Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang Bangun Panel Instalasi Listrik Berbasis Engineering safety untuk Oven Pengecatan Bodi Kendaraan Fawwaz Naufal; Arif, Ahmad; Maksum, Hasan; Fernandez, Donny
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.376

Abstract

Keselamatan kerja pada ruang oven pengecatan bodi kendaraan sering terabaikan, terutama pada sistem kelistrikan yang beroperasi pada suhu tinggi dan kelembapan tinggi. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun panel instalasi listrik berbasis engineering safety untuk oven pengecatan di Laboratorium Teknik Otomotif Universitas Negeri Padang. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model Planning, Production, and Evaluation (PPE). Panel dirancang untuk melayani beban 3.736,6 W pada tegangan 220 V, dilengkapi Miniature Circuit Breaker (MCB) 20 A, tombol Emergency Stop, sistem grounding, pilot lamp, dan thermostat yang mengacu pada standar SNI dan PUIL 2011. Validasi dua ahli menyatakan panel layak digunakan, sedangkan uji fungsional menunjukkan MCB bekerja responsif dan tombol Emergency Stop mampu memutus arus dalam waktu kurang dari 0,5 detik. Hasil ini mengindikasikan bahwa panel yang dikembangkan efektif meningkatkan keselamatan kerja dan menjadi media pembelajaran praktikum kelistrikan serta teknologi pengecatan di pendidikan vokasi otomotif. Occupational safety in painting ovens is often overlooked, particularly in electrical systems operating in high-temperature, high-humidity environments. This study designs and constructs an electrical installation panel based on engineering safety principles in the Automotive Engineering Laboratory of Universitas Negeri Padang using a Research and Development approach with the Planning, Production, and Evaluation (PPE) model. The panel supplies a load of 3,736.6 W at 220 V and is equipped with a 20 A Miniature Circuit Breaker (MCB), Emergency Stop button, grounding system, pilot lamp, and thermostat in accordance with SNI and PUIL 2011. Validation by two experts confirmed that the panel is feasible for use, while functional testing showed that the MCB operates responsively and the Emergency Stop disconnects the circuit in less than 0.5 s. These findings indicate that the panel enhances safety and provides a practical learning medium for electrical systems and painting technology in vocational automotive education.
Pengaruh Kecepatan Sirkulasi Udara terhadap Temperatur dan Kelembapan pada Oven Pengecatan Bodi Kendaraan Asadifa Saputra, Aditya; Maksum, Hasan; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.377

Abstract

Kualitas pengecatan bodi kendaraan sangat ditentukan oleh proses curing di dalam oven, yang bergantung pada kestabilan temperatur dan kelembapan udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kecepatan sirkulasi udara terhadap temperatur dan kelembapan relatif di oven pengecatan dengan metode eksperimen kuantitatif. Pengukuran kecepatan udara, temperatur, dan kelembapan dilakukan menggunakan anemometer, sensor temperatur digital, dan sensor kelembapan pada tiga variasi kecepatan kipas (0,91; 2,67; 3,89 m/s) selama 20 menit. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan sirkulasi dari 0,91 menjadi 3,89 m/s meningkatkan temperatur rata-rata oven dari 52,5 °C menjadi 59,5 °C dan menurunkan kelembapan relatif dari 38,0% menjadi 33,5%. Analisis keseragaman pada tiga titik ukur menghasilkan koefisien variasi < 5%, menandakan distribusi udara yang sangat seragam. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan sistem ventilasi dan sirkulasi udara yang tepat mampu meningkatkan perpindahan panas konveksi, efisiensi curing, dan kualitas pengecatan bodi kendaraan. The quality of vehicle body painting is strongly determined by the curing process in the oven, which depends on stable air temperature and humidity. This study analyzes the effect of air circulation speed on oven temperature and relative humidity using a quantitative experimental method. Air velocity, temperature, and humidity were measured with an anemometer, digital temperature sensor, and humidity sensor at three fan-speed settings (0.91, 2.67, and 3.89 m/s) during 20-minute curing cycles. The results show that increasing air-circulation speed from 0.91 to 3.89 m/s raises the average oven temperature from 52.5 °C to 59.5 °C and reduces relative humidity from 38.0% to 33.5%. Uniformity analysis at three measurement points yields coefficients of variation below 5%, indicating highly uniform airflow distribution. These findings demonstrate that properly designed ventilation and air-circulation systems can enhance convective heat transfer, improve curing efficiency, and increase the consistency of automotive body-paint quality.
Pengaruh Variasi Temperatur Pengeringan terhadap Ketebalan dan Homogenitas Lapisan Cat pada Pelat Logam Burtian, Intan; Fernandez, Donny; Setiawan, M.Yasep; Arif, Ahmad
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.378

