p-Index From 2021 - 2026
4.919
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Tindak Tutur Komisif (Commissives) Tokoh Umar Dalam Film Umar Bin Khattab Al-Faruk (Kajian Pragmatik) Maesaroh, Siti; Karman, Karman
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 1 No 1 (2018): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v1i1.3174

Abstract

ABSTRACTLanguage is instrument for communicate, one of language activities is speech act. Speech act besides in a real life also found in movies. Once in Umar bin Khattab Al-faruk especially in Umar Character, Because Umar bin Kattab is a brave, humble, equitable, distinct and responsibility especially after convert to islam. Beside this Umar is special person he has a creative thinking ability eventhough intelligent and as a leader he could give law status for everyone. In a real life in Umar speech found  many speechs has a fuction and a variant model for express his desire. So purpose from this research is for understand a commisive speech act function and model in Umar bin Khattab Al-Faruk movie. For reach purpose this research used descriptive analitic moethods with colleqting data hearing methods and has a basic of thechnique as bug technique. Afterwards the writer analysis use equal exrtalingual methods and this research used pragmatic approach. In use that methods, result of research in Umar bin Khattab Al-faruk movie found  function and  commisives speech act models include functions (1) offer 2 data, (2) intention found 2 data, oath found 4 data, (4) command 3 data, (5) News found 4 data, (6)  Nadzar found 1 data and (7) Promise found 2 data. Eventhough a models of commisive speech act include (1) Direct literal speech act found 4 data, and (2) model of indirect literal spech act found 16 data.Key Words: commissives speech, Umar Bin Khattab Movie, pragmatics ملخص البحثإنّ اللّغة هي وصيلة في عمليّة التّواصل منها الفعل الكلاميّ. و الفعل الكلاميّ لا ينحصر حصوله في الحياة اليوميّة فحسب، و لكنّه حصلا أيضا في فيلم. و من الأفلام المندرجة تحت نوع الفيلم الأصليّ الأوّليّ الملحميّ فيلم عمر بن الخطّاب الفاروق. يتحدّث هذا الفيلم عن سيرة عمر بن الخطّاب فصار من بين المجاهدين و الشّجاعين، و المقتصدين، و العادلين، و الأشدّاء، و متحمّلي المسؤوليّة، بعد إسلامه. في فيلم عمر بن الخطّاب الفاروق كثير أفعال الكلام، منها فعل الكلام التّعهّديّ الّذي قام به عمر بوظائف وأشكال مختلفة عند كلامه. حتى الغرض في هذا البحث هو أن يعرف وظائف وأشكال الكلام التّعهّديّ شخصية عمر في فيلم عمر بن الخطّاب الفاروق. للحصول تلك الأغراض استخدمت الباحثة المنهج الوصفيّ التّحليليّ بطريقة جمع البيانات منهج الملاحظة و الاستماع. ويجري عليها التّحليل بمنهج وصل الأمور اللّغويّة بأمور خارج اللّغة. و استخدمت الباحثة في هذا البحث المدخل التداولية. ونتيجة هذا البحث وجدت الباحثة  في فيلم عمر بن الخطّاب الفاروق يحتوى على وظائف فعل الكلام التّعهّديّ منها (1) وظيفة العرض توجد في بيانان، (2) وظيفة تقديم النية توجد في 6 بينات ، (3) وظيفة القسم توجد في 4 بينات ، (4) وظيفة الأمر توجد في 3 بينات ، (5) وظيفة الخبر توجد في 4 بينات ، (6) وظيفة النذر توجد في بيان واحد، (7) وظيفة الوعد توجد في بيانان. وأما بنظر إلى أشكال فعل الكلام التّعهّديّ منها (1) أشكال الكلام المباشر الحرف توجد في 4 بيانات ، (2) و أشكال الكلام غير المباشر الحرفي توجد في 16 بيانات.كلمات البحث: فعل الكلام التّعهّديّ، فيلم عمر بن الخطّاب، تداولية ABSTRAKBahasa merupakan sarana untuk berkomunikasi, salah satu kegiatan berbahasa adalah melakukan tindak tutur. Tindak tutur selain terjadi dalam kehidupan nyata terjadi pula dalam film. Salah satunya dalam film Umar bin Khattab Al-Faruk terutama pada tokoh Umar, karena Umar bin Khattab merupakan sosok yang sangat gigih, pemberani, sederhana, adil, tegas, dan bertanggungjawab terutama setelah ia masuk Islam. Selain itu Umar memiliki keistimewaan tersendiri terletak pada kemampuannya berfikir kreatif bahkan jenius dan seorang pemimpin yang memastikan kepastian hukum bagi siapapun. Dalam kehidupan sehari-hari, pada tuturan Umar terdapat banyak tuturan-tuturan yang memiliki fungsi dan bentuk yang bermacam-macam untuk mengungkapkan hal-hal yang menjadi keinginanya. Sehingga tujuan dari penelitian ino adalah untuk mengetahui fungsi dan bentuk tindak tutur komisif (Commissives) tokoh Umar dalam film Umar bin Khattab Al-Faruk. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut penelitian ini menggunakan metode deskriptik analitik dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode simak yang memiliki teknik dasar berupa teknik sadap, kemudian dianalisis menggunakan metode padan ekstralingual dan penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik Dalam menggunakan metode tersebut, hasil penelitian yang terungkap adalah bahwa dalam film Umar bin Khattab Al-Faruk terdapat fungsi dan bentuk tindak tutur komisif (Commissives) yang meliputi fungsi (1) Menawarkan terdapat 2 data, (2) Niat terdapat 6 data, (3) Sumpah terdapat 4 data, (4) Perintah terdapat 3 data, (5) Berita terdapat 4 data, (6) Nadzar terdapat 1 data, dan (7) Janji terdapat 2 data. Sedangakan bentuk-bentuk tindak tutur komisif (Commissives) yang meliputi bentuk (1) tindak tutur langsung literal terdapat 4 data, dan (2) bentuk tindak tutur tidak langsung literal terdapat 16 data.Kata Kunci: Tindak Tutur Komisif, Film Umar bin Khattab, Pragmatik
Konsep Penanaman Nilai-Nilai Sosial Moderasi Beragama dalam Pendidikan Informal Perspektif Tafsir Al-Mishbah Polem, Muhammad; Cahya, Afrilia Dwi; Junizar, Ahmad; Karman, Karman; Muslih, Hafidz
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 6(1), 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v6i1.7292

