p-Index From 2021 - 2026
6.999
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Dialektika Publika Budaya Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal Kajian Bali LITERASI: Jurnal Ilmu-Ilmu Humaniora Erudio: Journal of Educational Innovation PUJANGGA: Jurnal Bahasa dan Sastra ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika UNEJ e-Proceeding FKIP e-PROCEEDING Panggung Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Indonesian Journal of Learning and Instruction Warta Pengabdian Semiotika Parafrase: Jurnal Kajian Kebahasaan dan Kesastraan Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Sastra Indonesia Jurnal Eduscience (JES) Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal of Community Empowerment for Health BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Skripta Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Indonesian Journal of Social Research (IJSR) Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA Panggung Jurnal Serambi Ilmu Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Indonesian Language Education and Literature JENTERA: Jurnal Kajian Sastra KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture)
Claim Missing Document
Check
Articles

PADA NONTON DAN SEBLANG LUKINTO: Membaca Lokalitas dalam Keindonesiaan Novi Anoegrajekti
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.658 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i2.4373

Abstract

Tulisan ini mengkaji lokalitas dalam konteks keindonesiaan. Kajiandifokuskan pada bagaimana teks syair-syair dalam pertunjukan gandrungmengartikulasikan lokalitas dan keindonesiaan. Tulisan ini menggunakan metodeetnografi. Analisis dilakukan dengan inventarisasi data sampai interpretasi sistembudaya Using. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna representasi identitasmelalui teks syair-syair gandrung menjelaskan dua hal. Pertama, adanya wilayahpertarungan yang berlangsung dinamis dan tidak stabil. Dominasi sebagai posisiterpenting akan tidak dikenali ketika penetrasinya semakin meluas dan tekanandari kekuatan yang lain terus meningkat. Kedua, representasi identitasmerupakan wilayah pertarungan pemaknaan yang kemudian menyebabkanidentitas itu sendiri lebih merupakan konstruksi dan politik penciptaan. Sebagaisesuatu yang terbangun, identitas merupakan sesuatu yang diskursif, retak, danberubah-ubah mengikuti perubahan ruang-waktu, baik sebagai bagian lokalitasatau bagian dari keindonesiaan.Kata kunci: lokalitas, pertunjukan gandrung, etnografi
JANGER BANYUWANGI DAN MENAKJINGGO: REVITALISASI BUDAYA Novi Anoegrajekti
LITERASI: Indonesian Journal of Humanities Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Humanities, Jember University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study emphasizes how an identity has been built in its contact with modernization. This is evident in the changes in the Janger text of Banyuwangi. As a cultural event, the Banyuwangi Janger art performance is unique because it is a hybrid, which is a combination of art which originated from Banyuwangi, Java, and Bali. Costumes, dances, and musical instruments are similar to Bali. As an ethnographic study, the Using people of Banyuwangi perceive and respond to the Janger art performance as a continously changing identity construction. Keywords: identity, janger, modernization
RITUAL USING DAN JAWA: MITOS HIBRIDITAS BUDAYA SEBAGAI INTEGRASI DAN HARMONI SOSIAL Titik Maslikatin; Novi Anoegrajekti; Sudartomo Macaryus
LITERASI: Indonesian Journal of Humanities Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Humanities, Jember University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aims to find a migration culture that looks at the rites as a manifestation of the religiosity of society. This is expressed in various ways, according to the natural environment, social customs and community supporters. Data were analyzed by using an ethnographic method. A literature study was followed by field research. Meaning was done by looking at the relationship among the data to get a comprehensive conclusion. The results showed that Banyuwangi seblang and Nini Thowong of Yogyakarta rooted in rural agrarian culture. It looks at the materials, accessories, and the content of the songs used to accompany the dance movements of both. The differences of the two dances are as follow. Seblang perpetrators are women, and become a rite that was placed as part of a cleansing ceremony of the village, and the time and place are determined by custom implementation. Nini Thowong performance with actors as a transfer media of female doll spirit is a tradition art to entertain. Therefore, time and venue are adapted to responders’ request.Keywords: village cleansing, entertainment, religiosity, rites
