Articles
Analisis Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika pada Materi Bangun Datar dengan Taksonomi SOLO (Structure Of Observed Learning Outcome) di Sekolah Dasar
Ayu Febiyanti;
Oyon Haki Pranata;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.26374
Penelitian ini merupakan penelitian analisis kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bangun datar dengan taksonomi SOLO (Structure Of Observed Learning Outcome) di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas IV SD Negeri Mancogeh dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bangun datar ditinjau dari kualitas respon siswa berdasarkan taksonomi SOLO. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi analisis kualitatif. Taksonomi SOLO (The Structure of the Observed Learning Outcome) atau struktur hasil belajar yang dapat diamati adalah salahsatu alat yang sederhana dan mudah untuk mengetahui kualitas respon nyata dari siswa dan analsis kesalahan. Taksonomi SOLO terdapat lima level perkembangan kemampuan berpikir siswa yakni prastructural, unistructural, multisutructural, relational, dan extended abstract. Lokasi dilaksanakannya penelitian ini yaitu di SD Negeri Mancogeh Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Terdapat 31 siswa kelas IV B yang menjadi subjek penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan persentase kualitas respon siswa dalam menyelesaikan tes tertulis soal bangun datar diantaranya pada level prastructural sebanyak 2 siswa atau sebesar 6,45%, level unistructural sebanyak 10 siswa atau sebesar 32,26%, level multisructural sebanyak 11 siswa atau sebesar 35, 48%, relational sebanyak 8 siswa atau sebesar 25,81% dan pada level extended abstract tidak ada siswa yang termasuk kedalamnya. Secara keseluruhan, kualitas respon siswa kelas IV B dalam menyelesaikan soal matematika berada pada level multistructural dimana siswa sudah bisa memahami soal dan dapat merencanakan dengan tepat tetapi belum bisa menyelesaikan soal dengan baik dan benar.
Pengembangan Multimedia Interaktif Pelaksanaan Pembelajaran Outdoor Tema Daerah Tempat Tinggalku Berabasis STEM di SD
Sriayu Anisa Toip;
Ghullam Hamdu;
Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (590.552 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i4.13118
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pendidikan. Kegiatan belajar mengajar sesungguhnya tidak terus menerus dilaksanakan didalam kelas, namun dapat memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Pelaksanaan pembelajaran outdoor belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik dibeberapa sekolah, padahal pembelajaran outdoor memberikan banyak dampak positif terhadap perkembangan peserta didik. Hal itu disebabkan belum banyak digunakannya media sumber belajar yang memberikan informasi dan pengetahuan mengenai pelaksanaan pembelajaran outdoor. Dengan demikian, dengan adanya perkembangan teknologi, peneliti mencoba mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan produk multimedia interaktif. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa multimedia interaktif pelaksanaan pembelajaran outdoor tema daerah tempat tinggalku berbasis STEM di SD. Tujuannya adalah memberikan referensi alternatif belajar sehingga memudahkan guru dalam merancang pembelajaran outdoor berbasis STEM. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode penelitian design based research dengan tahapan identifikasi dan analisis masalah, mengembangkan solusi berdasarkan perolehan informasi, melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki produk, dan refleksi. Pengujian dan pengambilan data untuk dijadikan konten multimedia interaktif dilakukan di SDN 2 Cibunigeulis. Setelah konten diolah, selanjutnya melakukan validasi ke beberapa ahli bidang multimedia interaktif, video pelaksanaan pembelajaran dan konten pembelajaran lalu kemudian diperbaiki. Setelah perbaikan, produk diuji sebanyak dua kali kepada responden yaitu guru dan calon guru. Tahapan terakhir, melakukan refleksi dari perbaikan produk sehingga kelayakan produk akhir yang digunakan yaitu multimedia interaktif pelaksanaan pembelajaran outdoor tema daerah tempat tinggalku berbasis STEM diSD.
