Articles
Media Mock-Up Pada Pembelajaran Tematik Berbasis Outdoor Learning di Sekolah Dasar
Inna Meilinda;
Ghullam Hamdu;
Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (458.483 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7319
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pemahaman belajar secara utuh. Pengunaan media dapat menjadi faktor untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tematik sebagai penyampai materi pelajaran. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang difokuskan pada pengembangan media mock-up untuk pembelajaran tematik berbasis outdoor learning di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan karena terbatasnya media untuk pembelajaran tematik di sekolah dasar. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media pada pembelajaran tematik di SD, mendeskripsikan rancangan media mock-up, mendeskripsikan kelayakan dan uji coba berulang terhadap media mock-up dan mendeskripsikan produk akhir mock-up. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode penelitian Design-Based Research model Reeves. Penelitian ini melibatkan guru dan siswa kelas IV SD sebagai subjek penelitian. Dari hasil wawancara di lima sekolah yang telah menggunakan kurikulum tematik yaitu SDN Angkasa, SDN 1 Bojong, SDN 2 Cibeureum, SDN Sukamulya dan SDN Rancabendem diketahui bahwa selama pembelajaran tematik: metode ceramah masih dominan, pembelajaran dengan menggunakan media belum komprehensip dan ketersediaan media pembelajaran tematik di sekolah belum memadai. Rancangan pengembangan media adalah media tiga dimensi jenis mock-up dilakukan mengikuti tahapan ASSURE. Media dinyatakan layak melalui validasi ahli untuk selanjutnya diujicobakan di dua SD yaitu SDN Sukamulya dan SDN Rancabnedem. Dari kedua uji coba diperoleh saran positif dan negatif sebagai refleksi media. Produk akhir berupa media pembelajaran mock-up tema selalu berhemat energi dengan subtema manfaat energi untuk kelas IV Sekolah Dasar yang dilengkapi dengan buku panduan penggunaan.
Analisis Soal Pilihan Ganda dengan Menggunakan Pemodelan RASCH untuk Mengukur Kemampuan Siswa dalam Mengurutkan Bilangan Pecahan di Sekolah Dasar
Efty Hatining Tyas;
Ghullam Hamdu;
Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.24773
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sulitnya menentukan nilai pecahan dengan pembilang dan penyebut berbeda ketika akan mengurutkan bilangan pecahan. Hal ini menjadi suatu masalah yang perlu dianalisis. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui kualitas soal dan kemampuan siswa dalam mengurutkan bilangan pecahan. Suatu tes bisa menginformasikan kualitas soal dan juga prestasi siswa. Tes dilaksanakan dengan mendistribusikan sebanyak 20 butir soal pilihan ganda tentang mengurutkan bilangan pecahan kepada 56 siswa pada salah satu Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya. Hasil tes dianalisis dengan menggunakan Pemodelan RASCH dengan bantuan aplikasi perangkat lunak Winstep versi 3.75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis menggunakan Pemodelan RASCH menjelaskan kualitas butir soal pilihan ganda dan kemampuan siswa dalam mengurutkan bilangan pecahan. Kualitas butir soal pilihan ganda tentang mengurutkan bilangan pecahan berdasarkan tingkat kesulitannya diklasifikasikan menjadi empat yaitu soal sangat sulit, soal sulit, soal mudah dan soal sangat mudah. Dari 20 soal pilihan ganda terdapat enam soal sangat sulit, tiga butir soal sulit, empat butir soal mudah, dan tujuh soal sangat mudah. Sedangkan kemampuan siswa dikategorikan menjadi tiga yaitu kategori abilitas tinggi, abilitas sedang dan abilitas rendah. Dari 56 siswa Sekolah Dasar kategori abilitas tinggi diperoleh sebanyak 10 orang, kategori abilitas sedang sebanyak 15 orang, dan kategori abilitas rendah sebanyak 31 orang.