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran bagaimana konsep penanaman nilai-nilai sosial moderasi beragama dalam pendidikan informal perspektif tafsir Al-Mishbah Q.S Al-Baqarah Ayat 143. Adapun metode penulisan dalam artikel ini menggunakan studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara membaca literatur yang bersumber dari buku-buku ataupun artikel yang relevan dengan penelitian. Sementara teknik analisis data dengan cara inventarisasi, kategorisasi, dan analisis data penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan informal (keluarga) menjadi cikal bakal terbentuknya kepribadian seorang anak, karena pendidikan informal bersifat kodrati. Maka secara tidak langsung mental maupun biologis anak yang lahir otomatis mewarisi sifat dari kedua orang tuanya. Oleh karena itu, setidaknya orang tua memiliki tiga tanggung jawab besar terhadap anaknya, meliputi tanggung jawab berkenaan dengan pendidikan akidah, pendidikan ibadah serta pendidikan akhlak. Kemudian dalam pengimplementasian nilai-nilai sosial moderasi beragama seorang anak, berdasarkan analisis tafsir Al-Mishbah Q.S Al-Baqarah Ayat 143 dapat ditempuh dengan metode nasihat dan keteladanan. Sehingga kesimpulan dalam artikel ini ketika orang tua berhasil menanamkan nilai-nilai sosial moderasi beragama kepada anaknya, niscaya anak itu akan menjadi seorang yang moderat dan pada dirinya tumbuh sikap saling menghargai, semangat persatuan dan kesatuan, cinta kedamaian serta memiliki jiwa peduli sosial yang tinggi.
Mengkaji Tafsir antara Kelisanan dan Cetak Jurnal The Kyai’s Voice and Arabic Qur’an (Translation, Orality, and Print in Modern Java) Johanna Pink Isnaini, Nurul Azizatul; Fahreza, Muhammad; Ramadhan, Arya Gumilang; Syafiq, Salsabila Nafis Raihanah; Karman, Karman
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 6(2), June 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v6i2.7590

Abstract

Tulisan ini berfokus pada pengkajian jurnal tafsir antara kelisanan dan cetak praktik penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Jawa di era pasca kemerdekaan Indonesia. Karya yang muncul menunjukkan bahwa jangkauan praktik penerjemahan jauh melampaui pengertian kontemporer tentang penerjemahan kitab suci. Hal ini berkaitan dengan status orang Jawa di negara yang bahasa cetaknya dominan adalah bahasa Indonesia. Mempelajari kegiatan penerjemahan dalam berbagai dapat memperluas perspektif tentang praktik penerjemahan kontemporer. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji Tafsir Antara Kelisanan dan Cetak Dalam Jurnal The Kyai’s Voice And The Arabic Qur’an (Translation, Orality, And Print In Modern Java) milik Johanna Pink. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi pustaka/library research. Dimana penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil kajian tertulis seperti buku atau hasil penelitian, dan model penelitian ini menggunakan penelitian analisis deskritif. Dimana pendekatan data-datanya berasal dari beberapa jurnal yang sudah terakreditasi, buku, dan didapatkan melalui internet, lalu di analisis secara pribadi, yang dimana sumber data penelitian berasal dari data primer yakni Jurnal ‘The Kyai’s voice and Arabic Qur’an’ karya Johanna Pink yang diterbitkan pada tahun 2020. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, peneliti menunjukkan bahwa analisis terhadap empat terjemahan Al-Qur’an Bahasa Jawa tersebut merumuskan model terjemahan Al-Qur’an berbahasa Jawa Pertama, terjemahan literal yang ditulis sangat dekat dengan struktur asal teks Arab Al-Qur’an, Kedua, transliterasi grammatikal yang mengikuti sistem makna Gandhul; dan Ketiga, transliterasi naratif.
KONSEP PENDIDIKAN KELUARGA PERSPEKTIF AL-QUR’AN Jamal, Jamal; Nupus, Dian; Ningsih, Nur Wahyu; Karman, Karman
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.39607

