Claim Missing Document
Check
Articles

PKM MODAL PSIKOLOGIS UNTUK MENINGKATKAN STUDENT WELL-BEING PADA SISWA MAN 2 POLMAN SUL BAR M Ahkam Alwi; Ahmad Razak; Perdana Kusuma; Faradillah Firdaus; Ahmad Ridfah
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i2.62344

Abstract

Modal Psikologis merupakan kondisi perkembangan psikologis positif seseorang yang ditandai dengan memiliki keyakinan diri untuk bertahan dan mengupayakan usaha yang diperlukan untuk berhasil dalam tugas yang menantang. Ini juga mencakup membuat atribusi positif tentang pencapaian saat ini dan di masa depan, ketekunan dalam mencapai tujuan, kemampuan untuk mengubah jalur menuju tujuan (harapan), serta kemampuan untuk bertahan dan bahkan melebihi kendala menuju kesuksesan. Namun, masih banyak siswa yang belum mengembangkan modal psikologis secara optimal, yang mengakibatkan persepsi negatif terhadap lingkungan dan sekolah. Permasalahan ini berkaitan dengan rendahnya kesejahteraan siswa. Oleh karena itu, dengan dasar penjelasan tersebut telah melaksanakan program peningkatan modal psikologis pada siswa.Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa dan meningkatkan modal psikologis mereka. Dengan adanya program ini, siswa akan dapat mengembangkan sikap yang lebih positif terhadap diri sendiri, lingkungan, dan sekolah, serta mampu menghadapi tantangan dengan lebih percaya diri dan tekun serta  kesejahteraan siswa dapat meningkat secara signifikan
PSIKOEDUKASI CARA MENJAGA KESEHATAN MENTAL DI TEMPAT KERJA BAGI KARYAWAN DI PERUSAHAAN X Hairunnisa Putri; Elda Hasya; Ghaitsa Raodatul; M Ahkam Alwi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2023): Januari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i2.44873

Abstract

Piling up work causes employees to experience stress and if prolonged will result in burnout which has an impact on mental health. Companies are usually unaware of the amount of work given to employees which causes the burden of employees to accumulate which can make them easily tired physically and stressed from the mind. Psychoeducation is one of the treatment strategies that can be applied in individual, family, and group settings that focus on psychoeducating participants about various problems faced in life, helping others to be better able to develop various sources of support from their environment, and developing coping skills to manage various problems. The method used in this activity is psychoeducation in the form of posters. The activity was carried out at PT X which began on 12 October, by conducting a literature study and conducting interviews with several employees at PT X to find out the conditions in the workplace or phenomena that are happening at PT X. The results obtained were that it had a positive impact on employees at PT X and could change employee behavior to maintain mental health in the workplace. Employees gave a positive response to the psychoeducation provided by doing some of the tips described in the posters that had been posted in the workspace.
Psikoedukasi Kesehatan Mental Pada Siswa SMA Negeri 2 Makassar M. Ahkam Alwi; Kartika Cahyaningrum; Nurfajriyanti Rasyid; Rossy Allayda Syaiputri; Dibyo Restu Nugraha; Siti Zalsa Zeftira; Andi Nurfatimah Azzahra
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i4.64913

Abstract

The aim of this research is to explore the impact of mental health psychoeducation on students at SMA Negeri 2 Makassar. This research uses a quantitative approach with a pre-test and post-test design. The research sample consisted of 120 students selected randomly. The psychoeducational intervention was carried out over six sessions, each lasting 90 minutes. Psychoeducational materials include an introduction to mental health, coping strategies, stress management, and interpersonal communication skills. The results showed that there was a significant increase in students' understanding of mental health after psychoeducational intervention (p < 0.05). In addition, there was a significant reduction in students' stress and anxiety levels (p < 0.05). Students also report improved communication skills and ability to deal with everyday problems. The conclusion of this research is that mental health psychoeducation is effective in increasing mental health knowledge and skills and reducing stress and anxiety among students at SMA Negeri 2 Makassar. The recommendation of this research is that mental health psychoeducation programs be implemented sustainably and expanded to other schools to support students' overall mental health.
SELF LOVE SEBAGAI UPAYA MENGURANGI RASA INSECURE PADA SISWA/I KELAS X IPA SMA MUHAMMADIYAH 1 UNISMUH MAKASSAR A Annisa Nurul Qalbi; Nurul Fitrah; Novita Maulidya Jalal; M. Ahkam Alwi; Nur Akmal; Ulil Hidayah Sulaeman; Wahyudi Alengo
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i1.36662

