Claim Missing Document
Check
Articles

Effect of Gamma Irradiation on Callus of Handeuleum (Graptophillum pictum L. Griff) Kalimantan and Papua Accession Rosmala, Arrin; Sukma, Dewi; Khumaida, Nurul
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.1.23-28

Abstract

Handeuleum (Graptophyllum pictum L.Griff) adalah tanaman obat yang telah digunakan secara luas sebagai obat tradisional karena memiliki kandungan yang berkhasiat obat, dan dapat dikembangkan sebagai salah satu tanaman obat asli Indonesia. Kombinasi antara kultur jaringan dan iradiasi sinar gamma adalah metode yang efektif untuk memperbaiki kultuvar yang diperbanyak secara vegetatif. Penelitian ini bertujuan melihat efek dosis radiasi sinar gamma pada kalus aksesi Kalimantan dan Papua. Kalus diiradiasi dengan sinar gamma (0 Gy, 15 Gy, 25 Gy, dan 35 Gy) lalu diregenerasikan pada media regenerasi yang mengandung BAP (4.44 μM dan 8.88 μM) dan TDZ (4.44 μM dan 8.88 μM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa RD50 ada di 19.25 Gy. Interaksi antara aksesi Papua, iradiasi sinar gamma dosis 15 Gy, dan media regenerasi 4.44 μM BAP menghasilkan bobot kalus subkultur 1 dan 2 paling berat. Dosis iradiasi 25 Gy pada aksesi Kalimantan menghasilkan laju pertumbuhan relatif kalus hasil iradiasi paling tinggi. Dosis iradiasi 25 Gy menghasilkan kalus warna putih kecoklatan sedangkan perlakuan lain tidak. Iradiasi sinar gamma dosis 25 Gy menghasilkan nilai ragam paling besar pada laju pertumbuhan relatif kalus hasil iradiasi. Keywords: aksesi, daun ungu, dosis iradiasi, keragaman
Pertumbuhan dan Produksi Bunga Marigold (Tagetes erecta L.) pada Berbagai Frekuensi Pinching dan Jenis Pupuk: Growth and Flower Yield of African Marigold (Tagetes erecta L.) under Different Pinching Frequencies and Fertilizer Types Dewi Sukma; Syarifah Iis Aisyah; Muhamad Syukur; Dewa Ngurah Suprapta; Muthi'ah Khairun Nisa
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.3.141-148

Abstract

Pengaruh frekuensi pinching dan jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi T. erecta varietas (var.) Sudamala Oranye 1 perlu diketahui karena pelepasan varietas umumnya diiringi sistem budidaya yang sesuai dengan karakteristik tanaman. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan CV. Benih Dramaga, Desa Sinar Sari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada bulan Maret hingga Juli 2023. Percobaan dilakukan pada T. erecta var. Sudamala Oranye 1 dengan bahan tanam setek menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktorial dengan frekuensi pinching sebanyak 3 taraf, yaitu setiap 2 hari (F1), 4 hari (F2) dan 6 hari (F3) serta jenis pupuk sebanyak 2 taraf yaitu AB Mix 1000 ppm (J1) dan NPK 16-16-16 5000 + Gandasil 2000 (J2) sebagai faktor. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi pinching berpengaruh nyata terhadap bobot kuntum serta sangat nyata terhadap diameter kuntum, sedangkan jenis pupuk berpengaruh nyata terhadap persentase tanaman terserang layu bakteri dan tanaman hidup, serta sangat nyata terhadap masa panen Sudamala Oranye 1 Pengamatan secara kualitatif pada kedua varietas menunjukkan adanya perbedaan warna daun dan mahkota bunga akibat jenis pupuk. Pinching setiap 2 hari memiliki komponen hasil tertinggi pada T. erecta varietas Sudamala Oranye 1 walaupun tidak berbeda nyata dengan frekuensi lainnya. Pemberian pupuk AB Mix 1000 ppm menghasilkan produksi tertinggi pada T. erecta varietas Sudamala Oranye 1.Kata kunci: AB Mix, gandasil, NPK, pembuangan kuncup, setek
Pelilinan dan Penyimpanan Suhu Rendah pada Cabai Rawit Varietas Lokal Garut dan Ori 212 Dwi Utami Nur Usmani; Efendi, Darda; Deden Derajat Matra; Dewi Sukma
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.1.40-48

