This Author published in this journals
All Journal Psikopedagogia Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Journal of Educational Science and Technology EMPATI Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman JURNAL KONSELING GUSJIGANG DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Indonesian Journal of Educational Counseling Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Bisma The Journal of Counseling JURNAL MAHASISWA BK AN-NUR : BERBEDA, BERMAKNA, MULIA JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling QUANTA Jurnal Sporta Saintika Jurnal Neo Konseling Psychocentrum Review Jurnal Educatio FKIP UNMA An Nisa' Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling ProGCouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Journal of Education and Counseling (JECO) Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Concept: Journal of Social Humanities and Education Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop Student Scientific Creativity Journal Al-Musyrif : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni ENTINAS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Psikoeduko: Jurnal Psikologi Edukasi dan Konseling Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam JIGC (Journal of Islamic Guidance and Counseling) JBK (Jurnal Bimbingan dan Konseling) JUBIKOPS OPTIMA: Journal of Guidance and Counseling Jurnal Eksplorasi Bimbingan dan Konseling Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
Claim Missing Document
Check
Articles

MEMAHAMI PENTINGNYA KOLABORASI GURU BK DENGAN PSIKOLOG DALAM MENANGANI PERMASALAHAN PESERTA DIDIK Faisa Khalidah; Delvina Nurhayati; Lakeisha Mozza; Nabila Destriyanti; Ibnu Hiban; Nadia Aulia Nadhirah
ENTINAS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARI-JUNI
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The collaboration between guidance and counseling (BK) teachers and psychologists in addressing student issues is crucial for enhancing student well-being and academic achievement. This article explains the importance of this collaboration in supporting the psychosocial and academic development of students. BK teachers provide guidance and counseling support within the educational environment, while psychologists offer specialized knowledge in understanding and addressing psychological issues. Through the integration of knowledge and skills from both professions, educational services can become more holistic and effective in addressing various challenges faced by students. This collaboration ensures that students receive appropriate interventions, enabling them to overcome barriers to learning and develop academically, emotionally, and socially. The roles of teachers and psychologists influencing this collaboration, as well as its benefits for students, teachers, and schools, are also discussed in this article. By understanding the importance of this collaboration, a more inclusive and supportive learning environment can be created for the optimal growth and development of students.
Profil penerimaan diri remaja pengguna media sosial Faraz Maulana Gunawan; Nadia Aulia Nadhirah; Ipah Saripah
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i1.82516

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi penerimaan diri siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Laboratorium Percontohan UPI Bandung berdasarkan gender, kelas, jumlah akun dan pertemanan media sosial. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif dengan sampel penelitian melalui random sampling yang meliputi 100 orang siswa SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung, terdiri dari 42% siswa laki-laki dan 58% siswa perempuan. Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen penerimaan diri yang disesuaikan dengan karakteristik data dan subjek peneltian. Instrumen terdiri dari 30 item yang disebarkan secara online melalui platform google classroom. Data penelitian dianalisis mengunakan pemodelan Rasch dengan menggunakan variable maps, subtotal specification, dan Differential Item Functional (DIF). Hasil temuan menunjukkan siswa berada pada kondisi penerimaan diri rendah dengan nilai mean person lebih rendah 0.06 daripada mean item 0.14 dengan dipengaruhi media sosial yang digunakan. Penerimaan diri siswa berada pada tingkat sedang menuju rendah, dengan siswa perempuan sulit menerima diri daripada laki-laki, dikarenakan siswa Perempuan lebih banyak memiliki media sosial yang digunakan. Penelitian lebih lanjut diperlukan dengan melibatkan responden yang representatif dan rancangan intervensi untuk meningkatkan penerimaan diri siswa. Self-acceptance profile of adolescent social media users Abstract: This study aims to describe the condition of self-acceptance of UPI Bandung Pilot Laboratory Junior High School (SMP) students based on gender, class, number of accounts and social media friendships. The type of research uses quantitative approach and descriptive method with research sample through random sampling which includes 100 students of SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung, consisting of 42% male students and 58% female students. The research data were collected using a self-acceptance instrument that was adapted to the characteristics of the data and research subjects. The instrument consisted of 30 items which were distributed online through the google classroom platform. The research data were analyzed using Rasch modeling using variable maps, subtotal specification, and Differential Item Functional (DIF). The findings show that students are in a low self-acceptance condition with a lower mean person value of 0.06 than the mean item of 0.14 with the influence of social media used. Students' self-acceptance is at a moderate to low level, with female students having difficulty accepting themselves than males, due to female students having more social media used. Further research is needed involving representative respondents and intervention design to improve students' self-acceptance.
PERMASALAHAN KONSELING ONLINE DALAM DIMENSI ETIKA PROFESI BIMBINGAN DAN KONSELING Rabbani, Azmi Fauzan; Nadhirah, Nadia Aulia; Budiman, Nandang
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v10i1.6283

