Claim Missing Document
Check
Articles

Pembagian Peran dan Pengambilan Keputusan dalam Rumah Tangga Peternak Kambing Perah di Desa Cilengkrang Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang (The Division of Roles and Decision Making in the domestic dairy Goat Breeders' in Cimalaka, Sumedang Regency) Desi Yunita; Rini Widyastuti; Mas Rizky A.A Syamsunarno; Siti Darodjah Rasad; Deru R Indika
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.798 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i1.14799

Abstract

Tulisan ini ditujukan untuk mendeskripsikan proses pengambilan keputusan dan pembagian peran dalam keluarga peternak berkaitan dengan keputusan untuk merawat dan menjual ternak. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di kecamatan Cimalaka. Tulisan ini memperlihatkan adanya pembagian peran yang jelas antara laki-laki dan perempuan berkaitan dengan kepemilikan maupun dalam merawat ternak. Ada empat hal yang secara jelas memperlihatkan pembagian peran dan pengambilan keputusan dalam merawat ternak yaitu dalam mencari pakan, membersihkan kandang, memerah susu, serta menjual ternak. Pengambilan keputusan untuk menjual ternak lebih didominasi oleh laki-laki, dengan pertimbangan yang melatari keputusan tersebut diantaranya kebutuhan mendesak, mencukupi kebutuhan sehari-hari, dan ukuran kandang tidak mencukupi untuk menampung jumlah ternak. Kata Kunci: Pembagian peran, pengambilan keputusan, keluarga peternak
Viabilitas Oosit Pasca Vitrifikasi menggunakan Kombinasi Ethilen Glikol dan Dimetil Sulfoksida dengan Dua Level Konsentrasi yang Berbeda Tyagita Hartady; Rini Widyastuti; Mas Rizky Anggun Adipurna Syamsunarno
Jurnal Ilmu Ternak Vol 18, No 1 (2018): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.422 KB) | DOI: 10.24198/jit.v18i1.15329

Abstract

Vitrifikasi merupakan metode kriopreservasi untuk membekukan sel secara cepat, tanpa disertai terbentuknya kristal es. Vitrifikasi dilakukan dengan menggunakan krioprotektan yang memiliki toksitas. rendah sehingga oosit dapat mempertahankan viabilitasnya. Dimetil sulfoksida (DMSO) dan ethylene glycol (EG) merupakan krioprotektan intraseluler dengan toksisitas rendah sehingga kombinasi kedua krioprotektan tersebut diharapkan dapat meningkatkan viabilitas oosit pasca vitrifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi viabilitas oosit pasca vitrifikasi dengan menggunakan kombinasi dan DMSO dan EG pada konsentrasi yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Riset dan Bioteknologi, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran periode September 2016-Desember 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua kelompok perlakuan,  yaitu media vitrifikasi dengan dua konsentrasi yang berbeda: 15% DMSO+15% EG dan media 17% DMSO+17%EG. Setelah seminggu penyimpanan, maka dilakukan proses warming untuk mengevaluasi viabiltias oosit pasca vitrifikasi. Hasil menunjukkan bahwa viabilitas oosit yang divitrifikasi dengan menggunakan 17% DMSO+17%EG nyata lebih tinggi apabila dibandingkan dengan 15% DMSO+15%EG. Kata kunci: vitrifikasi, Dimetil sulfoksida, Ethylen glikol, viabilitas oosit 
Efek Pemberian Ekstrak Etanol akar Alang-alang (Imperata cylindrical L) terhadap Perubahan Berat Badan dan Organ Reproduksi Mencit Jantan (Mus musculus Albinus) (The Effect Cogong Grass (Imperata cylindrical L) Root Ethanol Extract to the Changing of Body Weight and Reproductive Organ in Male Mice (Mus musculus Albinus)) Rini Widyastuti; siti Darodjah Rasad; Dwi Wahyudha Wira; Tya Gita; Nisa Fauziah; Mas Rizky A.A Syamsunarno
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.286 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i1.14828

