p-Index From 2021 - 2026
7.576
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dedikasi Jurnal Keperawatan IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Jurnal Veteriner Jurnal Keperawatan Indonesia Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Natur Indonesia Jurnal Kimia Khatulistiwa ELKHA : Jurnal Teknik Elektro KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Agrointek Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dinamika Jurnal Pendidikan Bahasa Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Journal of Engineering and Technological Sciences Jurnal NERS Jurnal Aplikasi Fisika Jurnal Spektra I-Finance Journal BIO-SITE |BIOLOGI Sains Terapan Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies Edu Geography Journal of Economic Education ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Jurnal Kesehatan Mesencephalon Jurnal Kesehatan Mesencephalon Kinerja: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Akuntabel : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Forum Ekonomi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Jurnal Laut Khatulistiwa Jurnal Akuatiklestari Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Jurnal Tadris Matematika Media Akuakultur JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JURNAL SIMTIKA (Sistem Informasi dan Informatika) Ensiklopedia of Journal EIGEN MATHEMATICS JOURNAL Jurnal LEX SPECIALIS Jurnal Riset Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha Program Magister Manajemen Jurnal Bidan Cerdas Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) AVICENNA Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Malahayati International Journal of Nursing and Health Science MAGISTRA Law Review Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Jurnal Akuntansi Jurnal Akuakultura Universitas Teuku Umar Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Khazanah Theologia Inspiring: English Education Journal Journal of Public Administration and Government (JPAG) Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Journal of Strategic and Global Studies Nursing Sciences Journal Jurnal Dinamis Teknika Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Journal of Community Development Bulletin of Science Education Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Formosa Journal of Science and Technology (FJST) Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal Ilmu Manajemen Mulawarman (JIMM) Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman (JIAM) Jurnal Basicedu Mamangan Social Science Journal PAsira (Journal of Public Administration Musi Raya) Jurnal Sosial dan Sains Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia SAINTIFIKA Jurnal Indonesia Mengabdi (JIM)
Claim Missing Document
Check
Articles

KANDUNGAN GIZI DAN ORGANOLEPTIK COOKIES TERSUBSTITUSI TEPUNG KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca Linn) Puji Ardiningsih, Nora Idiawati, Indah Citra Devi,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.532 KB)

Abstract

Kulit pisang mengandung mineral, metabolit sekunder, dan serat yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menambah informasi pemanfaatan kulit pisang kepok sebagai substituen dalam pembuatan cookies dan mengetahui kandungan gizi serta organoleptik cookies tersubstitusi tepung kulit pisang kepok. Pengujian organoleptik menggunakan metode kesukaan (hedonik). Formulasi yang digunakan adalah formulasi 100% tepung terigu (A1) dan formulasi 90% tepung kulit pisang kepok : 10% tepung terigu (A2). Kandungan gizi cookies tersubstitusi tepung kulit pisang kepok diperoleh kadar air cookies A1 dan A2 adalah 4,383 dan 3,184%. Kadar lemak cookies A1 dan A2 adalah 21,195 dan 22,853%. Sedangkan untuk nilai energi cookies A1 dan A2 sebesar 481,148 dan 490,582 Kkal/g. Kandungan gizi tersebut telah memenuhi standar mutu biskuit (SNI 01-2973-1992). Hasil organoleptik menunjukkan cookies A1 lebih disukai dari pada A2. Namun kandungan serat pada cookies A2 jauh lebih tinggi dari A1 yakni 3,979% (A2) dan 1,497% (A1). Oleh karena itu, substitusi tepung kulit pisang diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis kulit pisang dan berpotensi sebagai cookies fungsional untuk kesehatan. Kata Kunci : cookies, kulit pisang, kandungan gizi, organoleptik
BIOADSORPSI Pb2+ OLEH PATI SINGKONG (Manihot utilissima Pohl) TERFOSFORILASI Nora Idiawati, Lia Destiarti, Joshua Charisma,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.253 KB)