Pengembangan LKS Pembelajaran STEM untuk mencapai Keterampilan 4C dengan media Electrical Tandem Roller di Sekolah Dasar
Tia Marliani;
Ghullam Hamdu;
Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35334
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Lembar Kerja Siswa. Penelitian ini dilakukan karena bentuk lembar kerja siswa di sekolah dasar pada umumnya sebagai soal-soal evaluasi dan dijadikan alat penilaian kognitif bagi siswa. Sedangkan, makna LKS yang sebenarnya adalah sebagai gambaran proses tahapan belajar siswa untuk mendapatkan konsep/pengetahuan. Kuriulum 2013 sebagai pembaruan sistem yang menuntut guru untuk mendidik siswa melalui sejumlah aktivitas agar memperoleh keterampilan abad 21 atau yang disebut dengan 4C (communication, collaboration, critical thinking dan creativity). Pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 bersifat tematik dengan harapan siswa mampu menemukan maupun menerapkan konsep secara langsung pada saat pembelajaran. Penerapan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic) sebagai upaya pengembangan pembelajaran tematik Kurikulum 2013 menggunakan LKS akan menjembatani paket pembelajaran tematik dengan fokus pembelajaran IPA dan matematika, kemudian akan menghasilkan suatu produk dengan kemampuan 4C pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data Diskusi Kelompok Terarah (FGD). Dengan melakukan identifikasi dan analisis masalah secara kolaboratif sebagai langkah awal, kemudian mengembangkan solusi yang didasarkan pada patokan teori, design principle yang ada dan inovasi teknologi berdasarkan FGD. Sehingga diperoleh keputusan berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) pembelajaran STEM Berdasarkan Kemampuan 4C dengan Media Electrical Tandem Roller di Sekolah Dasar.
Pengembangan Instrumenn Penilaian Kinerja pada Pembelajaran Outdoor Permainan Tradisional Berbasis STEM di Sekolah Dasar
Indri Oktaviani;
Ghullam Hamdu;
Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (492.535 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i4.12765
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan instrumen penilaian kinerja pada pembelajaran outdoor permainan tradisional berbasis STEM di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan instrumen penilaian berupa rubrik penilaian kinerja pada pembelajaran outdoor permainan tradisional berbasis STEM di sekolah dasar sesuai dengan prosedur penilaian pada kurikulum 2013; 2) memvalidasi instrumen penilaian yang dilakukan oleh ahli; 3) menguji coba rubrik penilian kinerja pada pembelajaran outdoor permainan tradisional berbasis STEM di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research, terdiri dari 4 tahap yaitu 1) identifikasi dan analisis masalah oleh peneliti dan praktisi secara kolaboratif; 2) mengembangkan solusi didasarkan pada patokan teori, design principle dan inovasi teknologi; 3) melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki solusi secara praktis; 4) refleksi untuk menghasilkan design principle serta meningkatkan implementasi dari solusi secara praktis. Hasil pada penelitian ini berupa 1) instrumen penilaian berupa rubrik penilaian kinerja pada pembelajaran outdoor permainan tradisional berbasis STEM di sekolah dasar; 3) rubrik penilaian kinerja ini terdiri dari rubrik penilaian kinerja individu, rubrik penilaian kinerja kelompok dan rubrik penilaian produk untuk 2 pembelajaran; 2) berdasarkan validasi oleh para ahli instrumen penilaian ini dinyatakan layak digunakan untuk penilaian; 3) berdasarkan uji coba tahap satu dan tahap dua, rubrik penilaian kinerja ini memiliki tingkat kesamaan diatas 80% pada penskoran oleh para observer. Hasil yang diperoleh dari keseluruhan dalam penelitian pengembangan ini bahwa instrumen penilaian kinerja berupa rubrik dikatakan valid dan reliabel sebagai bentuk penilaian.
Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap pada Pembelajaran Tematik Berbasis Outdoor Learning di Sekolah Dasar
Nita Rachmawiarti Cahyany;
Ghullam Hamdu;
Elan M.Pd
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (846.825 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7422
Pengembangan instrumen penilaian sikap ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman guru dalam merancang ataupun mengembangkan instrumen penilaian sikap berupa rubrik. Sehingga guru cenderung menilai sikap siswa secara subjektif. Instrumen penilaian sikap berupa rubrik sudah banyak ditawarkan namun belum dikembangkan khususnya instrumen penilaian sikap berbasis outdoor learning. Instrumen penilaian sikap pada pembelajaran tematik berbasis outdoor learning diharapkan dapat menjadi alternatif bagi guru dalam melakukan penilaian. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research yang digunakan untuk menghasilkan produk instrumen penilaian sikap berbasis outdoor learning yang terdiri dari instrumen penilaian sikap individu dan kelompok. Rancangan instrumen penilaian sikap berbasis outdoor learning divalidasi oleh validator ahli. Setelah mengalami perbaikan atau revisi, kemudian dilakukan uji coba selama dua kali yaitu pada uji coba pertama dan kedua. Pada uji coba pertama terdapat dua rubrik yang harus direvisi karena persentase kelayakan rubrik 80%. Setelah mengalami revisi, kemudian di uji cobakan pada uji coba kedua hingga rubrik dinyatakan layak. Hasil perbaikan dari uji coba kedua merupakan produk akhir instrumen penilaian sikap yang layak digunakan dalam pembelajaran berbasis outdoor learning di Sekolah Dasar yang menggunakan Kurikulum 2013.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS HOTS BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM DI SEKOLAH DASAR
Teti Teti;
E. Kosasih;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (853.269 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.12487
Pengembangan lembar kerja siswa dilatarbelakangi dengan banyaknya pemahaman guru yang kurang tepat mengenai fungsi dari lembar kerja siswa sebagai perangkat pembelajaran. Lembar kerja siswa dianggap sebagai sekumpulan soal evaluasi untuk mengetes pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Salah satu tuntutan kurikulum 2013 yaitu pembelajaran harus diintegrasikan dengan pelatihan kemampuan higher order thinking skill siswa. Kemampuan higher order thinking skill ini membantu siswa bukan hanya mengetahui dan memahami suatu pengetahuan melainkan mampu mencari keterhubungan informasi pengetahuan, melibatkan proses penemuan konsep pengetahuan serta menerapkan pengetahuan untuk menghadapi sejumlah permasalahan. Pengembangan kemampuan higher order thinking skill ini didasarkan pada taksonomi Bloom revisi yang dijadikan rujukan pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode design based research yang digunakan untuk menghasilkan produk lembar kerja siswa berbasis higher order thinking skill taksonomi Bloom revisi. Produk lembar kerja siswa ini dirancang untuk dua kali pertemuan mencakup mata pelajaran IPA, Bahasa Indonesia, PJOK dan IPS. Rancangan lembar kerja siswa berbasis higher order thinking skill divalidasi oleh tiga ahli. Setelah divalidasi oleh tim ahli dan direvisi kekurangan lembar kerja siswa, dilakukan uji coba sebanyak dua kali, yaitu pada uji coba pertama dan uji kedua. Pada uji coba pertama dan uji coba kedua, respons siswa terhadap penggunaan lembar kerja siswa pertama tidak jauh berbeda. 81,3% siswa memahami materi dan meningkat menjadi rata-rata 95% siswa memahami isi LKS. Hasil dari uji coba kedua kemudian direvisi menjadi produk akhir lembar kerja siswa berbasis higher order thinking skill taksonomi Bloom revisi. Produk akhir ini diimplementasikan di sekolah dasar yang menggunakan kurikulum 2013.
Analisis Proses Pembelajaran Model Latihan Penelitian di Sekolah Dasar
nenti yulianti;
e kosasih;
ghullam hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (461.827 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7369
Penelitian ini merupakan penelitian analisis proses pembelajaran dengan mengimplentasikan desain pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan model latihan penelitian di tiga sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan proses pembelajaran dengan mengimplementasikan desain pembelajaran model latihan penelitian di tiga sekolah dasar yang menggunakan kurikulum 2013 di Kota Tasikmalaya; dan memaparkan tentang sekolah dasar yang paling baik dalam penggunaan desain pembelaaran model latihan penelitian diantara tiga sekolah dasar yang menggunakan kurikulum 2013 di Kota Tasikamalaya. Subjek penilitian ini adalah tiga sekolah dasar yaitu SDN Citapen, SDN Galunggung, dan SDN Bojongsari. Alat pengumpulan data adalah lembar observasi untuk menganalisis proses pembelajaran dengan melihat keterlaksanaan setiap kegiatan pembelajaran yang ada dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang di implementasikan. Hasil analisis proses pembelajaran menunjukkan bahwadesain pembelajaran model latihan penelitian terlaksana dengan baik di tiga sekolah dasar dengan beberapa perbedaan baik dilihat dari jumlah keterlaksanaan langkah kegiatan, dalam situasi pembelajaran serta keaktifan siswa. Diantara tiga sekolah dasar yang mengimplementasikan desain pembelajaran model latihan penelitian ada dua sekolah dasar yang paling baik pengimplementasiannya. Yaitu SDN Galunggung paling baik dalam proses pembelajaran 1 dan SDN Citapen dalam proses pembelajaran 2. Karena desain pembelajaran yang di implementasikan terdapat dua Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sehingga terdapat dua sekolah dasar yang paling baik di dua pembelajaran yang berbeda. Hasil yang diperoleh secara keseluruhan dalam penelitian ini bahwa implentasi desain pembelajaran model latihan penelitian dilihat dari proses pembelajaran yang terlaksana di tiga sekolahdasar berbeda-beda.
