Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor yang Berhubungan dengan Praktik Pemberian Vaksin Rabies dalam Upaya Pengendalian Penyakit Rabies di Kabupaten Limapuluh Kota Fadillah, Mardi; Paradhiba, Meutia; Putra, Onetusfifsi; Kusumawardani, Eva Flourentina; Saputra, Firman Firdauz; Siahaan, Perry Boy Chandra; Rimonda, Rubi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2796

Abstract

Rabies merupakan salah satu permasalahan kesehatan secara global yang bersifat zoonosis dengan Case Fatality Rate (CFR) 100%. Pada umumnya rabies ditemukan di negara-negara berkembang terutama di Asia dan Afrika. Upaya pengendalian rabies dapat dilaksanakan jika cakupan vaksinasi tercukupi khususnya di daerah endemik rabies. Pemberian vaksin rabies terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) merupakan salah satu upaya yang sangat penting dilakukan masyarakat khususnya pemilik HPR. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian vaksin rabies terhadap HPR. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur serta wawancara langsung dengan total responden sebanyak 90 orang. Variabel dependent pada penelitian ini yaitu praktik pemberian vaksin pada HPR. Variabel independent yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, lokasi tempat tinggal, kegunaan HPR, jumlah dan jenis HPR, pengetahuan, status pemeriksaan kesehatan HPR, himbauan dinas kesehatan/kepala desa, dan mengikuti penyuluhan. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik sederhana dan regresi logistik berganda. Faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian vaksin rabies yaitu lokasi tempat tinggal (α=0.013; OR=4.05; 95%CI=1.34-12.30) dan status pemeriksaan kesehatan HPR (α=0.000; OR=10.29; 95%CI=3.09-34.65). Dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang bermakna terhadap variabel usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, jenis HPR, dan himbauan petugas kesehatan/kepala desa dan mengikuti penyuluhan.Kata Kunci: Rabies, Vaksinasi, Praktik, Kab. Limapuluh KotaRabies is a global health problem and zoonotic with case fatality rate (CFR) of 100%. Rabies is commonly found in developing countries, especially in Asia and Africa. Rabies control efforts can be implemented if vaccination coverage is sufficient, especially in rabies endemic areas. Rabies vaccination for rabies-transmitting animals is one of the most important measures taken by the public, especially rabies-transmitting animals owners. The aim of this study was to determine the factors associated with the practice of rabies vaccination for rabies-transmitting animals. This study used a cross sectional approach. Data were collected using structured questionnaires and direct interviews with a total of 90 respondents. The dependent variable in this study was the practice of vaccination for rabies-transmitting animals. The independent variables were age, gender, education, occupation, location of residence, use of rabies-transmitting animals, number and type of rabies-transmitting animals, knowledge, rabies-transmitting animals health checks status, appeals from the health office/village head, and attending counseling. Data were analyzed using simple logistic regression and multiple logistic regression tests. Factors associated with rabies vaccination were location of residence (α=0.013; OR=4.05; 95%CI=1.34-12.30) and rabies-transmitting animals health check status (α=0.000; OR=10.29; 95%CI=3.09-34.65). In this study, there was no significant association between the variables of age, gender, education, occupation, knowledge, type of rabies-transmitting animals, appeal of health workers/village head, and attending counseling.Keywords: Rabies, Vaccination, Practice, Limapuluh Kota District
Overview Of Knowledge And Near Miss Reporting By Employees At The Mine Office Pt Mifa Bersaudara Nurafiza, Nurafiza; Anwar, Sufyan; Paradhiba, Meutia; Musnadi Is, Jun; Firdauz Saputra, Firman
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/g341xy36

Abstract

When accidents and possible workplace hazards are reported, it helps to determine what went wrong and can be used as a basis for future safety measures. Instilling the need to report Near miss in employees is driven by this. Knowing how well the Mine Office of PT Mifa Bersaudara knows about Near miss and how often they are reported is the main objective of this study. The research strategy of this study is descriptive and quantitative. The research was conducted in December 2023 at the Mine Office of PT Mifa Bersaudara. The total population was 91, and 48 individuals were randomly selected using the slovin formula. The variables of this study are knowledge, near miss reporting and constraints in near miss reporting. The results showed that the majority of workers had good knowledge, namely 43 people (89.6%) with the majority of workers not reporting near miss events, namely 39 people (81.3%), and workers had obstacles in reporting near miss events, namely 34 people (70.8%). The conclusion of this study is that the near miss reporting system is still not optimal despite the fact that organizations use near miss reports for continuous improvement, near miss reporting procedures are very easy, easy to understand, and use basic and straightforward forms. In accordance with the criteria set by the Production Department of PT Mifa Bersaudara, the business should investigate the reasons for unmet near miss reporting components.
The relationship between psychological well-being and academic stress among final year students Rimonda, Rubi; Fanonta, Muliane; Duana , Maiza; Siahaan, Perry Boy Chandra; Firdauz Saputra, Firman; Harahap, Laila Apriani Hasanah; Paradhiba, Meutia; Fadillah, Mardi; Syam, Nasrianti
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 12 No 2 (2025): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sway6v05