SENI TRADISI JANGER BASIS PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF Novi Anoegrajekti; Ifan Iskandar; Dian Herdiati; Endah Imawati
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni tradisi Janger merupakan salah satu teater rakyat Banyuwangi yang unik. Musik, kostum, dan gerak tari menunjukkan gaya Bali, dialog bahasa Jawa, dan syair tembang berbahasa Using. Seni Janger yang berdiri sejak 1918 dirancang untuk memberikan hiburan kepada masyarakat hingga saat ini telah mengalami modifikasi dan masih diminati oleh masyarakat pendukungnya. Dengan menggunakan metode etnografi, penelitian diawali dengan menghimpun data dari sumber pustaka dan dilengkapi dengan data lapangan yang diperoleh melalui wawancara, obserbasi, dan partisipasi. Analisis data dilakukan sejak tahap penyediaan data. Interpretasi data dilakukan dengan memperhitungkan hubungan antardata secara keseluruhan untuk mendapatkan simpulan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Janger terus mengalami modifikasi dan mengakomodasi kebutuhan masyarakat penikmat yang direpresentasikan dengan banyaknya selingan tari dan tembang daerah. Arah perkembangan lakon mulai dari bersumber pada sejarah Majapahit, cerita rakyat, sejarah Nusantara, dan sejarah nasional. Perkembangan lakon dipicu oleh tuntutan pasar khususnya penanggap Janger. Produk industri kreatif berbasis Janger berupa inovasi dan kreasi secara internal dengan melakukan pembaharuan. Kreasi eksternal dilakukan dengan menciptakan produk industri kreatif. Salah satu kreasi berupa industri cetak yang ditulis oleh Aekanu Hariyono. Cara tersebut berpotensi dikembangkan untuk penulisan cerita rakyat dan berbagai lakon Janger. Kata kunci: industri kreatif, janger, lakon, seni tradisi
MENIMBANG SUARA LOKAL-GLOBAL Novi Anoegrajekti
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sastra Jember memiliki kekhasan tersendiri, bersifat kerakyatan dan memiliki kebebasan dalam berekspresi dan penyebarannya dominan secara lisan. Perkembangannya menempuh dua jalur, pertama: secara lisan murni seperti yang terlihat dalam komunikasi langsung; dan kedua melalui media setengah lisan, yaitu sastra yang penyebarannya menggunakan alat bantu musik seperti, kesenian lengger. Seni pertunjukan, termasuk tradisi lisan yang ada di dalam pertunjukan menjadi salah satu prioritas yang akan dikembangkan agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat pendukungnya. Tujuan tersebut representatif, karena masyarakat Indonesia memiliki beragam seni pertunjukan dan sastra lokal yang apabila dikelola dengan baik bisa menjadi penopang munculnya ekonomi kreatif. Melalui kajian hibriditas kritis –konsep hibriditas menunjukkan bahwa setiap proses budaya mengandung percampuran dan interaksi lintas batas. Tidak ada suatu kebudayaan yang sepenuhnya asli dan murni, dikotomi dapat diatasi dengan mengkaji dengan bagaimana kreativitas lokal berdialog. Tulisan ini menekankan bagaimana mengembangkan model industri kreatif berbasis sastra lokal diera global. Dengan metode etnografis dan analisis yang menggunakan pendekatan multidisiplin, model tersebut diharapkan mampu mengembangan industri kreatif di wilayah lokal. Kajian ini bertolak dari semakin menguatnya identitas lokal dalam setiap kebudayan. Munculnya pluralitas budaya, heterogenitas, dan etnisitas membuat pemerintah daerah menciptakan identitas daerahnya. Kata Kunci: cerita rakyat, kontestasi, pluralitas budaya, identitas 
HIBRIDITAS MULTIKULTURAL DALAM SASTRA INDONESIA Novi Anoegrajekti; Sudartomo Macaryus
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Identitas budaya yang lintas batas terefleksi utuh melalui modifikasi bahasa dan sastra. Keterbukaan dalam menerima pluralitas dan multikulturalitas dapat membuka ruang-ruang pemahaman identitas budaya yang majemuk. Sebagai sebuah produk, budaya hibrid dalam karya sastra Indonesia merupakan bentuk perpaduan dan harmonisasi yang diciptakan dalam mempertemukan modernitas dan lokalitas dalam ruang negosiasi yang terus-menerus. Kata-kata mendeskripsi kenyataan kehidupan manusia. Tetapi kata-kata juga mempunyai kekuatan menciptakan dan membentuk realita. Kata-kata kaum yang kuat mengandung kekuatan lebih besar dari kata-kata kaum yang lemah. Dan memang, sangat sering kaum lemah menggambarkan diri mereka dalam kata-kata ciptaan kaum kuat. Kata-kata Kunci: sastra, hibriditas, multikultural
Diversifikasi Usaha Sanggar Seni untuk Meningkatkan Kesejahteraan Novi Anoegrajekti; Asrumi Asrumi; Sudartomo Macaryus; Hanni Miladia Maharani
Warta Pengabdian Vol 14 No 1 (2020): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v14i1.13955