Abstract

Salah satu lingkungan yang memiliki pengaruh bagi siswa adalah sekolah. Sekolah diharapkan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi siswa agar dapat memberikan perasaan nyaman pada siswa saat berada di sekolah. Tujuan dari kegiatan psikoedukasi ini yaitu untuk membantu siswa dalam mengetahui, memahami, dan menerapkan meningkatkan rasa percaya diri dengan belajar mencintai dan menerima diri, dan juga dapat menumbuhkan dan menjaga rasa sayang dan cinta terhadap dirinya. Metode yang digunakan dalam psikoedukasi ini ialah metode ceramah dan diskusi, serta dilakukan agenda tambahan seperti mengisi jurnal prompts bersama dilakukan agar siswa dapat melihat sebarapa besar tingkat self love yang dimiliki sebelum materi dilakukan. Kegiatan psikoedukasi dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar  kelas X IPA dan diikuti oleh sejumlah 22 siswa. Permasalahan utama yang dihadapi siswa kelas X IPA adalah insecure atau tidak percaya pada diri sendiri. Namun, setelah diberikan kuisioner di akhir kegiatan, maka diperoleh hasil evaluasi. Hasil evaluasi tersebut menunjukan bahwa partisipan merasa pemateri dan materi yang disampaikan sudah sangat baik dan menyenangkan.Selain itu, peserta juga menyatakan manfaat dari psikoedukasi self love dalam mengetahui, memahami, menerima, dan menumbuhkan rasa sayang pada dirinya sendiri.Psikoedukasi self love dengan demikian dapat menjadi salah satu metode yang membantu partisipan untuk mengurangi rasa insecure atau rasa tidak percaya diri pada diri mereka.
Seminar Strategi Regulasi Emosi untuk Meningkatkan Kompetensi Caregiver Novita Maulidya Jalal; M Ahkam Alwi; Astiti Tenriawaru Ahmad; Dian Novita Siswanti; Wulan Nahdila Sapsuha
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i1.78674

Abstract

Regulasi emosi merupakan kemampuan individu untuk mengenali, menilai, dan menyesuaikan respons emosional agar mendukung keberfungsian diri dalam berbagai situasi. Dalam konteks pengasuhan di daycare, caregiver sering menghadapi tantangan berupa perilaku anak yang menantang, seperti tantrum, kesulitan mengikuti arahan, serta resistensi anak saat berpisah dari orang tua. Program Seminar Strategi Regulasi Emosi dirancang untuk meningkatkan kemampuan caregiver dalam mengelola emosi secara adaptif melalui empat tahap, yaitu berbagi pengalaman, pemaparan materi, latihan pernapasan dan mindfulness, serta evaluasi post-test. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa caregiver lebih mampu menerapkan strategi seperti cognitive reappraisal, attentional deployment, dan mindfulness sehingga interaksi dengan anak menjadi lebih responsif dan lingkungan pengasuhan lebih kondusif. Analisis t-test independen menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara skor evaluasi caregiver dan volunteer, yang mengindikasikan kesetaraan kompetensi setelah mengikuti pelatihan. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi regulasi emosi efektif dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan emosi caregiver dan dapat direkomendasikan sebagai bagian penting dari pengembangan profesional di lingkungan daycare. Pelatihan ini juga berpotensi memperkuat kualitas layanan pengasuhan secara keseluruhan, karena caregiver yang mampu mengelola emosinya dengan baik cenderung memberikan dukungan yang lebih stabil, sensitif, dan adaptif terhadap kebutuhan anak pada fase perkembangan awal. Implementasi berkelanjutan dari pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas institusional daycare, meningkatkan kualitas interaksi harian, serta mendukung perkembangan emosional anak secara lebih optimal secara berkesinambungan.
Profesionalisme Karyawan: Psikoedukasi Peningkatan Pemahaman Regulasi Emosi pada Karyawan Kolektor PT Mandala Multifinance Ashar Hidayat; Elsa Putri Ramadhani; M. Ahkam Alwi; Muh Daud; Lukman Lukman
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2025): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i3.72959

