Articles
Pengembangan Video Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Berbasis Outdoor Learning di Sekolah Dasar
Teten Tarsidi;
Ghullam Hamdu;
Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (487.985 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7274
Penelitian ini dilatarbelakangi kemajuan pada bidang teknologi dan pendidikan. Pada bidang pendidikan digunakan kurikulum terbaru yaitu kurikulum 2013 tetapi belum sepenuhnya diterapkan di seluruh sekolah dasar dan pada bidang teknologi yaitu kemajuan pada bidang multimedia digital. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti mencoba dengan memanfaatkan kemajuan teknologi berupa video untuk meningkatkan kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013. Penelitian ini mengembangkan produk berupa video pelaksanaan pembelajaran tematik berbasis outdoor learning di sekolah dasar. Sebenarnya video pelaksanaan pembelajaran tematik sudah ada dari beberapa sumber termasuk internet namun rata-rata pembelajaran dilakukan di dalam kelas, maka dari itu diterapkan pembelajaran tematik berbasis outdoor learning. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode penelitian design based research. Adapun tahapan dari penelitian design based research yaitu identifikasi dan analisis masalah, pengembangan solusi yang didasarkan kepada informasi yang didapat, melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan expert judgement. Pengambilan data digital dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Sukamulya dan Sekolah Dasar Negeri Rancabendem namun yang dijadikan rancangan adalah data dari SDN Rancabendem. Kemudian dibuatlah video pelaksanaan pembelajaran tematik berbasis outdoor learning. Setelah video dibuat selanjutnya divalidasi terkait video dan konten pembelajarannya. Setelah mengalami beberapa perubahan dan perbaikan kemudian dilakukan uji coba sebanyak dua kali kepada responden yaitu guru dan calon guru sehingga didapatkan perbaikan. Kemudian yang terakhir refleksi terhadap perubahan dan perbaikan dari serangakaian yang telah dilakukan. Produk akhir dari penelitian ini yaitu video pelaksanaan pembelajaran tematik berbasis outdoor learning di Sekolah Dasar.
Penggunaan Media Gambar Seri sebagai Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Ekspositoris
Ryan Purnama Graha;
Dian Indihadi;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (495.928 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7277
Penelitian ini difokuskan pada keterampilan menulis karangan narasi ekspositoris siswa kelas III-B dengan menggunakan perlakuan sebuah media Gambar Seri. Hal ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil perbandingan antara keterampilan menulis karangan narasi ekspositoris siswa sebelum menggunakan media Gambar Seri dan setelah menggunakan media Gambar Seri. Menulis karangan merupakan bagian dari keterampilan berbahasa, ketika siswa mampu menulis sebuah karangan maka siswa tersebut mampu menggunakan bahasa dan mampu mengomunikasikan buah pikiranya dalam sebuah tulisan. Setelah dilaksanakan studi pendahuluan di kelas III-B SDN Mancogeh kecamatan Cipedes kota Tasikmalaya ditemukan kesenjangan keterampilan siswa kelas III-B SDN Mancogeh dalam menuangkan ide atau gagasan dalam menulis karangan narasi ekspositoris serta belum dimaksimalkan media pembelajaran Gambar Seri serta bahan ajar sebagai komponen penting dalam penyampaian pembelajaran menulis karangan narasi ekspositoris. Digunakan metode penelitan pre eksperimen dengan melakukan perbandingan hasil pre-test dan post-test untuk memperoleh hasil dalam penelitian ini. Dalam pengumpulan data, teknik yang digunakan yaitu teknik tes tulis berupa soal esai. Analisis data digunakan data kuantitatif dengan menggunakan bantuan program SPSS 20.0. Sehingga ditemukanlah peningkatan keterampilan menulis karangan narasi ekspositoris setelah digunakannya media Gambar Seri pada siswa kelas III-B SDN Mancogeh Kota Tasikmalaya dibuktikan dengan diperoleh nilai asymp sig sebesar 0,000 0,05 sehingga diterimnya Ha (hipotesis alternatif)dan ditolaknya H0 (hipotesis nol).
