p-Index From 2021 - 2026
18.745
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Keperawatan BSI JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Journal of Nursing Care Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat MEDIA INFORMASI Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Jurnal Kesehatan Media Karya Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Medika Cendikia (e-Journal) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Abdi Insani Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Sains Kesehatan MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Keperawatan BSI JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Shaker Exercise untuk Meningkatkan Refleks Menelan Pada Pasien Stroke : Rapid Evidence Review Sandra Pebrianti; Iwan Shalahuddin; Bambang Aditya Nugraha
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20335

Abstract

ABSTRACT Dysphagia is a disorder that causes difficulty chewing and swallowing food. This condition can lead to very serious complications such as pneumonia, aspiration, dehydration, and malnutrition, and can sometimes lead to death. One form of intervention that can be done to speed up recovery and minimize complications due to dysphagia is to do swallowing exercises. To determine the effectiveness of Shaker Exercise in improving swallowing reflexes in Stroke Patients. This rapid review uses a literature search strategy with PICOT framework analysis. The inclusion criteria in this rapid review include Full text, English, RCT, Clinical trial, Quasi experiment, control study, Dyspagia patients after having a stroke, articles for 2014-2024. The results of three databases, namely PubMed, EBSCO, and Scopus, found 6 literature that was thoroughly analyzed to be used as Evidence Based Practice (EBP). From the 6 articles analyzed, it was identified that shaker exercises are one of the interventions that can be given to dysphagia patients after having a stroke. Several articles explain the duration of the shaker training technique which varies from 30-60 minutes. Some articles also combine or compare these exercises with other interventions. Based on the results of the literature review from the 6 articles that have been obtained, this shaker exercise is effective and can be beneficial for patients if done regularly and regularly. Shaker exercises provide better results in improving the quality of life and swallowing function in patients. Nurses and other health workers need to consider interventions that are appropriate to the patient's needs and the situation of the health care condition Keywords: Shaker Exercise, Swallow Reflex, Stroke  ABSTRAK Disfagia adalah gangguan yang menyebabkan kesulitan mengunyah dan menelan makanan. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang sangat serius seperti pneumonia, aspirasi, dehidrasi, dan malnutrisi, dan kadang-kadang dapat menyebabkan kematian. Salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan untuk mempercepatkesembuhan dan meminimalkan komplikasi akibat disfagia adalah dengan melakukan latihan menelan. Untuk mengetahui efektivitas Shaker Exercise dalam meningkatkan refleks menelan pada Pasien Stroke. Rapid review ini menggunakan strategi pencarian literatur dengan analisis framework PICOT. Kriteria Inklusi pada rapid review ini diantaranya Full text, Berbahasa inggris, RCT, Clinical trial, Quasi experimen, control study, Pasien dispagia setelah mengalami Stroke, artikel tahun 2014-2024. Hasil dari tiga database yaitu PubMed, EBSCO, dan Scopus ditemukan 6 literatur yang dianalisis secara menyeluruh untuk digunakan sebagai Evidence Based Practice (EBP). Dari 6 artikel yang dianalisis, diidentifikasi bahwa latihan shaker menjadi salah satu intervensi yang dapat diberikan pada pasien disfagia setelah mengalami stroke. Beberapa artikel menjelaskan durasi teknik latihan shaker yang bervariasi yaitu 30-60 menit. Beberapa artikel juga mengkombinasi atau membandingkan latihan ini dengan intervensi lain. Berdasarkan hasil literatur review dari ke-6 artikel yang telah didapatkan bahwa latihan shaker ini efektif dan dapat bermanfaat untuk pasien apabila dilakukan dengan rutin dan teratur. Latihan shaker memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan kualitas hidup dan fungsi menelan pada pasien. Perawat dan tenaga kesehatan lain perlu mempertimbangkan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan pasien dan situasi kondisi pelayanan kesehatan Kata Kunci: Shaker Exercise, Refleks Menelan, Stroke
Gambaran Kondisi Kesehatan Lingkungan Rumah Warga di RW 08 Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.17669