Abstract

Cabai rawit memiliki kadar air cukup tinggi sehingga tidak dapat disimpan terlalu lama serta mudah mengalami kerusakan. Buah cabai yang sudah dipanen masih melangsungkan aktivitas fisiologis dan metabolisme sampai buah memasuki proses pembusukan. Perlu penanganan pasca panen yang dapat memperpanjang umur simpan dan mempertahankan mutu cabai rawit, diantaranya adalah dengan pelilinan menggunakan bahan yang aman dikonsumsi seperti lilin lebah, lilin karnauba, dan kitosan. Penelitian bertujuan mengetahui konsentrasi dari masing-masing bahan pelapis yang efektif memperpanjang masa simpan dan mempertahankan mutu buah dengan penyimpanan suhu rendah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yaitu konsentrasi bahan pelapis. Pengamatan yang dilakukan terdiri dari pengamatan destruktif meliputi pengukuran kadar air pada awal sebelum perlakuan dan pengamatan non-destruktif meliputi pengukuran susut bobot, kualitas visual buah, kemunculan gejala penyakit, pembusukan buah, dan buah kering. Hasil penelitian menunjukkan pelilinan dikombinasikan dengan penyimpanan pada suhu rendah dapat menekan susut bobot, mempertahankan kualitas visual, serta menghambat kemunculan gejala penyakit. Cabai rawit varietas lokal garut dengan pelilinan lilin lebah 0,5%, lilin karnauba 0,5%, dan kitosan 1,5% serta cabai rawit varietas ori 212 dengan lilin lebah 0,5%, lilin karnauba 1,5%, dan kitosan 2% dengan penyimpanan suhu rendah mampu mempertahankan kualitas buah selama 30 hari. Kata kunci: cabai rawit, pasca panen, pelilinan, penyimpanan
Pengaruh Larutan Pulsing terhadap Daya Simpan Bunga Matahari Potong Sukma, Dewi; Shandra Amarilis; Abdullah bin Arif; Muhamad Syukur; Muthi’ah Khairun Nisa
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.1.49-55

Abstract

Bunga matahari sebagai tanaman hias yang dapat dimanfaatkan sebagai bunga potong, namun proses respirasi dan transpirasi yang tinggi dapat menyebabkan penurunan daya simpan dan mutu bunga. Teknologi pasca panen seperti pemberian larutan pulsing yang tepat diperlukan agar kualitas dan daya simpan tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis larutan pulsing terbaik untuk mempertahankan kesegaran dan mutu bunga potong bunga matahari. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor komposisi larutan pulsing sebanyak 8 taraf, yaitu akuades (P1), akuades + gula 3% (P2), akuades + bayclin 0.25% (P3), akuades + gula 3% + bayclin 0.25% (P4), akuades + gula 3% + asam salisilat 50 ppm (P5), akuades + gula 3% + bayclin 0.25% + asam salisilat 50 ppm (P6), akuades + gula 3% + asam salisilat 75 ppm (P7), dan akuades + gula 3% + bayclin 0.25% + asam salisilat 75 ppm (P8). Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan dengan satu tangkai bunga per ulangan, sehingga terdapat 32 tangkai bunga sebagai unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan pulsing yang mengandung akuades + gula 3% + bayclin 0.25% + asam salisilat 75 ppm cenderung lebih dapat mempertahankan kesegaran bunga potong bunga matahari dan mengefektifkan penyerapan air hingga 6 HSP. Kata kunci: asam salisilat, bayclin, bunga potong, gula, pasca panen
Larutan Pulsing dengan Penambahan Gula dan Asam Salisilat Mempertahankan kesegaran dan Kualitas Bunga Matahari Potong: Pulsing Solution with Added Sugar and Salicylic Acid Maintains Freshness and Quality of Cut Sunflowers Dewi Sukma; Amarillis, Shandra; Abdullah Bin Arif
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.1.49-56

