Claim Missing Document
Check
Articles

Perubahan Jabatan: Dampaknya Pada Kinerja Dan Kesejahteraan Sukamtono Sukamtono; Desti Ranihusna; Rini Widyastuti
JBMI (Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Informatika) Vol. 18 No. 3 (2022): JBMI
Publisher : Department of Management FEB Unhas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26487/jbmi.v18i3.18492

Abstract

Penghapusan jabatan eselon III dan IV telah diserukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) yang telah dijalankan sejak tahun 2012 memungkinkan menimbulkan banyak dampak. Universitas Negeri Semarang, sebagai institusi Pendidikan tinggi berusaha untuk beradptasi atas perubahan tersebut melalui praktik manajemen perubahan sejak diberlakukan Surat Keputusan Fungsional pada 29 Desember tahun 2020. Upaya adaptasi melalui praktik manajemen perubahan perlu diperiksa lebih lanjut apakah berdampak pada tingkat kinerja dan kesejahteraan pegawai eselon III dan IV Universitas Negeri Semarang. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh praktik manajemen perubahan pada kinerja dan kesejahteraan. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian dan disebarkan kepada 81 pegawai eselon III dan IV, tingkat pengembalian kuesioner 96% (78 responden). Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode SEM-PLS dengan alat analisis SmartPLS 3.0. Hasil Penelitian: Universitas Negeri Semarang telah berhasil menerapkan praktik manajemen perubahan, sehingga ditemukan pengaruh positif dan signifikan pada tingkat kinerja dan kesejahteraan pegawai eselon III dan IV, dan seluruh hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima.
OPTIMASI DESAIN FILTER ANALOG BERBASIS MIKROSTRIP PADA FREKUENSI 600 MHZ Rini Widyastuti; Radial Anwar; Dwi Andi Nurmantris
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 5 No 1: JETT Juli 2018
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.576 KB) | DOI: 10.25124/jett.v5i1.1510

Abstract

Filter berbentuk planar menjadi salah satu topik penelitian yang semakin berkembang saat ini, mengingat penggunaannya yang sangat luas, terutama untuk aplikasi telekomunikasi. Artikel ini menyajikan proses optimasi filter mikrostrip pada frekuensi 600 MHz dengan memanfaatkan struktur ring-square. Struktur ini dipilih karena dapat memberikan faktor kualitas (Q-factor) yang tinggi. Hasil pengukuran memperlihatkan bahwa filter yang telah dioptimisasi memiliki Q-factor yang cukup tinggi, ditandai oleh bandwidth yang sempit, sekitar 3,3%. Filter yang dihasilkan juga memiliki return loss yang rendah mencapai -30,665 dB, dan insertion loss yang juga rendah, sekitar -6,849 dB. Oleh karena itu, filter tersebut sesuai untuk diaplikasikan pada perangkat sistem telekomunikasi, terutama yang membutuhkan sub-komponen dengan geometri planar.
Pelatihan Aplikasi Manajemen Reproduksi untuk Peningkatan Produktivitas Peternak Kambing Perah Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang Rini Widyastuti; Mohamad Ghozali
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2019): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v4i2.1108

Abstract

Peternakan kambing perah merupakan mata pencaharian utama masyarakat Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang disanping produk pertanian. Pengelolaan peternakan dilakukan dengan cara tradisional dan belum menerapkan manajemen reproduksi secara menyeluruh dan komprehenship sehingga hasil yang diperoleh belum optimal. Terbatasnya aplikasi manajemen reproduksi ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat peternak terhadap hal tersebut. Salah satu upaya untuk peningkatan hasil tersebut adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dilakukan penyuluhan tentang aplikasi manajemen reproduksi dan pelatihan kepada masyarakat seempat untuk mengolah bahan alam yang ada. Kegiatan diawali dengan survei lokasi, pemberian vitamin pada kambing perah, penyuluhan, pengisian kuesioner, pengolahan hasil kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa tangka pengetahuan peternak manajemen dan teknologi peroduksi masih sangat minim. Pengetahuan mereka tentang penerapan manajemen reproduksi dala pengeliolaan ternak kambing mengalami peningkatan yang cukup significan pasca pemberian penyuluhan. Kata kunci:  kambing perah, manajemen reproduksi, peternak
Teknik Sinkronisasi Estrus dan IB pada Peternak Kambing dan Domba Siti Darodjah Rasad; Nurcholidah Solihati; Rini Widyastuti; Kikin Winangun; Toha .; Fahmy Avicenna
Media Kontak Tani Ternak Vol 2, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v2i1.24579

