Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Status Gizi Terhadap Kelelahan Kerja Pada Karyawan Bagian Rotary 9 Feet Sulfikar; Andi Surahman Batara; A. Rizki Amelia AP
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i1.540

Abstract

Data dari ILO menyebutkan hampir setiap tahun sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja yang disebabkan oleh factor kelelahan. Penelitian tersebut menyatakan dari 58.115 sampel, 32,8% diantaranya atau 18.828 sampel menderita kelelahan. Survey di Negara maju melaporkan bahwa 10-50% penduduk mengalami kelelahan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh status gizi terhadap kelelahan kerja pada karyawan bagian Rotary 9 Feet di PT. Sumber Graha Sejahtera Luwu Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Sampel penelitian ini sebanyak 50 orang. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada pengaruh antara status gizi terhadap kelelahan kerja yaitu p=0,289, ada pengaruh antara umur terhadap kelelahan kerja yaitu p=0,005 dan ada pengaruh antara lama kerja terhadap kelelahan kerja yaitu p=0,004. Diharapkan peneliti selanjutnya untuk lebih dapat menganalisis secara mendalam mengenai pengaruh status gizi terhadap kelelahan kerja pada karyawan di PT Sumber Graha Sejahtera Luwu.
Relationship of Marketing Mix to Patient Perception At the Mapilli Community Health Center, Polewali Mandar Regency T, Andriani; Masriadi, Masriadi; Ahri, Reza Aril; Yusriani, Yusriani; A. Fachrin, Suharni; Batara, Andi Surahman
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 13 No 1 (2024): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v13i1.843

Abstract

The marketing mix is ​​a series of marketing tools that a company (in this case a hospital or health center) uses continuously to achieve its marketing goals in the target market. With the Marketing Mix, the hospital or Community Health Center will be able to develop broader and specific marketing activities for the hospital or Community Health Center because in more detail, the efforts made will be clearer and more focused. Perception is the process used by an individual to select, organize and interpret information input to create a meaningful picture of the world. The decisions taken in the management process will determine marketing success. The process must be considered so that each part can work according to the SOP. By improving health services in marketing, patient assessment will increase. Results: The marketing mix (Product) has a significant relationship with patient perceptions (p-value of 0.042), the marketing mix (Price and Place) has a relationship but is not significant with patient perceptions. Conclusion: There is a significant relationship between product marketing mix and patient perception and there is no significant relationship between price and place marketing mix and patient perception.
Pengelolaan Kebutuhan Logistik Farmasi pada Instalasi Farmasi RS Islam Faisal Makassar Puspita San, Ita; Surahman Batara, Andi; Alwi, Muh. Khidri
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2: DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.928 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i2.1363

Abstract

Obat merupakan salah satu komponen penting penunjang fungsi rumah sakit yang diharapkan selalu tersedia dalam jenis, jumlah yang cukup dan mutu terjamin. Ketersediaan obat di rumah sakit menjadi salah satu indikator mutu utama manajemen rumah sakit yang wajib dikelola secara efektif dan efisien. Penelitian ini berupaya memahami gambaran sistem manajemen logistik perbekalan farmasi seperti perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, penghapusan, pencatatan dan pelaporan serta berbagai permasalahan yang terjadi pada setiap tahap pelaksanaan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Faisal. Penelitian ini bersifat kualitatif untuk menganalisa pengaruh faktor input yang terdiri atas SDM, keuangan, instrumen dan prosedur pelaksanaan terhadap performa fungsi-fungsi manajemen logistik obat. Hasil penelitian menemukan komponen manajemen logistik telah dilakukan dengan baik dan sesuai standar kefarmasian rumah sakit. Namun, ada beberapa kendala yang perlu diberi perhatian serius seperti stok beberapa jenis obat belum tersedia, persediaan obat dengan harga e-katalog yang kurang, SDM yang mendukung distribusi obat khususnya untuk pasien rawat inap yang masih minim. Oleh karena itu, penambahan SDM, pemutakhiran cek stok obat-obatan berbasis aplikasi, serta koordinasi dengan pihak keuangan guna penyesuaian anggaran dengan perencanaan perlu dilakukan.
Studi Pengelolaan Managemen Logistik di Instalasi Farmasi RSUD Raha Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara Tahun 2019 Pratiwi Mundari, Hana; Razak, Amran; Surahman Batara, Andi
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2: DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.062 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i2.1366

