Claim Missing Document
Check
Articles

The Values of Monotheism Education in the Character of Compulsory Twenty Suryani, Ira; Harahap, Sri Wahyuni; Harahap, Hotmasarih; Lubis, Indah Syafiqah; Tanjung, Muhammad Husein
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol 5 No 1 (2023): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v5i1.2266

Abstract

This study aims to describe the values of tauhid in the character of compulsory twenty and to reveal and analyze the educational values of tauhid contained in the character of compulsory twenty. The methodology used in this research is a literature study concerning monotheistic books such as Kifāyat Al-Awam and also several articles related to this research. Meanwhile, the data analysis technique used in this research is a content analysis by understanding the meaning of content to obtain related conclusions. The values of tauhid education in the character of compulsory twenty: First, the nature of God's existence indicates that God exists and only God we worship. In this case, we believe that the existence of Allah oversees all our actions, whether it is good or bad, and kaunuhu bashirān. Second, the Oneness of Allah through His Wahdāniyat, Qudrat, Iradāt, and qiyāmuhu binnafsih characteristics. Third, being able to organize oneself and intending to perform worship only to Allah because Allah has the nature of the supreme Aliman, meaning that Allah knows whatever we intend even in our hearts.
Analisis Tahap Perkembangan Karakteristik pada Anak Usia Pendidikan Dasar Sei Merah, KKN 199; Suryani, Ira
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan adalah untuk menciptakan lingkungan di mana individu dapat mencapai potensi penuh mereka, memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai, dan sikap yang diperlukan untuk menjadi anggota masyarakat yang efektif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis aspek pada tumbuh kembang anak sekolah dasar. Adapun jenis metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Adapun pengumpulan data diperoleh dengan cara interview. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 6 di SDN Desa Sei Merah. Hasil penelitian dianalisis menggunakan beberapa aspek dalam teori perkembangan anak sekolah dasar. Dari hasil penelitian deskriptif kualitatif ini mendeskripsikan karakteristik perkembangan anak pada tahun pertama sekolah dasar yaitu anak usia prasekolah. Usia muda ini merupakan masa singkat dalam perkembangan anak, namun merupakan masa yang sangat penting dalam kehidupan seorang anak. Oleh karena itu, pada masa kini perlu dimaksimalkan potensi yang dimiliki anak agar dapat berkembang secara optimal. Ciri-ciri perkembangan anak kelas 1, 2, dan 3SD pada umumnya sudah matang secara fisik, anak sudah menguasai tubuhnya dan kemampuannya menjaga keseimbangan. Untuk mengembangkan kecerdasan, anak tahun pertama sekolah dasar dibedakan dengan kemampuan menyusun, mengelompokkan benda, minat terhadap angka dan huruf, memperkaya kosakata, gemar berbicara, memahami kausalitas dan kemampuan mengembangkan pemahaman ruang dan waktu. Beberapa aspek perkembangan sifat tersebut mungkin dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan keluarga, lingkungan bermain. Oleh karena itu, memahami karakteristik anak sanggatlah penting agar guru dan orang tua dapat mendidik dan membimbing anak ke arah yang lebih baik.
Pemikiran Al-Fudholi dalam Kitab Kifayatul Awam Tentang Sifat Allah Akbar, Sabila; Nafis, Addurun; Sukiman, Sukiman; Suryani, Ira
Islam & Contemporary Issues Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/ici.v3i2.1113

Abstract

The book "Kifayatul Awam" by Al-Fudholi is one of the important works of Islamic literature in the context of religious and legal thought. This book has become a primary reference material in Islamic law in various societies. This article aims to analyze twenty characteristics of Al-Fudholi's thought found in the book "Kifayatul Awam." This research employs a text analysis method to identify and explain the characteristics of Al-Fudholi's thought in his book. The results of the analysis indicate that these twenty characteristics of thought encompass various aspects of Islamic law, ethics, and beliefs. Some of these characteristics include concepts related to justice, worship, transactions, and social responsibility. This study provides a deeper understanding of Al-Fudholi's thought in the context of Islamic religion and law. It can also serve as an important reference for those studying and examining classical Islamic literary works, contributing to a better understanding of Islamic teachings in general.
Penerapan Pembelajaran Akhlak Terhadap Keluarga, Tetangga dan Lingkungan Br Tarigan, Mayang Mustika Dewi; Daulay, Aidil Ridwan; Suryani, Ira; Sukiman, Sukiman
Islam & Contemporary Issues Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/ici.v3i2.1125

