Claim Missing Document
Check
Articles

Deteksi Dini Ulkus Kornea yang Mengancam Penglihatan dan Menurunkan Kualitas Hidup Masyarakat Pekon Kedaung Pringsewu Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Himayani, Rani; Graharti, Risti; Adrifianie, Femmy; Oktoba, Zulpakor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.12529

Abstract

ABSTRAK Ulkus kornea memiliki dampak serius pada kualitas hidup, termasuk gangguan penglihatan, nyeri, sensitivitas cahaya, dan dampak sosial. Pengobatan dan manajemen yang tepat penting untuk mengurangi dampak negatif. Edukasi dan sosialisasi tentang ulkus kornea memiliki manfaat besar dalam mencegah komplikasi serius dengan meningkatkan pemahaman risiko terkait mata, serta mendukung kesadaran masyarakat dan deteksi dini ulkus kornea. Selain itu, dapat mengurangi biaya perawatan jangka panjang akibat komplikasi. Pengabdian masyarakat terhadap edukasi ini memiliki dampak positif yang luas, tidak hanya pada individu yang terkena dampaknya, tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan. Dengan meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang kondisi ini, insiden ulkus kornea dapat dikurangi, dan kualitas hidup dapat ditingkatkan. Metode yang digunakan dalam program ini melibatkan edukasi melalui ceramah, Penggunaan kuesioner dan keterlibatan profesional adalah metode yang digunakan secara komprehensif untuk memastikan pesan tentang ulkus kornea disampaikan dengan efektif. Sebelum sesi edukasi dimulai, peserta diminta mengisi kuesioner awal (Pre-Test) untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mereka tentang ulkus kornea. Setelah edukasi selesai, peserta diminta untuk mengisi kuesioner kedua (Post-Test) yang identik dengan yang pertama. Hal ini membantu tim pengabdian mengevaluasi sejauh mana pengetahuan peserta telah meningkat setelah menerima edukasi. Hasil: Hasil pre-test menunjukkan pemahaman peserta terbatas tentang kornea dan ulkus kornea. Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan tentang tindakan yang perlu dilakukan dalam menghadapi ulkus kornea, menghindari tindakan yang salah, memahami bahaya dan penyebabnya, serta mengenali ciri-cirinya. Perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test, menegaskan bahwa pendekatan edukasi berdampak besar pada pengetahuan masyarakat Pekon Kedaung Pringsewu tentang ulkus kornea. Kata Kunci: Ulkus Kornea, Edukasi dan Sosialisasi, Pengabdian Masyarakat, Pekon Kedaung Pringsewu  ABSTRACT Corneal ulcers significantly impact the quality of life, including visual disturbances, pain, light sensitivity, and social consequences. Proper treatment and management are essential to reduce the negative effects. Education and socialization about corneal ulcers have significant benefits in preventing serious complications by increasing understanding of eye-related risks and supporting public awareness and early detection of corneal ulcers. Additionally, it can reduce long-term treatment costs due to complications. Community engagement in this education has a broad positive impact on affected individuals and the community as a whole. Enhancing understanding and awareness of this condition can reduce the incidence of corneal ulcers, improving overall quality of life. The methods used in this program involve educational lectures, the use of questionnaires, and professional involvement, all comprehensively used to ensure the effective dissemination of information about corneal ulcers. Before the educational sessions commence, participants are required to complete an initial questionnaire (Pre-Test) to assess their baseline knowledge of corneal ulcers. After the education is completed, participants are asked to complete a second questionnaire (Post-Test) identical to the first one. This helps the outreach team evaluate the extent to which participants' knowledge has improved after receiving the education. The pre-test results indicate limited understanding among participants regarding the cornea and corneal ulcers. The post-test results show a significant improvement in understanding what actions to take when dealing with corneal ulcers, avoiding incorrect actions, understanding their dangers and causes, and recognizing their characteristics. The significant difference between the pre-test and post-test, confirms that the educational approach has a substantial impact on the knowledge of the community in Pekon Kedaung Pringsewu regarding corneal ulcers. Keywords: Corneal Ulcers, Education and Socialization, Community Engagement, Pre-Test, Post-Test, Community Knowledge, Pekon Kedaung Pringsewu
Gangguan Penglihatan Anisometropia Daffa Fahreiza; Rani Himayani; Putu Ristyaning Ayu Sangging
Journal of Student Research Vol. 1 No. 3 (2023): Mei: Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jsr.v1i3.1208