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat telah dilaksanakan di Kelompok Peternak Kambing dan Domba Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Agribisnis As-Salam dengan tujuan: 1) Introduksi teknik Sinkronisasi Estrus  dan Inseminasi Buatan pada ternak kambing dan domba 2) Menganalisis tingkat pengetahuan dan pemahaman peternak tentang Sinkronisasi Estrus (SE)  dan Insemimasi Buatan  (IB) 3) Penyuluhan tatalaksana repoduksi dan penanggulangan penyakit pada kambing. Pendekatan yang digunakan dalam pembinaan terhadap peternak kambing dan domba adalah melakukan pengarahan dan bimbingan pada peternak kambing dan domba tersebut. Untuk meningkatkan pemahaman mengenai manajemen pemeliharaan kambing dan domba, sinkronisasi estrus  dan Inseminasi Buatan,  maka metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan demonstrasi. Kesimpulan menunjukkan: 1) Manajemen  pemeliharaan tenak kambing/domba  pada kelompok tersebut masih taraf peternakan rakyat yang konvensional dengan kendala yang umum adalah ketersediaan dan cara pemberian pakan, serta manajemen reproduksi yang belum terarah terutama manajemen reproduksi. 2) Tingkat pemahaman peternak tentang teknologi sinkronisasi estrus (SE) dan  Inseminasi buatan (IB)  masih rendah, namun setelah dilakukan penyuluhan dan pengaraahan, terjadi peningkatan dan perbaikan wawasan teknologi reproduksi dan Inseminasi Buatan   pada peternak kambing/domba anggota Kelompok Peternak P4S As-Salam. Sebagian besar peserta penyuluhan tertarik untuk memiliki ketrampilan melakukan teknik SE dan IB pada kambing/domba. 3) Tingkat keberhasilan IB belum dapat diketahui, dan 4) Faktor yang mendukung kelancaran program kegiatan antara lain respon yang tinggi. 
Kesehatan Reproduksi Ternak dan IB Pada Kelompok Peternak Sapi Potong Putra Nusa Pangandaran Siti Darodjah Rasad; Rini Widyastuti; Novi Mayasari; Kikin Winangun; Annisa Yusrina; Fahmy Avicenna
Media Kontak Tani Ternak Vol 2, No 3 (2020): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v2i3.24789

Abstract

Sapi Potong merupakan sapi lokal berkembang di sepanjang wilayah Priangan utara Jawa Barat.  Karakter sapi potong merupakan representasi dari bos sondaicus dimana warna tubuh merah bata atau merah melahonais, pada beberapa pejantan terjadi perubahan warna menjadi hitam legam. Sapi Potong di daerah Pangandaran dan Ciamis dikenal sebagai Sapi Pasundan. Hasil penelitian Indrijani dkk (2012) bahwa secara arkheologis sapi Pasundan merupakan hasil persilangan pada program Grading Up sapi PO dan program peningkatan mutu genetik sapi Jawa dengan cara menyilangkan sapi tersebut dengan sapi Madura dan sapi Bali. Oleh karena itu pada sapi Pasundan terdapat dua tipe, yakni bergelambir dan non gelambir. Pada kondisi kini, para Peternak sebagai subyek dalam produksi pedet belum sepenuhnya memahami mekanisme pembibitan untuk menghasilkan ternak yang baik. Sebagai contoh, sistem perkawinan belum optimal, dan program Inseminasi Buatan (IB) belum terlaksana dengan baik. Peternak dengan mudah melepas atau menjual ternak yang mempunyai performa baik sehingga secara tidak langsung terjadi seleksi negatif, dalam populasi dan antar populasi.  Berkenaan dengan hal tersebut, perlunya penyuluhan dan kaji terap masalah kesehatan reproduksi ternak serta program Inseminasi Buatan (IB) sehingga meningkatkan wawasan peternakan dalam pengembangbiakan dan kesehatan reproduksi Sapi Pasundan di daerah Pangandaran.
Prevalensi malposisi pada embrio itik lokal jawa barat yang ditetaskan dengan sudut dan frekuensi pemutaran berbeda Rini Widyastuti; Dani Garnida; Ade Riki Kartana; Andi Hiroyuki
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 4 (2018): ARSHI Veterinary Letters - November 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.887 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.4.65-66