Abstract

Alang-alang (Imperata cylindrica L) merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang mempunyai banyak kegunaan diantaranya sebagai antipiretik dan antihipertensi. Namun demikian informasi efek alang-alang terhadap pertambahan bobot badan dan organ reproduksi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi tentang pengaruh penambahan ekstak akar alang-alang terhadap perubahan berat badan dan organ reproduksi mencit jantan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hewan Coba Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dan Laboratorium Reproduksi, Inseminasi Buatan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian ekstrak akar alang-alang sebagai pakan tambahan dengan dosis 90mg/kgBB dan 115mg/kgBB secara oral selama 14 hari. Pemberian ekstrak akar alang-alang tidak menunjukkan perubahan yang signifikan pada penambahan bobot badan mencit jantan. Namun, secara umum menyebabkan gangguan pada organ reproduksi yang ditunjukkan dengan rendahnya bobot organ reproduksi pasca pemberian ekstrak akar alang-alang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, ekstrak akar alang-alang tidak menyebabkan penurunan berat badan tetapi berpengaruh terhadap berat organ reproduksi. Kata Kunci: ekstrak ethanol akar alang-alang, berat badan, organ reproduksi
Perbandingan Tingkat Kematangan Inti Oosit Sapi Pasca Maturasi In Vitro dengan Penambahan Serum Buatan 10 % dan Fetal Bovine Serum 10 % (Comparison Nuclear Maturation of Bovine Oocyte after In Vitro Maturation Suplemented with 10% Home-made Serum and 10 % Fetal Bovine Serum) Rini Widyastuti; Rangga Setiawan; Siti Darodjah Rasad
Jurnal Ilmu Ternak Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v15i2.9522

Abstract

Serum merupakan salah  satu suplemen yang diperlukan pada  media untuk maturasi in vitro.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan  tingkat kematangan inti oosit maturasi in vitro selama 24 jam dalam media maturasi yang ditambahkan serum buatan 10% dan Fetal Bovine Serum(FBS) 10%. Oosit dikoleksi dengan metode slicing dalam media modified  phosphate buffer saline. Oosit yang digunakan adalah oosit yang masih dilapisi dua lapis sel kumulus dan mempunyai sitoplasma homogen.Oosit dikultur menggunakan media maturasi dalam inkubator CO2 suhu 380C dan CO2 5%. Setelah 24 jam oosit difiksasi untuk mengevaluasi tingkat kematangan inti. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kematangan inti oosit sapi yang dimaturasi secara in vitro dengan penambahan FBS 10% nyata lebihtinggi apabila dibandingkan dengan yang ditambahkan dengan serum buatan10% (78,5% vs 62,5% ; P < 0,05)Kata kunci: maturasi in vitro,  tingkat kematangan inti, serum.
INOVASI PENGAWETAN BERBENTUK WAFER DARI CAMPURAN TURIANG PADI DAN LEGUM GAMAL SEBAGAI PAKAN RUMINANSIA Heryawan Kemal Mustafa; Romi Zamhir; Rini Widyastuti; Mansyur .; Iin Susilawati
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i3.37408

