Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Anti Bullying dan Penyebaran Hoaks Berbasis Perspektif Islam Irwansyah Suwahyu; Muhammad Asriadi; Muhammad Fajar B.; Syahrul; Nurul Mukhlisah Abdal
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 1 (Februari 2025)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v3i1.633

Abstract

Fenomena bullying dan penyebaran hoaks menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan, khususnya di era digital yang memungkinkan informasi tersebar secara cepat tanpa verifikasi. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam menangkal dampak negatif tersebut melalui pendidikan akhlak dan literasi nilai keislaman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru-guru PAI terhadap isu perundungan dan hoaks, serta membekali mereka dengan pendekatan pembelajaran berbasis perspektif Islam. Kegiatan dilaksanakan di Balai Pelatihan Keagamaan Provinsi dengan melibatkan 40 guru PAI sebagai peserta. Metode yang digunakan berupa pelatihan interaktif, studi kasus, diskusi kelompok, dan refleksi pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan pemahaman tentang bentuk-bentuk bullying, prinsip ukhuwah Islamiyah, serta konsep tabayyun dalam menyikapi informasi digital. Sebagian besar guru juga menyatakan komitmennya untuk mengintegrasikan materi pelatihan ke dalam RPP dan aktivitas pembelajaran. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi sosial berbasis nilai Islam mampu menjadi pendekatan yang efektif dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan era informasi.
Persepsi Mahasiswa terhadap Penggunaan AI dalam Pembelajaran PKn dan Implikasinya terhadap Sikap Integritas Akademik Andi Samsul Alam; Sukri Badaruddin; Muhammad Asriadi; Nurkhalida Nurkhalida
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 21, Nomor 1 (Januari 2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v21i1.75932

Abstract

Tujuan penelitiian ini untuk memahami dan menganalisis persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Makassar terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dapat memengaruhi sikap integritas akademik mereka, baik dalam hal kejujuran, tanggung jawab, maupun orisinalitas berpikir. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus untuk menggambarkan secara mendalam persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Makassar terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), serta implikasinya terhadap integritas akademik mereka. Dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, serta analisis tematik yang dilakukan secara interaktif, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemaknaan mahasiswa terhadap AI tidak hanya sebagai alat bantu teknologis, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan nilai akademik di era digital. Lokasi dan subjek dipilih secara purposive untuk memastikan relevansi konteks, mengingat mahasiswa tersebut merupakan calon pendidik yang memiliki tanggung jawab moral dalam membentuk generasi berintegritas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menunjukkan potensi positif dalam mendukung pemahaman mahasiswa, khususnya bagi mereka yang memiliki literasi digital tinggi dan menjunjung tinggi integritas akademik. AI digunakan sebagai sarana eksplorasi, refleksi, dan pendalaman materi secara etis. Namun, di sisi lain, rendahnya literasi digital pada sebagian mahasiswa menyebabkan penggunaan AI secara tidak bertanggung jawab, yang berdampak negatif terhadap karakter dan kejujuran akademik. Oleh karena itu, peran dosen sebagai fasilitator etika digital dan penguatan regulasi institusional menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa penggunaan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi belajar, tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral dan kewarganegaraan dalam lingkungan akademik.
Comparative Analysis of The 2013 Curriculum and The Merdeka Curriculum for Civic Education Suriaman Suriaman; Nisrina Nurul Insani; Aim Abdulkarim; T Heru Nurgiansah; Muhammad Asriadi
Jurnal Pendidikan Amartha Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpa.v5i1.8068

Abstract

The pandemic has resulted in a learning crisis, demanding a curriculum change. A comparative analysis between the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum at the Secondary School level in civic education becomes relevant to evaluate the education system's response to these challenges. This research aims to identify the differences and similarities in the approaches of both curricula towards civic education and understand their potential in addressing potential learning disparities and inequalities arising from the pandemic. Focusing on the values of Pancasila and intracurricular learning, this study provides profound insights into the adaptability and effectiveness of the curriculum during a crisis. The results are expected to offer guidance for the development of a responsive and inclusive curriculum in facing the dynamics of learning amid global challenges.
Transformasi Budaya Kewargaan di Era Digital: Studi Budaya Makassar dan Ambon Susi Anita Patmawati; Hairul Saleh Satrul; Rismawati Rismawati; Muhammad Asriadi
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.35460

