Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Kehidupan Manusia Modern dalam Puisi Ibu Kota Senja Karya Toto Sudarto Bachtiar: Kajian Semiotika Roland Barthes: Penelitian Herson Kadir; Nur Anisa Maku; Rahmiyati Subula; Yulianti Pongoliu; Fendra Amelia Abdullah; Cindra Datau
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4334

Abstract

Penelitian ini mengungkap representasi kehidupan manusia modern dalam puisi “Ibu Kota Senja” karya Toto Sudarto Bachtiar dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk menelaah makna denotatif, konotatif, dan mitos yang muncul dalam baris-baris puisi. Melalui analisis tanda-tanda tersebut, puisi ini memperlihatkan pengalaman manusia urban yang diwarnai tekanan hidup, keterasingan, persaingan, serta pencarian jati diri di tengah ritme kota yang cepat dan menuntut. Modernitas digambarkan bukan hanya sebagai simbol kemajuan, tetapi juga sebagai kekuatan yang perlahan mengikis nilai-nilai kemanusiaan, kepekaan emosional, dan kemurnian hati. Gambaran senja dalam puisi menghadirkan metafora tentang redupnya esensi manusia ketika berhadapan dengan kerasnya kehidupan kota. Secara keseluruhan, “Ibu Kota Senja” tidak hanya menawarkan keindahan estetik, tetapi juga menjadi refleksi kritis mengenai kondisi sosial masyarakat modern yang berjuang mempertahankan identitas dan makna hidup di tengah arus modernisasi.
Penindasan Perempuan dalam Novel Seribu Satu Matahari Karya Khaled Hosseini dan Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer Teori: Kajian Feminisme: Penelitian Herson Kadir; Apriliani Mamu; Meiska Van Gobel; Nur Alin Benta; Indah Zain; Nurjuliati Salsabila Y. Rahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4589

Abstract

Penelitian ini menganalisis bentuk-bentuk penindasan terhadap perempuan dalam novel A Thosand Splendid Suns karya Khaled Hosseini dan BumiManusia karya Pramoedya Ananta Toer dengan menggunakan teori feminisme. Metode yang digunakan adalah metode deskrptif dengan teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya delapan bentuk penindasan, yaitu diskriminasi, labelisasi, kekerasan, subordinasi, komodifikasi, marjinalisasi, objektifikasi seksual, beban ganda, dan feminisasi kemiskinan. Kedua novel meskipun berasal dari konteks budaya dan sejarah berbeda, memperlihatkan pola penindasan yang serupa serta menggambarkan ketahanan dan perlawanan perempuan terhadap sistem patriarki. Penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra merupakan medium penting untuk memahami ketidakadilan gender dan perjuangan perempuan dalam masyarakat.
Kekerasan dalam Novel Sharp Objects Karya Gillian Flynn dan Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori : Penelitian Herson Kadir; Niranda Oki; Destilawati Noho; Nur Fadila Kueno; Yulinda Otoluwa; Inayah Nuraulia Mokodongan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4630

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi jenis-jenis kekerasan yang terdapat dalam novel Sharp Objects oleh Gillian Flynn dan Laut Bercerita oleh Leila S. Chudori dengan memanfaatkan teori kekerasan yang dikemukakan oleh Johan Galtung, yang mencakup kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Metode kualitatif diambil untuk mengenali, mengelompokan dan menganalisis berbagai bentuk kekerasan yang dialami oleh karakter melalui analisis mendalam dan pencatatan teks. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Laut Bercerita menampilkan kekerasan langsung berupa penyiksaan fisik, penangkapan ilegal, penghilangan paksa, serta teror psikologis yang dilakukan secara sistematis oleh negara terhadap aktivis. Kekerasan struktural hadir melalui kebijakan represif, penggunaan ruang-ruang penyiksaan, dan intimidasi terhadap keluarga korban. Kekerasan kultural muncul melalui ideologi anti-aktivis dan dehumanisasi yang melegitimasi tindakan represif negara. Sementara itu, Sharp Objects menggambarkan kekerasan dalam lingkup domestik, termasuk kekerasan fisik, emosional, dan psikologis yang dilakukan oleh anggota keluarga melalui pola relasi yang toksik. Kekerasan struktural tercermin dari kegagalan institusi sosial dalam melindungi korban, serta budaya patriarki dan kelas sosial yang menjaga posisi berkuasa keluarga Crellin. Kekerasan kultural diwujudkan melalui norma kota kecil Wind Gap yang menormalisasi misogini, kompetisi antarsesama perempuan, serta tuntutan peran gender yang kaku. Perbandingan kedua novel menunjukkan bahwa meskipun muncul dalam konteks sosial yang berbeda, kekerasan meninggalkan dampak psikologis jangka panjang dan menghadirkan kritik terhadap struktur kekuasaan yang menopang praktik kekerasan. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra memiliki peran penting dalam mengungkap realitas kekerasan dan menghadirkan suara bagi para korban.
Pembajakan Karya dalam Novel Yellowface Karya R. F. Kuang dan Selamat Tinggal Karya Tere Liye: Kajian Sosiologi Sastra Alan Swingewood: Penelitian Herson Kadir; Nur’ain Lakoro; Andi Hersya Nur Azizah; Widyawati Bagoe; Mutmainnah Huntala; Rahman Apadu
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4632

