p-Index From 2021 - 2026
11.12
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JPMS (Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains) Bioeducation Journal AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Jurnal Riset Pendidikan Matematika AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Delta-Pi : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Al Ishlah Jurnal Pendidikan INTERNATIONAL JOURNAL ON LANGUAGE, RESEARCH AND EDUCATION STUDIES Jurnal Analisa Desimal: Jurnal Matematika JIE (Journal of Islamic Education) JURNAL TARBIYAH Jurnal BIOEDUIN : Program Studi Pendidikan Biologi AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI M A T H L I N E : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal LENTERA: Jurnal Studi Pendidikan MES: Journal of Mathematics Education and Science Ilomata International Journal of Tax and Accounting RESLAJ: RELIGION EDUCATION SOCIAL LAA ROIBA JOURNAL Budimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika JUPIKA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Bisnis Net : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Sains Jurnal Riset dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Kolaboratif Sains Jurnal Citra Pendidikan Relevan Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Jurnal Citra Pendidikan Anak Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Euclid Mahir : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Pengabdian Bangsa Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Algebra Jurnal Intelek Insan Cendikia Masyarakat Berkarya: Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial Ahsan: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Proceeding Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Argopuro : Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Journal of Islamic Education Jurnal Citra Pendidikan Mandeh : Jurnal Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Relevan

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI PROGRAM LINIER Mustofa Akhyar; Mardianto; Siti Maysarah
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2021): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.935 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat kesulitan siswa kelas XII IPA dalam mengerjakan soal cerita pada materi program linier berdasarkan analisis Newman. (2) Penyebab siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita pada materi program linier. (3) Upaya mengatasi kesulitan mengerjakan soal cerita pada materi program linier. Analisis terhadap kesalahan yang dilakukan dalam mengerjakan soal cerita pada materi program linier yaitu: (1) Kesalahan dalam membaca masalah,(2) Kesalahan dalam memahami masalah,. (3) Kesalahan dalam transformasi masalah, (4) Kesalahan dalam keterampilan proses. (5) Kesalahan dalam penulisan jawaban akhir Adapun upaya dalam mengatasi siswa YANG mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal cerita pada materi program linier adalah dengan: (1) Mengikuti bimbingan belajar, (2) Melakukan edukasi yang baik antara guru dengan para siswa di kelas. (3) Melakukan diskusi kelompok antar teman sejawat, (4) Saling membahas penyebab siswa mendapatkan remedial serta mencari solusinya, serta; (5) Diadakannya bimbingan pribadi antar guru dengan murid. Kata Kunci: Analisis Kesulitan; Soal Cerita; Program Linear; Metode Newman.   ABSTRACK       This study aims to determine: (1) The level of difficulty of class XII science students in working on story problems on linear programming material based on Newman's analysis. (2) The cause of students' difficulties in solving story problems on linear programming material. (3) Efforts to overcome the difficulties of working on story problems on linear programming material. Analysis of the errors made in working on story problems on linear programming material, namely: (1) Errors in reading the problem, (2) Errors in understanding the problem,. (3) Errors in problem transformation, (4) Errors in process skills. (5) Errors in writing the final answer. The efforts to overcome students who have difficulty in working on story questions on linear program material are: (1) Following tutoring, (2) Conducting good education between teachers and students in class. (3) Conduct group discussions among peers, (4) discuss the causes of students getting remedial and find solutions, and; (5) The holding of personal guidance between teachers and students.  Keywords: Difficulty Analysis; Story Problems; Linear Programming; Newman's method.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA BERDASARKAN METODE NEWMAN Adinda Permata Sari; Rustam; Siti Maysarah
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2021): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.962 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita matematika berlandaskan dengan metode Newman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu seluruh peserta didik kelas VII-1 di MTs Negeri 1 Deli Serdang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 dari 5 jenis kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita matematika yaitu, kesaalahan membaca soal (reading error) dengan jumlah 16 kesalahan, kesalahan dalam memahami soal (understanding error) dengan jumlah 24 kesalahan, kesalahan dalam keterampilan proses (process skill error) dengan jumlah 4 kesalahan, kesalahan dalam menuliskan hasil akhir (endcoding error) dengan jumlah 6 kesalahan. Kesalahan tersebut terjadi dikarenakan beberapa indikator yaitu, tidak membaca soal dengan baik dan teliti, tidak menuliskan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan dari soal, tidak menghitung proses penyelesaian soal dengan benar, tidak menuliskan hasil akhir sesuai yang diminta soal, atau salah dalam menuliskan hasil akhir. Kata kunci: Soal cerita matematika; kesalahan siswa; metode Newman.   