Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS COMMUNITY BASED LEARNING (CBL) DAN FAKTOR KEBERHASILAN PENDIDIKAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 5.0: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Akhyar, Akhyar; Usman, Usman; Hasanah, Hasanah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7522

Abstract

The Industrial Revolution 5.0 era presents new challenges and opportunities in education, demanding a learning approach that balances technology with human values. This study aims to analyze the contribution of Community Based Learning (CBL) to the development of 21st century skills and educational success in the era of Society 5.0. Using Systematic Literature Review (SLR) method based on PRISMA protocol, this article reviewed 87 primary studies (2019-2025) from Google Scholar, Scopus, ERIC, and MDPI. The thematic analysis identified four main contributions of CBL: (1) strengthening critical thinking, collaboration, creativity, and communication skills; (2) fostering the values of empathy, sustainability, and community agency; (3) supporting the integration of smart technology with a humanist approach; and (4) determined by success factors such as policy support, multi-stakeholder collaboration, teacher readiness, and local relevance. This study confirms that CBL is a transformative pedagogical strategy capable of bridging the gap in access to education, while strengthening global competitiveness and achieving the SDGs. The original contribution of this study lies in the development of a conceptual model of Inclusive Education 5.0 that integrates smart technology with a humanist approach. This complements previous research that tends to only emphasize the practical aspects of CBL without a comprehensive conceptual framework. ABSTRAKEra Revolusi Industri 5.0 menghadirkan tantangan dan peluang baru dalam dunia pendidikan, menuntut pendekatan pembelajaran yang menyeimbangkan teknologi dengan nilai kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Community Based Learning (CBL) terhadap pengembangan keterampilan abad ke 21 dan keberhasilan pendidikan di era Society 5.0. Dengan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis protokol PRISMA, artikel ini menelaah 87 studi primer (2019–2025) dari Google Scholar, Scopus, ERIC, dan MDPI. Hasil analisis tematik mengidentifikasi empat kontribusi utama CBL: (1) memperkuat keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi; (2) menumbuhkan nilai empati, keberlanjutan, serta agency komunitas; (3) mendukung integrasi teknologi cerdas dengan pendekatan humanis; dan (4) ditentukan oleh faktor keberhasilan berupa dukungan kebijakan, kolaborasi multi pihak, kesiapan guru, serta relevansi lokal. Kajian ini menegaskan bahwa CBL merupakan strategi pedagogis transformatif yang mampu menjembatani kesenjangan akses pendidikan, sekaligus memperkuat daya saing global dan pencapaian SDGs. Kontribusi orisinal studi ini terletak pada penyusunan model konseptual Inclusive Education 5.0 yang mengintegrasikan teknologi cerdas dengan pendekatan humanis. Hal ini melengkapi penelitian sebelumnya yang cenderung hanya menekankan aspek praktis CBL tanpa kerangka konseptual menyeluruh
Pelatihan Penulisan Cerita Rakyat Modern sebagai Upaya Pelestarian Sastra Lisan Lokal Akhyar, Akhyar; Abrar, Syahidul
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, November, 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan penulisan cerita rakyat modern merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk melestarikan sastra lisan lokal melalui transformasi kreatif. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan generasi muda yang semakin jauh dari tradisi lisan, sehingga diperlukan strategi inovatif agar nilai-nilai budaya tetap terjaga namun dapat dipahami dengan gaya modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, pelatihan penulisan, praktik kreatif, serta pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengolah cerita rakyat menjadi karya tulis modern dengan tetap mempertahankan unsur budaya lokal. Selain itu, terjadi peningkatan minat generasi muda terhadap sastra lisan karena pendekatan penulisan yang dikaitkan dengan media digital. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan identitas budaya, pengembangan kreativitas, serta peluang publikasi karya lokal. Dengan demikian, pelatihan ini dapat menjadi model alternatif pelestarian sastra lisan yang berkelanjutan melalui pengembangan sastra tulis berbasis modernitas.
Sosialisasi terhadap penetapan batas usia perkawinan dalam undang-undang nomor 16 tahun 2019 tentang perkawinan pada masyarakat Panyabungan Hamid, Asrul; Nst, Andri Muda; Idris, Idris; Hsb, Zuhdi; Siregar, Ilham Ramadan; Nasution, Suryadi; Akhyar, Akhyar; Ritonga, Raja; Ritonga, Syaipuddin; Siregar, Resi Atna Sari; Nahari, Lailan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22170

