Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Produksi Kelor (Moringa oleifera Lam.) Organik di Blora, Jawa Tengah Yudhi, Joshinjitsu Fatirizqina; Kartika, Juang Gema; Sukma, Dewi
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 3 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i3.51338

Abstract

Kelor termasuk komoditas hortikultura tropis yang memiliki banyak manfaat dan dapat dijadikan sebagai alternatif pemenuhan pangan fungsional. Kegiatan penelitian bertujuan untuk mendapatkan data dan mengevaluasi pengelolaan tenaga kerja pada sistem budidaya kelor dengan menghitung efisiensi penggunaan tenaga kerja. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2019 di Blora, Jawa Tengah. Kebutuhan tenaga kerja dihitung berdasarkan jumlah HOK realisasi pada setiap jenis pekerjaan. Jenis pekerjaan yang dapat diamati meliputi pemupukan, pemanenan, pengendalian hama, serta pengendalian gulma dan pembumbunan. Jumlah HOK yang dimiliki perusahaan adalah 1,800 HOK, sedangkan HOK realisasi yang dihitung di lapangan berjumlah 1,491 HOK sehingga kebutuhan tenaga kerja lebih kecil dibandingkan dengan realisasi yang ada pada perusahaan. Kelebihan tenaga kerja pada perusahaan disebabkan oleh jam kerja yang dibebankan perusahaan lebih kecil dibandingkan jam kerja standar. Peningkatan efisiensi tenaga kerja dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah tenaga kerja menjadi 5 orang dan penambahan jam kerja efektif menjadi 7 jam. Kata kunci : efisiensi tenaga kerja, jam kerja, jenis pekerjaan
KESERASIAN SOSIAL DAN POLITIK DALAM MASYARAKAT “BERBILANG KAUM” DI KOTA SIBOLGA Fuady Dharma Harahap, Andes; Husein Nst, Ahmad; Pulungan, Darmasyah; Sari, Novila; Fadillah, Anggun; Isnaini Harahap, Fitri; Hasibuan, Nadia; Pulungan, Nurpadilah; Khoiruddin, Khoiruddin; Riski Ananda, Ihwan; Halimatussakdiyah, Halimatussakdiyah; Alwi, Ahmad; Sihombing, Novi; Daulay, Delfina; Lestari Koto, Putri; Bukhori, Ahmad; Sauri Nasution, Sofyan; Alam Sani, Fajri; Simatupang, Juliana; Salamah, Siti; Sandi, Gunawan; Sukma, Dewi; Akbar, Machmul; Dodi Saputra, Muhammad; Silviyani Siregar, Sindi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 12 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i12.2023.5414-5427