Abstract

Final-year students at Teuku Umar University often experience stress while writing their thesis. This study examined the relationship between psychological well-being (PWB) and academic stress using a cross-sectional design. A total of 93 students from six faculties participated. PWB was measured with the Ryff Psychological Well-Being scale, and academic stress was assessed using the DASS-42 stress subscale. Results showed that 57% of students had high PWB, especially in personal growth, while 57% experienced moderate stress and 13% reported severe stress. On average, PWB scores were 78.7 ± 7.8 and stress scores were 33.9 ± 7.5. Students with higher PWB generally had lower stress, but some still felt pressured due to deadlines, workload, or family responsibilities. Support from supervisors, friends, and family helped, along with personal coping strategies like time management and short breaks. Overall, strong PWB can reduce stress but does not remove it completely, highlighting the need for both personal effort and institutional support during the thesis-writing period.
Relasi Pendidikan dan Pekerjaan dengan Penerapan Tradisi Madeung pada Masyarakat Adat Keluarga Raja Ubit di Blang Tripa Kabupaten Nagan Raya Yulizar; Rafsanjani, TM; Darmawan; Paradhiba, Meutia; Duana, Maiza
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i01.4203

Abstract

Tradisi madeung atau bahasa lainnya “badapu” merupakan salah satu tradisi ibu nifas di Aceh yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan karena pantangan mengkonsumsi beberapa jenis bahan makanan kaya protein, sayur dan buah-buahan yang mengandung banyak air dengan keyakinan pantangan tersebut dapat mempercepat proses penyembuhan ibu nifas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana relasi pendidikan dan pekerjaan dengan penerapan tradisi madeung pada masyarakat adat keluarga Raja Ubit di Blang Tripa Kabupaten Nagan Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini 20 ibu nifas dengan total sampel yang di uji sebanyak 20 responden. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square jenis fisher Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada relasi antara pendidikan dan pekerjaan ibu dengan penerapan tradisi madeung (nilai p > 0,05). Tradisi madeung sudah diterapkan secar bergenerasi pada masyarakat adat keluarga Raja Ubiet, sehingga penerapan adat dilakukan secara kolektif, tidak memiliki hubungan dengan pekerjaan dan pendidikan responden. Perlu diperhatikan dan dikaji ulang tradisi   madeung pada sisi yang bertentangan dengan kesehatan ibu nifas karena dapat menyebakan infeksi penyakit dan akibat fatal lainnya bagi ibu nifas jika tradisi madeung tidak diterapkan dengan baik.
Peer attachment as a protective factor against adolescent aggressiveness: Evidence from PLS-SEM analysis Hinggardipta, Ratnasari; Fitri, Susi; Wahyuni, Eka; Paradhiba, Meutia; Siahaan, Perry Boy Chandra; Rimonda, Rubi
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 12 No 1 (2025): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v12i1.25886

