p-Index From 2021 - 2026
8.669
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

SISTEM PENGELOLAAN AKUAKULTUR BERKELANJUTAN BERBASIS SMART FISHERIES VILLAGE (SFV) Sopian, Asep; Krettiawan, Harry; Haryadi, Joni; Effendi, Irzal
Jurnal Salamata Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v6i1.13651

Abstract

Keberhasilan akuakultur berkelanjutan adalah sistem pengelolaan akuakultur yang bergerak dari hulu ke hilir. Smart Fisheries Village (SFV) adalah program baru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mempunyai konsep menyinergikan antara hasil riset dan teknologi dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) perikanan melalui pelatihan dan teaching factory untuk mewujudkan kegiatan usaha perikanan yang terhubung dari hulu ke hilir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program SFV baik di Unit Pelaksana Teknis (UPT) maupun di Kampung ikan/Desa inovasi. Kegiatan SFV UPT dilaksanakan di Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) dari bulan Juli-Desember 2022. Tahapan pelaksanaan kegiatan SFV sebagai berikut: identifikasi potensi, identifikasi dan penetapan jenis usaha, penjalinan kerjasama dengan mitra, pelaksanaan usaha kelautan dan perikanan, peningkatan kapasitas tenaga pelatihan dan penyuluhan, serta melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi, monitoring dan evaluasi. Hasil identifikasi potensi, BRPI mempunyai sumber daya fisik atau sarana dan prasarana penunjang yang memadai. Penilaian mandiri menunjukkan bahwa aspek smart governance dan smart people mencapai nilai 100 diikuti smart economy dan mobility masing-masing sebesar 80. Kegiatan SFV berhasil menjalin mitra kerjasama dengan berbagai pihak dan tahun 2022 BRPI berhasil berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem SFV dengan mengadopsi skema inti-plasma. SFV UPT BRPI telah berhasil menyinergikan antara hasil riset dan teknologi dengan peningkatan SDM perikanan melalui pelatihan dan teaching factory serta mewujudkan usaha perikanan yang terhubung dari hulu ke hilir sehingga harapan terciptanya perikanan yang berkelanjutan dapat terwujud. Adapun konsep pola pengembangan yang diterapkan di BRPI adalah melalui skema inti-plasma, yaitu BRPI sebagai inti sedangkan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) mitra yang dibina oleh penyuluh perikanan menjadi plasma.
KOMUNITAS ZOOPLANKTON DI PERAIRAN BUDIDAYA BENIH LOBSTER PASIR (Panulirus homarus Linnaeus, 1758) DI TELUK EKAS, KABUPATEN LOMBOK TIMUR, INDONESIA Kawirian, Rizky Regina; Affandi, Ridwan; Mashar, Ali; Effendi, Irzal
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.29.1.2023.%p

Abstract

Lobster pasir (Panulirus homarus Linnaeus, 1758) merupakan jenis spiny lobster yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Zooplankton menjadi mangsa penting dari spiny lobster dan diduga menentukan keberhasilan budidaya spiny lobster terutama pada fase puerulus dan juvenil awal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendata jenis, indeks keanekaragaman (H’), dan kelimpahan spesies zooplankton di Teluk Ekas pada fase bulan yang berbeda di kedalaman penempatan wadah pemeliharaan puerulus lobster. Sampel zooplankton diperoleh ketika fase bulan gelap dan terang pada bulan Juni-Juli 2021 dari tiga kedalaman penempatan puerulus (0,5 m, 1 m, 1,5 m). Karakteristik morfologi digunakan dalam identifikasi jenis zooplankton menggunakan beberapa buku identifikasi dan konfirmasi nama spesies di website World Register of Marine Species (https://www.marinespecies.org/). Total sebanyak 14 jenis zooplankton diperoleh yang terbagi ke dalam enam kelas yakni appendicularia (1), bivalvia (1), copepoda (3), malacostraca (2), oligotrichea (6), polychaeta (1). Copepoda  merupakan kelompok yang ditemukan paling melimpah dan berpotensi sebagai pakan alamiah dalam budidaya benih spiny lobster. Fase bulan gelap memiliki taksa yang lebih tinggi, dengan keanekaragaman dan kelimpahan zooplankton lebih tinggi di bulan terang pada tiap kedalaman laut pengambilan sampel.
Penapisan senyawa bioaktif antibakteri fungi laut endofit asal Pulau Buton Sulawesi Tenggara: Screening bioactive compounds of marine endophytic fungi as antibacteria from Buton Island, Southeast Sulawesi Isti'anah, Ismi; Tarman, Kustiariyah; Suseno, Sugeng Heri; Nugraha, Roni; Effendi, Irzal
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i7.50489

