Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Waktu Tempuh, Konsumsi Bahan Bakar, dan Ambang Nilai Waktu pada Jalan Tol dan Jalan Arteri Padang-Sicincin Bahri, Muhammad Jihadvi Athiya Bahri; Fernandez, Donny; Wagino, Wagino; Sugiarto, Toto
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wjtyt004

Abstract

Studi komparatif lapangan berpasangan ini membandingkan waktu tempuh, konsumsi bahan bakar per perjalanan, intensitas konsumsi bahan bakar (L/100 km), variabilitas waktu tempuh yang teramati, dan ambang impas nilai waktu antara rute tol dan arteri Padang-Sicincin. Satu Honda Jazz RS 1.497 cc bertransmisi CVT digunakan pada 24 perjalanan yang membentuk 12 pasangan berdasarkan kategori hari, sesi, dan arah. Unit inferensial penelitian adalah 12 pasangan perjalanan. Waktu dan jarak direkam dengan stopwatch/GPS, sedangkan bahan bakar diukur dengan metode full-to-full; keterbatasan presisi metode ini diperlakukan secara eksplisit. Perbedaan berpasangan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank eksak, korelasi rank-biserial, dan interval kepercayaan bootstrap. Rata-rata waktu tempuh tol adalah 32,62 menit, sedangkan arteri 57,06 menit. Penghematan rata-rata 24,44 menit (42,83%; IK 95% 18,88-30,39) konsisten pada seluruh pasangan (W = 0; p eksak = 0,0005; r_rb = 1,00). Konsumsi total rata-rata sebesar 2,25 L pada tol dan 2,15 L pada arteri tidak berbeda secara statistik (selisih 0,10 L; IK 95% -0,46-0,57; W = 29,5; p = 0,5186). Intensitas konsumsi juga tidak berbeda (5,79 versus 6,43 L/100 km; p = 0,7334). IQR waktu tempuh tol lebih sempit (1,51 versus 18,22 menit), tetapi ukuran sampel belum memadai untuk menyimpulkan reliabilitas populasi. Dengan tarif Golongan I Rp50.500 dan tanpa memasukkan selisih bahan bakar yang tidak pasti, ambang impas berbasis penghematan waktu rata-rata adalah sekitar Rp123.977 per jam. Temuan menunjukkan keuntungan operasional utama tol pada sampel ini adalah penghematan waktu; bukti mengenai keuntungan bahan bakar belum konklusif. This paired field-comparison study examined travel time, trip-level fuel use, distance-normalized fuel intensity (L/100 km), observed travel-time variability, and the break-even value of time for the Padang-Sicincin toll and arterial routes. One 1,497-cc Honda Jazz RS with a continuously variable transmission completed 24 trips forming 12 pairs matched by day category, time period, and direction. The inferential unit was the 12 trip pairs. Travel time and distance were recorded using a stopwatch/GPS, while fuel use was measured with the full-to-full method; the method's limited precision was explicitly considered. Paired differences were evaluated with the exact Wilcoxon signed-rank test, rank-biserial correlation, and bootstrap confidence intervals. Mean travel time was 32.62 min on the toll route and 57.06 min on the arterial route. The mean saving of 24.44 min (42.83%; 95% CI 18.88-30.39) occurred in every pair (W = 0; exact p = 0.0005; r_rb = 1.00). Mean trip-level fuel use was 2.25 L on the toll route and 2.15 L on the arterial route, with no statistical difference (mean difference 0.10 L; 95% CI -0.46 to 0.57; W = 29.5; p = 0.5186). Distance-normalized fuel intensity also did not differ (5.79 versus 6.43 L/100 km; p = 0.7334). The toll route had a narrower observed travel-time IQR (1.51 versus 18.22 min), but the sample was insufficient for population-level reliability claims. Using the IDR 50,500 Class I toll and excluding the uncertain fuel difference, the mean-time-based break-even value was approximately IDR 123,977 per hour. The main observed operational benefit was therefore travel-time savings, whereas evidence of a fuel-use advantage remained inconclusive.
Sosialisasi Mengintegrasikan Nilai-Nilai Karakter Dalam Kurikulum Pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 01 Muara Panas Donny Fernandez; Meka Arisma Sari; Ananta Azmi; Roza Putri Mawarti; Victor Prudentius; Ilham Sadni Putra
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i1.2695