Abstract

Kode etik profesi bimbingan dan konseling merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan pekerjaan guru bimbingan dan konseling. Konseling merupakan proses bantuan yang dilakukan konselor melalui wawancara kepada konseli agar dapat menyelesaikan masalah. Seiring berjalannya waktu, teknologi informasi sangat pesat berkembang. Cyber counseling menjadi jawaban dari pesatnya teknologi dalam setting layanan bimbingan dan konseling. Awal mula pelaksanaan cyber counseling pada abad ke-19 tahun 1960-1970. Konseling online pertama kali dilakukan menggunakan perangkat lunak. Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa konseling online memiliki keefektifan sama halnya dengan konseling secara langsung. Konseling online ataupun konseling secara langsung memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Pada penelitian ini memandang bahwa pentingnya kompetensi yang harus dimiliki konselor dalam konseling online dan perlunya keberlangsungan konseling online yang sesuai dengan setting layanan bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode literatur review dengan teknik kualitatif. Dengan didukung menggunakan Google Scholar. Melalui sumber yang telah dikumpulkan pada penelitian ini menghasilkan bahwa terdapat banyaknya masalah etika yang harus diperhatikan konselor saat melakukan cyber counseling dan konseling tatap muka serta kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang konselor.
Exploring the Issues of Counseling Teachers with Non-Guidance and Counseling Backgrounds from the Perspective of the Professional Code of Ethics Sukmawati, Diandra; Fairuz, Isna Zahuratul Fairuz; Munigar, Naila Salsabila Munigar; Haq, Najwa Dhiyaul Haq; Savitri, Silva Savitri; El Mahmudiyah, Zaskia Hilmah Salamah El Mahmudiyah; Nadhirah, Nadia Aulia
Journal of Education and Counseling (JECO) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32627/jeco.v4i2.980

Abstract

Guidance and counseling teachers with Non guidance and counseling backgrounds are still an issue that often occurs in education in Indonesia. This is caused by the limited number of guidance and counseling teachers in Indonesia. Therefore, the aim of this research is to explore and find out more deeply about guidance and counseling teachers with non-counseling backgrounds from a guidance and counseling perspective. This research uses descriptive qualitative methods to explain in more detail the data from interviews with both guidance and counseling teachers and guidance and counseling teachers with Non guidance and counseling backgrounds. The results obtained are that guidance and counseling teachers with Non guidance and counseling backgrounds do not really understand and delve into the code of ethics for guidance and counseling. However, in practice, guidance and counseling teachers who come from the psychology department (non-counseling) have adequate understanding regarding counseling, so their presence helps reduce the workload of guidance and counseling teachers. Keywords: Code of Ethics; professional ethics; Non guidance and counseling guidance and counseling teachers.
Analisis Validitas Konstruk Instrumen Kematangan Karier Menggunakan Winstep Az-zahra, Nabila; Suryana, Dodi; Nadhirah, Nadia Aulia
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 1 (2024): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i1.13745