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji potensi wafer turiang padi dan gamal sebagai sumber pakan ruminansia dalam bentuk wafer. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2020 – September 2020. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan, Fakultas Pertanian, Unpad dan Laboratoriun Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan. Penelitian ini mengkaji pengaruh imbangan turiang padi dengan gamal terhadap kualitas fisik wafer turiang dengan RAL yaitu taraf (P1 = 0 % Gamal : 100 % turiang padi, P2 = 5 % Gamal : 95% turiang padi, P3 = 10% Gamal : 90% turiang dan P4 = 15% Rumput lapang : 85% turiang). Turiang padi dan legume Gamal dikeringkan dengan sinar matahari selama 2-3 hari. Setelah itu Turiang padi yang telah kering dicacah menggunakan manual golok dengan ukuran berkisar 2-3 cm. Kemudian, cacahan turiang padi dan Gamal di giling. Kedua bahan pakan tersebut dicampur dengan bahan lain seperti air, dedak padi. Setelah tercampur rata dilakukan pencetakan dengan ukuran 13,5 x 13,5 x 3,5 cm dengan menggunakan cetakan kemudian dikeringkan dengan bantuan oven dan sinar matahari. Kemudian wafer turiang diangkat lalu didinginkan yang kemudian sebagian dari wafer turiang dilakukan uji sifat fisik Hasil percobaan menunjukan bahwa imbangan 15% Gamal dan 85% turiang memberikan hasil penilaian fisik wafer turiang yang baik (Kadar air). Pada Parameter daya serap, kerapatan dan berat jenis ke empat perlakuan memberikan nilai yang hamper sama (P>0,05).@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; mso-pagination:none; text-autospace:none; font-size:11.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0021;}p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText {mso-style-priority:1; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-link:"Body Text Char"; margin:0cm; mso-pagination:none; text-autospace:none; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0021;}span.BodyTextChar {mso-style-name:"Body Text Char"; mso-style-priority:1; mso-style-unhide:no; mso-style-locked:yes; mso-style-link:"Body Text"; mso-ansi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-ascii-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-hansi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0021;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:11.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; mso-pagination:none; text-autospace:none;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
Penguatan Kelompok Tani Ternak Kerbau dan Introduksi Teknologi Reproduksi untuk Peningkatan Produktivitas Kerbau Lumpur di Kelompok Tani Ternak Kerbau Warnasari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon Rini Widyastuti; Deru Indika; Mas Rizky Anggun Adipurna Syamsunarno; Dwi Cipto Budinuryanto
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.224 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.16583

Abstract

Populasi kerbau di kelompok Tani Ternak Kerbau Warnasari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon sekitar 328 ekor.  Walaupun telah terbentuk kelompok tani di wilayah tersebut belum dapat berfungsi secara optimal karena belum terbentuk struktur organisasi serta masih minimnya dinamika di dalam kelompok tersebut. Permasalahan lain yang dihadapi kelompok tersebut adalah terus menurunnya populasi kerbau disebabkan oleh rendahnya tingkat reproduksi kerbau, keterbatasan memanajemen ternak kerbau dan minimnya pengetahuan tentang aplikasi teknologi reproduksi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan untuk penguatan kelompok budidaya kerbau, pengaktifan dinamika pada kelompok peternak kerbau, dan pengenalan teknologi reproduksi. Metode pengabdian yang dilakukan adalah melakukan pelatihan organisasi dan pengenalan teknologi reproduksi kepada kelompok ternak kerbau Warnasari. Kegiatan yang telah dilakukan penyuluhan dengan materi meliputi:  penguatan organisasi kelompok tani dan. pengenalan teknologi reproduksi dalam beternak kerbau.  Hasil yang dipeoleh adalah terbentuknya struktur organisasi dan meningkatnya pemahaman masyarakat dalam penerapan manajemen beternak kerbau seta aplikasi teknologi reproduksi untuk meningkatkan produktivitas kerbau.
PENGUATAN PENGETAHUAN TENTANG PERANAN KOLOSTRUM DALAM MANAJEMEN PERBIBITAN SAPI POTONG DI KELOMPOK PETERNAK SAPI POTONG PUTRA NUSA, DESA KONDANGDJAJA, KAB. PANGANDARAN Novi Mayasari; Rini Widyastuti; Kurnia A Kamil; An An Yulianti; Diding Latipudin; Ronnie Permana; Muhammad Rifqi Ismiraj
Dharmakarya Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i1.23480