Abstract

Anisometropia merupakan gangguan penglihatan yang ditandai dengan perbedaan refraksi lensa sferis atau silinder antara mata kanan dan kiri lebih dari 1 dioptri. Prevalensi anisometropia pada populasi sebesar 2-4% dan kondisi ini lebih sering menjadi penyebab gangguan penglihatan unilateral pada orang dewasa di bawah 60 tahun. Berdasarkan penyebabnya, anisometropia dibagi menjadi dua yaitu anisometropia aksial dan anisometropia refraktif sedangkan berdasarkan kekuatan refraksi anisometropia dibagi menjadi dua yaitu anisometropia absolut dan anisometropia relatif. Deteksi dini anisometropia memberikan dokter kesempatan untuk mengintervensi lebih awal, mungkin memperlambat, bahkan mencegah perkembangan penyakit. Retinoskopi sikloplegik terbukti sebagai metode yang paling tepat dan akurat untuk penentuan kesalahan refraksi selama pemeriksaan mata secara komprehensif. Malnutrisi, pemakaian media komunikasi elektronik seperti telepon genggan dan televisi, sampai kelalaian orang tua memerhatikan anaknya merupakan beberapa faktor risiko kelainan refraksi. Hampir seluruh anisometropia dapat menyebabkan kelainan ambliopia. Perawatan konvensional dengan kacamata, lensa penambalan, atau atropin 1% efektif pemakaiannya pada mata dalam mencegah memburuknya kasus ambliopia anisometropik. Artikel ini menggunakan metode literature review dari berbagai rujukan jurnal nasional dan internasional dengan kata kunci pencarian berikut: anisometropia, etiologi, klasifikasi, dan komplikasi.
Penerapan Seleksi Fitur pada Klasifikasi Kualitas Citra Retina dengan Pendekatan No Reference Image Quality Assessment untuk Pendeteksian Diabetic Retinopathy Yuliant, Titin; Mardiana, Mardiana; Nama, Gigih Forda; Septama, Hery Dian; Himayani, Rani; Oktadiani, Isna
Seminar Nasional Teknik Elektro Vol. 3 No. 1 (2023): SNTE II
Publisher : Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia Pusat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citra biomedis digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi berbagai penyakit. Salah satunya yaitu citra fundus yang digunakan untuk mendeteksi penyakit pada retina mata seperti Diabetic retinopathy. Diabetic retinopathy merupakan komplikasi mikrovaskular Diabetes melitus yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah pada retina dan dapat memicu kebutaan. Pendeteksian Diabetic retinopathy biasa dilakukan dengan pengamatan dan analisis melalui citra fundus yang dilakukan oleh optamologis. Seiring perkembangan teknologi, telah banyak dikembangkan metode pendeteksian Diabetic retinopathy berbasis Computer Aided Diagnosis (CAD). Hasil diagnosis baik oleh optamologis maupun CAD dipengaruhi oleh kualitas citra fundus itu sendiri. Oleh karena itu, penilaian kualitas citra fundus perlu dilakukan sebagai tahap prescreening pendeteksian. Penilaian kualitas citra tanpa citra referensi atau dikenal dengan no reference image quality assessment merupakan metode penilaian kualitas yang dilakukan dengan memproses citra itu sendiri. Metode tersebut memiliki keunggulan dikarenakan tidak menggunakan citra referensi. Salah satu algoritma yang populer yaitu dengan melakukan ekstraksi fitur citra. Namun, belum tentu semua fitur relevan dengan kualitas citra fundus sehingga diperlukan seleksi fitur untuk memilih fitur yang relevan. Pada penelitian ini dilakukan seleksi fitur dengan metode Correlation attribute evaluator. Hasil penelitian menunjukkan penerapan seleksi fitur correlation attribute evaluator dapat meningkatkan sensitivitas hingga 15%, spesifisitas hingga 17,8%, akurasi hingga 15%, dan AUC hingga 0,097 dibandingkan tanpa seleksi fitur. Hasil klasifikasi yang optimal yaitu dengan subset fitur GLCM contrast dan entrop
Penyuluhan Kesehatan tentang Peningkatan Pengetahuan Masyarakat RT. 002 Lk. II Kelurahan Karang Maritim Kecamatan Panjang Bandar Lampung Mengenai Hepatitis A Himayani, Rani; Ismunandar, Helmi; Muhartono, Muhartono; Kurniati, Intanri
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.2024