Abstract

Pencemaran logam timbal telah menjadi salah satu masalah bagi lingkungan sehingga perlu dilakukan penanganan serius untuk mengurangi pencemaran logam berat tersebut. Salah satu metode yang sering digunakan adalah metode adsorpsi, oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan sintesis pati singkong terfosforilasi sebagai adsorben logam timbal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data pH optimum adsorpsi  Pb2+, waktu kontak dengan adsorpsi tertinggi dan untuk mengetahui isoterm yang menggambarkan proses adsorpsi Pb2+ oleh pati singkong terfosforilasi. Pati hasil isolasi sebelum dan sesudah modifikasi dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer infra merah. Spektrum pati sebelum modifikasi menunjukkan adanya vibrasi regang O-H pada 3425,58 cm-1, vibrasi regang C-Halifatik pada 2931,80 cm-1 dan vibrasi regang C-OH pada 1157,29 cm-1, sedangkan setelah modifikasi fosfat muncul puncak baru yaitu gugus C-O-P pada 995,27 cm-1. Pada proses adsorpsi Pb2+, dilakukan penentuan pengaruh pH terhadap adsorpsi Pb2+ dengan variasi 4, 5, 6, 7, dan 8, waktu kontak dengan variasi waktu 60, 100 dan 140 menit serta penentuan isoterm adsorpsi Pb2+. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai pH optimum yaitu pada pH 6 dengan waktu kontak 140 menit. Isoterm Freundlich dan Langmuir belum dapat menggambarkan proses adsorpsi Pb2+ oleh pati singkong terfosforilasi, dimana nilai R2 Isoterm Freundlich dan Langmuir secara berturut-turut adalah 0,5667 dan 0,1876.   Kata kunci :  pati singkong (Manihot utilissima Pohl) terfosforilasi, timbal, pH, waktu kontak
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK KASAR BUAH ASAM PAYA (Eleiodoxa conferta (Griff.) Buret) SECARA IN-VITRO DENGAN METODE STABILISASI MEMBRAN HRBC (HUMAN RED BLOOD CELL) Nora Idiawati, M. Agus Wibowo, Riska Nur Arifah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.166 KB)

Abstract

Asam paya (Eleiodoxa conferta (Griff) Buret) termasuk ke dalam golongan  famili Aracaceae. Buah ini juga dikenal dengan nama asam kelubi atau salak hutan. Tekstur dari kulit buah ini lebih keras dan lebih tebal daripada kulit salak serta memiliki rasa buah yang sangat asam. Buah asam paya memiliki aktivitas sebagai antioksidan dimana berperan sebagai antiinflamasi dengan cara menangkap radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan mengetahui aktivitas antiinflamasi secara in vitro dengan metode stabilisasi membran HRBC (Human Red Blood Cell). Hasil pengujian skrining fitokimia asam paya mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, steroid, alkaloid, dan saponin. Senyawa flavonoid, tanin dan saponin memiliki aktivitas terbesar untuk menstablikan sel darah merah. Kontrol positif menggunakan aspirin yang merupakan golongan obat AINS (Antiinflamasi Non Steroid). Aspirin sebagai standar obat pada konsentrasi 100 ppm mampu menstabilkan sel darah merah sebesar 91,56%. Hasil stabilitas membran sel darah merah pada konsentrasi 100 ppm ekstrak kasar buah asam paya sebesar 59,86%. Uji ANOVA menunjukkan aktivitas penstabilan membran sel darah merah oleh ekstrak kasar buah asam paya berbeda nyata dengan aspirin. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa buah asam paya berpotensi sebagai agen antiinflamasi. Kata Kunci : asam paya (Eleiodoxa conferta (Griff) Buret), antiinflamasi, stabilisasi membran
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK DAUN MALEK (Litsea graciae Vidal) TERHADAP BAKTERI Stapylococcus aureus DAN Escherichia coli Nora Idiawati, Berlian Sitorus, Dina Katrin,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.814 KB)

Abstract

Tumbuhan malek (Litsea graciae Vidal) merupakan salah satu dari genus Litsea yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder, pada fraksi metanol, n-heksana dan kloroform terdiri dari alkaloid, flavonoid, steroid dan triterpenoid, yang dapat berpotensi sebagai antibakteri. Secara empiris masyarakat memanfaatkan biji malek sebagai obat bisul. Metode yang digunakan untuk uji bioaktivitas terhadap bakteri S. aureus dan E. coli adalah metode cakram kertas dengan melihat diameter zona hambat yang dihasilkan. Variasi konsentrasi ketiga fraksi tersebut adalah 4, 5, 6, dan 7% (b/v). Diameter zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak daun malek pada konsentrasi terkecil yang diberikan yaitu 4 %  memiliki daya hambat terbesar pada fraksi kloroform terhadap bakteri S.aureus yaitu sebesar 12,6 mm dan terhadap bakteri E.coli sebesar 11 mm. Zona hambat ini menunjukkan bahwa ekstrak daun malek dari berbagai fraksi berpotensi sebagai antibakteri.   Kata Kunci : Antibakteri, Escherichia coli, Litsea graciae vidal, Stapylococcus aureus
EKSTRAKSI GELATIN PADA TULANG IKAN BELIDA (Chitala lopis) DENGAN PROSES PERLAKUAN ASAM KLORIDA Nora Idiawati, Muhamad Agus Wibowo, Endang Mahmuda,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.141 KB)