Abstract

Bunga matahari merupakan tanaman hias penting dari segi ekonomi. Pemanfaatan bunga matahari sebagai bunga potong perlu mendapatkan penanganan pascapanen yang tepat untuk mempertahankan kualitas dan memperpanjang masa kesegaran bunga selama masa pemasaran dan transportasi. Salah satu teknologi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu aplikasi larutan pulsing. Tujuan penelitian yaitu mengetahui jenis larutan pulsing terbaik yang dapat mempertahankan kesegaran dan kualitas bunga matahari potong. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Larutan pulsing terdiri atas campuran akuades, gula, asam salisilat dan sodium hypochlorite (5.25%). Parameter pengamatan meliputi: diameter bunga (luar dan dalam), jumlah petal bunga yang layu, jumlah petal bunga yang bercak, jumlah petal bunga yang segar dan ukur penurunan volume akuades dari masing-masing botol. Pengamatan tersebut dilakukan pada awal sebelum dan setiap dua hari setelah periode penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan larutan pulsing yang mengandung akuades + gula 3% + sodium hypochlorite 0.25% + asam salisilat 75 ppm cenderung meningkatkan penyerapan air sehingga dapat mempertahankan kesegaran dan kualitas bunga matahari potong hingga 6 hari setelah dipanen dibandingkan dengan tanaman kontrol. Kata kunci: bunga matahari, bunga potong, larutan pulsing
Inisiasi Kultur Tunas Melon IPB M23 In Vitro menggunakan Dua Jenis Eksplan dengan Kombinasi IAA dan BAP: In Vitro Shoot Cultures Initiation of IPB M23 Melon by Using Two Types of Explants with Combination of IAA and BAP Sukma, Dewi; Syilvia Nosya Pratama; Willy Bayuardi Suwarno
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.3.156-162

Abstract

Perbanyakan bibit melon secara secara in vitro menghasilkan bibit yang bebas patogen, seragam, true to type yang dapat diperoleh dalam jumlah yang banyak dengan cepat. Penelitian ini bertujuan menentukan kombinasi IAA dan BAP yang optimal untuk inisiasi kultur tunas melon in vitro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Juli 2018, menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak tiga faktor dengan 6 ulangan. Faktor pertama adalah tiga taraf IAA yaitu 0.0, 0.25, dan 0.5 ppm, faktor kedua adalah empat taraf BAP yaitu 0.0, 1.0, 1.5, dan 2.0 ppm, dan faktor ketiga adalah jenis eksplan yaitu pucuk dan buku. Faktor tunggal (IAA, BAP, jenis eksplan) berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas dan daun, interaksi dua atau 3 faktor tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas dan daun, kecuali interaksi IAA dan BAP berpengaruh nyata terhadap jumlah akar. Eksplan pucuk menghasilkan tunas yang lebih banyak dibandingkan buku. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa pengaruh BAP cenderung membentuk pola kuadratik positif terhadap peubah jumlah tunas dan jumlah daun, namun linier negatif dengan peubah jumlah akar. Perlakuan yang optimal untuk multiplikasi tunas adalah BAP 1.0 ppm tanpa penambahan IAA. Konsentrasi IAA dan BAP yang makin tinggi menginduksi pembentukan kalus dan menekan pertumbuhan tunas. Kata kunci: auksin, buku, kalus, sitokinin, tunas apikal
TANTANGAN DAN SOLUSI GURU PAI DALAM MENGINTEGRASIKAN NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL Rosfiani, Okta; Sukmana, Bayu; Andri, Eldrida; Sukma, Dewi; Saidah, Marwatu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6464