Abstract

Penelitian ini menentukan penerapan Manajemen Logistik di Rumah Sakit Umum Daerah Raha dari Gudang Farmasi Kabupaten Rumah Sakit Daerah Muna. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung. Hasil penelitian menjelaskan bahwa, perencanaan (oleh kepala instalasi dan manajemen, pemilihan obat berdasarkan penipisan stok, kebutuhan, pola penyakit, e-katalog, dan permintaan, menentukan jumlah kebutuhan obat berdasarkan obat kosong , stok obat terakhir, sistem analisis ABC, pola penyakit dan penggunaan di masa lalu), pengadaan (dilakukan kapan saja ketika obat akan habis, berdasarkan tender dan pembelian langsung, pemesanan ulang terjadi ketika stok obat kosong di distributor Diharapkan Direktur Rumah Sakit untuk mengikuti peraturan farmasi di Rumah Sakit, dan ke Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Raha untuk membentuk tim perencanaan, dalam pengadaan direkomendasikan untuk menjamin ketersediaan obat untuk distributor dan untuk mengantisipasi kekosongan obat.
Determinan Ability To Pay dan Willingness To Pay Iuran Peserta Mandiri BPJS Kesehatan di Kecamatan Takabonerate (Studi Kasus di Kabupaten Kepulauan Selayar) Nur Hildayanti, Andi; Surahman Batara, Andi; Alwi, Muh. Khidri
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2: DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.056 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i2.1367

Abstract

Program BPJS Kesehatan dapat menjadi jaminan kesehatan yang tepat bagi pekerja yang berpenghasilan tidak tetap agar dapat merasakan pelayanan kesehatan yang cukup memadai dan dapat mengurangi risiko masyarakat menanggung biaya kesehatan dari kantong mereka sendiri out of pocket dalam jumlah yang sangat besar dan sulit diprediksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi ability to pay dan willingness to pay  iuran BPJS Kesehatan pada peserta mandiri di Kecamatan Takabonerate. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang merupakan peserta mandiri BPJS Kesehatan. Pengambilan sampel menggunakan tehnik simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak/random. Sampel penelitian sebanyak 72 responden. Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan membayar (ability to pay) iuran BPJS Kesehatan sebesar 68,1% yang sanggup mengeluarkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Dan reponden yang mempunyai kemauan membayar (willingness to pay) sebesar 66,7% responden yang mau mengeluarkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kemampuan membayar (ability to pay) dan kemauan membayar (willingness to pay) iuran BPJS Kesehatan pada peserta mandiri di Kecamatan Takabonerate yaitu faktor persepsi mutu pelayanan kesehatan.
Determinan Ability To Pay dan Willingness To Pay Iuran Peserta Mandiri BPJS Kesehatan di Kecamatan Takabonerate (Studi Kasus di Kabupaten Kepulauan Selayar) Hildayanti, Andi Nur; Batara, Andi Surahman; Alwi, Muh. Khidri
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 1: JUNE 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.687 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v11i1.1515

Abstract

Program BPJS Kesehatan dapat menjadi jaminan kesehatan yang tepat bagi pekerja yang berpenghasilan tidak tetap agar dapat merasakan pelayanan kesehatan yang cukup memadai dan dapat mengurangi risiko masyarakat menanggung biaya kesehatan dari kantong mereka sendiri out of pocket dalam jumlah yang sangat besar dan sulit diprediksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi ability to pay dan willingness to pay iuran BPJS Kesehatan pada peserta mandiri di Kecamatan Takabonerate. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang merupakan peserta mandiri BPJS Kesehatan. Pengambilan sampel menggunakan tehnik simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak/random. Sampel penelitian sebanyak 72 responden. Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan membayar (ability to pay) iuran BPJS Kesehatan sebesar 68,1% yang sanggup mengeluarkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Dan reponden yang mempunyai kemauan membayar (willingness to pay) sebesar 66,7% responden yang mau mengeluarkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kemampuan membayar (ability to pay) dan kemauan membayar (willingness to pay) iuran BPJS Kesehatan pada peserta mandiri di Kecamatan Takabonerate yaitu faktor persepsi mutu pelayanan kesehatan.
Pemberdayaan Petani Melalui Penyuluhan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Di Desa Pucak, Kec. Tompobulu, Kab. Maros Hamzah, Wardiah; Batara, Andi Surahman; Syam, Nasruddin
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 01 (2023): January
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v3i01.190