Kajian Tentang Keaktikan Belajar Siswa Dengan Media Teka Teki Silang Pada Pembelajaran IPS SD
Silvia Agustin;
Sumardi Sumardi;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (509.562 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32917
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan pentingnya media pembelajaran dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran IPS di SD karena mengingat pembelajaran IPS di SD terkesan sangat monoton dan kurang menyenangkan, sehingga menyebabkan siswa menjadi pasif atau kurang aktif dalam proses pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran IPS di SD. Selain itu, kurangnya kesadaran akan pentingnya penggunaan media pembelajaran pada pembelajaran IPS di SD. Media pembelajaran (teka teki silang) penting digunakan untuk melatih keaktifan belajar siswa pada pembelajaran IPS di SD. Dalam penerapan media pembelajaran teka teki silang ini perlu pemahaman dari guru terlebih dahulu agar siswa dapat terlatih keaktifan belajarnya. Dapat disimpulkan hasil dari kajian penulisan artikel ini adalah media pembelajaran sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran IPS di SD. Dengan menggunakan media pembelajaran siswa akan terlatih dan sesuai dengan manfaat dari media teka teki silang tersebut yakni untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik sebab dalam mengisi teka-teki silang kondisi pikiran yang jernih, rileks dan tenang akan membuat memori otak kuat, sehingga daya ingat pun meningkat. adapun Keaktifan siswa dalam belajar yang dapat ditingkatkan karena media teka teki silang adalah sebagai berikut : Kegiatan-kegiatan visual, kegiatan-kegiatan lisan, kegiatan-kegiatan mendegarkan, kegiatan-kegiatan menulis, kegiatan-kegiatan menggambar, kegiatan-kegiatan metrik, kegiatan-kegitan mental, kegiatan-kegiatan emosional.
Pengaruh Model Latihan Penelitian terhadap Sikap Ilmiah Siswa di Sekolah Dasar
Fitria Rohmat Tunisa;
Kosasih Kosasih;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7141
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sikap ilmiah di sekolah dasar. Guru memiliki tugas untuk memunculkan sikap ilmiah tersebut agar para siswanya memiliki pengetahuan yang memadai. Salah satu yang bisa dilakukan guru adalah memilih model pembelajaran yang mampu memunculkan sikap ilmiah siswa. Model latihan penelitian mampu memunculkan sikap ilmiah siswa karena dalam model ini siswa diajak langsung untuk bersikap seperti ilmuwan, memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, melakukan uji coba, dan lain-lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini secara umum mengangkat perbedaan sikap ilmiah di tiga sekolah dasar kategori tinggi, sedang, dan rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan sikap ilmiah di tiga sekolah dasar kategori tinggi, sedang, dan rendah. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain penelitian A three-treatment counterbalanced. Populasi dalam penelitian ini adalah SD di Kota Tasikmalaya yang menggunakan Kurikulum 2013 dan telah melaksanakan US/M dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pertimbangan dalam penentuan sampel adalah nilai rata-rata tertinggi, sedang, terendah pada US/M tahun 2015/2016. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi dan observasi. Instrumen yang digunakan merupakan implementasi dari penelitian sebelumnya. Analisis data kuantitatif menggunakan microsoft excel versi 2010 dan SPSS versi 16.0. Berdasarkan data yang diperoleh hasil analisis, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai sikap ilmiah siswa di tiga sekolah dasar dalam pembelajaran dengan model latihan penelitian.