Abstract

Hepatitis virus akut merupakan infeksi sistemik yang dominan menyerang hati. Hampir semua kasus hepatitis virus akut disebabkan oleh salah satu dari lima jenis virus, yaitu: virus hepatitis A, virus hepatitis B, virus hepatitis C, virus hepatitis D, dan virus hepatitis E. Indonesia merupakan daerah endemis sedang–tinggi untuk penyakit hepatitis A. Untuk mencegah transmisi dan tindakan terapi dini yang lebih efektif maka diperlukan adanya upaya peningkatan pengetahuan mengenai hepatitis A. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 orang peserta yang tinggal di Kelurahan Karang Maritim Kecamatan Panjang. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai pre test dan post test yaitu 40% menjadi 100%. Simpulan, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengetahuan Hepatitis A di Panjang Bandar Lampung.Kata kunci:Hepatitis, pengetahuan, penyuluhan.
Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran terhadap Terjadinya Penyakit Cellphone Elbow Akibat Penggunaan Handphone yang Tidak Tepat pada Komunitas Pekerja PTPN VII Pesawaran Ismunandar, Helmi; Himayani, Rani; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wahyuni, Ari
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2814

Abstract

Penggunaan telpon seluler atau perangkat cerdas (smart phone) terus meningkat secara eksponensial. Saat ini terdapat sekitar 3,3 milyar layanan aktif di seluruh dunia. Beberapa orang menghabiskan lebih banyak waktu dengan telpon selulernya. Hal ini bahkan sampai mengalami nyeri dan gangguan pada tangan dan lengan bawah akibat penggunaan telpon seluler yang lama. Penyakit ini disebut cellphone elbow (cubital tunnel syndrome). Secara umum insidennya semakin meningkat sesuai dengan peningkatan penggunaan telepon selular dan perangkat mobil lainnya. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan kepada masyarakat mengenai penyakit ini. Tujuan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang terjadinya penyakit cellphone elbow akibat penggunaan handphone yang tidak tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi. Kegiatan ini dihadiri oleh 40 orang komunitas pekerja PTPN VII Pesawaran. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai pre test dan post test yaitu 30% menjadi 100%. Terjadi peningkatan pengetahuan mengenai pengetahuan mengenai penyakit cellphone elbow pada komunitas pekerja PTPN VII Pesawaran.Kata kunci: cellphone elbow, penyuluhan, pengetahuan
Deteksi Dini “White Pupil” di Masyarakat Daerah Natar Lampung Selatan Himayani, Rani; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Rahmanisa, Soraya; Ismunandar, Helmi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2828