Abstract

Farmers who are physically and mentally healthy will increase work productivity, thereby increasing the welfare of their families. An unergonomic working position for farmers while working can cause fatigue, injury and work accidents. Problems of farmers in Pucak Village, Kec. Tompobulu as a partner namely; do not know the impact of fatigue and work accidents, do not know and measure ergonomic work positions, and do not do gymnastics and ergonomic work positions before work. The solutions offered are: (1) Counseling on work fatigue and accidents, (2) Measurement of ergonomic work positions and (3) Exercise training and ergonomic work positions. The results of the activity are (1) increased knowledge about the effects of fatigue and work accidents, (2) the working position of farmers is generally at risk of experiencing musculoskeletal disorders. Farmers also know ergonomic work positions, as well as (3) ergonomic exercises before work and ergonomic positions when working according to farmers' conditions. It is recommended that cross-sectoral involvement in creating a Safety Farming Village, training in providing first aid for musculoskeletal disorders.
Implementasi Kebijakan Pelayanan Kesehatan Pada Masyarakat Miskin di Puskesmas Sudiang Kota Makassar Tahun 2024 Amiruddin, Andi Rezky Aulia; Batara, Andi Surahman; Sididi, Mansur; Saputra, Iswandy Rani
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2024): September
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v4i03.301

Abstract

Masyarakat miskin seringkali tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal karena pendapatannya yang kurang mencukupi. Mereka juga sering menghadapi kendala dalam akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, serta mengalami ketidaksetaraan sosial ekonomi. Dalam hal ini, Puskesmas Sudiang memberikan keringanan biaya untuk layanan kesehatan dasar kepada masyarakat yang kurang mampu dengan syarat menggunakan Kartu Identitas Diri dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) berdasarkan Perda Kota Makassar No. 1 Tahun 2024 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Pelayanan Kesehatan pada Masyarakat Miskin di Puskesmas Sudiang Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Prosedur penelitian menghasilkan data-data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari individu, sekelompok orang, dan perilaku yang dapat diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi merupakan empat aspek penting dalam penyelenggaraan layanan kesehatan di Puskesmas Sudiang, khususnya dalam kebijakan pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin. Namun, sumber daya manusia dan disposisi petugas kepada pasien masih perlu ditingkatkan lagi agar pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
Peran Desa Dalam Pencegahan Dan Penurunan Stunting Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2021 Di Desa Mattiro Tasi Kabupaten Pinrang: The Role of Villages in Preventing and Reducing Stunting Based on Regent Regulation Number 27 of 2021 in Mattiro Tasi Village, Pinrang Regency Muis, Rahma; Ahri, Reza Aril; Batara, Andi Surahman
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i1.1772

Abstract

Abstrak Implementasi dianggap sebagai wujud utama dan tahap yang sangat menentukan dalam proses kebijakan, untuk mengatasi permasalahan Stunting pemerintah telah menetapkan kebijakan percepatan penurunan stunting dengan fokus pada setiap upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitive yang dilaksanakan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten, TPPS Kecamatan dan TPPS Desa. Hal ini sesuai dengan peraturan Bupati Pinrang No. 27 Tahun 2021 tentang perubahan atas peraturan Bupati nomor 21 Tahun 2020 tentang peran desa dalam pencegahan dan penurunan stunting. Oleh karena itu, peneliti termotivasi untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai bagaimana peran desa dalam pencegahan dan penurunan stunting berdasarkan peraturan Bupati nomor 27 Tahun 2021 di desa Mattiro Tasi Kabupaten Pinrang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif deskriptif. Data di peroleh dari 8 informan melalui indepth-interview. Penelitian ini memberikan informasi terkait; Input di mana di jelaskan Peraturan bupati (regulasi), Sumber Daya Manusia dalam pencegahan dan penurunan stunting, Sarana dan prasarana pencegahan dan penurunan stunting, Sumber pendanaan. Proses dimana melihat tugas tim percepatan penurunan stunting, Peran desa, tanggung jawab, dan kewenangan pemerintah desa dalam pencegahan dan penurunan stunting, program khusus dalam pencegahan penurunan stunting, monitoring dan evaluasi dalam pencegahan dan penurunan stunting. Output yang terdiri dari angka prevalensi stunting turun dan sistem pelaporan dan pemantauan stunting dengan mengutamakan inovasi Kolase Pro Insting dan pemberian makanan tambahan tetapi di desa MattiroTasi dengan melibatkan peran serta masyarakat ke posyandu dapat meningkatkan capaian dan prevalensi stunting dapat menurun. Abstract Implementation is the main form and a decisive stage in the policy process. To overcome the problem of stunting, the government has established a policy to accelerate stunting reduction with a focus on every effort that includes specific interventions and sensitive interventions implemented by the Regency Stunting Reduction Acceleration Team (TPPS), TPPS District and Village TPPS. This follows Pinrang Regent regulation no. 27 of 2021 concerning amendments to Regent's regulation number 21 of 2020 concerning the role of villages in preventing and reducing stunting. Therefore, researchers are motivated to obtain accurate information regarding the role of villages in preventing and reducing stunting based on Regent's regulation number 27 of 2021 in Mattiro Tasi village, Pinrang Regency. This research is a descriptive qualitative type of research. Data was obtained from 8 informants through in-depth interviews. This research provides related information; The input explains the regent's regulations (regulations), Human Resources in preventing and reducing stunting, Facilities, and infrastructure for preventing and reducing stunting, and sources of funding. The process looks at the tasks of the stunting reduction acceleration team, the village's role, the village government's responsibility and authority in preventing and reducing stunting, special programs in preventing stunting reduction, and monitoring and evaluation in preventing and reducing stunting. The output consists of decreasing stunting prevalence rates and a stunting reporting and monitoring system that prioritizes Pro Instinct Collage innovation and providing additional food. However, in MattiroTasi village, by involving community participation in posyandu, achievement can be increased, and stunting prevalence can be reduced.
Pengaruh Persepsi Bauran Pemasaran Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien di Poli Gigi RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros Tahun 2024: The Influence of Perceptions of Marketing Mix on Interest in Patient Repeat Visits at the Dental Clinic at RSUD dr. La Palaloi Maros Regency in 2024 Fitriana, Nurul Asni; Jafar, Nurhaedar; Batara, Andi Surahman
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i1.1836