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak mengenai pentingnya peran kolostrum bagi anak sapi yang baru lahir, khususnya dalam manajemen perbibitan sapi potong. Kolostrum berperan sebagai penyedia utama antibodi dari induk yang sangat dibutuhkan oleh anak sapi yang baru lahir untuk menjaga kesehatan dan produktivitasnya. Kelompok Peternak Putra Nusa (KPPN) yang bertempat di Desa Kondangdjaja, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran adalah salah satu kelompok peternak yang kegiatan utamanya adalah produksi bibit sapi potong. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan bentuk penyuluhan, berupa pemaparan mengenai definisi kolostrum, peran kolostrum dalam manajemen perbibitan, karakteristik dan komposisi kolostrum, serta manajemen pemberian kolostrum kepada anak sapi yang baru lahir. Kegiatan penyuluhan berhasil dilaksanakan dengan mencapai target luaran yaitu peternak dapat menjelaskan peran kolostrum dan mempraktikkan manajemen pemberian kolostrum dalam perbibitan sapi potong.
KUALITAS MIKROBIOLOGI SUSU KAMBING SEGAR DARI SEBUAH PETERNAKAN KAMBING PERAH SKALA KECIL DI DESA CIMALAKA, SUMEDANG Gita Widya Pradini; Nisa Fauziah; Rini Widyastuti; Mas Rizky Anggun Adipurna Syamsunarno
Dharmakarya Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i2.24991

Abstract

ABSTRAK. Susu kambing merupakan salah satu sumber susu yang dipercaya memiliki banyak manfaat oleh masyarakat. Dalam praktik penjualannya, sebagian besar peternak skala kecil di Indonesia tidak melakukan proses sterilisasi atau pasteurisasi susu. Adanya kepercayaan masyarakat bahwa susu kambing mentah lebih berkhasiat menjadi perhatian akan risiko penularan mikroba patogen. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologi susu kambing mentah dari sebuah peternakan kambing perah di Desa Cimalaka serta memberikan penyuluhan dan survey kepada masyarakat dan peternak kambing perah di desa tersebut. Dari salah satu peternakan, didapatkan 6 ekor kambing perah peranakan Etawah. Setiap kambing dilakukan pemerahan susu sebanyak ±10ml. Sampel susu kemudian dinilai kualitas mikrobiologi berdasarkan hasil perhitungan angka lempeng total (ALT) serta identifikasi bakteri Staphylococcus koagulase positif dan bakteri koliform. Batas maksimal jumlah bakteri dalam ALT ditentukan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 1788:2009. Dalam kegiatan penyuluhan terdapat 20 responden yang mengikuti survey, 14 di antaranya merupakan peternak kambing perah. Hasil pemeriksaan mikrobiologi menunjukkan seluruh sampel susu memenuhi kriteria SNI berdasarkan ALT. Pertumbuhan bakteri koliform tidak ditemukan pada seluruh sampel. Ditemukan cemaran Staphylococcus koagulase positif pada dua sampel dan cemaran bakteri enterik non-koliform pada dua sampel lainnya yang berpotensi sebagai patogen. Hasil survey menunjukkan sebagian besar responden terbiasa mengonsumsi susu mentah, dan praktik peternak dalam menjaga sanitasi kandang dan higienitas susu masih belum baik Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan pengetahuan dan praktik peternak dalam manajemen hewan ternak dan susu segar. Praktik meminum susu kambing mentah perlu dihindari karena berisiko tinggi terkontaminasi mikroba patogen.
Tingkat Pengetahuan Peternak Kambing Perah Terhadap Penyakit Zoonosis Studi kasus “Kelompok Tani ternak Sympay Tampomas” Cimalaka Tyagita Hartady; Rini Widyastuti; Mohammad Ghozali
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.182 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.18401

