Articles
Perspektif Guru Mata Pelajaran Terhadap Profile Profesi Guru BK Dikaitkan Dengan Kaidah Etik BK
Rachmawati Rachmawati;
Nadia Aulia Nadhirah;
Nandang Budiman
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 2 No. 2 (2023): Juni: Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/concept.v2i2.308
This research is aimed at obtaining empirical data regarding the subject teacher's perspective on the guidance and counseling teacher's professional profile in relation to the guidance of counseling ethics. The data collection was carried out by reviewing the literature using the Systematic Literature Review (SLR) through the PRISMA rules systematically. The conclusions of this study indicate that the perspective of subject teachers (subjects) regarding the profile of the counseling teacher profession from the affective and cognitive aspects has a positive response of 70%, and the conative aspect has a positive response of 66%. Judging from the BK ethical principles, the BK teacher has complied with several of them: respecting students' decisions, notifying the boundaries of the relationship between himself and students, not discriminatory, not imposing values, not divulging students' secrets, and not establishing a double relationship. However, this does not rule out the fact that there are still many guidance and counseling teachers in the field who violate the guidance and counseling code of ethics, such as not having a professional license recognized by ABKIN, not having a graduate of the Counselor Professional Education or guidance and counseling bachelor degree, and not having the insight and compatible skills in the field of guidance and counseling.
Layanan bimbingan kelompok mengatasi permasalahan adaptif remaja di lingkungan multirasial
Febianty Tatva Maharani;
Mamat Supriatna;
Nadia Aulia Nadhirah
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2022): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.61981
Permasalahan adaptasi pada remaja khususnya di lingkungan multirasial menjadi sebuah tantangan untuk kita dalam mencari layanan yang tepat untuk mengurangi ketidak mampuan remaja dalam beradaptasi di lingkungan yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan layanan bimbingan kelompok untuk mengatasi permasalahan adaptif remaja di lingkungan multirasial dengan menggunakan metode systematic literature review. Sumber literatur didapat melalui Google Scholar (Nasional dan Internasional) dan beberapa repository di Nasional. Hasil penelitian yang didapatkan dari berbagai literatur dijelaskan ada delapan teknik layanan bimbingan kelompok yang diterapkan oleh Konselor (Guru BK) dan satu upaya yang dilakukan oleh remaja tersebut. Delapan teknik yang digunakan, yakni bimbingan dan pendidikan multikultural, teknik cakrukan, teknik outbond, pendidikan karakter-cerdas format kelompok, mengembangkan hubungan pribadi sosial, diskusi, dan bimbingan sosial.
Problematika Kematangan Karir Peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan: Implementasi Pada Layanan Bimbingan dan Konseling Karir
Ipah Saripah;
Dea Risma Priliani;
Nadia Aulia Nadhirah
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijgc.v12i1.70437
Salah satu tugas perkembangan remaja ialah memilih dan mempersiapkan karir. Remaja yang dapat mempersiapkan diri terhadap karirnya dapat lebih mudah dalam menjalani peran-peran selanjutnya. Namun, kebingungan dan ketidaksiapan peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap karirnya masih kerap terjadi. Hal tersebut dibuktikan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menempati jumlah pengangguran tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan kematangan karir peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta implentasi bagi layanan bimbingan dan konseling. Penelitian menggunakan metode studi pustaka yaitu ringkasan tertulis dari berbagai artikel jurnal, buku, dan dokumen yang menggambarkan informasi dari suatu topik studi penelitian. Hasil penelitian menunjukan terdapat beberapa problematika kematangan karir yang dialami peserta didik SMK, yaitu (1) pengetahuan yang kurang; (2) pengaruh keadaan sosial; (3) memilih sekolah tidak berdasarkan minat, bakat dan potensi pribadi; (4) kurangnya eksplorasi; (5) ragu dalam mengambil keputusan; (6) kesenjangan kompetensi sekolah dan dunia industri; (7) mutu sekolah relatif rendah; dan (8) keterbatasan guru produktif. Adapun beberapa strategi atau teknik dalam layanan bimbingan dan konseling karir, yaitu (1) layanan informasi karir; (2) media interaktif karir; (3) teknik modeling; (4) teknik diskusi kelompok; dan (5) modul bimbingan karir.