ABSTRACT      This research aims to determine student errors in solving math word problems based on the Newman method. The method used in this research is the descriptive qualitative method. The research subjects were all students of class VII-1 at MTs Negeri 1 Deli Serdang. The data analysis technique used is the data analysis technique of the Miles and Huberman model. The results showed that there were 4 out of 5 types of errors made by students in solving math story problems, namely, reading errors (reading mistakes) with a total of 16 errors, errors in understanding questions (understanding errors) with a total of 24 errors, errors in skills process (process skill error) with a total of 4 errors, a mistake in writing the final result (end coding error) with a total of 6 errors. The error occurred due to several indicators, namely, not reading the questions carefully and adequately, not writing down things that were known and asked about from the questions, not calculating the problem-solving process correctly, not writing down the final results as requested by the questions, or writing wrong answers. Keywords: Math word question; student errors; Newman method.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA YANG MEMILIKI GAYA BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OLIMPIADE Khofifa Romaito Siregar; Rustam; Siti Maysarah
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2022): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.968 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan yang membutuhkan proses dengan tujuan agar siswa bisa memecahkan masalah dengan bervariasi dan benar. Memahami dan memperoleh informasi pada suatu soal merupakan suatu proses yang dialami siswa agar menyelesaikan masalah matematika yaitu disebut dengan gaya belajar.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui gaya belajar visual yang dimiliki siswa,Untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa yang memiliki gaya belajar visual dalam menyelesaikan soal olimpiade matematika tingkat SMA.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dalam proses pengumpulan data penelittian ini menggunakan tiga metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini diambil kesimpulan bahwa: 1) Dari 9 siswa yang memiliki gaya belajar visual, hanya 4 siswa yang sesuai dengan indikator gaya belajar visual. 2) Tingkat kemampuan berpikir kreatif pada siswa yang memiliki gaya belajar visual digolongkan pada tingkat berpikir kreatif level ke 3 atau cukup kreatif dan level ke 2 atau kurang kreatif. ABSTRACT Creative thinking ability is an ability that requires a process with the aim that students can solve problems varied and correctly. Understanding and obtaining information about a problem is a process experienced by students in order to solve mathematical problems, which is called learning style. high school math olympiad.The type of research used in this research is descriptive qualitative research in the form of written or spoken words from people and observable behavior. In the process of collecting data this research uses three methods, namely observation, interviews, and documentation. From the results of this study, it can be concluded that: 1) Of the 9 students who have a visual learning style, only 4 students are in accordance with the visual learning style indicator. 2) The level of creative thinking ability in students who have a visual learning style is classified as creative thinking level 3 or quite creative and level 2 is less creative.
PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DIAJAR DENGAN MODEL PBL DAN SSCS Thoibah; Fibri Rakhmawati; Siti Maysarah
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2022): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.903 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan Search Solve Create and Share pada materi Trigonometri kelas X SMA Negeri 7 Tanjungbalai. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan penelitian quasi eksperimen. Populasinya adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 7 Tanjungbalai Tahun Pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 96 siswa, dan sampel pada penelitian ini adalah kelas X MIA 1 (Eksperimen I) sebanyak 32 siswa dan kelas X MIA 2 (Eksperimen II) sebanyak 32 siswa. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis varians (ANAVA)dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan Search Solve Create and Share dengan Fhitung < Ftabel yaitu 0,355 < 3,996. Maka disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan Search Solve Create and Share. ABSTRACT                         This study aims to determine the differences in students' mathematical critical thinking skills who are taught with the Problem Based Learning and Search Solve Create and Share learning models in the class X Trigonometry material at SMA Negeri 7 Tanjungbalai. This type of research is quantitative research, with a quasi-experimental research approach. The population is all students of class X SMA Negeri 7 Tanjungbalai for the academic year 2020/2021, totaling 96 students, and the sample in this study was class X MIA 1 (Experiment I) as many as 32 students and class X MIA 2 (Experiment II) as many as 32 students. The analysis was performed using a two-way analysis of variance (ANOVA). The results of this study indicate that there is no difference in critical thinking skills taught by the Problem Based Learning and Search Solve Create and Share learning models with F_(count )< F_table which is 0.355 < 3.996. It is concluded that there is no difference in critical thinking skills between students who are taught the Problem Based Learning and Search Solve Create and Share learning models.