Abstract

The research focused on studying peer attachment and aggression among adolescents in South Tangerang. Data was collected from 320 adolescents aged 13-17 and included in the research study. Data were collected using the Peer Attachment Scale and the Aggression Questionnaire, which were adapted for the Indonesian environment and subsequently validated. The data were analyzed using SmartPLS 4, which applies Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The research found evidence of a negative correlation, indicating that lower peer attachment was associated with higher levels of aggression (β = -0.503; f² = 0.21; Q² = 0.31). The most dominant influence on the ‘communication’ aspect of attachment was the most hidden form of aggression - ‘hostility.’ The structural pathways showed no significant variation based on the sex of the participants, indicating that strong correlates with peer attachment will result in less aggression in both females and males. The research discusses the most practical aspects of implementing CASEL’s social-emotional learning (SEL) modules, which focus on peer mentoring and support, as well as other school-based attachment programs, as detailed by the Australian Institute of Family Studies. Future research might include longitudinal study designs and explore mediation analyses on the relationships between the regulation of emotions and moral disengagement, as a means to clarify the connections within these relationships.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA REMAJA DI SOS CHILDRENS VILLAGE MEULABOH Meutia Paradhiba; Maiza Duana; Rubi Rimonda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidup bersih dan sehat merupakan suatu hal yang seharusnya memang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat sebagai salah satu cara menjaga kesehatannya. Mengingat kesehatan merupakan hal penting bagi setiap manusia mulai dari bekerja dan beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia telah membuat pedoman pembinaan PHBS yang tertuang dalam peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 2269/MENKES/PER/XI/2011 yang mengatur upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat diseluruh Indonesia dengan mengacu kepada pola manajemen PHBS, mulai dari tahap pengkajian, perencanaan dan pelaksanaan serta pemantauan dan penilaian. Kurangnya pengetahuan tentang perilaku hidup bersih sehat maka akan menimbulkan dampak buruk di lingkungan serta pribadi setiap individu. Lingkungan yang kumuh juga akan menimbulkan berbagai macam penyakit menular seperti diare, demam berdarah, tipoid, muntaber dan sebagainya. Pengabdian kepada masyarakat ini langsung dilakukan kepada remaja di SOS Childrens Village Meulaboh. Peserta yang diikutkan dalam kegiatan ini berjumlah 34 orang. Kegiatan pengabdian ini mendapat respon yang positif baik dari remaja maupun dari pihak pengurus SOS Childrens Village. Hasil dari kegiatan ini adalah pemahaman yang komprehensif tentang Perilaku bersih dan sehat sehingga remaja tersebut dapat menjalani perilaku kehidupan sehari – hari yang bersih dan sehat.Clean and healthy living is something that should be applied in everyday life by the community as a way to maintain their health. Given that health is important for every human being starting from work and activities in everyday life. Indonesia has made guidelines for PHBS guidance contained in the regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number: 2269/MENKES/PER/XI/2011 which regulates efforts to improve clean and healthy living behavior throughout Indonesia by referring to PHBS management patterns, starting from the assessment, planning and implementation stages as well as monitoring and assessment.Lack of knowledge about clean and healthy living behavior will have a negative impact on the environment and the personality of each individual. A slum environment will also cause various infectious diseases such as diarrhea, dengue fever, typhoid, vomiting and so on. This community service was conducted directly to teenagers at SOS Childrens Village Meulaboh. The participants included in this activity amounted to 34 people. This community service activity received a positive response from both the adolescents and the SOS Childrens Village management. The result of this activity is a comprehensive understanding of clean and healthy behavior so that adolescents can live a clean and healthy daily life behavior
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Terhindar Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Siti Prawitasari Br. Hasibuan; Sahbainur Rezeki; Meutia Paradhiba; Lian Varis Riandi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUpaya meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal merupakan tujuan dari pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat. Penyakit berbasis lingkungan masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat sampai saat ini, salah satunya yaitu penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue. DBD adalah penyakit akut dengan manifestasi klinis perdarahan yang menimbulkan syok yang berujung kematian. Penyakit DBD dapat menyerang semua usia. Pengabdian masyarakat kami laksanakan di Gampong Lampineung Kabupaten Aceh Besar, sebelum melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat terlebih dahulu kami meminta izin kepada kepala desa. Kegiatan pengabdian masyarakat di desa tersebut hanya boleh dihadiri oleh masyarakat yang berjumlah kurang dari 20 orang dikarenakan menghindari kerumunan sehingga dalam pelaksanaannya hanya dihadiri oleh beberapa pemuda desa dan memakai masker. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dimulai dengan memperkenalkan diri dan pemaparan materi mengenai bahaya dari penyakit berbasis lingkungan yaitu penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), vektor yang dapat menularkan penyakit DBD, mekanisme penularan dan media apa saja yang dapat sebagai biakan nyamuk dalam bertelur. Dalam kegiatan pengabdian terdapat diskusi tanya jawab dengan peserta. Setelah dilaksanakannya pemaparan materi dan diskusi tanya jawab, pemateri memberikan masker gratis kepada perangkat gampong dan cendramata sebagai bentuk kenang-kenangan telah dilaksanakannya pengabdian masyarakat oleh dosen Universitas Ubudiyah Indonesia.
CEGAH STUNTING DENGAN MENGOPTIMALKAN PENGASUHAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) Sahbainur Rezeki; Siti Prawita Hasibuan; Meutia Paradhiba; Lian Varis Riandi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu masalah kekurangan gizi yang masih cukup tinggi di Indonesia terutama masalah pendek (stunting) dan kurus (wasting) pada balita serta masalah anemia dan kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil. Masalah kekurangan gizi pada ibu hamil ini dapat menyebabkan berat badan bayi lahir rendah (BBLR) dan kekurangan gizi pada balita, termasuk stunting. Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 HPK. Pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan pada ibu hamil perlu mendapat perhatian untuk mencegah terjadinya stunting. Stunting akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak dan status kesehatan pada saat dewasa. Akibat kekurangan gizi pada 1000 HPK bersifat permanen dan sulit untuk diperbaiki. Penanggulangan Stunting menjadi tanggung jawab kita Bersama, tidak hanya Pemerintah tetapi juga setiap keluarga Indonesia. Karena stunting dalam jangka panjang berdampak buruk tidak hanya terhadap tumbuh kembang anak tetapi juga terhadap perkembangan emosi yang berakibat pada kerugian ekonomi. Mulai dari pemenuhan gizi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupan anak hingga menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.
Hubungan Pemanfaatan Fitur Pendaftaran Pelayanan (Antrean Online) Pada Mobile JKN Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan BPJS Kesehatan Di Rumah Sakit Harapan Sehat Kabupaten Aceh Barat Andriani, Mega; Susy Sriwahyuni; Meutia Paradhiba; Sufyan Anwar; Safrizal
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN MARENDENG
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v10i1.190