Technology Framework in Guidance And Counseling Services
Irfan Fahriza;
Mamat Supriatna;
Ahmad Rofi Suryahadikusumah;
Syari Fitrah Rayaginansih;
Nadia Aulia Nadhirah;
Aisha Nadya
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30653/001.202371.247
Much research has been done on guidance and counseling technology but only focuses on proving the effectiveness of technology applications in counseling. Unfortunately, research has yet to be found focusing on the proper framework for utilizing technology in guidance and counseling. This paper aims to formulate a framework for using technology in counseling services. A systematic literature review analyzes and combines information from various sources to obtain a comprehensive concept. Reference search results from 2011-2022 using published or perish (PoP) identified 69 references that met the literature criteria. The results of the study show that the use of technology in counseling must be oriented towards improving service quality by paying attention to the aspects: 1) Cultural and communication processes that will occur through technological devices, 2) Provisions and procedures for using technology-based services are to be agreed upon, 3) Readiness of technical knowledge from counselors as a service manager, 4) User experience in the technology application used.
Perilaku Narsistik Remaja di Media Sosial dan Implikasinya bagi Bimbingan dan Konseling
Ipah Saripah;
Muhammad Ridho Albari;
Tiara Iskandar Pratiwi;
Nadia Aulia Nadhirah
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30653/001.202371.256
The increasing use of social media has several impacts, including the emergence of narcissistic behavior in adolescents. Narcissistic behavior in adolescents on social media is freely spreading identity and what happened to them, spreading other people's secrets or disgrace on social media, leaving negative comments on other people's social media, and wanting other people on social media to know what they have. This study aims to determine the tendency of adolescent narcissistic behavior on social media. This research uses a literature study method. Ease of access to using social media is one of the factors in the phenomenon of narcissism that occurs, especially among adolescents. Guidance and counseling services that can be developed related to narcissism are use guidance groups.
STRATEGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENANGANI PERUNDUNGAN (BULLYING)
Adiena Filosofianita;
Mamat Supriatna;
Nadia Aulia Nadhirah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v9i3.11548
Kasus perundungan di Indonesia selalu meningkat tiap tahunnya. Perundungan merupakan masalah serius yang harus ditangani secara menyeluruh. Perundungan menimbulkan berbagai dampak yang bisa dirasakan oleh korban yang mengalami. Guru BK harus bisa membedakan antara peserta didik yang hanya bercanda dan yang benar-benar merundung peserta didik yang lain dkarenakan perundungan bisa saja tidak nampak secara langsung. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan tujuan menyintesiskan temuan untuk menjawab pertanyaan penelitian dari hasil penelitian-penelitian yang ditemukan dan dikaji berupa artikel. Guru bimbingan dan konseling harus memiliki strategi dalam menangani perundungan yang terjadi di sekolah agar korban perundungan bisa segera ditangani dan kejadian perundungan tidak terjadi lagi di sekolah. Layanan yang bisa diberikan bisa berupa layanan kuratif untuk menangani korban perundungan dan layanan preventif untuk mencegah terjadinya perundungan di sekolah. Beberapa metode dinilai berhasil dalam menangani korban perundungan.
REQUIREMENT OR NECESSITY: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ON PARENTAL CONSENT IN COUNSELING FOR MINORS
Novianti Novianti;
Nandang Budiman;
Nadia Aulia Nadhirah
QUANTA: Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2023): VOLUME 7, NUMBER 2, MAY 2023
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/quanta.v7i2.3913
Children under the age of 18 years or minors are considered unable to make rational decisions so they need parental consent before getting counseling. However, parental consent can be a reason for children to withdraw from getting counseling assistance even though the problem is urgent. Therefore, this research was conducted to review the urgency of parental consent in the implementation of counseling for minors. This study uses the systematic literature review (SLR) method which aims to synthesize and present more in-depth data from 21 selected previous studies in the form of journal articles and books on Google Scholar, PubMed, Harzing, and Mendeley. The urgency of parental consent before counseling for minors is a requirement, not a necessity, which means it is only to determine whether the counseling can be held and does not have a significant impact on the implementation of counseling. Therefore, counselors still have to prioritize the rights and beliefs of children in counseling. Limitations of decisions that can be made by minors without parental intervention need to be examined more deeply in future studies.
HOW IS THE MENTAL HEALTH OF TIKTOK USERS WHO EXPERIENCE CYBERBULLYING?