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana implementasi konstruksi keragaman masyarakat Indonesia di Kota Sibolga yang dikenal sebagai “Negeri Berbilang Kaum”.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahasa pesisir sebagai bahasa pemersatu diantara etnis yang berbeda, sehingga keberadaan bahasa pesisir tersebut dapat mendukung terciptanya masyarakat yang serasi dan rukun. Kondisi keserasian sosial ini juga terlihat dari adanya Adat Sumando sebagai adat pemersatu dalam setiap perkawinan yang dilakukan. Adat Sumando adalah pertambahan atau percampuran satu keluarga dengan keluarga lain yang seagama, yang diikat dengan tali pernikahan menurut hukum Islam dan disahkan dengan suatu acara adat Pesisir. Adat ini merupakan campuran dari hukum Islam, adat Minangkabau, dan adat Batak. Keberadaan Adat Sumando inilah yang membuat kota ini menjadi lebih unik, dimana ketika etnis Batak yang sudah masuk ke dalam Adat Sumando yang notabene beragama Islam, maka marga yang ada tetap dipakai. Hal inilah membuat masyarakat yang bermarga Batak tetapi beretnis Pesisir. Dari hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa ada beberapa faktor pendukung terciptanya keserasian sosial dalam masyarakat multi etnis di Kota Sibolga sebagai berikut: Pertama; faktor historis, dimana sejak berdirinya kota ini telah ramai di kunjungi oleh pendatang dari berbagai daerah dan beragam etnis yang terjalin dalam interaksi sosial yang harmonis sehingga menjadikan kota ini sebagai kota yang dinamis dan terbuka serta menjadi kota yang mapan dalam mengelola masyarakat yang harmonis dalam keberagaman (harmony in diversity). Kedua; faktor adaptasi, dimana kemampuan masyarakat yang tinggal di kota ini dalam menguasai bahasa Pesisir dalam berinteraksi sehari-hari, sehingga kemampuan adaptif inilah yang membuat masyarakat hidup serasi dan rukun. Ketiga; faktor demografi dan pola pemukiman, dimana dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi di kota ini mengakibatkan pola pemukiman membaur yang cenderung meniadakan garis pemisah (border line) atau mereduksi komunikasi yang terbatas, sehingga dapat meningkatkan interaksi dan kontak sosial yang semakin intens.
Isolation and Characterization of OsNAC6 cDNA from Rice (Oryza sativa L.) cv. Nipponbare, Batutegi, and Rojolele Rachmat, Agus; Nugroho, Satya; Nurdiani, Dini; Swastika, Maria; Sukma, Dewi; Aswidinnoor, Hajrial; Sudarsono, Sudarsono
Annales Bogorienses Vol. 18 No. 2 (2014): Annales Bogorienses
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transcription factors have an important function in regulating gene expression and plant responses to stresses. The ERF, bZIP, WRKY, MYB, and NAC are stress inducible transcription factors. The OsNAC6 is a member of the NAC transcription factor family in rice and its expression is induced by abiotic stresses, wounding and blast disease. Characterization of OsNAC6 gene sequences would give a better understanding on how OsNAC gene functions biologically. The objectives of this research are to isolate the OsNAC6 cDNA from Nipponbare, Batutegi, and Rojolele cultivars, to characterize their DNA sequences, and to compare their sequences to other NAC genes from other plants available in GenBank DNA databases. Isolated cDNA and sequencing of the fragments resulted in a 912 bp DNA sequences. Translation of the sequences yielded a protein consisted of 303 amino acid residue. Blast analysis of amino acid sequences indicated identity of isolated cDNA from three Indonesian rice cultivars are the OsNAC6 gene. Deduced amino acid residues from amplified cDNAs of Nipponbare, Batutegi, and Rojolele cultivars shared 100% sequence identities to rice OsNAC6 (Acc. # BAA89800), 71-100% sequence identity to a number of OsNAC protein from Oryza sativa and 63-83% sequence identity to NAC protein from other plants.
Analisis Ketahanan Klonal Anggrek Phalaenopsis Terhadap Bakteri Dickeya Dadantii Humaira, Mira; Purwito, Agus; Sudarsono, Sudarsono; Sukma, Dewi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4857