Abstract

Antrean online, salah satu fitur pada aplikasi Mobile JKN BPJS Kesehatan. Hal ini diharapkan bisa mempermudah pendaftaran pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan, meskipun pendaftaran pelayanan (antrean online) terealisasikan dengan baik, masih ada beberapa permasalahan seperti error aplikasi, jaringan, pasien yang tidak memiliki handphone, waktu pelayanan yang tidak sesuai dengan aplikasi. Hal ini juga terjadi di Rumah Sakit Harapan Sehat Kabupaten Aceh Barat. Bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan fitur pendaftaran pelayanan (antrean online) pada Mobile JKN dengan pasien rawat jalan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Harapan Sehat Kabupaten Aceh Barat. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi 649 pasien rawat jalan pengguna antrean online MJKN, sampel 248 pasien yang diambil menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel berupa Purposive Sampling, untuk instrumen berupa kuesioner skala likert, data di analisis dengan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian mengindikasikan semua variabel independen memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kepuasan pasien. Perceived Usefulness (r = 0,942), Perceived Ease of Use (r = 0,751), Attitude Toward Using (r = 0,796), Behavioral Intention to Use (r = 0,805), dan Actual System Use (r = 0,824) menunjukkan hubungan positif dan signifikan.
Co-Authors Alya, Mimi Amalia , Fitri Andriani, Mega Anwar, Sufyan Artika, Aulia Chandra Siahaan, Perry Boy Darmawan Darmawan Darmawan Dian Fera Duana , Maiza Duana, Maiza Eka Wahyuni Ernawati Eva Flourentina Kusumawardani Eva Flourentina Kusumawardani Fadillah, Mardi Fahlevi, Muhammad Iqbal Fanany, Irzal Fanonta, Muliane Farisnih, Teuku Nih Febriyanti Febriyanti febriyanti febriyanti Fera, Dian Firman Firdauz Saputra Fitri, Susi Hajijah, Sabul Harahap, Laila Apriani Hasanah Hutasoit, Herlina Natalina Iqbal Fahlevi , M Irawan, Dheanissa Syalwa Khabija Is, Jun Musnadi Jihad, Fikri Faidul Johannes Bastira Ginting Kiswanto Kiswanto Kusumawardani, Eva Kusumawardani, Eva Flourentina Laila Apriani Hasanah Harahap Laila Apriani Hasanah Harahap Lian Varis Riandi LUKMAN NURHAKIM, LUKMAN Maiza Duana Mardi Fadillah Marniati Marniati, Marniati Merlin Maulidiyah Musnadi Is, Jun Musnadi, Jun Nasrianti Syam NASRIANTI SYAM, NASRIANTI Nugroho, Agung Nurafiza, Nurafiza Nursia N, Lily Eky Oktaria, Yolanda Onetusfifsi Putra Perry Boy Chandra Siahaan Pratama, Rifaldi Aditiya Putra, Onetusfifsi Putri, Muda Riska Raflythenu, Abdul Gani Rahmawati, Kiki Raodah Raodah Ratnasari Hinggardipta, Ratnasari Rezeky, Sahbainur Rimonda, Rubi RR. Ella Evrita Hestiandari Rubi Rimonda Rubi Rimonda Safrizal Sahbainur Rezeki Santy Deasy Siregar Siahaan, Perry Boy Chandra Sibagariang, Ayu Sibagariang, Eva Ellya Simanullang, Andry Sinaga, Risya Yoela Siti Maisyaroh Fitri Siregar Siti Prawita Hasibuan Siti Prawitasari Br. Hasibuan SitiMaisyaroh Fitri Siregar Ssekalembe, Geofrey Susy Sriwahyuni Susy Sriwahyuni T.M. Rafsanjani Trianisya, Medinda Wardah Iskandar Wintah Wiwik Widiyawati Yarmaliza Yarmaliza, Yarmaliza Yopita Sary Yulizar Yusnidar, Naidatul Ullmaziarikhaza Yuswita Yuswita Zakiyyudin, Zakiyyudin Zakria, Restu