Abstract

ABSTRACT The health of the home environment is one of the important factors that affect the quality of life of the community, especially in dense residential environments such as RW. A healthy home environment can prevent various diseases and support the overall well-being of society. To describe the health condition of the home environment in RW 08 and Analyze the factors that affect it and assess the impact of the home environment on the health of the local community. The research method uses quantitative descriptive. The research is focused on aspects of the home environment related to health, such as water quality, sanitation, ventilation, and household waste management. The community settlement of RW 08 Wetan City Village is a fairly densely populated settlement characterized by the distance between the houses and the other houses is quite close and there are several houses that have unifying walls. Almost all people have permanent houses (95.4%), with sufficient ventilation (50.8%), the floors of the houses are entirely made of cement / plaster / boards / ceramics (100%), the condition of the house is poorly lit (67.7%), and the condition of the house is humid with a percentage (64.4%). The health conditions of the home environment in RW 08 are very diverse, but the majority show significant health risks related to poor air quality, humidity, and sanitation. To improve this condition, intervention from the government and local communities is needed to improve the quality of the home environment in a sustainable manner Keywords: Health Conditions, Home Environment, Community Members, RW   ABSTRAK Kesehatan lingkungan rumah merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama di lingkungan pemukiman padat seperti RW. Lingkungan rumah yang sehat dapat mencegah berbagai penyakit dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Untuk mendeskripsikan kondisi kesehatan lingkungan rumah di RW 08 dan Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya serta menilai dampak kondisi lingkungan rumah terhadap kesehatan masyarakat setempat. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Penelitian difokuskan pada aspek lingkungan rumah yang berhubungan dengan kesehatan, seperti kualitas air, sanitasi, ventilasi, dan penanganan limbah rumah tangga. Pemukiman masyarakat RW 08 Kelurahan Kota Wetan merupakan pemukiman yang cukup padat penduduk ditandai dengan jarak rumah dengan rumah yang lainnya cukup rapat dan ada beberapa rumah yang memiliki tembok menyatu. Hampir seluruh masyarakat memiliki rumah permanen (95,4%), dengan ventilasi mencukupi (50,8%), lantai rumah seluruhnya memakai semen / plester / papan / keramik (100%), kondisi rumah kurang terang (67,7%), dan kondisi rumah yang lembab dengan persentase (64,4%). Kondisi kesehatan lingkungan rumah di RW 08 ini sangat beragam, tetapi mayoritas menunjukkan adanya risiko kesehatan yang cukup signifikan terkait dengan kualitas udara, kelembapan, serta sanitasi yang buruk. Untuk memperbaiki kondisi ini, diperlukan intervensi dari pemerintah dan masyarakat setempat guna meningkatkan kualitas lingkungan rumah secara berkelanjutan. Kata Kunci: Kondisi Kesehatan, Lingkungan Rumah, Warga Masyarakat, RW
Pengaruh Karakteristik Siswa terhadap Pengetahuan tentang PHBS Sekolah pada Siswa Sekolah Dasar Udin Rosidin; Iwan Shalahuddin; Nina Sumarni; Dadang Purnama; Witdiawati Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20785