PERBEDAAN KEMAMPUAN REPRESENTASI DAN BERFIKIR KREATIF MATEMATIS MODEL PEMBELAJARAN CMP DAN PBL Mhd Dwiki Pamungkas; Sajaratud Dur; Siti Maysarah
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2022): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.969 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan Model Pembelajaran Connected Mathematics Project dan Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan representasidan berfikir kreatif matematis di kelas VIII SMP IT Al-Maksum Sunggal. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan kemampuan representasi yang diajar dengan model pembelajaran Connected Mathematics Project dengan model Pembelajaran Problem Based Learning pada materi lingkaran dengan nilai Fhitung =57,378 > Ftabel taraf α(0,05) = 4,013; 2) Terdapat perbedaan kemampuan berfikir kreatif matematis yang diajar dengan model pembelajaran Connected Mathematics Project dengan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi lingkaran dengan nilai Fhitung 56,66 >Ftabel taraf α(0,05) = 4,013; 3) Terdapat perbedaan kemampuan representasi dan kemampuan berfikir kreatif matematis yang diajar dengan model pembelajaran Connected Mathematics Project denganmodel pembelajaran Problem Based Learning pada materi lingkara dengan nilai Fhitung 118,88 >Ftabel taraf α(0,05) = 2,683; 4) Tidak terdapat interaksi antara kemampuan representasi dan berfikir kreatif matematis pada materi lingkaran dengan Fhitung =112,93 < Ftabel taraf α(0,05) = 253,197   ABSTRACT        This study aims to determine whether there are differences between the Connected Mathematics Project Learning Model and the Problem Based Learning Learning Model on the ability to represent and think creatively mathematically in class VIII SMP IT Al-Maksum Sunggal. This research is a quantitative research with the type of experimental research. The results of this study indicate: 1) There are differences in the representational abilities taught by the Connected Mathematics Project learning model and the Problem Based Learning model on circular material with a value of Fcount = 57.378 > Ftable level (0.05) = 4.013; 2) There are differences in the mathematical creative thinking ability taught by the Connected Mathematics Project learning model with the Problem Based Learning learning model on the circle material with a value of Fcount 56.66 > Ftable level (0.05) = 4.013; 3) There are differences in representational abilities and mathematical creative thinking skills taught by the Connected Mathematics Project learning model with Problem Based Learning learning models on circle material with a value of Fcount 118.88 >Ftable level (0.05) = 2.683; 4) There is no interaction between representational ability and mathematical creative thinking on circle material with Fcount = 112,93 < Ftable level (0,05) = 253,197
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN SPARKOL VIDIOSCRIBE DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR Paridah Anum; Yahfizham; Siti Maysarah
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 3 (2022): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1089/relevan.v2i3.343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan media pembelajaran menggunakan Sparkol Videoscribe unruk meningkatkan Minat Belajar siswa yang valid, praktis dan efektif agar dapat diterapkan sebagai media pembelajaran matematika pada materi Himpunan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) yang mengacu pada salah satau model atau pendekatan desain sistem pembelajaran yaitu model ADDIE yang merupakan singkatan dari Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII MTs,S Darul Ihsan yang berjumlah 25 orang. Jenis data pada penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kevalidan media berdasarkan penilaian ahli media dan ahli materi mendapatkan rata-rata persentase sebesar 88,93% dengan kriteria “sangat baik/sangat valid”. (2) Kepraktisan media pembelajaran berdasarkan respon siswa dan guru setelah menggunakan media mendapatkan rata-rata persentase sebesar 92,70% yang termasuk kriteria “sangat praktis”. (3) Keefektifan media berdasarkan minat belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran matematika interaktif sebesar 90,50%. Dari hasil perhitungan manual diperoleh n-gain score sebesar 0,70. Kemudian untuk uji t didapat nilai thitung= 13,71 serta nilai ttabel= 2,06 yang artinya thitung > ttabel dan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai pretest dan posttest. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan media pembelajaran menggunakan Sparkol Videoscribe untuk meningkatkan minat belajar siswa dapat dikatakan layak dengan kategori valid, praktis dan efektif   ABSTRACK                          This study aims to develop and produce learning media using Sparkol Videoscribe to increase students' interest in learning that is valid, practical and effective so that it can be applied as a medium for learning mathematics in the set material. The type of research used is Research and Development (R&D) which refers to one of the models or approaches to learning system design, namely the ADDIE model which stands for Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The research subjects were students of class VIII MTs, S Darul Ihsan, totaling 25 people. The types of data in this study are quantitative and qualitative data. The results showed: (1) The validity of the media based on the assessment of media experts and material experts got an average percentage of 88.93% with the criteria of "very good/very valid". (2) The practicality of learning media based on student and teacher responses after using the media got an average percentage of 92.70% which included the "very practical" criteria. (3) The effectiveness of the media based on students' interest in learning after using interactive mathematics learning media is 90.50%. From the results of manual calculations obtained n-gain score of 0.70. Then for the t-test, the value of tcount = 13.71 and the value of ttable = 2.06, which means tcount > ttable and indicates that there is a significant difference between the average pretest and posttest scores. Based on the research results, the use of learning media using Sparkol Videoscribe to increase student interest in learning can be said to be feasible with valid, practical and effective categories.
PERBEDAAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MMP DAN PBL Sonya Winanda; Sajaratud Dur; Siti Maysarah
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 3 (2022): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1089/relevan.v2i3.370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berfikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran MMP (Missouri Mathematics Project) dan Problem Based Learning di kelas XI SMA Gema Buwana Desa Sei Rotan, Kec Percut Sei Tuan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi adalah seluruh siswa kelas XI SMA Gema Buwana, tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 40 siswa. Analisis data dilakukan dengan analisis varians (ANAVA). Hasil temuan ini menunjukkan: (1) Terdapat Perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran MMP dan Problem Based Learning di kelas XI SMA Gema Buwana dengan diperoleh nilai Fhitung = 6,305 dan nilai pada  pada taraf (∝ =0,05)=4,098 yang menyatakan bahwa f hitung>f tabel (2) Tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran MMP dan Problem Based Learning di kelas XI SMA Gema Buwana dengan diperoleh nilai f hitung= 0,149 dan nilai pada f tabel pada taraf (∝=0,05)=4,098 yang menyatakan bahwa f hitung < f tabel Simpulan penelitian ini menjelaskan bahwa kemampuan berfikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa lebih sesuai diajarkan dengan model pembelajaran MMP dan Problem Based Learning   ABSTRACK                            This study aims to determine the differences in critical thinking skills and mathematical problem solving abilities of students who are taught using the MMP (Missouri Mathematics Project) learning model and Problem Based Learning in class XI SMA Gema Buwana Sei Rotan Village, Percut Sei Tuan District. This research is a quantitative research, with the type of experimental research. The population is all students of class XI SMA Gema Buwana, academic year 2021/2022, totaling 40 students. Data analysis was performed by analysis of variance (ANOVA). These findings indicate: (1) There are differences in the critical thinking abilities of students who are taught using the MMP and Problem Based Learning learning models in class XI SMA Gema Buwana with the obtained value of Fcount = 6.305 and the value of the Ftable at the level (∝ = 0.05) = 4.098 which means that Fcount>Ftable. (2) There is no difference in the mathematical problem solving ability of students who are taught using the MMP and Problem Based Learning learning models in class XI SMA Gema Buwana with the obtained Fcount = 0.149 and the value in the F_table is at level (∝=0.05) =4,098 which states that Fcount<Ftable. The conclusion of this study explains that students' critical thinking skills and mathematical problem solving abilities are more suitable to be taught using the MMP and Problem Based Learning learning models.