Abstract

Sanggar seni di Banyuwangi merupakan salah satu lembaga yang secara swakarsa mengembangkan dan mendidik para calon pelaku seni melalui pelatihan yang ditawarkan kepada masyarakat umum. Pengembangan sanggar merupakan salah satu diversifikasi usaha pelaku seni dalam mempertahankan hidup dan sekaligus mengembangkan seni. Pemimpin sanggar hampir semua adalah para pelaku seni. Selanjutnya, untuk mempertahankan kehidupan sanggar, sebagian melakukan diversifikasi usaha yang dilakukan secara mandiri, kerja sama kemitraan, bantuan fasilitas, dan pemberian pelatihan keterampilan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas sanggar melalui pelatihan keterampilan pembuatan asesori berbahan logam. Kerjasama kemitraan antara LP2M Universitas Jember dengan Sanggar Tari “Sayu Sarinah” ini diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan tamu dan wisatawan yang hadir di Banyuwangi. Penggunaan motif gandrung berpotensi menguatkan kedudukan gandrung sebagai maskot pariwisata Banyuwangi dan menguatkan tari gandrung sebagai salah satu identitas masyarakat yang memiliki latar belakang sejarah sebagai seni perjuangan dan bermetamorfose menjadi seni pergaulan dan akhirnya menjadi seni hiburan. Arah pengembangan ke depan, di masing-masing destinasi wisata dikembangkan motif cenderamata yang sesuai dengan keunggulan masing-masing destinasi, seperti ritual, pantai, alam, budaya, dan tradisi.
RESISTENSI DALAM NOVEL STUDENT HIDJO KARYA MAS MARCO KARTODIKROMO: KAJIAN POSKOLONIAL Nando Zikir Mahattir; Novi Anoegrajekti; Abu Bakar Ramadhan Muhamad
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 22 No 1 (2021): Semiotika: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana - Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/semiotika.v22i1.19939

Abstract

This research use Mas Marco's novel Student Hidjo as material object. The Postcolonial theory will be used to analys Student Hidjo novel’s by Mas Marco. Postcolonial is a set of theories to explore the effects of colonialism in various documents and behaviors, including literature. This study uses qualitative methods to obtain the necessary data from the novel. This type of analysis uses descriptive analysis. The analysis will use deconstruction method. This is in accordance with postcolonialism which is a reversal of the colonial discourse. Such a method is useful for reversing the colonial discourse which presents the relationship between colonizers >< colonized in the novel.. The relationship that seemed stable was undermined by the subjectivity of the colonized through their resistance. The various resistances presented by the colonized were understood by the postcolonialists as a form of an ambivalent legacy of colonialism. The ambivalent side occurs because the resulting resistance strikes both sides. On the one side attacking the invaders, but on the other side attacking resisting subject. Keywords: postcolonial, deconstruction, colonizers, colonized, ambivalent
REPRESENTASI PEREMPUAN SEBAGAI SIMBOL PERLAWANAN PADA NOVEL JALAN PANJANG MENUJU PULANG KARYA PIPIET SENJA: KAJIAN FEMINISME RADIKAL Suci Annisa Caroline; Novi Anoegrajekti; Heru S.P. Saputra
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 20 No 2 (2019): Semiotika: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana - Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/semiotika.v20i2.13298

Abstract

In a dominant patriarchal culture, women are considered lower than men in many aspects such as education, politics, workplace, and the sexuality discourse. This article shows the representation of women who symbolize her resistance which is reflected in the novel entitled Jalan Panjang Menuju Pulang by Pipiet Senja. It is used qualitative method supported by descriptive analysis on the basis of theoretical of radical feminism. The results of the study show that woman (Fatin) is subjugated by men. There are physical violence, psychological violence, and also domestic violence which happened to Fatin. Hans did Sexual harassment, while sexual violence done by Frankie. Meanwhile her husband ,Rimbong, threat her and hit her. Fatin suffers psychic and also physical violence. This spouse fought for the custody right. This research discuss about how Fatin showing her resistance to the domestic violence and sexual violence. In her apartment, Fatin dares to scuffles then reports Frankie to the police. She also reveals her resistance by hiding away her child when her husband will take her child.
RESISTENSI TERHADAP DELEGITIMASI KEKUASAAN ORDE BARU DALAM ANTOLOGI PUISI NYANYIAN AKAR RUMPUT KARYA WIJI THUKUL Achmad Naufal Irsyadi; Novi Anoegrajekti; Dina Dyah Kusumayanti
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.061 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v19i2.2738

