p-Index From 2021 - 2026
9.483
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI Psikopedagogia Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Journal of Educational Science and Technology EMPATI Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman JURNAL KONSELING GUSJIGANG DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Indonesian Journal of Educational Counseling Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Bisma The Journal of Counseling JURNAL MAHASISWA BK AN-NUR : BERBEDA, BERMAKNA, MULIA Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE) JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling QUANTA Jurnal Neo Konseling Psychocentrum Review Jurnal Educatio FKIP UNMA An Nisa' Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling ProGCouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Journal of Education and Counseling (JECO) Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Concept: Journal of Social Humanities and Education Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop Student Scientific Creativity Journal Al-Musyrif : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni ENTINAS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Psikoeduko: Jurnal Psikologi Edukasi dan Konseling Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam JIGC (Journal of Islamic Guidance and Counseling) JBK (Jurnal Bimbingan dan Konseling) JUBIKOPS OPTIMA: Journal of Guidance and Counseling Jurnal Eksplorasi Bimbingan dan Konseling
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN FAKTOR PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL DENGAN IDENTITAS VOKASIONAL PADA REMAJA AKHIR Nadiah, Syifa; Nadhirah, Nadia Aulia; Fahriza, Irfan
Quanta : Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2021): VOLUME 5, NUMBER 1, JANUARY 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/q.v5i1p21-29.2172

Abstract

Identifikasi identitas vokasional adalah tantangan yang dihadapi sebagian besar individu ketika memasuki fase transisi dari masa remaja ke masa dewasa awal. Teori perkembangan psikososial menunjukkan bahwa remaja yang akan memasuki masa dewasa awal harus sudah dapat mengidentifikasi identitas vokasionalnya. Artikel ini meneliti literatur identitas vokasional untuk mengidentifikasi hubungannya dengan faktor-faktor yang relevan dengan perkembangan psikososial pada remaja akhir dan bagaimana remaja akhir mengidentifikasi status identitas vokasionalnya. Faktor-faktor tersebut ditinjau dari teori psikososial yang dikembangkan oleh Erikson, dimana individu akan mengalami krisis identitas pada tahap kelima (identity vs role confusion), dan juga teori identitas vokasional yang dikembangkan oleh Marcia yang menjelaskan mengenai status identitas vokasional individu dilihat dari eksplorasi dan komitmennya. Artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi tentang perkembangan remaja dan bagaimana remaja mengidentifikasi idetitas vokasionalnya dengan memberikan integrasi bukti empiris yang ada pada titik remaja akhir. 
NEGATIVE BODY IMAGE TRIGGERS ADOLESCENTS TO EXPERIENCE AN EATING DISORDER Nadhirah, Nadia Aulia; Kusnadi, Ghaida Az-zahra; Supriatna, Mamat; Suryana, Dodi; Fahriza, Irfan
Quanta : Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2022): VOLUME 6, NUMBER 3, SEPTEMBER 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/quanta.v6i3.3334

Abstract

Remaja yang merasa tidak puas dengan penampilan dirinya, dapat mengalami eating disorder. Hal ini diakibatkan oleh konsep body image seseorang yang buruk (persepsi negatif) dan ketidakpuasan terhadap tubuh yang dimiliki sehingga dapat menimbulkan dorongan untuk menjadi lebih kurus. Adapun empat faktor penyebab gangguan makan anorexia nervosa dan bulimia nervosa yaitu faktor sosio-kultural, faktor psikologis, faktor keluarga, dan faktor biologis. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian terdahulu menunjukan bahwa adanya kesesuaian dengan pernyataan bahwa body image merupakan sikap yang dimiliki individu terhadap tubuhnya, berupa penilaian positif dan negatif, juga didukung oleh hasil penelitian – penelitian terdahulu yang menjelaskan bahwa adanya hubungan antara body image negatif dengan eating disorders. Hal ini berkolerasi dengan hasil penelitian yang menjelaskan bahwa 26,1% body image berpengaruh terhadap kecenderungan seseorang memiliki eating disorder.
Eksplorasi Dinamika Countertransference pada Guru Bimbingan dan Konseling dalam Pelaksanaan Konseling Reva, Yohanna Valentina; Agustin, Raselia; Winangun, Kinasih Putri; Fittaya, Harum Khadijah; Alia, Marsha Najwa; Aman, Nurul Hidayah; Saripah, Ipah; Nadhirah, Nadia Aulia
Quanta : Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2024): VOLUME 8, NOMOR 3 (2024): SEPTEMBER-DECEMBER
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/quanta.v8i3.4900

