Claim Missing Document
Check
Articles

Model Jaringan Syaraf Tiruan dalam Peramalan Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Wirawan Setialaksana; Dwi Rezky Anandari Sulaiman; Shabrina Syntha Dewi; Chairunnisa Ar Lamasitudju; Nini Rahayu Ashadi; Muhammad Asriadi
Jurnal MediaTIK Volume 3 Issue 2, Mei (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitigation steps to control Covid-19 outbreak in Indonesia need to take. One of those step is forecasting the spread of the disease. This study compare two artificial neural network models in catching the pattern of Covid-19 positive total cases in Indonesia. Data Training used in this study is Indonesian total positive cases of Covid-19 from March 2 until May 26. The next 10 days data become data testing to show the model accuracy in predicting Covid-19 total cases. MLP shows a better prediction comparing to ELM.Three different prediction accuracy measurement is used – MAE, MAPE, and RMSE. All of them shows less value in MLP than in ELM.
Corruption Eradication Community Movement as A Preventive Effort to Fight the Corruption of Village Funds: Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi dalam Upaya Pencegahan Korupsi Dana Desa Badaruddin, Sukri; Asriadi, Muhammad; Fikri Muhkam, Mirwan; Ahyadi, Nadila; Alfina; Nurfajria
QISTHOSIA : Jurnal Syariah dan Hukum Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jhki.v5i1.913

Abstract

This article discusses public unrest due to corruption giving birth to an association called the Community Movement to Fight Corruption (GMPK). GMPK in general is expected to have great potential in eradicating corruption in Indonesia by actively involving various parties and providing moral pressure to corrupt actors and policymakers to act decisively and fairly in handling corruption cases. Meanwhile, GMPK in particular is expected to play an active role in eradicating corruption and building better governance in the management of public resources in Buton Regency. This study aims to find out the role of the Community Movement to Fight Corruption in Buton Regency in efforts to prevent corruption in Buton Regency. The research method uses a descriptive type of research, with more descriptive nature from the results of interviews and documentation studies. The data obtained will be analyzed qualitatively. The analysis method is carried out during data collection and after completing data collection in a certain period. To process the data, the following methods were used: (1) data reduction, (2) data presentation, (3) conclusion drawn. As a result of the research, the implication of GMPK to the people of Buton Regency, namely as a connector of community aspirations, is required to provide the best through daily activities in preventing corruption, namely in preventive efforts (prevention) and preemptive efforts (deterrence) of corruption crimes, especially in the use of village funds. And GMPK's real efforts in preventing corruption of village funds are carried out through programs designed both long-term, short-term and medium-term programs. And the program includes conducting research to find corruption vulnerabilities in various agencies, especially in the village, in the management of village funds by looking at potential causes of corruption that can be seen from all aspects such as the use of village funds in Buton whether it is on target or not, as well as carrying out seminars and Anti-Corruption Education workshops that present all Village Heads within the scope of Buton Regency.
Peningkatan Kapasitas Pemilih Pemula Melalui Penguatan Civic Literacy Dalam Mewujudkan Desa Anti Money Politic Asriadi, Muhammad; Masni, Masni; Asriati, Asriati; Hasyim, Muhammad Qasas
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar. Masalahnya adalah: 1). Kurangnya pengetahuan masyarakat meliputi dimensi dan ruang lingkup terkait Money Politic dan civic literacy, 2). Kurangnya keterampilan masyarakat dalam pengaplikasian civic literacy, 3). Kurangnya pendampingan terhadap masyarakat dalam membudayakan keterampilan civic literacy. Sasaran dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah pelajar, mahasiswa, pekerja pemula, ataupun mereka yang tidak ada dalam ketiga kategori ini karena tidak bersekolah dan tidak sedang bekerja yang berada pada wilayah Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi dan pendampingan. Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah 1). Peserta dalam hal ini pelajar, mahasiswa, pekerja pemula, ataupun mereka yang tidak ada dalam ketiga kategori ini karena tidak bersekolah dan tidak sedang bekerja memiliki edukasi terkait perilaku civic literacy dan praktek money politic, 2). Peserta memahami implementasi dari civic literacy terhadap civic atitude, 3). Peserta memiliki kemampuan terkait pencegahan dari berbagai bentuk praktek money politic, 4). Peserta dapat berkolaborasi dalam pemberdayaan kemampuan civic literacy sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan desa anti money politic. Penguatan kapasitas masyarakat melalui civic literacy memainkan peran penting dalam membangun masyarakat yang berpartisipasi aktif, kritis, dan bertanggung jawab. Hal ini dapat membantu memperkuat demokrasi, mengatasi ketimpangan sosial, membangun masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas kehidupan warga negara secara keseluruhan. Individu dapat menjadi warga negara yang terinformasi, terlibat, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Kata Kunci: Pemilih Pemula, Civic Literacy, Money Politic.
Pendidikan Hak Asasi Manusia dalam Kerangka Negara Hukum Asriadi, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11308

