Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TINDAK TUTUR PRAGMATIK GURU TERHADAP SISWA PELANGGAR TATA TERTIB SEKOLAH DI SMP NEGERI 27 MAKASSAR Nurul Sri Wahyuni; Nurhusna; Asri Ismail
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Processed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.64223

Abstract

Nurul Sri Wahyuni, 2026. “Analysis of Teachers’ Pragmatic Speech Acts towards Students Who Violate the Regulations of SMP Negeri 27 Makassar”. This study aims to describe the pragmatic forms and functions of speech acts used by teachers in handling students who violate school rules at SMP Negeri 27 Makassar. A qualitative descriptive method was used, with data collected through observation, recording, and direct note-taking of teacher-student interactions in the school environment. The results indicate that the most dominant speech acts used by teachers are directives, primarily commands, prohibitions, demands, and advice, aimed at regulating student behavior to comply with school norms. Representative, expressive, commissive, and declarative speech acts were also found, functioning to reprimand, explain the reasons behind rules, provide affirmation, and demonstrate the teacher’s institutional authority in fostering student discipline. These findings indicate that teachers’ language plays a crucial role as a tool for social control, character development, and enforcement of school rules through communication strategies oriented toward discipline and education.
Analisis Tingkat Niat Keberlanjutan Penggunaan MOOCs Pada Mahasiswa UNM: Gabungan Model TAM dan TTF Andika Isma; Pramudya Asoka Syukur; Asri Ismail; Rosidah; M. Gilang Ramadhan
Jurnal MediaTIK Volume 7 Issue 1, Januari (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v7i1.2827

Abstract

Perkembangan teknologi dibidang Pendidikan terus mengalami disrupsi setiap tahunnya, salah satu contohnya penggunaan Massive Open Online Course (MOOCs). Namun rendahnya tingkat penyelesaian pengguna menimbulkan tantangan bagi pengembangan pendidikan dan platform MOOCs. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberlanjutan mahasiswa Universitas Negeri Makassar untuk menggunakan MOOCs dengan memanfaatkan Teori Penerimaan Model Teknologi (TAM) dan Teori Teknologi Kesesuaian Tugas (TTF). Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain longitudinal. Data diperoleh melalui penggunaan lembar kuesioner atau angket, yang diisi oleh 81 responden. Dalam proses analisis data, penelitian ini menggunakan metode deskriptif, termasuk perhitungan rata-rata, median, modus, jumlah, nilai maksimum, dan nilai minimum.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa UNM memiliki pandangan positif terhadap MOOCs, mencerminkan tingkat keberlanjutan yang tinggi di kalangan mereka.Dengan begitu, penelitian ini tidak hanya memberi pengetahuan baru tentang bagaimana aspek TAM dan TTF berpengaruh dalam tingkat keberlanjutan mahasiswa dalam menggunakan MOOCs tapi juga memberi perspektif baru bagi penyedia platform MOOCs untuk terus mengembangkan kualitas platform mereka.
Transedukasi dalam Lanskap Bahasa dan Sastra untuk Peningkatan Daya Kritis Mahasiswa Andi Karman; Muhammad Saleh; Syamsudduha Syamsudduha; Usman Usman; Asri Ismail
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i2.413

Abstract

Transformasi digital memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam memperoleh dan menyebarkan informasi, tetapi juga menghadirkan persoalan berupa disinformasi, bias, manipulasi bahasa, polarisasi pandangan, serta rendahnya kebiasaan memeriksa kredibilitas sumber. Kondisi tersebut membutuhkan penguatan daya kritis agar mahasiswa mampu memahami penggunaan bahasa, mengevaluasi informasi, mengenali bias, dan menyampaikan tanggapan berdasarkan alasan serta bukti. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat daya kritis mahasiswa melalui transedukasi dalam lanskap bahasa dan sastra. Kegiatan melibatkan sekitar 75 mahasiswa dan unsur civitas academica melalui rangkaian edukasi transedukasi dalam lanskap bahasa dan sastra, diskusi dan analisis wacana kritis, serta refleksi dan evaluasi literasi kritis. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, pembahasan contoh wacana bahasa dan media digital, diskusi interaktif, serta refleksi peserta. Penilaian pemahaman menunjukkan skor rata-rata 2,80 sebelum kegiatan dan 4,26 setelah kegiatan. Penilaian peserta terhadap keseluruhan pelaksanaan memperoleh rata-rata 88,4% dengan kategori sangat baik. Refleksi peserta menunjukkan kesadaran mengenai ketidaknetralan bahasa, pentingnya verifikasi informasi dan pengenalan bias digital, serta fungsi sastra sebagai ruang empati, refleksi, dan kritik sosial. Keberlanjutan kegiatan diarahkan pada aktivitas praktis berupa analisis berita dan media sosial, dokumentasi lanskap bahasa, diskusi sastra berbasis persoalan sosial, dan latihan verifikasi informasi.