Penelitian ini menganalisis pengelolaan SMA Islam Albayina Makassar sebagai sekolah Islam salaf yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan nilai-nilai Al-Quran dan Sunnah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari transkrip wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan staf, difokuskan pada aspek perencanaan, kurikulum, kesiswaan, tenaga pendidik, stakeholder, budaya sekolah, serta faktor pendukung-penghambat. Temuan menunjukkan keberhasilan integrasi holistik yang menghasilkan akreditasi B dan prestasi siswa, meskipun tantangan seperti keterbatasan sarana dan inkonsistensi orang tua. Pembahasan mengonfirmasi efektivitas model salaf dalam membentuk lulusan kompetitif secara akademik dan karakter Islami. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan manajemen pendidikan Islam di Indonesia, dengan rekomendasi penguatan kolaborasi stakeholder untuk adaptasi era digital.