Abstract

Di satu sisi, menurut konsep hukum kodrat, hak asasi manusia merupakan hak yang melekat pada setiap individu manusia sejak lahir, namun di sisi lain, legalitas hak asasi manusia harus dibentuk oleh arus realisasi ideologi. Perdebatan mengenai apakah hak asasi manusia harus dituangkan dalam UUD juga mempengaruhi perdebatan mengenai UUD 1945. Terakhir, amandemen UUD 1945 secara lebih komprehensif memberikan hak asasi manusia yang mendasar kewarganegaraan bermula dari gagasan bahwa perlindungan hak asasi manusia merupakan unsur penting unsur penting konsep negara hukum. Di dalamnya juga terdapat ketentuan mengenai mekanisme “judicial review” dalam UU Mahkamah Konstitusi sebagai upaya untuk menghindari adanya peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan hak asasi warga negara yang dijamin dalam konstitusi.
Pendidikan Multikultural dalam Membentuk Karakter Identitas Nasional Asriadi, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11309

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki berbagai ragam budaya dan adat istiadat yang melekat dengan ragam etnis, ras budaya serta agama yang majemuk. Sehingga diperlukan suatu pendidikan multikultural, yaitu pendidikan yang menghargai perbedaan, agar tidak menjadi sumber konflik dan perpecahan. Salah satu tujuan penting dari konsep pendidikan multikultural adalah untuk membantu peserta didik agar memperoleh pengetahuan, dan menghargai orang lain yang berbeda suku, budaya dan nilai kepribadian. Pendidikan multikultural mempunyai empat nilai yaitu: Nilai Kesetaraan, Nilai Toleransi, Nilai demokrasi, dan Nilai Pluralisme. Nilai-nilai di atas mempunyai pandangan yang saling melengkapi satu sama lain dalam mensikapi pendidikan multikulturalisme. Identitas Nasional adalah kepribadian nasional atau jati diri nasional yakni ciri-ciri atau karakeristik, perasaan atau keyakinan, kebudayaan atau kebiasaan yang dimiliki suatu bangsa yang membedakan bangsa satu dengan bangsa yang lainnya. Identitas nasional Indonesia bersifat pluralistik yang terdiri dari identitas fundamental yaitu Pancasila, identitas instrumental yaitu UUD 1945.
PKM Pelatihan Penulisan Penelitian Tindakan Kelas terhadap Guru SMP Negeri 3 Pattallassang Ninik Rahayu Ashadi; Shabrina Syntha Dewi; Dwi Rezky Anandari Sulaiman; Andi Muhammad Taufik Ali; Wirawan Setialaksana; Irwansyah Suwahyu; Muhammad Asriadi
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1: Issue 2 (Juni 2023)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v1i2.113