Abstract

Profesionalisme karyawan kolektor sering kali diuji oleh tekanan emosional yang muncul dalam interaksi langsung dengan nasabah, seperti menghadapi penolakan, kemarahan, dan ketidakwajaran perilaku konsumen. Ketidakmampuan dalam mengelola emosi dapat berdampak pada menurunnya kinerja dan meningkatnya risiko stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kolektor PT Mandala Multifinance cabang Makassar 1 dan 2 mengenai regulasi emosi melalui kegiatan psikoedukasi. Metode yang digunakan berupa pemberian materi berbasis poster infografis dan diskusi interaktif, dengan pengukuran pemahaman dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 30 peserta. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, ditandai dengan menurunnya persentase kategori rendah dari 54% menjadi 0%, serta peningkatan pada kategori tinggi dari 6% menjadi 50%. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi regulasi emosi efektif dalam meningkatkan kapasitas emosional kolektor dan mendukung peningkatan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Modifikasi Permainan Ular Tangga Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berhitung Anak Berhadapan Hukum Najiba Najiba; Faradillah Firdaus; M. Ahkam Alwi; Lukman Nadjamuddin; Nurfajriyanti Rasyid
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.50242

Abstract

Permainan merupakan salah satu media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan minat dan keterlibatan anak dalam proses belajar. Salah satu permainan yang mudah digunakan serta dapat dimodifikasi untuk tujuan edukatif adalah permainan ular tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan modifikasi permainan ular tangga sebagai upaya meningkatkan kemampuan berhitung Anak Berhadapan Hukum (ABH) di Sentra Wirajaya Makassar. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan kognitif partisipan. Metode pelaksanaan mencakup need assessment guna mengidentifikasi kebutuhan belajar, observasi kemampuan berhitung awal, serta pelaksanaan sesi bermain menggunakan ular tangga modifikasi yang memuat materi angka, penjumlahan, dan pengurangan sederhana. Selama proses kegiatan, fasilitator mencatat tingkat keterlibatan anak, kemampuan mengikuti aturan permainan, serta respons mereka terhadap tantangan berhitung yang muncul pada setiap langkah. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa seluruh partisipan mampu mengikuti permainan hingga akhir dan memperlihatkan peningkatan dalam mengenali angka serta menyelesaikan operasi hitung dasar selama permainan berlangsung. Selain itu, antusiasme peserta terlihat dari permintaan mereka untuk mengulangi permainan pada akhir sesi. Temuan ini mengindikasikan bahwa modifikasi permainan ular tangga dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, menarik, dan ramah bagi ABH, sekaligus berpotensi menjadi alternatif metode pembelajaran yang lebih menyenangkan dalam konteks pendidikan nonformal.
Enhancing Junior High School Students’ School Well Being Through Parental Involvement in Education Rasyid, Nurfajriyanti; Alwi, M. Ahkam; Ahmad, Astiti Tenriawaru
Indonesian Journal of Educational Studies Vol 28, No 2 (2025): Indonesian Journal of Educational Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijes.v28i2.80721