Abstract

Career maturity is a pivotal aspect in supporting an individual’s career development for the future. The success of a person’s career is influenced by their ability to make appropriate career choices. However, adolescents often lack a mature understanding and knowledge in establishing career choices, as they are not yet independent in decision-making. This indicates that the career maturity of adolescents still needs to be enhanced. To measure an individual’s career maturity, an instrument is required as a measurement tool. One method to investigate this instrument is by using the Rasch Model. Data collection is conducted using a Likert scale with simple random sampling technique. This study aims to analyze the construct validity of the career maturity scale from 136 junior high school students in Bandung. The research employs a quantitative approach with a survey design as the research method. Data is analyzed using the Rasch model with Winstep version 3.73. The findings of the analysis indicate that the validity and reliability value is 0.86, meaning the instrument is considered good, although some items exhibit gender bias.____________________________________________________________Kematangan karier merupakan faktor kunci dalam menunjang perkembangan karier individu di masa depan. Keberhasilan dalam karier tidak hanya bergantung pada kemampuan individu untuk membuat pilihan yang tepat, tetapi juga pada kedewasaan dalam memahami dan mengevaluasi opsi yang tersedia. Remaja sering kali menghadapi tantangan dalam hal ini, karena mereka masih dalam proses mencapai kemandirian dalam pengambilan keputusan. Kondisi ini menandakan perlunya peningkatan dalam aspek kematangan karier di kalangan remaja. Untuk mengukur dan mengevaluasi kematangan karier, diperlukan instrumen yang valid dan reliabel. Pemodelan Rasch menawarkan kerangka kerja yang robust untuk menyelidiki instrumen semacam itu, dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui skala Likert dan teknik simple random sampling. Studi ini berfokus pada analisis validitas konstruk skala kematangan karier dari sampel 136 siswa sekolah menengah pertama di Bandung, menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain survei. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Winstep versi 3.73, menghasilkan nilai validitas dan reliabilitas sebesar 0.86. Ini menunjukkan bahwa instrumen tersebut memiliki kualitas yang baik, meskipun beberapa item menunjukkan bias berdasarkan kategori gender, yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kesetaraan pengukuran. 
Pengembangan Instrumen Kemandirian Remaja Menggunakan Analisis Rasch Model Tanjung, Anisah; Supriatna, Mamat; Nadhirah, Nadia Aulia
Psychocentrum Review Vol 6, No 3 (2024): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.632320

Abstract

Kemandirian remaja merupakan hal yang sangat penting dalam proses menuju manusia yang dewasa. Kemandirian dibangun mulai dari diri sendiri dan juga lingkungan. Lingkungan yang memadai akan meningkatkan kemandirian remaja. Salah satu lingkungan yang mendukung kemandirian remaja adalah pesantren. Alat ukur yang valid dan reliabel dibutuhkan untuk mengukur tingkat kemandirian remaja. Sebelum alat ukur tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat kemandirian remaja, alat ukur tersebut perlu diuji terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur validitas dan reliabilitas instrumen kemandirian remaja berdasarkan teori Stenberg yang mengatakan bahwa kemandirian remaja terdiri dari tiga aspek yaitu kognitif, perilaku, dan emosional. Penelitian ini dilakukan di pada 39 partisipan dari santriwan dan santriwati yang ada di Jawa Barat menggunakan desain penelitian cross sectional survey. Hasil pengumpulan data kemudian dianalisis melalui rasch model menggunakan aplikasi winstap 3.73. Hasil penelitian menunjukkan bahwa item reliabilty termasuk dalam kategori istimewa, sehingga instrumen ini dapat dijadikan salah satu alat pengukuran kemandirian remaja di pesantren. Rekomendasi bagi penelitian selanjutnya adalah mencari sampel yang lebih banyak agar instrumen yang dibuat dapat digunakan secara komprehensif.
Student Teachers’ Vocational Identity Formation: How the Impact of Moral and Ego Development? Akhmad, Sudaryat Nurdin; Suherman, Uma; Ilfiandra, Ilfiandra; Nadhirah, Nadia Aulia
Journal of Educational Science and Technology (EST) Volume 10 Number 3 December 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/est.v10i3.67697

Abstract

The lack of concern teacher education for the formation of vocational identity and the controversy about relation between moral and ego development to identity formation become the reason why this research was conducted. The objective of this research to describe the causal relationship between three constructs. The design used is a cross-sectional survey with descriptive methods. The participants in this study were 465 prospective teacher students at a state university that provides teacher education in Indonesia, who were recruited using a multistage cluster sampling technique. The Defining Issues Test, Ego Development Inventory, and Vocational Exploration and Commitment Questionnaire were used to reveal the data, which were then processed statistically. The configuration of morals and ego in identity formation is mapped in the contingency table. In contrast, the causal analysis is tested through path analysis. From the results of this study, no systematic map was found regarding the configuration of morals and ego in the formation of vocational identity status. Unlike moral considerations, ego development has a positive effect on the vocational identity status of students. Moral development is not correlated with ego development and vocational identity status. This study also successfully revealed theoretical, methodological, and practical implications.
Mental health literacy in adolescents: A systematic literature review Afendy, Popy Mayasari; Ahman, Ahman; Setiawati, Setiawati; Nadhirah, Nadia Aulia
ProGCouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling Vol. 5 No. 2 (2024): ProGCouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/progcouns.v5i2.74084