Abstract

Daya tetas telur itik selama proses penetasan dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya adalah pengaturan sudut dan frekuensi pemutaran pada mesin tetas. Sudut dan frekuensi pemutaran yang tepat akan memberikan suhu yang merata pada permukaan telur sehingga embrio itik dapat berkembang secara sempurna, namun ketidaksesuaian sudut dan frekuensi pemutaran akan mengakibatkan malposisi yang berakibat pada rendahnya daya tetas telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek sudut dan frekuensi pemutaran terhadap posisi embrio itik selama minggu terakhir massa inkubasi pada itik lokal jawa barat. Sampel yang digunakan adalah 30 ekor butir telur fertile dari itik lokal yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan berdasarkan pada pengaturan sudut (SP) dan frekuensi pemutaran (FP) per hari. Kelompok T1; SP 45°, FP 8 kali, kelompok T2: SP 45°, FP 24 kali, Kelompok T3: SP 90° dengan FP 8 kali; Kelompok T4: SP 90°, FP 8 kali;kelompok T5: SP 180°, FP 8kali dan kelompok T6 : SP 180° FP 24 kali. Hasil meniunjukan bahwa terjadi malposisi pada kelompok perlakuanT1 dan T2, pesentase malposis tertinggi pada kelompok perlakuan T1 apabila dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya (67,33%). Kejadian malposisi embrio itik dapat dikurangi dengan meningkatkan sudut dan frekuensi pemutaran. Pada T2 malposisi embrio turun menjadi 33,67% dan pada kelompok T3, T4,T5 dan T6 tidak ditemukan kejadian malposisi.  Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa untuk mengurangi kejadian malposisi dapat diminimalisir dengan meningkatkan sudut dan frekuensi pemutaran selama masa inkubasi dalam mesin tetas embrio.
Kondisi Fertilitas Mencit Jantan yang Diberi Ekstrak Etanol Akar Alang-alang (Imperata cylindrica) Dahlia Setiawan; Andi Hiroyuki; Mas Rizky A.A Syamsunarno; Tyagita Hartady; Alkaustariyah Lubis; Rini Widyastuti
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.2.142-147

Abstract

Pengendalian populasi hewan umumnya dilakukan dengan sterilisasi. Namun biaya yang diperlukan cenderung mahal sehingga diperlukan tindakan lain untuk mengendalikan populasi hewan. Pemanfaatan tumbuhan sebagai herbal yang digunakan untuk kontrasepsi alami hewan sedang dikembangkan. Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa pemberian ekstrak etanol akar alang-alang menyebabkan penurunan bobot kelenjar testis, vesical seminalis dan epididimis sehingga menyebabkan penurunan produksi spermatozoa dan perubahan profil metabolit pada mencit jantan. Namun, pengaruh ekstrak etanol akar alang-alang terhadap morfometri fetus dari mencit betina dikawinkan dengan mencit jantan perlakuanbelum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol akar alang-alang hasil konsepsi mencit jantan pada mencit betina yang tidak diberi perlakuan. Mencit jantan diberi ekstrak etanol akar alang-alang selama 180 hari (Imperata cylindrica) 90 dan 115 mg/kg BB per oral kemudian dikawinkan dengan mencit betina yang tidak diberi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah fetus, berat badan dan panjang fetus pada kelompok perlakuan 90 dan 115 mg/kgBB. Pemberian ekstrak etanol akar alang-alang pada mencit jantan berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah mencit betina yang bunting dan morfometri fetus yang dikandung mencit betina.
Effect of PMSG administration in combination with vaginal sponge on estrous occurrence and litter size of Javanese sheep Rangga Setiawan; Siti Darodjah Rasad; Nurcholidah Solihati; Rini Widyastuti; Soeparna Soeparna
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 11, No 4 (2017): December
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.21 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v11i4.4349