ANALISIS KEMAMPUAN MATEMATIS SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH DENGAN METODE DISKUSI BERDASARKAN IQ Isnaida Marisa; Mardianto; Siti Maysarah
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 3 (2022): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1089/relevan.v2i3.380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman matematis siswa dalam memecahkan masalah matematik dengan metode diskusi berdasarkan tingkat IQ (Intelligence Quotient) dari tinggi hingga rendah di Madrasah Aliyah Negeri Asahan. Indikator yang dipilih yaitu kemampuan matematis siswa yakni : (1) Memahami soal dan masalah yang akan diselesaikan, (2) Membuat strategi hubungan yang logis antara soal dan rumus yang akan digunakan (3) Mengaitkan hal yang diketahui sebelumnya dengan startegi yang akan digunakan dan (4) Mengidentifikasi jawaban dari permasalahan soal dan memeriksanya kembali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan meneliti langsung kelapangan. Subyek penelitian ini siswa-siswi Kelas XI IPA 3 Man Asahan. Teknik pengumpulan data dengan tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data yang sudah dilakukan, diperoleh hasil penelitian yaitu siswa dengan IQ tinggi memiliki kemampuan matematis yang tinggi. Siswa dengan IQ sedang memiliki kemampuan matematis yang sedang hal ini dilihat dari siswa belum mampu memecahkan masalah secara penuh. Kemudian siswa dengan IQ rendah memiliki kemampuan matematis yang rendah sebab siswa mampu memilih prosedur atau operasi tertentu, dalam mengerjakan soal masih ada kekeliruan sehingga tidak sesuai dengan indikator pemahaman konsep.   ABSTRACK                            This study aims to determine the students' mathematical understanding ability in solving mathematical problems with the discussion method based on the level of IQ (Intelligence Quotient) from high to low at Madrasah Aliyah Negeri Asahan. The indicators chosen are the students' mathematical abilities, namely: (1) Understanding the questions and problems to be solved, (2) Making a logical relationship strategy between the questions and formulas that will be used (3) Relating previously known things with the strategies to be used and ( 4) Identify the answers to the problems and check them again. The type of research used is descriptive qualitative research by directly examining the field. The subjects of this study were students of Class XI IPA 3 Man Asahan. Data collection techniques with tests, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the data analysis that has been done, the results obtained are students with high IQs have high mathematical abilities. Students with moderate IQ have mathematical abilities, which can be seen from students who have not been able to solve problems in full. Then students with low IQs have low mathematical abilities because students are able to choose certain procedures or operations, in working on questions there are still errors so that they are not in accordance with the indicators of understanding the concept.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN WHATSAPP DAN GOOGLE CLASSROOM Putri Sri Rezeki; Asrul; Siti Maysarah
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 3 (2022): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1089/relevan.v2i3.382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada metode diskusi dalam pembelajaran jarak jauh melalui Whatsapp dan Google Classroom; dan 2) Perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada metode diskusi dalam pembelajaran jarak jauh melalui Whatsapp dan Google Classroom. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasinya adalah seluruh siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Binjai. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling, dimana 36 siswa pada eksperimen I dan 36 siswa pada eksperimen II. Analisis data dilakukan dengan analisis uji-t. Hasil temuan ini menunjukkan: 1) Tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada metode diskusi dalam pembelajaran jarak jauh melalui Whatsapp dan Google Classroom dengan nilai ????ℎ????????????????????(1,1109)<???????????????????????? (1,994); 2) Tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada metode diskusi dalam pembelajaran jarak jauh melalui Whatsapp dan Google Classroom dengan nilai ????ℎ????????????????????(0,0415 )<???????????????????????? (1,994).   ABSTRACK                                  This study aims to determine: 1) Differences in students' mathematical problem solving abilities taught by the discussion method in distance learning through Whatsapp and Google Classroom; and 2) Differences in students' mathematical critical thinking skills taught by the discussion method in distance learning through Whatsapp and Google Classroom. This research is a quantitative research, with a quasi-experimental type of research. The population is all students of class XI Madrasah Aliyah Negeri Binjai. The sampling technique was simple random sampling, where 36 students in experiment I and 36 students in experiment II. Data analysis was performed by t-test analysis. These findings indicate: 1) There is no difference in students' mathematical problem solving abilities taught by the discussion method in distance learning via Whatsapp and Google Classroom with a value of tcount (1,1109) < ttable (1,994); 2) There is no difference in students' mathematical critical thinking skills taught by the discussion method in distance learning via Whatsapp and Google Classroom with a value of t count (0.0415) < t table (1.994).