Abstract

Abstract: Phalaenopsis orchids are one of the ornamental plants that are very popular with the public because they have attractive flower colors and shapes. One of the obstacles in the success of orchid cultivation is the attack of soft rot disease caused by Dickeya dadantii. Therefore, efforts are needed to find Phalaenopsis clones that are resistant to soft rot disease. This study aims to identify the resistance response of the hybrid orchid genotype Phal. Salu Spot Phal. bellina no. 1102-44. The plant material used was the hybrid orchid Phal. Salu Spot Phal. bellina no. 1102-44 inoculated with Dickeya dadantii bacteria. Identification of the resistance response was carried out through the infection method using the leaf disk technique. The results showed that the clone Phal. Salu Spot Phal. bellina no. 1102-44 was successfully grouped into five resistance classes at 24 JSI (hours after inoculation). A total of three accessions were identified as having resistance to soft rot disease, with two accessions originating from the 22.19 M media treatment (T2-15 and T2-17) and one other accession originating from the 44.39 M media treatment (T4-23).Keywords: orchid, Dickeya dadantii, plant resistance, leaf disk technique Abstrak: Anggrek Phalaenopsis merupakan salah satu tanaman hias yang sangat diminati masyarakat karena memiliki warna dan bentuk bunga yang menarik. Salah satu hambatan dalam keberhasilan budidaya tanaman anggrek adalah serangan penyakit busuk lunak yang disebabkan oleh Dickeya dadantii. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menemukan klon Phalaenopsis yang memiliki ketahanan terhadap penyakit busuk lunak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi respons ketahanan genotipe anggrek hibrida Phal. Salu Spot Phal. bellina no. 1102-44. Bahan tanaman yang digunakan berupa anggrek hibrida Phal. Salu Spot Phal. bellina no. 1102-44 yang diinokulasi dengan bakteri Dickeya dadantii. Identifikasi respons ketahanan dilakukan melalui metode infeksi menggunakan teknik leaf disk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon Phal. Salu Spot Phal. bellina no. 1102-44 berhasil dikelompokkan ke dalam lima kelas ketahanan pada 24 JSI (jam setelah inokulasi). Sebanyak tiga aksesi teridentifikasi memiliki ketahanan terhadap penyakit busuk lunak, dengan dua aksesi berasal dari perlakuan media 22,19 M (T2-15 dan T2-17) dan satu aksesi lainnya berasal dari perlakuan media 44,39 M (T4-23).Kata kunci: Anggrek, Dickeya dadantii, ketahanan tanaman, tekhnik leaf disk
Pengaruh Silika dan Media Tanam terhadap Keberhasilan Aklimatisasi dan Pertumbuhan Planlet Dendrobium violaceoflavens x Dendrobium canaliculatum Nurgravisi, Primanisa; Sukma, Dewi; Iis Aisyah, Syarifah
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.13.3.70605

Abstract

Anggrek Dendrobium section Spatulata hasil hibridisasi yang baru dikembangkan di Indonesia adalah Dendrobium violaceoflavens x Dendrobium canaliculatum. Perbanyakan melalui kultur jaringan dapat menjadi salah satu alternatif perbanyakannya, namun metode ini memiliki fase aklimatisasi yang sangat rentan dan sering kali menyebabkan tingkat kematian di atas 50% jika kondisi lingkungan tidak optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh silika dan media tanam pada pertumbuhan Dendrobium violaceoflavens x Dendrobium canaliculatum pada masa aklimatisasi.  Unsur silika dipilih karena dapat meningkatkan ketahanan terhadap cekaman pada tanaman. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi silika (SiO2) dengan empat taraf konsentrasi; 0 g L-1, 0.01 g L-1, 0.02 g L-1 dan 0.03 g L-1. Faktor kedua yaitu perlakuan media tanam sebanyak tiga jenis; spaghnum moss, moss hitam dan sabut kelapa. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi silika tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, kerapatan stomata, ketebalan epidermis dan persentase hidup. Sementara itu, perlakuan berbagai media tanam berpengaruh nyata pada jumlah daun, tinggi tanaman, kerapatan stomata, ketebalan epidermis dan persentase hidup. Media tanam terbaik adalah moss hitam dan sabut kelapa. Interaksi perlakuan konsentrasi silika dan media tanam pada peningkatan ketebalan epidermis dan berpengaruh nyata pada kerapatan stomata. Kata kunci: anggrek, epidermis, silika, stomata
Aktivitas Kitinase dan Peroksidase dari Ekstrak Protein Daun, Akar, Kalus dan Tunas In Vitro Trichosanthes tricuspidata Lour. Dewi Sukma; Roedhy Poerwanto; , Sudarsono; Nurul Khumaida; Suryo Wiyono; I Made Artika
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 36 No. 1 (2008): Buletin Agronomi
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.991 KB) | DOI: 10.24831/jai.v36i1.1347