Abstract

Novel YellowFace karya R.F. Kuang dan Selamat tinggal oleh Tere Liye sama-sama memberikan analisis tajam mengenai praktik plagiarisme, meskipun berada dalam konteks dan latar belakang yang berbeda. Penelitian ini memanfaatkan dua karya sastra untuk dibandingkan berdasarkan kajian sosiologi sastra dengan pendekatan kompratif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yakni mendeskripsikan pembajakan dalam novel Yellowface karya R. F. Kuang dan Selamat Tinggal karya Tere Liye sebagai sumber data penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan pada kedua novel tersebut diantaranya, dengan cara (1) memilih novel, kemudian dibaca dengan teliti, (2) menyusun dan mengklasifikasikan data yang telah diperoleh secara sistematis untuk memudahkan dalam menganalisis data tersebut, (3) mendeskripsikan data yang telah ditemukan dalam bentuk kalimat atau uraian, (4) menyimpulkan hasil penelitian yang telah diteliti secara keseluruhan. Hasil analisis menunjukan pembajakan karya dalam novel Yellowface, digambarkan secara ekstrim melalui tindakan tokoh utama yang secara sadar mencuri naskah milik temannya. Sementara itu, dalam novel Selamat Tinggal, pembajakan karya ditampilkan secara sistematis dan melibatkan banyak pihak dalam pembajakan buku. Tindakan ini tidak sekadar berupa pencurian naskah secara individual, tetapi lebih kepada reproduksi dan distribusi karya sastra secara ilegal.
Kepribadian Tokoh dalam Novel Almond Karya Sohn W On- Pyung dan Katarsis Karya Anastasia Aemalia : Kajian Psikologi Sigmund Freud: Penelitian Herson Kadir; Chairunnisa Mantu; Rahmawati Mokodompit; Karsum K. Talib; Shelvira Mokodongan; Amelia Anastasya Lanti; Erina Putriani Paputungan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan dua novel, yaitu Almond karya Sohn W on- Pyung dan Katarsis karya Anastasia, menggunakan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud, khususnya aspek Id, Ego, dan Superego. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan kajian sastra bandingan, yang dilakukan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode baca dan catat, di mana kutipan-kutipan yang relevan dengan konflik batin tokoh dikumpulkan dan dianalisis untuk memahami interaksi antara dorongan bawah sadar, kesadaran diri, dan kontrol moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua novel menampilkan dinamika psikologis yang sejalan dengan teori Freud, meskipun konteks dan karakter berbeda. Dalam Katarsis, tokoh utama Tara menunjukkan dominasi Id melalui perilaku dingin dan mati rasa emosional, terutama saat membunuh sepupunya tanpa penyesalan, menandakan minimnya kontrol dari Ego dan Superego. Sementara itu, dalam Almond, tokoh utama mengalami kelainan afasia emosional yang membuatnya tidak mampu merasakan emosi, sehingga menampilkan ketidakseimbangan antara Id, Ego, dan Superego. Analisis kutipan menunjukkan bagaimana Ego berperan dalam mengatur tindakan dan menyeimbangkan dorongan Id dengan realitas, sedangkan Superego memengaruhi kesadaran moral dan evaluasi nilai sosial tokoh. Penelitian ini memperlihatkan bahwa teori psikoanalisis Freud efektif digunakan untuk memahami konflik internal, perkembangan karakter, dan pengaruh konteks sosial serta budaya dalam membentuk perilaku tokoh. Temuan ini juga memberikan wawasan tentang perbedaan ekspresi emosional dan trauma psikologis dalam latar budaya yang berbeda, serta memperkaya pemahaman tentang hubungan antara psikologi individu dan sastra.