Abstract

Limbah tulang ikan belida yang belum dimanfaatkan secara optimal, melainkan dagingnya saja yang hanya dimanfaatkan untuk produksi kerupuk ikan, bakso ikan maupun daging giling dapat menjadi salah satu alternatif bahan baku untuk pembuatan gelatin. Tulang ikan direndam dalam variasi konsentrasi  HCl selama 48 jam hingga menjadi ossein, selanjutnya diekstraksi pada suhu 80oC selama 6 jam kemudian dikeringkan. Rendemen gelatin yang dihasilkan dari masing-masing konsentrasi HCl 1%, 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% berturut-turut adalah 0,57%; 2,17%; 3,85%; 5,99%; 8,8%; dan 8,56%. Hasil rendemen gelatin yang optimal diketahui pada konsentrasi HCl 5%. Berdasarkan karakterisasi analisa spektrum FTIR gelatin tulang ikan belida mengalami kemiripan dengan gelatin komersial. Hasil analisa proksimat gelatin tulang ikan belida yang meliputi nilai kadar air yaitu 6,14%, nilai kadar abu  yaitu 2,81%, nilai kadar protein yaitu 77,92%, dan nilai kadar lemak yaitu 1,69%. Hasil analisa fisiko-kimia gelatin tulang ikan belida yang meliputi nilai kekuatan gel yaitu 151,45 g bloom, nilai viskositas yaitu 3,45 cPs, nilai pH yaitu 5,15, nilai titik leleh yaitu 28,5oC, dan nilai titik gel yaitu 8oC. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa produk ini merupakan gelatin dan memenuhi standar mutu gelatin.  Kata kunci : gelatin, tulang ikan belida (Chitala lopis), proses asam, karakterisasi
PERBANDINGAN PENGOMPLEKS KALIUM TIOSIANAT DAN 1,10 FENANTROLIN PADA PENENTUAN KADAR BESI DENGAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS Lia Destiarti, Nora Idiawati, Tiara Handayani,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.382 KB)

Abstract

Penentuan besi sangat penting untuk perlindungan lingkungan, proses kimia dan studi kesehatan masyarakat. Pengompleks besi yang sering digunakan adalah 1,10-fenantrolin dan kalium tiosianat. Pengompleks 1,10-fenantrolin merupakan pengompleks yang cukup mahal sehingga dapat menjadi faktor penghambat dalam analisis. Kalium tiosianat dibandingkan dengan 1,10-fenantrolin memiliki harga yang relatif lebih murah sehingga akan efisien dalam bidang ekonomi. Pada penelitian ini telah dilakukan penentuan kadar besi dengan menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis. Metode ini dilakukan dengan mengomplekskan zat yang akan dianalisis dengan pengompleks besi yang akan membentuk suatu warna yang spesifik. Pada metode tersebut dilakukan perbandingan pengompleks yaitu 1,10-fenantrolin dan kalium tiosianat. Pada kedua metode dilakukan validasi metode analisis dengan beberapa parameter yaitu presisi, akurasi, LOD, LOQ dan linieritas. Hasil penetapan kadar besi dengan menggunakan  pengompleks 1,10-fenantrolin yaitu diperoleh data bias akurasi 0,81%-24,60%, presisi 3,17%-12,60%, limit of detection (LOD) 0,88 ppm, limit of quantification (LOQ) 2,95 ppm, linieritas 0,0305x dan koefisien korelasi 0,996 pada rentang konsentrasi kerja 1-5 mg/L. Penetapan kadar besi dengan pengompleks KSCN memberikan data bias akurasi 2,90%-33,1%, presisi 2,20%-36,60%, LOD 0,82 ppm, LOQ 2,73 ppm, linieritas 0,0333x dan koefisien korelasi 0,997. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengompleks 1,10-fenantrolin lebih baik dibandingkan dengan kalium tiosianat. Kata Kunci: 1,10-fenantrolin, besi, kalium tiosianat, validasi
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK AKAR MENTAWA (Artocarpus anisophyllus) TERHADAP LARVA Artemia salina Nora Idiawati, Andi Hairil Alimuddin, Natia Afriani,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.133 KB)