Abstract

Fungi laut endofit mengandung senyawa bioaktif alami sehingga memiliki kemampuan sebagai antimikroba, antitumor, antivirus, antikanker, dan antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan potensi senyawa bioaktif yang dimiliki oleh fungi laut endofit dan aktivitas antibakterinya dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen Vibrio harveyi. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu isolasi, seleksi, uji antagonis, ekstraksi senyawa aktif, dan uji antibakteri. Isolasi dan seleksi fungi laut endofit dilakukan pada sampel rumput laut dan mangrove yang berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara menggunakan media potato dextrose agar (PDA). Isolat sebanyak 35 diuji antagonis dengan bakteri patogen Vibrio harveyi dan menghasilkan zona bening yang berkisar antara 2-21 mm. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan dipekatkan dengan rotary evaporator. Ekstrak isolat fungi laut Aspergillus terreus (WB 1-2) membentuk zona hambat (inhibisi) tertinggi pada bobot 2 mg/mL sebesar 21,8±0,3 mm. Diameter zona hambat ekstrak Aspergillus terreus tersebut lebih besar dibandingkan dengan kloramfenikol (19 mm) yang digunakan sebagai kontrol positif. Hal ini menunjukkan bahwa fungi laut endofit A. terreus dapat digunakan sebagai antibakteri alami dalam pencegahan patogen di dalam bidang akuakultur.
KONDISI OSEANOGRAFI DAN KESESUAIAN LOKASI BUDIDAYA LOBSTER DI PERAIRAN TELUK PIDADA, LAMPUNG Hartanto, Mochamad Tri; Effendi, Irzal; Prartono, Tri; Puradiredja, Sena Pasha; Lestari, Dea Fauzia; Susanti, Santi; Salsabila, Afviya
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 15 No 3 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.15.285-297

Abstract

Kondisi oseanografi dan pemilihan lokasi adalah faktor penting dalam keberhasilan dan keberlanjutan kegiatan budidaya lobster laut menggunakan sistem keramba jaring apung. Salah satu kendala budidaya lobster adalah belum adanya aturan khusus mengenai kriteria kesesuaian lokasi budidaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kriteria dan lokasi yang sesuai untuk budidaya lobster di sekitar perairan Teluk Pidada. Dasar kriteria yang digunakan adalah kesesuaian kondisi oseanografi dan kualitas air laut terhadap konstruksi keramba jaring apung dan habitat alamiah lobster. Metode analisis spasial menggunakan sistem informasi geografi dengan sistem pembobotan digunakan dalam penentuan lokasi yang sesuai untuk budidaya, yang mencakup kecerahan, kekeruhan, TSS, klorofil-a, DO, nitrat, fosfat, amonia, pH, TOM, dan salinitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 dari 15 parameter memiliki kondisi yang sangat sesuai. Hasil studi analisis kesesuaian wilayah memperlihatkan bahwa 78,8% perairan atau seluas 2.890,8 ha dalam kategori sangat sesuai, kemudian hanya 21,2% perairan atau seluas 755,2 ha yang tergolong sesuai, dan tidak ditemukan kategori tidak sesuai di perairan Teluk Pidada. Hampir sebagian besar wilayah teluk sesuai untuk budidaya lobster, namun sebagian titik berlokasi agak menjauh dari daratan karena tingginya nutrien dan run-off kurang sesuai untuk kegiatan budidaya.
EVALUASI KEGIATAN BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SECARA INTENSIF DI PT. DEWI LAUT AQUACULTURE GARUT, JAWA BARAT Ardana Kurniaji; Irzal Effendi; Diana Putri Renitasari; Supryady Supryady; Yunarty Yunarty; Muhammad Iswan Awaluddin
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i4.654