Abstract

ABSTRACT School children's health is an effort that needs to be accustomed to in the learning process, so that children have an awareness of healthy behavior habits. This awareness must be instilled in all children, so that they can apply healthy behavior at school or in everyday life. Several studies have stated that health disorders in school-age children are susceptible to health problems caused by environmental factors and poor lifestyles. Based on the results of the initial survey, it was found that students often buy snacks around the school, brush their teeth only once a day, and students often suffer from diarrhea. This is possible because the implementation of clean and healthy living behaviors in schools is still low. One factor in the low implementation of clean and healthy living behaviors is knowledge. The purpose of this study was to determine the effect of characteristics on students' knowledge about the implementation of clean and healthy living behaviors. The characteristics of the students studied were class level, gender and age. While the variables are student characteristics, namely class level, gender and age as independent variables while knowledge is the dependent variable. The research design developed was quantitative analytic. The population of this study was all students from grades I to VI of SDN 1 Sukamentri. The results of the study showed that class level with student knowledge p value 0.001 and OR value 4.375. gender with student knowledge p value 0.32 and OR value 0.85. Age with student knowledge p value 0.001 and OR value 5.327. Conclusion; there is an influence between class level and student knowledge. There is no influence between gender and student knowledge and there is an influence between age and student knowledge. Keywords: Knowledge, Clean and healthy living behavior, Elementary School Students  ABSTRAK Kesehatan anak sekolah merupakan upaya yang perlu dibiasakan dalam proses pembelajaran, sehingga anak memiliki kesadaran terhadap kebiasaan berperilaku sehat. Kesadaran tersebut harus tertanam pada semua anak, agar dapat menerapkan perilaku sehat di sekolah ataupun pada kehidupan sehari-hari. Beberapa penelitian menyebutkan gangguan kesehatan pada anak usia sekolah rentan timbulnya masalah kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan pola hidup kurang baik. Berdasarkan hasil survey awal, ditemukan bahwa siswa sering jajan di sekitar sekolah, menggosok gigi hanya satu kali dalam sehari, dan siswa sering menderita penyakit diare. Hal ini dimungkinkan masih rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Salah satu faktor rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat adalah pengetahuannya. Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik dengan pengetahuan siswa tentang  pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat. Karakteristik siswa yang diteliti adalah tingkatan kelas, jenis kelamin dan usia. Sedangkan variabelnya adalah karakteristik siswa yaitu tingkatan kelas, jenis kelamin dan usia sebagai variabel independen sedangkan pengetahuan sebagai variabel dependen. Rancangan penelitian yang dikembangkan adalah analitik kuantitatif. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas I sampai dengan kelas VI SDN 1 Sukamentri. Hasil penelitian menunjukan tingkatan kelas dengan pengetahuan siswa p value 0,001 dan nilai OR 4,375. jenis kelamin dengan pengetahuan siswa p value 0,32 dan nilai OR 0,85. Usia dengan pengetahuan siswa p value 0,001 dan nilai OR 5,327. Kesimpulan ; adanya pengaruh antara tingkatan kelas dengan pengetahuan siswa. Tidak ada pengaruh antara jenis kelamin dengan pengetahuan siswa dan ada pengaruh antara usia dengan pengetahuan siswa.   Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Siswa Sekolah Dasar
Dampak Gangguan Tidur Terhadap Kesehatan Pada Remaja : A Scoping Review Mamat Lukman; Henny Cahyaningsih; Iwan Shalahuddin; Rostianti -
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20264

Abstract

ABSTRACT Slee p problems are common in the global population and can be acute or chronic.Sleep disorders are often experienced by adolescents. Adequate sleep for adolescents is expected to support their growth and development and maintain concentration when attending school. Therefore, everyone must meet the need for sleep hours according to their age. The purpose of this study was to determine the impact of sleep disorders on health status in adolescents. The method used in this study was a scoping review. Article searches were carried out systematically in accordance with the 2020 PRISMA Flow guidelines with the databases used in the article search, namely Google Scholar, Scopus, and Pubmed. The articles obtained were sorted based on inclusion and exclusion criteria. The results of the study obtained 4 articles that were worthy of being reviewed regarding the impact of sleep disorders on health in adolescents. In conclusion, sleep disorders that occur in adolescents can affect the physical and mental health of adolescents such as hyperactivity, depression, emotional regulation, anxiety, risk of obesity, and risk of metabolic syndrome. Therefore, preventive measures are needed to overcome sleep disorders in adolescents so that they do not have a significant impact on physical and mental health in adolescents. Keywords: Sleep Disorders, Health, Adolescents  ABSTRAK Masalah tidur lazim terjadi pada populasi global dan dapat bersifat akut ataupun kronis. Gangguan tidur sering dialami oleh remaja. Kecukupan tidur bagi remaja diharapkan dapat menunjang tumbuh kembangnya dan menjaga konsentrasi ketika bersekolah. Oleh karena itu, setiap orang harus terpenuhi kebutuhan jam tidur sesuai dengan usianya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak gangguan tidur terhadap status kesehatan pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu scoping review. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis sesuai dengan pedoman PRISMA Flow tahun 2020 dengan basis data yang digunakan dalam pencarian artikel yaitu Google Scholar, Scopus, dan Pubmed. Artikel yang didapatkan dipilah berdasarkan kriteria inklusi dan inklusi. Hasil penelitian diperoleh 4 artikel yang layak di-review mengenai dampak gangguan tidur terhadap kesehatan pada remaja. Kesimpulan gangguan tidur yang terjadi pada remaja dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental remaja seperti hiperaktivitas, depresi, regulasi emosional, kecemasan, risiko terjadinya obesitas, dan beresiko mengalami sindrom metabolik. Oleh karena itu, diperlukan tindakan preventif untuk mengatasi gangguan tidur pada remaja sehingga tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental pada remaja. Kata Kunci: Gangguan Tidur, Kesehatan, Remaja
Gambaran Determinan Terjadinya Stunting pada Balita di Desa Cikahuripan dan Karangpapak Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Iwan Shalahuddin; Faiz Zahran Alfairuz; Ermiati Ermiati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18354

