Claim Missing Document
Check
Articles

Knowledge, Attitudes, and Practices Toward Typhoid Fever Prevention Among Islamic Boarding School Students: A Cross-Sectional Study in Bandar Lampung, Indonesia: Sutarto, Nanda Frisila Rajagukguk, Nanda Fitri Wardani, dan Indri Windarti sutarto sutarto; Nanda Frisila Rajagukguk; Nanda Fitri Wardani; Indri Windarti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp78-87

Abstract

Typhoid fever remains a major public health concern in developing countries, including Indonesia, particularly in communities characterized by inadequate sanitation and high population density, such as Islamic boarding schools. Knowledge, attitudes, and practices (KAP) play a crucial role in preventing infectious diseases, including typhoid fever. This study aimed to determine the relationship between knowledge and attitudes and typhoid fever prevention practices among students of Madarijul Ulum Islamic Boarding School in Bandar Lampung, Indonesia. An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted involving 142 students selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using a structured questionnaire assessing respondents’ knowledge, attitudes, and preventive practices regarding typhoid fever. The instrument had been tested for validity and reliability prior to data collection. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses, with the Chi-square test applied to examine associations between variables at a 95% confidence level. The results showed that 51.4% of respondents had poor knowledge, 59.9% demonstrated positive attitudes, and 62.0% exhibited inadequate typhoid fever prevention practices. Significant associations were found between knowledge and preventive practices (p=0.007; OR=2.57) and between attitudes and preventive practices (p=0.007; OR=2.27). Students with better knowledge and more positive attitudes were more likely to engage in appropriate typhoid fever prevention practices. In conclusion, knowledge and attitudes were significantly associated with typhoid fever prevention practices among Islamic boarding school students. Strengthening health education and promoting positive health behaviors are essential to improving disease prevention efforts and reducing the risk of typhoid fever transmission in boarding school settings.
Ekspresi Topoisomerase II α pada Diffuse Large B Cell Lympho-ma dan Hubungannya dengan Respon Terapi Windarti, Indri; Hardjolukito, Endang SR; Ham, Maria Francisca; Atmakusuma, Tubagus Djumhana; Rajabto, Wulyo
Majalah Patologi Indonesia Vol. 22 No. 3, September 2013
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Kemoterapi pilihan untuk Diffuse Large B Cell Lymphoma (DLBCL) adalah regimen yang mengandung doksorubisin. Doksorubisin merupakan obat kemoterapi golongan antrasiklin yang bekerja sebagai anti Topoisomerase II (Top2). Penelitian sebelumnya terhadap galur sel tumor menunjukkan bahwa ekspresi Topoisomerase II α (Top2A) yang tinggi berhubungan dengan sensitifitas terhadap antrasiklin yang tinggi pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ekspresi protein Top2A pada DLBCL dan hubungannya dengan respon terapi. Metode Studi potong lintang dilakukan terhadap 38 kasus DLBCL dengan pulasan CD20 positif, yang telah mendapat kemoterapi minimal 4 siklus. Imunohistokimia dilakukan pulasan terhadap protein Top2A dengan menggunakan H-score. Hasil Ekspresi Top2A ditemukan pada 37 dari 38 kasus (97%) dengan kisaran H-score 101,5-215,0 dan median 124,1. H-score nilai Top2A dikatakan tinggi jika H-score lebih dari 124,1. Analisis statistik menunjukkan bahwa ekspresi Top2A pada DLBCL tidak berhubungan bermakna dengan respon terapi (p=0,670). Kesimpulan Ekspresi Top2A dan respon terapi tidak memiliki hubungan bermakna. Ekpresi Top2A pada DLBCL tidak dapat dijadikan prediktor respon terapi. Kata kunci: DLBCL, Doksorubisin, ekspresi Top2A, respon terapi. ABSTRACT Background Standard of chemotherapy for Diffuse Large B Cell Lymphoma (DLBCL) is a regimen containing doxorubicin. Doxorubicin is a component of anthracycline based chemotherapy that work as anti Topoisomerase II (Top2). Previous study on tumor cell lines showed that high expression of Topoisomerase II α (Top2A) was related to higher sensitivity to anthracycline as well. The aim of this study is to know the expression of Top2A and its relation to treatment response. Methods A cross-sectional study on 38 which DLBCL cases CD20 positive that have been treated with at least 4 cycles of chemotherapy. The immunohistochemical staining was performed on Top2A protein assesed using H-score. Results Expression of Top2A protein were found in 37 of 38 (97%) cases (H-score range: 101.5-215.0 and median 124.1). Value Top2A was defined as high if H-score more was higher than 124.1. Statistical analysis showed that Top2A expression in DLBCL was not significantly related to treatment response (p=0.670). Conclusion There was no significant relation between Top2A expression and treatment response. Top2A expression in DLBCL cannot be used as a predictor of treatment response. Key words: DLBCL, Doxorubicin, Top2A expression, treatment response.
Faktor-Faktor Risiko pada Pasien Kanker Paru dan Skrining di Indonesia Salsabila Amalia; Indri Windarti; Nur Irawati; Andreas Infianto
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.560