Abstract

Hubungan antara peternak, hewan ternak, dan lingkungan sangat signifikan sehingga diperlukan studi untuk dapat mengetahui hubungan ketiga komponen tersebut terhadap penyakit zoonosis. Kegiatan diawali dengan menilai keadaan umum lingkungan peternakan dan kondisi kambing perah melalui tanya jawab berbagai faktor risiko timbulnya penyakit zoonosis, penyuluhan kepada peternak mengenai penyakit-penyakit yang umum menyerang kambing perah dan pentingnya pengelolaan kesehatan kambing perah. Sebanyak 75% peternak telah membuat kandang kambing dengan model panggung, beralas bambu, serta memiliki kisi-kisi di dindingnya untuk memudahkan perputaran udara, 25% kandang lainnya dibuat dengan model terbuka dan kambing langsung kontak dengan lantai. Jarak antar kandang di daerah ini umumnya tidak saling berdekatan. Di sisi lain, sejumlah 16,7 % peternak merupakan kelompok peternak berumur lebih dari 47 tahun dan beresiko tinggi terhadap infeksi penyakit. Sedangkan 16,7% peternak mengerti tentang penyakit zoonosis dari kambing ke manusia didukung dengan rendahnya upaya peternak dalam melakukan tindakan pencegahan terhadap infeksi zoonosis. Sebanyak 83,3% peternak cenderung tidak melakukan pencegahan terjadinya penyakit zoonosis. Mengenai perawatan kesehatan kambing, rata-rata 48% peternak tidak melakukan tindakan-tindakan pencegahan penyakit infeksi pada kambingnya. Kondisi ini berpotensi menyebabkan  kambing terjangkit penyakit dan tidak menutup kemungkinan menular ke ternak lainnya atau ke peternak.
Tingkat Pengetahuan dan Respon Peternak Kambing Perah terhadap Penyakit Hewan Studi Kasus: Kelompok Tani “Simpay Tampomas” Cimalaka, Sumedang Rini Widyastuti; Dwi Wahyudha Wira; Mohammad Ghozali; Kikin Winangun; Mas Rizky Anggun Adipurna Syamsunarno
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.952 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14812