Analisis Penerapan Kata Baku dan Tanda Baca dalam Menulis Kembali Isi Cerita Fiksi
Elsa Nurannisa;
Dian Indihadi;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.272 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.36311
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menggunakan kata baku dan tanda baca di dalam kegiatan menulis cerita di kelas IV SDN Balekambang 01. Pentingnya penggunaan kata baku dan tanda baca dalam menulis melatarbelakangi adanya ppenelitian ini. Penulisan cerita fiksi perlu memperhatikan kata baku dan penggunaan tanda baca, agar suatu tulisan dapat dipahami isinya oleh pembaca. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif deskriptif. Teknik penggambilan data yang dilakukan yaitu dengan wawancara kepada guru kelas IV untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran mengenai kata benda dan tanda baca yang diterapkan, dan tes untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam kegiatan menulis menggunakan kata baku dan tanda baca. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan kata baku jenis kata benda dan penggunaan tanda baca banyak di temukan kesalahan. sebanyak 40,06 % siswa melakukan kesalahan terhadap penerapan kata benda , sebanyak 68,32% siswa melakukan kesalahan dalam penerapan tanda baca titik dan sebanyak 22,06% siswa melakukan kesalahan dalam penerapan tanda baca koma. Faktor penyebab terjadinya kesalahan terdapat dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal.
Analisis Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika pada Materi Bangun Datar dengan Taksonomi SOLO (Structure Of Observed Learning Outcome) di Sekolah Dasar
Ayu Febiyanti;
Oyon Haki Pranata;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.26374
Penelitian ini merupakan penelitian analisis kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bangun datar dengan taksonomi SOLO (Structure Of Observed Learning Outcome) di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas IV SD Negeri Mancogeh dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bangun datar ditinjau dari kualitas respon siswa berdasarkan taksonomi SOLO. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi analisis kualitatif. Taksonomi SOLO (The Structure of the Observed Learning Outcome) atau struktur hasil belajar yang dapat diamati adalah salahsatu alat yang sederhana dan mudah untuk mengetahui kualitas respon nyata dari siswa dan analsis kesalahan. Taksonomi SOLO terdapat lima level perkembangan kemampuan berpikir siswa yakni prastructural, unistructural, multisutructural, relational, dan extended abstract. Lokasi dilaksanakannya penelitian ini yaitu di SD Negeri Mancogeh Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Terdapat 31 siswa kelas IV B yang menjadi subjek penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan persentase kualitas respon siswa dalam menyelesaikan tes tertulis soal bangun datar diantaranya pada level prastructural sebanyak 2 siswa atau sebesar 6,45%, level unistructural sebanyak 10 siswa atau sebesar 32,26%, level multisructural sebanyak 11 siswa atau sebesar 35, 48%, relational sebanyak 8 siswa atau sebesar 25,81% dan pada level extended abstract tidak ada siswa yang termasuk kedalamnya. Secara keseluruhan, kualitas respon siswa kelas IV B dalam menyelesaikan soal matematika berada pada level multistructural dimana siswa sudah bisa memahami soal dan dapat merencanakan dengan tepat tetapi belum bisa menyelesaikan soal dengan baik dan benar.
Pengembangan Multimedia Interaktif Pelaksanaan Pembelajaran Outdoor Tema Daerah Tempat Tinggalku Berabasis STEM di SD
Sriayu Anisa Toip;
Ghullam Hamdu;
Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (590.552 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i4.13118
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pendidikan. Kegiatan belajar mengajar sesungguhnya tidak terus menerus dilaksanakan didalam kelas, namun dapat memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Pelaksanaan pembelajaran outdoor belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik dibeberapa sekolah, padahal pembelajaran outdoor memberikan banyak dampak positif terhadap perkembangan peserta didik. Hal itu disebabkan belum banyak digunakannya media sumber belajar yang memberikan informasi dan pengetahuan mengenai pelaksanaan pembelajaran outdoor. Dengan demikian, dengan adanya perkembangan teknologi, peneliti mencoba mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan produk multimedia interaktif. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa multimedia interaktif pelaksanaan pembelajaran outdoor tema daerah tempat tinggalku berbasis STEM di SD. Tujuannya adalah memberikan referensi alternatif belajar sehingga memudahkan guru dalam merancang pembelajaran outdoor berbasis STEM. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode penelitian design based research dengan tahapan identifikasi dan analisis masalah, mengembangkan solusi berdasarkan perolehan informasi, melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki produk, dan refleksi. Pengujian dan pengambilan data untuk dijadikan konten multimedia interaktif dilakukan di SDN 2 Cibunigeulis. Setelah konten diolah, selanjutnya melakukan validasi ke beberapa ahli bidang multimedia interaktif, video pelaksanaan pembelajaran dan konten pembelajaran lalu kemudian diperbaiki. Setelah perbaikan, produk diuji sebanyak dua kali kepada responden yaitu guru dan calon guru. Tahapan terakhir, melakukan refleksi dari perbaikan produk sehingga kelayakan produk akhir yang digunakan yaitu multimedia interaktif pelaksanaan pembelajaran outdoor tema daerah tempat tinggalku berbasis STEM diSD.