ANALISIS STRATEGI PEMBELAJARAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR
Fitri Nurzakiah Fuadi;
Ghullam Hamdu;
Desiani Natalina
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (402.308 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i1.4800
Berpikir kritis merupakan kemampuan inti yang penting sehingga guru perlu mengajarkan dan mengembangkannya dalam pembelajaran. Kemudian seiring dengan berlakunya Kurikulum 2013, kemampuan berpikir kritis ini mulai menjadi perhatian pemerintah melalui penyempurnaan pada pola pikir pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran guru kelas rendah dan guru kelas tinggi dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa di Sekolah Dasar Kurikulum 2013, indikator keterampilan berpikir kritis yang muncul pada siswa, dan perbedaan strategi pembelajaran guru kelas rendah dan guru kelas tinggi dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan guru-siswa kelas 1 dan kelas 4 dari 6 Sekolah Dasar yang yang menerapkan kurikulum 2013 di wilayah Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui observasi dengan cara perekaman pelaksanaan pembelajaran untuk memperoleh gambaran mengenai strategi guru dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa dan wawancara yang dilakukan pada 1 guru untuk mengklarifikasi data hasil observasi. Hasil menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang dilaksanakan sudah mengembangkan keterampilan berpikir kritis berdasarkan kerangka Ennis (1996), dengan persentase kemunculan 15,24% untuk guru kelas rendah dan 13,85% untuk guru kelas tinggi, ada 10 dari 12 indikator berpikir kritis yang muncul berdasarkan respon siswa, dan terdapat perbedaan strategi pembelajaran antara guru kelas rendah dan guru kelas tinggi dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA SUBTEMA MACAM-MACAM SUMBER ENERGI
Fitriani Nursyaripah;
Karlimah Karlimah;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (482.862 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5153
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) ini dilatarbelakangi oleh tuntutan kurikulum 2013 yang menghendaki pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan saintifik. Dalam pendekatan saintifik, siswa dituntut untuk lebih aktif beraktivitas dalam pembelajaran. Salah satu perangkat pembelajaran yang dapat digunakan untuk mewujudkan keaktifan siswa adalah Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS yang dimaksud dalam penelitian ini berupa pedoman untuk memandu aktivitas belajar siswa yang memuat berbagai kegiatan siswa dalam pembelajaran. Ketersediaan LKS dalam pembelajaran masih kurang. Belum terdapat LKS yang terpisah secara khusus, kalaupun ada hanya berupa petunjuk praktikum. LKS yang digunakan masih kurang memenuhi syarat maupun komponen LKS. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa Berbasis Pendekatan Saintifik pada Subtema Macam-Macam Sumber Energi dengan menggunakan metode penelitian Design Based Research. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV. Rancangan produk divalidasi oleh tiga orang ahli. Setelah divalidasi dan direvisi, dilakukan ujicoba produk sebanyak dua kali. Uji coba pertama dilaksanakan di SDN 1 Angkasa dengan jumlah siswa 20 orang, sedangkan ujicoba kedua dilaksanakan di SDN 2 Cibeureum dengan jumlah siswa 30 orang. Hasil uji coba LKS menunjukkan bahwa produk mendapat respon positif dari siswa maupun guru. LKS juga mengalami perbaikan dari aspek didaktis, konstruktif dan teknis dari ujicoba pertama dan ujicoba kedua. Produk akhir yang dihasilkan berupa Lembar Kerja Siswa Berbasis Pendekatan Saintifik pada Subtema Macam-Macam Sumber Energi yang mencakup mata pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia.
Analisis Kemampuan Siswa Kelas V Sekolah Dasar dalam Menemukan Unsur Paragraf pada Teks Nonfiksi
Armi Nurmaisyah;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (798.624 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41755
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menemukan unsur paragraf dalam teks nonfiksi. Pemetaan kemampuan siswa dalam menemukan unsur paragraf dalam teks nonfiksi diharapkan menjadi sumber guru atau pemangku kepentingan pendidikan lainnya untuk menentukan pendekatan pembelajaran yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif, yaitu mendeskripsikan analisis kemampuan siswa dalam menemukan unsur paragraf dalam teks nonfiksi. Teknik pengumpulan datanya adalah tes dan wawancara mendalam, dimana siswa diminta untuk menganalisis unsur paragraf dari 3 (tiga) teks nonfiksi yang berbeda. Objek penelitian adalah beberapa siswa kelas V. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kemampuan siswa dalam menemukan unsur paragraf tergolong rendah. Siswa umum salah dalam menemukan ide pokok, kalimat utama, kalimat penjelas dan konjungsi teks nonfiksi. Kesalahan umum siswa pada teks pertama adalah menemukan gagasan utama, kesalahan umum siswa pada teks kedua adalah menemukan kalimat penjelas, dan kesalahan umum siswa pada teks ketiga adalah konjungsi atau kata penghubung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis unsur paragraf dalam teks nonfiksi masih kurang baik. Pada umumnya kesalahan siswa disebabkan oleh ketidakpahaman dengan unsur paragraf dan kurangnya literasi membaca.