Abstract

Kanker paru merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di Indonesia dan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan. Tingginya angka kejadian dan mortalitas kanker paru disebabkan oleh paparan faktor risiko yang kompleks serta keterlambatan diagnosis. Faktor risiko utama meliputi merokok aktif dan pasif, paparan polusi udara, zat karsinogen lingkungan dan pekerjaan, penggunaan bahan bakar biomassa, riwayat penyakit paru kronik, serta faktor genetik. Strategi skrining berbasis risiko menggunakan Low-Dose Computed Tomography (LDCT) telah terbukti secara global mampu menurunkan mortalitas kanker paru dan mulai diadopsi di Indonesia melalui konsensus profesional dan kebijakan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kanker paru serta mengevaluasi implementasi strategi skrining nasional di Indonesia berdasarkan bukti ilmiah lima tahun terakhir (2020–2025). Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis terhadap jurnal internasional, nasional, dan dokumen kebijakan. Jurnal ini meninjau literatur terbaru (2020–2025) mengenai faktor risiko dominan dan efektivitas skrining menggunakan Low-Dose Computed Tomography (LDCT) di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun merokok tetap menjadi faktor utama, faktor non-tradisional seperti pajanan biomassa dan polusi udara urban berkontribusi pada peningkatan kasus pada non-perokok. Implementasi skrining nasional menghadapi tantangan aksesibilitas alat, namun transformasi kesehatan digital memberikan harapan baru bagi deteksi dini.
Potensi Air Rebusan Biji Ketumbar (Coriandrum sativum L.) sebagai Agen Antihipertensi Alami: Suatu Tinjauan Literatur Syahna Rizkiya Qatrunnada; Susianti Susianti; Linda Septiani; Indri Windarti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.832