Co-Authors Abdul Fikri Ginting Abdul Halim Daulay Abdullah Afdhol Richsan Abigael, Marchya Ade Nur Triyani Adel Syah Pohan Adinda Permata Sari Afri, Lisa Dwi Ahmad Junaidi Ajeng Pramita Akhyar, Mustofa Amaliya Syafitri Amanda, Adela Amanda, Sabrina Ananda, Rusydi Anggi Ramadani Simatupang Anggriyani, Hafifiah Annisa Ainurrohmah Annisa Apsari Anindita Annisa Humaira, Vinni Anum, Paridah Aprilla Putri Asri, Mawaddah Nur Asrul Asrul Asruri, Selfi Assyifa Alfianda Astri Angraeni Astri Wulandari Astuti Handayani Azzuhro Azzuhro Cahyani, Kenny Clarisa Queency Camelia Camelia Chairunnisa Lubis Chintia Paramita Tarigan Cindy Mei Yana Munthe CITRA AMALIA HASIBUAN Clarisa Clarisa Dahlan, Nabila Adelia Dahlya Narpila, Suci Delezephs, Audinos H Fernando Desy Pramita Dian Armanto Dilla Safera Siregar Dita Khairunnisa Dwi Afri, Lisa EDI SAPUTRA Eka Khairani Hasibuan Ella Andhany Elvis Napitupulu Eva Lutfiah, Eva Evan, Kharisma Khaerunissa Farach Nur Fachri Faradiana, Dwi Nur Farah Mutia Putri Fatimah Fatma Liana Rahma Fauziah Nur Febrianti, Nur Aini Febrianti, Zelika Hafizah Hafizah Hafizna Irasa Hasibuan Hasibuan, Ermida Hasibuan, Hafizna Irasa Hasibuan, Indah Sari Hasibuan, Sholatiah Hasratuddin Siregar Hendra Ibrahim Hikmah Maulida Sari Nst Hilmi Atha Syafiq Husnul Khotimah Ida Yustika Siregar Ilman Nafi’an Lubis Imam Muyiddin Hutabarat Inayah Rizki Khaesarani Nayah Indah Anugrah Indah Kurnianingsih, Indah Indayana Febriani Tanjung Indayana Febriani Tanjung Indayana Febriani Tanjung Indayana Febriani Tanjung, Indayana Febriani Irawati, Cut Isnaida Marisa Jurani Khaerunissa Evan, Kharisma Khairi Siregar, Alfi Khairunnisa Hasibuan Khofifa Romaito Siregar Lies Permana Lubis, Annisa Putri Lubis, Ilman Nafi'an Lubis, Ilman Nafi’an Maghfira Mutia Mara Samin Lubis Mardianto Mardianto, Mardianto Mardianto, Wahyuddin Nur Nasution, Fadillah, Marisa, Isnaida Mhd Dwiki Pamungkas Mhd Iqbal Nasution Muhammad Iqbal-Nst Muslimah, Tiara Mustika Wati Siregar Mustofa Akhyar Mutiara Anjani Siregar Nabila Khodijah Naib Prabawansyah, Nirgandhi Nasution, Afrina Nasution, Nirleka Niki Selvia Nindya Mirandani Pratiwi Nur Faradiana, Dwi Nur Wahidah, Puja Nuraini Hasanah Nurika Khalila Daulay Nurmaulidar Pamungkas, Mhd Dwiki Paridah Anum Pohan, Adel Syah Prabawansyah, Nirgandhi Naib Putri Siregar, Machrani Adi Putri Putri Sri Rezeki Rahma Zuhra Rakhmawati, Fibri Ratih Wirapuspita Wisnuwardani Ratna Sari, Lisa Reflina Reflina Rejeki, Sa'i Frida Revina Maulida Risa Ummah Pratiwi Rusi Ulfa Hasanah Rustam Rustam Sahat Saragih Sahat Saragih Sajaratud Dur Sajaratud Dur, Sajaratud Salman Sari, Adinda Permata Sari, Mayang Bintan Sari, Putri Sari, Tika Nirmala Setyanoor, Erwan Sholihatul Hamidah Daulay Sianturi, Ray Yudika Sintia Dwi Anggring Siregar , Tanti Jumaisyaroh Siregar, Ida Yustika Siregar, Wahyu Rizaldy Siti Salamah Br Ginting Siti Yuniawati Sonya Winanda Sophie, Emilia Sri Rezeki, Putri Syahnuridana , Yunaliza Syarifah Meurah Yuni Syarifah Widya Ulfa Tamara Winda Tarihoran, Nur Indah Thoibah Thoibah Wahidah, Puja Nur Wardana, Rafly Adhitya Winanda, Sonya Yahfizham Yahfizham yahfizham yahfizham Yuka Fadhilla Yuni, Syarifah Meurah Zulfa Zulfan Baihaqi