Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Memahami Kitab Mishbah Al-Zhalam Karya Ulama Betawi Syekh Muhajirin Amsar bagi Da’i Jakarta Timur Abdul Fadhil; Andy Hadiyanto; Kinkin YSP; Raihanna Zahwa; Siti Tasliyah
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 5 (2025): September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v3i5.6646

Abstract

Dalam menyikapi perubahan masyarakat yang dipengaruhi oleh teknologi informasi, khususnya dalam bidang keagamaan, moderasi beragama penting untuk dijadikan acuan. Perubahan ini mendorong penguatan moderasi beragama untuk mencegah masyarakat terjebak pada sikap fanatik dan tertutup terhadap dialog. Salah satu langkah strategis adalah meningkatkan literasi keagamaan. Meskipun ulama Nusantara telah membuat kontribusi besar dalam tafsir, hadits, dan fikih, penelitian tentang kajiannya masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan salah satu pemikiran ulama Betawi, Syekh Muhajirin Amsar, dalam karyanya yang komprehensif yaitu Kitab Mishbah Al-Zhalam. Pemikiran beliau dalam kitab ini dinilai relevan dengan konteks modern. Maka dari itu, diharapkan pemikiran tersebut dapat membantu para ulama dan da’i dalam mendakwahkan ajaran agama yang logis, moderat, dan selaras dengan masa sekaran. Dengan demikian, para ulama dapat menanamkan nilai-nilai keterbukaan, perdamaian, dan toleransi kepada masyarakat sehingga agama dapat dipahami sebagai rahmatan lil'alamin.
Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter dalam Kurikulum PAI dan Relevansinya dengan Tantangan Sosial Generasi Z Filjah Hasyati; Ika Sakiyya Abdi Siregar; Valerina Rusmana Putri; Mufid Irsyad; Abdul Fadhil
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 3 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v3i4.1163

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan penguatan pendidikan karakter dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) serta relevansinya dengan tantangan sosial yang dihadapi Generasi Z di era digital. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka telah mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti religiusitas, tanggung jawab, integritas, dan empati melalui pendekatan tematik, proyek pembelajaran, serta Profil Pelajar Pancasila. Pendidikan karakter dalam PAI dinilai sangat relevan dan efektif dalam membentuk kepribadian Generasi Z apabila dirancang secara partisipatif, reflektif, dan kontekstual, serta melibatkan peran guru sebagai teladan dan fasilitator nilai. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan pendidikan karakter berbasis Islam dan kebijakan nasional memiliki kontribusi strategis dalam membentuk Generasi Z yang bermoral, adaptif terhadap era digital, dan berdaya saing global.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI JENJANG KELAS 5 SD Siti Nurhaliza Hertiani; Mora Alifia Defahmi; Kamal Bagus Hutomo; Linailil Anam; Abdul Fadhil
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper intends to analyze the implementation of Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education and Ethics subjects for grade 5 elementary school students. This curriculum is designed to provide a learning space that focuses on developing students' character and competencies holistically. This research uses the literature review method, including analysis of various literature, curriculum documents, and relevant studies related to the implementation of the Merdeka Curriculum in these subjects. The results of the analysis show that Merdeka Curriculum emphasizes project-based learning, strengthening the values of Pancasila students, and thematic and contextual learning approaches. However, its implementation faces several challenges, such as teacher readiness, availability of supporting facilities, and adaptation of teaching materials. Therefore, this study recommends increased efforts by educators and policymakers to ensure a more inclusive and adaptive implementation of the Merdeka Curriculum in accordance with educational goals.
ANALISIS BERNALAR KRITIS DALAM BUKU AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS IX SMP KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Tajriyah Tajriyah; Fadlilatul Ashri; Rezza Miftachu Rizqi; Muhammad Naufal Abdad; Abdul Fadhil
JIP: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the integration of critical reasoning skills in the Islamic Religious Education and Ethics class IX textbook published by the Ministry of Education and Culture based on the Independent Learning Curriculum. A descriptive qualitative approach is used to evaluate the content of textbooks through critical thinking indicators developed by Robert Ennis, including basic clarification, basic support, inference, advanced clarification, and strategies and tactics. The results of the study show that the textbook as a whole has integrated various activities that support the development of students' critical thinking skills, such as analyzing arguments, assessing the credibility of sources, drawing conclusions, defining terms, and designing problem-solving strategies. This research provides recommendations for teachers to choose appropriate teaching materials and design learning that is able to encourage the development of students' critical thinking skills optimally.
Peran Mahasiswa dalam Menyikapi Perbedaan Pemahaman dalam Beragama di Tengah Masyarakat Putry Ana Suryaningsih; Kayla Alfiana Wicaksono; Nabila Efa Hanifah; Muhammad Rafi Ardiansyah; Abdul Fadhil
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/k7kcfs78