Abstract

English: The aim of this research is to explore the dynamics of countertransference in guidance and counseling teachers when carrying out counseling and also to determine the causal factors and impacts of countertransference on the lives of guidance and counseling teachers. The research methods used are qualitative and quantitative description methods with data collection taken from distributing questionnaires to 33 guidance and counseling teachers spread across 27 high schools (SMA), as well as from the results of in-depth interviews with 4 guidance and counseling teachers. The research results show that countertransference dynamics do not strongly influence the lives of guidance and counseling teachers. Guidance and Guidance Teachers continue to work professionally in accordance with the code of ethics and carry out the guidance service process objectively. This research provides valuable insight into guidance and counseling teachers and students in relation to understanding the countertransference attitudes experienced by guidance and counseling teachers so that both can understand each other to achieve the final goal that will be mutually agreed upon.  Indonesia: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi dinamika countertransference pada guru bimbingan dan konseling saat melaksanakan konseling dan juga untuk mengetahui faktor-faktor penyebab serta dampak countertransference terhadap kehidupan guru bimbingan dan konseling. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskripsi kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data diambil dari penyebaran angket kepada 33 guru bimbingan dan konseling yang tersebar di 27 Sekolah Menengah Atas (SMA), serta dari hasil wawancara mendalam kepada 4 guru bimbingan dan konseling. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa dinamika countertransference tidak secara kuat mempengaruhi kehidupan guru bimbingan dan konseling. Guru bimbingan dan konseling tetap bekerja profesional sesuai dengan kode etik dan melakukan proses layanan bimbingan secara objektif. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga terhadap guru bimbingan dan konseling dan siswa dalam kaitannya memahami sikap countertransference yang dialami guru bimbingan dan konseling sehingga keduanya dapat memahami satu sama lain untuk mencapai tujuan akhir yang akan disepakati bersama.
PERBEDAAN BUDAYA: TANTANGAN MEMBANGUN KEPERCAYAAN ANTARA GURU BK DAN SISWA Aldilla Risyanindya; Rafli Achmad Slamet; Septia NurPitri Utami; Salma Humairah Shalihah; Tiara Firgiyanti; Nadia Aulia Nadhirah
ENTINAS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARI-JUNI
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multicultural is a word that is often used to describe cultural diversity. The interactions between guidance and counseling teachers and students are characterized by multicultural phenomena caused by various factors such as different cultural backgrounds, social and cultural changes, and globalization. This can lead to challenges such as miscommunication, stereotyping, and discomfort, but it also brings benefits such as opportunities for learning, mutual respect, and the development of multicultural counseling skills. Guidance and guidance teachers need to have adequate knowledge and skills to deal with this phenomenon and build trust with students from various cultures. The purpose of this research is to determine the trust challenges faced by guidance and counseling teachers in dealing with students who have different cultural backgrounds using a literature review study with qualitative methods through interviews and observations with guidance and counseling teachers at SMPN 2 Bandung. By increasing intercultural awareness and communication skills, guidance and counseling teachers can build stronger relationships with students and provide more effective student learning.
MEMAHAMI PENTINGNYA KOLABORASI GURU BK DENGAN PSIKOLOG DALAM MENANGANI PERMASALAHAN PESERTA DIDIK Faisa Khalidah; Delvina Nurhayati; Lakeisha Mozza; Nabila Destriyanti; Ibnu Hiban; Nadia Aulia Nadhirah
ENTINAS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARI-JUNI
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The collaboration between guidance and counseling (BK) teachers and psychologists in addressing student issues is crucial for enhancing student well-being and academic achievement. This article explains the importance of this collaboration in supporting the psychosocial and academic development of students. BK teachers provide guidance and counseling support within the educational environment, while psychologists offer specialized knowledge in understanding and addressing psychological issues. Through the integration of knowledge and skills from both professions, educational services can become more holistic and effective in addressing various challenges faced by students. This collaboration ensures that students receive appropriate interventions, enabling them to overcome barriers to learning and develop academically, emotionally, and socially. The roles of teachers and psychologists influencing this collaboration, as well as its benefits for students, teachers, and schools, are also discussed in this article. By understanding the importance of this collaboration, a more inclusive and supportive learning environment can be created for the optimal growth and development of students.
Profil penerimaan diri remaja pengguna media sosial Faraz Maulana Gunawan; Nadia Aulia Nadhirah; Ipah Saripah
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i1.82516