Abstract

PT. Dewi Laut Aquaculture (DLA) adalah salah satu perusahaan yang menjalankan produksi udang vaname menggunakan teknologi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem produksi budidaya udang vaname di PT. DLA pada aspek ekologi, biologi, ekonomi dan sosiologi. Metode penelitian dilakukan dengan observasi kegiatan produksi dan wawancara pada karyawan perusahaan. Analisis data dikerjakan secara deskriptif dengan menggunakan referensi sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan budidaya udang vaname di PT. Dewi Laut Aquaculture telah dilaksanakan sesuai SNI 8008-2014 terutama pada persiapan wadah, pengelolaan air, lama pemeliharaan dan kondisi kualitas air. Secara ekologi, pengolahan kualitas air perlu diefektifkan dengan redesain IPAL, monitoring kualitas air berbasis website dan penambahan lahan hijau. Pada aspek biologi perlu optimasi padat tebar dan penerapan prinsip teknis sesuai BAP-GAA. Pada aspek ekonomi perlu menjaga kestabilan produktivitas > 6 siklus. Pada aspek sosiologi perlu optimasi waktu dan upah kerja, serta meningkatkan pelatihan karyawan dan membentuk sistem evaluasi kinerja.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Budidaya Rumput Laut Di Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah Wijianto Wijianto; Irzal Effendi; Iis Diatin; Tatag Budidardi; Yani Hadiroseyani
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i3.840

Abstract

Seaweed is a fishery product that is widely used in various industries, including food, cosmetics, feed and others. Seaweed production does not always increase according to the target but there are several declines, such as in Pekalongan Regency in 2018, there was a quite drastic decline compared to the previous year. The aim of this research is to analyze the factors that are thought to have caused a decline in seaweed production in Central Java Province, especially in Pekalongan Regency. The research method used in the research is secondary data obtained from the Pekalongan Regency Central Statistics Agency. The results of the analysis that have been carried out show that there are several factors that have caused the decline, including tidal waves that occurred in 2017-2018, a decrease in the number of ponds owned by the community, and an erosion rate that is estimated to occur at 0.5 m per year. Decline in seaweed production in Pekalongan Regency is caused by several factors including abrasion, tidal waves, and a decrease in the number of ponds owned by the community in the Pekalongan Regency.
Evaluasi dampak pencemaran mikroplastik pada sistem budidaya perikanan: Strategi pengelolaan berkelanjutan Yusuf, Muh. Amri; Effendi, Irzal
e-Journal BUDIDAYA PERAIRAN Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/bdp.v12i2.59436

Abstract

Microplastic (MP) pollution presents a significant challenge to the sustainability of aquaculture. MPs, originating from various sources such as domestic plastic waste and the degradation of aquaculture equipment, have been detected in aquaculture media, including water and sediment. Cultured organisms like fish, shrimp, and seaweed exhibit MP accumulation, impacting their health and posing risks to human consumers. This study reviews the distribution, ecological impacts, and potential mitigation strategies for MPs in aquaculture environments. Findings reveal that MPs cause bioaccumulation and trophic transfer, leading to physiological disturbances in organisms. Moreover, MPs act as carriers for other harmful pollutants. Mitigation technologies, such as water filtration systems and biodegradable materials, are under development but require further evaluation. Biological approaches utilizing microorganisms for MP degradation offer sustainable solutions. This study recommends integrated management through technological innovation, policy development, and community-based approaches to mitigate MP impacts in aquaculture. These measures are crucial to ensuring food safety and environmental sustainability. Keywords: microplastics, aquaculture, mitigation, environment, sustainability
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TAMBAK UDANG VANAME MELALUI PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA DI DESA KARANGSEWU, KECAMATAN GALUR, KABUPATEN KULON PROGO, DIY : Increasing the Productivity of White Shrimp Ponds Through Human Resources Development in Karangsewu Village, Galur District, Kulon Progo Regency, DIY Diatin, Iis; Budiardi, Tatag; Hadiroseyani, Yani; Effendi, Irzal; Widanarni, Widanarni; Vinasyam, Apriana; Astari, Belinda; Apriani, Ita
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5895

Abstract

Quality of human resources is a key factor in the success of cultivation. Farmers who have good technical knowledge and skills tend to be more successful in managing their ponds. Therefore, through training and mentoring programs, it is hoped that the knowledge and skills needed to increase shrimp pond productivity can be provided. The purpose of this activity is to improve farmers' understanding of effective and efficient white shrimp cultivation techniques, identify problems, and create networks between farmers to share experiences and information. The training was held in July 2024 in Karangsewu Village, Galur District, Kulon Progo Regency, D.I.Yogyakarta Province. The training attended by 35 participants consisting of white shrimp farmers, fisheries extension workers, and the surrounding community. After completing the training, participants received support in the form of mentoring for shrimp cultivation activities for three months. Pre-tests and post-tests were conducted to measure the increase in participants' knowledge. The results showed that the level of knowledge of participants increased by 6.64%. As many as 79% of participants strongly agreed that the training could improve their knowledge, 71% strongly agreed that the training they attended was relevant to their jobs, and 86% of participants stated that they could develop their potential after attending the program. The results of post-training monitoring showed that productivity of white shrimp pond increased from an average of 12 tons/ha to 23.16 tons/ha. This program not only increases productivity and business sustainability, but also has a positive impact on the economy of the surrounding community. There needs to be a follow-up program to improve shrimp farmers' understanding of financial management, marketing strategies, and the development of value-added products.
Analisis Usaha Pembenihan Ikan Mas Mina Jogja Istimewa (Najawa) dengan Sistem Pemijahan Alami Wijianto; Effendi, Irzal
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i1.703