Abstract

Pengecatan pada substrat logam berperan penting dalam perlindungan korosi dan sangat dipengaruhi oleh ketebalan lapisan cat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh temperatur pengeringan oven terhadap ketebalan lapisan cat pada pelat logam. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan variasi temperatur pengeringan 40, 50, dan 60 °C selama 20 menit menggunakan cat Nitrocellulose–Alkyd; ketebalan lapisan diukur dengan mikroskop metalurgi dan dianalisis dengan ANOVA satu arah. Hasil menunjukkan bahwa kenaikan temperatur pengeringan menurunkan ketebalan lapisan cat, dengan ketebalan rata-rata 89,986 μm pada 40 °C; 78,315 μm pada 50 °C; dan 66,675 μm pada 60 °C. Nilai Fhitung (2,59) lebih kecil daripada Ftabel (5,14), sehingga perbedaan ketebalan tidak signifikan secara statistik, namun secara teknis temperatur 40 °C memberikan kombinasi terbaik antara ketebalan dan konsistensi lapisan untuk menjaga performa protektif dan estetika pengecatan. Coating metal substrates is essential for corrosion protection and strongly depends on paint coating thickness. This study investigates the effect of oven drying temperature on paint coating thickness on steel plates. A quantitative experimental method was applied using Nitrocellulose–Alkyd paint dried at 40, 50, and 60 °C for 20 min; coating thickness was measured with a metallurgical microscope and analyzed using one-way ANOVA. The results show that increasing drying temperature decreases coating thickness, with average values of 89.986 μm at 40 °C, 78.315 μm at 50 °C, and 66.675 μm at 60 °C, accompanied by larger standard deviations. The F statistic (2.59) is lower than the critical F value (5.14), indicating no statistically significant difference; however, from a technical viewpoint, drying at 40 °C provides the best compromise between coating thickness and consistency to maintain protective and aesthetic performance.
Pengaruh Variasi Jarak Penyemprotan di dalam Spray booth terhadap Ketebalan Lapisan Cat pada Bodi Kendaraan Rhana Rhandika, Sandhy; Fernandez, Donny; Muslim; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.385

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi jarak penyemprotan terhadap ketebalan lapisan cat pada body kendaraan di dalam spray booth. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental deskriptif pada pelat baja yang dicat Penta Super Gloss NC Metallic. Spray gun gravitasi dioperasikan pada tekanan konstan 2,8 bar dengan jarak penyemprotan 10, 15, 20, 25, dan 30 cm. Setelah pengeringan oven pada 60 °C selama 20 menit, ketebalan lapisan cat warna diukur menggunakan coating thickness gauge pada tiga titik untuk setiap jarak. Hasil menunjukkan tren penurunan ketebalan rata-rata dari 64,33 µm pada jarak 10 cm menjadi 47,20-48,50 µm pada jarak 25-30 cm, yang paling mendekati standar industri sekitar 50 µm dan menghasilkan permukaan yang lebih halus serta merata. Temuan ini menegaskan pentingnya pengaturan jarak penyemprotan di dalam spray booth sebagai parameter utama untuk mengendalikan ketebalan lapisan cat. This study investigates the effect of spraying distance using a spray gun on coating thickness on vehicle body panels inside a spray booth. A quantitative quasi-experimental method was applied on steel plates coated with Penta Super Gloss NC Metallic paint. A gravity spray gun was operated at a constant pressure of 2.8 bar with spraying distances of 10, 15, 20, 25, and 30 cm. After oven drying at 60 °C for 20 min, the coating thickness of the color layer was measured using a coating thickness gauge at three points for each distance. The results show a decreasing trend in average coating thickness from 64.33 µm at 10 cm to 47.20–48.50 µm at 25–30 cm, which is closest to the 50 µm automotive standard and produces smoother, more uniform surfaces on the vehicle body. These findings highlight spraying distance as a key controllable parameter for achieving target coating thickness in spray booth applications.
Rancang Bangun Spray Booth Pengecatan Bodi Kendaraan dengan Vertical water curtain dan Analisis Efisiensi Filtrasi Debu Cat Hafidz, Abdurrahman; Fernandez, Donny; Setiawan, M.Yasep; Hidayat, Nuzul
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.386