Abstract

Katarak dapat menyebabkan berbagai komplikasi bahkan sampai menyebabkan kebutaan. Jenis katarak yang paling sering terjadi adalah katarak senilis. Katarak senilis merupakan kekeruhan lensa yang terjadi pada usia diatas 40 tahun. Terlambatnya mendeteksi katarak pada orang dewasa sehingga penurunan tajam penglihatan menjadi hambatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan bekerja, terjadi penurunan kualitas hidup masyarakat. Penyuluhan dan pelatihan kesehatan mata di masyarakat, meliputi pre-test dan post-test serta pemeriksaan mata oleh ahli. Kegiatan penyuluhan dan skrining ini diikuti oleh 98 orang masyarakat Lampung Selatan yang datang menghadiri penyuluhan dan skrining mata di salah satu UPT Puskesmas Natar Lampung Selatan, yaitu Posyandu Lansia Melati Citra Merak Batin-Natar. Berdasarkan data hasil pengamatan pre-test, diketahui sekitar 23 peserta (23,47%) telah mengetahui pengetahuan yang cukup mengenai pengetahuan kelainan “White Pupil” dan sisanya 75 peserta (76,53%) tidak paham mengenai pengetahuan kelainan “white pupil”. Setelah dilakukan post-test, dari data yang diperoleh hampir semua peserta sudah paham sebanyak 83 peserta (84,69%) terhadap pengetahuan kelainan “white pupil”, 15 peserta (15,31%) nilai post test <80. Hasil skrining kelainan glaukoma dari 98 peserta didapatkan sebanyak 23 orang mengalami gangguan refraksi baik melihat jauh maupun dekat, 19 peserta dengan “white pupil” kekeruhan lensa (katarak) dari derajat ringan sampai yang sudah matang baik pada satu mata atau kedua mata, kelainan pterygium terdapat 15 orang derajat grade I-III serta untuk kelainan glaukoma tidak ditemukan.Kata kunci: katarak, penyuluhan, pengetahuan, white pupil
Tim Kasavac, Kader Sadar Vaksin Covid-19 dan Berantas Hoaks mengenai Vaksin Covid-19 pada Area Pasar Panjang Bandar Lampung Ismunandar, Helmi; Himayani, Rani; Oktarlina, Rasmi Zakiah
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2961

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Perkembangan penyakit Covid-19 di Indonesia sendiri masih fluktuatif. Angka kematian di Indonesia yang lebih tinggi dari dunia, juga menjadi hal yang harus segera diperbaiki. Saat ini ada banyak negara yang melakukan vaksinasi untuk membentuk herd immunity. Indonesia sendiri telah menjalankan program vaksinasi Covid-19 yang dimulai pada 13 Januari 2021, namun dinilai masih belum maksimal. Tingkat edukasi masyarakat diperberat dengan berbagai kabar hoaks mengenai vaksin menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan program vaksinisasi. Sehingga dibutuhkan suatu tim teredukasi yang diharapkan dapat memberikan gambaran positif mengenai vaksin Covid-19. Tujuan pengabdian ini adalah membentuk suatu kader vaksinasi teredukasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi. Kegiatan ini mengundang oleh 9 orang komunitas perwakilan komunitas pedagang Pasar Panjang Bandar Lampung. Setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai pretest dan posttest, yaitu 60% menjadi 100%. Terjadi peningkatan pengetahuan mengenaipengetahuan mengenai vaksinasi Covid-19 dan hoaks seputar vaksinasi.Kata kunci: Covid-19, hoaks, kader vaksin
Pembinaan Kader Sadar Vaksin Covid-19 pada Anak di Puskesmas Natar Lampung Selatan Ismunandar, Helmi; Himayani, Rani; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wahyuni, Ari
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3177

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Perkembangan penyakit Covid-19 di Indonesia sendiri masih fluktuatif. Angka kematian di Indonesia yang lebih tinggi dari dunia, juga menjadi hal yang harus segera diperbaiki. Saat ini ada banyak negara yang melakukan vaksinasi untuk membentuk herd immunity. Indonesia sendiri telah menjalankan program vaksinasi Covid-19 yang dimulai pada 13 Januari 2021, namun dinilai masih belum maksimal. Tingkat edukasi masyarakat diperberat dengan berbagai kabar hoaks mengenai vaksin menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan program vaksinisasi. Sehingga dibutuhkan suatu tim teredukasi yang diharapkan dapat memberikan gambaran positif mengenai vaksin covid-19. Tujuan pengabdian ini adalah membentuk suatu kader vaksinasi teredukasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi. Kegiatan ini mengundang oleh 9 orang komunitas perwakilan komunitas pedagang Pasar Panjang Bandar Lampung. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai pre test dan post test yaitu 60% menjadi 100%. Terdapat peningkatan pengetahuan mengenaipengetahuan mengenai vaksinasi covid-19 dan hoaks seputar vaksinasi.Kata kunci: Covid-19, kader vaksin, hoaks
Tim Pendamping Kesiapan Masyarakat Pekon Kedaung Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu Menghadapi Era Transisi Pandemi Menuju Endemi Covid-19 Ismunandar, Helmi; Himayani, Rani; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wahyuni, Ari; T. Adjeng, Andi Nafisah; Andrifianie, Femmy; Oktoba, Zulpakor
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3230

