occupying Lession diruang Azalea RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung. Metode Metode yang dilakukan adalah wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi dan study kepustakaan. Didapatkan yaitu Tn.H mengeluh nyeri kepala yang terasa seperti berdenyut dibagian kepala kanan, pusing dan keluhan disertai kelemahan pada anggota gerak kiri sejak 2 minggu, terdapat 3 Diagnosa yang angkat pada penelitian ini Nyeri Akut, Gangguan Mobilitas Fisik dan Resiko Cidera. pada diagnosa Intervensi keperawatan yang diberikan nyeri akut dengan identifikasi skala nyeri, ajarkan teknik relaksasi dan terapi obat oral, berdasarkan diagnosa gangguan mobilitas fisik, pasien dapat diajarkan latihan gerak pasif dan aktif (ROM). Latihan ROM pasif dilakukan dengan bantuan perawat atau orang lain, sementara latihan ROM aktif dilakukan secara mandiri oleh pasien. risiko cidera dengan identifikasi area lingkungan yang berpotensi menyebabkan cedera, anjurkan berganti posisi secara perlahan dan gunakan perangkat pelindung (mis: pengekangan fisik, rel samping, pintu terkunci, pagar) Evaluasi dan analisis tindakan keperawatan yang dilakukan selama 3 hari masalah nyeri akut dan gangguan mobilitas fisik pada pasien telah menunjukkan perbaikan, namun belum sepenuhnya pulih., dan risiko cidera teratasi. Perawatan lebih lanjut dan kerja sama dengan tim medis lain, pasien serta keluarga sangat diperlukan untuk keberhasilan luaran asuhan keperawatan.
Co-Authors Abdul Mannan, Siti Sofiyah Ade Ima Afifa Aditya, Muhamad Aini, Siti Maslihatul Alif Kiky Listiyania Althofia, Zanadira Amalia Rahmawati Amanatusholikhah, Alfina Amara Maulida Alezafi Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andhika Ariyanto Anggraeni, Shania Anim Mushlihatin Lailiyyah Anis Solikhah Anny Rosiana Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Aprilia, Diva Putri Apriliani, Santina Apriliya, Restiana Ardiyati, Rizka Ayu Arnetta Putri Arsyillailiyyah, Alifta Syafira Azizah, Intan Rismatul Azzakiy, Yanuar Rizqi Billujainiddani, Nouval Budiono, Setiyo Desinta Herawati Dewi Hartinah Dewi Kusumawati, Dewi Dhadila, Yuke Liza Fitri Diana Luthfiana Faiq Dwi ASTUTI Dyion Punaki Prakoso Edi Wibowo Elsera, Chori Fadlilatul Muthi’atun Nisa&#039; Farida, Naimatul Fariza Yulia Kartika Sari Febriyana, Nurul Hidayah Fina Audina Sofiana Fiona Apriliasari Gannis Ayu Fatmalsari Haiya, Nutrisia Nu'im Hanifah Ulya Ramadhani Hanitya Kistiyan Eko Noviyanto Heny Siswanti Hernadi, H Hikmah, Citra Karima Lailatul Ibrohim Ibtsama Mauludina Ida Ayu Putu Sri Widnyani Imam Saefudin INDAH PUSPITASARI Indah Puspitasari Indanah Ira Anggraeni Iwan Ardian, Iwan Iwan Sulis Setiawan Kanan, Thanalechumy Khoiriyah, Ririn Komarudin, Mochamad Fahru Kumala, Abidatul Kusmiyati, Yanti Lailatul Farikhah Lasmini Lasmini Lasmini Lasmini, Lasmini Lisa Nuraida Annas Lu'luiyyah, Fitratul Malikha, Ayu Nurul Mardiana, Sri Siska Mashithoh, Anny Rosiana Muhamad Jauhar Muhammad Arif Muhammad Khoirurosyid Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muhammad Ridwanto Muslihatus Sa’adah Nazwita, Aulia Meisya Nindiawaty, Nuning Noor Hidayah Noor Hidayah Noor Hidayah Novi Kumala Sari Noviyanto, Hanitya Kistiyan Eko Nuha, Tsalisa Wardani Nuning Nindiawaty Nurokhmah Nurokhmah Nynda Fatmawati Octarina, Nynda Fatmawati Oktasari, Fatika Oktavian, Ozzy Putri Pangestu, Ragam Pannes David Sahri, Pannes David Sahri Prabowo, Nanang Purnomo, M Putri, Arnetta Mayasavira Rahmawati, Ashri Maulida Ramadhani, Hanifah Ulya Ravita, Nur Restiana Apriliya Riana Lailatul Fajriyah Ridwanto, Muhammad Riza Yanti Rizka Himawan Rizki Widyan Aisya Rizky Putra Pratama, Rizky Putra Rizqi, Amelia Rus Rusnoto rusnoto rusnoto Rusnoto, R Sa’adah, Muslihatus Sa’diyah, Siti Halimatus Sabrina Zahrani Saefudin, Imam Salsabila Afifun Nisa Septia Dewi Putri Anggraini Septiani Septiani Septina Rahmawati Septyani, Ima Aulia Setiawan, Iwan Sulis Setyawan, Indra Bagus Sholikhatun Nikmah Siffa Auliya Rizkyana Siti Halimatus Sa’diyah SITI MAHMUDAH Siti Marisa Siti Maslihatul Aini SITI MUDAWAMAH Siti Munawaroh Siti Nur Afifah Siti Rukhaniyah Solly Aryza Sri Karyati Sri Kuati sri murtini . SRI RAHAYU Subiwati, S Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sukarmin, S Sukesih Sukesih, Sukesih Sulistiyanto, Teddy Suryaningsih, Irma Ravika Syahid Fatah Cokropranoto Tasya Dwi Febiana TATI NURHAYATI Tristanto, Sakariawan Tukiyo Tukiyo W Wahyuni, W Wahab, Darto Wahana, Haryo Srijaya Wariyanti Hastuti Wibawa, Wisnu Satria Wibowo, Babar Daru Wibowo, Ega Bagus Wibowo, Irman Ahmad Yuke Liza Fitri Dhadila Yuliana, Nadiya Eka Yuliastuti, Fitri Yulisetyaningrum Zunia Khairunnisa