Abstract

Daun dan batang mentawa sebagai tanaman obat diketahui mengandung flavonoid yang berpotensi dilihat dari aktivitas antimikroba, antikanker dan antioksidannya yang tinggi, namun belum ditemukan informasi tentang bioaktivitas pada bagian akarnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi akar mentawa sebagai zat yang mempunyai efek sitotoksik terhadap larva Artemia salina dan kandungan metabolit sekundernya. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kasar metanol akar mentawa mengandung alkaloid, flavonoid, steroid/terpenoid dan tannin/polifenol. Fraksi metanol mengandung alkaloid dan tannin/polifenol. Fraksi etil asetat mengandung alkaloid, flavonoid, dan steroid/terpenoid. Fraksi kloroform mengandung alkaloid dan flavonoid. Fraksi n-heksana mengandung alkaloid dan steroid/terpenoid. Uji toksisitas dilakukan dengan metode BSLT. Hasil uji toksisitas menunjukkan nilai LC50 ekstrak kasar metanol, fraksi metanol, fraksi etil asetat, fraksi kloroform, dan fraksi n-heksana berturut-turut adalah  583 ppm, 2167 ppm, 328 ppm,  1318 ppm, 2167 ppm. Berdasarkan nilai LC50 tersebut dapat disimpulkan ekstrak kasar metanol dan fraksi etil asetat bersifat  toksik terhadap larva Artemia.   Kata kunci: mentawa, toksisitas, Artemia salina, skrining fitokimia
STABILITAS EKSTRAK PIGMEN DARI BUAH LAKUM (Cayratia trifolia (L.) Domin) DAN APLIKASINYA SEBAGAI PEWARNA PANGAN Nora Idiawati, Hilaria Defena Panarigas,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.426 KB)

Abstract

Pigmen dari buah lakum berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada produk pangan. Ekstraksi pigmen buah lakum telah dilakukan menggunakan pelarut air selama 2 jam pada suhu 70oC. Uji stabilitas warna dilakukan terhadap penambahan gula sukrosa 0, 10, 20, 30, 40 dan 50%, penambahan garam NaCl 0, 2, 4, 6, 8 dan 10%, lama penyimpanan selama 18 hari pada suhu ruang dan pada suhu refrigerator serta pemanasan pada suhu air mendidih selama 0, 30, 60, 90 dan 120 menit. Analisis stabilitas warna dilakukan dengan mengukur perubahan absorbansi larutan pigmen menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 531 nm. Kondisi dengan stabilitas terbaik diperoleh dari penambahan gula 10%, penambahan garam 4%, penyimpanan pada suhu 4oC dan lama pemanasan 30 menit, masing-masing dengan presentase perubahan absorbansi sebesar 0,10%, 2,88%, 5,58% dan 17,05%. Ekstrak pigmen kemudian diaplikasikan pada produk minuman dingin dan agar-agar. Berdasarkan uji organoleptik, diketahui bahwa penambahan ekstrak pigmen yang paling disukai untuk minuman dingin dan agar-agar adalah 7,5% V/V masing-masing dengan nilai 3,40 dan 3,20. Karakteristik dari produk yang dihasilkan adalah berbau sedikit harum khas buah lakum, berasa sedikit asam dan berwarna merah. Kata kunci: buah lakum, pigmen, stabilitas, organoleptik
PEMBUATAN BIOETANOL MENGUNAKAN Zymomonas mobilis DARI LIMBAH TONGKOL JAGUNG Nora Idiawati, Rudiyansyah, Albert,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.292 KB)