Abstract

Peternakan kambing perah merupakan mata pencaharian utama masyarakat Kecapatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Pengelolaan peternakan masih dilakukan dengan cara tradisiona, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatkan pengetahuan kelompok peternak kambing perah mengenai pengelolaan manajemen kesehatan kambing perah serta mencegah terjadinya kerugian akibat dampak penyakit.  Salah satunya adalah melalui kegiatan penyuluhan mengenai penyakit-penyakit pada ternak terutama dari aspek klinis. Kegiatan diawali dengan survei lokasi, pemberian vitamin pada kambing perah, penyuluhan, pengisian kuesioner, pengolahan hasil kuesioner. Pada tahap akhir, dilakukan timbal balik (feedback) pada peternak atas hasil yang didapatkan dari pengobatan dan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa tangka pengetahuan peternak terhadap penyakit hewan dan cara pencegahannya sudah cukup baik. Kasus yang banyak berkembang di daerahpeternakan tersebut adalh Scabies, mastitis dan Bloat dengan gejala umum berkurangnya nafsu makan dan demam. Peternak biasanya memberikan pertolongan pertama dengan memberikan air asam dan obat cacing. Berdasarkan hasil tersebut, dapat bahwa peternak telah memiliki tingkatpengetahuan penyakit yang baik tetapi belum memiliki pengetahuan untuk penangann penyakit secara memadai. 
Co-Authors Abdullah, MT, Dr. Rijal Ade Fitri Rahmadani Ade Irma Suryani Ade Riki Kartana Aida Riyanti Alam, Sri Rahayu Alda Prayoga, Rama Alkaustariyah Lubis Alkaustariyah Lubis Alkaustariyah Lubis Alkaustariyah Lubis Alkaustariyah Lubis Alkaustariyah Lubis Alvin Yusuf An An Nurmeidiansyah, An An An An Yulianti Andi Hiroyuki Anggareni, Neni Annisa Yusrina Apriana, Diwi Arief Boediono Asarina, Shinta Ashabul Khairi Asmar Yulastri Asri Wulansari, Asri Bayani, Matni Syifa Dahlia Setiawan Dani Garnida Daud, Andre Rivianda Deru Indika Deru R Indika Desi Yunita Desti Ranihusna Diah Nugrahani Pristihadi Diding Latipudin Diky Ramdani dudi, dudi Dumono DWI ANDI NURMANTRIS Dwi Cipto Budinuryanto Dwi Wahyudha Wira Edianingsih, Primiani Elizamiharti Emini, Emini Fadhal M. Ahmad Fadjeri, Indrayati Fahmy Avicenna Faradana, Najma Rika Farel Fairuz Fauziah, Nisa Fauziah, Nisa Fauziati, Popi Firmansyah, Indra Fitri Rahmadani, Ade Ganefri Gea, Yufen Yuliandri Gita Widya Pradini Habibullah, Hafizh Henhen Heryaman Heryawan Kemal Mustafa Husna, Afifah Iin Susilawati Ilham Nugraha Iman Hernaman Inna Kholidasari Insy Nafisah Taufik Ismiraj, Muhammad Rifqi Jaqueline Sudiman Julius Pangayoman Karisma Mardatillah Karmila Suryani Karmila Suryani Kaseri, Kaseri Kasihani, Ni Nyoman Khairudin Khairudin Khoirinaya, Candrani Khotimah, Devi Syahrilia Kikin Winangun Kikin Winangun Krismadinata Krismadinata, Krismadinata Kurnia A Kamil Lubis, Alkaustariyah M. Dyon M. Ghozali M. Rosyid Ridlo Madeleine Priscilia Madeline Priscilla Mansyur . Mas Rizky A. A. Syamsunarno Mas Rizky A.A Syamsunarno Mas Rizky A.A Syamsunarno Mas Rizky A.A Syamsunarno Mas Rizky A.A. Syamsunarno Mas Rizky Adipurna Anngun Syamsunarno Mohamad Ghozali Mohammad Ghozali Mohammad Ghozali, Mohammad Mokhamad Fahrudin Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Muhammad Rifqi Ismiraj Muhammad Rosyid Ridhlo Muhammad Rosyid Ridlo Mulyanusa Ritongga Murlena, Murlena Mushawir, Andi Nahak, Martinus Nelfira Nena Hilmia Neni Anggraeni Neni Anggraeni Nizwardi Jalinus Novi Mayasari Novi Mayasari Novrita, Sri Zulfia Nurcholidah Solihati Nurcholidah Solihati Nurcholidah Solihati Nurcholidah Solihati Nurfitri Handayani, Nurfitri Nurul Ikhwan Pangestu, Muhammad Syahid Panji Petrus Kune Pisriwati, Siti Atwano Pradini, Gita W Priscilla, Madeleine Radial Anwar, Radial Rahmadani, Ade Fitri Rahmat Hidayat Ramdan Panigoro Rangga Setiawan Rangga Setiawan Refdinal, Refdinal Ridhlo, Muhammad Rosyid Ridwan Riska Amelia Rizka Amelia Rizki, Yovan Robianto, Sondi Romi Zamhir Ronnie Permana SATRIYAS ILYAS Sefriani, Rini Sigit Prastowo Sigit PRASTOWO Sigit Prastowo Siswanto, Deny Hadi Siti Darodjah Rasad Siti Darodjah Rasad Siti Darodjah Rasad Siti Darodjah Rasad Soeparna Soeparna Soeparna Soeparna, Soeparna Sondi Robianto SONY HERU SUMARSONO Sony Heru Sumarsono Sony Heru Sumarsono SONY HERU SUMARSONO Sony Heru Sumarsono Sri Restu Ningsih Sri Suwarni Sudiman, Jaqueline Suhaida, Jihan Sukamtono Sukamtono Syamsunarno, Mas Rizky A. A Syamsunarno, Mas Rizky A. A. Syamsunarno, Mas Rizky AA TAKDIR SAILI Toha . Tya Gita Tyagita Hartady Tyagita Tyagita Uni Gamayani Wahyudin Wandi Syahindra Wibowo, Agus Wahyu Winangun, Kikin Winsa, Larasati Yulcherlina Yusuf, Alvin Zein, Syaikha Dziyaulhaq