Abstract

A number of Trichosanthes species has been reported as a source of bioactive protein associated with defense mechanisms such as chitinase. Chitinase and peroxidase of crude protein extracted from leaves, roots, in vitro calli and shoots of T. tricuspidata had been analysed. Calli were induced on MS medium containing combinations of 1 µM NAA + 1 µM BA (K1), 2 µM NAA + 2 µM BA (K2), 3 µM NAA + 3 µM BA (K3), or 4 µM NAA + 4 µM BA (K4). Shoots were cultured in MS with 1 mg/l of BA, while leaves and roots were harvested from six-month old plants grown on the field. Results of the experiment suggested that K1-K4 medium could be used to induce calli although weight of calli from all medium composition was not significantly different (0.19-0.31 g/explant/4 weeks). Calli from K1 medium had the highest of total crude protein content (3.24 mg/ml). The highest of chitinase activity was found in in vitro shoots (6.51 mM pNP/hour/mg protein) and the highest peroxidase activity was in the plant roots (0.25 ∆ 420/minute/mg protein). Key words: in vitro calli, shoots, crude protein, chitinase and peroxidase activities
Edukasi Pemasaran Digital dan Perhitungan Harga Pokok Penjualan di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Adil Akbar Muhammad; Affif Andra Saputro; Andi Zahira Al Humairoh; Dewi Sani Sukma; Risda Rizkillah; Aqilla Fadia Wahono; Daffa Rafiandra Haryono; Indira Ariesta; Muhammad Hamzah Aditama
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.2.269-278