Abstract

AbstractThe use of vaginal sponge in estrous synchronization has been a popular method to uniform estrous cycle of small ruminants. In order to increase the litter size, the use of the sponge is combined with PMSG. Therefore the objective of this study was to evaluate the effect of PMSG in combination with vaginal sponge on estrous response and litter size of Javanese local sheep. The study was conducted in Faculty of Animal Husbandry, Padjadjaran University, Indonesia with 32 non-pregnant local sheep. All these sheep was divided into four groups of treatment, i.e: 1) group of sheep was subjected to vaginal sponge (VS) treatment containing 30 mg Medroxyprogesterone acetat (MAP) inserted in the vagina for 14 days; 2) group of sheep was subjected to the 30 mg MAP in VS plus 300 IU PMSG injection -1 d before VS removal; 3) group of sheep was subjected to the 30 mg MAP in VS plus 300 IU PMSG injection at the day of VS removal; 4) group of sheep was subjected to the 30 mg MAP in VS plus 300 IU PMSG injection +1 d after VS removal. The result showed that all treatment groups had 100%  of estrous response. However, the occurrence of estrous time varied among group after VS removal. Group 1 (G1) and G4 tend to have estrous occurrence at day 3 after VS removal by 55% and 75% response, respectively.  Whilst, G2 and G3 tend to have estrous occurrence respectively at day 1 (62,5%) and day 2 (50%) after VS removal. A 100% of pregnancy rate occurs in G2 and G4, while G1 and G3 have a 88,9% and 87,5%, respectively. No significant effects of the treatments on the ewes litter size. In conclusion, the use of PMSG administration 24 h prior, after, or at sponge withdrawal increase a tighter synchrony of oestrous and pregnancy rate, but has no effect on the increasing of litter size in Javanese local sheep.Keywords: Vaginal sponge, PMSG, estrous response, pregnancy rate, litter size, sheep
IMPROVING EWE OOCYTE VIABILITY AFTER VITRIFICATION WARMING USING COMBINATION OF DIFFERENT CRYOPROTECTANT AND CARRIER SYSTEM Rini Widyastuti; Rangga Setiawan; Mas Rizky Anggun Adipurna Syamsunarno; Mohammad Ghozali; Takdir Saili; Arief Boediono
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 12, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.347 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v12i3.11398

Abstract

The aim of this study was to determine the best combination of cryoprotectant (Ethylene glycol, EG), dimethyl sulfoxide (DMSO) and propanediol (PrOH) and carrier system (hemistraw and cryotop) in improving ewe oocytes viability during cryopreservation. Oocytes with multi layers of compact cumulus cells were colleted from abbatoir and matured in TCM 199 medium supplemented with 10% fetal calf serum for 24-26 h at 38.5° C under 5% CO2 in the air. Matured oocyte was divided into six parts and vitrified in three different vitrification solutions; (i) 17% EG+17% DMSO with hemistraw as carrier system, (ii) 34% EG with hemistraw as carrier system, (iii) 17% EG+17% PrOH in hemistraw (iv), 17% EG+17% DMSO with cryotop as carrier system (v), 34% EG with cryotop as carrier system (vi), and 17% EG+17% PrOH in cryotop. Oocytes were cryopreserved for one week before revived and evaluated for viability. The result showed that oocytes vitrified in media containing EG and DMSO in cryotop had the highest viability (88.16%) compared to media containing EG only or EG and PrOH (70.95% and 68.76%, respectively) (P0.05). Moreover, oocytes viability that vitrified using cryotop and hemistraw as carrier system were not significantly different. The present results indicated that vitrification using combination of EG and DMSO as permeable cryoprotectant and cryotop as carrier system was the best system to maintain oocyte viability after vitrification-warming.
THE EFFECT OF COGON GRASS ROOT ETHANOL EXTRACT ON REPRODUCTIVE ORGAN AND EPIDIDYMAL SPERM QUALITY OF MOUSE WITH DIFFERENT AGES Jaqueline Sudiman; Rini Widyastuti; Alkaustariyah Lubis; Tyagita Hartady; Mas Rizky Anggun Adipurna Syamsunarno; Sony Heru Sumarsono
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 14, No 1 (2020): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.204 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v14i1.14969