Pandangan Dunia Pengarang Dalam Kumpulan Puisi “Tirani dan Benteng” Karya Taufik Ismail: Kajian Strukturalisme Genetik Lucian Gooldman: Penelitian Herson Kadir; Sartika Djelema; Rahman D. Daad; Sri Abelia Noho; Yusrin Djalilu; Karmila Hino
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan dunia pengarang dalam kumpulan puisi “Tirani dan Benteng” karya Taufik Ismail dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa karya sastra tidak hanya merupakan hasil kreativitas individual, tetapi juga merepresentasikan kesadaran kolektif kelompok sosial tertentu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Data penelitian berupa teks puisi dalam kumpulan “Tirani dan Benteng” yang dianalisis melalui dua tahapan, yaitu analisis struktur intrinsik puisi dan analisis hubungan struktur puisi dengan struktur sosial masyarakat yang melahirkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan dunia pengarang dalam “Tirani dan Benteng” merepresentasikan sikap kritis terhadap kekuasaan yang represif serta keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Struktur konflik dalam puisi memiliki homologi dengan struktur sosial-politik Indonesia pada dekade 1960-an, khususnya dalam konteks demonstrasi mahasiswa, krisis ekonomi, dan kekerasan politik pasca peristiwa G30S/PKI. Taufik Ismail tampil sebagai artikulator kesadaran kolektif mahasiswa, rakyat kecil, dan kaum terdidik yang menolak penindasan. Dengan demikian, “Tirani dan Benteng” tidak hanya berfungsi sebagai karya estetik, tetapi juga sebagai medium kritik sosial dan kesaksian moral terhadap realitas zamannya.
Mengungkap Tindak Kriminal Dalam Novel The Girl With The Dragon Tattoo Karya Stieg Larsson Dan Bendera Setengah Tiang Karya Annisa Lim: Penelitian Herson Kadir; Sri Regina Gaib; Abdulharis Kune; Moh. Yusuf H. Ibrahim; Faisal Puluhuluwa; Ahmad Badu; Yunita Iklima Kasim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan membedah tindak kriminalitas dalam dua novel yang memiliki latar budaya berbeda, yaitu The Girl with the Dragon Tattoo karya Stieg Larsson dan Bendera Setengah Tiang karya Annisa Lim. Dengan menggunakan perspektif sosiologi sastra, kedua karya ini dipandang sebagai refleksi dari ketimpangan kekuasaan dan kerusakan struktur sosial yang gagal melindungi individu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik baca dan catat. Analisis dilakukan dengan menghubungkan teks sastra terhadap kondisi sosial di mana karya tersebut ditulis. Hasil pembahasan menunjukkan berbagai bentuk kriminalitas yang muncul dalam kedua novel. Dalam The Girl with the Dragon Tattoo, ditemukan tindak kriminal berupa kekerasan berbasis gender (patriarki), kejahatan kerah putih di dunia korporasi, serta kriminalitas ideologis (supremasi Nazi). Sementara dalam Bendera Setengah Tiang, tindak kriminal lebih berfokus pada ranah mikro dan lingkungan pendidikan, yang meliputi pelecehan seksual verbal, intimidasi (bullying), penganiayaan fisik, pembunuhan terencana, korupsi internal perusahaan, tawuran antar sekolah, penculikan, hingga teror ancaman pembunuhan. Melalui perbandingan ini, penelitian menyimpulkan bahwa sastra bertindak sebagai agen perubahan yang menyuarakan keresahan sosial kaum yang lemah secara universal.
Narratives Of Ecological Equilibrium in Jostein Gaarder’s Anna’s World: A Fritjof Capra Perspective Jein Palilati; Herson Kadir; Herman Didipu
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 14 No. 1 (2026): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v14i1.10604