Abstract

The fast development of the world affects changes in various sectors, one of which is business. The situation is becoming increasingly difficult with the Covid-19 pandemic situation which limits the mobility of business actors in doing business. Based on this background, the Bekasi Kab 02 KKN-T group carried out digital marketing and HPP education activities aimed at providing solutions to overcome marketing issues during the pandemic and making MSMEs able to compete well in this era. This program was implemented 3 times with a combination of online and offline activities on July 2021. The total participants involved in this activity were 15 people. We carry out digital marketing and HPP education with a hybrid discussion method with online socialization and education as well as practices that are carried out directly at MSME locations. The results showed that based on the pre and post tests conducted by eight participants, there was an increase in the number of participants who answered correctly on four of the six questions and even all participants answered correctly on two questions. A total of 6 from 8 participants got an increased score from before the presentation of the material. While the other 2 from 8 participants did not show any change in score. This result shows that the activity can increases the knowledge of MSME actors in using Instagram to make online sales and increases understanding of the calculation of basic commodities.
Co-Authors , Krisantini , Nazi ,, Giyanto Abdullah bin Arif Adil Akbar Muhammad Adimas Krishardianto Affif Andra Saputro Agus Purwito Agus Rachmat Agus Rachmat Ahmad Bukhori, Ahmad Ahmad Fathoni Aji, Titistyas Gusti Akbar, Machmul Alam Sani, Fajri Alvianti Yaufa Desita Alwi, Ahmad Andes Fuady Dharma Harahap Andi Zahira Al Humairoh Andri, Eldrida Antony Demas Apriliani, Elisa Aqilla Fadia Wahono Arifah Rahayu Arrin Rosmala Ary Setiawati Assyifa Fauzia Atra Romeida Azmi, Tubagus Kiki Kawakibi Budi Marwoto Cici Tresniawati Daffa Rafiandra Haryono Daulay, Delfina Deden Derajat Matra Deden Sukmajaya Demas, Antony Dewa Ngurah Suprapta DINI NURDIANI Dini Nurdiani Dirga, Kate Tiffany Dodi Saputra, Muhammad Dwi Utami Nur Usmani Efendi, Darda Eka Martha Della Rahayu Elina, Juanita Elizabeth Handini ELSJE T. TENDA ELSJE T. TENDA, ELSJE T. ENNY RANDRIANI Erick Raynalta Erick Raynalta, Erick Erna Sulistiana Erna Sulistiana Fadillah, Anggun Fajar Pangestu Fauziah, Ni'mah Giyanto, dan Gustaaf Adolf Wattimena HAJRIAL ASWIDINNOOR Halimatussakdiyah, Halimatussakdiyah Handini, Aline Sisi Hasibuan, Nadia Hengky Novarianto HENGKY NOVARIANTO Hengky Novarianto Hermanto, Catur Husein Nst, Ahmad I MADE ARTIKA Ika Roostika Indira Ariesta Ira Fauziah Noer Irawati Irawati Iskandar Safri Hasibuan Ismail Maskromo ISMAIL MASKROMO Ismail Maskromo Isnaini Harahap, Fitri Iswari S. Dewi Juang Gema Kartika Kartiman, Roni Kartiman, Roni Khoiruddin Khoiruddin Khoiuruddin, Khoiruddin Krishardianto, Adimas KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO Lestari Koto, Putri Lolliani Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti M. Syukur Maria Swastika Maryuandini, Ufi MASKROMO, ISMAIL MASKROMO, ISMAIL Mastur Megawati, Gina MEITY A. TULALO MEITY A. TULALO, MEITY A. Mia Kosmiatin Mira Humaira Muhamad Rizal Martua Damanik Muhamad Syukur Muhammad Hamzah Aditama Muhammad Syukur Muhammad Syukur Muthi'ah Khairun Nisa Muthi’ah Khairun Nisa Nabilah, Noorfakhriyah Ahsanti Nasution, Fery Endang Ni'mah Fauziah Noer, Ira Fauziah NOVARIANTO, HENGKY NOVARIANTO, HENGKY Nur Ajijah NUR AJIJAH Nurgravisi, Primanisa Nurul Khumaida Nurul Khumaida OKTA ROSFIANI Pebra Heriansyah Pratama, Syilvia Nosya Pulungan, Darmasyah Pulungan, Nurpadilah Putri, Astrid Aditya Putri, Halida Adistya Putri, Yane Riana Rahmawati, Rika Sri rawati ,, rawati Refa Firgiyanto REFLINUR REFLINUR Risda Rizkillah, Risda Riski Ananda, Ihwan Rizal, Syamsi Roedhy Poerwanto RUBIYO RUBIYO Rusmiyati, Henny Rustikawati S. Sudarsono Sachio, Sachio Saidah, Marwatu Sandi, Gunawan Sandra A. Aziz Sandra Arifin Aziz Sari, Novila Satya Nugroho Satya Nugroho Sauri Nasution, Sofyan Shandra Amarilis Shandra Amarillis Siberakuno, Roberdi Sihombing, Novi Silviyani Siregar, Sindi Simatupang, Juli Simatupang, Juliana Sintho Wahyuning Ardie Siti Salamah Slamet Susanto Sormin, Darlina Sudarsono Sudarsono SUDARSONO SUDARSONO SUDARSONO SUDARSONO Sudarsono Sudarsono Sudarsono, dan SUDARSONO, nFn SUDARSONO, nFn Sudarsono, Sudarsono Sugianto, Pingkan Sukendah SUKENDAH SUKENDAH SUKENDAH SUKENDAH, SUKENDAH SUKENDAH, nFn SUKENDAH, nFn Sukmana, Bayu Surjono Hadi Sutjahjo Suryo Wiyono Suskandari Kartikaningrum Sutanto, Agus Swastika, Maria Swastika, Maria Syarifah Iis Aisyah Syilvia Nosya Pratama Tony Liwang TRI JOKO SANTOSO Tya Wulandari Ucu Sumirat Wahyu Arif Sudarsono Wahyu Arif Sudarsono Waras Nurcholis Willy Bayuardi Suwarno Yafqori Ardigusa Yasmin, Zahra Fadhlia Yoshua Shandy Yudha Yudhi, Joshinjitsu Fatirizqina Yustia Yulianti Zahra Fadhlia Yasmin