Abstract

Perbedaan pemahaman dalam beragama merupakan hal yang tidak dapat dihindari di tengah masyarakat yang majemuk. Mahasiswa, sebagai bagian dari kelompok intelektual muda, memiliki peran strategis dalam membangun sikap toleransi dan moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran mahasiswa dalam menyikapi perbedaan pemahaman keagamaan agar tidak menimbulkan konflik sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research), yaitu dengan mengkaji berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang relevan dengan tema moderasi beragama dan peran mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahasiswa berperan sebagai agen perubahan yang dapat menyebarkan nilai-nilai toleransi, menghargai keberagaman, serta menjadi penggerak dialog antar umat beragama. Selain itu, mahasiswa juga berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan akademik maupun sosial. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi contoh dalam menerapkan sikap saling menghargai dan menjaga keharmonisan antar umat beragama di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Generasi Z dan Tantangan Islam di Era Digital Khodijatul Karimah; Khoiru Annisa Siregar; Muhammad Abdan Syakuro; Naisyifa Ravenny Fauzizah; Abdul Fadhil
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0fpj3819

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berinteraksi, belajar, dan beragama. Generasi Z, sebagai generasi yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi, menghadapi tantangan unik dalam menjaga nilai-nilai keislaman di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik Generasi Z dalam menjalani kehidupan keagamaan, mengidentifikasi tantangan yang muncul akibat derasnya arus informasi, serta menelaah strategi pendidikan Islam yang relevan untuk memperkuat karakter keislaman mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi agama membawa dampak positif berupa kemudahan akses terhadap dakwah dan pendidikan Islam, namun juga menghadirkan tantangan serius seperti pergeseran otoritas keagamaan, misinformasi, dan penurunan spiritualitas. Untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan penguatan literasi digital keagamaan, penerapan etika bermedia berbasis nilai Islam, serta kolaborasi antara pendidik dan kreator digital dalam membangun ekosistem dakwah yang adaptif dan kredibel. Dengan demikian, Generasi Z diharapkan mampu menjadi Muslim yang kritis, beretika, dan berdaya dalam memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan umat.
Studi Lapangan Terkait Hukum Islam dalam Budaya Viral antara Popularitas dan Prinsip Shafwah Natasya; Syafira Adelia; Tasya Octavia Putri; Azalea Putri Nabila; Abdul Fadhil
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zdpdvv48

Abstract

Perkembangan media sosial dalam satu dekade terakhir telah membentuk budaya viral yang memengaruhi cara masyarakat mengakses, memahami, dan memaknai informasi, termasuk konten keagamaan. Fenomena ini turut memengaruhi bagaimana hukum Islam dipersepsikan dan dipraktikkan di ruang digital, terutama ketika dakwah dan diskusi keagamaan disajikan dalam format singkat, cepat, dan visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya viral berdampak terhadap pemahaman mahasiswa mengenai prinsip-prinsip hukum Islam, serta menilai peran literasi digital dan pengaruh sosial dalam memoderasi hubungan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 25 mahasiswa aktif pengguna media sosial yang pernah terpapar konten Islam viral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya viral berpengaruh signifikan terhadap cara pandang keagamaan, kecenderungan mengikuti tren, serta pembentukan identitas keislaman mahasiswa. Meskipun demikian, mayoritas mahasiswa menunjukkan kesadaran syar’i yang baik, ditandai dengan kemampuan memfilter konten, memahami batasan etika digital Islam, dan mempertimbangkan validitas informasi sebelum menyebarkannya. Literasi digital dan pengaruh sosial terbukti ikut memengaruhi cara mahasiswa menafsirkan serta merespons konten keislaman viral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten Islam viral dapat menjadi sarana edukatif yang efektif apabila dikemas sesuai prinsip syariah, namun tetap berpotensi menimbulkan distorsi pemahaman jika tidak diimbangi dengan literasi keagamaan dan digital yang memadai.
Analisis Efektivitas Kajian Pemuda Muslim Melalui Online Meeting Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Faiqah Yasmin; Nadira Saskia; Nur Intan Cendrawasih; Abdul Fadhil
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/t41ett50