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular baru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARSCoV-2). Pada kasus Covid-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrompernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.  Pada 11 Maret 2020 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai Pandemi Dunia. Namun saat ini kita telah memasuki era transisi dari pandemi  menujuendemi Covid-19 yang ditandai dengan keluarnya Keputusan Presiden Nomor 17 tahun 2023. Namun, virus SARSCoV-2 ini masih ada di antara kita dan kita harus selalu waspada. Tujuan pengabdian ini adalah membentuk suatu kadermasyarakat yang siap beradaptasi pada masa pandemi menuju endemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi . Kegiatan juga meliputipengobatan masal gratis. Kegiatan diikuti oleh 40 orang peserta. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai rerata pre-test dan post-test yaitu 56,7 menjadi 81,4. Berdasarkan hasil ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan mengenai masa transisi Covid-19 dari pandemi menuju endemi. Pengetahuan ini masih awam bagi masyarakat sehingga diperlukan peninjauan dan sosialisasi lebih lanjut.Kata kunci: Covid-19, pandemi, endemi
PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN DAN WAWASAN TENTANG SERTIFIKASI HALAL PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) MAKANAN DAN MINUMAN DI DESA CIPADANG KABUPATEN PESAWARAN, LAMPUNG Sukohar, Asep; Ramdini, Dwi Aulia; Oktoba, Zulpakor; Himayani, Rani; Ambarwati, Endah; Junando, Mirza; Ramadhina, Farrasyifa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3620