Abstract

This study aims to determine changes related to epididymal sperm parameters in mice given cogon grass root ethanol extract (CGREE). The experiment was carried out by dividing three groups of mice aged 4-week old (early pubertal), 8-week old (adult), and 24-week old (old) as control and treatment groups. The treatment groups were given 115 mg/kg body weight of CGREE for 14 days. The mice were sacrificed on day 15 to asses reproductive organ indexes and quality of the epididymal sperm. Index of epididymis and ductus deferens indices significantly reduced in the 4-week old treatment group compared to control (0.23 vs 0.33; 0.08 vs 0.16,  respectively), and vesical seminal significantly reduced in 8- week old treatment group compared to control (0.76  vs  0.68). The epididymal sperm quality significantly decreased in all treatment groups, but the sperm concentration in early pubertal group showed an increase. These results indicate that CGREE can enhance several semen parameters in prepubertal and adult mice but this effect is not apparent in old mice.
Co-Authors Abdullah, MT, Dr. Rijal Ade Fitri Rahmadani Ade Irma Suryani Ade Riki Kartana Aida Riyanti Alam, Sri Rahayu Alda Prayoga, Rama Alkaustariyah Lubis Alkaustariyah Lubis Alkaustariyah Lubis Alkaustariyah Lubis Alkaustariyah Lubis Alkaustariyah Lubis Alvin Yusuf An An Nurmeidiansyah, An An An An Yulianti Andi Hiroyuki Anggareni, Neni Annisa Yusrina Apriana, Diwi Arief Boediono Asarina, Shinta Ashabul Khairi Asmar Yulastri Asri Wulansari, Asri Bayani, Matni Syifa Dahlia Setiawan Dani Garnida Daud, Andre Rivianda Deru Indika Deru R Indika Desi Yunita Desti Ranihusna Diah Nugrahani Pristihadi Diding Latipudin Diky Ramdani dudi, dudi Dumono DWI ANDI NURMANTRIS Dwi Cipto Budinuryanto Dwi Wahyudha Wira Edianingsih, Primiani Elizamiharti Emini, Emini Fadhal M. Ahmad Fadjeri, Indrayati Fahmy Avicenna Faradana, Najma Rika Farel Fairuz Fauziah, Nisa Fauziah, Nisa Fauziati, Popi Firmansyah, Indra Fitri Rahmadani, Ade Ganefri Gea, Yufen Yuliandri Gita Widya Pradini Habibullah, Hafizh Henhen Heryaman Heryawan Kemal Mustafa Husna, Afifah Iin Susilawati Ilham Nugraha Iman Hernaman Inna Kholidasari Insy Nafisah Taufik Ismiraj, Muhammad Rifqi Jaqueline Sudiman Julius Pangayoman Karisma Mardatillah Karmila Suryani Karmila Suryani Kaseri, Kaseri Kasihani, Ni Nyoman Khairudin Khairudin Khoirinaya, Candrani Khotimah, Devi Syahrilia Kikin Winangun Kikin Winangun Krismadinata Krismadinata, Krismadinata Kurnia A Kamil Lubis, Alkaustariyah M. Dyon M. Ghozali M. Rosyid Ridlo Madeleine Priscilia Madeline Priscilla Mansyur . Mas Rizky A. A. Syamsunarno Mas Rizky A.A Syamsunarno Mas Rizky A.A Syamsunarno Mas Rizky A.A Syamsunarno Mas Rizky A.A. Syamsunarno Mas Rizky Adipurna Anngun Syamsunarno Mohamad Ghozali Mohammad Ghozali Mohammad Ghozali, Mohammad Mokhamad Fahrudin Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Muhammad Rifqi Ismiraj Muhammad Rosyid Ridhlo Muhammad Rosyid Ridlo Mulyanusa Ritongga Murlena, Murlena Mushawir, Andi Nahak, Martinus Nelfira Nena Hilmia Neni Anggraeni Neni Anggraeni Nizwardi Jalinus Novi Mayasari Novi Mayasari Novrita, Sri Zulfia Nurcholidah Solihati Nurcholidah Solihati Nurcholidah Solihati Nurcholidah Solihati Nurfitri Handayani, Nurfitri Nurul Ikhwan Pangestu, Muhammad Syahid Panji Petrus Kune Pisriwati, Siti Atwano Pradini, Gita W Priscilla, Madeleine Radial Anwar, Radial Rahmadani, Ade Fitri Rahmat Hidayat Ramdan Panigoro Rangga Setiawan Rangga Setiawan Refdinal, Refdinal Ridhlo, Muhammad Rosyid Ridwan Riska Amelia Rizka Amelia Rizki, Yovan Robianto, Sondi Romi Zamhir Ronnie Permana SATRIYAS ILYAS Sefriani, Rini Sigit Prastowo Sigit PRASTOWO Sigit Prastowo Siswanto, Deny Hadi Siti Darodjah Rasad Siti Darodjah Rasad Siti Darodjah Rasad Siti Darodjah Rasad Soeparna Soeparna Soeparna Soeparna, Soeparna Sondi Robianto SONY HERU SUMARSONO Sony Heru Sumarsono Sony Heru Sumarsono SONY HERU SUMARSONO Sony Heru Sumarsono Sri Restu Ningsih Sri Suwarni Sudiman, Jaqueline Suhaida, Jihan Sukamtono Sukamtono Syamsunarno, Mas Rizky A. A Syamsunarno, Mas Rizky A. A. Syamsunarno, Mas Rizky AA TAKDIR SAILI Toha . Tya Gita Tyagita Hartady Tyagita Tyagita Uni Gamayani Wahyudin Wandi Syahindra Wibowo, Agus Wahyu Winangun, Kikin Winsa, Larasati Yulcherlina Yusuf, Alvin Zein, Syaikha Dziyaulhaq