Abstract

Sejak usia dini, pendidikan karakter memainkan peran penting dalam pembentukan moral dan kepribadian siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif sosialisasi integrasi nilai-nilai karakter ke dalam kurikulum Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Muara Panas. Sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang melakukan kegiatan ini. Siswa dapat berpartisipasi aktif dengan menggunakan presentasi, diskusi interaktif, pemutaran video, dan kuis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang interaktif dan partisipatif dapat membantu orang lebih memahami dan menerapkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kerjasama dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu dengan pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi siswa-siswi juga termotivasi untuk berpartisipasi lebih aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa sosialisasi pendidikan karakter, yang di integrasikan ke dalam kurikulum dan disampaikan dengan cara yang menarik, dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembentukan karakter siswa yang bermoral dan bertanggung jawab.
Optimasi Parameter Electromagnetic Regenerative Shock Absorber (ERSA) untuk Pemanenan Energi Listrik pada Suspensi Belakang Toyota Avanza Agus Prayuda; Donny Fernandez; Wawan Purwanto; Dwi Sudarno Putra; Jheri Hermanto
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.231

Abstract

Pemanfaatan energi getaran pada suspensi kendaraan merupakan salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan pembangkitan energi listrik Electromagnetic Regenerative Shock absorber (ERSA) pada suspensi belakang Toyota Avanza menggunakan metode Taguchi. Tiga faktor diuji, yaitu jumlah lilitan kumparan (1500–2500 lilitan), diameter kawat (0,2–0,4 mm), dan air gap (2–6 mm) dengan orthogonal array L9 dan kriteria larger-the-better terhadap tegangan keluaran. Hasil analisis S/N dan ANOVA menunjukkan bahwa jumlah lilitan dan diameter kawat berkontribusi masing-masing 55,10% dan 38,96% terhadap variasi tegangan, sedangkan pengaruh air gap relatif kecil. Kombinasi optimum A3B3C3 (2500 lilitan, kawat 0,4 mm, air gap 6 mm) menghasilkan tegangan verifikasi 5,30 V dengan galat 5% terhadap prediksi model. Temuan ini mengindikasikan bahwa ERSA berpotensi dimanfaatkan sebagai sistem energy harvesting berdaya rendah bila dikombinasikan dengan rangkaian penyimpan dan pengkondisi daya. Harvesting vibration energy from vehicle suspensions is a strategy to reduce dependence on fossil-fuel electricity. This study aims to optimize the electrical output of an Electromagnetic Regenerative Shock absorber (ERSA) installed on the rear suspension of a Toyota Avanza using the Taguchi method. Three control factors were investigated number of coil turns (1500–2500 turns), wire diameter (0.2–0.4 mm), and air gap (2–6 mm) arranged in an L9 orthogonal array with a larger-the-better criterion for output voltage. Signal-to-noise and ANOVA analyses indicate that coil turns and wire diameter contribute 55.10% and 38.96% of the voltage variation, whereas the influence of air gap is small. The optimal combination A3B3C3 (2500 turns, 0.4-mm wire, 6-mm air gap) yields a verification voltage of 5.30 V with a 5% error relative to the predicted response. These findings show that ERSA has potential as a low-power automotive energy-harvesting system when combined with power-conditioning and storage circuits.
Analisis Kinerja Ignition Booster terhadap Karakteristik Emisi CO, HC, CO₂, dan O₂ pada Sepeda Motor Honda Beat FI 2013 Khalik Rahmat Hidayah; Muslim; Rifdarmon; Donny Fernandez
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.325