Abstract

Najawa carp is one of the carp developed at BPTPB Cangkringan and has economic value. Market demand for Javanese carp is at the larval stage. This is the reason why fish spawning activities are routinely carried out to obtain larvae that are ready to be sold. Business analysis needs to be done to evaluate the feasibility of the najawa carp seeding business. The purpose of this study was to evaluate the feasibility of the najawa carp seeding business with a natural spawning system. The data taken were primary data, namely direct observation and secondary data obtained from interviews. Data analysis included investment costs, fixed costs, variable costs, total costs, R/C ratio, break event point, payback period, and cost of production. The results of the analysis showed a payback period value of 2.08, an R/C ratio value of 1.22, a BEP unit of 2,053,120.61, and a BEP price of 151,564,296.4. The najawa carp seeding business with a natural spawning system is feasible to be developed.
Performance of mud crab farming in natural seed-based apartment systems with various pre-transportation holding durations Atul Hayati, Mira; Effendi, Irzal; Hadiroseyani, Yani; Budiardi, Tatag
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 24 No. 1 (2025): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.24.1.32-42

Abstract

Farming mud crabs (Scylla serrata) in Indonesia generally use seeds from natural habitats, which are caught, held, and transported dry to the farming location. The crabs are held for several days while waiting for consumers. This study analyzed the impact of pre-transport holding times (one, three, and five days) with four replications and an average initial weight of 73.60 ± 12.53 g on the physiological condition and production performance of farming mud crabs in an apartment system. The crabs were transported dry from Muara Gembong, Bekasi Regency, West Java, to the IPB Fisheries and Marine Observation Station (IFMOS) Ancol, North Jakarta, DKI Jakarta, for three hours. The crabs were farming in apartment boxes with a recirculation system for 14 days. The results showed that the crabs experienced severe gill damage indicated by the lysis of gill cuticles and low survival rates, especially after five days of pre-transport holding. The crabs experienced stress in all treatments, as indicated by high glucose levels above 30 mg/dL. The best survival rate was found in the one-day pre-transport holding time, with a value of 87.50% at the holding location and 95% at the farming location. In conclusion, a one-day pre-transport holding time provides better physiological conditions and production performance for mud crab farming in an apartment system. Keywords: crab, gills, natural catch, stress ABSTRAK Budidaya kepiting bakau (Scylla serrata) di Indonesia umumnya menggunakan benih dari alam, yang ditangkap, ditampung, dan kemudian di transportasi kering ke lokasi budidaya. Penampungan kepiting berlangsung beberapa hari sambil menunggu konsumen. Penelitian ini menganalisis dampak lama waktu penampungan pratransportasi (satu, tiga, dan lima hari) dengan empat ulangan dan bobot rata-rata awal 73,60 ± 12,53 g, terhadap kondisi fisiologi dan kinerja produksi kepiting bakau yang dibudidayakan dalam sistem apartemen. Kepiting di transportasi kering dari Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ke IPB fisheries and marine observation station (IFMOS) Ancol, Jakarta Utara, DKI Jakarta, selama tiga jam. Kepiting dibudidayakan pada boks apartemen dengan sistem resirkulasi selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepiting mengalami kerusakan insang yang parah ditunjukkan