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi budaya kewargaan di era digital dalam konteks budaya Makassar dan Ambon. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis systematic literature review, data diperoleh dari sepuluh artikel ilmiah yang relevan mengenai transformasi budaya, kewargaan digital, dan pendidikan kewarganegaraan. Hasil analisis menunjukkan lima bentuk utama transformasi budaya kewargaan: pergeseran dari kewargaan pasif menuju partisipatif, transisi identitas tunggal menjadi majemuk, penguatan budaya inklusivitas, adaptasi kewargaan konvensional menuju bentuk digital, serta pergeseran makna kewargaan dari formalitas hukum menuju etika publik. Nilai-nilai lokal seperti Siri’ na Pacce, Sipakatau, dan Pela Gandong terbukti memainkan peran sentral dalam menumbuhkan etika kewargaan reflektif dan solidaritas sosial di tengah arus globalisasi digital. Pendidikan Kewarganegaraan berfungsi sebagai agen transformatif melalui penerapan kurikulum kontekstual, pedagogi reflektif-partisipatif, dan integrasi nilai lokal dalam bingkai global. Temuan ini memperkuat konsep technological citizenship dan multicultural civic education sebagai kerangka teoritis baru bagi pengembangan kewargaan digital yang beretika dan berkeadaban. Implikasi penelitian menegaskan perlunya penguatan literasi digital, etika publik, dan pendidikan kewarganegaraan berbasis nilai lokal untuk membentuk warga negara yang kritis, adaptif, dan inklusif dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi.This study aims to analyze the transformation of civic culture in the digital era in the context of Makassar and Ambon culture.. Through a qualitative-descriptive approach based on a systematic literature review, data were obtained from ten relevant scientific articles on cultural transformation, digital citizenship, and citizenship education. The analysis results indicate five primary forms of citizenship culture transformation: a shift from passive to participatory citizenship, the transition from a single to a plural identity, the strengthening of a culture of inclusivity, the adaptation of conventional citizenship to a digital form, and the shift in the meaning of citizenship from legal formality to public ethics. Local values, such as Siri' na Pacce, Sipakatau, and Pela Gandong, have been shown to play a central role in fostering reflective citizenship ethics and social solidarity amidst the flow of digital globalization. Citizenship Education functions as a transformative agent through the application of a contextual curriculum, reflective-participatory pedagogy, and the integration of local values within a global framework. These findings strengthen the concepts of technological citizenship and multicultural civic education as new theoretical frameworks for the development of ethical and civilized digital citizenship. The implications of the research underscore the need to enhance digital literacy, public ethics, and local value-based citizenship education to foster critical, adaptive, and inclusive citizens who can effectively face the challenges of globalization and digitalization.
Model Jaringan Syaraf Tiruan dalam Peramalan Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Wirawan Setialaksana; Dwi Rezky Anandari Sulaiman; Shabrina Syntha Dewi; Chairunnisa Ar Lamasitudju; Nini Rahayu Ashadi; Muhammad Asriadi
Jurnal MediaTIK Volume 3 Issue 2, Mei (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v3i2.1557