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Rumah sakit umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang penyakit. Pasien memandang bahwa hanya rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan medis sebagai upaya penyembuhan dan pemulihan atas rasa sakit yang dideritanya. Minat kunjungan ulang pasien ke rumah sakit dipengaruhi oleh pengalaman pasien berdasarkan kualitas pelayanan yang telah diterimanya. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh persepsi bauran pemasaran terhadap minat kunjungan ulang pasien di poli gigi RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan populasi penelitian ini sebanyak 1639 responden dan sampel penelitian ini 100 orang. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan Regresi Linear Berganda menggunakan aplikasi SPSS. Hasil: Ada pengaruh aspek bauran pemasaran yang meliputi produk (p:0.015) Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien. Ada pengaruh aspek bauran pemasaran yang meliputi tempat (p:0,012) Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien. Ada pengaruh aspek bauran pemasaran yang meliputi orang (p:0,049) Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien. Ada pengaruh aspek bauran pemasaran yang meliputi bukti fisik (p:0,035) Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien. Sedangkan, untuk hasil yang tidak terdapat pengaruh aspek bauran pemasaran yang meliputi harga (p:0198) Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien, tidak terdapat pengaruh aspek bauran pemasaran yang meliputi promosi (p:0.554) Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien, tidak terdapat pengaruh aspek bauran pemasaran yang meliputi proses(p:0.311) Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien. ABSTRACT Background: General hospitals are institutions that provide healthcare services across all medical specialties. Patients often perceive hospitals as the primary providers of medical care essential for their recovery and healing. The propensity of patients to revisit a hospital is significantly influenced by their experiences, which are shaped by the quality of services they receive. Objective: To analyze the influence of marketing mix perceptions on patients' intentions to revisit the dental clinic at RSUD dr. La Palaloi, Maros Regency. Method: This quantitative research utilizes a cross-sectional study design. The sample was selected using purposive sampling from a population of 1,639 respondents, resulting in a sample size of 100 participants. Data collection was conducted through a structured questionnaire. The gathered data were analyzed using Multiple Linear Regression with the SPSS software. Results: There is an influence of marketing mix aspects which include products (p: 0.015) on Patient Revisit Interest. There is an influence of marketing mix aspects which include place (p: 0.012) on Patient Revisit Interest. There is an influence of marketing mix aspects which include people (p: 0.049) on Patient Revisit Interest. There is an influence of aspects of the marketing mix which includes physical evidence (p: 0.035) on Patient Revisit Interest. Meanwhile, for the results that there is no influence of marketing mix aspects which include price (p: 0198) on Patient Revisit Interest, there is no influence of marketing mix aspects which include promotion (p: 0.554) on Patient Revisit Interest, there is no influence of marketing mix aspects which include process (p: 0.311) on Patient Revisit Interest.