Abstract

Permasalahan yang dihadapi mitra tersebut adalah kurangnya pemahaman terkait untuk melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah yang dipublikasikan. Hal ini merupakan satu tantangan yang dihadapi oleh guru-guru di SMP 3 pattalasang dalam meningkatkan kualitas profesionalnya. Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdi adalah memberikan ketrampilan melakukan kegiatan penelitian khususnya PTK dan penulisan karya ilmiah serta dan melakukan pendampingan secara daring pada guru-guru dalam menulis karya ilmiah sampai publikasikannya.. Tahap Pelaksanaan terdiri atas dua tahap. Tahap pertama, yaitu pemberian motivasi menulis. Sesi pelatihan yang menitik beratkan pada penggalian potensi dan manfaat baik dari dalam maupun luar diri guru dalam hal penulisan karya ilmiah. Kedua, sesi pelatihan yang menitik beratkan pada pemberian bekal pengetahuan sekaligus kemampuan menulis karya ilmiah berjenis artikel ilmiah, makalah, diktat dan laporan penelitian tindakan kelas ataupun lainnya meliputi teknik merumuskan topik/judul, membuat kerangka tulisan, mengumpulkan bahan-bahan tulisan, mengorganisasikan, mengonsep, menulis, dan menyunting karya tulis ilmiah.
PKM Pelatihan Pemanfaatan Literasi Digital Berbasis Android untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMP Negeri 4 Bajeng Ninik Rahayu Ashadi; Suwahyu, Irwansyah; Muhammad Asriadi; Dwi Rezky Anandari Sulaiman; Shabrina Syntha Dewi
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1: Issue 3 (Oktober 2023)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v1i3.197

Abstract

This PKM is about PKM training on the use of Android-based digital literacy to improve student learning outcomes at SMPN 4 Bajeng. The problems faced by these partners are lack of understanding of students regarding the use of Android-based digital literacy, lack of motivation to do assignments which results in poor learning outcomes, students have cellphones and laptops but they are only used as communication tools and tools for typing assignments. Based on this It seems necessary to equip students with knowledge of the use of digital literacy. The solution offered by the service team is to conduct training on the use of digital literacy. In implementing this PKM program, class X students will be invited who will later by following this training become students who are able to utilize digital literacy in the learning process. This training will present presenters who are competent in their fields. The speakers presented were from educational circles, both lecturers and teachers who are capable of developing their profession, especially the use of digital literacy: (1) Welcoming the service team from Makassar State University by the principal of SMP 4 Bajeng, (2) Activities providing materials, (3) Mentoring and evaluation of class X students at SMP 4 Bajeng. Training methods are lecture methods, question and answer methods, and training/practice methods.
Pelatihan Literasi Media Sosial Bagi Pemilih Pemula Tentang Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign Masni; Muhammad Asriadi; Asriati; Hasyim, Muhammad Qasash
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2: Issue 2 (Juni 2024)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v2i2.458