Abstract

Di era digital, pemanfaatan teknologi telah membuka peluang baru dalam pembelajaran agama Islam, khususnya melalui kajian online. Kajian daring memungkinkan masyarakat, terutama mahasiswa, untuk mengakses materi keagamaan tanpa batasan ruang dan waktu, serta menawarkan fleksibilitas dan efisiensi dalam pelaksanaannya. Artikel ini membahas peran kajian online sebagai media dakwah dan pembentukan karakter spiritual mahasiswa di tengah tantangan globalisasi dan tekanan akademik. Melalui pendekatan studi literatur dan analisis deskriptif terhadap kajian bertema Islamic Thinking in FOMO Era yang dilakukan secara daring di lingkungan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta, ditemukan bahwa meskipun kehadiran peserta cukup tinggi, keterlibatan aktif masih rendah. Faktor teknis dan minimnya interaksi emosional menjadi kendala utama dalam efektivitas kajian online. Namun, kajian daring tetap berperan penting dalam menjaga kesejahteraan spiritual dan membentuk nilai-nilai moral mahasiswa. Kajian ini menyoroti perlunya strategi interaktif dan sistem evaluasi yang lebih terstruktur agar transfer ilmu keagamaan dapat berjalan optimal di platform digital.
Sekolah sebagai Rumah Iman Menumbuhkan Spirit Religius dalam Kehidupan Siswa Syahla Salsabila; Aflahul Anam; Rif’atul Hasanah; Muhammad Syafiurrahman; Abdul Fadhil
Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hikmah.v2i4.1519

Abstract

This article explores the concept of a “House of Faith” as a holistic educational framework designed to build students’ character based on religious values. The fundamental idea of the House of Faith is likened to a school environment that provides a comfortable and safe space for students to develop their faith and noble character through learning activities connected to religious teachings. A religious school environment is created through everyday atmospheres that encourage the practice of worship, the presence of religious symbols, and community activities that strengthen students’ spirituality. Programs to reinforce religious spirit include activities such as communal prayers, religious studies, and social projects designed to gradually enhance students’ spiritual awareness. Teachers and educational staff play a highly effective role, acting as role models and facilitators in the learning process. Their approach to instilling faith and moral values involves interactive methods such as group discussions, inspirational stories, and personal reflection, all adapted to students’ developmental stages. Collaboration between the school and parents becomes a key factor in ensuring consistent support. This is carried out through regular meetings, joint workshops, and open communication that reinforces family values. The impact of religious spirit on students can be seen in increased discipline, social empathy, emotional resilience, and stronger academic motivation. However, implementation faces challenges such as limited curriculum time, diversity of student backgrounds, and cultural resistance. These challenges are addressed through solutions, including regular teacher training, program evaluation, and the integration of technology for distance learning. Overall, the article emphasizes that a school functioning as a House of Faith can shape young generations who are not only intellectually capable but also strong in faith and morals, contributing to a more harmonious and meaningful society.
Implementasi Mindful Learning dalam Pendidikan Agama Islam untuk Membentuk Etika Islami Siswa Sekolah Menengah Atas Annisa, Fadhila Najah; Muhammad Daffa Isnan Effendi; Puteri Mushlihatul Ummah; Muhammad Rizki Sya’bani; Abdul Fadhil
Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hikmah.v2i4.1533