Abstract

ABSTRACT Stunting is a condition in which children experience growth and development failure due to malnutrition. The causes of stunting include lack of nutritional intake for toddlers, low access to nutritious food, low birth weight, infectious diseases, exclusive breastfeeding, complementary foods, and poor food diversity. Cikahuripan and Karangpapak villages are one of the villages with the highest stunting rate in Cisolok District, Sukabumi Regency. The purpose of this study is to see the picture of the determinants of stunting factors in toddlers in Cikahuripan Village and Karangpapak, Cisolok District, Sukabumi Regency. Quantitative descriptive research with research respondents as many as 110 mothers who have stunting toddlers in Cikahuripan and Karangpapak Villages. The 4 factors that affect the incidence of stunting, that are the mother's occupation, maternal education, family income, and the history of the toddler's diet. Factors such as maternal occupation, maternal education, family income and dietary history dominate the incidence of stunting in toddlers in these locations. Keywords: Nutritional Status, Stunting, Toddler. ABSTRAK Stunting merupakan kondisi di mana anak mengalami kegagalan pertumbuhan dan perkembangan karena kekurangan gizi. Penyebab terjadinya stunting diantaranya kurangnya asupan gizi balita, rendahnya akses terhadap makanan bergizi, berat badan lahir rendah, penyakit infeksi, ASI eksklusif, MP-ASI, dan buruknya keragaman pangan. Desa Cikahuripan dan Karangpapak merupakan salah satu desa yang memiliki angka stunting tertinggi di Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran determinan faktor terjadinya stunting pada balita di Desa Cikahuripan dan Karangpapak Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan responden penelitian sebanyak 110 ibu yang memiliki balita stunting di Desa Cikahuripan dan Karangpapak. Dari 10 faktor determinan yang diteliti terdapat 4 faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di Desa Cikahuripan dan Karangpapak. 4 faktor tersebut yaitu pekerjaan ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan riwayat pola makan balita. Faktor-faktor seperti pekerjaan ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan riwayat pola makan mendominasi kejadian stunting pada balita di lokasi tersebut. Kata Kunci: Balita, Status Gizi, Stunting.
Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Penurunan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja: Scoping Review Iwan Shalahuddin; Adelse Prima Mulya; Theresia Eriyani
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.22676