Abstract

Urgensi peranan keluarga dalam hal pendidikan menempati posisi yang krusial dalam rangkaian proses pendidikan, mengingat bahwa keluarga berperan sebagai pilar utama dalam fase perkembangan dan pertumbuhan seorang anak. Akan tetapi, realitas menunjukkan eksistensi berbagai kasus dalam lingkup keluarga yang secara signifikan mempengaruhi jalur pendidikan anak.Oleh karena itu penelitian ini bertujuan meninjau kembali konsep pendidikan keluarga menurut perspektif al-Qur’an, mengambil esensi mendasar dari pendidikan keluarga, sehingga menjadi referensi baru dalam proses pendidikan keluarga sebagai bagian penting dari memanusiakan manusia (humanisme). Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini meliputi pendekatan kualitatif, dengan mengandalkan data primer dan sekunder, proses penggalian data dilakukan melalui riset kepustakaan, sementara analisis data dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan analisis isi. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa konsep pendidikan keluarga secara garis besar ditujukan untuk menciptakan sebuah ekosistem pendidikan bagi anak sebagai anggota keluarga, dimana peran orang tua, baik ayah maupun ibu, diidentifikasi sebagai pendidik utama. Dalam perspektif Al-Qur’an, pendidikan keluarga dimengerti sebagai proses pembelajaran yang berlandaskan pada nilai-nilai inti ajaran Islam, yang melingkupi pendidikan bagi suami, istri, orang tua, dan anak-anak, dengan mengedepankan prinsip-prinsip seperti kasih sayang, demokrasi, kesabaran, kemandirian, humanisme, dan disiplin.
Independent Curriculum Development Strategy in Islamic Religious Education: Conceptual Studies of Building Character and Nationality Nurdiyanto, Nurdiyanto; Musyfiq, Ahmad; Karman, Karman; Nursobah, Asep
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v13i1.12072

Abstract

This research aims to develop a unique curriculum for Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) and how to build character and nationality in students in an independent curriculum. The approach used in this research is qualitative, using library research methods. The data collection technique in this research is collecting from the sources mentioned, classifying the data, and continuing with the conclusion. The data analysis technique uses descriptive analysis. The results of this research show that there are several strategies for developing the Islamic religious education curriculum in building national character and insight, including Discovery Learning (DL), Inquiry Learning (IL), Problem-Based Learning (PBL), Project Based Learning (PJBL), and Scientific Learning (SL). So, there is a second alternative to carrying out this learning by using learning methods that focus on how students work in understanding, analyzing, and practicing. The implication of this research is that curriculum development and students' national attitudes is the foundation for the learning process using contemporary methods.
Esensi Ilmu Pengetahuan Perspektif Al-Qur’an: Analisis Surah al-Mujadalah Ayat 11 dan Shad Ayat 29 Nurdiyanto, Nurdinyanto; Tauviqillah, Ahmad; Hafidz, Hafidz; Karman, Karman
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agam Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v4i2.465

Abstract

Islam teaches that the acquisition of knowledge boils down to the source of knowledge, namely the Qur'an. In it there is a view of science in terms of the origin of science, the subject and object of what is studied, the epistemology of science, the urgency of science with the divine tawhid system. So with regard to that, this study aims to analyze; (1) the concept of science from the perspective of the Qur'an surah Al-Mujadalah verse 11 and Shad verse 29. The research method used is qualitative based on library studies. Data collection techniques used are documentation studies using library data derived from Tafsir, journal articles, relevant books. While the data analysis technique used with descriptive analysis, then the analysis can be studied in depth. The results of the study explain that the essence of science in the Qur'an Al-Mujadalah verse 11 and the Qur'an Shad verse 29, with regard to three things, namely (1) The Search for Knowledge, where a knowledge seeker must have manners, prioritize ethics before knowledge, be serious in the learning process, establish good relations between fellow human beings. (2) the function of science, namely dhikr or remembering, fikir or thinking, and righteous deeds, (3) the application of science in all aspects of life, which aims to be spiritual and practical in everyday life.
The Affective-Cognitive Advantage of Community Language Learning: A Quasi-Experimental Study on Adolescent EFL Speaking Proficiency and Anxiety Reduction Huzniati Andas, Netty; Karman, Karman; Saputra, Wiwin; Astiantih, Susi; Roslina, Roslina; Andas, Amzal
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 7 No. 5 (2026): September
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v7i5.1373