Abstract

Adolescent mental health literacy (MHL) plays a critical role in equipping young individuals to make informed health decisions and seek appropriate care. This study aimed to explore the level of adolescent MHL worldwide, its influencing factors, and effective strategies to improve it through a systematic review of 10 selected studies published between 2000 and 2024. Using PRISMA guidelines, relevant articles were identified from databases including Scopus, PubMed, and Google Scholar. Key findings indicated significant variability in MHL among adolescents globally, influenced by factors such as education, culture, and access to information. While adolescents were generally better at recognizing common conditions like depression, less than 50% could identify it accurately. Gender disparities were observed, with females more likely to recommend professional help. Effective interventions, such as school-based programs, showed promise in enhancing MHL, particularly in improving knowledge and reducing stigma. Instruments such as the Mental Health Literacy Questionnaire and The Friend in Need Questionnaire were commonly used for assessment, although reliance on self-reported data highlights the need for more objective tools. The findings underscored the importance of comprehensive health education programs in schools, covering topics such as mental health, nutrition, and healthy lifestyles, to bridge knowledge gaps and foster help-seeking behaviors. This study concluded that addressing disparities in adolescent MHL through tailored, multi-sectoral approaches, including education, community engagement, and policy reforms, was essential to empower adolescents globally and improve public mental health outcomes.
MASALAH ETIKA PRIVASI DIGITAL: KEBOCORAN INFORMASI KONSELI DALAM SETTING KONSELING KOMUNITAS Via Himmatun 'Aliah; Nandang Budiman; Nadia Aulia Nadhirah
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi (JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56185/jubikops.v4i1.581