Abstract

ABSTRACT Risky sexual behavior in adolescents is one of the most pressing public health issues, as it contributes to an increase in the rate of unwanted pregnancies, sexually transmitted infections, and other psychosocial impacts. Family support is believed to play an important role in shaping adolescent behavior, including in sexual contexts. This study is a scoping review that aims to identify and map scientific evidence related to the effect of family support on reducing risky sexual behaviors in adolescents. This study was conducted by searching the literature from PubMed, Scopus, and Google Scholar databases using relevant keywords. The inclusion criteria include English and Indonesian articles published between 2013 and 2023. The results of the analysis showed that forms of family support, such as open communication, parental supervision, as well as emotional closeness, were consistently associated with a low tendency of adolescents to engage in risky sexual behaviors. The results of the scoping review showed that family support had a significant influence on reducing risky sexual behavior in adolescents. Therefore, family-based interventions are strongly recommended as part of adolescent reproductive health promotion strategies. Keywords: Adolescents, Risky Sexual Behaviors, Family Support, Influence, Parent-Child Communication.  ABSTRAK Perilaku seksual berisiko pada remaja adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling mendesak, karena berkontribusi pada peningkatan angka kehamilan yang tidak diinginkan, infeksi menular seksual, dan dampak psikososial lainnya. Dukungan keluarga diyakini memainkan peran penting dalam membentuk perilaku remaja, termasuk dalam konteks seksual. Studi ini adalah tinjauan lingkup yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan bukti ilmiah terkait pengaruh dukungan keluarga terhadap pengurangan perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini dilakukan dengan mencari literatur dari basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholarmenggunakan kata kunci yang relevan. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Inggris dan Indonesia yang diterbitkan antara tahun 2013 dan 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk dukungan keluarga, seperti komunikasi terbuka, pengawasan orang tua, serta kedekatan emosional, secara konsisten berhubungan dengan rendahnya kecenderungan remaja untuk terlibat dalam perilaku seksual berisiko. Hasil tinjauan lingkup menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki pengaruh signifikan dalam mengurangi perilaku seksual berisiko pada remaja. Oleh karena itu, intervensi berbasis keluarga sangat direkomendasikan sebagai bagian dari strategi promosi kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci: Remaja, Perilaku Seksual Berisiko, Dukungan Keluarga, Pengaruh, Komunikasi Orang Tua-Anak.
Gambaran Dokumentasi Asuhan Keperawatan Keluarga di Puskesmas Milda Nurul Fitriani; Iwan Shalahuddin; Neti Juniarti
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 10 No 04 (2020): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Volume 10 Nomer 04 Tahun 2020 : Keperawatan Kelu
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.027 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v10i04.828

Abstract

Introduction: Nursing documentation based on nursing care standards must provide quality nursing services and care by nurses. The incompleteness of documentation will cause the enforcement of inappropriate diagnosis that make the care given less than optimal. Objective: The purpose of this research was to determine the family nursing documentation in the Health Center. The research carried out in Haurpanggung Health Center by conducting documentation studies on 250 nursing care documents. Method: This research used quantitative descriptive by collecting all documentation of family nursing care made by nurses and professional nurses. Using univariate analysis conducted with descriptive analysis to see the percentage of each variable studied. Result: Based on the results of research on nursing care documentation in Haurpanggung Health Center Garut in 250 documents that most of the completeness of family nursing care has a fairly good completeness. so that we can see the most types of diagnostic formulations and the most types of interventions that can be used as a database for electronic virginity care and can make it easier to make nursing care. Conclusion: The results of this study are expected to be used in Health Center as a basic data for health workers to design efforts to improve documentation especially in filling / recording nursing care properly.
Upaya Pembentukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tatanan Sekolah Udin Rosidin; Iwan Shalahuddin; Dadang Purnama; Witdiawati Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25899