Abstract

Mitra dalam program kemitraan masyarakat ini adalah pemilih pemula pada Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar. Masalah yang dialami adalah 1). Kurang pahamnya masyarakat secara komprehensif tentang etika dalam bersosial media dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, 2). Kurangnya kemampuan dalam mengidentifikasi informasi yang ada di dunia maya terkait Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign, 3). Kurangnya pengetahuan terkait kewajiban akan peran dalam mencegah penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian yang kerap terjadi dimasyarakat. Solusi yang ditawarkan dari permasalahan mitra adalah melaksanakan kegiatan workshop Pelatihan Literasi Media Sosial Bagi Pemilih Pemula Tentang Hoax, Hate Speech Dan Negative Campaign Menghadapi Tahun Politik 2024 Di Desa Batetangnga, Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar yang terdiri dari tiga kegiatan yakni memberikan Edukasi Dimensi dan Ruang Lingkup Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign, mendemonstrasikan implementasi Peraturan Perundang-undangan terkait Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign, serta Strategi Pemilih Pemula dalam Menghadapi Hoax, Hate Speech, dan Negative Campaign serta Perannya dalam Mencegah Penyebaran Hoax, Hate Speech, dan Negative Campaign Melalui Literasi Digital. Metode yang digunakan dalam program kemitraan masyarakat ini adalah ceramah, demonstrasi/ilustrasi, tanya jawab, diskusi dan pendampingan. Hasil yang diharapkan dapat dicapai adalah 1). Peserta memahami dimensi dan ruang lingkup Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign, 2). Peserta mampu mendemonstrasikan implementasi Peraturan Perundang-undangan terkait Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign, 3). Peserta mampu membuat strategi dalam menghadapi Hoax, Hate Speech, dan Negative Campaign serta mengambil peran dalam mencegah penyebaran Hoax, Hate Speech, dan Negative Campaign melalui Literasi Digital.
Penerapan Pendekatan Saintifik: Upaya Transformasi Pembelajaran di SMK Negeri 3 Gowa Mansyur, Mansyur; Parenrengi, Syafiuddin; Mukhlisah Abdal, Nurul; Asriadi, Muhammad; Atmasani, Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat (AbdiMas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v2i2.5732

Abstract

Program pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengajar guru di SMK Negeri 3 Gowa dalam menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Pendidikan menengah kejuruan memiliki peran penting dalam mempersiapkan tenaga kerja terampil, terutama menghadapi tantangan Industri 4.0. Pendekatan saintifik, yang melibatkan kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, merupakan metode yang relevan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif siswa. Namun, implementasi pendekatan ini menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi sains dan keterbatasan kompetensi guru. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pedagogik guru, mengintegrasikan teknologi digital, serta membantu siswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan berbasis data. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru merancang pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis aktivitas, serta peningkatan kompetensi siswa dalam keterampilan teknis dan soft skill yang dibutuhkan di dunia kerja. Meskipun hasilnya positif, tantangan dalam konsistensi penerapan di berbagai mata pelajaran dan kebutuhan pelatihan berkelanjutan bagi guru masih perlu diperhatikan.
Teachers' Creativity in Designing Innovative Entrepreneurship-Based Learning in Vocational High Schools: Peningkatan Kreatifitas Guru Dalam Merancang Pembelajaran Inovatif Berbasis Kewirausahaan di Sekolah Menengah Kejuruan A. Ramli Rasyid; Taufiq Natsir; Muhammad Asriadi
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Volume 2 Issue 1 December 2024: Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v1i6.2442

Abstract

This Community Service Program (PKM) aims to enhance teachers' creativity in designing innovative, entrepreneurship-based learning at SMK Negeri 1 Tinambung. Situation analysis revealed that the school’s teaching methods remain predominantly conventional, limiting student engagement and motivation, which is essential for modern educational demands. To address this, the proposed solutions included teacher creativity enhancement training, assistance in integrating technology into teaching, and the formation of an innovative learning community. The program successfully increased teachers' knowledge and skills in applying entrepreneurship-based learning strategies and educational technology, despite time and facility limitations. Results indicate improved teacher ability to create relevant, inspiring lessons, positively impacting students’ learning motivation. Abstrak Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas guru dalam merancang pembelajaran inovatif berbasis kewirausahaan di SMK Negeri 1 Tinambung. Analisis situasi menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah ini masih dominan menggunakan metode konvensional yang kurang sesuai dengan tuntutan zaman, sehingga menurunkan minat dan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, diusulkan solusi berupa pelatihan peningkatan kreativitas guru, pendampingan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, dan pembentukan komunitas pembelajaran inovatif. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru dalam menerapkan strategi pembelajaran berbasis kewirausahaan dan teknologi pendidikan, meskipun terdapat hambatan dalam hal waktu dan fasilitas. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dan inspiratif, yang berdampak pada motivasi siswa untuk belajar.