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi penerimaan diri siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Laboratorium Percontohan UPI Bandung berdasarkan gender, kelas, jumlah akun dan pertemanan media sosial. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif dengan sampel penelitian melalui random sampling yang meliputi 100 orang siswa SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung, terdiri dari 42% siswa laki-laki dan 58% siswa perempuan. Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen penerimaan diri yang disesuaikan dengan karakteristik data dan subjek peneltian. Instrumen terdiri dari 30 item yang disebarkan secara online melalui platform google classroom. Data penelitian dianalisis mengunakan pemodelan Rasch dengan menggunakan variable maps, subtotal specification, dan Differential Item Functional (DIF). Hasil temuan menunjukkan siswa berada pada kondisi penerimaan diri rendah dengan nilai mean person lebih rendah 0.06 daripada mean item 0.14 dengan dipengaruhi media sosial yang digunakan. Penerimaan diri siswa berada pada tingkat sedang menuju rendah, dengan siswa perempuan sulit menerima diri daripada laki-laki, dikarenakan siswa Perempuan lebih banyak memiliki media sosial yang digunakan. Penelitian lebih lanjut diperlukan dengan melibatkan responden yang representatif dan rancangan intervensi untuk meningkatkan penerimaan diri siswa. Self-acceptance profile of adolescent social media users Abstract: This study aims to describe the condition of self-acceptance of UPI Bandung Pilot Laboratory Junior High School (SMP) students based on gender, class, number of accounts and social media friendships. The type of research uses quantitative approach and descriptive method with research sample through random sampling which includes 100 students of SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung, consisting of 42% male students and 58% female students. The research data were collected using a self-acceptance instrument that was adapted to the characteristics of the data and research subjects. The instrument consisted of 30 items which were distributed online through the google classroom platform. The research data were analyzed using Rasch modeling using variable maps, subtotal specification, and Differential Item Functional (DIF). The findings show that students are in a low self-acceptance condition with a lower mean person value of 0.06 than the mean item of 0.14 with the influence of social media used. Students' self-acceptance is at a moderate to low level, with female students having difficulty accepting themselves than males, due to female students having more social media used. Further research is needed involving representative respondents and intervention design to improve students' self-acceptance.
PERMASALAHAN KONSELING ONLINE DALAM DIMENSI ETIKA PROFESI BIMBINGAN DAN KONSELING Rabbani, Azmi Fauzan; Nadhirah, Nadia Aulia; Budiman, Nandang
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v10i1.6283

Abstract

Kode etik profesi bimbingan dan konseling merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan pekerjaan guru bimbingan dan konseling. Konseling merupakan proses bantuan yang dilakukan konselor melalui wawancara kepada konseli agar dapat menyelesaikan masalah. Seiring berjalannya waktu, teknologi informasi sangat pesat berkembang. Cyber counseling menjadi jawaban dari pesatnya teknologi dalam setting layanan bimbingan dan konseling. Awal mula pelaksanaan cyber counseling pada abad ke-19 tahun 1960-1970. Konseling online pertama kali dilakukan menggunakan perangkat lunak. Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa konseling online memiliki keefektifan sama halnya dengan konseling secara langsung. Konseling online ataupun konseling secara langsung memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Pada penelitian ini memandang bahwa pentingnya kompetensi yang harus dimiliki konselor dalam konseling online dan perlunya keberlangsungan konseling online yang sesuai dengan setting layanan bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode literatur review dengan teknik kualitatif. Dengan didukung menggunakan Google Scholar. Melalui sumber yang telah dikumpulkan pada penelitian ini menghasilkan bahwa terdapat banyaknya masalah etika yang harus diperhatikan konselor saat melakukan cyber counseling dan konseling tatap muka serta kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang konselor.
Exploring the Issues of Counseling Teachers with Non-Guidance and Counseling Backgrounds from the Perspective of the Professional Code of Ethics Sukmawati, Diandra; Fairuz, Isna Zahuratul Fairuz; Munigar, Naila Salsabila Munigar; Haq, Najwa Dhiyaul Haq; Savitri, Silva Savitri; El Mahmudiyah, Zaskia Hilmah Salamah El Mahmudiyah; Nadhirah, Nadia Aulia
Journal of Education and Counseling (JECO) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32627/jeco.v4i2.980