Abstract

ABSTRAK Kesehatan siswa merupakan aspek penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas dan produktif. Sekolah sebagai institusi pendidikan memiliki peran strategis tidak hanya dalam pengembangan aspek akademik, tetapi juga dalam membentuk perilaku hidup sehat sejak usia dini. Salah satu pendekatan yang efektif dalam mendukung upaya tersebut adalah melalui implementasi keperawatan kesehatan berbasis sekolah. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan disalah satu SMPN di Kabupaten Garut menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa masih tergolong rendah. Kondisi ini dimungkinkan karena kurangnya pemahaman siswa dalam pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan pengetahuan siswa dalam pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan tentang pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 294 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai pres-test sebesar 55,9 poin dan rata rata nilai post-test sebesar 66,7 poin. Ada peningkatan pengetahuan siswa  setelah dilakukan penyuluhan kesehatan sebesar 10,8 poin. Rencana tindak lanjut yang akan di teruskan oleh pihak sekolah dan pihak puskesmas adalah mengaktifkan kembali program UKS dan pelatihan duta remaja sehat. Program UKS yang bisa dilaksanakan dalam membudayakan hidup sehat di sekolah adalah melaksanakan pendidikan kesehatan kepada siswa.  Kata Kunci: PHBS Sekolah, Penyuluhan Kesehatan, Siswa.  ABSTRACT Student health is a crucial aspect in shaping a healthy, intelligent, and productive generation. Schools, as educational institutions, play a strategic role not only in academic development but also in fostering healthy lifestyles from an early age. One effective approach to supporting these efforts is through the implementation of school-based health nursing. A study conducted at a junior high school in Garut Regency showed that students' clean and healthy living behaviors (PHBS) were still relatively low. This is likely due to a lack of student understanding of the implementation of clean and healthy living behaviors. The objective of this activity was to increase students' knowledge in implementing clean and healthy living behaviors at school. The method used was health counseling on the implementation of clean and healthy living behaviors. A total of 294 students attended. The results showed an average pre-test score of 55.9 points and an average post-test score of 66.7 points. There was a 10.8 point increase in student knowledge after the health counseling. The follow-up plan, which will be continued by the school and community health center, is to reactivate the UKS program and train healthy youth ambassadors. One UKS program that can be implemented to cultivate a healthy lifestyle in schools is health education for students. Keywords: School PHBS, Health Education, Students.
Kenali Gejala, Cegah Penularan: Bersama Lawan TBC di RW 03 RT 01 Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Sumedang Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Ahmad Yamin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25880