Abstract

Penggunaan sepeda motor yang terus meningkat berkontribusi pada pencemaran udara melalui emisi gas buang. Penelitian ini menganalisis pengaruh pemasangan Ignition Booster tipe plasma pada sistem pengapian terhadap emisi gas buang sepeda motor Honda Beat FI 2013. Penelitian deskriptif-eksperimental ini dilakukan pada kondisi putaran idle menggunakan four-gas analyzer, dengan tiga kali pengulangan untuk kondisi standar dan setelah pemasangan Ignition Booster. Hasil menunjukkan penurunan emisi karbon monoksida (CO) sebesar 23,52% (0,513% menjadi 0,39%), hidrokarbon (HC) 11,05% (60,33 ppm menjadi 53,66 ppm), dan karbon dioksida (CO₂) 2,12% (4,7% menjadi 4,6%), sementara kadar oksigen (O₂) meningkat 49,63% (8,18% menjadi 12,24%). Seluruh nilai emisi berada jauh di bawah ambang batas standar Euro 3. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan energi percikan melalui Ignition Booster mampu meningkatkan kualitas pembakaran dan berpotensi menjadi solusi retrofit sederhana untuk menurunkan emisi kendaraan roda dua. The rapid growth of motorcycle use substantially contributes to urban air pollution through exhaust emissions. This study examines the effect of installing a plasma-type Ignition Booster on the ignition system of a Honda Beat FI 2013 motorcycle on its exhaust-gas composition. A descriptive experimental design was applied at idle speed using a four-gas analyzer, with three repeated measurements for the baseline and booster conditions. The Ignition Booster reduced carbon monoxide (CO) emissions by 23.52% (0.513% to 0.39%), hydrocarbons (HC) by 11.05% (60.33 ppm to 53.66 ppm), and carbon dioxide (CO₂) by 2.12% (4.7% to 4.6%), while oxygen (O₂) concentration increased by 49.63% (8.18% to 12.24%). All emission levels were well below the Euro 3 limits. These findings indicate that strengthening spark energy via an Ignition Booster improves combustion quality and offers a simple retrofit strategy to reduce emissions from existing two-wheeled vehicles.
Efektivitas Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Sasis Sepeda Motor di SMK Negeri 1 Luak Imam Dinul Salam; Martias; Hasan Maksum; Donny Fernandez
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i2.345

Abstract

Rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI TSM pada mata pelajaran Teknik Sepeda Motor menjadi permasalahan utama akibat dominasi metode konvensional yang cenderung pasif. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan dan hasil belajar melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada materi perawatan dan perbaikan sasis sepeda motor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan siswa dari 47,36% pada siklus I pertemuan I menjadi 76,94% pada siklus II pertemuan II. Hasil belajar juga meningkat dari 36,67% pada pratindakan menjadi 83,33% pada siklus II. Temuan ini menegaskan bahwa PBL efektif mendorong partisipasi aktif, pemahaman mendalam, serta pencapaian akademik siswa dalam pembelajaran vokasi otomotif. The low learning activity and outcomes of class XI TSM students in Motorcycle Engineering subjects remain a major issue due to conventional teacher-centered methods. This study aims to improve student activity and learning outcomes through the application of the Problem Based Learning (PBL) model in motorcycle chassis maintenance and repair. A quantitative approach with a two-cycle Classroom Action Research design was employed. The findings show an increase in learning activity from 47.36% in cycle I meeting I to 76.94% in cycle II meeting II. Learning outcomes also improved from 36.67% in the pre-test to 83.33% in cycle II. These results demonstrate that PBL effectively enhances student engagement, deeper understanding, and academic achievement in vocational automotive education.
Analisis Variasi Campuran Pertamax 92 Dengan Metanol Terhadap Penambahan Nilai Oktan Emisi Gas Buang Pada Motor Satria Fu Injeksi Yosua Partogi Sihole; Martias; Toto Sugiarto; Donny Fernandez
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.359

Abstract

Penelitian ini menganalisis variasi campuran Pertamax 92 dengan metanol untuk meningkatkan nilai oktan dan mengurangi emisi gas buang pada sepeda motor Satria FU Injeksi tahun 2018. Emisi gas buang dari kendaraan bermotor, yang merupakan salah satu penyebab utama polusi udara, mengandung senyawa berbahaya seperti karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), dan nitrogen oksida (NOₓ). Metanol sebagai bahan bakar alternatif memiliki potensi untuk mengurangi emisi tersebut dan meningkatkan efisiensi pembakaran. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan sembilan variasi campuran metanol (0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, 15%, 17,5%, dan 20%). Hasil menunjukkan bahwa penambahan metanol secara nyata dapat meningkatkan nilai oktan, dengan nilai maksimum mencapai 110 RON pada campuran 20% metanol. Selain itu, emisi CO dan HC dari semua variasi campuran tetap berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan. Penelitian ini memberikan bukti bahwa campuran Pertamax 92 dan metanol dapat menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengurangi polusi udara.
Pengembangan dan Validasi Standar Operasional Prosedur Penggunaan Spray Booth dan Oven Pengecatan di Workshop Bodi dan Pengecatan Otomotif Mhd. Azhari; Donny Fernandez; Nuzul Hidayat; Muslim
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.374