Abstract

Pengecatan bodi kendaraan merupakan tahap penting untuk meningkatkan estetika dan melindungi logam dari korosi. Penelitian ini bertujuan merancang spray booth dengan sistem aliran air vertikal sebagai dust absorber yang memenuhi standar K3 dan K3LH pada proses pengecatan bodi kendaraan. Metode yang digunakan adalah Research and Development yang meliputi perancangan, validasi ahli, dan uji coba di Laboratorium Bodi dan Pengecatan Universitas Negeri Padang. Spray booth berukuran 360 × 150 × 250 cm dan dilengkapi exhaust fan serta filter udara untuk mengoptimalkan aliran udara. Uji kinerja menunjukkan bahwa filter kering menyerap rata-rata 12,17 g partikel cat per 100 g campuran cat, sedangkan filter basah meningkat menjadi 15 g. Hasil ini membuktikan bahwa sistem aliran air vertikal meningkatkan efisiensi filtrasi debu cat, menurunkan pencemaran udara di area kerja, dan mendukung penerapan K3 dan K3LH yang lebih aman dan ramah lingkungan. Automotive body painting is a critical stage to enhance appearance and protect metal surfaces from corrosion. This study aims to design a spray booth with a vertical water flow system acting as a dust absorber that complies with occupational health and safety (OHS) and environmental safety (K3 and K3LH) standards for automotive body painting. A Research and Development approach was applied, including design, expert validation, and prototype testing in the Body and Painting Laboratory of Universitas Negeri Padang. The spray booth (360 × 150 × 250 cm) is equipped with vertical water flow, an exhaust fan, and air filters to optimise airflow. Performance tests show that dry filters retained on average 12.17 g of paint dust per 100 g of paint mixture, whereas wet filters retained 15 g. These results indicate that the vertical water flow system improves filtration efficiency, reduces airborne paint pollution in the spray booth, and supports safer OHS- and environment-oriented painting practices.
Integrasi Problem Based Learning Berbantuan QR Code pada Pembelajaran Sistem Pemindah Tenaga di SMK untuk Meningkatkan Hasil Belajar Oktarilta, Raihan; Hidayat, Nuzul; Wagino; Fernandez, Donny; Novira, Aulia; Izzaty Jamhur, Annisak
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.389

Abstract

Pembelajaran Sistem Pemindah Tenaga di SMK masih menunjukkan hasil belajar dan keaktifan yang rendah sehingga diperlukan model yang lebih kontekstual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Quick Response (QR) Code pada siswa kelas XI TKR SMK Negeri 2 Sungai Penuh. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas tiga siklus terhadap 30 siswa, dengan data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan observasi kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Rata-rata nilai meningkat dari 43,83 pada pretest menjadi 78,40 pada posttest siklus III, sedangkan ketuntasan klasikal naik dari 6,67% menjadi 76,67%. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL berbantuan QR Code efektif memperbaiki pemahaman konsep dan pemecahan masalah siswa. Implikasinya, integrasi PBL dan QR Code berpotensi menjadi strategi pembelajaran vokasional berbasis teknologi yang mendorong kemandirian dan keterlibatan belajar. Learning outcomes and engagement in the Power Transmission System subject at vocational schools remain low, so more contextual and interactive approaches are required. This study investigates the effect of Problem Based Learning (PBL) assisted by Quick Response (QR) Code on students’ achievement in class XI Light Vehicle Engineering at SMK Negeri 2 Sungai Penuh. A three-cycle Classroom Action Research design was implemented with 30 students. Data on learning outcomes and participation were collected through tests and observations and analysed descriptively. The average score increased from 43.83 in the pre-test to 78.40 in the post-test of cycle III, while class mastery rose from 6.67% to 76.67%. These results indicate that QR-Code-supported PBL effectively enhances conceptual understanding and problem-solving in automotive transmission systems. The findings imply that integrating PBL with QR Code is a promising technology-enhanced strategy for strengthening autonomy and engagement in vocational education.
Pengalaman Praktik Kerja Industri dan Minat Menjadi Mekanik Otomotif: Studi Korelasional pada Siswa SMK Teknik Kendaraan Ringan Miftahul Rizki; Sugiarto, Toto; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.390