Abstract

Globalization and modernization amid the strong digital flow have become a huge challenges and obstacles for shaping moral and ethics of the students. There are many students who come to the class physically without having readiness and awareness in the study. Teacher as an educator needs to give an efforts in every process of learning with attractive concept and model to give attention and meaning in the study. Through the mindful learning, it is considered capable of giving full attention and self-awareness while studying which in the end not only gives good quality in learning but also shapes islamic ethics in the stundents. This research aims to know the concept, urgency, and the implementation of mindful learning which is capable of shaping islamic ethics. The method of the research is a qualitative approach with a literature study from various readings such as articles and journals that are relevant to the topic. The reasearch results show that mindful learning is a learning process that emphasizes self-reflection and self-awareness so students feel ready and motivated in learning. It shows that deep learning has a huge urgency in shaping student’s Islamic ethics. The implementation of mindful learning in Islamic education Studies is carried out through the pedagogic strategies that emphasize the conditioning of awareness, active students involvement, and deep reflection of Islamic values. Thus, mindful learning is capable of increasing internal awareness through muraqabah with the involving of students in every learning process.
Co-Authors Abel Danka Rahadinata Adisti Indah Pramesti Afifah Nur Zakiah Aflahul Anam Ahmad Maulana Pratama Ahmad Reza Maulana Ahmad ` Hakam Aisyah Inaya Putri Akmal Bagas Hastomo Al bani Ridho Pratama Al Raihan, Muhammad Alif Alfina Meiza Fasya Alfina Meiza Faysa Alifahtul Zahro Amaliyah Amaliyah Amanda Novia Anwar Amanda Trianita Ananda, Anisa Andini Putri Arista Andy Hadiyanto Anggi Kurniawan Anjani, Dwi Nur Annida Nur Alfi Laily Annisa, Fadhila Najah Aulawia Hidayati Azalea Putri Nabila Bunga Sasqia Nayla Salsa Danarsetyo Rahmadian Murti Davina Nisya Al Bahri Dela Ayu Puspita Desta Tri Andini Dewi Anggraeni Dewi Anggraeni Dhuhaa Isti’anah Dika Putra Madya Dimas Surya Bekti Diva Mutiara Sulaiman Dwi Nur Anjani Edi Hermanto Nailah Azzahra Elisha Qotrunnada Elsha Nurhikmah Fadhilah Sabrina Fadillah Qodri Fadlilatul Ashri Fahra Asri Dyta Faiqah Yasmin Faqih Fathul Ihsan Faqih Fuadi Lahfi Farhan Wicaksono Faris Rasyid Fauziyah Rahmawati Faza Sabila Firdaus Febrianti Amin Feby Rahayu Felicia Zein Fikron Yunus Filjah Hasyati Firyal Dhia Nailah Junjunan Ghinna Zahidah Gita Lia Febrianti Hana Giri Tri Lathifah Hana Kamilah Hikmal Kanif Firdaus Ika Sakiyya Abdi Siregar Ika Sakiyya Apdi Ilham Bissalam Ismi Farah Azizah Istianah, Dhuhaa Julia Rizqi Rahmawati Kamal Bagus Hutomo Kamila Rahma Shalehah Kanzi Moreano Prayoga Karimah Mutawaqilin Tri Rapani Kayla Alfiana Wicaksono Keisya Putri Ayu Rahmadini Khansa Labiibah Hasna Khodijatul Karimah Khoiru Annisa Siregar Kinkin YSP Linailil Anam Lucky Bintang Aprilliano Lyvia Sastramidjaja Marseli Nurul Alifya Ma’wah Salsabila Mikel Adi Leonsai Mila Hanifah Mochamad Faisal Mulyawan Moh Wahyudi Putra Mohammad Dzaky Zaidan Mohammad Tsaqif Mora Alifia Defahmi Mufid Irsyad Muh Fauzan Nastiar, Juanita Nur Istiqomah Putri, Arga Sabda Wiguna, Ahmad Ridwan Muhamad Ariz Hibrizi Muhammad Abdan Syakuro Muhammad Abdul Khafi Muhammad Andre Maynard Musnamar Muhammad Ariz Hibrizi Muhammad Daffa Isnan Effendi Muhammad Dafid Hermawan Muhammad Fajriansyah Solichin Muhammad Fiqri H.H Muhammad Hanif Fadhilah Muhammad Hanif Fadillah Muhammad Nathan Muhammad Naufal Abdad Muhammad Novry Ramadhan Muhammad Rafi Ardiansyah Muhammad Rizki Sya’bani Muhammad Syafiurrahman Muhammad Zikri Azis Muhibatul Muyasyaroh Mutiara Tsaniatus Nabiilah Annisa Fitri Nabila Efa Hanifah Nabilah Nurjannah Nadia Nur Faizah Nadia Sadila Nadira Saskia Nailah Azzahra Naisyifa Ravenny Fauzizah Naurah Tsaniya Rahmawati Nauval Satria Pratama Nazwa Mutia Violita Nur Intan Cendrawasih Nurfaizah Nurfaizah Nurfaizah Permata, Rio Puspa Ayuningrum Puteri Mushlihatul Ummah Puteri Muslihatul Ummah Putri Silma, Amelia Putry Ana Suryaningsih Qotrunada, Elisa Raihanna Zahwa Ramadhani, Zhafira Refa Choirur Rizki Reyvan Muhammad Rezza Miftachu Rizqi Rida Wardatul Saura Rifatul Hasanah Rif’atul Hasanah Rio Permata Hati Rivani Ayu Ningsih Rufaidah Saepul Anwar Salma Jauharotun Salsabiilaa, Sulistia Salsabila Salsabila Salsabilla Yessino Shafira Nailah Fakhirah Shafwah Natasya Silmi Alfaritsi Siti Maria Ulfah Siti Nurhaliza Hertiani Siti Nurhamidah Auliani Siti Tasliyah Suci Dwi Aprilia Sunny Ghinastia Fathin Syadhita Queena Christya Syafira Adelia Syahbudi, Muhammad Reza Syahla Salsabila Syarifah ALAWIYAH Taftazani Ulya Fauzan Tajriyah Tajriyah Talitha Salsabilla Tasya Octavia Putri Tion Iswanto Tri Saputra Tyara Safitri Valerina Rusmana Putri Virza Qurrota A’yun Wida Nahyatul Nafisah Yauma Wulida Farhana Zaafirah Nurdiana Tamathalia Zhahira Zahrotunnisa