Abstract

Salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular adalah hipertensi, suatu permasalahan kesehatannya umum terjadinya dari keseluruhan dunia. Terapi farmakologis memang efektif, namun efek samping dan kepatuhan pasien yag rendah mendorong penelitian terhadap bahan alami seperti Coriandrum sativum L. (ketumbar) sebagai agen antihipertensi alternatif. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara naratif efektivitas air rebusan biji ketumbar pada penurunan tekanan darah berdasarkan literatur terkini. Metodologi riset memakai tinjauan Pustaka (literature review) dengan pencariannya sistematis melalui basis data PubMed, ScienceDirect, serta Google Scholar selama periodenya 2020-2025 menggunakan kata kunci “(hypertension OR blood pressure) AND (Coriandrum sativum OR coriander OR coriander seed) AND (blood pressure reduction)”. Pada tahap awal diperoleh sebanyak 12 artikel dari PubMed, 96 artikel dari Google Scholar, serta 3 artikel dari ScienceDirect. Dari 111 artikel tersebut, yag memenuhi kriteria inklusi adalah 5 artikel. Pada beberapa kelompok demografis, termasuk lansia, wanita yang mengalami menopause, dan pasien dengan hipertensi umum, temuan menunjukkan bahwa pemberian rebusan biji ketumbar secara konsisten dan signifikan menurunkannya tekanan darah sistolik serta diastolik. Mekanisme yang mendasari efek antihipertensi ketumbar meliputi peningkatan produksi nitric oxide yang memicu vasodilatasi, efek diuretic ringan, penghambatan saluran kalsium, serta aktivitas antioksidan yang melindungi endotel vascular. Berdasarkan hasil tinjauan ini, air rebusan biji ketumbar berpotensi digunakan sebagai terapi komplementer yang aman, terjangkau, dan efektif bagi penderita hipertensi.
Co-Authors - Muhartono Agustyas Tjiptaningrum Aisyah Lubis, Aisyah Ajipurnomo, Adhari Alwiyah, Fadilah Ambarwati, Yuli ananti, anggini tasyakurillah Andi Rassya Daffa Islami Andreas Infianto Andreas Infianto Apri Lyanda Asep Sukohar Atmakusuma, Tubagus Djumhana Ayu Tiara FItri Bayu Putra Danan Jaya, Bayu Putra Danan Bayu Putra DJ Chicy Widya Morfi Cyntithia, L. Gita Danan Jaya, Bayu Putra Devya Aulia Dewi Nur Fiana Diah Septia Liantari, Diah Septia Dwi Indria Anggraini Ekawati, Diyan Endah Setyaningrum, Endah Endang SR Hardjolukito Ety Apriliana Exsa Hadibrata Fadila Gustiani Daraz Fadly, Ahmad Aulia Fala, Arzety Rifda Fatah Satya Wibawa Firdaus, Elman Dani Fitria Saftarina Gatot Sudiro Hendarto, Gatot Sudiro Hadibrata, Exsa Haikal Shiddiq Ham, Maria Francisca Hana Muthi'a Putri Hanna Mutiara, Hanna Hardjolukito, Endang SR Helmi Ismunandar Hendri Busman Hendri Tarigan S I Gede Eka Widayana Infianto, Andreas Inna Kurniaji Intanri Kurniati Iswandi Darwis Janar Wulan, Anggraini Jausal, Anisa Nuraisa Jhons Fatriyadi Suwandi Joni, Agnesia Priskila Khairun Nisa Kusumajati, Pusparini Kusumaningtyas, Aditya Laisa Azka Liana Sidharti Linda Septiani M. Aqmal Hidayah Marzel, Rivaldi Mayasari, Diana Mubarak, Raka Anzil Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Muhartono Sudarmo Kasban Nanda Fitri Wardani Nanda Frisila Rajagukguk Novita Carolia Nur Ayu Virginia Irawati Nur Irawati Nurmayeni Nurmayeni Nurmayeni Nurul Islamy Nurul Islamy Oktadoni Saputra Qurani, Istiqomatul rahmawati, selvi Rajagukguk, Nanda Frisila Ramadhana Komala Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna, Maya Ganda Reni Zuraida Resti Arania Rian Hendriyana Dwi Imanta Rika Lisiswati Risal Wintoko Risti Graharti Rizki Hanriko Rodiani, Rodiani Rosbhaiti Chodijah Rudiyanto, Waluyo Salsa Nurfajri Yuska Salsabila Amalia Sangging, Putu Ristyaning Ayu Septia Eva Lusina Septiani, Linda Setiorini, Anggi Sezia Marina Shaneisha Ophelya Sinaga, Fransisca T.Y. Siregar, Bintang Abadi Soemarwoto, Retno Ariza S Suryadi Islami Susianti Susianti Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Syahna Rizkiya Qatrunnada SYAIFUL BAHRI Syazili Mustofa Talin, Jinan Naura Tri Umiana Soleha Tubagus Djumhana Atmakusuma Wahdah, Annisa Shohifatul Waluyo Rudiyanto Wardani, Nanda Fitri Wulan, Anggraini Janar Wulyo Rajabto Yolanda Fratiwi Yunianto, Andi Eka Zulfa, Fathimah