Abstract

AbstrakPerubahan batas usia perkawinan yang awalnya 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk Perempuan menjadi 19 tahun baik untuk laki-laki dan perempuan sesuai yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Perubahan dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan merupakan upaya pemerintah untuk menekan tingginya angka perkawinan di bawah umur dengan memperhatikan kemaslahatan. Tujuan pengabdian ini dilakukan untuk mensosialisasikan perubahan aturan hukum tersebut sehingga timbul kesadaran di masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan kepada masyarakat desa binaan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal dengan latar belakang usia dan pendidikan yang berbeda dengan jumlah 100 orang. Metode dilakukan dengan beberapa tahapan; pertama, tahap persiapan dengan mengumpulkan peserta dan melakukan pretest secara sederhana kepada peserta untuk memahami sejauh mana tingkat pemahaman mereka terhadap materi sosialisasi, kedua, tahap pelaksanaan dengan memberikan materi sosialisasi, menjelaskan materi tersebut dengan baik, setelah itu dilakukan diskusi interaktif dengan peserta, ketiga,  tahap evaluasi dengan melakukan postest kepada peserta dan dari hasil postest tersebut dijadikan bahan evaluasi terhadap perbaikan pendampingan berikutnya. Hasil kegiatan pasca sosialisasi ini memberikan trend positif terlihat dari antusiasme dan kepuasan peserta mencapai 85% Puas dan 0% Tidak Puas, hal ini menunjukkan kegiatan berjalan dengan baik. Pemahaman peserta juga meningkat menjadi 45% dari sebelumnya 5%, namun karena masih ada dari peserta yang masih Tidak Paham 13% sehingga pendampingan yang berkelanjutan harus dilakukan dengan memberikan akses secara kontinu dengan berbagai media komunikasi untuk keberlanjutan dari kegiatan sosialisasi. Kata kunci : batas usia perkawinan; masyarakat panyabungan; undang-undang perkawinan. AbstractChanges to the marriage age limit from 19 years for men and 16 years for women to 19 years for both men and women as stated in Law Number 16 of 2019. Amendments to Law Number 1 of 1974 concerning Marriage are The government's efforts to reduce the high number of underage marriages by paying attention to welfare. The aim of this service is to socialize changes to legal regulations so that awareness arises in society. This outreach activity was carried out among the village community assisted by the Mandailing Natal State Islamic College with different age and educational backgrounds totaling 100 people. The method is carried out in several stages; first, the preparation stage by conducting a pretest on participants to understand the extent of their understanding of the socialization material, second, the implementation stage by providing socialization material, explaining the material well, after that an interactive discussion is held with the participants, third, the evaluation stage by conducting a posttest to participants and the results of the posttest are used as evaluation material for subsequent improvements in mentoring. The results of this post-socialization activity provided a positive trend as seen from the enthusiasm and satisfaction of participants reaching 85% Satisfied and 0% Dissatisfied, this shows that the activity went well. Participants' understanding also increased to 45% from the previous 5%, however, because there were still 13% of participants who did not understand, ongoing assistance must be carried out by providing continuous access to various communication media for the continuity of socialization activities. Keywords: marriage age limit; panyabungan community; marriage law.
The Relationship Between Free Nutritious Food Consumption (MBG) and Students' Focus on Learning in the Last Hour at SMAN 4 Bima City Abbas, Ibnu; Akhyar, Akhyar; Ilham, Ilham; Hasanah, Uswatun; Humaidin, Humaidin; Haeruddin, Haeruddin
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v10i2.10414