Abstract

Guidance and counseling teachers with Non guidance and counseling backgrounds are still an issue that often occurs in education in Indonesia. This is caused by the limited number of guidance and counseling teachers in Indonesia. Therefore, the aim of this research is to explore and find out more deeply about guidance and counseling teachers with non-counseling backgrounds from a guidance and counseling perspective. This research uses descriptive qualitative methods to explain in more detail the data from interviews with both guidance and counseling teachers and guidance and counseling teachers with Non guidance and counseling backgrounds. The results obtained are that guidance and counseling teachers with Non guidance and counseling backgrounds do not really understand and delve into the code of ethics for guidance and counseling. However, in practice, guidance and counseling teachers who come from the psychology department (non-counseling) have adequate understanding regarding counseling, so their presence helps reduce the workload of guidance and counseling teachers. Keywords: Code of Ethics; professional ethics; Non guidance and counseling guidance and counseling teachers.
Analisis Validitas Konstruk Instrumen Kematangan Karier Menggunakan Winstep Az-zahra, Nabila; Suryana, Dodi; Nadhirah, Nadia Aulia
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 1 (2024): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i1.13745

Abstract

Career maturity is a pivotal aspect in supporting an individual’s career development for the future. The success of a person’s career is influenced by their ability to make appropriate career choices. However, adolescents often lack a mature understanding and knowledge in establishing career choices, as they are not yet independent in decision-making. This indicates that the career maturity of adolescents still needs to be enhanced. To measure an individual’s career maturity, an instrument is required as a measurement tool. One method to investigate this instrument is by using the Rasch Model. Data collection is conducted using a Likert scale with simple random sampling technique. This study aims to analyze the construct validity of the career maturity scale from 136 junior high school students in Bandung. The research employs a quantitative approach with a survey design as the research method. Data is analyzed using the Rasch model with Winstep version 3.73. The findings of the analysis indicate that the validity and reliability value is 0.86, meaning the instrument is considered good, although some items exhibit gender bias.____________________________________________________________Kematangan karier merupakan faktor kunci dalam menunjang perkembangan karier individu di masa depan. Keberhasilan dalam karier tidak hanya bergantung pada kemampuan individu untuk membuat pilihan yang tepat, tetapi juga pada kedewasaan dalam memahami dan mengevaluasi opsi yang tersedia. Remaja sering kali menghadapi tantangan dalam hal ini, karena mereka masih dalam proses mencapai kemandirian dalam pengambilan keputusan. Kondisi ini menandakan perlunya peningkatan dalam aspek kematangan karier di kalangan remaja. Untuk mengukur dan mengevaluasi kematangan karier, diperlukan instrumen yang valid dan reliabel. Pemodelan Rasch menawarkan kerangka kerja yang robust untuk menyelidiki instrumen semacam itu, dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui skala Likert dan teknik simple random sampling. Studi ini berfokus pada analisis validitas konstruk skala kematangan karier dari sampel 136 siswa sekolah menengah pertama di Bandung, menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain survei. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Winstep versi 3.73, menghasilkan nilai validitas dan reliabilitas sebesar 0.86. Ini menunjukkan bahwa instrumen tersebut memiliki kualitas yang baik, meskipun beberapa item menunjukkan bias berdasarkan kategori gender, yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kesetaraan pengukuran. 
Pengembangan Instrumen Kemandirian Remaja Menggunakan Analisis Rasch Model Tanjung, Anisah; Supriatna, Mamat; Nadhirah, Nadia Aulia
Psychocentrum Review Vol 6, No 3 (2024): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.632320