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontribusi pengalaman praktik kerja industri terhadap minat berkarier sebagai mekanik otomotif pada siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Bukittinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel jenuh 33 siswa yang telah menyelesaikan praktik. Data dikumpulkan melalui dua angket berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman praktik kerja industri berada pada kategori tinggi (mean = 98,67) dan minat menjadi mekanik juga tinggi (mean = 72,79). Koefisien korelasi sebesar r = 0,440 dengan p = 0,010 mengindikasikan hubungan positif yang signifikan, dengan kontribusi 19,4% terhadap variasi minat karier. Temuan ini menegaskan pentingnya desain program praktik kerja industri yang berkualitas sebagai strategi sekolah kejuruan untuk memperkuat orientasi karier siswa di bidang otomotif. This study examines the contribution of industrial work-practice experience to students’ interest in pursuing a career as automotive mechanics among Grade XII Light Vehicle Engineering students at SMKN 1 Bukittinggi. A quantitative correlational design was applied with a saturated sample of 33 students who had completed their internship. Data were collected using two validated and reliable Likert-scale questionnaires and analysed through descriptive statistics and Pearson Product Moment correlation. The findings show that industrial work-practice experience is in the high category (mean = 98.67) and interest in becoming a mechanic is also high (mean = 72.79). The correlation coefficient r = 0.440 with p = 0.010 indicates a significant positive relationship, with a contribution of 19.4% to the variance in career interest. These results highlight the importance of well-designed internship programmes in vocational schools for strengthening students’ career orientation in the automotive sector.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Dasar-Dasar Otomotif melalui Case Based Learning di Sekolah Menengah Kejuruan Yadispama Maiga, Wahyu; Wagino; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial; Mahardika, Tiara
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.394

Abstract

Pembelajaran Dasar-Dasar Otomotif pada elemen K3LH di SMK masih menunjukkan keaktifan dan hasil belajar yang rendah, sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Case Based Learning (CBL). Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pada 28 siswa kelas X TSM 2 SMKN 1 Koto XI Tarusan. Data keaktifan dikumpulkan melalui lembar observasi, sedangkan hasil belajar diukur dengan tes formatif dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan keaktifan klasikal meningkat dari 53,85% pada Siklus I menjadi 66,57% pada Siklus II, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari 25% pra-tindakan menjadi 78,57% pada Siklus II dan melampaui KKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa CBL efektif meningkatkan keterlibatan siswa dan penguasaan konsep K3LH pada pembelajaran vokasi otomotif. Student engagement and learning outcomes in the Basic Automotive Engineering subject, particularly the occupational health, safety, and environmental (K3LH) element, were still low at SMKN 1 Koto XI Tarusan. This study investigated whether the Case Based Learning (CBL) model could improve these outcomes. A two-cycle classroom action research design was implemented with 28 Grade X Light Vehicle Engineering students through the stages of planning, action, observation, and reflection. Student engagement was measured using observation sheets, while cognitive achievement was assessed through formative tests and analysed with descriptive statistics. The results show that class-wide engagement increased from 53.85% in Cycle I to 66.57% in Cycle II, whereas mastery learning rose from 25% at pre-test to 78.57% in Cycle II, exceeding the minimum standard. These findings demonstrate that CBL effectively enhances student participation and conceptual understanding of K3LH in vocational automotive education.
Pemberdayaan Kelompok Tani dalam Pemanfaatan Limbah Pelepah Sawit sebagai Pakan Ternak Berbasis Teknologi Tepat Guna Refdinal, Refdinal; Erizon, Nelvi; Fernandez, Donny; Arfianti, Fina
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v6i3.1715