Abstract

Objective: Speaking anxiety remains a major barrier for adolescent EFL learners, particularly in contexts with limited opportunities for authentic communication. Objective: This study compared the efficacy of Community Language Learning (CLL) against the PPP approach in enhancing speaking proficiency and reducing foreign language classroom anxiety among Indonesian junior high school students. Methods: A preregistered, mixed-factorial quasi-experimental design was employed. Eighty eighth-grade students were assigned to CLL (n=40) or PPP (n=40) groups. Speaking proficiency was assessed using a five-component analytic rubric, and anxiety was measured with the Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS), supplemented by reflective diaries. Data were analyzed via mixed-factorial ANOVA and thematic analysis. Result: The CLL group demonstrated significantly greater improvement in overall speaking scores (gain = 27.05) than the PPP group (gain = 19.15), with a large between-groups effect size (d = 1.70). CLL also produced a significantly larger reduction in anxiety (mean reduction = 15.75). Qualitative findings highlighted enhanced psychological safety and collaborative metacognitive correction as key mechanisms. Novelty: This first CLL-PPP comparison in Indonesian junior high schools reveals anxiety reduction as a mediator of speaking gains, integrates mixed-methods evidence, and offers a replicable humanistic EFL model for resource-limited settings.
Co-Authors Abin, Rais Adi Suprihadi Agnes Nuraeni Muslim Agustin, Usman Al Furqan, Al Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andas, Amzal Andi Surya Abdi Aninsih, Putri Arifin, Bambang Samsul Arjuna, Arjuna As-Sa'diyah, Millah Maryam Asep Muhyiddin, Asep Asep Nursobah, Asep Astiantih, Susi Atang Suharna Awwalina, Linlin Sabiqa Bambang Mudjiyanto Basyari, Zen Anwar Saeful Cahya, Afrilia Dwi Chintia Nabilah Djoko Waluyo, Djoko Djubaedi, Djubaedi Dwi Putri Rusman, Ayu Fachry Abda El Rahman Fahreza, Muhammad Hafid Muslih Hafidz Hafidz Haniarti, Haniarti Hariadi Syam Hasan Basri Hasibuan, Ismail Marzuki Hermawan, A. Heris Huzniati Andas, Netty Ibrahim, Nur Aisah Ihin Solihin Ilma, Miska Unil Isnaini, Nurul Azizatul Jamal Jamal Junizar, Ahmad Kadaruddin, Kadaruddin Khairunnas Rajab Mahmud Mahmud Maslani, Maslani Mohamad Erihadiana, Mohamad Muchlis, Abdul Muh. Amin Muhammad Risal, Muhammad Muhtar, S.N. Mun’im Amaly, Abdul Musyfiq, Ahmad Nafiudin Nafiudin Najiha, Izzatun Nasution, Ahmad Jailani Netty Huzniati Andas, Netty Huzniati Nina Nurmila Ningsih, Nur Wahyu Nupus, Dian Nur Hidayati Nurdiyanto Nurdiyanto, Nurdiyanto Nurdiyanto, Nurdinyanto Nurfadillah Nurchalis Polem, Muhammad Pratiwi, Alifiah Raden Mohamad Herdian Bhakti Ramadhan, Arya Gumilang Ramadhani, Asti Ray Suryadi, Ray Reskiawan, Bimas - Rifqi, Ahsanur Robaeah, Wilam Nafilah Rosihon Anwar, Rosihon Rosita, Yuliana Roslina Roslina, Roslina Saeful Basyari, Zen Anwar Safari, Edi Saptaputra, Syawal Saputra, Wiwin Saputri, Septia Nur Sarmadan Sarmadan Siti Maesaroh Sopwan, Agus Suhrah, Suhrah Suminar, Elih Ratna Supiana, Supiana Syafiq, Salsabila Nafis Raihanah Syarifudin, U. Tamim, Ahmad Tatang Muh Nasir Tauviqillah, Ahmad Tedi Priatna Thasim, Sukmawati Tohirin Tohirin Tri indriasari, Devi Turwanto, Teguh Ulhaq, Muhammad Miftah Umi Kalsum Usman Usman Wicaksono, Mochammad Jiva Agung Wulandari, Reksahati Yawan, Hendri Yudhiantara, Rully Agung Yudiantara, Rully Agung Yulianti, Ferina Yulistiawati, Lilis