Abstract

The position of morals in human life as social beings has an important role and influence, this is related to the relationship between humans themselves as well as to their environment, whether they are interconnected or otherwise detrimental to each other. In religion itself, morality is not just a polite attitude but more than that it is the basis of a human attitude. Morals as the basis of human discovery with God as the creator and fellow humans as creatures. Morals in Islam itself are attitudes and characters in behavior that are built, one of the thoughts that are non-destructive in nature, contrary to the cultural order and prevailing teachings.
Aplikasi Akhlak Manusia Terhadap Dirinya, Allah SWT., dan Rasulullah SAW Suryani, Ira; Sakban, Wahyu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.2832

Abstract

Fenomena krisis akhlak di era globalisasi telah melanda generasi muda, sehingga ditemukan pemuda-pemudi yang enggan mengamalkan tuntunan Islam dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aplikasi akhlak manusia terhadap diri sendiri, Allah swt., dan Rasululllah saw. Adapun jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Bahan bacaan yang bersumber dari referensi ilmiah, meliputi artikel, buku, prosiding, dan tugas akhir (skripsi, tesis, atau disertasi), dijadikan sebagai data penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akhlak manusia terhadap dirinya sendiri ialah berupa upaya menyeimbangkan jasmani dan rohani diri, tanpa pemaksaan salah satu dari keduanya, dan memelihara diri dengan sifat terpuji seperti syukur, ikhlas, sabar, pemaaf, dan amanah. Selanjutnya, akhlak manusia terhadap Allah swt. sebagai Sang Pencipta ialah taat beribadah dan memelihara kelangsungan kehidupan sebagai khalifatullah fil ardh. Adapun akhlak manusia terhadap Rasulullah saw. yaitu meneladani kehidupan beliau dan melaksanakan ajaran Islam sesuai dengan perkataan, perbuatan, dan penetapan yang dicontohkan Rasulullah saw.
ETIKA INTERAKSI GURU DAN MURID DALAM SOPAN DAN KEPATUHAN KATA DAN TINGKAHLAKU Indah Sari Siregar, Surya Kartini; Suryani, Ira; Siregar, Nurul Syakirah; Fadhilah Lubis, Nurul Wardani; Mardiana, Aulia; Lubis, Muhammad Torkis
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 2 No. 3 (2023): Desember
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v2i3.230