Abstract

Kemandirian remaja merupakan hal yang sangat penting dalam proses menuju manusia yang dewasa. Kemandirian dibangun mulai dari diri sendiri dan juga lingkungan. Lingkungan yang memadai akan meningkatkan kemandirian remaja. Salah satu lingkungan yang mendukung kemandirian remaja adalah pesantren. Alat ukur yang valid dan reliabel dibutuhkan untuk mengukur tingkat kemandirian remaja. Sebelum alat ukur tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat kemandirian remaja, alat ukur tersebut perlu diuji terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur validitas dan reliabilitas instrumen kemandirian remaja berdasarkan teori Stenberg yang mengatakan bahwa kemandirian remaja terdiri dari tiga aspek yaitu kognitif, perilaku, dan emosional. Penelitian ini dilakukan di pada 39 partisipan dari santriwan dan santriwati yang ada di Jawa Barat menggunakan desain penelitian cross sectional survey. Hasil pengumpulan data kemudian dianalisis melalui rasch model menggunakan aplikasi winstap 3.73. Hasil penelitian menunjukkan bahwa item reliabilty termasuk dalam kategori istimewa, sehingga instrumen ini dapat dijadikan salah satu alat pengukuran kemandirian remaja di pesantren. Rekomendasi bagi penelitian selanjutnya adalah mencari sampel yang lebih banyak agar instrumen yang dibuat dapat digunakan secara komprehensif.
Co-Authors Adiena Filosofianita Adiwinata, Anne Hafina Afendy, Popy Mayasari Agustin, Raselia Agustina, Ervina Rahma Ahmad Rofi Suryahadikusumah Ahman Ahman, Ahman Aisha Nadya Akhmad, Sudaryat Nurdin Aldilla Risyanindya Alia, Marsha Najwa Almer Aprillia Edika Putri Aman, Nurul Hidayah anne Hafina, anne Annisa Fitria Suherman Anorra, Regina Ardila, Putri Az-zahra, Nabila Azka Dhianti Putri Azriel Arriadi Hidayat Azzahra, Chintya Salsha Baiti, Luthvia Zahiro Baranovich, Diana Lea Charisma Rahmadhani, Alifah Dadang Sudrajat Dea Risma Priliani Debitzha Zein Syakhira Delvina Nurhayati Dody Hartanto Dody Hartanto El Mahmudiyah, Zaskia Hilmah Salamah El Mahmudiyah Esty Noorbaiti Intani Esya Anesty Mashudi, Esya Anesty Fadia, Shalza Arthya Fahriza, Irfan Fairuz, Isna Zahuratul Fairuz Faisa Khalidah Faraz Maulana Gunawan Fathiyah, Khalila Ainul Fauzan, Iqbal Muhammad Fauziah, Mufied Febianty Tatva Maharani Fittaya, Harum Khadijah Giskha Oktaviani Khairun Nisa Giskha Oktaviani Khairun Nisaa Gofur, Ridwan Habibah Nurul Fazriah Hamzah, Rifqy Muhammad Hanifatizzahra, Ghassani Awanis Haq, Najwa Dhiyaul Haq Ibnu Hiban Ilfiandra Ilfiandra Ilfiandra Ineu Silviany Ipah Saripah Ipah Saripah Ipah Saripah, Ipah Irawan, Tb. Moh. Irma Ari Jovita Anindya Kania Cahyaningtyas Khairunnisa, Iqlima Rahma Khalda Nur Aulia Khansa Meradaputhi Kharisma Amelia Putri Khoerunnisa, Syifa Koswara Koswara Kusnadi, Ghaida Az-zahra Lakeisha Mozza Lianawati, Ayong Maola, Syifa Nurul Maya Ningrat Mayfani, Silviedriya Miftah Al Mubarok Muhammad Ridho Albari Mulyana, Citta Lena Putri Munigar, Naila Salsabila Munigar Musthofa, Muhammad Ariq Mutia Khaira Nabila Destriyanti Nadiah, Syifa Nadya, Aisha Najjini, Sabrina Luthfia Nanda Eka Saputra, Wahyu Nandang Budiman Nani M. Sugandhi Nasrudin, Alifia Hasna Putri Nasution, Lusy Amelia Novianti Novianti Novianti Novianti Nur Widyanti Nuroniah, Pepi Nurshabrina, Debby Rojwa Nurul Amin, Izzatun Nisa Pratiwi, Tiara Iskandar Prima Suci Rohmadheny Purnamasari, Yuniarti Putri, Marsha Hariani Putri, Mia Aprianti Rabbani, Azmi Fauzan Rachmawati Rachmawati Rafli Achmad Slamet Rasyidi, Syifa Nurul Ain Rayaginansih, Syari Fitrah Reva, Yohanna Valentina Rifki Abdul Ghani Rifqy Muhammad Hamzah Rina Nurhudi Ramdhani, Rina Nurhudi Risma Nursyani Rohman, Yuni Nur Roring, Lucky Angkawidjaja Rosana, Dinda Salma Salma Humairah Shalihah Savitri, Silva Savitri Septia NurPitri Utami Sethul, Hoeur Setiawati Setiawati Sheilla, Ainun Silviedriya Mayfani Siti Nurhasanah Sopian, Nadine La Rosa Suherman, Uma Sukmawati, Diandra Sukmawati, Diandra Thufailah Supriatna, Mamat Supriatna, Mamat Suryadi, Kayla Annazwa Suryahadikusumah, Ahmad Rofi Suryana, Dodi Syamsu Yusuf Syamsu Yusuf, Syamsu Syani, Saffanah Syarif Bin Muhammad Romli Samae Syifa Awaliyah Nurrohmah Tanjung, Anisah Tazkia, Dirham Alkayyisa Tayyara Tiara Firgiyanti Tiara Iskandar Tiara Iskandar Pratiwi Uman Suherman AS Via Himmatun 'Aliah Vivi Apriliani Winangun, Kinasih Putri Wulan Ayu Lestari Yusuf LN, Syamsu