Abstract

Workshop Bodi dan Pengecatan Departemen Teknik Otomotif Universitas Negeri Padang belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis untuk penggunaan spray booth dan oven pengecatan sehingga risiko bahaya kerja dan kerusakan peralatan masih tinggi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan SOP penggunaan spray booth dan oven pengecatan yang valid, praktis, dan mendukung keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan workshop otomotif. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D) dengan model 4D (define, design, development, disseminate) yang melibatkan dua ahli sebagai validator dan 30 mahasiswa sebagai responden uji coba. Hasil validasi menunjukkan persentase kelayakan rata-rata 86,66% dengan kategori sangat layak, sedangkan uji praktikalitas pengguna menghasilkan persentase keseluruhan 87% pada aspek kejelasan, kegunaan, dan keterterapan. Temuan ini menunjukkan bahwa SOP yang dikembangkan mampu menjadi pedoman standar untuk mengurangi risiko kecelakaan, menjaga keberlanjutan peralatan, dan direplikasi pada peralatan sejenis di pendidikan vokasi teknik. The Body and Painting Workshop of the Department of Automotive Engineering, Universitas Negeri Padang has no written standard operating procedures (SOPs) for the use of the spray booth and automotive painting oven, leaving high risks of occupational hazards and equipment damage. This study aimed to develop valid and practical SOPs for spray booth and painting oven operation that support occupational safety and health in an automotive workshop. A research and development design using the 4D model (define, design, development, disseminate) was employed, involving two experts as validators and 30 students as users. Expert validation yielded an average feasibility score of 86.66% (very feasible), while user practicality testing produced an overall score of 87% for clarity, usefulness, and applicability. These results indicate that the developed SOPs provide a standard guideline to reduce accidents, maintain equipment sustainability, and be replicated for similar equipment in technical and vocational education settings.
Studi Eksperimental Peningkatan Performa Mesin Honda Scoopy FI melalui Modifikasi Bore up 110–130 cc Anggi Nur Adnan; Toto Sugiarto; Donny Fernandez; Iffarial Nanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.375

Abstract

Bore up banyak digunakan untuk meningkatkan performa mesin sepeda motor, namun data kuantitatif pada skuter matik injeksi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bore up dari 110 cc menjadi 130 cc terhadap daya dan torsi mesin Honda Scoopy FI. Metode yang digunakan adalah eksperimen sebelum–sesudah dengan variabel bebas bore up dan variabel terikat daya serta torsi. Pengujian dilakukan menggunakan chassis dynamometer pada tiga kali pengulangan untuk kondisi standar dan setelah bore up. Hasil menunjukkan peningkatan daya rata-rata dari 6,91 HP menjadi 9,09 HP (≈31,6%) dan torsi rata-rata dari 8,57 N·m menjadi 10,85 N·m (≈26,6%). Peningkatan engine performance ini mengonfirmasi bahwa pembesaran volume silinder memperbaiki proses pembakaran dan kemampuan akselerasi, sehingga bore up dapat direkomendasikan sebagai strategi modifikasi geometris untuk mengoptimalkan performa sepeda motor harian secara terukur. Bore-up modification is widely used to increase motorcycle engine performance, yet quantitative data for small fuel-injected scooters are still limited. This study investigates the effect of increasing displacement from 110 cc to 130 cc on the power and torque of a Honda Scoopy FI engine. An experimental before–after method was applied, with bore-up as the independent variable and brake power and torque as the dependent variables. Tests were carried out on a chassis dynamometer with three repetitions in standard and bore-up conditions. The results show that average power rose from 6.91 HP to 9.09 HP (≈31.6%) and average torque from 8.57 N·m to 10.85 N·m (≈26.6%). These findings confirm that enlarging the cylinder volume improves combustion and acceleration capability, so bore-up can be recommended as a geometric modification strategy to optimise daily motorcycle engine performance in a measurable way.
Rancang Bangun Panel Instalasi Listrik Berbasis Engineering safety untuk Oven Pengecatan Bodi Kendaraan Fawwaz Naufal; Ahmad Arif; Hasan Maksum; Donny Fernandez
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.376