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SISWA SD MELALUI PENERAPAN SKENARIO PEMBELAJARAN BERBASIS PCK TENTANG GAYA GRAVITASI
Ina Oktarina Rahman;
Rustono W S;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (246.256 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i1.4130
Skenario pembelajaran diperlukan sebagai panduan secara teknis operasional bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran. Analisis PCK pada konsep gaya gravitasi bumi memberikan gambaran tentang bagaimana guru mengembangkan konsep IPA dan bagaimana mengajarkannya, sehingga dapat mengembangkan keterampilan proses siswanya. Menganalisis keterampilan proses siswa kelas V SDN 1 Pasirtamiang melalui penerapan skenario pembelajaran berbasis PCK tentang gaya gravitasi menjadi tujuan pada penelitian ini. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan alat pengumpulan data berupa pedoman observasi, tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses yang dimiliki siswa yaitu melalui observasi sebesar 87% (sangat tinggi) dan melaui tes sebesar 81% (sangat tinggi), dan keterlaksanaan skenario pembelajaran berbasis PCK secara umum guru dapat melaksanakan tahapan pengajaran dengan baik dan siswa lebih memahami konsep gaya gravitasi bumi.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Menggunakan Strategi React Perubahan Wujud Benda di Kelas V Sekolah Dasar
Diana Apriyani;
Ghullam Hamdu;
Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (958.579 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.26176
Penelitian Ini bertujuan untuk mengembangkan LKS sebagai salah satu penunjang pembelajaran siswa mengenai perubahan wujud benda di kelas V sekolah dasar. LKS yang dikembangkan peneliti menggunakan strategi REACT, LKS yang dikembangkan mengacu pada tahapan strategi REACT, yaitu Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, dan Transfering. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Educational Design Research (EDR). Menurut Mc Knney reevers, terdapat 3 tahapan penelitian EDR yaitu : 1) Tahapan analisis dan eksplorasi 2) Tahap desain dan kontruksi 3) Tahapan evaluasi dan refleksi Lokasi penelitian di SD Negeri 2 Citeureup di Kabupaten Ciamis , dengan melibatkan guru dan siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan studi literature dan studi lapangan yaitu obhservasi, wawancara, studi dokumentasi, dan kuisioner respon siswa. Hasil Penelitian ini, menjadikan LKS sebagai media pembelajaran di sekolah dasar. Dari data hasil rancangan produk penelitian berdasarkan hasil validasi beberapa validator ahli bidang dapat disimpulkan bahwa pengembangan LKS menggunakan strtegi REACT perubahan wujud benda di kelas V sekolah dasar layak diujicobakan menjadi salah satu media yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran materi perubahan wujud benda. LKS berbasis startegi REACT dapat diajdikan alternatif guru sebagai media penunjang pembelajaran lhusunya materi perubahan wujud benda.
MODUL BERBASIS PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK PEMBELAJARAN STEM DI SEKOLAH DASAR
Risma Mutmainah;
Ghullam Hamdu;
Dian Indihadi
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol 4, No 3: Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (675.422 KB)
|
DOI: 10.24114/js.v4i3.18829
Abstract: Module-Based Thematic Learning for STEM Learning in Primary Schools. The goals in research to develop thematic learning based modules for STEM learning with the theme of Figure and Discovery. This study uses qualitative research with the Focus Group Discussion (FGD) method. Data collection techniques are carried out through data collection using preliminary studies and group discussions. The instruments used in this study were interview and discussion instruments. The results of this focus group discussion were obtained provisions regarding the learning modules used in schools as well as the learning module innovations that would be developed. So, based on the results of this study it can be concluded that the development of modules is made in the form of thematic learning-based modules for STEM learning in elementary schools. Keywords: Module, STEM, Thematic Learning. Abstrak: Modul Pembelajaran Tematik untuk Pembelajaran STEM di Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis pembelajaran tematik untuk pembelajaran STEM dengan tema Tokoh dan Penemuan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode Focus Group Discussion (FGD). Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui pengumpulan data menggunakan studi pendahuluan dan diskusi kelompok. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa instrumen wawancara dan instrumen diskusi. Hasil diskusi kelompok terarah ini yaitu diperoleh ketetapan mengenai modul pembelajaran yang digunakaan di sekolah serta inovasi modul pembelajaran yang akan di kembangkan. Maka, berdasarkan hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa pengembangan modul di buat dalam bentuk modul berbasis pembelajaran tematik untuk pembelajaran STEM di Sekolah Dasar. Kata Kunci: modul, STEM, pembelajaran tematik.