Almer Aprillia Edika Putri;
Ipah Saripah;
Nadia Aulia Nadhirah
Psikoeduko: Jurnal Psikologi Edukasi dan Konseling Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Study Program Guidance and Counseling, Univesitas Pendidik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/psikoeduko.v2i2.53891
The rapid development of information technology and technology currently supports an increase in the number of social media users causing the emergence of cyberbullying as a new type of crime. Cyberbullying is a new type of bullying as a result of developments in information technology and technology whose acts of violence are carried out in the cyber world or the internet. Cyberbullying is often experienced by teenagers and most perpetrators of cyberbullying are generally teenagers their age. Victims who experience cyberbullying receive ridicule, insults, threats, or hacking. If this cyberbullying phenomenon is not addressed immediately, it will continue to erode the mental health of adolescents widely, so the attention of many parties is needed in overcoming this problem. Law in Indonesia through Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions (UU ITE) has regulated the actions and behavior of cyberbullying. Using the literature review method through a review of various literature, this article describes a study of the concepts, characteristics, and aspects of cyberbullying and its influence on adolescent mental health, especially TikTok users. The conclusion of the study results provides recommendations for the importance of increasing information and communication technology literacy, especially in the use of social media to prevent and minimize the occurrence of cyberbullying.
Jaga atau Laporkan?: Meninjau Hak Kerahasiaan Konseli Pengidap HIV/AIDS
Debitzha Zein Syakhira;
Nandang Budiman;
Nadia Aulia Nadhirah
Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 14, No 02 (2023): Volume 14 Nomor 02 Tahun 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/jbki.v14i02.6342
Studi literatur ini meninjau bagaimana hak kerahasiaan konseli atas HIV/AIDS yang mana kondisi konseli mengancam keselamatan dan bisa merugikan orang lain. Studi literatur ini menggunakan metode penelitian Systematic Literature Review (SLR) terhadap 8 jurnal dan tesis penelitian di rentang tahun 1999-2022. Dari studi literatur ini, diperoleh masih diprioritaskannya hak kerahasiaan konseli dengan HIV/AIDS. Masih negatifnya stigma masyarakat mengenai HIV/AIDS membuat konseli kesulitan untuk membuka diri. Beberapa lembaga menjaga kerahasiaan HIV/AIDS namun ditunjang dengan pembinaan sebagai upaya dalam pencegahan penularan HIV/AIDS, atau dengan konseling dalam upaya stabilisasi mental pengidap HIV/AIDS. Namun, ada juga beberapa yang mengedepankan kerahasiaan, tapi tidak melakukan upaya pencegahan penularan dan penanganan HIV/AIDS sehingga terkesan tutup mata dan tutup mulut.
Bagaimana Dampak Burnout pada Kinerja Konselor: Ditinjau dari Kode Etik Profesi
Maya Ningrat;
Nadia Aulia Nadhirah;
Nandang Budiman
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ec.v4i2.9289
Profesi sebagai seorang konselor memiliki tanggung jawab serta tuntutan pekerjaan yang menuntut untuk tetap selalu profesional dalam menjalankan pekerjaannya. Banyaknya tuntutan pekerjaan yang harus dilakukan oleh konselor menjadi penyebab terjadinya burnout sehingga dapat berdampak pada kinerja konselor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab burnout pada konselor dan dampak yang ditimbulkan dari kinerja konselor pada saat menjalankan pekerjaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review yang sistematik(SLR) dengan menyajikan beberapa hasil penelitian terdahulu yang berasal dari artikel jurnal di Google Scholar sehingga diperoleh lima penelitian terdahulu yang relevan. Berdasarkan dari lima penelitian terdahulu yang ditemukan menunjukkan bahwa konselor rentan mengalami burnout karena adanya faktor tuntutan pekerjaan yang berkaitan dengan masalah-masalah konseli yang berbeda dan kurangnya dukungan sosial. Konselor yang mengalami burnout ditandai dengan merasakan kelelahan secara emosional kemudian mengalami tahap depersonalisasi dan pada tahap terakhir ditandai dengan penghargaan yang lebih rendah terhadap diri sendiri. Dampak kelelahanpada kinerja konselor dari beberapa penelitian terdahulu menunjukan adanya penurunan bahkan konselor menjadi tidak profesional dalam memberikan pelayanan kepada konseli. Hal tersebut menjadi tidak sesuai dengan kode etik profesi mengenai prinsip profesionalitas yang harus dimiliki oleh konselor dalam menjalankan pekerjaannya dengan menghormati dan memberikan pelayanan terbaik bagi konseli.