Abstract

School well-being is a key indicator of students’ psychological adjustment and academic success. Early adolescents face increasing psychological pressure and complex academic demands, highlighting the crucial role of family support in maintaining their well-being at school. This study examined the influence of parental involvement on the school well-being of 150 junior high school students in Makassar and Gowa, Indonesia, using a quantitative correlational design. The instruments included the school well being schale and the Parental involvement schale, both balidated through content and reability testing. The result revealed a strong positive correlation between parental involvement and school well being (r=0,782, p<0,01). Simple linear regression analysis showed that parental involvement accounted for 61,2% of the variance in school well being. These findings underscore the essential role of parents in fostering students’ positive psychological experiences at school and emphasize the urgency of developing programs that strengthen parent-school partnerships. 
Co-Authors A Annisa Nurul Qalbi Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Razak Ahmad Razak Ahmad Ridfah Ahmad Yasser Mansyur Ahmad Yasser Mansyur Ahmad, Astiti Tenriawaru Akmal , Nur Andi Almaidah Dirhamzah Andi Aqilah Rosadi Andi Halima Andi Halima Andi Nasrawati Hamid Andi Nilam Asdevi Andi Nurfatimah Azzahra Anggraeni, Poppy Dian Aqidatul Izzah Luthfi Arezah, Ersaliya As Fatahillah, Nurul Auliah Ashar Hidayat Astiti Tenriawaru Ahmad Avika Ananda Azzahra, Raodahtun Qori Azzahrah, Fatima Baman, Ahmad Habiby Arafaat Bungawali, Andi Nahliah Damayanti, Sintia Dwi Deisyagitavania Yusri Abbas Dewi Nurikhyana Dewi Retno Suminar Dian Eka Putri Dian Novita Siswanti Dibyo Restu Nugraha Dirhamzah, Andi Almaidah Elda Hasya Elsa Putri Ramadhani Faradillah Firdaus Faradillah Firdaus Faradillah Firdaus Faradillah Firdaus Fardana, Nur Ainy Fatimah, Shakila Dewi Ghaitsa Raodatul Haerani Nur Hafizhah Ahmad, Nabilah Hairunnisa Putri Halima , Andi Halima, Andi Hatala, Abd Rahim Idris, Idriani Idris, Nur Idil Fitri Imaldia, Monica Angelina Kartika Cahyaningrum Khaerunnisa, Asrifa Rosa Kusuma, Perdana Lisfarika Napitupulu Lita Patricia Lunanta Lukman Lukman Lukman Lukman Lukman Nadjamuddin Luthfi, Aqidatul Izzah Muh Daud Muh Daud Muhammad Nur Hidayat Nurdin Muhammad Nurhidayat Nurdin Muhrajan Piara Mutmainnah, Ahmad Ridha Nabilahumaida Nai, Ayu Muhriyani Najiba Najiba Natsir, Anisa Muthmainnah Nawangsari, Nurainy Fardana Novita Maulidya Jalal Nur Akmal Nur Akmal Nur Alfiah Tahir Nur Fitriany Fakhri Nur Mawaddah Adam Nurfajriyanti Rasyid Nurfitriany Fakhri Nurul Fitrah parante, Maulia fajrianti Perdana Kusuma Perdana Kusuma Ramli, Muh Akmal Rasyid, Nurfajriyanti Renjaan, Aphroditha Salsabilla Ridfah, Ahmad Rossy Allayda Syaiputri Sabara, Alifia Khairunnisa Saputra, Dandi Sigit Nugroho Siti Nurhamda Kaltsum H Siti Zalsa Zeftira Suminar, Dewi Ratna Tetteng, Basti Thalib, Tarmizi Tri Yasmin Januarsih Mahka Ulil Hidayah Sulaeman Wa Ode Marwa Samsalwa Wahyudi Alengo Wahyudi Rahmat Wawan Kurniawan Wulan Nahdila Sapsuha Y, Mey Vita. Yanwar Arief Yusril Abdan Nur Yusuf Muhammad Nur Zainuddin, Kurniati Zalsabila, Fira