Abstract

Decreased student focus during the final period of class is a pedagogical challenge influenced by various factors, such as physical fatigue and mental saturation. This study aims to analyze the relationship between the consumption of Free Nutritious Meals (MBG) and student focus at SMAN 4 Kota Bima, and to identify factors that influence the effectiveness of this nutritional support. Using a descriptive qualitative approach with a case study method, data were collected through in-depth interviews with educators and field observations. The results showed that the MBG program made a positive contribution to maintaining energy stability and cognitive responsiveness of students compared to students who did not consume it. Students who received MBG appeared calmer, more ready to learn, and able to maintain concentration longer during critical school hours. However, the effectiveness of MBG is not fully optimal because it is influenced by multidimensional variables such as nutritional menu variations, students' rest patterns at home, and the teaching methods used by teachers. The study concluded that although MBG provides a strong physical foundation, significantly improving learning focus requires a synergy between varied nutrition, a healthy lifestyle, and interactive pedagogical innovations in the classroom.
Pemberdayaan Remaja Pesisir Pulo Aceh Melalui Kerajinan Tangan: Strategi Alternatif untuk Meningkatkan Potensi Ekonomi Kreatif di Era Digital Akhyar, Akhyar; Hasanah, Hasanah; Winarty, Asih; Anzora, Anzora; Maulidia, Maulidia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.7222

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan remaja pesisir Pulo Aceh melalui pelatihan kerajinan tangan sebagai strategi alternatif untuk meningkatkan potensi ekonomi kreatif di era digital. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan keterampilan remaja dalam membuat produk kerajinan tangan yang bernilai jual, serta memperkenalkan mereka pada pemasaran produk melalui platform digital. Metode yang digunakan mencakup pelatihan praktis, pembelajaran teknik pembuatan kerajinan, dan bimbingan mengenai pemasaran digital menggunakan media sosial dan e-commerce. Luaran yang diharapkan adalah terciptanya produk kerajinan tangan berkualitas, peningkatan keterampilan kewirausahaan remaja, serta tercapainya peningkatan pendapatan masyarakat melalui penjualan produk secara online. Program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Pulo Aceh.
Co-Authors . Roslidar Abbas, Ibnu Abda Abda Abrar, Syahidul Agus Salim Agus Sasmito, Agus Ahmad Alwi Alfarizi Ahmad, Syarif Akhyar, Miftahul Alfikri Siregar, Tio Nanda Amiruddin Amiruddin Andri muda Nst Anzora, Anzora Asrul Hamid Aulia, Niza Azwinur Azwinur Bakhtiar Bakhtiar Bimo Sunarfri Hantono Daska Azis Fathurrahman Fathurrahman Fazri Amir Firdaus Firdaus Gunawan Gunawan Haeril, Haeril Haeruddin Haeruddin Hamid, Asrul Harahap, Titi Martini Hasanah Hasanah Hasannuddin, Teuku Hasanuddin, Iskandar hsb, zuhdi Humaidin, Humaidin Idris . Idris Idris Ilham Ilham Ilham Ramadan Ilham Ramadan Siregar, Ilham Ramadan Jaswir, Jaswir Joenoes, Ahmad Taufik Jufriadi Jufriadi, Jufriadi Kridawati Sadhana Lubis, Riskiyah Nur M Fahrur razi Magfirah, Rima Malahayati Malahayati Marlinda, Leni Maulidia Maulidia, Maulidia Misriana Misriana, Misriana Muda, Andri Muhammad Amin Muhammad Ilham Muhammad Rizal Fachri Muhammad Sauki Muhjam Kamza Musriandi, Riki Nahari, Lailan Nasution, Khairunnisa Nasution, Suryadi Njotowidjojo, Dyah Muliawati Nst, Nur Aliyah Nur Aminah Nur Masyitah, Nur Nurul Umami R. Rusli Rababah, Mahmoud Ali Rahmad Hidayat Rais, Amien Refnas Raja Ritonga Risanuri Hidayat RITONGA, SYAIPUDDIN Robert Tungadi Roudotul Jannah Ruswandi, Edy Saddami, Khairun Saifuddin Saifuddin Salahuddin Salahuddin Sinaga, Ulva Rasida Siregar, Resi Atna Sari Soraya Hasyim Hasibuan Sri Wahyuni Hasibuan Suaeb, Suaeb Suprijanto, Syoni Suryadi Suryadi Suryani Suryani Syarif Syarif Syukran Syukran Tamarli, Tamarli Tambunan, Jannus Tho, Nguyen Huu Tita Nurmalinasari Hidayat Usman Usman Uswatun Hasanah Wazir, Khairil Widdha Mellyssa Widodo, Syamsul Bahri Winarty, Asih Yunus, Azwar Zaki, Ammar Zuhdi Hasibuan