Abstract

Etika merupakan pilar utama dalam membangun tatanan kehidupan manusia. Seseorang tidak dapat bertahan hidup, dan pendidikan tidak dapat berdiri tegak dan kokoh tanpa ditopang oleh nilai-nilai etika yang baik dan luhur. Hari ini telah terjadi krisis etika, menyadarkan semua pihak untuk memperbaikinya, paling tidak dimulai dari diri sendiri. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui etika guru dan murid dalam kitab Sirus al-Sālikīn karya Syaikh'Abd al-Ṣamad al-Falimbānī dan relevansinya dalam konteks pendidikan saat ini. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan atau studi pustaka dengan pendekatan deskriptif. Data primer dan sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan dengan metode dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syekh 'Abd al-Ṣamad al-Falimbani mengungkapkan bahwa etika guru lebih penting daripada faktor-faktor lain, sehingga beliau memberikan etika yang tegas bagi para guru. Di samping itu, para siswa hendaknya senantiasa memegang teguh akhlak mulia dalam berinteraksi dengan guru, baik dalam proses belajar mengajar maupun dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum, teori etika yang dikemukakan oleh Syaikh 'Abd al-Ṣamad al-Falimbani masih sangat relevan dan dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran saat ini
PERAN GURU BK DALAM MELAKSANAKAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMK NEGERI 6 MEDAN Handayani Nasution, Rizky; Suryani, Ira; Hadijaya, Yusuf
Komprehensif Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1). Bagaimana kedisiplinan siswa di SMK Negeri 6 Medan. 2) Apa saja dampak dari layanan konseling kelompok di SMK Negeri 6 Medan. 3) Bagaimana peran guru BK dalam melaksanakan layanan konseling kelompok untuk meningkatkan kedisplinan siswa di SMK Negeri 6 Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru BK, guru mata pelajaran, dan siswa dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa di SMK Negeri 6 Medan sudah meningkat, walaupun ada sebagian kecil dari mereka ada siswa yang masih melakukan pelanggaran. Dampak dari layanan konseling kelompok memberikan dampak yang baik terhadap kedisiplinan siswa, karena setelah diberikannya layanan konseling kelompok ini siswa tidak lagi mengulangi pelanggaran kedisiplinan yang ada di sekolah, dan siswa dapat berpikir bahwa dengan hidup disiplin, maka siswa akan lebih terarah dan dapat menghargai waktu di dalam kehidupannya. Peran yang dilakukan guru BK dalam melaksanakan layanan konseling kelompok untuk meningkatkan kedisiplinan siswa itu sangat penting, dimana pelaksanaan layanan konseling kelompok ini berlangsung dengan baik dan efektif dengan adanya RPL (Rencana Pelaksanaan Layanan) bimbingan konseling yang dimiliki oleh guru BK untuk meningkatkan kedisiplinan siswa.
LAYANAN KONSELING INDIVIDU TERHADAP SISWA BROKEN HOME DI MTSN 2 DELI SERDANG Azzahra, Delillah; Syaukani, Syaukani; Suryani, Ira
Komprehensif Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangai oleh adanya suatu layanan konseling individual terhadap peserta didik yang mengalami masalah broken home. Adapun jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, subyek penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, wali kelas, dan siswa yang mengalami broken home, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun beberapa Tindakan yang dilakukan guru BK untuk menghadapai masalah broken home ini ialah dengan melaksanakan kegiatan layanan konseling individu sebagai upaya pemecahan masalah yang dialami siswa.
Langgar Lembaga Pendidikan Islam Pardede, Rizky Nur Zannah; Suryani, Ira; Pohan, Hafsah Winona; Nur’aini, Widya; Aldi, Dwiansyah
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i2.4106

Abstract

Langgar (prayer house) or often called mushollah. According to the 2018 KBBI, the word langgar is a small mosque that is usually used as a place of prayer or Quran recitation, but there are no Friday prayers in it. Langgar is the oldest Islamic institution in the field of education that has existed and developed in the Islamic community of our country. Langgar is an Islamic educational institution that was first established before the pesantren came into existence. Langgar has an educational element that makes up a system that includes caregivers, learners (students), goals, methods, materials, assessment. Langgar also has quite a broad position, namely helping the community solve problems in a forum and supporting the continuous learning process teaching Islam to Muslim citizens. Keywords: langgar, islamic institution
Peserta Didik dalam Pandangan Imam Al-Ghazali Lubis, Ihsan Rinaldi; Suryani, Ira; Innayah, Azzira; Azzahra, Nazwa; Hafiza, Nur
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i2.4331