Co-Authors A. Fachrin, Suharni A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia AP A.Dinda Putri Akikah Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Gafur Adzrin Narulitha Agus, Al Ihksan Ahamd, Aktsar Roskiana Ahri, Reza Aril Akbar Asfar Al Ikhsan Agus Alfina Baharuddin Ali Seppo, Muthia Ditasya Alwi, Muh. Khidri Amelia, Andi Rizki Amelia, Andi Rizki Amiruddin, Andi Rezky Aulia Amran Razak Andi Akifah Rezkiani Andi Asrina Andi Asrina Andi Nurlinda Andi Nurul Azizah Andi Rezki Amelia Andi Rezky Aulia Amiruddin Andi Rizki Amelia Andi Yuliana Arianti, Putri Dwi Arini Agriani Arman Arman Arman Arni Rizqiani Arni Rizqiani Rusydi Arni Rizqiani Rusydi Arwita Widyanti Aulia, Tsarwah Bahtiar Clarisa Febrianti Diniati Ella Andayanie Elyanovianti, Elyanovianti Erdin Fardeana Tri Chandra Armon Fatmah Afrianty Gobel Fatmah Afriyanti Gobel Fernatubun, Andri Fitrauni, Rika Fitriana, Nurul Asni Gibran Muhti TapiTapi Hadijah Rahmayanti Haeril Amir Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hamid Syahrudin Hamzah, Wardiah Harnita Rahman Harpiana Rahman Hasan, Nawirah Hasri Herbila, Siti Herenal Daeng Toto Hidayat Hikma Hildayanti, Andi Nur Idhar Darlis Idhar Darlis Idris, Fairus Prihatin Idrus, S. Ahmad Gufran Ikhram Hardi S Indah Rahmawati Jafar, Zaenal Jasmin Ambas Kelrey, Nur Rahmi Lestari S, Andi Dewi Linda Hardianti Saputri Mansur Sididi Marjuni, Nurmaya Masjidi, Iriani Masriadi, Masriadi Muh Ikhtiar Muh. Ikhtiar Muhammad Hisyam Muhammad Ikhtiar Muhammad Ikhtiar Muhammad Taufiq Muis, Rahma Multazam, Andi MUNIRA Munirul Quluub Kasim. P Musdalifah Musdalifah Muttaqin, Muhammad Zainul Nasruddin Syam Nasrullah Nasrullah Nawirah Hasan Nur Amaliyah Riyadh Nur Aziza Ramadani Nur Fadhillah Nur Hildayanti, Andi Nur Setiawati Nur Ulmy Mahmud Nur Ulmy Mahmud Nurbaeti Nurbaeti Nurbaeti Nurfardiansyah Burhanuddin Nurfardiansyah Burhanuddin Nurgahayu Nurhaedar Jafar Nurhaliza Amalya Ananda Ichwan Nurmiati Muchlis Nurul Alrahmi Nurul Hidayat Nurul Hikmah B Nurul Inayah Nurul Islam Nurul Ulfah Muthaliib Nurul Ulfah Mutthalib Palu, M.Basir Pratiwi Mundari, Hana Puspita San, Ita Rafika Ulfa Rahman Rahman Rahman Rahmat Hidayat Rahmi Fajarwati Rasyidin Abdullah Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Rezkiani, Andi Akifah Rifda Septiani Rio Fatli Adnan Rio, Rio Fatli Adnan Risdayanti Rosdiana Rosdianna Rosdianna Rusydi, Arni Rizqiany Sahrani, Sahrani Said, Suanandar Samsualam, Samsualam Saputra, Iswandy Rani Sarfina, Cici Sary Apriady, Mudrikah Selvi Marcellia Septiany, Ficy Septiyanti Siti Hartini Syarifudin Siti Nurjannah Sitti Fatimah Zain Sitti Patimah Sri Novita Sari Amir Suci Safwa Salsabila Suci Syamsinar Sudarman Sudarman Suharni A. Fachrin Sumiaty Sunandar Said Sunandar Sunandar Sundari Sundari Sundari Sundari Syamsinar, Suci Syarizcky, La Ode M Ario Syen, Ayu Azizah T, Andriani Tapitapi, Gibran Muhti Tatiek, Tatiek Sri Handayani Tsarwa Auliah Tutik Agustini Ummi Kalsum Nurais Virsa Handayani Yahya Thamrin Yahya Thamrin Yuliana Yuliana Yusriani, Yusriani Zain, Sitti Fatimah Zulkhair Burhan