Abstract

The digital era has brought significant changes to education, particularly affecting Islamic Religious Education (PAI) teachers who must balance technological advancement with character formation. This research explores the real challenges faced by PAI teachers when integrating character values into digital-based learning environments. Through qualitative interviews and classroom observations involving ten PAI teachers across different educational levels, we discovered three main challenge categories: technological limitations (including insufficient digital skills and infrastructure gaps), pedagogical difficulties (struggles in developing character-focused technology strategies), and socio-cultural barriers (community resistance and student digital distractions). Our findings reveal practical solutions including systematic digital training programs, blended learning approaches, and enhanced parent-school communication strategies. The study emphasizes the critical need for institutional support and collaborative efforts to create effective PAI learning environments that honor Islamic character values while embracing digital transformation. ABSTRAKEra digital telah menghadirkan perubahan mendasar dalam dunia pendidikan, terutama bagi para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang harus menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pembentukan karakter siswa. Penelitian ini mengeksplorasi tantangan nyata yang dihadapi guru PAI ketika harus mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam lingkungan pembelajaran berbasis digital. Melalui wawancara kualitatif dan observasi kelas yang melibatkan guru PAI, ditemukan tiga kategori tantangan utama: keterbatasan teknologi (termasuk kurangnya keterampilan digital dan kesenjangan infrastruktur), kesulitan pedagogis (perjuangan dalam mengembangkan strategi teknologi yang berfokus pada karakter), dan hambatan sosial-budaya (resistensi masyarakat dan gangguan digital siswa). Temuan kami mengungkapkan solusi praktis termasuk program pelatihan digital sistematis, pendekatan pembelajaran campuran, dan strategi komunikasi orang tua-sekolah yang ditingkatkan. Studi ini menekankan kebutuhan kritis akan dukungan institusional dan upaya kolaboratif untuk menciptakan lingkungan pembelajaran PAI yang efektif yang menghormati nilai-nilai karakter Islam sambil merangkul transformasi digital.
Assessment of Yellow and White Fleshed Cassava Tuberous Root Cultivars Reveals Different Responses to Post-harvest Physiological Deterioration Rahmawati, Rika Sri; Fathoni, Ahmad; Sukma, Dewi; Ardie, Sintho Wahyuning; Sudarsono, Sudarsono
Journal of Tropical Crop Science Vol. 11 No. 01 (2024): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.11.01.64-73

Abstract

Identification of post-harvest physiological deterioration (PPD) tolerance in cassava is crucial, as PPD significantly hampers the cassava tuberous root industry by shortening storage periods post-harvest and diminishing product quality. Characteristics linked to PPD tolerance encompass high carotenoid levels and low dry matter content (DMC). This study aimed to evaluate the PPD responses of six yellow fleshed and ten white-fleshed cassava tuberous roots and determine the source of PPD tolerance. PPD and DMC assessments were conducted using standard methods at three storage periods: 2, 5, and 10 days after harvest (DAH). The k-means clustering analysis revealed six clusters, each corresponding to distinct PPD symptom patterns and tolerance statuses. Cluster 1, comprising three yellow-fleshed and three white-fleshed cassava cultivars, demonstrated PPD tolerance with minimal symptoms up to 5 DAH. Clusters 2 and 3 exhibited a moderate PPD response with elevated symptoms at 5 DAH, comprising three yellow-fleshed and three white-fleshed cassava cultivars. Clusters 4 to 6 displayed a sensitive response to PPD, showcasing a significant increase in symptoms at 5 and 10 DAH, with four white-fleshed cassava cultivars identified within this cluster. These findings underscored the presence of PPD tolerance in both yellow-fleshed and white-fleshed cassava tuberous roots. The correlation between PPD and DMC was significant only at 2 DAH, displaying a moderate positive correlation. Consequently, this study identified three cultivars, “Carvita-25”, “Manggu”, and ““Ubi Kuning””, with high DMC and low PPD incidence at 5 DAH, suggesting their suitability for further breeding programs.
PENGELOLAAN SAMPAH DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KELURAHAN AEK MANIS KECAMATAN SIBOLGA SELATAN KOTA SIBOLGA Fuady Dharma Harahap, Andes; Safri Hasibuan, Iskandar; Endang Nasution, Fery; Sormin, Darlina; Sari, Novila; Isnaini Harahap, Fitri; Hasibuan, Nadia; Pulungan, Nurpadilah; Khoiuruddin, Khoiruddin; Riski Ananda, Ihwan; Halimatussakdiyah, Halimatussakdiyah; Alwi, Ahmad; Sihombing, Novi; Daulay, Delfina; Lestari Koto, Putri; Bukhori, Ahmad; Sauri Nasution, Sofyan; Alam Sani, Fajri; Simatupang, Juli; Salamah, Siti; Sandi, Gunawan; Sukma, Dewi; Akbar, Machmul; Dodi Saputra, Muhammad; Silviyani Siregar, Sindi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4761-4772