Abstract

Keselamatan kerja pada ruang oven pengecatan bodi kendaraan sering terabaikan, terutama pada sistem kelistrikan yang beroperasi pada suhu tinggi dan kelembapan tinggi. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun panel instalasi listrik berbasis engineering safety untuk oven pengecatan di Laboratorium Teknik Otomotif Universitas Negeri Padang. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model Planning, Production, and Evaluation (PPE). Panel dirancang untuk melayani beban 3.736,6 W pada tegangan 220 V, dilengkapi Miniature Circuit Breaker (MCB) 20 A, tombol Emergency Stop, sistem grounding, pilot lamp, dan thermostat yang mengacu pada standar SNI dan PUIL 2011. Validasi dua ahli menyatakan panel layak digunakan, sedangkan uji fungsional menunjukkan MCB bekerja responsif dan tombol Emergency Stop mampu memutus arus dalam waktu kurang dari 0,5 detik. Hasil ini mengindikasikan bahwa panel yang dikembangkan efektif meningkatkan keselamatan kerja dan menjadi media pembelajaran praktikum kelistrikan serta teknologi pengecatan di pendidikan vokasi otomotif. Occupational safety in painting ovens is often overlooked, particularly in electrical systems operating in high-temperature, high-humidity environments. This study designs and constructs an electrical installation panel based on engineering safety principles in the Automotive Engineering Laboratory of Universitas Negeri Padang using a Research and Development approach with the Planning, Production, and Evaluation (PPE) model. The panel supplies a load of 3,736.6 W at 220 V and is equipped with a 20 A Miniature Circuit Breaker (MCB), Emergency Stop button, grounding system, pilot lamp, and thermostat in accordance with SNI and PUIL 2011. Validation by two experts confirmed that the panel is feasible for use, while functional testing showed that the MCB operates responsively and the Emergency Stop disconnects the circuit in less than 0.5 s. These findings indicate that the panel enhances safety and provides a practical learning medium for electrical systems and painting technology in vocational automotive education.
Pengaruh Kecepatan Sirkulasi Udara terhadap Temperatur dan Kelembapan pada Oven Pengecatan Bodi Kendaraan Aditya Asadifa Saputra; Hasan Maksum; Donny Fernandez; Iffarial Nanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.377