Abstract

In Imam Al-Ghazali's view, students have their own potentials to achieve moral and spiritual perfection and the role of educators is one that is very important and influential in helping them achieve this goal, educators basically must focus on the spiritual and moral development of students. In this journal, we describe Al-Ghazali's views on the potential of students, spiritual and moral development, as well as educational strategies that can be taken from the perspective of Imam Al-Ghazali. This research was conducted using qualitative methods, namely by analyzing and collecting and using literature studies. Learners are people who are experiencing a period of growth and development, especially physically and mentally. Imam Al-Ghazali's perspective on students and Islamic education is still relevant and can certainly be applied in the context of modern education. This can help educators to develop educational strategies that are holistic and focus on the spiritual and moral development of students. Keywords: Learners, Educators, Islamic Education
Co-Authors Abdul Aziz Rusman Aini, Saripah Akbar, Sabila Aldi, Dwiansyah Algifahri, Muhammad Dzar Amiruddin Siahaan Anisa, Retno Ansyah, Ridho Az Zahra, Nadya Azhar, Rifqy Azzahra, Delillah Azzahra, Nazwa Br Siagian, Amalia Alfina Br Tarigan, Mayang Mustika Dewi Brutu, Sabilla Meilani Bunaiyya, Dila Damara Rais, Syazwina Dinda Daulat, Daulat Daulay, Aidil Ridwan Daulay, Lily Sardiani Daulay, Sholihatul Hamidah Dewi, Indri Kurnia Ellylia, Francisca Elmi, Nur Ernawati, Tuti Fadhilah Lubis, Nurul Wardani Faridah Faridah Fitriyani, Nuri Al Ginting, M.Farhan Syahreza Hafiza, Nur Handayani Nasution, Rizky Harahap, Ainun Nur Hilmy Harahap, Hotmasarih Harahap, Ida Marina Harahap, Putri Hasanah Harahap, Sri Wahyuni Harahap, Yudhi Septian Hasibuan, Ali Daud HASIBUAN, ANGGI SYARIAH Hasibuan, Nadya Wahyuni Hayati, Miftah Hery Widijanto Hrp, Shela Putri Nadhilah Hrp, Winda Yani Huda, Abdullah Bill Hutasuhut, Raihan Mahmud Indah Sari Siregar, Surya Kartini Indra Fakhrudin, Rifki Indriyani, Nur Khafifah Innayah, Azzira Kesuma, Bunga Ketaren, Nurdina Khairani, Yesa Dwi Khairun Nisa Khairuna Khairuna Khofifah, Suchi Nurul Kurniawan, Pandi Labib, M. Dzaky Lisa, Erma Lubis, Ihsan Rinaldi Lubis, Indah Syafiqah Lubis, Muhammad Torkis Lubis, Ramadhan Maibang, Supriani Mardiana, Aulia Miftahul Jannah Muhammad Nawawi Murni, Sheila Natasya Nadia, Rizka Lucy Nafis, Addurun Nasution, Amaliya Fitri Nasution, Depi Yanti Nasution, M. Rifky Amantamora Nasution, Nurhadani Ningsih, Titik Nur'aini, Widya Nur’aini, Widya Palem, Nur Halizah Pane, Fizri Aspika Putri Parapat, Ilham Karim Pardede, Rizky Nur Zannah Pasaribu, Gumarfi Rahis Pasaribu, Safrina Putri Pohan, Afsah Winona Pohan, Hafsah Winona Puspita, Sholihah Puspitawanti, Evi Putri, Chintya Amelia Putri, Nindya Rahmadi, Ihsan Ramadhita, Zahrani Rambe, Tuti Ameliah Rangkuti, Khairina Habib Rangkuti, Lutfiyah Hayati Ritonga, Irfan Rohani Rohani Sabrina, Tasya Safrina, Tata Rizki Sakban, Wahyu Salsabila, Nadia sapri sapri Saragih, Atika Angriani Saragih, Elida Sei Merah, KKN 199 Shaumiwaty, Shaumiwaty Siagian, Nur Nani Siagian, Zaura Izzati Siregar, Afnita Marni Siregar, Nur Azizah Siregar, Nurul Syakirah Siregar, Pipi Darsina Siregar, Rani Nazmatun Hikmah Siregar, Sri Handayani Sitepu, Nur Alfina Sari Sitompul, Buti Sarma Sitorus, Ahmad Syukri Sitorus, Junida Fitriani Sukiman Sukiman Syahfitri, Siska Diyah Syarifah Widya Ulfa Syarqawi, Ahmad Syaukani Syaukani Syukri, Makmur Tambunan, Efrida Pima Sari Tanjung, Muhammad Husein Tarigan, Ira Wahyuni Br Wandini, Rora Rizky Yusuf Hadijaya