dengan lisisnya kutikula insang dan tingkat kelangsungan hidup rendah, terutama setelah lima hari lama penampungan. Kepiting mengalami stres dalam semua perlakuan, yang ditunjukkan oleh tingginya kadar glukosa di atas 30 mg/dL. Tingkat kelangsungan hidup terbaik yakni pada lama waktu penampungan satu hari, dengan nilai 87,50% di lokasi penampungan dan 95% di lokasi budidaya. Kesimpulannya, lama waktu penampungan satu hari pratransportasi memberikan kondisi fisiologi dan kinerja produksi budidaya kepiting bakau sistem apartemen yang lebih baik. Kata kunci: insang, kepiting, stres, tangkapan alam
Co-Authors . Enywati . Sukenda A.I. Nirwana Achmad Fahrudin Adiguna, Ipong Agnis Murti Rahayu Agus Oman Sudrajat Agustinus Tri Aryanto, Agustinus Tri Aji Fajar Nugraha Akbar Marzuki Tahya Ali Mashar Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Amalia E. Maulana Apriana Vinasyiam Ardana Kurniaji Asep Sopian Astari, Belinda Asterika Prawesti Atul Hayati, Mira Auzi Asfarian Awaluddin, Muhammad Iswan Barnabas Bara'padang Betutu Senggagau, Betutu Brata Pantjara Budidardi, Tatag D. Augustine Daffa Nuradzani Dea Fauzia Lestari, Dea Fauzia DEDI JUSADI Dendi Hidayatullah, Dendi Dewi, Nina Nurmalia Dharmadi, , Diah Ayu Lestari, Diah Ayu Diana Putri Renitasari Dinamella Wahjuningrum Dinar Tri Soelistyowati Eddy Supriyono Efianda, Teuku Reza Enang Harris Surawidjaja Eva Prasetiyono Fadlilah, Rizqy Aditya Fauzan, Agung Lutfi Fauzan, Agung Luthfi Febrianto, Muhammad Riza Hanief Fery Kurniawan Fredinan Yulianda Gloria Ika Satriani Gloria Ika Satriani Hamzah, Aris Sando Hanif, Iik Muslihul Haris luthfi Hartanto, Mochamad Tri Harton Arfah Hary Krettiawan Helena Sahusilawane Heni Sela Arianty Herdhata Agusta Hernanda, Virta Rizki I Wayan Nurjaya Iis Diatin Irman Hermadi Isti'anah, Ismi Isti'anah, Ismi - Ita Apriani Jannah, Uthary Rahmathul Joni Haryadi, Joni Jr., Muhammad Zairin K. Sumawidjaja Khairah, Hylda Khoirul Umam Kholidin, Edy Barkat Kukuh Nirmala Kusman Sumawidjaja Kustiariyah Tarman Lastriliah, Mira Lee, Wen-Chien Ligaya I. T. A. Tumbelaka Liubana, Debora Victoria M. Nasir M. Zairin Junior Manja Meyky Bond, Manja Meyky Martinez, Stepahnie J. Maulana, Fajar Mia Setiawati Muhammad Abduh MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Iswan Awaluddin Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhlis Muhlis Muhmmad Agus Suprayudi Mulyadin, Aldy MUNTI YUHANA Muzahar N. Suhenda Nidwidyanthi, Nidwidyanthi Novitasari, Septi Liana Nur Bambang Priyoutomo Nurbayasari, Rodiah Nuri Muahiddah Pratama, Ahmad Trio Puji Hastuti, Yuni Puradiredja, Sena Pasha Putri Utami, Putri Rahman, Muhammad Aghistni Rangga Idris Affandi Rastina Renitasari, Diana Putri RIDWAN AFFANDI Riska Puluhulawa Riyan Maulana Riza Rahman Hakim Rizki, Rani Ria Rizky Regina Kawirian Roni Nugraha Ruku Ratu Borut Rumondang, Anne Salsabila, Afviya Santi Susanti, Santi sapanli, kastana Satriani, Gloria I. Shavika Miranti Sophia N. M. Fendjalang Sri Hariati Sri Nuryati Sugeng Heri Suseno Sukenda . Suko Ismi Sumarwan, Zatricia Yustiresta Salsabila Sunarti Suprianto, Dedi Supryady Supryady Supryady, Supryady Surya Saputra, Surya Suwarto Suwarto T. Prasetya T. Yusdiana T.M. Haja Almuqaramah Tanbiyaskur, Tanbiyaskur Tatag Budiardi Tatag Budidardi Taufiq Abdullah, Taufiq Toto Haryanto TRI ASTUTI Tri Prartono Tridoyo Kusumastanto Vinasyam, Apriana Wahjuni, Sri Wahyudin Wahyudin Wahyuningrum, Dinamella WIDANARNI WIDANARNI Wijianto Wijianto Wildan Nurussalam Wini - Trilaksani Wiyoto Wiyoto Y. Hadiroseyani Yani Haderoseyani Yonvitner - Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty, Yunarty Yuni Puji Hastuti Yusuf, Muh. Amri Zaki, Nurul Hidayah Mat