Abstract

This study addresses a gap in ecocritical scholarship that has predominantly focused on ecological destruction and crisis narratives, with limited attention to how literary works construct positive visions of human–nature equilibrium. Drawing on Fritjof Capra's ecological framework, this research examines the narrative of human–nature equilibrium in Jostein Gaarder's novel Anna's World. Using a descriptive-qualitative approach and Miles, Huberman, and Saldaña's interactive model of analysis, the study identifies six ecological principles within the novel: networks, cycles, solar energy, partnerships, diversity, and dynamic balance. The findings demonstrate that Anna's World systematically constructs a narrative of harmonious human–nature relations rather than merely critiquing environmental damage. By shifting analytical attention from ecological crisis toward equilibrium narratives, this study contributes to literary ecology and ecocriticism, offering a framework for reading literature as a medium for ecological consciousness transformation.
The Inner Conflict of the Main Character in the Novel Rara Mendut by Y.B. Mangunwijaya: Kurt Lewin's Literary Psychology. Herson Kadir; Dian Vidiawati Ibrahim; Kartika Dwi Yanti; Natasya Cut Fadilah Salfa Djua; Fani Septiani Rauf; Ismit Badaru; Sri Wahyuni K. Rahim
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i4.1562

Abstract

This study aims to describe the internal conflicts of the main character in the novel Rara Mendut by Y.B. Mangunwijaya using Kurt Lewin's psychological approach to literature. The focus of this research includes approach-approach conflict, approach-avoidance conflict, and avoidance-avoidance conflict. The method used is descriptive qualitative. The research data consists of textual excerpts from the novel that indicate the main character's internal conflicts. Data collection techniques are carried out through reading and note-taking, while data analysis is conducted by classifying and describing the data based on Kurt Lewin's theory. The results of the study show that Rara Mendut experiences various internal conflicts due to the clash between love, power, freedom, and self-esteem. Approach-approach conflict is seen when the character is faced with two choices that are equally advantageous. Approach-avoidance conflict arises when the character desires something but also fears its consequences. Meanwhile, avoidance-avoidance conflict occurs when the character must choose between two situations that are equally harmful. This study concludes that the internal conflicts in the novel reflect a woman's struggle to maintain her freedom and self-dignity.
Co-Authors Abas, Dwi Anggriani Abdulharis Kune Abdullah, Ainun Achmad Bagtayan, Zilfa Adeliya Ibrahim Agustin, Puspita Dian Ahmad Badu Ali, Ayu Hidayanti Ali, Magvira Amelia Anastasya Lanti Amelia Anastasya Lanti Amu, Aldiyanto Andi Hersya Nur Azizah Andi Hersya Nur Azizah Annisa Rumpabulu Apriliani Mamu Apriliani S. Mamu Ariyanti Daud, Olvi Dwi Ayu Hidayanti Ali Ayu Ismail Ayu Nahumpang Bambang, Sarmila Blongkod, Sri Winanda Chairunnisa Mantu Chairunnisa Mantu Cindra Datau Cindriawati Pomolango D. Hulopi, Nursella Dakia N. Djou Darliani Darliani Datau, Maryam Daud, Erik