Abstract

Bioetanol adalah cairan yang dihasilkan dari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan mikroorganisme. Sampel tongkol jagung didelignifikasi terlebih dahulu menggunakan NaOH 10% selama 28jam, yang kemudian dihidrolisis menggunakan HClO4 30%. Kemudian sampel di fermentasi dengan mikroorganisme Z. mobilis  menggunakan variasi pH 4, 5, dan 6 kemudian dengan waktu 4 hari, 5 hari, dan 6 hari. Kondisi optimum hasil fermentasi adalah dengan pH 5 dan pada hari ke-5. Pada kondisi optimum tersebut diperoleh randemen etanol sebesar 20% dan dengan kadar 100% yang diukur menggunakan alkoholmeter dan kromatografi gas-spektroskopi massa.   Kata Kunci : Tongkol Jagung, Bioetanol, Fermentasi, Z. mobilis
UJI STABILITAS ZAT WARNA EKSTRAK BUAH SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) Nora Idiawati, Harlia, Nur Fatonah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.822 KB)

Abstract

Antosianin merupakan pigmen berwarna merah, ungu, biru yang terdapat pada tanaman dan digunakan sebagai pewarna alami. Pada penelitian ini dilakukan uji stabilitas zat warna dan antibakteri ekstrak buah senggani (Melastoma malabathricum L.). Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan 4 jenis pelarut yaitu metanol-asam sitrat 3%, metanol-HCl 1%, akuades-asam sitrat 3% dan akuades-HCl 1%. Jenis antosianin ditentukan dengan menggunakan KLT dan profil UV-Vis didapatkan jenis antosianinnya adalah pelargonidin. Berdasarkan metode pH-diferensial didapatkan bahwa ekstraksi dengan metanol-asam sitrat 3% menghasilkan kadar antosianin terbesar yaitu 0,880 mg/L. Uji stabilitas dilakukan pada berbagai kondisi dengan mengukur perubahan absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Uji stabilitas terhadap suhu penyimpanan didapatkan pada suhu penyimpanan 15 0C selama 2 hari terjadi penurunan persentase absorbansi sebesar 8,9 %. Penyinaran matahari selama 3 jam mengakibatkan penurunan persentase absorbansi sebesar 12,84 %, penyinaran lampu 25 watt dan lampu UV-C selama 12 jam mengakibatkan penurunan absorbansi sebesar 5,3 % dan 6,6 %. Kondisi pH mempengaruhi stabilitas antosianin, pada pH 3 terjadi kenaikan persentase absorbansi sedangkan pH 4,5,6,7,8 terjadi penurunan persentase absorbansi. Penambahan oksidator selama 3 jam menurunkan persentase absorbansi sebesar 16,9 %. Kata kunci : Ekstraksi, senggani, stabilitas, antibakteri
Co-Authors - Sukma . Apriansyah Abd Salam Abdul Tofandi Abdurrahim Achir Y.S. Hamid Adang Bachtiar Adelita, Kristina Afifa Husna Agnes Sri Harti Agus Budianto Agus Harjoko Agus Junaidi Agus Rahmad Timor Agus Ramon, Agus Ahib Assadam Ahmad Faisal Ahmad Sabiq Akbar, Farizki Alexander Wirapraja Amalia Agustin Amin Pujiati Amrullah, Hilma amzah amzah Andi M Rifiyan Arief Andrew Kurniawan Vadreas Andrijono Andrijono Anggraini Dwi Kurnia Anisya Anisya Annisa Rizky Maulidana Antonia, Rika Anwar Rosyidi Apriansyah Ara Nugrahayu Nalawati Ardian Arif Arfida Br ARIEF BUDI PRATOMO Arif Nurma Etika Aritonang, Anthoni Batahan Asril Asril Aulia Ul Millah Bakti Dwi Waluyo Bambang Suswanto Bayu Dwi Dharma Bella Febiani Bintang Agustina Pratiwi Budi A. Keliat Bunga Farida Chasanah, Amalia Nur Ciptono Ciptono, Ciptono Corrie Wawolumaja CYNTHIA PETRA HAUMAHU Dahlanuddin . Dana Ariana Dean Corio Deana Wahyuningrum Devi Lastri Dhiana Ekowati Dina Liana