Abstract

Mitigation steps to control Covid-19 outbreak in Indonesia need to take. One of those step is forecasting the spread of the disease. This study compare two artificial neural network models in catching the pattern of Covid-19 positive total cases in Indonesia. Data Training used in this study is Indonesian total positive cases of Covid-19 from March 2 until May 26. The next 10 days data become data testing to show the model accuracy in predicting Covid-19 total cases. MLP shows a better prediction comparing to ELM.Three different prediction accuracy measurement is used – MAE, MAPE, and RMSE. All of them shows less value in MLP than in ELM.
Penerapan Model Pembelajaran Digital Berbasis Pendidikan Karakter di SMP Negeri 4 Bajeng Irwansyah Suwahyu; Muhammad Asriadi; Ninik Rahayu Ashadi
Jurnal MediaTIK Volume 6 Issue 3, September (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v6i3.2334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran digital berbasis pendidikan karakter di SMP Negeri 4 Bajeng. Dalam proses penerapannya kemudian dikaji hal-hal positif yang dimunculkan dalam pembelajaran digital yang berbasis pada karakter dalam proses pembelajaran pada siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa siswa mendapatkan pengalaman yang berbeda saat diterapkan pembelajaran digital. Kemudian siswa juga dengan pembelajaran digital berbasis karakter menjadi lebih terarah dalam penggunaan berbagai media digital dalam proses pembelajaran karena telah dibekali pengetahuan-pengetahuan terkait kemandirian, kejujuran, sikap positif, amanah dan tanggungjawab serta kedisiplinan yang mencerminkan karakter positif dalam penggunaan media pembelajaran digital di sekolah. Hal ini kemudian berdampak positif dalam proses pembelajaran ke depannya jika diterapkan oleh guru dalam pembelaran digital yang berbasiskan pendidikan karakter.
Co-Authors A Halim Abdal, Nurul Mukhlisa Agus Sutriawan Ahmad Yamin Ahyadi, Nadila Aim Abdulkarim Alfina ANDI ACO AGUS Andi Aco Agus, Andi Aco Andi Muhammad Taufik Ali Andi Samsul Alam Andika Wahyudi Gani Aqsha, Ismail Ashadi, Nini Rahayu Asrianti Asrianti Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati, Asriati Atmasani, Dian Badaruddin, Sukri Besse Rismayani Fachry Rumaf Fauzan, Moh Rizki Fikri Muhkam, Mirwan FIRMAN UMAR FIRMAN UMAR, FIRMAN Fitriani Fitriani Hadyan Hashfi MS Hairil Akbar Hairul Saleh Satrul Hasyim, Muhammad Qasas Hasyim, Muhammad Qasash I Wayan Gede Suarjana Ikadarny Imam Mukti, Imam Insani, Nisrina Nurul Irwansyah Suwahyu Irwansyah Suwahyu Irwansyah Suwahyu Islam, Rukmana Fachrul Jaya Maulana Kamaruddin, Syamsu A Kaseger, Henny Lamasitudju, Chairunnisa Lely Novia M Imran Hasanuddin Mansyur Mansyur Masni Masni Masni Masni MS, Hadyan Hashfi Muftihaturrahmah Burhamzah Muhammad Akbar Syafruddin Muhammad Fajar B Muhammad Haristo Rahman Muhammad Qasas Hasyim muhammad qasash hasyim Muhtar Muhtar Muhtar Muhtar Mukhlisah Abdal, Nurul Muntazarah, Fediyatun Nini Rahayu Ashadi Ninik Rahayu Ashadi Ninik Rahayu Ashadi Nur Aeni Nurfajria Nurkhalida Nurkhalida Nurmadiyah, Nurmadiyah Nurul Mukhlisa Abdal Nurul Mukhlisah Abdal Paputungan, Siti Arifqa Parenrengi, Syafiuddin PATMAWATI, SUSI ANITA Ramli Rasyid Retno Farhana Nurulita Ridwan Daud Mahande Rismawati Rismawati Rizki Trisnawaty Arwien Setialaksana, Wirawan - Shabrina Syntha Dewi Sulaiman, Dwi Reski Anandari Sulaiman, Dwi Rezky Anandari Suriaman Suriaman Syahrul Syamsiar, Syamsiar T Heru Nurgiansah Taufiq Natsir Taufiq Natsir Wahyudi Gani, Andika Zose Wirawan