Daud, Rolan K. Destilawati Noho Destira Abd Rahman, Tria Deviana Rasyid Dian Vidiawati Ibrahim Djeijun, Wanda Djua, Nurain Dunggio, Sri Juliana Mul’afaida Duslan, Nur Halizah Egam, Ahmad Syahdan Eka Sartika, Eka Eka Wahyuni Mohamad, Inayah Ellayana Hinta Ellyana Hinta Elya Nusantari Erina Putriani Paputungan Erina Putriani Paputungan Fairuzia Faisal Puluhuluwa Fani Septiani Rauf Fatmah AR Umar Fatmawati Mobiliu Febriana, Cindy Fendra Amelia Abdullah Fitri Lamusu Fitri Yanuar Misilu Frediyanto Monarfa Guzali, Yurnaningsih H. Saledaa, Sri Mulyani Habibie, Nur Ainsyah Hadji, Delvina Halaa, Siti Salsadila Hanapi, Serliyani Harun, Alan Harun, Witrian Herman Didipu Hidayanti Ali, Ayu Hulantu, Nurain Humokor, Hikma Nurcahyani I. Sahur, Syamsurizal Ikbal Mulyadi Syafi’i Ikha Hardiyanti Puspita Mahading Inayah Nuraulia Mokodongan Indah Zain Indah Zain Iskar Abas Ismit Badaru Israhayu Djafar Jafar Lantowa Jannah, Firdha Fadhilatul Jein Palilati Jein Palilati juni triantoko Justevani, Sri Kadir, Wahyuni Karmila Hino Karsum K. Talib Karsum K.Talib Kartika Dwi Yanti Kaune, Yulistiani Kirana Gaga, Diva Kuga, Mersiranda La Ode Gusman Nasiru Lalu, Sri Sulistiawati Lifka Ismail Liputo, Moh. Giat Lisnawati Palongo M. Mulusi, Mirna Maele, Helmin Mangilo, Nurhalima Masyhur, Putri Syahra Mawar H. T. Datunsolang Meiska Van Gobel Meiska Van Gobel Meriyanti Lakoro Miranda I. Zain Moh. Karmin Baruadi Moh. Yusuf H. Ibrahim Mohamad, Hawaria Mokodompit, Rahmawati Mokodompit, Sarapina Mongilong, Melani Muhammad Arfan MUSLIMIN Mutmainnah Huntala N. Djou, Dakia Natasya Cut Fadilah Salfa Djua Neno, Kartika Amalia Nenta Mamonto Nihali, Sri Ririn Nikomang Mahatmadevisy Niranda Oki Niranda Oki Noho, Destilawati Nonny Basalama Nur Alin Benta Nur Alin Benta Nur Anisa Maku Nur Awalia Karim Nur Fadila Kueno Nur Fadila Kueno Nur'ain Lakoro Nuraini, Lian Nurdin, Nuryana Nurfirawati Ntelu Nurjuliati Salsabila Y. Rahman Nurjuliati Salsabila Y. Rahman Nurlena Arsadi Nuruji, Arni Nur’ain Lakoro Oktafiyani Mooduto Oky Octaviani Pakaya Paputungan, Erina Putriani Paputungan, Leoni Patrian Pakaya Pobela, Julianti Anamira Pobela, Siti Nurhalisa Pontoh, Sri Wahyuni Potabuga, Nur Atika Prasetia, Udin Putri Salsabilah Murad Rahman Apadu Rahman Apadu Rahman D. Daad Rahmatia Arjoyo Rahmawati Mokodompit Rahmawati Mokodompit Rahmiyati Subula Rahmiyati Sumba Ratna Hanapi Renaldi Harun, Alit Reynol Moha Ricky Daliuwa Rusdi, Safna S. Daud, Yuniarti S. Nani, Sandi Sadapu, Nurain Sahari, Sella Salam Salam Tolaki Sartika Djelema Sayama Malabar Setyanegara, Agus Shelvira Mokodongan Shelvira Mokodongan Sitti Rachmi Masie Sri Abelia Noho Sri Regina Gaib Sri Susanti A. Kunuti Sri Vingki Binti Yudin Sri Wahyuni K. Rahim Sudarno, Tri Wahyuni Suge, Firnawati Sukma Wati, Ni Gusti Ayu Suleman, Erlinda A. Suleman, Fatma Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Taumbung, Nuwafiqah S. Tayeb, Nuriyanci S. Udin Prasetia Umar, Asni Usman, Meylan Utina, Siti Nurgian Uyan Saipi Wa Ode Irawati Wardatul Magfirah Dehiyo Widyawati Bagoe Yulianti Pongoliu Yulinda Otoluwa Yulinda Otoluwa Yunima I. Hasan Yunita Iklima Kasim Yusrin Djalilu Zahabi, Ayu Zaqia Debila P. Deu Zilfa Achmad Bagtayan Zulkifli Tanipu Zulkifli Wolionelo Zulkipli Taliki Zulkipli Zulkipli