Abstract

Kualitas pengecatan bodi kendaraan sangat ditentukan oleh proses curing di dalam oven, yang bergantung pada kestabilan temperatur dan kelembapan udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kecepatan sirkulasi udara terhadap temperatur dan kelembapan relatif di oven pengecatan dengan metode eksperimen kuantitatif. Pengukuran kecepatan udara, temperatur, dan kelembapan dilakukan menggunakan anemometer, sensor temperatur digital, dan sensor kelembapan pada tiga variasi kecepatan kipas (0,91; 2,67; 3,89 m/s) selama 20 menit. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan sirkulasi dari 0,91 menjadi 3,89 m/s meningkatkan temperatur rata-rata oven dari 52,5 °C menjadi 59,5 °C dan menurunkan kelembapan relatif dari 38,0% menjadi 33,5%. Analisis keseragaman pada tiga titik ukur menghasilkan koefisien variasi < 5%, menandakan distribusi udara yang sangat seragam. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan sistem ventilasi dan sirkulasi udara yang tepat mampu meningkatkan perpindahan panas konveksi, efisiensi curing, dan kualitas pengecatan bodi kendaraan. The quality of vehicle body painting is strongly determined by the curing process in the oven, which depends on stable air temperature and humidity. This study analyzes the effect of air circulation speed on oven temperature and relative humidity using a quantitative experimental method. Air velocity, temperature, and humidity were measured with an anemometer, digital temperature sensor, and humidity sensor at three fan-speed settings (0.91, 2.67, and 3.89 m/s) during 20-minute curing cycles. The results show that increasing air-circulation speed from 0.91 to 3.89 m/s raises the average oven temperature from 52.5 °C to 59.5 °C and reduces relative humidity from 38.0% to 33.5%. Uniformity analysis at three measurement points yields coefficients of variation below 5%, indicating highly uniform airflow distribution. These findings demonstrate that properly designed ventilation and air-circulation systems can enhance convective heat transfer, improve curing efficiency, and increase the consistency of automotive body-paint quality.
Co-Authors Abdurrahman Hafidz Aditya Asadifa Saputra Afriza, Weny Late Agus Prayuda Ahmad Arif Ahmad Arif Ahmad Juanda Ahmad Juanda Aken Derisman Aldi Zulkarnain Hasibuan Aldri Frinaldi Alfan Rifani Alfansury, Fikhry Alfian Asra Altifani Dasla Ambiyar, Ambiyar Ananta Azmi Andrizal Andrizal Andrizal Andrizal Andrizal Andry Amanda Batubara Angga Bahri Pratama Anggi Nur Adnan Anna Niska Fauza Anori, Sartika Arfianti, Fina Arhaya Umil Azmah Ariefni, Naufal Rafif Arif Rahmat Ali Aulia Novira Azzahra, Dianda Nurul Baehaqi Baharudin, Agus Bahri, Muhammad Jihadvi Athiya Bahri Bima Rahmat Maulana Budi Syahri Budiman, Debi Putra Chandra, R Citra Sri Rahmadani Dani Saputra, Hendra Dasman Lanin Dedi . Dedi Setiawan Dedi Setiawan Delvina, Mery Dieter Rahmadiawan Dwi Aksa, Azezen Dwi Sudarno Putra edy susanto Efrizal, Yondri Elviza Yeni Putri Erawati, Susi Erizon, Nelvi Erzeddin Alwi Fadhil, Fharizal Fahmi Otriza Fatjratul Isnandar Fauzil, Achmat Fauzil Fawwaz Naufal Febiola, Mutiara Diva Genius Umar Gito Gito Giantoro - Hakiki, Syarah Nur Hakim, Bambang Nur Hamdani, Riko Handini Novita Sari Hasan Maksum Heldi Heldi, Heldi Hendra Dani Saputra Iffarial Nanda Ilham Akbar Maulana Ilham Sadni Putra ilham yuliady Imam Dinul Salam Indang Dewata Indriani, Rahma Ega Intan Burtian Irvan Ramdani Jamhur, Annisak Izzaty Jheri Hermanto Joni, Rahmi Rahmahwati Jufrizan, Al Junil Adri Karin Gifa Ananta Sari Kevin Lisson Putra Khalik Rahmat Hidayah Koto, Rahmat Desman Kuo, Hsu-Chan Lili Dasa Putri Lubis, Govin Setiawan M Ilham Sanusi M Joko M. Abdi Rizal M. Fadhil Dianugraha M. Fatih Meutuah Nasution M. Yasep Setiawan M.Yasep Setiawan Maiputra, Fikli Restu Martias Martias Martias Martias Maulana Ilyas, Taufiq Maulana, Fauzan Maulana, Ihsan Meka Arisma Sari Meri Azmi Mhd. Azhari Miftahul Rizki Milana Milana Mishbahul Badri Muhammad Al Rohan Afrullah Muhammad Khalikul Fadly Munawir Harahap Muslim Muslim Nabawi, Rahmat Azis Nanda, Iffarial Nanda, Iffarial Nasti, Prayudi Nauval, Roid Nelvi Erizon Nizwardi Jalinus Nofrianto Putra Nur Asiah Nuzul Hidayat, Nuzul Osvaldo Adven Kurniawan Prima Nefri Zofa Purnama, Alvin Purwanto, Wawan Purwantono Purwantono Putra Jasman, Yusril Putra, Nofrianto Putra, Rido Putra, Rifan Gusnadi R Candra R Chandra R. Chandra R. Chandra Rahmadani Rahmadani Rahmadiawan, Dieter Rahmatul Azizah Raihan Oktarilta Rakasiwi, Sasha Dilla Ramadhan S, Yasir Ramadhan, Thoriq Ramadhania, Amdanova Refdinal, Refdinal Refdinal, Refdinal Regi Valentio Rembrandt, Rembrandt Remon Lapisa Ridwan Rifdarmon Rifdarmon Rifdarmon Rifdarmon, Rifdarmon Rifelino Rifelino Rizki Alfarizi Roza Putri Mawarti Rudi Sandra Arifin Sandhy Rhana Rhandika Sanusi, M Ilham Sari, Utia Afma Simatupang, Wakhinuddin Siregar, Martin Rafael Sugeng Susanto Sugiarto, Toto Sulastri, Ayu Sutiman Sutiman, Sutiman Syafri, Rifki Randa Syamsul Amar Syamsul Amar B Tiara Mahardika Toto Sugiarto Toto Sugiarto Umar, Genius Vhannesti, Citra Victor Prudentius Wagino Wagino , Wagino Wahyu Yadispama Maiga Wakhinuddin S Wanda Afnison Waskito Waskito Waskito, Waskito Wendi Leo Agustin Whustha Khairul Yasep Setiawan, M Yasir Ramadhan S Yeni Elviza Febrianti Yogi Dian Alfana Yogianda Aprilindo Yondri Efrizal Yosua Partogi Sihole Yoszi Mingsi Anaperta Yulian, Yoga Ahmad Zapit, Dandi Wahyudi Zikri, Zikri