Abstract

Kuliah Kerja Nyata  (KKN) adalah suatu bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat yang merupakan salah satu bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi. Diharapkan dengan adanya program KKN menjadikan pengalaman yang dapat meningkatkan kedewasaan dan profesionalisme mahasiswa serta sebagai cara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan. Pengalaman lain yang didapat oleh mahasiswa adalah saat menghadapi kehidupan masyarakat sebenarnya, memahami pola pikir masyarakat yang bervariasi. Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa mampu mengenal kondisi sosial di suatu daerah secara langsung dengan segala permasalahan yang ada yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Dengan kehadiran mahasiswa di desa tersebut menjadi jalan bagi masyarakat setempat dalam mencari solusi dan memecahkan permasalahan yang ada. Kuliah Kerja Nyata ini juga didukung oleh lembaga pemasyarakatan setempat. Dimana dengan hadirnya mahasiwa ditengah-tengah masyarakat akan membantu masyarakat setempat. Dengan harapan agar mampu meningkatkan taraf kualitas hidup dan perekonomian warga setempat. Dan melahirkan sumber daya manusia yang bekualitas yang mampu bersaing di era globalisasi. Karena adanya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat agar terwujudnya masyarakat yang kreatif dan edukatif. Mahasiswa KKN ini melakukan kegiatan di Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan kota Sibolga. Masyarakat Kelurahan Aek Manis pada umum nya menyambut baik kedatangan mahasiswa untuk membawa perubahan melalui Pengelolaan sampah dan peningkatan kesejahteraan Masyarakat
Aktivitas Kitinase dan Peroksidase dari Ekstrak Protein Daun, Akar, Kalus dan Tunas In Vitro Trichosanthes tricuspidata Lour. Sukma, Dewi; Poerwanto, Roedhy; Sudarsono, ,; Khumaida, Nurul; Wiyono, Suryo; Artika, I Made
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 36 No. 1 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.991 KB) | DOI: 10.24831/jai.v36i1.1347