Abstract

Keberadaan UMKM di Desa Cipadang sangat penting dalam memajukan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya jumlah UMKM yang telah memiliki izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) adalah karena kurangnya sosialisasi atau pendampingan. Desa Cipadang memiliki potensi di bidang pertaian, wisata, dan juga perdagangan. Berdasarkan informasi pendataan UMKM di desa ini terdapat lebih dari 50, dan hanya sekitar 10% yang memiliki izin PIRT. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan fasilitas sertifikasi Pelatihan Keamanan Pangan sebagai syarat pengajuan izin PIRT dan juga pemberian wawasan tentang Sertifikasi Halal produk bagi para pelaku usaha UMKM. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah berupa pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) dan wawasan tentang sertifikasi produk halal oleh fasilitator dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dan juga tim dosen Farmasi Fakultas Kedokteran Unila. Sebanyak 26 peserta yang berasal dari berbagai jenis UMKM diantaranya produk olahan makanan ringan, katering dan restoran. Hasil evaluasi pre-test dan post-test seluruh peserta mengalami peningkatan mencapai nilai minimal untuk mendapatkan sertifikat pelatihan pangan aman. Seluruh peserta mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir, dimana seluruh peserta dinyatakan lulus dan berhak memperoleh sertifikat PKP dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran. Pelatihan ini diharapkan sebagai salah satu langkah dukungan untuk memajukan UMKM di Desa Cipadang.
Co-Authors Ad-Dhuha, Rahmah Maziyah Adelia, Anggi Adrifianie, Femmy Ahmad Duta Al-Ihya Alfina Indah Nabila Amalia Febriyanti Ambarwati, Endah Amelia, Erry Rizki Amira Nabila Andrifianie, Femmy Angelica Philia Christy Anggraeni Janar Wulan Anindia Syafia Halimathus Sa'dyah Aprianti, Shervia Dwi Ardella, Karina Belinda Ardika, Okta Besti Ari Wahyuni Ari Wahyuni ari wahyuni Arif Yudho Prabowo Asep Sukohar Betta Kurniawan, Betta Brigitta Shinta dewi Cahyana, Adinda Husna Carissa Aprilia Y Chindy Annisa Putri Mandala Sempaga Cut Karel Dithia Daffa Fahreiza Damayanti, Ervina Devina Hardianto Devira Fitriani Kamal Dewayanti, Wahyu Dwi Anjani, Galuh Dwi Indria Anggraini Edward Sintong Samosir Ellysa Angguman Putri Ety Apriliana Ety Apriliana Evan Christian Christian Fadhilah, Fuad Fadilah Alwiyah Fairuz Hanan, Sifa’Syaharani Faisal Rohmadhiyaul Haq Faisol Rohmadhiyaul Haq Faridi Pani Farraz Kanya Syahra Fauzan Hafizh, Ahmad Fauziani, Andra Nabila Fayza Syachrani Febri Nadyanti Febrianti, Arlin Fernadya Sylvia Nurindi Firsandini, Firsandini Fitria Saftarina Ghaitsa Lulua Ghifari, Ghaza Ahmad Al Ghiffari, Fahman Ghina Salsabila Fenty PNR Gigaramadan Sema Gigih Forda Nama Giska Tri Putri Graceciela, Yohana Eva Hana Qanitah Hanifah Qollama Astrid Hanna Mutiara, Hanna Happy, Terza Aflika Helmi Ismunandar Helmi Ismunandar Hendra Tarigan Sibero Hery Dian Septama Ida Laila Ihsanti Dwi Rahayu Ika Agustin Putri Haryant Imtinan Khoirunnisa Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Junando, Mirza Junita, Aulia Kadek Elvina Kusuma Putri Kamila Nastiti Keziah Tirtawijaya Khairun Nisa Kurnia Fithrananda Kurniawan, Diva Ardhana Lintang Lestari Cahya Sawitri Lubna Farhana M Yusran M. Revo Artmando L M. Yusran Maharani , Mentari Putri Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Mardiana Mardiana Maretta, Alvina Christy Maureen Angelica Melni Armadani Mentari Putri Maharani Mochamad Fauzan Dava Muhammad Aditya, Muhammad Muhammad Arsy Kamal Faadhil Muhammad Maulana Muhammad Maulana Muhammad Yusran Muhartono Muhartono Mukhlis Imanto Nabila Alsa Sagia Nabila Rayhan Yasmin Nadhia Wihelga Nahrassyiah Rahma Putri Naila Fathiya Isnanto Nashwa Faadillah Nasyim Natanael, Jessica Neli Salsabila Ni Made Karenina Rini Dwi Cintawan Noval Ramadirta Nur Fadillah, Astri Nurhaliza, Rahma Nurul Fadhilah Az-zahro Nurul Purna Mahardika Nurul Utami Okki Muhammad Fajar Muthahhari oktadiani, Isna Oktafany, Oktafany Oktaryona Trisera Oktoba, Zulpakor Prayogi, Norbertus Marcell Putu Ristyaning Ayu RA Genta Syakira Hatta Rachel Agustin Inggrid Zefanya Rahmah, Nisrina Nur Ramadhan Triyandi Ramadhina, Farrasyifa Ramdini, Dwi Aulia Rasmi Zakiah Oktarlina Regita Dwi M Rekha Nova Iyos, Rekha Nova Rengganis Wardani, Dyah Wulan Sumekar Renitta Anggraeni Rifka Putri Dewi Riska Azzahra Risti Graharti Ristyaning Ayu Sangging, Putu Rizki Hanriko Rizqiani Astrid Nasution Rudiyanto, Waluyo Ruth Leria Noverika Salsabila Haqya Kusuma Sangging, Putu Ristyaning Ayu Saphira Murfi Septiani, Linda Serafina Subagio Shifa Azzahra, Nimas Sitanggang, Grety Soraya Rahmanisa Suharmanto Susanti, Andani Dewanti Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Syachrani , Fayza Syahrani Alya Murfi Syazili Mustofa Syiva Ulhayah T. Adjeng, Andi Nafisah Thamara Az Zahra Tri Umiana Sholeha Tri Umiana Soleha Tri Umiana Soleha Tsurayya Fathma Zahra Vania Widyadhari Damayanti Widjaja, Jovan Wildan Kautsar Irawan Wiwi Febriani Yashila Rahimah Yasmin, Deffina Widya Yuliant, Titin Yusran, M Zenith Puspitawati Zheva Aprillia Yozevi