Djoko Setyadi Djoko Widodo Dwilita Astuti E Estuningsih Eka Damayanti Eka Putra Waldi Eko Budi Cahyono Elfi Anis Saati Elfi Anis Saati Elliska Murni Harfinda Elmas Larissa Fairuz Enny Yulianti Eriana Try Anggraeni Erita Astrid Erwin Kurniawan A Eva Kurnia Farhan Evi Kongres Fandi Zuliansyah Fatkatul Muawanah Fikry Effendi Firdaus, Fery Muhamad Fitrah Hadi Firdaus, Fitrah Hadi Fitratul Aini Fitri Wahyuni Fridha Luciana Andini Galang Gemilang Adi Suroso Guntur Satrio Pratomo Gusdiar, Handre Habar Tanjung Hadijah Mahyuddin Hairuddin Hairuddin Hanalde Andre Harianto Harianto Harianto Harlina Harlina Hasanuddin Remmang, Hasanuddin Hazizah, Lutffieah Helena, Shifa Hendy Tannady Heni Nur Kusumawati Henni Febriawati, Henni Herlina Herlina Heru Setiawan Holib . Hutri Agustino I Nyoman Adi Jaya Putra Ibnu Abni Lahaya Ibrahim Rahmat Ica, Evatricia Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ihsan, Mahya Ikha Safitri Indah Jayani, S.Kep,Ns.,M.Biomed Indah Prihatiningtyas Indra Suyoto Kurniawan Intan Yusuf Habibie Irawan, Heri Irlian Nurmaniah, Irlian Irsan Tricahyadinata Irwan Gani Irzaman, Irzaman Jo, Ronaldus Oa Juliman . Jusuf Misbach JUWITA ANGGRAINI JUWITA Juwitasari Juwitasari Juwitasari Juwitasari Karmal Maksudi Kartini Kartini Khabib Kholikovich Razzokov Khairun Nisaa Kurnia Utami Kushadiwijaya, Ari Antasari Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kusuma Adhianto Lia Sihotang, Nesya Lilis Setyowati Liman Liman Lubis, Flori Mardiani Lucy Arianie Lulu Wulandini Lutfianannisak, Lutfianannisak M. Basri Katjo M. Basri Katjo Made Sriasih Made Warka, Made MAHMUD ALFAN JAMIL Mamika Ujianita Romdhini Markus Suryoutomo Marlin Taruk Allo Maryam Nadir Masyita Masyita Maya Risanti, Maya Mega Sari Juane Sofiana Minarti, Sukal Minsas, Sukal Monica, Gracelia Muliati Syam Mulyana, Dadang Murwanti, Retno Mustari Mustari Nadia W Nadiansyah, Nadiansyah ndra Pahlawan Netty Dyah Kurniasari Niken Pratiwi Normalasari, Sefti Nur Fatwa, Nur Nur Istim Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Nurfadillah Nurfadillah Nurhamidah, Anggia Nurul Aini Rahmawati Nurul Chusna Nurul Muslihah Nurwijayanti Oktapyani, Eka Oman Sukmana Parizal Hidayatullah Pony Sedianingsih Prayitno, Dwi Imam Primas Emeraldi Puput Pratitis Purnama Edy Santosa Putri Maghfirah Vidhiyanty Putu Kerti Nitiasih Rahmad Arianto Rande Samben Reni Desmiarti Reni Desmiarti Rifdah Dita Oktavia Risanda Alirastra Budiantoro Risko, Risko Rizky Yudaruddin Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Rudy Sutrisna Ruli Inayah R Ruli Inayah Ramadhoan Rusli, Muhammad Abdul Rasyid SAFITRA, LINDA Samiat, Samiat Sayyid Afdhal El Rahimi Setyaningrum, Ikawati Setyowati Setyowati Silvia Uslianti Siregar, Sepridawati Siti Fatima Siti Fatimah Sovia Salsabila Sri Setyowati Sujianto " Sukal Minsas Sulaiman Ngongu Depamede Suroso Suroso Surya Darma Syaifa Mulyadi Syamsidar Syamsidaryani Syamsidaryani Syamsul Arifin Teuku Reza Effianda Tia Nuraya Tiara Eldawati Titik Agustiyaningsih Tjaturahono Budi Sanjoto Toto Sugito Ulfa Santika Sari Utin Dewi Pebriyana Wahyu Purnomo Aji Wahyu Ulfayandhie Misuki Warsidah, Warsidah Wenisda, Fransiska Monita Wenny Artanty Nisman, Wenny Artanty Winanda, Marsita Wulan Angraini Yati Afiyanti Yeni Lufiana Novita Agnes Yudha Atmoko Yudiansyah Yudiansyah Yuli, Yulianti Yusuf Arief Nurrahman