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan kelompok tani Boncah Bungo Tanjuang di Kabupaten Pasaman Barat melalui penerapan teknologi tepat guna dalam pemanfaatan limbah pelepah sawit sebagai bahan pakan ternak alternatif. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah kesulitan memperoleh pakan ternak akibat keterbatasan lahan hijauan, tingginya biaya pakan komersial, dan belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian. Padahal, daerah ini memiliki potensi limbah pelepah sawit yang melimpah dari aktivitas perkebunan, namun selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penyediaan pakan ternak, mengurangi limbah pertanian, dan mendorong kemandirian ekonomi peternak melalui inovasi mesin pencacah pelepah sawit. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan mesin pencacah, uji coba dan pelatihan operasional mesin, serta pendampingan penerapan teknologi di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mesin pencacah berkapasitas 200–300 kg/jam mampu menghasilkan potongan pelepah sawit berukuran 1–3 cm yang mudah dikonsumsi ternak. Penggunaan pelepah sawit sebagai pakan mampu menekan biaya pakan hingga 40%, meningkatkan ketersediaan pakan sepanjang tahun, dan mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembakaran limbah. Kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan peternak dalam penggunaan dan perawatan mesin, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam penerapan teknologi tepat guna yang berkelanjutan.
Co-Authors Adnan, Anggi Nur Afriza, Weny Late Ahmad Arif Ahmad Arif Ahmad Juanda Aken Derisman Aldi Zulkarnain Hasibuan Aldri Frinaldi Alfan Rifani Alfansury, Fikhry Alfian Asra Altifani Dasla Ambiyar, Ambiyar Ananta Azmi Andrizal Andrizal Andrizal Andrizal Andrizal Andry Amanda Batubara Angga Bahri Pratama Anori, Sartika Arfianti, Fina Arhaya Umil Azmah Ariefni, Naufal Rafif Arif Rahmat Ali Asadifa Saputra, Aditya Azhari, Mhd. Baehaqi Baharudin, Agus Bima Rahmat Maulana Budi Syahri Burtian, Intan Chandra, R Citra Sri Rahmadani Dani Saputra, Hendra Dasman Lanin Dedi . Dedi Setiawan Dedi Setiawan Delvina, Mery Dwi Aksa, Azezen Dwi Sudarno Putra Dwi Sudarno Putra edy susanto Efrizal, Yondri Erawati, Susi Erizon, Nelvi Erzeddin Alwi Fadhil, Fharizal Fahmi Otriza Fauzil, Achmat Fauzil Fawwaz Naufal Febiola, Mutiara Diva Gito Gito Giantoro - Hafidz, Abdurrahman Hakiki, Syarah Nur Hakim, Bambang Nur Hamdani, Riko Handini Novita Sari Hasan Maksum Heldi Heldi, Heldi Hendra Dani Saputra Iffarial Nanda Ilham Akbar Maulana Ilham Sadni Putra ilham yuliady Indang Dewata Irvan Ramdani Izzaty Jamhur, Annisak Jheri Hermanto Joni, Rahmi Rahmahwati Jufrizan, Al Junil Adri Karin Gifa Ananta Sari Kevin Lisson Putra Koto, Rahmat Desman Kuo, Hsu-Chan Lili Dasa Putri Lubis, Govin Setiawan M Ilham Sanusi M Joko M. Abdi Rizal M. Yasep Setiawan Maiputra, Fikli Restu Martias Martias Martias Martias Martias Maulana Ilyas, Taufiq Maulana, Fauzan Maulana, Ihsan Meka Arisma Sari Meri Azmi Miftahul Rizki Milana Milana Mishbahul Badri Munawir Harahap Muslim Muslim Muslim Nanda, Iffarial Nasti, Prayudi Nauval, Roid Nelvi Erizon Nizwardi Jalinus Nofrianto Putra Novira, Aulia Nur Asiah Nuzul Hidayat, Nuzul Oktarilta, Raihan Osvaldo Adven Kurniawan Prayuda, Agus Prima Nefri Zofa Purnama, Alvin Purwanto, Wawan Putra Jasman, Yusril Putra, Nofrianto Putra, Rido Putra, Rifan Gusnadi R Candra R Chandra R. Chandra R. Chandra Rahmadani Rahmadani Rahmadiawan, Dieter Rahmat Hidayah, Khalik Rahmatul Azizah Rakasiwi, Sasha Dilla Ramadhan, Thoriq Ramadhania, Amdanova Refdinal, Refdinal Refdinal, Refdinal Regi Valentio Rembrandt, Rembrandt Remon Lapisa Rhana Rhandika, Sandhy Ridwan Rifdarmon Rifdarmon Rifdarmon Rifelino Rifelino Rizki Alfarizi Roza Putri Mawarti Rudi Sandra Arifin Sanusi, M Ilham Setiawan, M.Yasep Sihole, Yosua Partogi Simatupang, Wakhinuddin Siregar, Martin Rafael Sugeng Susanto Sugiarto, Toto Sulastri, Ayu Sutiman Sutiman, Sutiman Syafri, Rifki Randa Syamsul Amar B Tiara Mahardika Toto Sugiarto Toto Sugiarto Umar, Genius Vhannesti, Citra Victor Prudentius Wagino WAGINO Wagino , Wagino Wakhinuddin S Wanda Afnison Waskito Waskito Waskito, Waskito Wendi Leo Agustin Whustha Khairul Yadispama Maiga, Wahyu Yasep Setiawan, M Yeni Putri, Elviza Yogianda Aprilindo Yondri Efrizal Yoszi Mingsi Anaperta Yulian, Yoga Ahmad Zapit, Dandi Wahyudi Zikri, Zikri