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama pada tingkat komunitas dengan kepadatan penduduk tinggi dan tingkat pengetahuan kesehatan yang masih terbatas. Upaya pencegahan penularan TBC memerlukan pendekatan promotif dan preventif berbasis masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan gejala serta cara penularannya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gejala TBC dan langkah-langkah pencegahan penularannya di RW 03 RT 01 Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta pembagian media informasi berupa leaflet. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia produktif dan keluarga yang berjumlah 45 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Materi yang disampaikan meliputi tanda dan gejala TBC, cara penularan, pentingnya deteksi dini, kepatuhan pengobatan, serta perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan masyarakat, dimana rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 56,4% pada pre-test menjadi 85,7% pada post-test. Selain itu, terjadi perubahan sikap positif masyarakat dalam upaya pencegahan, seperti penggunaan masker saat batuk, peningkatan ventilasi rumah, serta kesadaran untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Kesimpulannya, edukasi kesehatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait TBC. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam menekan angka penularan TBC di tingkat lokal. Diperlukan dukungan lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat untuk mencapai eliminasi TBC secara optimal. Kata Kunci: Tuberkulosis, Edukasi Kesehatan, Pencegahan Penularan, Deteksi Dini, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a major public health concern in Indonesia, particularly at the community level where population density and limited health literacy contribute to ongoing transmission. Community-based preventive efforts focusing on early symptom recognition and transmission control are essential to reduce TB incidence. This study aimed to improve community knowledge and awareness regarding TB symptoms and prevention strategies in RW 03 RT 01, Cileles Village, Jatinangor Subdistrict, Sumedang Regency. A community-based health education intervention was conducted involving 45 participants from productive age groups and households. The intervention included health counseling sessions, interactive discussions, and distribution of educational leaflets. Knowledge assessment was performed using a pre-test and post-test design. Educational materials covered TB signs and symptoms, modes of transmission, early detection, treatment adherence, and clean and healthy lifestyle practices.The findings demonstrated a significant improvement in participants’ knowledge, with the mean score increasing from 56.4% (pre-test) to 85.7% (post-test). Additionally, positive behavioral changes were observed, including increased use of masks when coughing, improved household ventilation, and greater willingness to seek medical examination at healthcare facilities. Community-based health education is effective in enhancing knowledge and awareness regarding TB prevention and control. This approach can serve as a sustainable strategy to reduce TB transmission at the local level. Strengthening cross-sector collaboration and active community participation is crucial to achieving TB elimination goals. Keywords: Tuberculosis, Health Education, Disease Prevention, Early Detection, Community Empowerment.
Co-Authors Aat Sriati Ade Haniah Sya’adah Rahmaniah Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya Agiesta Sephya Shobarina Agustin, Yulian Mutiara Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Ai Wia Akmal Sybromillys Ali Hamzah Aliya Rahayu Amelia Puspita Sari Andis Pratama Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anisa Anggraeni Mustikasari Budiana Ariyani, Anggi Putri Asep Nidzar Faijurahman Asri Wahyu Candrawati Atlastieka Praptiwi Audi Siti Sarah Azka Aflahatinufus Bambang Aditya Nugraha Cahyani, Nadira Dewi Cindy Puspita Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Constantius Augusto Dadang Purnama Dadang Purnama Desy Indra Yani Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dewanti Widya Astari Dewi Nurjannah Dinda Sari Agustina Efri Widianti Eka Afrima Sari Eka Sakti Wahyuningtyas Elfrida Ratnawati ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Ermiati Ermiati Faiz Zahran Alfairuz Femmy Aditya Purnama Sejati Feni Agustina Firman Sugiharto Firmansyah Danukusumah Fita Rizkiyani Fita Rizkiyani Fitri Fadhila Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Gihon Jessi Novita Gina Ratna Suminar Gusgus Ghraha Ramdhanie Hafitriany, Syifa Aulia Hasniatisari Harun Hendrawati Hendrawati Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Suzana Mediani Henny Yulianita Hera Prafitri Rusmana Hesti Platini Iceu Amira D.A Iis Yulianti Ikhsan Hafidz Indah Farida Indah Permata Artamia Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Inggit Annisa Nurfethia Gunawan Intan Lutfi Meilani Intan Maeilani Rahayu Iqbal Pramukti Ismanto Manik Iwan Suhendar Iyus Yosep Jasmine, Ajeng Karwati Karwati Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Laili Rahayuwati Lia Sari Lilis Mamuroh Luthfiyani, Nida Lutvia Helmina M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Maria komariah Maria Komariah Mediawati, Ati Surya Meisha Nurlianti Hidayat Mela Yulianti Melliany Safitrie Metia Ariyanti Milda Nurul Fitriani Moch Panji Khoerudin Nadilla Cynthia Nur Fikriyah Neng Della Monika Neng Husna Saida Neti Juniarti Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Nindi Pratiwi Nita Fitria Noor, Rohmahalia M. Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurhandiya, Vina Nursyamsiyah Nursyamsiyah Nurul Darmawulan Nurul Hidayah Ofni Stephany Lumban Raja Panduragan, Santhna Letchmi Pebrianti, Sandra Pristasari, Sheizi Putri Rizki Ma’rifati Rukmini Putri, Nabela Egidia Rahayu, Intan Maeilani Raini Diah Susanti Rifaldi Azis Risgian Putra, Juli Riyanti Riyanti Rohmah, Maishyela Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rostianti - S Setiawan Saida, Neng Husna Sandi Irwan Sukmawan Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Setiawan, S Shafira Rizki Amalia Shahibah, Shalwa Shifa Leviyanti Azzahra Shofura Kamil Pasya Siti Nur Fatimah Siti Rahmawati Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Solihin, Yasmin Salsabila Sri Hendrawati Sulastini Sumarna, Umar Sumarna, Umar Suparmas, Nurkhaliza Septiani Suryani . Suryani Suryani Tartila Farha Sidik Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Theresia Eriyani Titin Sutini Tuti Pahria Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Utami Husni Wildani Via Komalasari Vina Nurhandiya Windy Rakhmawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yulian Mutiara Agustin