Pengembangan LKS Pembelajaran STEM untuk mencapai Keterampilan 4C dengan media Electrical Tandem Roller di Sekolah Dasar
Tia Marliani;
Ghullam Hamdu;
Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35334
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Lembar Kerja Siswa. Penelitian ini dilakukan karena bentuk lembar kerja siswa di sekolah dasar pada umumnya sebagai soal-soal evaluasi dan dijadikan alat penilaian kognitif bagi siswa. Sedangkan, makna LKS yang sebenarnya adalah sebagai gambaran proses tahapan belajar siswa untuk mendapatkan konsep/pengetahuan. Kuriulum 2013 sebagai pembaruan sistem yang menuntut guru untuk mendidik siswa melalui sejumlah aktivitas agar memperoleh keterampilan abad 21 atau yang disebut dengan 4C (communication, collaboration, critical thinking dan creativity). Pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 bersifat tematik dengan harapan siswa mampu menemukan maupun menerapkan konsep secara langsung pada saat pembelajaran. Penerapan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic) sebagai upaya pengembangan pembelajaran tematik Kurikulum 2013 menggunakan LKS akan menjembatani paket pembelajaran tematik dengan fokus pembelajaran IPA dan matematika, kemudian akan menghasilkan suatu produk dengan kemampuan 4C pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data Diskusi Kelompok Terarah (FGD). Dengan melakukan identifikasi dan analisis masalah secara kolaboratif sebagai langkah awal, kemudian mengembangkan solusi yang didasarkan pada patokan teori, design principle yang ada dan inovasi teknologi berdasarkan FGD. Sehingga diperoleh keputusan berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) pembelajaran STEM Berdasarkan Kemampuan 4C dengan Media Electrical Tandem Roller di Sekolah Dasar.
Pengembangan Instrumenn Penilaian Kinerja pada Pembelajaran Outdoor Permainan Tradisional Berbasis STEM di Sekolah Dasar
Indri Oktaviani;
Ghullam Hamdu;
Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (492.535 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i4.12765
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan instrumen penilaian kinerja pada pembelajaran outdoor permainan tradisional berbasis STEM di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan instrumen penilaian berupa rubrik penilaian kinerja pada pembelajaran outdoor permainan tradisional berbasis STEM di sekolah dasar sesuai dengan prosedur penilaian pada kurikulum 2013; 2) memvalidasi instrumen penilaian yang dilakukan oleh ahli; 3) menguji coba rubrik penilian kinerja pada pembelajaran outdoor permainan tradisional berbasis STEM di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research, terdiri dari 4 tahap yaitu 1) identifikasi dan analisis masalah oleh peneliti dan praktisi secara kolaboratif; 2) mengembangkan solusi didasarkan pada patokan teori, design principle dan inovasi teknologi; 3) melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki solusi secara praktis; 4) refleksi untuk menghasilkan design principle serta meningkatkan implementasi dari solusi secara praktis. Hasil pada penelitian ini berupa 1) instrumen penilaian berupa rubrik penilaian kinerja pada pembelajaran outdoor permainan tradisional berbasis STEM di sekolah dasar; 3) rubrik penilaian kinerja ini terdiri dari rubrik penilaian kinerja individu, rubrik penilaian kinerja kelompok dan rubrik penilaian produk untuk 2 pembelajaran; 2) berdasarkan validasi oleh para ahli instrumen penilaian ini dinyatakan layak digunakan untuk penilaian; 3) berdasarkan uji coba tahap satu dan tahap dua, rubrik penilaian kinerja ini memiliki tingkat kesamaan diatas 80% pada penskoran oleh para observer. Hasil yang diperoleh dari keseluruhan dalam penelitian pengembangan ini bahwa instrumen penilaian kinerja berupa rubrik dikatakan valid dan reliabel sebagai bentuk penilaian.
Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap pada Pembelajaran Tematik Berbasis Outdoor Learning di Sekolah Dasar
Nita Rachmawiarti Cahyany;
Ghullam Hamdu;
Elan M.Pd
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (846.825 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7422
Pengembangan instrumen penilaian sikap ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman guru dalam merancang ataupun mengembangkan instrumen penilaian sikap berupa rubrik. Sehingga guru cenderung menilai sikap siswa secara subjektif. Instrumen penilaian sikap berupa rubrik sudah banyak ditawarkan namun belum dikembangkan khususnya instrumen penilaian sikap berbasis outdoor learning. Instrumen penilaian sikap pada pembelajaran tematik berbasis outdoor learning diharapkan dapat menjadi alternatif bagi guru dalam melakukan penilaian. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research yang digunakan untuk menghasilkan produk instrumen penilaian sikap berbasis outdoor learning yang terdiri dari instrumen penilaian sikap individu dan kelompok. Rancangan instrumen penilaian sikap berbasis outdoor learning divalidasi oleh validator ahli. Setelah mengalami perbaikan atau revisi, kemudian dilakukan uji coba selama dua kali yaitu pada uji coba pertama dan kedua. Pada uji coba pertama terdapat dua rubrik yang harus direvisi karena persentase kelayakan rubrik 80%. Setelah mengalami revisi, kemudian di uji cobakan pada uji coba kedua hingga rubrik dinyatakan layak. Hasil perbaikan dari uji coba kedua merupakan produk akhir instrumen penilaian sikap yang layak digunakan dalam pembelajaran berbasis outdoor learning di Sekolah Dasar yang menggunakan Kurikulum 2013.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS HOTS BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM DI SEKOLAH DASAR
Teti Teti;
E. Kosasih;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (853.269 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.12487
Pengembangan lembar kerja siswa dilatarbelakangi dengan banyaknya pemahaman guru yang kurang tepat mengenai fungsi dari lembar kerja siswa sebagai perangkat pembelajaran. Lembar kerja siswa dianggap sebagai sekumpulan soal evaluasi untuk mengetes pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Salah satu tuntutan kurikulum 2013 yaitu pembelajaran harus diintegrasikan dengan pelatihan kemampuan higher order thinking skill siswa. Kemampuan higher order thinking skill ini membantu siswa bukan hanya mengetahui dan memahami suatu pengetahuan melainkan mampu mencari keterhubungan informasi pengetahuan, melibatkan proses penemuan konsep pengetahuan serta menerapkan pengetahuan untuk menghadapi sejumlah permasalahan. Pengembangan kemampuan higher order thinking skill ini didasarkan pada taksonomi Bloom revisi yang dijadikan rujukan pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode design based research yang digunakan untuk menghasilkan produk lembar kerja siswa berbasis higher order thinking skill taksonomi Bloom revisi. Produk lembar kerja siswa ini dirancang untuk dua kali pertemuan mencakup mata pelajaran IPA, Bahasa Indonesia, PJOK dan IPS. Rancangan lembar kerja siswa berbasis higher order thinking skill divalidasi oleh tiga ahli. Setelah divalidasi oleh tim ahli dan direvisi kekurangan lembar kerja siswa, dilakukan uji coba sebanyak dua kali, yaitu pada uji coba pertama dan uji kedua. Pada uji coba pertama dan uji coba kedua, respons siswa terhadap penggunaan lembar kerja siswa pertama tidak jauh berbeda. 81,3% siswa memahami materi dan meningkat menjadi rata-rata 95% siswa memahami isi LKS. Hasil dari uji coba kedua kemudian direvisi menjadi produk akhir lembar kerja siswa berbasis higher order thinking skill taksonomi Bloom revisi. Produk akhir ini diimplementasikan di sekolah dasar yang menggunakan kurikulum 2013.