Abstract

A number of Trichosanthes species has been reported as a source of bioactive protein associated with defense mechanisms such as chitinase. Chitinase and peroxidase of crude protein extracted from leaves, roots, in vitro calli and shoots of T. tricuspidata had been analysed. Calli were induced on MS medium containing combinations of 1 µM NAA + 1 µM BA (K1), 2 µM NAA + 2 µM BA (K2), 3 µM NAA + 3 µM BA (K3), or 4 µM NAA + 4 µM BA (K4). Shoots were cultured in MS with 1 mg/l of BA, while leaves and roots were harvested from six-month old plants grown on the field. Results of the experiment suggested that K1-K4 medium could be used to induce calli although weight of calli from all medium composition was not significantly different (0.19-0.31 g/explant/4 weeks). Calli from K1 medium had the highest of total crude protein content (3.24 mg/ml). The highest of chitinase activity was found in in vitro shoots (6.51 mM pNP/hour/mg protein) and the highest peroxidase activity was in the plant roots (0.25 ∆ 420/minute/mg protein). Key words: in vitro calli, shoots, crude protein, chitinase and peroxidase activities
Co-Authors , Krisantini , Nazi , Rustikawati ,, Giyanto ABDUL MUNIF Abdullah bin Arif Adil Akbar Muhammad Adimas Krishardianto Affif Andra Saputro Agus Purwito Agus Rachmat Agus Rachmat Ahmad Bukhori, Ahmad Ahmad Fathoni Aji, Titistyas Gusti Akbar, Machmul Alam Sani, Fajri Ali Husni Alvianti Yaufa Desita Alwi, Ahmad Andi Zahira Al Humairoh Andri, Eldrida Antony Demas Apriliani, Elisa Aqilla Fadia Wahono Arifah Rahayu Arrin Rosmala Ary Setiawati Assyifa Fauzia Atra Romeida Avisena, Dimas Lutfi Azmi, Tubagus Kiki Kawakibi Budi Marwoto Chaireni Martasari Cici Tresniawati Daffa Rafiandra Haryono Daulay, Delfina Deden Derajat Matra Deden Sukmajaya Demas, Antony Dewa Ngurah Suprapta DINI NURDIANI Dini Nurdiani Dirga, Kate Tiffany Dodi Saputra, Muhammad Dwi Utami Nur Usmani Efendi, Darda Eka Martha Della Rahayu Elina, Juanita Elis Nina Herliyana Elizabeth Handini ELSJE T. TENDA ELSJE T. TENDA, ELSJE T. ENNY RANDRIANI Erick Raynalta Erick Raynalta, Erick Erna Sulistiana Erna Sulistiana Fadillah, Anggun Fajar Pangestu Fauziah, Ni'mah Fawaz, Ataya Thalita Fuady Dharma Harahap, Andes Giyanto, dan Gustaaf Adolf Wattimena HAJRIAL ASWIDINNOOR Halimatussakdiyah, Halimatussakdiyah Handini, Aline Sisi Hasibuan, Nadia HENGKY NOVARIANTO Hengky Novarianto Hengky Novarianto Hermanto, Catur Hidayatullah, Deden Husein Nst, Ahmad I MADE ARTIKA Ika Roostika Indira Ariesta Ira Fauziah Noer Irawati Irawati Islami, Muhammad Randy ISMAIL MASKROMO Ismail Maskromo Ismail Maskromo Ismiati, Mely Isnaini Harahap, Fitri Iswari S. Dewi Juang Gema Kartika Kartiman, Roni Kartiman, Roni Khoiruddin Khoiruddin Khoiuruddin, Khoiruddin Krishardianto, Adimas KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO Kultsum, Fifit Lestari Koto, Putri Lolliani Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti M. Syukur Maria Swastika Maryuandini, Ufi MASKROMO, ISMAIL MASKROMO, ISMAIL Mastur Mastur Megawati, Gina MEITY A. TULALO MEITY A. TULALO, MEITY A. Mia Kosmiatin Mira Humaira Muhamad Rizal Martua Damanik Muhamad Syukur Muhammad Hamzah Aditama Muhammad Syukur Muhammad Syukur Muthi'ah Khairun Nisa Muthi’ah Khairun Nisa Nabilah, Noorfakhriyah Ahsanti Nasution, Fery Endang Ni'mah Fauziah Noer, Ira Fauziah NOVARIANTO, HENGKY NOVARIANTO, HENGKY Nur Ajijah NUR AJIJAH Nurgravisi, Primanisa Nurul Khumaida OKTA ROSFIANI Pebra Heriansyah Pratama, Syilvia Nosya PUJI LESTARI Pulungan, Darmasyah Pulungan, Nurpadilah Putri, Astrid Aditya Putri, Halida Adistya Putri, Yane Riana Rahmawati, Rika Sri rawati ,, rawati Razaq, Sahid Muhammad Refa Firgiyanto REFLINUR REFLINUR Risda Rizkillah, Risda Riski Ananda, Ihwan Rizal, Syamsi Roedhy Poerwanto RUBIYO RUBIYO Rusmiyati, Henny S. Sudarsono Sachio, Sachio Safri Hasibuan, Iskandar Saidah, Marwatu Sandi, Gunawan Sandra A. Aziz Sandra Arifin Aziz Saputra, Galang Rafly Yus Sari, Novila Satya Nugroho Satya Nugroho Sauri Nasution, Sofyan Shandra Amarilis Shandra Amarillis Siberakuno, Roberdi Sihombing, Novi Silviyani Siregar, Sindi Simatupang, Juli Simatupang, Juliana Sintho Wahyuning Ardie Siti Salamah Slamet Susanto Sormin, Darlina Sudarsono Sudarsono SUDARSONO SUDARSONO SUDARSONO SUDARSONO Sudarsono Sudarsono Sudarsono, dan SUDARSONO, nFn SUDARSONO, nFn Sudarsono, Sudarsono Sugianto, Pingkan Sukendah SUKENDAH SUKENDAH SUKENDAH SUKENDAH, SUKENDAH SUKENDAH, nFn SUKENDAH, nFn Sukmana, Bayu Surjono Hadi Sutjahjo Suryo Wiyono Suskandari Kartikaningrum Sutanto, Agus Swastika, Maria Swastika, Maria Syafa, Naila Syarifah Iis Aisyah Syilvia Nosya Pratama Tony Liwang TRI JOKO SANTOSO Tya Wulandari Ucu Sumirat Wahyu Arif Sudarsono Wahyu Arif Sudarsono Waras Nurcholis Willy Bayuardi Suwarno Yafqori Ardigusa Yasmin, Zahra Fadhlia Yoshua Shandy Yudha Yudhi, Joshinjitsu Fatirizqina Yustia Yulianti Zahra Fadhlia Yasmin Zulfa, Aqila