Abstract

This study observed the form and mechanism of power of the New Order in Wiji Thukul’s poem to discover theoretical and factual novelty. This study applied sociology of literature as an approach to gain a strengthening basis about the relationship between Wiji Thukul’s poem and social context during the New Order. The theory of Power by Michel Foucault was used to overview and highlight the form and mechanism of power of The New Order, so that the model of the analysis was analytical descriptive. The object of this study was the antology of Wiji Thukul’s poem Nyanyian Akar Rumput. Based on the analysis, there found that the New Order was an authoritative, repressive, and oppressive government. His power performed through the relation of power and dominant discourse that were spread and legitimated through power networking established by the New Order. This characteristics of power had made Wiji Thukul consistently sacrificed and struggled to conduct a resistance by media of poem. From this study, there could be concluded that Wiji Thukul’s poem was fully loaded with intense and dominant sociological outlook.
Co-Authors Abdul Latif Bustami Abdullah, Khairul Hafezad Abdullah, St. Nur Fadillah Abu Bakar Ramadhan Muhamad Aceng Rahmat Aceng Rahmat Aceng Rahmat, Aceng Achmad Naufal Irsyadi Agustiani, Indah Windra Dwie Alifiah Nurachmana Almyra Diah Pangestu Anak Agung Gde Raka Andriwinata, Momon Anis Rahmawati Arif Firmansyah Asrumi Asrumi Asrumi Asrumi Asrumi Aulia Fauziah Azmin, Gres Grasia D. Nurfajrin Ningsih Diah Pangestu, Almyra Dian Herdiati Dzulqarnain, M. Iskandar Ekka Nur Islahiyah Ely Rusliawati Endang Caturwati Endry Boeriswati Eva Leiliyanti, Eva Ezik Firman Syah Fida Ul Haq, Muhammad Gomo Attas, Sitti Hanni Miladia Maharani Hanny Rasni Heru S.P. Saputra Heru S.P. Saputra Ifan Iskandar Ihwan Rahman Bahtiar Ikwan Setyawan Ikwan Setyawan, Ikwan Imam Qalyubi Imawati, Endah Irsyadi, Achmad Naufal Izzah, Latifatul Kartikasari Ratih Kusumayanti, Dina Dyah Laha, Rafsanjani Hi. Librilianti Kurnia Yuki Librilianti Kurnia Yuki M. Zamroni Marisa Santi Dewi Miftahulkhairah Anwar Miranti - Misrita Momon Andriwinata Muhammad Kamal Bin Abdul Hakim Muhammad Nur, Kholid Rosyidi MUHAMMAD RAYHAN Munibi, Ahmad Zaki Nando Zikir Mahattir Ninuk Lustyantie Ninuk Lustyantie Nuruddin Nuruddin Pradicta Nurhuda Pusposari, Wulan Putu Ngurah Suyatna Yasa Rafli, Zainal Ratna Dewanti Ratna Dewanti Rendra Wirawan Rizky Wardhani Saifur Rohman Salam, Aprinus Samsi Setiadi Samsi Setiadi Sandi Budiana Sharfuddin Tajuddin Shobrina Imamah, Nurul Siminto Siti Ansoriyah Siti Gomo Attas Siti Syamsiah Renny Tounbama Suci Annisa Caroline Sudartomo Macaryus Sudartomo Macaryus Sudartomo Macaryus Sudartomo Macaryus Sudartomo Macaryus Sudartomo Macaryus Sudartomo Macaryus Sudartomo Macaryus, Sudartomo Sunarti Mustamar Sya, Mega Febriani Tantut Susanto Titik Maslikatin Trihandayani, Rista Venus Khasanah Venus Khasanah Venus Khasanah Wardani, Rizki Yarmi, Gusti Yoesoef, M Yosawati, Rezky Alviniyanti Yuliati Eka Asi Zainal Rafli, Zainal