Abstract

Tulisan ini mengulas permasalahan yang berkaitan dengan etika privasi digital dalam konseling komunitas. Perkembangan era digital yang semakin berkembang pesat ini akan meningkatkan kebutuhan akan privasi dan kerahasiaan informasi konseli. Ada beberapa dampak yang timbul dari kebocoran informasi konseli, seperti pelanggaran privasi, potensi kerusakan psikologis bagi konseli, serta konsekuensi sosial yang dapat merusak kepercayaan dalam komunitas konseling. Artikel ini menggambarkan pentingnya menjaga privasi digital dalam konteks konseling komunitas dan membahas implikasi etika serta dampak kebocoran informasi terhadap konseli dan kepercayaan dalam komunitas. Selain itu, artikel ini juga menyoroti solusi praktis yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini. Dengan mengintegrasikan pendekatan etika dan solusi teknologi, artikel ini bertujuan untuk memberikan panduan yang bermanfaat bagi konselor, peneliti, dan praktisi dalam menghadapi dan mengatasi masalah etika privasi digital yang berkaitan dengan kebocoran informasi konseli dalam lingkungan konseling komunitas.
CONFIDENTIALITY IN FAMILY COUNSELLING: CHALLENGES AND EFFORTS TO DEAL WITH ADOLESCENT PROBLEMS Annisa Fitria Suherman; Nandang Budiman; Nadia Aulia Nadhirah
OPTIMA: Journal Of Guidance and Counseling Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Confidentiality is an important aspect of the counselling process, particularly in family counselling, where counsellors must balance the needs and rights of individual family members with the family as a whole. This article explores the challenges and efforts in maintaining confidentiality in family counselling for adolescent problems. This research was conducted using a systematic literature review method. The researcher begins by outlining the legal and ethical considerations related to confidentiality and its exceptions, then discusses the challenges faced by family counsellors when confronted with adolescents and their families. The research also explores the different strategies counsellors use to maintain confidentiality while still addressing the needs of the family as a whole, including obtaining consent, setting clear boundaries, and building rapport with the adolescent and family. The article also discusses the importance of ongoing communication and cooperation with other professionals involved in the adolescent's care, such as school counsellors to authorities. Overall, this article highlights the complex nature of confidentiality in family counselling, especially when working with adolescents, and emphasises the importance of thoughtful and collaborative efforts to maintain privacy and still provide the best outcomes for the counsellor.
Co-Authors Adiena Filosofianita Adiwinata, Anne Hafina Afendy, Popy Mayasari Agustin, Raselia Agustina, Ervina Rahma Ahmad Rofi Suryahadikusumah Ahman Ahman, Ahman Akhmad, Sudaryat Nurdin Albari, Muhammad Ridho Aldilla Risyanindya Alia, Marsha Najwa Almer Aprillia Edika Putri Aman, Nurul Hidayah anne Hafina, anne Annisa Fitria Suherman Anorra, Regina Ardila, Putri Az-zahra, Nabila Azka Dhianti Putri Azriel Arriadi Hidayat Azzahra, Chintya Salsha Baiti, Luthvia Zahiro Baranovich, Diana Lea Candra, Adiska Rani Ditya Charisma Rahmadhani, Alifah Dadang Sudrajat Dea Risma Priliani Debitzha Zein Syakhira Delvina Nurhayati Dody Hartanto Dody Hartanto El Mahmudiyah, Zaskia Hilmah Salamah El Mahmudiyah Esty Noorbaiti Intani Esya Anesty Mashudi, Esya Anesty Eva Imania Eliasa Fadia, Shalza Arthya Fahriza, Irfan Fairuz, Isna Zahuratul Fairuz Faisa Khalidah Faraz Maulana Gunawan Fathiyah, Khalila Ainul Fauzan, Iqbal Muhammad Fauziah, Mufied Fayruziyah Ifroch Sabtana Febianty Tatva Maharani Fittaya, Harum Khadijah Giskha Oktaviani Khairun Nisa Giskha Oktaviani Khairun Nisaa Gofur, Ridwan Habibah Nurul Fazriah Halqim, Afanin Hamzah, Rifqy Muhammad Hanifatizzahra, Ghassani Awanis Haq, Najwa Dhiyaul Haq Ibnu Hiban Ilfiandra Ilfiandra Ilfiandra Ineu Silviany Ipah Saripah Ipah Saripah Ipah Saripah, Ipah Irawan, Tb. Moh. Irma Ari Irfan Oktavianus Jovita Anindya Kania Cahyaningtyas Khairunnisa, Iqlima Rahma Khalda Nur Aulia Khansa Meradaputhi Kharisma Amelia Putri Koswara Koswara Kusnadi, Ghaida Az-zahra Lakeisha Mozza Lianawati, Ayong M. Solehuddin Maola, Syifa Nurul Maya Ningrat Mayfani, Silviedriya Miftah Al Mubarok Mulyana, Citta Lena Putri Munigar, Naila Salsabila Munigar Musthofa, Muhammad Ariq Mutia Khaira Nabila Destriyanti Nadiah, Syifa Nadya, Aisha Najjini, Sabrina Luthfia Nanda Eka Saputra, Wahyu Nandang Budiman Nani M. Sugandhi Nasrudin, Alifia Hasna Putri Nasution, Lusy Amelia Novianti Novianti Novianti Novianti Nur Widyanti Nuroniah, Pepi Nurshabrina, Debby Rojwa Nursyani, Risma Nurul Amin, Izzatun Nisa Popy Mayasari Afendy Pratiwi, Tiara Iskandar Prima Suci Rohmadheny Purnamasari, Yuniarti Putri, Marsha Hariani Putri, Mia Aprianti Rabbani, Azmi Fauzan Rachmawati Rachmawati Rafli Achmad Slamet Rasyidi, Syifa Nurul Ain Rayaginansih, Syari Fitrah Reva, Yohanna Valentina Rifki Abdul Ghani Rifqy Muhammad Hamzah Rina Nurhudi Ramdhani, Rina Nurhudi Risma Nursyani Rohman, Yuni Nur Roring, Lucky Angkawidjaja Rosana, Dinda Salma Sahril Buchori Salma Humairah Shalihah Sarah Salsabila Savitri, Silva Savitri Septia NurPitri Utami Sethul, Hoeur Setiawati Setiawati Sheilla, Ainun Silviedriya Mayfani Siti Nurhasanah Solehuddin, M Sopian, Nadine La Rosa Suherman, Uma Sukmawati, Diandra Sukmawati, Diandra Thufailah Supriatna, Mamat Supriatna, Mamat Suryadi, Kayla Annazwa Suryahadikusumah, Ahmad Rofi Suryana, Dodi Suwarjo Syamsu Yusuf Syamsu Yusuf, Syamsu Syani, Saffanah Syarif Bin Muhammad Romli Samae Syifa Awaliyah Nurrohmah Tanjung, Anisah Tazkia, Dirham Alkayyisa Tayyara Tiara Firgiyanti Tiara Iskandar Tiara Iskandar Pratiwi Uman Suherman AS Via Himmatun 'Aliah Vivi Apriliani Winangun, Kinasih Putri Wulan Ayu Lestari Yusuf LN, Syamsu